cover
Contact Name
Erwin Susanto
Contact Email
susanto@ubpkarawang.ac.id
Phone
+6282216045081
Journal Mail Official
civics@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/CIVICS/about/editorialTeam
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 25279742     EISSN : 25805487     DOI : https://doi.org/10.36805/civics
Core Subject : Education, Social,
Jurnal CIVICS: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah jurnal yang menerbitkan berbagai jenis artikel ilmiah yang berdasarkan penelitian. Topik yang kami terima adalah artikel yang berkaitan dengan ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Adapun ruang lingkup publikasi dalam ilmu PPKn adalah ilmu kewarganegaraan; pembelajaran PPKn; karakter, nilai dan moral; pendidikan hukum; dan pendidikan politik
Articles 231 Documents
DAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP KARAKTER ANAK Sofyan, Edy; Pandikar, Ernandia
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.261

Abstract

ABSTRACT The family is the first environment in a child's life, a place where children learn and express themselves as social beings. The family provides the basis for the formation of behavior, character, morals and education of the child. Triggers of violence against children that occur among others are first, the emergence of domestic violence, the occurrence of violence involving both the father, mother and other relatives cause inevitable violence occurs also against children. Children are often targeted by parents' anger. Second, the occurrence of family dysfunction, namely the role of parents do not work as they should. Third, the economic factor, namely violence arises because of economic factors. The character of the child will be disturbed by the occurrence of wrong treatment that often escape the attention, whereas ordinary events are very often related, in the inability and ineffective parents in dealing with children. The problem formulation in this study is how big the role of parents according to legislation and norms prevailing in society, the factors causing the occurrence of violence in the household, and how big the character of children who experience violence in the household. The research method used a quantitative descriptive approach. As for the results from the average research scores the study mostly answered "Yes". With the overall average gain in the highest percentage score is 86.7% and the lowest percentage score is 13.3%. So the conclusion of this study, domestic violence affecting the character of children in MTs.Az-zahra Selacau school in Selacau village, Batujajar sub-district, West Bandung regency. Keywords: Domestic Violence, Child Character. ABSTRAK Keluarga adalah lingkungan pertama dalam kehidupan anak, tempat dimana anak belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral dan pendidikan terhadap anak. Pemicu kekerasan terhadap anak yang terjadi diantaranya adalah pertama, munculnya kekerasan dalam rumah tangga, terjadinya kekerasan yang melibatkan baik pihak ayah, ibu dan saudara yang lainnya menyebabkan tidak terelakkannya kekerasan terjadi juga terhadap anak. Anak seringkali menjadi sasaran kemarahan orang tua. Kedua, terjadinya disfungsi keluarga, yaitu peran orang tua tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Ketiga, faktor ekonomi, yaitu kekerasan timbul karena faktor ekonomi. Karakter anak akan terganggu dengan terjadinya perlakuan salah yang sering luput dari perhatian, padahal kejadian biasa sangat sering terkait, pada ketidak mampuan dan kurang efektifnya orang tua dalam menghadapi anak. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar peran orang tua menurut perundang-undangan dan norma yang berlaku dalam masyarakat, faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, dan seberapa besar karakter anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian skor rata-rata penelitian sebagian besar menjawab “Ya”. Dengan perolehan rata-rata seluruhnya pada skor persentase tertinggi adalah 86,7% dan skor persentase terendah adalah 13,3%. Maka kesimpulan penelitian ini, kekerasan dalam rumah tangga berdampak terhadap karakter anak di sekolah MTs.Az-zahra Selacau di Desa Selacau Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Kata Kunci : KDRT, Karakter Anak
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI DESA BUDIHARJA KECAMATAN CILILIN KABUPATEN BANDUNG BARAT Martini, Eneng; Kusnadi, Edi; Tri Bagja, Andi Rahmat
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.262

Abstract

ABSTRACT The number of parents who are too busy with their work are like the elderly who live in the countryside where her daily livelihood is a farmer and keeps busy in the field to cultivate her plants from before the rising of the sun until the evening approaches, resulting in a lack of attention to her child. It is an intentional lack of interaction between parents and their children where almost the average work of parents in Budiharja Village, Cililin sub-district is a farmer. The purpose of this study is to know: To find out how much parents provide parenting to children, fostering the formation of children's character and the influence of parental care to the formation of children's character in the Village Budiharja Cililin District. This study uses a quantitative descriptive method that emphasizes the processing of numbers and questionnaires as the main instrument. The results of research generally conclude that all the variables simultaneously have a significant effect on the implementation of parenting pattern to the character formation of children. Based on the results of the analysis and discussion, the results of the questionnaire calculation that parents strongly disagree to physical violence 77.5% and 47% responded not agree to be hard to the child but the parents have given freedom to children. Parents always nurture the character of the child to fit the 18 characters of the nation, but they emphasize more on their children to be more religiously imitating the behavior of the Prophet Muhammad. Keywords: character, parenting patterns ABSTRAK Banyaknya orang tua yang terlalu sibuk terhadap pekerjaannya seperti orang tua yang tinggal dipedesaan yang mata pencaharian sehar-hari nya sebagai petani dan terus sibuk diladang mengurusi tanamannya dari sebelum terbit matahari sampai malam menjelang, sehingga kurangnya perhatian terhadap anaknya. Hal tersebut mengaktibatkan kurangnya interaksi antara orang tua dengan anaknya dimana hampir rata-rata pekerjaan orang tua di Desa Budiharja Kecamatan Cililin adalah seorang petani. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Untuk mengetahui seberapa besar orang tua memberikan pola asuh kepada anak, memupuk pembentukan karakter anak dan pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak di Desa Budiharja Kecamatan Cililin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskritif yang lebih menekankan pada pengolahan angka dan angket sebagai instrumen utamanya. Hasil penelitian pada umumnya menyimpulkan bahwa seluruh variable secara bersama-sama (simultan)berpengaruh signifikan terhadap implementasi pola asuh orang tua terhadap pembentukkan karakter anak. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, hasil perhitungan angket bahwa orang tua sangat tidak setuju melakukan kekerasan fisik 77,5% dan 47% menjawab tidak setuju bersikap keras kepada anak melainkan orang tua sudah memberikan kebebasan kepada anak. Orang tua selalu memupuk karakter anak untuk sesuai dengan 18 karakter bangsa, tetapi mereka lebih menekankan kepada anaknya untuk lebih religius mencontoh tingkah laku Nabi Muhamad Saw. Kata Kunci: Pola asuh orang tua, Karakter
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN INTELLECTUAL SKILLS MAHASISWA Susanto, Erwin
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.263

Abstract

ementation of problem-based learning model in the course of civic education learning can improve students' intellectual skills. The approach used in this research is descriptive qualitative approach. This research was conducted on the Pancasila and Civic Education Program, Buana Perjuangan Karawang University. The result of this research is significantly, the application of Problem Based Learning model in the course of Citizenship Education is able to increase the intellectual skills of the students. Keywords: Problem Based Learning, Intellectual Skills, Civic Education ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan intellectual skills mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Buana Perjuangan Karawang. Hasil dari penelitian ini adalah secara signifikan, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan mampu meningkatkan intellectual skills mahasiswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Intellectual skills, PPKn
MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA MEMUPUK RASA NASIONALISME MAHASISWA (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang) Nugraha, Yogi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.264

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of civic education courses in an effort to foster a sense of nationalism student at the Buana Perjuangan Karawang University. This study used a qualitative approach with the method used is the case study. Research conducted at the Buana Perjuangan Karawang University, with an estimated study time for start of the date October 28, 2017 until August 28, 2018. The target population in this study were students who follow courses of civic education, and sampling using techniques purposive sampling. The results obtained show that nationalism formed through civic education in college can be formed. It is based on a statement cited by respondents stated that the Civic Education is very important to learn in college, it's based on the erosion of a sense of nationalism began to be immediately addressed by studying Civics. Civic education is also learned to go back to the students will be taught by the teacher candidates Pancasila and Civic Education. Increased sense of nationalism in studying Civics is proof that Civic Education is so important to learn. Keywords: Civic Education, Nationalism, Students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dalam upaya memupuk rasa nasionalisme mahasiswa di Universitas Buana Perjuangan Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada Universitas Buana Perjuangan Karawang, dengan estimasi waktu penelitian selama mulai dari tanggal 28 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 28 Agustus 2018. Populasi target dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nasionalisme yang terbentuk melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat terbentuk. Hal ini berdasarkan pernyataan yang diutarakan oleh para responden yang menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk dipelajari di Perguruan Tinggi, hal ini didasarkan pada mulai lunturnya rasa nasionalisme haruslah segera diatasi dengan mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan juga dipelajari untuk kembali dibelajarkan kepada peserta didik nantinya oleh para calon guru Pendidikan Pacasila dan Kewarganegaraan. Meningkatnya rasa nasionalisme dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bukti bahwasanya Pendidikan Kewarganegaraan begitu penting untuk dipelajari. Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Nasionalisme, Mahasiswa.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM LISA, LIBRA, PATUJAR DI SMPN 1 CILAMAYA WETAN Rahmatiani, Lusiana
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.266

Abstract

ABSTRACT Character education is one of the focus of educational goals in Indonesia. The importance of character education because of the declining ethics, morale of learners and the increasing popularity of student delinquency, such as brawl and drug addicts. Implementation of character education is very important to evaluate how the process and results. The research was conducted at SMPN 1 Cilamaya Wetan. The purpose of this study describes the implementation of lisa program, libra, patujar applied in SMPN 1 Cilamaya Wetan. Knowing the value of characters generated in the program lisa, libra, patujar applied in SMPN 1 Cilamaya Wetan. The research method used is qualitative method with data collection technique, observation, interview and documentation. Suggestion of research result that is importance of socialization about character education to learners, teachers and society to support the embodiment of school program libra libra patujar. Schools should involve parents and community as partners in the coaching and habituation of student characters. Keywords: Character Education, Character Value, Lisa, Libra Patujar ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus tujuan pendidikan di Indonesia. Pentingnya pendidikan karakter karena semakin menurunnya etika, moral peserta didik dan semakin maraknya kenakalan pelajar, seperti tawuran dan pecandu narkoba. Implementasi pendidikan karakter sangat penting untuk dievaluasi bagaimana proses dan hasilnya. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Cilamaya Wetan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan implementasi program lisa, libra, patujar yang diterapkan di SMPN 1 Cilamaya Wetan. Mengetahui nilai karakter yang dihasilkan dalam program lisa, libra, patujar yang diterapkan di SMPN 1 Cilamaya Wetan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Saran hasil penelitian yaitu pentingnya sosialisasi mengenai pendidikan karakter kepada peserta didik, guru dan masyarakat untuk menunjang keterwujudan program sekolah lisa libra patujar. Sekolah harus melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai partner dalam pembinaan dan pembiasaan karakter siswa. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Nilai Karakter, Lisa, Libra Patujar
MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN GENERASI MUDA BANGSA MELALUI INTEGRASI PENDIDIKAN FORMAL, INFORMAL DAN NONFORMAL Dewi, Dinie Anggraeni
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.267

Abstract

ABSTRACT The current state of corruption should encourage every citizens of the nation, all parties, the leaders of the nation, law enforcement officials, educators and religious leaders, to focus their attention to character building. Character development should be established as part of the national strategy to improve nation’s life. The study begins from my concern about the backwardness of character education in Indonesia. The article concludes that to be successfull, character development should include the participation of three important institutions of social life: family (informal), school (formal) and community (nonformal) so as to create sustainability and harmonization. Keywords: Character nation, Young Generation, Formal Education, Informal Education, Nonformal Education. ABSTRAK Merajalelanya korupsi menandai bahwa persoalan pendidikan karakter bangsa harus menjadi perhatian semua pihak, pemimpin bangsa, aparat penegak hukum, pendidik dan tokoh-tokoh agama, golongan dan lain sebagainya. Pembangunan karakter harus dibentuk. Latar belakang penulisan, dari keprihatinan penulis tentang persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam hal pendidikan karakter bangsa. Dari hasil analisis dan pembahasan, didapatkan kesimpulan bahwa pembangunan karakter bangsa jika ingin efektif dan utuh mesti menyertakan tiga institusi, yaitu keluarga (informal), sekolah (formal) dan masyarakat (nonformal) sehingga tercipta kesinambungan dan harmonisasi. Kata Kunci: Karakter Bangsa, Generasi Muda, Pendidikan Formal, Pendidikan Informal dan Pendidikan Nonforma
HUBUNGAN MATA KULIAH JATIDIRI BANGSA DENGAN PENINGKATAN WAWASAN KEBANGSAAN DAN SEMANGAT NASIONALISME MAHASISWA (Studi Korelasi di Lingkungan Program Studi PPKn Universitas Buana Perjuangan Karawang) Sofyan, Fitri Silvia
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.268

Abstract

ABSTRACT This research is purposed to procure representation about correlations between national identity courses with the students’ insight into nationalism and the students’ spirit of nationalism in Program Studi PPKn UBP Karawang. This study used quantitative approach with a correlation study method. The data of this study was obtained through questionnaires and tests given to students in Program Studi PPKn UBP Karawang. Researcher revealed that: 1. The implementation of national identity as a general basic course included in personality development course in Program Studi PPKn UBP Karawang had been implemented very well and was able to make a significant contribution, which is in accordance to national identity’s goal itself. 2. Students in Program Studi PPKn UBP Karawang were believed to have a good insight into nationalism and a strong nationalism. 3. The application of national identity courses as a general basic course has a strong correlation and a great influence on the improvement of the students’ insight into nationalism and the spirit of nationalism in Program Studi PPKn UBP Karawang. Keywords: National identity course, nationality, insight on nationalism, spirit of nationalism, Program Studi PPKn UBP Karawang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai korelasi Mata Kuliah Jatidiri Bangsa dengan peningkatan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme mahasiswa di Program Studi PPKn UBP Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Penerapan Mata Kuliah Jatidiri Bangsa sebagai mata kuliah dasar umum Universitas Buana Perjuangan Karawang sudah dilaksanakan dengan sangat baik dan mampu memberikan kontribusi yang besar sebagaimana tujuan dari Mata Kuliah Jatidiri Bangsa itu sendiri. 2. Mahasiswa di lingkungan Program Studi PPKn UBP Karawang memiliki pemahaman wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme yang baik. 3. Penerapan Mata Kuliah Jatidiri Bangsa sebagai mata kuliah dasar umum memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme mahasiswa di lingkungan Program Studi PPKn UBP Karawang. Kata kunci : Mata Kuliah Jatidiri Bangsa, Wawasan Kebangsaan, Semangat Nasionalisme, Program Studi PPKn UBP Karawang.
PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT CITIZEN Saylendra, Nadya Putri
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2017): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v2i1.288

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe of how Project Citizen plays a role in critical thinking of the students of Pancasila and Civic Education Program at Buana Perjuangan Karawang University in criminal law subject by seeing the response in understanding, and the level of effectiveness in using Project Citizen model. The approach used is a qualitative approach with descriptive study method. The result of this research is Project Citizen demands lecturer to do planning before doing the learning. Implementation of the Project Citizen model in Civics learning also demands to assist and direct the students to self-define a case / issue, to examine the problem, to formulate material related to the problem, to seek information from various sources, to account for the results of collecting the materials and analysis in the form of portfolio as well present the results with the creativity of the group presentation. Learning outcomes obtained through this learning model is the increasing ability of critical thinking students. The constraints and the most perceived factors in critical thinking vary widely both internally and externally such as laziness, lack of mastery of materials, lessons learned processes and learning situations, less challenging topics or issues. Keywords: Critical Thinking, Civic Education, Project Citizen. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana Project Citizen berperan dalam berpikir kritis mahasiswa Prodi PPKn di Universitas Buana Perjuangan Karawang dalam mata kuliah hukum pidana dengan melihat respon dalam pemahaman, dan tingkat efektifitas dalam menggunakan model Project Citizen. Pendekatan yang digunakan adakah pendekatan kualititatif dengan metode studi deskriptif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Project Citizen menuntut dosen untuk melakukan perencanaan sebelum melakukan pembelajaran. Pelaksanaan model Project Citizen dalam pembelajaran PKn juga menuntut untuk membantu dan mengarahkan mahasiswa untuk menentukan sendiri suatu kasus/isu, menelaah masalah, membuat rumusan materi yang berkaitan dengan masalah, mencari informasi dari berbagai sumber, mempertanggungjawabkan hasil pengumpulan materi dan analisis tersebut dalam bentuk portofolio serta mempresentasikan hasil dengan kreativitas penyajian kelompok. Hasil belajar yang didapatkan melalui model pembelajaran ini adalah meningkatnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Faktor yang menjadi kendala dan yang paling dirasakan dalam berpikir kritis sangat bervariasi baik internal maupun eksternal seperti malas, kurangnya penguasaan materi, proses dan situasi pembelajaran di kelas, topik atau isu yang kurang menantang. Kata Kunci : Berpikir Kritis, Pendidikan Kewarganegaraan, Project Citizen.
IMPLEMENTASI HUKUM WARIS MINANGKABAU PADA MINANG PERANTAU (Studi pada Ikatan Keluarga Minang Kota Depok) Febrianti, Nurul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2018): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v3i1.514

Abstract

ABSTRACT This study aims to obtain empirical information about the implementation of Minangkabau inheritance law towards Minang settled foreigner in Minang Family Association (IKM) Depok City. This study uses quantitative methods and extension of existing data, interviews, and documentation. Based on research results show the community of settled foreigner in IKM Depok city over low treasures or livelihoods vary in the practice of inheritance law. The heirs in Minangkabau inheritance law in the livelihoods of this study are four groups. First, the heirs who use Islamic law, which women get half of men. Secondly, the heirs are equally distributed inheritance rights of each child. Third, women get more than men. Fourth, heirs for women only, so all the livelihood of parents is delegated only for women. So it can be concluded that the implementation of Minangkabau inheritance law in Minang settled foreigner in IKM Depok City vary. This difference occurs because the background of the pattern of life and mindset within each family. Patterns of life and mindset that make a person or family apply inheritance law according to customary law, religious law, or positive law. Keywords: inheritance law, Minangkabau inheritance law, Minang settled foreigner ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi empiris mengenai implementasi hukum waris Minangkabu pada Minang perantau di Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan masyarakat Minang perantau di IKM Kota Depok pada harta pusaka rendah atau mata pencaharian berbeda-beda dalam melaksanakan hukum waris. Ahli waris dalam hukum waris Minangkabau pada mata pencaharian dalam penelitian ini terdapat empat kelompok. Pertama, ahli waris yang menggunakan hukum Islam, yakni perempuan mendapatkan setengah dari laki-laki. Kedua, ahli waris dibagi sama rata hak warisnya setiap anak. Ketiga, anak perempuan mendapatkan lebih banyak daripada anak laki-laki. Keempat, ahli waris hanya pada anak perempuan saja, jadi seluruh harta pencaharian orang tuanya dilimpahkan ke anak perempuan saja. Maka dapat disimpulkan bahwa imlementasi hukum waris Minangkabau pada Minang perantau di IKM Kota Depok berbedabeda. Perbedaan ini terjadi karena latar belakang dari pola hidup dan pola pikir di dalam setiap keluarga. Pola hidup dan pola pikir yang membuat seseorang atau keluarga menerapkan hukum waris sesuai dengan hukum adat, hukum agama, atau hukum positif. Kata kunci: hukum waris, hukum waris Minangkabau, Minang perantau
PENGARUH MODEL PROJECT CITIZEN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PENGEMBANGAN CIVIC COMPETENCES PESERTA DIDIK (Studi Quasi Eksperiment Terhadap Peserta Didik SMAN 1 Jalancagak) Normansyah, Asep Deni; Nurhasanah, Santi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2018): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v3i1.515

Abstract

ABSTRACT This study uses a quasi-experimental method which aims to examine the influence of citizen project models in learning Pancasila education and citizenship on the development of civic competences of students. This research was carried out because of the still low development of civic competences for students. The problem under study is the improvement of students 'Civic Competences development skills and students' attitudes towards PPKn learning by using a project citizen model. Data analysis on the ability of Civic Competences development using independent sample t-test as well as attitude data analysis where attitude data uses a Likert scale. The results of the study show that: (1) improvement in the ability of Civic Competences development of students who obtain the Project Citizen learning model is better than students who use conventional learning models, which is seen from the analysis of the average gain in the experimental class that is 0.53 and the control class that is 0.40, (2) in general students are positive about learning PPKn by using the citizen project model which has an average of 3.43. The results of the study show that PPKn learning by using project citizen models can develop civic competences of students, thus the Project Citizen learning model can be used as an alternative for PPKn teachers in implementing PPKn learning in the classroom. Keywords: Project Citizen Model, civic competences development, Conventional Model ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh model project citizen dalam pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan terhadap pengembangan civic competences peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan karena masih rendahnya pengembangan civic competences pada peserta didik. Masalah yang diteliti yaitu peningkatan kemampuan pengembangan Civic Competences peserta didik dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran PPKn dengan menggunakan model project citizen. Analisis data kemampuan pengembangan Civic Competences menggunakan independent sample t-test begitu pula analisis data sikap dimana data sikap menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peningkatan kemampuan pengembangan Civic Competences peserta didik yang memperoleh model pembelajaran Project Citizen lebih baik daripada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional, yang dilihat dari analisis rata-rata gain pada kelas eksperimen yakni 0,53 dan kelas kontrol yakni 0,40, (2) pada umumnya peserta didik bersikap positif terhadap pembelajaran PPKn dengan menggunakan model project citizen yakni memiliki rata-rata 3,43. Hasil penelitian menunjukan pembelajaran PPKn dengan menggunakan model project citizen dapat mengembangkan civic competences peserta didik, dengan demikian model pembelajaran Project Citizen dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi guru PPKn dalam melaksanakan pembelajaran PPKn di kelas. Kata Kunci : Model Project Citizen, pengembangan civic competences, Model Konvensional