cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,213 Documents
Diplomasi Pertahanan Indonesia Melalui ‘Misi Yani’ pada Tahun 1959 Muhammad Ismail Mangkusubroto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4938

Abstract

Abstrak Upaya Diplomasi Pertahanan Indonesia ke luar negeri dilakukan pada tahun 1959. Penelitian ini menganalisis mengenai upaya diplomasi pertahanan Indonesia ke luar negeri melalui Misi Yani yang dipimpin oleh Jenderal TNI (Kolonel Inf). Ahmad Yani dengan mengunjungi beberapa negara di benua Eropa, Amerika, dan Asia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja alutsista yang dimiliki oleh TNI pada masa itu dan apa saja alutsista yang berhasil dibeli oleh Jenderal TNI (Kolonel Inf.) Ahmad Yani saat melakukan misi tersebut. Pendekatan yang digunakan yakni Neo-Realis dengan konsep kepentingan nasional, diplomasi pertahanan, dan kebijakan luar negeri. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, studi pustaka, dan observasi. Upaya Diplomasi Pertahanan yang dilakukan oleh Indonesia melalui Misi Yani adalah dengan mengunjungi negara-negara baik Blok Barat maupun Blok Timur diantaranya Yugoslavia, Cekoslovakia, Swedia, Denmark, Inggris, Perancis, Italia, Polandia, Jerman Barat, Amerika Serikat, dan Pakistan. Kata Kunci: Diplomasi Pertahanan, Indonesia, Ahmad Yani, Misi Yani, Alutsista Abstract The effort of Indonesian defense diplomacy to visit foreign countries was done in 1959. This research is presents about the effort of the Indonesian defense diplomacy by Misi Yani abroad, led by General (Colonel) Ahmad Yani and visited several countries in Europe, America, and Asia continent. The purpose of this research is to describethe military equipment that owned by TNI on that period and also to identify what kind of military equipment that bought by General (Colonel) Ahmad Yani during that mission. The approach of this research is using Neo-Realist with the concept of national interest, defense diplomacy, and foreign policy. Researcher used qualitative method to collect the data and do interview, study of literature, and observation. The effort of Indonesian Defense Diplomacy did by Indonesia and Misi Yani was visited Yugoslavia, Czechoslovakia, Sweden, Denmark, England, France, Italy, Poland, West Germany, United States, and Pakistan. Keywords: Defense Diplomacy, Indonesia, Ahmad Yani, Misi Yani, Weaponry
Inovasi Aplikasi MEMPAN (Membumikan Pancasila) Berbasis Website Sebagai Ruang Edukasi dan Aktualisasi Pancasila Abdinur Batubara; Maryatun Kabatiah; Fazli Rachman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4939

Abstract

Abstrak Tulisan ini merupakan karya tulis yang dirancang dari suatu gagasan ilmiah tentang inovasi aplikasi MEMPAN (Membumikan Pancasila) berbasis website sebagai ruang edukasi dan aktualisasi Pancasila. Inovasi ini hadir sebagai upaya tim penulis untuk mengatasi berbagai masalah pada kualitas edukasi dan aktualisasi Pancasila yang kurang optimal dilingkungan Universitas Negeri Medan karena masih mengandalkan proses pembelajaran Pancasila berbasis lesson learning saja yaitu pemberian materi dan tugas saja. Hal ini akan berdampak buruk terhadap tingkat kepercayaan generasi muda terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang bisa menurun. masalah moral dan etika pada generasi muda juga tidak lepas dari rendahnya kepercayaan dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Selain itu juga menjadi sumber masalah jika kualitas tenaga pendidik masih belum mampu menghadirkan inovasi yang dapat membuat pembelajaran Pancasila lebih menarik dan inovatif. Olehkarenanya, penulis menyimpulkan butuhnya tindakan untuk membumikan Pancasila dikalangan mahasiswa agar mereka tidak kehilangan keyakinan terhadap ideologi Pancasila serta tindakan tersebut harus digagas dalam balutan inovatif yaitu aplikasi website bernama MEMPAN. Membumikan Pancasila melalui inovasi website MEMPAN akan berdampak baik juga terhadap kualitas pendidikan Pancasila yang sinkron dengan upaya pendidikan yang berkelanjutan karena desainnya yang kekinian atau inovatif. Kata Kunci: Membumikan Pancasila, Inovasi, Website.
Proyek Profil Pelajar Pancasila terhadapt Karakter Pribadi Siswa di Kota Pangkalpinang Muhamad Hijran; Padlun Fauzi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4954

Abstract

Abstrak Proyek Profil Pelajar Pancasila terhadap Karakter Pribadi Siswa di Kota Pangkalpinang bertujuan untuk mempelajari pengaruh nilai-nilai Pancasila terhadap perkembangan karakter pribadi siswa di wilayah tersebut. Dalam konteks pendidikan, karakter pribadi memiliki peranan penting dalam membentuk individu yang memiliki integritas, etika, tanggung jawab, serta rasa nasionalisme yang kuat. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki relevansi yang tinggi dalam mengkaji profil pelajar Pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian pustaka, juga dikenal sebagai library research. Metode ini melibatkan membaca, menelaah, dan mencatat berbagai literatur atau bahan bacaan yang relevan dengan topik penelitian yang sedang dikaji. Hasil penelitian mengemukakan bahwa dengan pemahaman yang lebih baik tentang profil pelajar Pancasila diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang memiliki karakter pribadi yang kuat dan mencintai bangsa. Kata Kunci: Profil Pelajar Pancasila, Karakter Pribadi, Siswa Abstract The Pancasila Student Profile Project on the Personal Character of Students in Pangkalpinang City aims to study the influence of Pancasila values ​​on the development of the personal character of students in the region. In the context of education, personal character has an important role in forming individuals who have integrity, ethics, responsibility, and a strong sense of nationalism. Therefore, this research has high relevance in studying the profile of Pancasila students and its implications for students' personal resilience. The research method used in this study is library research, also known as library research. This method involves reading, studying, and recording various literature or reading materials that are relevant to the research topic being studied. The results of the study suggest that with a better understanding of the profile of Pancasila students it is hoped that it can improve the quality of education and form a generation that has strong personal character and loves the nation. Keywords: Pancasila Student Profile, Personal Character, Student
Design Transportasi Alternatif Dengan Energi Ramah Lingkungan yang Sesuai Dengan Geografi Indonesia Anugrah Endy; Sovian Aritonang; Gita Amperiawan; Erzi Agson Gani; Ade Bagdja; Sjafrie sjamsoeddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4978

Abstract

Abstrak Desain bus bertenaga listrik pada sistem transportasi sebuah kota dapat menjadi prospek mengganti bus berbahan bakar fosil konvensional dengan bus listrik yang didukung oleh energi matahari dan listrik yang disediakan oleh PLN. Untuk tujuan ini, kami mendesain dan menyelidiki lima wacana berbeda untuk memanfaatkan tenaga surya yang tersedia: (1) panel surya dipasang di atap halte bus, (2) panel surya dipasang di ruang terbuka yang tidak terpakai di ruang publik, dan (3) jalan surya, yaitu jalan yang dibangun dengan bahan fotovoltaik (PV). (4) Panel surya dipasang diatas danau, sungai ataupun laut. (5) Panel surya dipasang di atas bus. Analisis kelayakan awal menunjukkan bahwa lima skenario berkontribusi untuk memenuhi permintaan transportasi bus listrik, secara proporsional dengan ukurannya skenario (5) menyajikan biaya modal terendah dalam kaitannya dengan pembangkitan energi. Oleh karena itu, kami mengeksplorasi lebih lanjut skenario ini dengan melakukan simulasi operasi hariannya termasuk tindakannya dalam membeli dan menjual energi ke jaringan PLN, bila ada surplus energi. Secara keseluruhan, hasilnya menunjukkan bahwa, meskipun biaya modalnya tinggi, skema transportasi bertenaga surya menghadirkan alternatif yang layak untuk mengganti bus konvensional. Kata Kunci: Bus, Tenaga Surya, Analisis Kelayakan, Transportasi Alternatif Abstract The design of an electric-powered amphibious bus in a city's transportation system can be a prospect of replacing conventional fossil fuel buses with electric buses powered by solar energy and electricity provided by PLN. To this end, we designed and investigated five different discourses for utilizing available solar power: (1) solar panels installed on roofs of bus stops, (2) solar panels installed in unused open spaces in public spaces, and (3) roads solar, i.e., roads built with photovoltaic (PV) materials. (4) Solar panels are installed above lakes, rivers, or seas. (5) Solar panels installed on top of the bus. Preliminary feasibility analysis shows that the five scenarios contribute to meeting demand for electric bus transportation, in proportion to their size scenario (5) presents the lowest capital cost in relation to energy generation. Therefore, we explore this scenario further by simulating its daily operations including its actions in buying and selling energy to the PLN grid, when there is an energy surplus. Overall, the results show that, despite the high capital costs, solar-powered transport schemes present a viable alternative to conventional buses. Keywords: Bus, Solar Power, Feasibility Analysis, Transportation Alternatives
Analisis Strategi Digital Fundraising Zakat Dalam Meningkatkan Jumlah Muzakki Studi pada Lazismu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Astuti Nur Rahmawati; Arif Sapta Yuniarto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4979

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis strategi digital fundraising dalam meningkatan penghimpunan zakat di Lazismu Wilayah DIY. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui strategi digital fundraising zakat yang digunakan Lazismu Wilayah DIY dalam mendukung penghimpunan dana zakat dan untuk merumuskan strategi digital fundraising pada Lazismu Wilayah DIY. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode pengambilan data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah strategi digital fundraising zakat yang digunakan oleh Lazismu Wilayah DIY memiliki dua metode, yaitu secara organik dan berbayar. Strategi fundraising digital, baik organik maupun berbayar, mengarahkan muzaki atau donatur ke media pembayaran langsung yaitu platform crowdfunding. Pada faktor pendorong strategi digital fundraising zakat yaitu adanya legalitas lembaga, program yang jelas, pemberdayaan mustahik, dan program lainnya yang dapat menarik muzzaki menyalurkan donasi ke Lazismu Wilayah DIY. Sedangkan faktor penghambat strategi digital fundraising zakat adalah pengetahuan tentang zakat masih kurang dan SDM yang belum optimal. Kata Kunci: Digital Fundraing, Zakat, Muzakki
Perbedaan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Imam Pujo Prasetyo Adi; Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4982

Abstract

Abstract This study aims to determine the influence of the use of Realistic Mathematics Education models and modelsProblem Based Learning (PBL) on Mathematics learning outcomes in fifth grade students. This research uses the methodas if experimentalwith experimental designPost-test Only Control Group Design. Data collection using test techniques. The results show that there is an effect of using the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) model and modelsProblem Based Learning (PBL) on Mathematics learning outcomes in class V students with an average scorePost-Test The PMR experiment was 84.07 with a standard deviation of 8.375 and a maximum value of 97 and a minimum of 70. As for the average value of the Post-Test Experiment PBL was 75.67 with a standard deviation of 9.389 and a maximum value of 93 and a minimum value of 53. Then the results were obtained independent sample t-test test which produces a sig value. (2-tailed) of 0.001 <0.05, which means there is a significant difference. Keywords: Realistic Mathematics Learning Model (PMR), Learning Model, Problem Based Learning (PBL), Mathematics Learning Outcomes Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan model Pendidikan Matematika Realistik dan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Matematika pada peserta didik kelas V. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain eksperimen Post-test Only Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan teknik test. Hasil menunjukan terdapat pengaruh penggunaan model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Matematika pada peserta didik kelas V dengan nilai rata-rata Post-Test Eksperimen PMR adalah 84,07 dengan standar deviasi 8,375 serta nilai maksimum 97 dan minimum 70. Sedangkan untuk nilai rata-rata Post-Test Eksperimen PBL adalah 75,67 dengan standar deviasi 9,389 serta nilai maksimum 93 dan nilai minimum 53. Kemudian didapatkan pula hasil uji independent sample t-test yang menghasilkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Matematika Realistik (PMR), Model Pembelajaran, Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar Matematika
Perbedaan Model Pembelajaran Multiliterasi dan Directed Reading Thinking Activity Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Gugus Kartini Deselfiana Yustina Taniu; Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4983

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang diajarkan dengan menerapkan model multiliterasi dan directed reading thinking activity. Variabel dalam penelitian ini adalah model multiliterasi dan directed reading thinking activity sebagai variabel bebas dan kemampuan membaca pemahaman sebagai variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu quasy experimental dalam bentuk posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Salatiga 03 sebagai kelas eksperimen 1 dan SD Negeri Salatiga 06 sebagai kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa. Analisis data yang digunakan adalah uji t dengan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model multiliterasi dan directed reading thinking activity. Hasil uji t diperoleh hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05. Kata Kunci: Model Multiliterasi, Model Directed Reading Thinking Activity, Kemampuan Membaca Pemahaman Abstract This study aims to determine difference in reading comprehension ability between students who are taught by applying the multiliteracy model and directed reading thinking activities. The variables in this study are the multiliteracy model and directed reading thinking activities as the independent variabel and reading comprehension ability as the dependent variable. The research method used in this research is experimental research. The research design used is quasy experiment in the form of a posttest oly control group design. The samples used in this study were all fifth grade students at SD Negeri Salatiga 03 as the experimental class 1 and SD Negeri Salatiga 06 as the experimental class 2. The data collection technique used in this study was s tedt technique. The test is used to determine students’ resding comprehension sbility. The dsts snslysis used was the t-test with an independent sample t-test with the help of SPSS 25 for Windows. Based on results of the study it was concluded that were difference between students who were taught using the multiliteracy model and directed reading thinking activity. The t tes results obtained sig. (2-tailed) of 0,002 < 0,05. Keywords: Multiliteracy Model, Directed Reading Thinking Activity Model, Reading Comprehension Ability
Kerjasama Pertahanan Indonesia – Jerman Tahun 2012 – 2017 Muhammad Ismail Mangkusubroto; Putra Yuda Setiawan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4990

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis mengenai kerjasama dua negara bidang pertahanan antara Indonesia dengan Jerman. Kedua negara sepakat melakukan kerjasama pertahanan pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2017. Kerjasama ini dilakukan oleh Indonesia guna untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pertahanan Indonesia diantaranya melakukan modernisasi alutsista militer Indonesia, mewujudkan kemampuan industri pertahanan yang mandiri agar bisa memenuhi setiap kebutuhan militer Indonesia serta bisa menembus ke pasar internasional. Selain itu juga untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI, namun anggaran pertahanan Indonesia pada tahun 2012 hanya sebesar 60 miliar Rupiah ditambah kemampuan industri pertahanan Indonesia belum memadai dibandingkan dengan negara lain. Kata Kunci: Kerjasama, Pertahanan, Militer, Indonesia, Jerman, TNI. Abstract This research analysed of cooperation in the field defence between Indonesia and Germany. Both countries agreed to cooperate from 2012 to 2017. This collaboration was carried out by Indonesia in order to increase the capacity and capability of Indonesia's defence including modernizing Indonesia's military defence equipment, realizing the ability of an independent defence industry to meet every need of the Indonesian military and being able to penetrate the international market and increase the professionalism of TNI. Indonesia defence budget in 2012 was only 60 billion Rupiah plus the ability of the Indonesian defence industry at that time was not good enough compared to other countries. Keywords: Cooperation, Defence, Military, Indonesia, Germany, TNI.
Kerja Sama Kepolisian antara Kepolisian Republik Indonesia Dengan Kepolisian Federal Australia Dalam Peningkatan Keamanan Maritim Tahun 2023 Muhamad Rizal Aria Sandy; Abdul Rivai Ras; Yusnaldi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4991

Abstract

Abstrak Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang lebih luas dari daratannya menjadi tantangan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia dalam mengatasi ancaman kejahatan yang berada di laut. Kemudahan akses untuk pelaku kejahatan masuk dan keluar dari sebuah wilayah kedaulatan negara menjadi sebuah masalah bagi keamanan negara. Batas maritim Australia yang berbatasan dengan wilayah Indonesia bagian selatan dengan garis batas maritim yang sangat panjang dapat menjadi ancaman kejahatan lintas negara bagi keamanan kedua negara tersebut. untuk itu, penelitian kali ini akan membahas peluang kerja sama antara Kepolisian Indonesia dan Kepolisian Australia dalam menangani dan meningkatkan keamanan maritim secara bersama-sama. Menggunakan konsep sistem politik yang dikeluarkan oleh David Easton untuk membahas background kerja sama antara kedua lembaga tersebut dan implementasi kerja sama yang akan dilakukan antara keduanya. Hasil dari penelitian ini adalah pada tahun 2023 antara Polri dan AFP telah menandatangani sebuah naskah perjanjian kerja sama keamanan dalam menangani kejahatan transnasional. Kerja sama keamanan antara Polri dan AFP berkaitan dengan kerja sama dalam menangani tindak kejahatan transnasional dan pengembangan kepasitas. Dengan naskah ini, diharapkan antara Polri dan AFP dapat bekerja sama dalam meningkatkan keamanan, terutama keamanan maritim secara bersama. Hal tersebut berkaitan dengan ancaman keamanan yang ada di laut dan merupakan kejahatan-kejahatan yang bersifat lintas batas karena kemudahan akses bagi pelaku-pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya di perairan batas maritim antara Indonesia dan Australia. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan implementasi kerja sama dapat maksimal bagi kedua nya dalam meningkatkan keamanan perbatasan secara bersama-sama. Kata Kunci: Polri, Sistem Politik, Keamanan Maritim. Abstract Indonesia as an archipelago with a larger water area than its land is a challenge for the government and all Indonesian people in overcoming the threat of crime at sea. The ease of access for criminals to enter and exit a country's sovereign territory is a problem for state security. Australia's maritime boundary which borders the southern part of Indonesia with a very long maritime boundary line can pose a threat of transnational crime to the security of the two countries. This research will discuss opportunities for cooperation between the Indonesian Police and the Australian FFederal Police in handling and improving maritime security together. Using the concept of political system issued by David Easton to discuss the background of cooperation between the two parties and the implementation of cooperation that will be carried out between the two parties. The result of this research is in 2023 the Indonesian National Police (Polri) and the Australian Federal Police (AFP) have signed a security cooperation agreement in combating transnational crimes. The security cooperation between Polri and AFP relates to cooperation in combating transnational crimes and capacity building. With this new cooperation agreement, it is expected that Polri and AFP will work together to improve security, especially in maritime security. This is related to security threats that exist at the sea and these crimes are cross-border in nature due to the ease of access for criminals to carry out their actions in the maritime boundary waters between Indonesia and Australia. With this agreement, it is hoped that the implementation of cooperation can be maximized for both parties in improving border security together.Keyword: INP, Maritime Security, and Political system. Keywords: INP, Political System, Maritime Security.
Analysis of Supervision Effectiveness of The City Election Supervisory Board (Bawaslu) in The Pandemic Era Ito Turyadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4998

Abstract

Abstrak Penulis membahas kinerja pengawasan Bawaslu secara keseluruhan pada setiap tahapan. Mulai dari pengawasan rekrutmen PPK, PPS, dan KPPS hingga tahap terakhir yaitu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan hasil pemilu, serta kinerjanya menurut JPPR dan partai politik. Efektivitas peran pengawasan ini akan dinilai dari sejauh mana pengawas melaksanakan tugas dan wewenang pengawasannya sesuai dengan undang-undang pemilu dan Perbawaslu yang berlaku. Berdasarkan kriteria indikator efektivitas yang penulis nilai yaitu ketepatan waktu, jangkauan, dan pencapaian tujuan, indikator tersebut telah memenuhi kriteria tersebut walaupun belum sempurna karena pengawas menilai respon pengawasan dari masyarakat sekitar belum optimal dalam pelaksanaannya ditengah-tengah pandemi COVID-19. Sebagai lembaga, pengawas seharusnya bekerja sendiri tetapi juga menemukan pelanggaran yang terjadi di lapangan berdasarkan laporan masyarakat sekitar, baik sebelum Pilkada berlangsung hingga hari pencoblosan. Kata Kunci: Bawaslu, Pemilu, Partai Politik, Pengawas Abstract The author discusses the overall supervisory performance of Bawaslu at each stage. Starting from supervising the recruitment of PPK, PPS, and KPPS to the last stage, namely the implementation of the collection and calculation of election results, as well as their performance according to the JPPR and political parties. The effectiveness of this supervisory role will be assessed by the extent to which supervisors carry out their supervisory duties and authorities in accordance with the applicable election law and Perbawaslu. Based on the effectiveness indicator criteria that the author values, namely timeliness, reach, and goal attainment, these indicators have fulfilled these criteria, although they are not perfect because supervisors assess that the monitoring response from the surrounding community is not optimal in its implementation amidst the COVID-19 pandemic. As an institution, supervisors should work alone but also find violations that occur in the field based on reports from the surrounding community, both before the Pilkada takes place and until voting day. Keywords: Bawaslu, Election, Political Parties, Supervisory