cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 2,081 Documents
Analisis Peran Disiplin Kerja, Komunikasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru dan Karyawan Sekolah Dasar di DKI Jakarta Suryati; Hendy Tannady; Nana Citrawati Lestari; Dasep Supriatna; Nanny Mayasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4219

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui apakah dari variabel komunikasi, disiplin kerja dan lingkungan kerja terdapat pengaruh terhadap kinerja karyawan SD Strada Dipamarga. Dalam penelitian ini untuk proses pengolahan data menggunakan uji Validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, uji regresi multiples (berganda), koefisien determinasi, uji F dan uji T dengan bantuan SPSS 20.0. Dalam sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode teknik purposive sampling. Untuk pengumpulan Data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala likert untuk mengukur setiap penyataan. Hasil penelitian menyatakan bahwa komunikasi tidak memerikan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan serta untuk disiplin kerja dan lingkungan kerja memberikan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Komunikasi, Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan Abstract The purpose of this study was to determine whether the variables of communication, work discipline and work environment have an influence on the performance of the employees of SD Strada Dipamarga. In this study, the data processing uses validity test, reliability test, descriptive analysis, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiples regression test, coefficient of determination, F test and T test with the help of SPSS 20.0. In the sample used as many as 40 respondents. In this study using a quantitative approach with purposive sampling technique method. Data collection was carried out by distributing questionnaires using a Likert scale to measure each statement. The results of the study stated that communication did not provide a significant effect on employee performance and for work discipline and work environment had a significant effect on employee performance. Keywords: Communication, Work Discipline, Work Environment, Employee’s Performance
Implementasi Pancasila Menurut Pemuka Agama di Gereja St. Alfonsus Rodrguez Pademangan Rama Adi Saputra Sunadynatha; Louis Sebastian Anot Putra; Patrick Chendarwan; Selvin Matthew Chandra; Patermotius Susilo Putra Sukur
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4220

Abstract

Abstrak Artikel karya ilmiah ini berisi tentang bagaimana ideologi negara kita yaitu Pancasila dapat menjadi pedoman kita, terutama dalam Pancasila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang telah ditetapkan sebagai pedoman kita untuk hidup dalam kedamaian beragama. Dalam artikel ini, penulis akan membahas bagaimana Gereja ikut serta mengembangkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri, Gereja juga membimbing umatnya di masyarakat untuk turut serta memajukan kehidupan cinta kasih untuk kehidupan yang lebih layak. Penulis juga mengkaji apa yang menghambat implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pancasila tidak bertentangan dengan kehidupan menggereja, pancasila dan nilai-nilai yang diajarkan oleh gereja dan pemuka agama kristiani adalah sejalan dan saling melengkapi. Pengimplementasian Pancasila dalam gereja menjadi sangat jelas dengan gereja mempromosikan hidup berdampingan dengan orang lain. Kata Kunci: Pancasila, Gereja, Masyarakat Abstract This scientific work article contains about how the ideology of our country namely Pancasila can be our guide, especially in the first Pancasila namely Belief in One God which has been set as our guide to living in a religious peace. In this article, the author also discusses how the Church participates in developing the noble values contained in Pancasila itself, the Church also guides its people in the community to participate in advancing the life of love for a more decent life. The author also examines what hinders the implementation of Pancasila in people's lives. The conclusion of this study is that Pancasila does not conflict with the life of the church, Pancasila and the values taught by the church and Christian religious leaders are in line and complement each other. The implementation of Pancasila in the church becomes very clear with the church promoting coexistence with others. Keywords: Pancasila, Church, Community
Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi Calista Putri Tanujaya; Devy Yulyana; Evelyn Natasha; Muhammad Restu Arrasyiid; Yohanes Jeriko Giovanni
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4221

Abstract

Abstrak Para pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia telah bersusah payah dalam merebut hak kemerdekaan bangsa kita agar lepas dari para penjajah dan mendapatkan pengakuan dari mata dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa yang merdeka dan berdaulat. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan Indonesia menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara dan sang saka merah putih sebagai simbol negara. Namun, sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia memerlukan suatu identitas negara serta Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi bangsa. Maka pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan Bahasa Indonesia sebagai identitas negara dan Bahasa Indonesia menjadi Bahasa persatuan. Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia sangat berperan penting dalam menunjukan keberadaan Indonesia di mata dunia. Walau ditetapkan sebagai Bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, Bahasa Indonesia sudah lahir dari sebelum kemerdekaan. Tepatnya pada saat kongres pemuda kedua yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 1928 atau yang sekarang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia sendiri juga sudah mengalami banyaknya perkembangan. Di era globalisasi sekarang juga, banyak hal yang terkena dampak dari perubahan zaman dan dampak dari globalisasi. Salah satu dampaknya adalah terancamnya eksistensi Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa persatuan kita. Banyak sekali Bahasa asing yang kita gunakan sebagai Bahasa komunikasi sehari-hari, dan banyak juga pencampuran Bahasa Indonesia dengan Bahasa asing. Oleh sebab itu, kita harus menjaga dan ikut berperan dalam menjaga eksistensi Bahasa Indonesia. Sebagaimana yang tertuang dalam sumpah pemuda, sudah seharusnya kita para generasi muda berperan dalam menjaga kelestarian Bahasa Indonesia di era globalisasi ini. Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Identitas Nasional, Globalisasi, Generasi Muda. Abstract The heroes of Indonesian independence fighters have tried hard to seize the rights of our nation's independence in order to get freedom from the invaders and gain recognition from the eyes of the world that Indonesia is an independent and sovereign nation. Indonesia became independent on August 17, 1945 and Indonesia established Pancasila as the state ideology including red and white flag as the state symbol. However, Indonesia needs a national identity and a language that is used for national communication as a sovereign, independent nation. As a result, Indonesian was chosen as the state's identity and as the unifying language on August 18, 1945. The Indonesian nation's identity, Indonesian, plays a significant part in demonstrating Indonesia's presence to the rest of the globe. Indonesian was created prior to independence, despite being declared the state language on August 18, 1945. Specifically, during the second youth congress, which took place on October 28, 1928, and which is also known as the Youth Pledge. Many things in the current globalization era are affected by the passing of time and the effects of globalization. One of them is the threat to the existence of Indonesian, the language that unites us. We communicate in a variety of foreign languages on a regular basis, and many people also combine these languages with Indonesian. As a result, we must preserve the Indonesian language and contribute to its existence. The younger generation should effectively protect the Indonesian language in the age of globalization, as stated in the youth oath. Keywords: Indonesian Language, National Identity, Globalization, Young Generation
Analisis Konsep 3R Terhadap Pengelolaan Sampah di Jakarta Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku Sherryl Naomi Wong; Clarissa Mayella Chandra; Shavira Ardita; Stanley Muljadi Art; Caesar Andre Kuistono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4222

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali penerapan konsep 3R di Jakarta berdasarkan peraturan yang berlaku. Sebagai negara berkembang yang sedang mengalami proses industrialisasi besar-besaran, Indonesia juga menimbulkan sebuah kekhawatiran di balik perkembangan tersebut. Dimana, kekhawatiran ini ternyata menjadi kenyataan dan berdampak pada permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini. Dalam penerapannya kita harus memikirkan efek dari berkembangnya perindustrian itu sendiri. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya perindustrian, salah satu permasalahan yang mulai terjadi di berbagai daerah yaitu mulai terjadinya peningkatan volume sampah yang jika dilihat isu ini terus meningkat sepanjang tahun ke tahun. Isu ini menjadi penting karena beberapa sampah tidak mudah terurai , dan membuat pencemaran tanah serta mengurangi kesuburan tanah. Salah satu jenis sampah yang menghambat kesuburan tanah yaitu sampah plastik , hal ini dikarenakan sampah plastik butuh waktu yang lama dan sulit terurai oleh organisme didalam tanah . Sehingga diperlukan pengelolaan sampah sebagai salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan menerapkan konsep 3R yaitu Reuse, Reduce, Recycle. Di dalam konsep ini diharapkan masyarakat dapat mengolah kembali limbah plastik agar menjadi barang yang dapat dipakai kembali. Konsep ini juga diatur dalam aturan perundang-undangan yang akan dibahas lebih lanjut di dalam artikel ini. Kata Kunci: Analisis, Konsep Reuse, Reduce, Recycle (3R), Peraturan Undang-undang, Jakarta Abstract This study aims to review the application of the 3R concept in Jakarta based on applicable regulations. As a developing country that is undergoing a massive industrialization process, Indonesia also raises a concern behind this development. However, this concern turned out to be a reality and emerged into the problems that occur today. In its application we must think about the impact of the development of the industry itself. As time goes by and the increase in industry, one of the problems that began to occur in various regions is the increase in the volume of waste, where this issue continues to increase from year to year. This issue is important because some waste is not easily decomposed, and pollutes the soil and reduces soil fertility. One type of waste that inhibits soil fertility is plastic waste. This because plastic waste takes a long time and is difficult to decompose by organisms in the soil. So waste management is needed. One way to reduce plastic waste is to apply the 3R concept Reuse, Reduce, Recycle. In this concept, it is hoped that the community can reprocess plastic waste so that it becomes reusable goods. This concept is also regulated in laws and regulations which will be discussed further in this article. Keywords: Analysis, Reuse, Reduce, Recycle (3R) Concepts, Laws and Regulations, Jakarta
Material Lapisan Anti-Radar untuk Menyamarkan Kawasan Strategis dan Sarana Pendukung Militer (Markas TNI, Hanggar pesawat tempur, Hanggar Tank dan Gudang Amunisi) Hadi Sulistiyo; Moh. Fakhruddin Farhan; Nadia Aurora Soraya; Gathut Imam Gunadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4223

Abstract

Abstrak Kemajuan teknologi beriringan dengan kemajuan ancaman. Teknologi memudahkan kehidupan manusia, di samping itu muncul ancaman mengikuti perkembangan teknologi. Berkaitan dengan kawasan strategis nasional khususnya kawasan atau pangkalan militer dan sarana pendukungnya, teknologi bisa berperan dalam menjaga dan meningkatkan pertahanan dan keamanan dalam kegiatan-kegiatan berkaitan pertahanan negara. Namun teknologi juga bisa mengancam keamanan kawasan militer dan sarana pendukungnya yang berdampak pada pertahanan negara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji rekayasa material anti radar yang dapat dipergunakan untuk menyamarkan kawasan militer dan sarana pendukungnya guna menghindari tangkapan atau deteksi radar musuh melalui studi kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan informasi terkait topik bahasan yang ada pada buku, artikel ilmiah, dokumen, maupun berbagai sumber tertulis lainnya yang relevan terkait material lapisan anti-radar. Hasil penelitian pemanfaatan material komposit laminasi dengan lapisan berstruktur nano yang diaplikasikan pada struktur bangungan dengan energi radiasi datang pada 8 GHz hingga 12 GHz memungkinkan penetrasi radiasi elektromagnetik ke dalam material dengan penyerapan hingga sekitar 90% dari energi gelombang elektromagnetik yang datang dikarenakan adanya CNT yang digunakan dalam lapisan berstruktur nano berfungsi mengubah impedansi material, menjadi Radar Absorbing Material (RAM) yang efektif. Kata Kunci: Kemajuan Teknologi, Kawasan Strategis, Militer, Radar Absorbing Material (RAM) Abstract Advances in technology go hand in hand with advances in threats. Technology facilitates human life, in addition, threats arise following technological developments. In relation to national strategic areas, especially military areas or bases and their supporting facilities, technology can play a role in maintaining and improving defense and security in activities related to national defense. However, technology can also threaten the security of military areas and their supporting facilities which have an impact on national defense. The purpose of this research is to examine the engineering of anti-radar materials that can be used to disguise military facilities, supporting facilities, and defense equipment to avoid the capture or detection of enemy radars through literature studies, namely by collecting information related to the topic of discussion in books, scientific articles, documents, and various other relevant written sources related to anti-radar coating materials. Studies on the use of laminated composite materials with nanostructured coatings applied to building structures at incident radiant energies between 8 GHz and 12 GHz have shown that up to about 90% of the incident electromagnetic energy can be absorbed, rendering the material radiant. can be passed through. This is due to the CNTs being used in nanostructured coatings that change the impedance of the material, making it an effective radar absorbing material (RAM). Keywords: Advances in technology, strategic areas, Radar Absorbing Material (RAM)
Persepsi Mahasiswa Terhadap Peran Organisasi Intra Kampus dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid-19 di Universitas Riau Ariza Febrian; Hambali; Hariyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4225

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan aktivitas organisasi, misalnya dari kurangnya partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Serta kehadiran pandemi covid-19 telah melahirkan tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal kehidupan organisasi secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana persepsi mahasiswa terhadap peran organisasi intra kampus dalam membentuk karakter kepemimpinan kalangan mahasiswa pada masa pandemi covid-19 di Universitas Riau. Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu menjadi sumber pembelajaran bagi semua pihak, Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi yang terdiri dari 8 indikator dengan 16 pertanyaan. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Riau. Pengambilan sampel dari keseluruhan populasi diambil dengan menggunakan teknik Quota Sampling dan untuk menentukan responden yang terdiri dari 10 orang perfakultas peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Secara keseluruhan, temuan dari penelitian ini menunjukkan hasil rata-rata pada persentase alternative jawaban responden dominan yaitu 69,25% dimana rentang ini berada pada kategori “Baik” dengan keberadaan pada rentang 50,01%- 75%. Maka disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap peran Organisasi Intra Kampus dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa pada masa Pandemi covid-19 di Universitas Riau berada pada kategori “Baik” Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa, Peran Organisasi Abstract This research is dependent on several problems in the implementation of organization activities, for example the lack of student participation in student activities. The presence of the covid-19 pandemic has given pressure and changes in the external and internal environment of whole life organization. This study aimed to find out and analyze how students perceive the role of intra-campus organizations in shaping leadership character among students during the covid-19 pandemic at Riau University. The benefit of the results of this study is that it becomes a source of learning for all parties. This research method is descriptive quantitative, the data collection instruments used in this study are questionnaires, interviews, and documentation consisting of 8 indicators with 16 questions. The population in this study were students of the Universitas Riau. Sampling from the entire population was taken using the Quota Sampling technique and to determine the respondents consisting of 10 people from the faculty, the researcher used the Accidental Sampling technique. The findings of this study show that the average percentage of alternative answers for dominant respondents is 69.25% where this range is in the "Good" category with an existence in the range of 50.01% - 75%. It was concluded that students' perceptions of the role of Intra-Campus Organizations in shaping student leadership characters during the Covid-19 Pandemic at Riau University were in the "Good" category Keywords: Perception, Students, The Role Of The Organization
Studi Perbandingan Pembentukan Civic Disposition Antara Siswa Laki-Laki dan Perempuan pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 2 Lirik Siti Robi Yanti; Hambali; Hariyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4226

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan sistem belajar di setiap elemen pendidikan yang disebabkan oleh Covid-19, dari pembelajaran online kemudian tatap muka terbatas sampai dengan tatap muka menggunakan sip kelas. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi efektivitas belajar yaitu disebabkan oleh sikap atau watak pelajar saat mengikuti proses belajar mengajar atau yang sering disebut dengan Civic Dispotition. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbandingan Pembentukan Civic Disposition antara Siswa Laki-Laki dan Siswa Perempuan pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 2 Lirik. Manfaat dari hasil penelitian ini, yakni sebagai sumber pembelajaran bagi semua pihak. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX sebanyak dengan 50 siswa. Peneliti menggunakan teknik quota sampling dimana sampel yang diambil adalah sebanyak 25 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer wawancara dan teknik angket atau kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi, yang terdiri dari 13 indikator dengan 31 pernyataan. Temuan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil uji hipotesis adalah F= 0,069 dan nilai sig pada Levene's Test for Equality of Variances sebesar 0,794 dan data dikatakan homogen karena nilai sig 0,794> 0,05. Nilai yang didapatkan pada kolom sig. (2-tailed) adalah 0,013, yang artinya nilai 0, 013 lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci: Civic Disposition, Siswa Laki-laki dan Perempuan, Pembelajaran PKn Abstract This research is motivated by changes in the learning system in every element of education caused by Covid-19, from online learning then limited face-to-face to face-to- face using class sips. One of the things that can affect the effectiveness of learning is caused by the attitude or character of students when following the teaching and learning process or often with Civic Dispotition. The purpose of this study was to determine the Comparison of the Formation of Civic Disposition between Male and Female Students in Civics Learning at SMP Negeri 2 Lirik. The benefits of the results of this study, namely as a source of learning for all parties. The population used in this study were all students of class IX as many as 50 students. The researcher used quota sampling technique where the samples taken were 25 male students and 25 female students. The data collection instruments used were interview primary data and questionnaire or questionnaire techniques, as well as secondary data obtained from observation and documentation, which consisted of 13 indicators with 31 statements. The findings of this study indicate that the results of the hypothesis test are F = 0.069 and the sig value in Levene's Test for Equality of Variances is 0.794 and the data is said to be homogeneous because the sig value is 0.794> 0.05. The value obtained in the column sig. (2-tailed) is 0.013, which means the value of 0.013 is smaller than 0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected. Keywords: Civic Disposition, Male and Female Students, Civics Learning
The Attitude of Campus Da’Wah Institution Administrtator (LDK) Toward Pancasila Rena Kinnara Arlotas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4227

Abstract

Abstract Campus Da’wah Institution (LDK) is one of Student Activity Units (UKM) which is internal aimed to facilitate Muslim student in terms of self-development as well as to improve Islamic insight. Recently, the are quite a lot of issue stating that LDK is against Pancasila, therefore it is considered as a threat to the national integrity of Republic of Indonesia. However, throughout Indonesian Silaturrohim Forum of Campus Da’wah Institution (FSLDK), LDK denied the accusation. The purpose of this research is to reveal the actual attitude of LDK administrator toward Pancasila as to whether it is against or the otherwise. This is a quantitative descriptive research. Data were collected through scale which arranged based on the attitude component proposed by Ronto (2012). The research population consists of 29 LDK located in West Sumatera in which 16 LDK as the research samples consist of 121 administrators who are the subject of the research. The research result revealed that 95 persons or 47.26% are strongly agree toward Pancasila, and 106 persons or 52.7 % agree toward Pancasila. None of them disagree or strongly disagree. This finding signified that the attitude of LDK administrator toward Pancasila is positive which is agree and strongly agree. Keywords: Attitude, LDK Administrator, Pancasila
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Arifin Daulay
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4228

Abstract

Abstrak Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri adalah landasan hukum untuk menjamin Pegawai Negeri Sipil dan dapat di jadikan dasar untuk mengatur penyusunan aparatur Negara yang baik dan benar. Pelanggaran yang sering terjadi di Lingkungan Kanntor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat adalah Pegawai yang tidak masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja merupakan pelanggaran pada Pasal 3 ayat 11 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Maka penulis merumuskan permasalahan bagaimana pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PEGAWAI NEGERI SIPIL) di Lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative, yaitu suatu metode yang menitik beratkan penelitian terhadap data kepustakaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan penjatuhan sanksi di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat belum sepenuhnya mengikuti ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010. Adapun faktor penghambat pelaksanaan penjatuhan sanksi di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat yaitu disebabkan karena adanya pembiaran yang dilakukan oleh atasan, kurangnya kesadaran Pegawai Negeri Sipil dalam melakukan kewajibannya dan berkomitmen untuk tidak melakukan pelanggaran disiplin, dan situasi politik, sering menjadi penghambat dalam penjatuhan sanksi di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat. Adapun saran penulis adalah Pelaksanaan penjatuhan sanksi di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat, harus sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kata Kunci: PP 53 Tahun 2010, Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Pelanggaran Disiplin
Pengembangan Media Pembelajaran Membaca Permulaan Melalui Permainan Papan Kata Bagi Anak Tunagrahita Ringan Teti Ratnawulan; Hendri Abdul Qohar; Sauzan Adibah Putri Rahman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4229

Abstract

Abstrak Anak tunagrahita merupakan salah satu peserta didik yang mengalami hambatan dalam intelektual di bawah rata-rata dan masih ada peserta didik yang belum mampu membaca permulaan padahal usianya sudah 15-16 tahun, sedangkan guru masih menggunakan media cetak abjad menjadikan anak kurang berminat pada pembelajaran membaca, maka dari itu peneliti berkolaborasi dengan guru mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan media papan kata untuk mempermudah anak mengenal huruf dan kata. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran membaca permulaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, studi dokumentasi dan FGD. Hasilnya dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Kemampuan salah satu anak sangat kurang, hal itu di tunjukan dengan belum mengenalnya huruf abjad konsonan dengan baik; 2). Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan melakukan identifikasi kemudian asesmen dan menyusun program pembelajaran. Pada proses pembelajaran membaca permulaan di awali dengan mengabsen proses pembelajaran dilakukan dengan metode demonstrasi dan tanya jawab. Pada kegiatan akhir guru menyimpulkan pembelajaran dan mengevaluasi. Jika anak belum mencapai tujuan pembelajaran maka akan di lakukan tindak lanjut pengulangan; 3). Media saat ini berupa media cetak abjad; 4). Bentuk media yang dikembangkan berupa papan kata. Penelitian menunjukkan bahwa media penunjang pembelajaran belum memadai mengingat pentingnya pengaruh media dalam proses pembelajaran yang efektif, kreatif dan menarik bagi peserta didik demi meningkatkan pemahaman yang lebih cepat diterima oleh peserta didik maka perlunya upaya untuk meningkatkan kualitas pengajarannya dengan senantiasa memperhatikan media yang digunakan dalam proses pembelajaran disekolah. Kata Kunci: Pengembangan Media, Membaca Permulaan, Tunagrahita Ringan