cover
Contact Name
Citra Dwi Palenti
Contact Email
citradwipalenti@unib.ac.id
Phone
+6281541466281
Journal Mail Official
jpnf.fkip@unib.ac.id
Editorial Address
JL WR Supratman Gedung FKIP Universitas Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Lifelong Learning (JOLL)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 27159809     DOI : https://doi.org/10.33369/joll
Core Subject : Education, Social,
JOLL Journal Of Lifelong Learning encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education, including Education for Human Resources Development, Community Empowerment, Social Entrepreanurship, and Family Education by means of nonformal and informal education.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2025)" : 10 Documents clear
PELAKSANAAN PELATIHAN MEMBATIK ECO PRINT UNTUK PEMERLU PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI SENTRA DHARMA GUNA BENGKULU Falenza, Zoti; Mantili Hutauruk, Lenni
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.42-49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan membatik eco print bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Sentra Dharma Guna Bengkulu. Pelatihan ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan sosial bagi PPKS agar memiliki keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pelatihan meliputi persiapan (pengenalan bahan dan teknik eco print), pelaksanaan (praktik membatik dengan teknik eco print), dan evaluasi (penilaian hasil karya dan umpan balik peserta). Pelatihan ini berdampak positif terhadap PPKS, baik dalam peningkatan keterampilan maupun motivasi untuk mandiri secara ekonomi. Kesimpulannya, pelatihan membatik eco print ini dapat dijadikan model pemberdayaan bagi PPKS di Sentra Dharma Guna Bengkulu, dengan harapan dapat membantu mereka dalam mengembangkan potensi diri dan memperbaiki taraf hidup.
PENGOLAHAN KERIPIK DAUN MANGROVE DI TEMPAT WISATA KOTA BENGKULU Ola Meilviana; Abdullah , M Ilham; Ismawati, Dwi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.50-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pelatihan Pengolahan Keripik Daun Mangrove di Kelurahan Jenggalu Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi waktu, triangulasi subjek dan triangulasi teknik.. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi keripik daun mangrove berkualitas yang berpotensi meningkatkan pendapatan melalui penjualan produk kepada wisatawan. pengolahan Keripik Daun Mangrove telah berhasil mencapai tujuan utamanya dalam meningkatkan keterampilan peserta, menjaga konsistensi kualitas produk, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Pendekatan yang komprehensif melalui metode ceramah dan praktik, penggunaan media pembelajaran yang efektif, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, semuanya berkontribusi pada keberhasilan program ini. Selain itu, pengelolaan waktu yang baik dan dukungan dalam pemasaran produk juga memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan dan dampak positif dari pelatihan ini terhadap perekonomian lokal.
KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PERAN PELAYANAN SOSIAL MENINGKATKAN EKOMONI MASYARAKAT Tri Handoko; Henri Yanto Daulay
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.1-11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan hasil kinerja yang berperan sebagai lembaga komersial dan lembaga pelayanan umum dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Kecamatan Tambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Penetapan lokasi penelitian dengan memilih BUMDes kategori maju yaitu BUMDes Taiba Smart dan BUMDes Agro Nenas. Informan utama dalam penelitian ini adalah Pengelola BUMDes di 2 (Dua) Desa tersebut, sedangkan informan pendukung adalah Pemerintah Desa dan masyarakat Adapun pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kinerja BUMDes dalam peran pelayanan social dalam aspek penilaian peran sebagai lembaga Pelayanan Sosial yaitu sebagai berikut: (1) Aspek Social Value, (2) Aspek Civil Society, (3) Aspek Inovation, (4) Aspek Economic Activity melalui pemberian dana pinjaman, seminar, pelatihan, dan konsultasi dalam mengelola usaha mereka. Hasil kinerja BUMDes menunjukan sebuah progress positif dalam hasil kinerja pengelolaan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa sebesar 20% dari keuntungan BUMDes untuk digunakan pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menjelaskan bahwa BUMDes telah mampu memberikan kontribusi untuk penambahan Pendapatan Asli Desa yang dapat digunakan untuk melaksanakan kewirausahaan sosial dalam meningkatkan kompetensi masyarakat untuk meningktakan kesejahteraan mereka dalam sektor ekonomi.
PERAN BIMBINGAN SOSIAL UNTUK ANAK-ANAK PUTUS SEKOLAH PADA PELAYANAN SOSIAL ANAK REMAJA (PSAR) DI TANJUNG MORAWA Siti Ativa Putridiani; Dafetta Fitrilinda
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.27-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bimbingan sosial sebagai suatu pr0ses pembelajaran bagi anak-anak putus sekolah pada pelayanan sosial anak remaja (PSAR) di Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah sepuluh anak-anak putus sekolah yang sedang mengikuti program bimbingan sosial di UPT. Pelayanan Sosial Anak Remaja Tanjung Morawa Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan sosial memiliki peran penting dalam membantu anak-anak putus sekolah untuk meningkatkan motivasi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Proses pembelajaran bimbingan sosial dilaksanakan dari tahap pendekatan, seleksi atau perekrutan, assesmen, merencanakan materi yang diberikan, pelaksanaan pembelajaran atau pemberian program bimbingan sosial, lalu tahap evaluasi, dan tahap bimbingan lanjutan. Materi bimbingan sosial yang diberikan kepada anak remaja bersifat teori, games, dan contoh-contoh aplikasian kegiatan yang menarik. Perubahan perilaku warga binaan dari yang disimpulkan saat sebelum, maupun sesudah mereka lebih dapat mengembangkan potensi dan memanajemennya pula.
ANALISIS SWOT DAN PENENTUAN STRATEGI UNTUK LEMBAGA HOME SCHOOLING Zia Zalzilah Mazfufah; Uyu Wahyudin; Elih Sudiapermana
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.12-26

Abstract

Home schooling merupakan salah satu jalur pendidikan nonformal yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dalam menempuh pendidikan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. Namun dalam praktiknya, karena termasuk dalam pendidikan nonformal, home schooling sering dipandang sebelah mata dan dianggap remeh oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman home schooling sebagai salah satu bentuk pendidikan bagi pembaca, dengan menekankan bahwa setiap ranah pendidikan memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing yang seharusnya dapat disinergikan satu sama lain agar dapat saling melengkapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi pustaka pada sumber-sumber yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian ini adalah:1) Home schooling memiliki beberapa kelebihan, seperti pendidikan yang bersifat personal dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, sumber daya manusia yang kompeten, serta manajemen internal yang efektif. 2) Home schooling juga memiliki beberapa kelemahan, seperti terbatasnya kesempatan berinteraksi sosial, biaya yang lebih tinggi, serta tantangan dalam mempromosikan manfaatnya. 3) Peluang home schooling seperti meningkatnya permintaan solusi pembelajaran yang fleksibel akibat pandemi dan kebijakan pemerintah yang mendukung. 4) Home schooling juga memiliki tantangan, seperti persepsi publik yang negatif, persaingan dari kelas daring, serta hambatan birokrasi untuk ujian kesetaraan. Kata Kunci: Home Schooling, Pendidikan Non Formal, Analisis SWOT Homeschooling is one of the non-formal education pathways that can be an option for the community in pursuing education from early childhood education to junior high school. However, in practice, because it falls under non-formal education, homeschooling is often looked down upon and underestimated by society. This research aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of homeschooling as one form of education for readers, emphasizing that each educational domain has weaknesses and strengths that should be synergized to complement each other. This research uses qualitative methods with literature study techniques on relevant and credible sources. The results of this study are: 1) Homeschooling has several advantages, such as personalized and flexible education according to each individual's needs, competent human resources, and effective internal management. 2) Homeschooling also has several disadvantages, such as limited opportunities for social interaction, higher costs, and challenges in promoting its benefits. 3) Home-school opportunities include the increasing demand for flexible learning solutions due to the pandemic and supportive government policies. 4) Homeschooling also has challenges, such as negative public perception, competition from online classes, and bureaucratic obstacles for equivalency exams.. Keywords: Home Schooling, Non Formal Education, SWOT Analysis
KONTRIBUSI PEMBINA PANTI DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL REMAJA DI PANTI ASUHAN AL KABIIRU KOTA MAKASSAR Rosika Indri Karadona; Arni Puspita Sari
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.57-69

Abstract

Bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan, peran pembina menjadi faktor utama dalam pengembangan kecerdasan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembina Panti Asuhan Al Kabiiru Kota Makassar dalam meningkatkan kecerdasan spiritual remaja melalui berbagai metode pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami strategi pembinaan yang diterapkan serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina panti menerapkan empat metode utama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, yaitu melalui pendidikan agama tambahan, pembiasaan pola hidup Islami, pembentukan akhlak mulia, serta pemberian kasih sayang. Meskipun program pembinaan berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, faktor alamiah, serta tantangan dalam perilaku remaja. Namun, dengan pendekatan yang sabar, strategi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung, pembina panti tetap berupaya membimbing anak asuh menuju perkembangan spiritual yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran pembina panti dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi serta nilai-nilai moral yang kuat.
TBM KOLONG DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK : PERAN LITERASI DALAM PENGEMBANGAN NILAI SOSIAL Nadlira Nurazkia; Ila Rosmilawati; Dadan Darmawan
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.34-41

Abstract

Permasalahan akses pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak marginal di Indonesia, khususnya yang tinggal di wilayah kolong jembatan dan permukiman kumuh perkotaan, masih menjadi tantangan yang cukup serius. Penelitian ini menganalisis manfaat gerakan literasi TBM Kolong Ciputat dalam pembentukan karakter anak marginal. Metode penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif untuk mengungkap manfaat kegiatan literasi TBM Kolong bagi anak dan masyarakat marginal. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, anak-anak peserta didik di TBM Kolong telah memperoleh berbagai manfaat signifikan dari partisipasi mereka dalam program literasi berbasis inklusi sosial. Manfaat tersebut mencakup pengalaman belajar yang menyenangkan, peningkatan kreativitas, pengembangan keterampilan komunikasi dan sosial, serta peningkatan kesadaran akan isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SONGGO LANGIT KOTA BENGKULU Jihan Muthiah Dlofiroh
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.71-78

Abstract

Rendahnya budaya literasi di Indonesia menjadi tantangan yang harus dihadapi sejak pendidikan anak usia dini. PAUD sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program gerakan literasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Songgo Langit Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan gerakan literasi dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Kegiatan pembiasaan seperti membaca bersama, mendongeng, dan permainan kata. Hal itu dilakukan secara rutin untuk menumbuhkan minat baca, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang didampingi oleh tutor, sehingga pembelajaran ini dapat membuat anak semangat dalam belajar. Faktor pendukung keberhasilan program ini adalah keberadaan TBM, dukungan aktif orang tua, dan kreativitas guru. Adapun kendala yang dihadapi berupa keterbatasan sarana dan bahan bacaan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada implementasi literasi berbasis TBM dalam konteks pendidikan anak usia dini yang berhasil menciptakan belajar yang menyenangkan dan inklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga, pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi sejak dini.
EVALUASI HAMBATAN IMPLEMENTASI PROGRAM PKW PASTRY DAN BAKERY DI PKBM MUTIARA BINTANG KOTA BENGKULU Mandela, Juniar
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.70-75

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memicu hambatan dalam implementasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) pada bidang pastry dan Bakery di PKBM Mutiara Bintang Kota Bengkulu. Program ini bertujuan untuk membekali peserta Paket C dengan keterampilan wirausaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kendala utama meliputi rendahnya kehadiran peserta, perbedaan kemampuan dasar, minimnya respon terhadap evaluasi lanjutan, serta tantangan dalam pendampingan usaha. Penanganan tantangan ini memerlukan strategi seleksi peserta yang lebih ketat, peningkatan motivasi, dan penguatan sistem pendampingan pasca program. Kata kunci: Evaluasi, Hambatan Implementasi, Program PKW, Pendidikan Nonformal. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kendala dalam pelaksanaan Program Pendidikan Keterampilan Kewirausahaan (PKW) sektor pastry dan bakery di PKBM Mutiara Bintang Kota Bengkulu. Program ini bertujuan untuk membekali peserta Paket C dengan keterampilan berwirausaha guna meningkatkan kemandirian ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan kendala utama meliputi kehadiran peserta yang rendah, perbedaan kemampuan dasar, minimnya respon terhadap evaluasi lanjutan, dan tantangan dalam pendampingan usaha. Penanganan kendala tersebut memerlukan strategi seleksi peserta yang lebih ketat, peningkatan motivasi, dan penguatan sistem pendampingan pasca program.
INOVASI PEMBELAJARAN BERMAKNA PADA KEGIATAN BELAJAR ANAK USIA DINI Agustriana, Nesna; Kurniah, Nina; Sapri, Johanes
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.1.84-93

Abstract

Kegiatan belajar di banyak lembaga PAUD masih bersifat monoton, terfokus pada hafalan, dan kurang melibatkan aktivitas eksploratif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAUD melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi guru dalam merancang dan melaksanakan model tersebut, serta mencari solusi yang tepat guna mengoptimalkan implementasi kurikulum PAUD secara bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek guru PAUD Kota Bengkulu yang sedang menempuh studi di Program Pascasarjana FKIP UNIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru PAUD yang menjadi responden belum memiliki pemahaman yang utuh tentang model Problem Based Learning (PBL). Dari enam guru yang diteliti, hanya satu orang (16,7%) yang memahami konsep, tujuan, dan sintaks PBL secara menyeluruh, sementara sisanya (83,3%) hanya memahami secara umum bahwa PBL adalah pembelajaran berbasis masalah, tanpa memahami langkah-langkah aplikatifnya. Temuan juga menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum dengan kesiapan pedagogis guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah di kelas PAUD. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penyajian data empiris yang menjelaskan kebutuhan guru terhadap pelatihan dan panduan implementatif PBL secara bertahap, yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pelatihan berbasis praktik yang lebih kontekstual untuk guru PAUD dalam menerapkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.

Page 1 of 1 | Total Record : 10