cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
jurnal.sangaji@gmail.com
Phone
+6282341400987
Journal Mail Official
jurnal.sangaji@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/sangaji/about/editorialTeam
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25501275     EISSN : 26151359     DOI : -
Core Subject : Social,
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum; terbit dua kali setahun oleh Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima, sebagai media publikasi informasi dan pembahasan yang berkaitan dengan masalah-masalah syariah dan hukum. Berisi kajian ilmiah berupa konseptual-kritis dan ringkasan hasil penelitian baik field research maupun normative. Redaksi mengundang para akademisi, peneliti, pemerhati dan pihak-pihak lain yang memiliki karya ilmiah terkait dengan fokus kajian jurnal ini.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 155 Documents
Kebijakan Hukum Pidana Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Maqashid Syariah Alcika, Yara Shafa; Fadhil, Moh.; Marluwi, Marluwi
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1756

Abstract

Data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat pada tahun 2022 terdapat 18.250 kasus kekerasan dalam rumah tangga. Angka ini mengindikasikan tingginya tingkat kerentanan perempuan sebagai korban dalam hubungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam tinjauan maqashid syariah. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian hukum normatif. Bahan hukum primer menggunakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan bahan hukum sekunder berasal dari berbagai literatur yang membahas maqashid syariah. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan yang diklasifikasikan berdasarkan bahan-bahan hukum yang relevan. Proses analisis data dilakukan secara deskriptif dan preskriptif. Bahwa peran Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah melindungi korban atau mencegah terjadinya kekerasan yang selaras dengan tujuan maqashid syariah yaitu hifdz al-nasl, hifdz al-nafs, hifdz al- maal, hifdz al-diin, dan hifdz al-aql yang dalam hal ini keduanya saling memiliki peran dalam menjaga tujuan kemaslahatan umat.
Penyesuaian Perkawinan Pasangan Hasil Taaruf Yang Menjalani Ldm (Long Distance Marriage) Di Periode Awal Perkawinan (Studi Kasus Pada Mahasiswi Stdi Imam Syafi’i Jember) Al Hanifiyah, Nadia; Burhanuddin, Anas
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1780

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan keadaan pasangan suami istri yang menikah melalui taaruf dan menjalani pernikahan jarak jauh pada periode awal perkawinan, serta mencari apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat penyesuaian perkawinan. Penelitian ini berfokus pada Mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember yang menikah melalui taaruf yang menjalani LDM (Long Distance Marriage) di periode awal perkawinan, yaitu pada rentang usia perkawinan 0-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling sebagai pengumpulan data melalui wawancara dengan subjek penelitian yang berjumlah empat orang. Semua subjek mengungkapkan bahwa meskipun mereka menikah melalui taaruf, mereka tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam proses penyesuaian meski belum pernah mengenal sebelumnya. Proses penyesuaian yang dilakukan pasangan hasil taaruf yang menjalani LDM di periode awal pernikahan tentu saja bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat proses penyesuaian tersebut. Faktor-faktor pendukung proses penyesuaian di antaranya adalah, (1) Menikah dengan niat ibadah, (2) Memiliki bekal ilmu, (3) Tawakkal, (4) Menjaga komunikasi, (5) Menjaga kepercayaan, (6) Menunaikan hak dan kewajiban, (7) Memiliki pola pikir positif, (8) Saling mengerti dan memahami pasangan. Adapun faktor-faktor penghambatnya adalah, (1) Komunikasi yang buruk, (2) Kurangnya rasa percaya, (3) Menjalani LDM tanpa kesepakatan bersama, (4) Mengedepankan ego.
Implementasi Hak dan Kewajiban Suami Istri terhadap Pernikahan Jarak Jauh Athifah, Najla Aliyah; Khuluq, Arif Husnul
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1830

Abstract

Terjadinya akad nikah yang sah memiliki konsekuensi, di antaranya hak dan kewajiban sebagai suami dan istri. Pernikahan yang dilangsungkan saat menempuh masa studi menuntut pasangan untuk tetap dapat menjalankan hak dan kewajibannya sebagai pasangan suami dan istri sekaligus sebagai seorang pelajar. . Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan gabungan antara pendekatan lapangan (field research) dan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah Islam sangat memperhatikan hak dan kewajiban suami istri dan keharusan untuk saling berusaha untuk memenuhi hak dan kewajiban tersebut, kemudian banyak usaha yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang melakukan pernikahan jarak jauh untuk memenuhi hak dan kewajiban walaupun masih ada beberapa hak dan kewajiban yang tidak atau kurang terpenuhi disebabkan oleh terpisahnya jarak antara suami dan istri dan disibukkan oleh kegiatan masing-masing sebagai pelajar. Menurut hasil penelusuran terhadap penelitian-penelitian yang terdahulu, sejauh ini belum ada penulis yang meneliti mengenai implementasi hak dan kewajiban suami istri saat menempuh pendidikan terhadap pernikahan jarak jauh secara khusus.
Efektivitas Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak Amelia, Rizki; Jainuddin, Jainuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1989

Abstract

Perkawinan anak di bawah umur bukan lagi masalah yang baru muncul di tengah masyarakat, tapi sudah sejak lama terjadi. Penegahan perkawinan anak masih terus saja menjadi wacana menarik yang terus-menerus digerakkan oleh pemerintah. Namun, keluarnya kebijakan oleh pemerintah tidak begitu mampu menghilangkan problem perkawinan anak di bawah umur, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan anak di bawah umur khususnya di Kecamatan Langgudu, diantarannya yaitu masalah ekonomi, kenakalan remaja, perjodohan, dan penyebab yang paling krusial sehingga terjadinya perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Langgudu adalah kenakalan remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian Hukum Empiris Normatif yaitu penelitian yang dilakukan langsung dengan instrumen penelitian berbentuk wawancara terhadap pemangku jabatan yang memilik peran penting ditengah masyarakat Kecamatan Langgudu, seperti Kepala Desa, KUA, masyarakat, dan juga pelaku perkawinan anak di bawah umur. Hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Langgudu masih banyak masyarakat yang belum tentang adanya PERDA nomor 5 tahun 2021 tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang di lakukan oleh pemerintah. Sehingga pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan perkawinana anak di bawah umur dan dampak dari perkawinan di bawah umur sangat minim sekali.
Krisis Apresiasi dan Perhatian Dalam Rumah Tangga Perspektif Muhammad Arifin Badri Abdullah, Hasna' Mumtaza; Mohammad, Kholid Saifulloh
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1999

Abstract

Rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang harmonis yang di dalamnya terdapat mawadah dan rahmah, hal ini dapat dicapai apabila kedua belah mengetahui hak serta kewajiban yang harus dia tunaikan, akan tetapi di dalam setiap rumah tangga pasti akan terdapat problem yang merupakan suatu keadaan yang bermasalah, ketidaksesuaian pemikiran atau perbuatan antar pasangan suami istri, sehingga menimbulkan konflik, perselisihan dan pertikaian antara keduanya, maka dengan itu pasangan suami istri hendaknya mengetahui mengenai mengapa terjadi problem dalam rumah tangganya dan bagaimana cara mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akan salah satu konflik dalam rumah tangga yakni krisis apresiasi dan perhatian dalam rumah tangga menggunakan perspektif Muhammad Arifin Badri serta kiat-kiat dalam mengatasi krisis tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis isi konten dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Muhammad Arifin Badri memberitahukan akan definisi, penyebab, serta tanda-tanda dari krisis perhatian dan kepercayaan menurut perspekstif Muhammad Arifin Badri dan solusi dalam menangani krisis tersebut ialah (1) mencontoh Nabi Muhammad dalam memperlakukan keluarganya, (2) memilih pasangan yang menjaga martabat pasangannya, (3) melaksanakan kewajiban sebagai pasangan suami istri, (4) percaya pasangannya akan memberikan haknya dan tidak menuntutnya, (5) memupuk romantisme keharmonisan rumah tangga, (6) bijak dalam menggunakan media sosial.
Konsep Ta’aruf Sebelum Pernikahan Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Perspektif Imam Syafi’i Putra, Muh. Yunan; AHYADIN, AHYADIN
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.2020

Abstract

Proses perkenalan sebelum menikah yang diatur berdasarkan nilai-nilai Agama Islam, yaitu ta’aruf. Ta’aruf memiliki beberapa aturan tertentu, seperti adanya batasan durasi saat ta’aruf, interaksi pria dan wanita yang tidak boleh bersentuhan, dan harus dimediatori oleh pihak tertentu selama menjalani prosesnya. Tetapi mayoritas muda-mudi yang ingin mendapatkan calon pasangan pada masa kini lebih menempuhnya dengan jalan pacaran terlebih dahulu. Sebagian beralasan bahwa pacaran sebagai ajang penjajakan pranikah, agar lebih bisa mengenal kepribadian masing-masing. Hal tersebut sangatlah rentan terhadap berbagai perbuatan maksiat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dimana dalam proses pengumpulan data menggunakan bahan-bahan yang berupa materi teoritis yang berkenan dengan persoalan yang diteliti. Dalam pengolahan data penulis menggunakan content analisis untuk menguraikan data-data tersebut sehingga berbentuk deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Konsep ta’aruf menurut Imam Syafi’i yang pertama adalah ta’aruf sangatlah penting karena menepis rasa kekecewaan setalah akad, Ta’aruf mengacu berdasarkan pendapat Imam Syafi’i memiliki syarat, Dalam hal memandang, melihat calon pasangan terbatas oleh wajah dan telapak tangan, karena dengan kedua anggota tersebut seorang wanita atau calon pasangan dapat dinilai sikap serta karakternya, dari wajah dapat dilihat dari kecantikannya sedangkan tangan menggambarkan suburnya wanita itu.. Kedua, Kedudukan ta’aruf menurut Imam Syafi’i adalah sunnah dilakukan bagi yang mau melakukan, sebab dengan ta’aruf menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria yang diinginkan, sesuai yang disampaikan oleh baginda Nabi SAW yaitu, dilihat dari kecantikannya, keturunannya, kekayaannya, dan karena agamanya. Dari empat hal tersebut yang paling utama adalah karena agamanya, disamping itu semua perkara tersebut akan menunjang menjadi keluarga yang diidamkan yaitu keluarga yang sakinah, wamaddah, warrahmah. Akan tetapi dilihat dari konteks realitas ta’aruf bisa menjadi haram kerena niat dan tujuan pelaku, niat tersebut ingin melanggar syariat misalnya, tidak menjaga pandangan dan aurat, kemudian ber-khalwat serta melakukan perbuatan zina yang melanggar aturan Agama, maka hal tersebut tidak didiperbolehkan.
PEMBIAYAAN PERNIKAHAN BAGI LAJANG PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL Al 'Amali, Mayla Khayra; Fahmi, Muhammad Nurul
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2184

Abstract

Pernikahan adalah suatu ikatan yang diatur oleh agama dengan tujuan untuk menyatukan sepasang laki-laki dan perempuan dalam membentuk rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pembiayaan pernikahan bagi para lajang dan menemukan solusi pembiayaan pernikahan bagi para lajang dari perspektif Muhammad Abduh Tuasikal sehingga para lajang dapat menemukan pasangannya dan tidak bingung dengan biaya pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi analisis konten. Teknik pengambilan data utama dari video kajian dan buku milik Muhammad Abduh Tuasikal dengan menambahkan referensi dari artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah pembiayaan pernikahan yang sering ditemukan oleh para lajang menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal adalah masalah mahar dan walimah dengan persiapan keuangan yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh adat istiadat dari masing-masing daerah dan permintaan dari keluarga besar. Sedangkan solusi untuk masalah pembiayaan pernikahan bagi para lajang menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal adalah sering mencari informasi kepada keluarga atau teman tentang biaya apa saja yang harus dipersiapkan, melaksanakan walimah sesuai kemampuan, dan berusaha keras dalam melaksanakan pernikahan yang mudah. Kata Kunci: Lajang, Biaya, Abduh Tuasikal.
Menikahi Janda Perspektif Muhammad Abduh Tuasikal Sumargono, Nuha Fauziyah; Fahmi, Muhammad Nurul
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2378

Abstract

Pernikahan adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad ﷺ yang sangat ditekankan dalam Islam. Nabi menganjurkan umatnya menikahi wanita yang masih gadis. Namun Nabi sendiri menikahi beberapa wanita yang sebagian besar adalah janda, menunjukkan bahwa menikahi janda memiliki keutamaan tersendiri. Terdapat stigma di masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap sebutan janda. Janda dianggap sebagai wanita lemah, dan tidak punya pelindung. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengulas permasalahan tersebut, agar dapat membantu dalam pertimbangan memilih calon istri yang berstatus janda, serta dapat mengangkat stigma negatif tentang janda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keutamaan menikahi janda dan aturan menikahi janda menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal. Pelitian ini memakai metode kualitatif dengan studi analisis konten. Teknik pengambilan data yaitu menemukan poin-poin penting dari berbagai media informasi yang selaras dengan penelitian. Adapun hasil pembahasan mengenai keutamaan menikahi janda perspektif Muhammad Abduh Tuasikal yaitu mendapat keutamaan bagaikan mujahid, serta mendapat kedudukan yang berdekatan dengan Nabi di surga. Adapun mengenai aturan menikahi janda perspektif Muhammad Abduh Tuasikal ialah janda berhak menentukan pilihan atas dirinya untuk menikah, dan menikahi janda harus dengan wali serta jatah malam pertama bagi seseorang yang berpoligami dengan janda adalah tiga hari.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI INVESTOR TERHADAP PRAKTIK Strategic listing DALAM PASAR MODAL Munir, Misbakhul
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2562

Abstract

Dalam jual beli saham di bursa terdapat praktik Strategic listing. Ada dua bentuk praktik Strategic listing yaitu saham gorengan dan saham tidur. Saham gorengan adalah saham yang naik atau turunnya harga saham direkayasa demi mendapatkan keuntungan sedangkan saham tidur merupakan sebutan untuk saham yang tidak bergerak harganya dalam jangka waktu yang lama. Kedua bentuk praktik Strategic listing tersebut menimbulkan kerugian bagi investor. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis dan normatif. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa Investor mendapatkan perlindungan hukum melalui adanya Undang-undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Perlindungan tersebut dituangkan dalam bentuk larangan bagi kaum pihak-pihak untuk melakukan tindakan seperti penipuan, manipulasi pasar dan perdagangan orang dalam. Selain itu Undang-Undang No.8 Tahun 1995 mengatur perlindungan hukum, yang mana para pihak dapat dijatuhi sanksi pidana penjara, pidana denda serta sanksi administratif. Upaya yang yang dilakukan OJK untuk melindungi hak investor terhadap praktik Strategic listing dalam pasar modal yaitu perlindungan hukum yang bersifat pencegahan atau preventif dan bersifat kuratif/represif yang tercantum dalam Pasal 28, 29, 30 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu terdapat perlindungan bagi investor melalui pasar modal syariah yaitu Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa-fatwa terhadap kegiatan perdagangan di pasar modal untuk memberikan kepastian hukum kepada investor serta ketentuan ketentuan tentang adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) di industri pasar modal.
Adab Ta'aruf dan Kriteria Memilih Pasangan Regina, Nani; Ashari, Winning Son
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2605

Abstract

Ta’aruf bertujuan untuk mengetahui latar belakang calon pasangan sebelum menikah dengan tetap memperhatikan batasan syariat. Ta’aruf juga berkaitan dengan kriteria calon pasangan, dan sangat penting mengetahui prioritas dalam menentukan kriteria pasangan. Kajian mengenai ta’aruf dan kriteria memilih pasangan sudah banyak dibahas oleh para da’i, salah satunya adalah Muhammad Abduh Tuasikal. Penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi tokoh ini bertujuan untuk megkaji pemikiran Muhammad Abduh Tuasikal tetang adab ta’aruf dan kriteria dalam memilih pasangan. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi kepustakaan dari video-video bertema pernikahan dan mencari pasangan yang diunggah pada YouTube RumayshoTv, buku-buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Muhammad Abduh Tuasikal, adab yang perlu diperhatikan ketika ta’aruf adalah; tidak berdua-duaan, senantiasa memperhatikan niat, memanfaatkan ta’aruf untuk menggali informasi sebaik mungkin, memperhatikan adab ketika nazhor, dan jika sudah yakin maka tidak memberikan jarak yang terlalu lama antara masa khitbah dan akad nikah. Adapun mengenai kriteria dalam memilih pasangan, ketika memilih calon istri, hendaklah meilih wanita yng baik agamanya, bersedia taat kepada suami, memiliki sifat penyayang dan subr, baik nasabnya dan diutamakan memilih yang masih gadis. Untuk kriteria calon suami, hendaknya memilih laki-laki yang baik agama dan akhlaknya, memiliki ba’ah, dan juga sekufu.

Page 11 of 16 | Total Record : 155