cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH EKSTRAK JASEKEH (JAHE, SERAI, CENGKEH) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT DIABETES MELITUS Masriadi, Masriadi; Firdaus, Sirajuddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44929

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang ditandai oleh meningkatnya kadar glukosa darah. Tingginya glukosa darah dalam tubuh dikarenakan tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin sebagaimana mestinya. Kekurangan insulin disebabkan karena rusaknya sel β pankreas yang dapat mensekresikan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak JaSeKeh terhadap kadar glukosa darah mencit diabetes. Jumlah mencit yang diberikan perlakuan sebanyak 25 mencit dan dibagi 5 kelompok. Kelompok pertama (kontrol negatif) diberikan perlukan berupa glibenklamid 0,2ml/ 20kg berat, kelompok 2 diberikan ekstrak JaSeKeh dengan konsentrasi 200mg, kelompok 3 diberikan ekstrak JaSeKeh 400mg, kelompok 5 diberikan ekstrak JaSeKeh dengan konsentrasi 600mg/kg berat bada, dan kelompok 6 (kontrol negatif) diberikan Na-CMC 1%). Pemberian glibenklamid, ekstrak JaSeKeh dan Na-CMC 1% dilakukan setiap hari sekali selama 14 hari. Khusus ekstrak JaSeKeh diberikan kepada mencit 2x1sehari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya penurunan kadar glukosa darah pada mencit diabetes setelah diberi ekstrak JaSeKeh. Ada perbedaan secara signifikan penurunan kadar glukosa darah yang ditunjukan pada mencit diabetes setelah diberi oral ekstrak JaSeKeh pada dosis 200mg, 400mg dan 600mg/kg berat badan.
ANALISIS TINGKAT PAJANAN DERMAL INSEKTISIDA TEKNISI WANITA TERKAIT PEKERJAAN SPRAYING DI PT Y Saifulloh, Kholid; Tejamaya, Mila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44939

Abstract

Pajanan insektisida di tempat kerja dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, mulai dari iritasi lokal hingga rasa terbakar pada kulit. Di Indonesia, sekitar 66% atau 54.5 juta pekerja wanita di sektor informal seperti pertanian, peternakan, pengendalian hama, dan kehutanan berpotensi terpapar insektisida melalui jalur dermal. Insektisida yang terserap melalui kulit dapat menimbulkan dampak akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pajanan dermal insektisida pada empat teknisi wanita pengendali hama yang melakukan pekerjaan penyemprotan di lokasi pelanggan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan semi-kuantitatif menggunakan metode DREAM (Dermal Exposure Assessment Method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total pajanan dermal pekerjaan penyemprotan adalah 10.44 yang terdiri dari kegiatan menuangkan insektisida dari botol konsentrat ke dalam gelas ukur sebesar 1.31 (sangat rendah), mencampur insektisida dengan air sebesar 1.98 (sangat rendah), menuangkan campuran insektisida ke dalam tabung sebesar 1.82 (sangat rendah), melakukan penyemprotan sebesar 2.11  (sangat rendah), dan mencuci gelas ukur sebesar 3.22 (sangat rendah). Seluruh aktivitas dikategorikan dalam tingkat pajanan sangat rendah, namun pencucian gelas ukur menunjukkan skor tertinggi. Meskipun APD telah digunakan, kontak langsung masih terjadi, khususnya karena ketidaksesuaian jenis APD yang dipakai dan kepatuhan penggunaan yang belum optimal. Diperlukan peningkatan pelatihan K3, pengawasan serta penggunaan APD untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan responsif terhadap kebutuhan pekerja wanita.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WARGA TENTANG KESIAPSIAGAAN DENGAN SIKAP DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN sari, gita maya; Triana, Neni; Sari, Reski Permata
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44940

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap bencana, baik bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial. Bencana alam salah satunya yaitu kebakaran. Bencana kebakaran sampai saat ini menjadi masalah serius dan menjadi perhatian dunia. Sehingga Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam penanggulangan bencana karena dapat mempengaruhi tindakan yang dilakukan ketika bencana. Salah satu yang dapat mempengaruhi kesiapsiagaan dalam bencana kebakaran adalah pengetahuan. Jika masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesiapsiagaan maka akan meminimalkan dapmpak dari kebakaran tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan warga tentang kesiapsiagaan dengan sikap dalam menghadapi bencana kebakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan teknik Total Sampling, yaitu seluruh warga yang berada di Jalan Jati Rt.06/Rw.02 Kota Bengkulu. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis korelasi Rank Spearman (rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 KK (92,7%) warga memiliki tingkat pengetahuan tentang kesiapsiagaan baik sedangkan 3 KK (7,3%) memiliki pengetahuan kurang. Sikap positif 37 KK (90,2%) sikap negative 4 KK (9,8%). Dengan nilai rata-rata pengetahuan baik 8,51 dan sikap positif 27,93. Dengan p-value =0,000<0,05 signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan warga tentang kesiapsiagaan dengan sikap dalam menghadapi bencana kebakaran. Sehingga diharapkan untuk kesiapan warga dalam menghadapi bencana kebakaran, agar dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda, dan berubahnya tatanan kehidupan masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN RISIKO IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN AL-ISLAM PENTADIO TIMUR Firmawati, Firmawati; Sudirman, Andi Nur Aina; Hakim, Ramadan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44941

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang paling sering dialami oleh remaja dan menjadi faktor risiko munculnya ide bunuh diri. Jumlah kasus bunuh diri di Indonesia tampaknya mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Di provinsi Gorontalo, khususnya terjadi peningkatan yang cukup besar. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaporkan 33 kasus bunuh diri terjadi pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk dianalisisnya hubungan tingkat depresi dengan risiko ide bunuh diri pada remaja di pondok pesantren Al-Islam Pentadio Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik random sampling di mana peneliti mengumpulkan data melalui observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan kuisioner CDI dan SBQ-R. Responden pada penelitian ini berjumlah 30 yang berusia 13 hingga 15 tahun. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai P-value 0.019 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan tingkat depresi dengan risiko ide bunuh diri pada remaja di pondok pesantren Al-Islam Pentadio Timur. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan risiko ide bunuh diri pada remaja. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja sangatlah penting. Oleh karena itu, temuan dalam penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pihak sekolah untuk mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental di kalangan siswa, serta mendorong optimalisasi layanan bimbingan dan konseling yang tersedia.
EVALUATION OF FREE HEALTH SCREENING PROGRAM IN INDONESIA: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN EARLY DETECTION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES Nabilah, Hanifah; Azahra, Sabrina; Maharani, Ghania Danisha; Alba, Alinda Mahardika; Melani, Alif Indah; Wasir, Riswandy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44943

Abstract

Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia terus meningkat. Sebagai bentuk pencegahan, pemerintah memperkenalkan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) untuk meningkatkan deteksi dini penyakit. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG). Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur. Program pemeriksaan kesehatan gratis terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit tidak menular. Hambatan dalam program ini masih ada seperti kurangnya kesadaran, ketakutan akan diagnosis, kendala ekonomi, dan rendahnya persepsi kebutuhan. Kegiatan deteksi dini penyakit berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular dan pentingnya deteksi dini. Program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) efektif dalam deteksi dini penyakit tidak menular di Indonesia, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Hal ini dapat diatasi dengan kebijakan yang mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat yang komprehensif.
EFEK ASAM TERHADAP STRUKTUR ASAM FERULAT DAN IMPACTNYA TERHADAP OBESITAS : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Yustika, Amara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44947

Abstract

Obesitas merupakan kondisi yang menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes. Prevalensi obesitas terus meningkat secara global, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Salah satu indikator penting dalam mendeteksi potensi komplikasi akibat obesitas adalah profil lipid, yang mencerminkan kondisi metabolisme lemak dalam tubuh. Ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, terutama akibat pola makan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana, berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar lemak tubuh dan gangguan metabolik. Dalam upaya menurunkan risiko tersebut, asam ferulat menjadi salah satu senyawa yang potensial digunakan sebagai intervensi. Asam ferulat diketahui memiliki berbagai sifat biologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antialergi, yang diyakini dapat membantu mengatasi dampak negatif obesitas. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau literature review dengan mengakses artikel dari database PubMed. Berdasarkan hasil tinjauan, ditemukan bahwa suplementasi asam ferulat dapat menurunkan kadar lipid darah, mengurangi stres oksidatif, dan menekan respon inflamasi yang berlebihan. Dengan demikian, asam ferulat menunjukkan potensi sebagai agen terapeutik yang dapat mengurangi risiko penyakit kronik akibat obesitas. Namun, meskipun hasil ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang. Kesimpulannya, asam ferulat berpotensi menjadi pilihan dalam strategi pencegahan dan pengelolaan komplikasi terkait obesitas.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYO SELINCAH Putra, Rio Mapin; Hidayati, Fajrina; Lesmana S, Oka; Fitri, Adelina; Kasyani, Kasyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44952

Abstract

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah penyakit pernapasan yang menyerang  hidung, faring, laring, dan sinus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. ISPA merupakan penyebab utama kematian pada balita. ISPA termasuk 10 penyakit terbanyak menurut profil Kesehatan dinas Kesehatan kota Jambi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita dan kondisi yang paling mempengaruhi terjadinya ISPA tersebut. Metode penelitian kuantitatif, menggunakan desain   cross sectional, dengan Sampel penelitian diambil menggunakan Teknik stratifield random sampling. Populasi dalam penelitian adalah balita yang ada di wilayah kerja puskesmas payo selincah dengan pengambilan sampel sebanyak 105 responden. hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepadatan hunian (p-value= 0,010), luas ventilasi (p-value= 0,053), suhu (p-value= 0,025), dan kelembapan (p-value= 0,012) dengan kejadian ISPA pada balita. terdapat hubungan tidak signifikan antara paparan asap rokok (p-value= 0,835), dan penggunaan obat nyamuk bakar (p-value= 0,845) dengan kejadian ISPA pada balita. kelembapan merupakan variabel yang paling dominan dengan p-value= 0.038, dengan PR sebesar 3,033, artinya balita yang tinggal di rumah dengan kelembapan yang tidak memenuhi syarat 3 kali berisiko terkena ISPA. Balita yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak memenuhi syarat Kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Masyarakat di sarankan untuk membuka ventilasi secara berkala agar menjaga suhu dan kelembapan tetap ideal, mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah, dan mengurangi penggunaan obat nyamuk bakar dengan memasang kasa nyamuk pada lubang angin rumah dalam mengendalikan nyamuk.
FORMULASI GYOZA HATI AYAM (GIGERIA) DAN BAYAM (AMARANTHUS TRICOLOR L) TERHADAP DAYA TERIMA REMAJA PUTRI ANEMIA Fadillah, Rizki; Satriani, Satriani; Suyitno, Juin Hadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44953

Abstract

Remaja putri rentan mengalami anemia yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan riset data Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada kejadian anemia remaja putri di kota samarinda tahun 2022 terdapat 1.434 kasus. Inovasi pangan sehat adalah suatu upaya untuk mengembangkan produk pangan yang lebih sehat dan bergizi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis uji hedonik serta nilai gizi pada formulasi gyoza hati ayam dan bayam. Jenis penelitian ini eksperimen dengan desain RAL membuat 4 perlakuan dengan 3 pengulangan. Proses pengumpulan data uji hedonik pada panelis tidak terlatih yang dilanjut analisis nilai gizi menggunakan Calculated value. Analisis kuantitatif menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan Mann Whitney. Hasil uji hedonik gyoza diperoleh perbedaan nyata pada warna, aroma, rasa serta tidak terdapat perbedaan nyata pada tekstur. Pada F0 memiliki nilai daya terima yang lebih tinggi dibandingan formula lain, sedangkan F3 memiliki nilai gizi yang terbaik dibandingkan formula lain yaitu %asupan energi 9,43%, protein 26,30%, lemak 14,73%, karbohidrat 13,03% dan zat besi 9,52%. Formulasi gyoza menghasilkan daya terima gyoza hati ayam dan bayam pada F0, sedangkan kadar nilai gizi terbaik ada pada F3. Penambahan hati ayam dan bayam meningkatkan kandungan zat besi pada gyoza, sehingga F3 gyoza yang dapat dijadikan sebagai alternatif mencegah anemia remaja putri.
GAMBARAN SAFETY CULTURE MATURITY LEVEL TERMINAL BATUBARA PT X KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Kusumoyudowibowo, Rafael Bagaswahyu; Dwiyanti, Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44956

Abstract

Industri pertambangan batubara memiliki risiko keselamatan kerja yang tinggi, tercermin dari peningkatan 109% kasus kecelakaan di sektor ini pada 2021. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kematangan budaya keselamatan (SCML) di Terminal Batubara PT X, Kotabaru, untuk mengidentifikasi kesenjangan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi mencakup 110 pekerja dari 8 departemen, dengan sampel 92 responden (tingkat kesalahan 5%) yang dipilih melalui Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SCML terstandar yang terdiri dari 20 pertanyaan untuk menilai 12 indikator yang juga didukung dengan observasi lapangan dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik univariat untuk memetakan distribusi frekuensi tiap indikator. Hasil menunjukkan skor agregat SCML 4,08 (kategori proaktif), dengan disparitas antar departemen: Purchasing and IT (4,77) dan Admin and CDEA (4,55) mencapai level tertinggi, sementara Operations (3,84) dan Maintenance (3,83) masih pada tahap terencana. Indikator Pengendalian Dokumen (4,31) dan Pemantauan, Audit & Review (4,31) menjadi aspek terkuat, sedangkan Prosedur Darurat (3,65) dan Komunikasi & Konsultasi (3,87) masih menjadi area yang perlu diperkuat, terutama di departemen dengan risiko operasional tinggi. Simpulan penelitian menekankan perlunya intervensi spesifik berbasis karakteristik departemen, terutama peningkatan pelatihan prosedur darurat dan penguatan komunikasi keselamatan untuk meningkatkan partisipasi pekerja lapangan sehingga mencapai level “resillient”.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERKAIT HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Nurkharima, Albashinta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44957

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang tiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah penderita secara signifikan. Secara umum, hipertensi disebabkan oleh ketidak pedulian individu dalam memelihara gaya hidup yang sehat. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan informasi terhadap suatu penyakit juga menjadi penyebab utama munculnya permasalahan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan mengikutsertakan setiap individu ke dalam penerapan kebiasaan hidup sehat, dan dapat menjadi upaya preventif untuk mencegah meningkatnya angka penderita hipertensi dengan menambah pengetahuan terkait penyakit hipertensi. Melalui penyuluhan, dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan masyarakat terhadap masalah kesehatan yang diukur dari sebelum diberikannya penyuluhan dan sesudah diberikannya penyuluhan. Tujuan dari penulisan literature review ini untuk melihat efektivitas promosi kesehatan yang dilakukan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini disusun menggunakan metode literature review. Data yang digunakan adalah data sekunder yang di dapat dari Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Promosi Kesehatan”, “Pengetahuan” dan “Hipertensi” yang terbit dalam kurun waktu tahun 2020-2025. Diperoleh 8 artikel yang dapat ditelaah lebih lanjut. Dari studi kepustakaan yang telah dilakukan, hasil menunjukkan bahwa mayoritas penelitian menggunakan penyuluhan kesehatan sebagai upaya promosi kesehatan yang efektif untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi. Sehingga salah satu bentuk promosi kesehatan yang efektif digunakan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah melalui kegiatan penyuluhan.