TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles
32 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9 No 1 (2025): April"
:
32 Documents
clear
AKOMODASI TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL NUSANTARA DALAM MEMITIGASI BENCANA ALAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN
Kamal, Faisal
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.2641
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep harmoni antara hubungan manusia, Tuhan, dan lingkungan alam melalui pendekatan akomodasi budaya lokal dalam ajaran Islam sebagai upaya menjaga tradisi dan mitigasi bencana alam di Indonesia. Artikel ini menyoroti pentingnya mitigasi bencana dengan memadukan nilai-nilai budaya lokal dan ajaran Islam, menggunakan metode kajian literatur yang merujuk pada berbagai dokumen terbuka. Hasil penelitian menggarisbawahi pentingnya pendekatan moderat yang mengintegrasikan budaya dan agama, di mana akomodasi budaya lokal dalam ajaran Islam dapat mengurangi risiko bencana alam yang kerap melanda wilayah Indonesia. Implikasinya bahwa budaya dan agama dapat terpadu dengan konsisten sebagai integrasi esensial untuk pelestarian budaya dan perlindungan masyarakat. Nilai-nilai Islam yang diadaptasi melalui budaya lokal tidak hanya memperkuat sikap moderat dalam masyarakat Islam, tetapi juga menyatu dalam dimensi spiritual, kemanusiaan, dan ekologi. Kata Kunci: Akomodasi, Kearifan Lokal, Nusantara Mitigasi Bencana,
KONTRIBUSI AL-KINDI DALAM PERADABAN ISLAM DAN DUNIA (809 – 861 M)
Khaeruddin, Khaeruddin
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.3465
Penelitian inimengkaji peran filsafat dalam perkembangan pemikiran Islam, dengan fokus pada kontribusi Al-Kindi, filosof Muslim pertama yang menyelaraskan filsafat Yunani dengan ajaran Islam. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana Al-Kindi, melalui pemikiran klasik dan Neoplatonik, membuka dialog antara filsafat dan agama yang memperkaya tradisi intelektual Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara rinci pengaruh pemikiran Yunani terhadap perkembangan filsafat Islam, terutama pada masa keemasan Islam dan setelah jatuhnya Konstantinopel, saat interaksi dengan filsafat Barat semakin luas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber yang mencakup informasi mengenai pengaruh dan penyebaran pemikiran filsuf Muslim, seperti Al-Kindi dan Ibnu Rusyd, ke dalam konteks Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Kindi berperan penting sebagai pionir dalam menyebarkan filsafat di dunia Islam, memberikan kontribusi besar yang akhirnya berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa, khususnya pada masa Renaisans. Melalui penerjemahan karya-karyanya dan filsuf Muslim lainnya, pemikiran-pemikiran ini menjadi acuan bagi para pemikir Eropa, memperkenalkan konsep-konsep Aristotelian yang kemudian tersebar luas. Kesimpulannya, integrasi ilmu dari berbagai peradaban tidak hanya menguntungkan dunia Islam tetapi juga mempercepat kemajuan intelektual Eropa, menekankan pentingnya keterbukaan dan kolaborasi lintas budaya dalam perkembangan peradaban.
KEPEMIMPINAN DAN PENDIDIKAN NABI MUHAMMAD SAW: MENGGALI NILAI-NILAI MANAJERIAL DAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM
Fadila, Yosi;
Iriani, Umi;
Hestivik, Chelsi;
Afandi, Muslim
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.3733
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Nabi Muhammad SAW sebagai manajer dan pendidik ideal, dengan menelusuri nilai-nilai kepemimpinan dan pendidikan yang beliau terapkan dalam kehidupan umat Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif studi pustaka, yang mengandalkan sumber primer berupa Al-Qur'an dan hadis, serta sumber sekunder berupa literatur terkait kepemimpinan dan pendidikan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menampilakan kemampuan manajerial yang hebat dalam merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengawasi berbagai aspek kehidupan umatnya. Beliau juga memberikan teladan dalam pendidikan melalui sikap sabar, kasih sayang, dan keteladanan langsung. Kepemimpinan dan pengajaran Nabi Muhammad SAW tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung yang mencerminkan nilai moral tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh ideal dalam manajemen dan pendidikan, dengan pendekatan yang relevan dan aplikatif untuk dunia modern
PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QURAN
Setiyani, Tri Wulan Maulis;
Tentiasih, Septyana
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4061
Penelitian ini mengkaji pemikiran K.H. Ahmad Dahlan mengenai pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an serta relevansinya dalam sistem pendidikan Islam modern. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana konsep pendidikan karakter yang diusung Ahmad Dahlan mampu membentuk individu yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemikiran Ahmad Dahlan dalam merancang sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten guna memahami secara mendalam implementasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter menurut Ahmad Dahlan menitikberatkan pada integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendidikan umum, guna mencetak individu yang religius, berakhlak, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Model pendidikan ini dapat diimplementasikan melalui pembelajaran berbasis nilai, penguatan pendidikan moral, dan program ekstrakurikuler berbasis Islam. Dengan demikian, pemikirannya tetap relevan dalam membangun sistem pendidikan Islam yang komprehensif dan berorientasi pada pembentukan karakter unggul.
TRIKOTOMI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH DINAMIKA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER
Hidayat, Fahri Hidayat
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4131
Dinamika lembaga pendidikan Islam kontemporer menunjukkan perkembangan yang kompleks. Diversifikasi ideologi keagamaan melahirkan keragaman ideologi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar filsafat pendidikan Islam dari ideologi-ideologi yang berkembang dalam praksis kelembagaan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa meskipun terjadi keragaman dari sisi ideologi pendidikan Islam pada praksis kelembagaan pendidikan Islam kontemporer seperti tradisionalisme, puritanisme, modernisme, tradisionalisme progresif, vokasionalisme, dan populisme Islam, akan tetapi akar filsafat pendidikan Islam dari semua ideologi yang ada tetap berakar pada trikotomi filsafat pendidikan Islam, yaitu (1) religius-konservatif, yang berorientasi mempertahankan nilai-nilai tradisi. Aliran ini terdiri dari varian konservatif-tradisional dan konservatif puritan. (2) religius-rasional, yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Aliran ini terdiri dari varian modernisme, tradisionalisme-progresif, dan islamisme. (3) pragmatis-intrumental, yang menekankan fungsi praktis dalam kehidupan. Aliran ini terdiri dari varian vokasionalisme dan populisme Islam. Kata Kunci: filsafat pendidikan Islam, trikotomi pendidikan Islam, lembaga pendidikan Islam kontemporer.
KONSEP MODEL PEMBELAJARAN ANI-LBL DALAM MERESPON PROBLEMATIKA PAI DI PERGURUAN TINGGI
Hamidah, Ani Mar'atul;
Ahid, Nur
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4158
The core issue in Islamic Religious Education at the university level lies in the gap between learning content and the contextual needs of students from diverse educational backgrounds. This misalignment weakens the internalization of Islamic values in real life. This article introduces the ANI-LBL learning model as an innovative conceptual response. ANI stands for Analytical Content, Normative Knowledge, and Interdisciplinary Approach, emphasizing the integration of critical thinking, normative values, and interdisciplinary approach. Combined with Life Based Learning (LBL), this model connects learning to students’ real-life experiences. The study employs a descriptive qualitative approach, using observation and literature review as data collection techniques. The integration of the ANI-LBL model gives the learning syntax results: orientation, analytical content, normative knowledge, interdisciplinary approach, information processing, information delivery and discussion, evaluation and feedback. This concept is expected to serve as an initial framework for developing contextual and holistic PAI learning designs in higher education institutions.
KONSEP AL-QUR'AN TENTANG BIRRUL WALIDAIN: KEWAJIBAN DAN PENGHORMATAN KEPADA ORANG TUA
Safrudin, Moh;
Nasaruddin, Nasaruddin
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4159
Birrul walidain merupakan prinsip etika Islam yang menekankan pentingnya berbuat baik dan menghormati orangtua. Al-Qur'an secara tegas memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua, sebagai bagian integral dari keimanan kepada Allah. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep birrul walidain berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta menganalisis posisi birrul walidain sebagai kewajiban moral dan keagamaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi dimensi sosiologis dari nilai birrul walidain dalam masyarakat Muslim, khususnya dalam konteks perubahan sosial dan tantangan modernitas. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa birrul walidain bukan hanya sekadar etika sosial, melainkan kewajiban syar’i yang berdampak pada struktur sosial, keharmonisan keluarga, dan ketahanan budaya masyarakat
DAKWAH TANPA POLARISASI: ETIKA KOMUNIKASI LINTAS AGAMA HABIB HUSEIN JA’FAR DALAM KONTEN YOUTUBE PODCAST LOGIN
Aziza, Fathia Salsabilla;
Khotimah, Khusnul;
Mustain, Mustain
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4162
Dakwah komunikasi lintas agama memiliki tantangan besar dalam menghindari polarisasi yang memicu pertikaian umat beragama. Polarisasi sering kali memperkeruh dialog antaragama dan memicu ketegangan sosial. Artikel ini mengkaji, bagaimana Habib Ja’far dalam menerapkan prinsip dan etika komunikasi Islami dalam dakwah lintas agama, seperti: qawlan maysuran (penuturan yang sederhana), qawlan sadida (penuturan sesuai kenyataan), qawlan ma’rufa (penuturan penuh kebijaksanaan), qawlan karima (penuturan yang bermartabat), qawlan layyina (penuturan yang penuh kelembutan), dan qawlan baligha (penuturan yang berkesan). Penelitian ini menggunakan analisis semiotika C.S Pierce berupa simbol dan ikon etika komunikasi lintas agama Habib Ja’far pada platform Youtube podcast Login. Teknik penulisan menggunakan teknik deksriptif kualitatif dalam mendapatkan data, kemudian pengumpulan data menggunakan pengamatan dan pendokumentasian, dan data tersebut dianalisis menggunakan analisis semiotika Charles. Pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce menjadi pendekatan analisis dalam memperdalam tanda sebagai representasi peristiwa, objek dan kondisi.
PENDIDIKAN KARAKTER ABAH GURU SEKUMPUL: STUDI RELASI KUASA ABAH GURU SEKUMPUL DENGAN KELOMPOK TAREKAT SAMMANIYAH
Kurnia PS, Alaika M. Bagus;
Muvid, Muhamad Basyrul;
Nashrullah, Muhammad Iqbal;
Huda, Saihul Atho Alaul
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4164
Penelitian ini berangkat dari kegundahan akademik mengenai sosok ulama sentral yang mampu mempengaruhi hampir mayoritas masyarakat banjar. Sehingga penelitian ini bersifat fenomenologi, dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengambilan data pada penelitian ini ialah dengan melakukan observasi aktif, wawancara terbuka, hingga dokumentasi. Sehingga hasil penelitian ini memberikan dua garis besar dalam memahami bagaimana relasi kuasa sebagai pisau analisisnya. Yaitu fase keraton sebagai pengumpulan modal untuk membentuk strategi relasi kekuasaan, fase kedua ialah fase sekumpul, sebagai pengatur ritme kewilayahan, peta demografi, pengembangan akhlak, hingga persebaran ajaran akhlak. Sehingga posisi Abah Guru Sekumpul juga mampu menjadi keluarga ditengah-tengah masyarakat, ayah bagi para murid tarekatnya, dan teman sejawat bagi warga Sekumpul dan Banjarmasin pada umumnya.
PERGESERAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI KALANGAN GENERASI Z
Hidayat, Andi;
Fadli, Subhan;
Dja’far, Abu Bakar
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4177
Penulisan penelitian ini bermaksud memberikan Gambaran tentang pergeseran nilai Pendidikan Islam di SMK Paramarta khususnya kelas X ( sepuluh ), sekolah SMK Paramarta menarik diteliti dikarenakan daya Tarik sekolah dengan siswa siswa yang multikultural serta mempunyai visi misi yang luar biasa serta fasilitas sekolah yang memadai, selain itu sekolah SMK Paramarta didukung oleh guru- guru yang kompeten dibidang. Perlu diketahui dizaman teknologi informasi seperti sekarang ini, perubahan sosial yang begitu cepat membuat siswa siswi khususnya Generasi Z mengalami banyak tantangan serta peluang. Tantangan yang dimaksud adalah bagaimana mereka dihadapkan dengan pengaruh – pengaruh sosial media sehingga terjadi banyak pergeseran bahkan penyimpangan khususnya dalam nilai Pendidikan islam. Oleh karena itu sebagai praktisi Pendidikan islam penulis merasa tertarik meneiliti ini sehingga nanti terdapat Gambaran serta Solusi bagaimana menangani pergeseren nilai Pendidikan islam dikalangan generasi Z. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualtitatif, yang mana metode kualitatif penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci, Sumber data penelitian sendiri yaitu primer dan sekunder, data primer adalah data yang peniliti dapat sumber informan langsung dan data sekunder adalah data yang dihasilkan dari sumber kedua baik. Hasil Penelitian yaitu bagaimana generasi Z mudah melakukan pergeseran Nilai – nilai Pendidikan islam, mulai mereka meninggalkan shalat lima waktu, bergaul atau berpacaran padahal mereka sudah tahu tidak ada pacarana dalam Islam, masih ada sikap tidak hormat kepada guru dan teman, disisi lain mereka percaya dengan Allah namun mereka masih tidak menjalankan tugas kewajiban sebagai Muslim. Namun hal tersebut diatas direspon dengan cepat oleh pihak sekolah dengan Solusi dan program-program yang terarah, seperti pembinaan karakter, mengaji rutin, shalat dhuha berjamaah serta shalat Zuhur berjamaah dan lainnya.