cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN : A LITERATUR REVIEW Maulidina, Nayla Fasya; Amanda, Revana Putri; Wahyuni, Arlita Dwi; Putri, Sofi Amelia; Ridwan, Heri; Haryeti, Popon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44747

Abstract

Berpikir kritis merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Beberapa faktor memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis, seperti lama kerja, pendidikan, dan lingkungan kerja. Berpikir kritis berperan penting dalam meningkatkan kemampuan diagnosis keperawatan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan berpikir kritis perawat dalam upaya meningkatkan kemampuan diagnosis keperawatan. Secara khusus, artikel ini berfokus pada bagaimana variabel individu (seperti pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan motivasi), serta faktor lingkungan (seperti beban kerja, supervisi, dan dukungan organisasi), berperan dalam mendukung atau menghambat pengambilan keputusan yang kritis dalam proses penegakan diagnosis keperawatan yang akurat dan sistematis. Literatur review ini menggunakan metode scoping review, pencarian jurnal melalui database Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar dari tahun 2016-2025 dengan kata kunci Pengaruh, Berpikir Kritis, Diagnosis keperawatan. Analisis artikel menggunakan PICO: Population (Perawat), Intervention (Berpikir Kritis), Comparision (Tidak ada), Outcome (Pengaruh berpikir kritis dalam diagnosis keperawatan). Hasil penelitian didapat 5 artikel relevan dengan hasil analisis terhadap lima jurnal yaitu, kemampuan berpikir kritis perawat merupakan faktor kunci yang secara signifikan mempengaruhi kualitas pelaksanaan asuhan dan diagnosis keperawatan. Perawat dengan kemampuan berpikir kritis yang baik memiliki peluang lebih tinggi dalam melakukan asuhan keperawatan yang tepat dan akurat.  Yang dapat disimpulkan bahwa perawat yang terampil dalam berpikir kritis dapat menganalisis data pasien dengan lebih baik, mengidentifikasi masalah kesehatan secara akurat, dan merancang intervensi yang tepat, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
HUBUNGAN NORMA GENDER DENGAN PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA Argadini, Dyandra Agnefa; Baroya, Ni’mal; Kusumawardani, Devi Arine
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44759

Abstract

Norma gender diyakini dapat memengaruhi individu dalam berperilaku. Adanya ketidakseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan dalam pandangan norma gender dapat menyebabkan inisiasi aktivitas seksual yang berisiko. Data SDKI 2017 menunjukkan bahwa kelompok usia 20-24 tahun memiliki persentase perilaku pacaran berisiko yang paling tinggi diantara kelompok usia lainnya. Hasil studi pendahuluan pada 112 mahasiswa jenjang sarjana di Universitas Jember menunjukkan bahwa terdapat indikasi sikap permisif terhadap aktivitas seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan norma gender dengan perilaku seksual pada mahasiswa di Universitas Jember. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 154 mahasiswa jenjang sarjana di Universitas Jember. Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner pada bulan Maret hingga Juni 2024. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan Spearman’s rank correlation dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki perspektif norma gender tradisional (76%) dan termasuk dalam kategori perilaku seksual yang berisiko berat (44%). Adapun hasil analisis hubungan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara norma gender dengan perilaku seksual (p-value>0,05). Oleh karena itu, penting bagi Universitas Jember untuk memberikan edukasi yang komprehensif mengenai kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi bagi mahasiswanya.
PENGEMBANGAN VAKSIN HIV BERBASIS TANAMAN: PENDEKATAN BIOTEKNOLOGI DALAM PRODUKSI DAN TANTANGANNYA Fitri, Laili; Rayes, Norina Shaumy Putri; Syahputri, Acyuta Pramesthi Asmara Sayyidina; Nurulfaaidzah, Nurulfaaidzah; Rizqullah, Rifqi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44763

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan vaksin HIV adalah belum tersedianya vaksin yang efektif meskipun penelitian telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Tantangan utama produksi vaksin konvensional antara lain biaya tinggi, risiko kontaminasi patogen, serta keterbatasan dalam skala produksi. Oleh karena itu, pendekatan bioteknologi berbasis tanaman menjadi alternatif inovatif yang menawarkan biaya produksi lebih rendah dan keamanan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau perkembangan vaksin HIV berbasis tanaman, keunggulan, tantangan, serta potensi aplikasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari berbagai database elektronik seperti Google Scholar, PubMed, Scopus, dan Scispace pada periode Januari hingga April 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies tanaman seperti Nicotiana benthamiana, Nicotiana tabacum, Physcomitrella patens, dan Arabidopsis thaliana telah berhasil direkayasa untuk mengekspresikan antigen atau antibodi HIV, seperti gp120, gp41, dan p24, melalui metode ekspresi transient, transformasi genetik kloroplas, dan rekayasa genetika. Vaksin yang dihasilkan mampu menginduksi respons imun humoral dan seluler pada hewan uji. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi stabilitas antigen, keragaman genetik HIV, regulasi, dan penerimaan masyarakat. Vaksin HIV berbasis tanaman memiliki potensi besar sebagai solusi inovatif, namun masih memerlukan penelitian lanjutan untuk mengatasi tantangan teknis dan regulasi sebelum dapat diimplementasikan secara luas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KETERATURAN KUNJUNGAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PERIUK KOTA LUBUK LINGGAU eliagita, choralina; Absari, Nuril; Oktarina, Mika; Lastipindipa, Ana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44770

Abstract

Penatalaksanaan kehamilan dan persalinan oleh tenaga kesehatan masih belum optimal karena masyarakat masih memlih dukun. Penyebab kesakitaan dan kematian tersebut dapat dicegah karena penyebab lain tingginya AKI dan AKB juga oleh faktor antenatal care yang kurang berkualitas, maka penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan keteraturan kunjungan ANC di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Periuk Kota Lubuk Linggau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Survey Analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu nifas bulan Agustus tahun 2022 di wilayah Kerja Wilayah kerja Puskesmas Simpang Periuk Kota Lubuk Linggau sebanyak 34 responden. Responden pada penelitian diambil secara Total Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini  yaitu menggunakan data skunder dan primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square (χ2) dan Uji Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu dari 34 responden terdapat 15 orang kunjungan ANC tidak teratur dan 19 orang kunjungan ANC teratur; 8 orang pengetahuan kurang, 11 orang pengetahuan cukup  dan 15 orang pengetahuan baik; 14 orang sikap negatif dan 20 orang positif; ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan ANC, dengan kategori hubungan sedang dan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kunjungan ANC, dengan kategori hubungan erat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan keteraturan kunjungan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Peiruk Kota Lubuk Linggau.
KANDUNGAN COLIFORM DAN ESCHERICHIA PADA MATA AIR DI DESA KUMELEMBUAI DUA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2024 Kesek, Mutiara; Sumampouw, Oksfriani J.; Pinontoan, Odi R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44773

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberadaan bakteri Coliform dan E. coli pada mata air yang berada di Desa Kumelembuai Dua, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan berbasis pada uji laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan langsung di lokasi, yakni Desa Kumelembuai Dua, sedangkan pengujian laboratorium dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama bulan Juli hingga Oktober 2024. Sampel penelitian terdiri dari tiga titik mata air yang berbeda, yaitu mata air Kumelembuai, Sondaken, dan Erasen. Variabel utama dalam penelitian ini meliputi kadar Total Coliform dan Total E. coli pada ketiga sumber mata air tersebut, dengan data primer berupa hasil pengukuran kandungan kedua jenis bakteri tersebut. Data dianalisis secara univariat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar Total Coliform (TC) pada ketiga mata air berkisar antara 60 hingga 231 CFU per 100 ml. Konsentrasi terendah ditemukan pada air dari mata air Sondaken (60 CFU/100 ml), sedangkan kadar tertinggi tercatat pada air bak penampungan dari mata air yang sama, yaitu 231 CFU/100 ml. Untuk parameter Total Escherichia coli (TEC), hasil pengukuran menunjukkan rentang 11 hingga 211 CFU per 100 ml. Kadar TEC paling rendah ditemukan pada air bak dari mata air Kumelembuai (11 CFU/100 ml), sementara angka tertinggi diperoleh dari bak air Sondaken (211 CFU/100 ml). Dengan demikian, air dari mata air Kumelembuai, Sondaken, dan Erasen tidak memenuhi syarat sebagai air bersih yang layak konsumsi.
PERAN DAN PARTISIPASI LAKI – LAKI DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI MASYARAKAT INDONESIA Agustina, Dewi; Lubis, Fatimah Az Zahra; Khairunnisa, Khairunnisa; Sari, Nailla Deswita; Wansyahira, Wansyahira; Gunawan, Sherly Anastasya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44783

Abstract

Partisipasi pria dalam program keluarga berencana di Indonesia masih sangat rendah, walaupun kontras dengan ketersediaan kontrasepsi untuk pria serta pentingnya program ini dalam mengendalikan pertumbuhan populasi. Masalah utama yang dihadapi meliputi budaya patriarki, pandangan sosial yang menganggap bahwa tanggung jawab keluarga berencana adalah milik wanita, serta kurangnya pengetahuan dan komunikasi yang efektif antara pasangan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang memengaruhi keterlibatan pria dalam program perencanaan keluarga dan mencari solusi untuk meningkatkan keterlibatan mereka. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan meninjau sepuluh jurnal ilmiah terkait, termasuk pendekatan teori perilaku yang direncanakan dan analisis budaya patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi rendahnya partisipasi pria adalah norma budaya patriarki dan kurangnya edukasi mengenai pentingnya peran pria dalam program keluarga berencana. Dukungan dari pasangan serta komunikasi yang baik antara suami istri terbukti dapat meningkatkan partisipasi pria secara signifikan. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa diperlukan peningkatan edukasi, konseling, dan pendekatan sosio-kultural yang inklusif untuk mengubah persepsi negatif dan mendorong pria agar lebih aktif dalam keluarga berencana. Dengan demikian, keterlibatan pria tidak hanya akan meningkatkan keberhasilan program keluarga berencana, tetapi juga mendukung pembentukan keluarga yang sehat dan seimbang gender.
EFEKTIVITAS ANGGARAN DALAM MENANGANI HIPERTENSI SEBAGAI MASALAH KESEHATAN : STUDI KASUS PUSKESMAS KASSI-KASSI Mujtahidah, Mujtahidah; Rahmilah, Mitha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44786

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” yang kerap tidak menimbulkan gejala tapi dapat menyebabkan komplikasi berat. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada tingkat pelayanan kesehatan primer, dimana lansia merupakan kelompok rentan yang dominan terkena hipertensi. Selama periode Januari hingga Oktober 2024, tercatat sebanyak 14.673 kasus baru hipertensi di Puskesmas Kassi-Kassi, mencerminkan tingginya prevalensi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifivitas pembiayaan program pencegahan hipertensi sebagai masalah Kesehatan di Puskesmas Kassi-Kassi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen, dengan informan utama tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM). Hasil analisis anggaran menunjukkan adanya peningkatan dana yang dialokasikan untuk program pencegahan hipertensi, melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, layanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), serta skrining dan deteksi dini yang dilakukan secara periodik di berbagai kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi mencerminkan tantangan besar dalam efektivitas program pencegahan kesehatan yang ada. Meskipun alokasi anggaran telah meningkat, keberhasilan dalam mengurangi prevalensi hipertensi memerlukan pendekatan yang lebih holistik dan intergratif, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup untuk mengelola program kesehatan secara efektif.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Sintia, Nopi; Majid, Yudi Abdul; Murbiah, Murbiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44789

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang semakin umum di kalangan lansia. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius dan menurunkan kualitas hidup. Meskipun pengobatan farmakologis merupakan pilar utama dalam pengelolaan hipertensi, terapi non-farmakologis seperti guided imagery juga memiliki potensi yang menjanjikan. Guided imagery, yang melibatkan penggunaan imajinasi untuk menciptakan relaksasi, telah terbukti efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan, dua faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas guided imagery dalam menurunkan tekanan darah pada populasi lansia di Puskesmas Nagaswidak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian pre experimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah pengunjung lansia di Puskesmas Nagaswidak berjumlah 36 Orang dan penelitian ini di analisa menggunakan analisis unvariat dan bivariat. Hasil uji analisis nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan intervensi, nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dilakukan intervensi 151,30 mmHg dan sesudah dilakukan intervensi 139,16 mmHg sedangkan pada tekanan darah diastolik nilai rata-rata sebelum intervensi 96,07 mmHg dan setelah dilakukan intervensi menjadi 88,43. Dikarenakan data berdistribusi normal analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Paired T-test didapatkan nilai sig 0,000 artinya p < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi relaksasi Guided Imagery terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Nagaswidak.
GAMBARAN KEPUASAN PROGRAM SKRINING TB DI PUSKESMAS PERTIWI Makmun, Armanto; Sumarni, Sumarni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44797

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang signifikan. Meskipun ada berbagai upaya untuk mengendalikan penyakit ini, penyakit ini tetap menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Puskesmas Pertiwi merupakan institusi pelayanan kesehatan yang memiliki komitmen tinggi dalam menyelenggarakan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan program skrining di Puskesmas Pertiwi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin mayoritas responden adalah laki-laki (55,60%). Usia mayoritas responden 50-63 tahun. Kepuasaan pasien menunjukkan bahwa dimensi Bukti Langsung (p-value= 0.001), Empati (p-value= 0.031), Kepuasan Konsumen (p-value = 0.027), yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Kepuasan Program Skrining TB di Puskesmas Pertiwi.
HUBUNGAN UMUR DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSCELETAL PADA NELAYAN DI DESA LIHUNU KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA Sikome, Nolwinda; Palilingan, Richard Andreas; Mautang, Theo Welly Everd
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44802

Abstract

Prevalensi penyakit musculosceletal di Indonesia sebanyak 7,30% dan pada nelayan sebesar 7,40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan masa kerja dengan keluhan musculosceletal pada nelayan di Desa Lihunu Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Data yang di kumpulkan menggunakan kuesioner, analisis data yang di gunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian sebagian besar responden berumur 56-65 tahun sebanyak 18 responden (34,6%), sebagian besar responden memiliki masa kerja kategori >10 tahun, sebagian besar responden mengalami keluhan musculosceletal tinggi sebanyak 32 responden (61,5%) dan sangat tinggi sebanyak 18 respooden (34,6%), sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 52 responden (100%), sebagian besar responden paling banyak berpendidikan SD sebanyak 31 responden (59,6%), sebagian besar responden memiliki riwayat penyakit hipertensi sebanyak 26 responden (50,0%), sebagian besar responden mempunyai tinggi badan yaitu 156-165 sebanyak 33 responden (63,5%), dan berat badan 50-59 sebanyak 40 responden (76,9%). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan musculosceletal dengan p=Value 0,042 dan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan musculosceletal dengan p=Value 0,007.