cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
STUDI KASUS DERMATITIS KONTAK ALERGI AKIBAT KERJA PADA PEKERJA BANGUNAN Nisrina, Merita Yumna; Yulianto, Muhammad Ikhsan; Lestari, Ade Dwi; Ridwan, Alvin Mohamad; Saroso, Ade Firman; Sutanto, Hans Utama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45044

Abstract

Dermatitis kontak alergi (DKA) merupakan salah satu bentuk penyakit kulit akibat kerja yang sering terjadi pada pekerja sektor konstruksi. Pajanan kronis terhadap bahan kimia dalam semen seperti potassium dichromate, kobalt, dan nikel menjadi faktor utama penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah melaporkan satu kasus DKA pada pekerja bangunan dan menentukan keterkaitan antara pajanan di tempat kerja dengan penyakit yang timbul. Studi kasus ini menggunakan pendekatan tujuh langkah diagnosis penyakit akibat kerja. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan telaah literatur pendukung. Seorang laki-laki berusia 42 tahun yang bekerja sebagai tukang bangunan selama dua tahun mengalami keluhan gatal, lenting, dan skuama di tangan kiri, terutama saat terpapar semen. Pasien tidak menggunakan alat pelindung diri dan memiliki durasi paparan tinggi (8 jam/hari). Hasil studi literatur mendukung bahwa potassium dichromate dalam semen merupakan alergen utama penyebab DKA, terutama dengan durasi paparan tinggi dan tanpa perlindungan. Berdasarkan evaluasi klinis dan riwayat kerja, kasus ini disimpulkan sebagai penyakit akibat kerja. Upaya pencegahan melalui edukasi dan penggunaan alat pelindung diri sangat penting untuk menurunkan risiko kekambuhan.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP EFEKTIVITAS INOVATIF LAYANAN DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG Pradja, Muhammad Prayoga Adie; Zuliestiana, Dinda Amanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45045

Abstract

Judul penelitian ini ialah "Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Efektivitas Inovatif Layanan Dinas Kesehatan Kota Bandung". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovatif penerapan sistem informasi manajemen dalam pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Bandung. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif secara deskriptif, data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pegawai staf Dinas Kesehatan Kota Bandung serta pengguna layanan kesehatan di Kota Bandung. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam membangun atau menerapkan layanan sistem informasi manajemen berbasis digital diantaranya ialah termasuk keterbatasan infrastruktur jaringan dan kebutuhan pelatihan bagi pengguna layanan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan suatu rekomendasi  baik untuk pengembangan lebih lanjut dalam Penerapan Sistem Informasi Manajemen di sektor kesehatan, serta dapat meningkatkan kualitas layanan publik di Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suatu Sistem Informasi Manajemen dapat meningkatkan efisiensi proses administrasi dan mempercepat akses informasi kesehatan serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Bandung. Sistem Informasi Manajemen pelayanan kesehatan yang menjadikannya ini efektif  diantaranya ialah SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Daerah), BPJS, Arimbi (Aplikasi Real Time Berbagi Informasi) dan SATUSEHAT. Hal tersebut dapat membantu RME (Rekam Medis Elektronik) dalam mendata para pengguna layanan kesehatan di Kota Bandung secara efektif maupun efisien di era digitalisasi saat ini.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAPARAN AMONIA DI SUNGAI X KOTA SURABAYA Helwandi, Islami Rizka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45047

Abstract

Di Kota Surabaya, sekitar 95% air baku berasal dari sungai yang berada di Kota Surabaya, salah satunya yaitu Sungai X. Sungai X rentan tercemar karena terletak pada sekitar kawasan industri, peternakan dan pertanian. Dimana selain digunakan sebagai sumber PDAM, Sungai X juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sungai yang tercemar limbah berpotensi tinggi mengandung berbagai senyawa kimia, termasuk amonia. Paparan amonia pada manusia dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika terjadi dalam kurun waktu yang lama dan dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risiko pajanan amonia terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan. Sampel diperoleh dari satu titik Sungai X yaitu pada bagian hulu sungai yang menjadi titik awal pembuangan limbah. Kadar amonia di dalam air dianalisis secara spektrofotometri oleh Laboratorium Manajemen Kualitas Lingkungan Departemen Teknik Lingkungan FTSPK ITS, kemudian dibandingkan dengan baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Analisis untuk memprediksi besar risiko kontaminasi amonia pada manusia menggunakan metode Public Health Assesment (PHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amonia di Sungai X Kota Surabaya melebihi nilai ambang batas dan nilai RQ lebih dari 1. Artinya, Sungai X memiliki kandungan amonia yang berisiko negatif bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen risiko oleh masyarakat dan stakeholder terkait untuk mengendalikan agen risiko, pengukuran kadar amonia secara rutin, dan mengurangi konsumsi air sungai oleh masyarakat untuk menghindari pajanan amonia melalui ingesti.
ANALISIS HAMBATAN, HARAPAN DAN KEBUTUHAN CALON ORANG TUA UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN POLA ASUH : - Fatah, Roiful; Nafisah, Khilda Durrotun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45051

Abstract

Pola asuh anak merupakan fondasi penting dalam proses tumbuh kembang individu sejak usia dini, namun masih banyak calon orang tua yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi, hambatan, harapan, dan kebutuhan calon orang tua dalam meningkatkan keterampilan pola asuh anak, khususnya dalam konteks bimbingan pranikah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 10 calon pengantin, 2 penyuluh KUA, dan 1 kepala KUA di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, menjadi partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi calon orang tua meliputi kurangnya pengetahuan tentang pola asuh, ketidaksiapan mental, dan keterbatasan waktu. Meskipun demikian, partisipan menunjukkan motivasi tinggi untuk belajar melalui pelatihan parenting yang mudah diakses, termasuk melalui media digital. Simpulan: program edukasi pola asuh yang berbasis kebutuhan, kontekstual, dan didukung oleh teknologi serta lingkungan sosial sangat penting untuk mempersiapkan calon orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan secara positif dan efektif.
HUBUNGAN BUDAYA DAN KONSUMSI GARAM BERYODIUM DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NISAM ANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Sutrisna, Eka; Pohan, Kamalia; Yunitasari , Yunitasari; Aulia, Aula
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45056

Abstract

Stunting menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Kejadian stunting merupakan akibat dari berbagai faktor yang saling berkaitan, banyak faktor yang mempengaruhi status gizi, yaitu salah satunya faktor budaya, faktor konsumsi makanan, faktor pola asuh makan. Rendahnya asupan makanan dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan gizi kurang dan apabilan tidak cepat ditangani akan menjadi gizi buruk Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah Hubungan Budaya dan Komsumsi Garam Beryodium dengan kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Nisam Antara dengan menggunakan desain kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Nisam Antara dengan jumlah sampel 49 orang responden dengan menggunakan total sampling. Pengambilan data awal pada bulan Juni dan Penelitian pada bulan November 2024. Analisa menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan hubungan budaya dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara terdapat 3 faktor, yaitu faktor sosial, faktor nilai budaya dan gaya hidup, dan faktor religiusitas. Pada faktor sosial sebagain besar cukup sebanyak 20 responden (40,8%) dengan p value (0,001), faktor nilai budaya dan gaya hidup paling dominan negatif dengan 31 responden (63,3%) dengan p value (0,003) dan faktor religiusitas sebagain besar positif sebanyak 28 responden dari 49 responden (57,1%) dengan p value (0,001) dan ada hubungan Konsumsi Garam beryodium dengan kejadian stunting dengan p value (0,001). Diharapkan responden untuk lebih memperhatikan pertumbuhan anaknya agar anak yang normal tidak mengalami stunting dan anak yang stunting bisa memperbaiki perkembangan dan pertumbuhan tubuhnya.
The Relationship Between MoaHUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI BALITAthers Nutritional Knowledge and Children Nutritional Status Pondagitan, Alpinia; Herlambang, Hendra Agung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45064

Abstract

Malnutrisi baik itu kekurangan maupun kelebihan hingga saat ini menjadi tantangan global yang berdampak negatif pada kondisi sosial dan ekonomi suatu negara. Anak-anak khususnya menjadi kelompok yang paling rentang mengalami malnutrisi akibat kebutuhan zat gizi harian yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Di negara-negara berpendapatan rendah, ibu berperan penting dalam meningkatkan status gizi anak. Pengetahuan tentang gizi, perilaku, dan praktik pemberian makan baik kedua orang tua atau ayah/ibu merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahun gizi ibu dengan status gizi balita. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan gizi ibu, sedangkan variabel terikat pada penelitian ini yaitu status gizi balita dengan menggunakan Indeks Berat Badan Menurut Umur (BB/U). Populasi pada penelitian ini yaitu balita berusia 6-59 bulan dan ibu yang berdomisili di Desa Minaesa Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yaitu sebanyak 117 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total population. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni tahun 2024. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan Uji Spearman’s Rho. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi 0,352. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi ibu terhadap status gizi balita. Arah korelasi positif yang artinya ketika skor pengetahuan meningkat maka akan diikuti dengan peningkatan status gizi.
LITERATURE REVIEW : FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIDAKPATUHAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL Panji Raraswati, Rhela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45081

Abstract

Kesehatan ibu hamil merupakan salah satu indicator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, karena berkaitan langsung dengan angka kemaian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Di Indonesia ANC diterapkan minimal 6 kali kunjungan, akan tetapi didalam kunjungan antenatal care terdapat factor yang menghambatnya, dimana bisa menjadi penghambat kesejahteraan ibu dan janin. Oleh karena itu dibutuhkan kajian yang didalamnya terdapat apa saja faktor yang mempengaruhinya. Artikel yang digunakan dalam literature review didapatkan melalui database google schoolar, pubmed dan garuda. Peneliti menuliskan kata kunci sesuai dengan topik yaitu “ketidakpatuhan ANC” “ibu hamil” dan dipilih secara full text. Tahun yang digunakan diartikel dibatasi dari tahun 2020-2025. Muncul sebanyak 1.513 temuan yang dipersempit dengan merujuk ke 5 tahun terakhir dan berdasarkan temuan di persempit menjadi 7 jurnal yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan total 7 jurnal yang telah dianalisis membahas tentang faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan pada ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC diantarannya dukungan suami, tenaga kesehatan, tingkat pengetahuan, sikap ibu hamil, usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Tinjauan literatur ini memberikan gambaran beberapa artikel penelitian dan hasil yang relevan hal apa saja yang dapat menyebabkan ketidakpatuhan ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC, faktor faktor tersebut bisa memicu terjadinya komplikasi di saat kehamilan. Oleh karena itu agar bisa menjadi tambahan wawasan atau bukti ilmiah sehingga ibu hamil terhindar dari resiko tinggi kehamilan dikarenakan sudah melakukan pemeriksaan ANC.  
EVALUASI PENGOBATAN SIFILIS SEKUNDER PADA DEWASA MUDA Leslie, Prematellie Jaya; Darmawan, Hari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45083

Abstract

Sifilis merupakan satu dari sekian banyak penyakit infeksi menular seksual yang bersifat kronik. WHO tahun 2022 melaporkan bahwa sekitar 8 juta orang dewasa terkena sifilis di seluruh dunia dalam rentang usia 15-29 tahun. Provinsi Papua Barat menempati peringkat ke-4 dengan prevalensi sifilis tertinggi di Indonesia pada tahun 2022, dengan 1.816 kasus positif. Penyakit ini ditransmisikan melalui hubungan seksual secara oral, vaginal ataupun anal, selama masa kehamilan dan transfusi darah. Interaksi kompleks antara ciri biologis unik T. pallidum dan respons imun inang menyebabkan infeksi sistemik dan manifestasi klinis berbagai tahap. Sifilis sekunder merupakan stadium yang paling krusial karena pengobatan menjadi sangat penting untuk mencegah perkembangan sifilis ke tahap yang lebih lanjut. Kasus ini menyoroti evaluasi pengobatan pada laki-laki berusia 26 tahun yang memiliki riwayat berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi (kondom) dan sering berganti pasangan. Pasien terdiagnosa sifilis sekunder dengan manifestasi roseola sifilitika. Pasien diberikan tatalaksana berupa injeksi dosis tunggal benzatin penisilin G 2,4 juta unit secara intramuskular (IM) 1,2 juta unit pada bokong kanan dan kiri. Pasien juga direncanakan untuk dilakukan pemeriksaan serologis ulang pada bulan 1, 3, 6, 9 dan 12. Pasien dilakukan pemeriksaan serologi ulangan pada bulan 1 dan 3 setelah penyuntikan dan didapatkan penurunan titer RPR dari 1:128 menjadi 1:16, yang menunjukkan tolak ukur keberhasilan pengobatan.
GERMAS SEBAGAI STRATEGI NASIONAL: EVALUASI KEBIJAKAN MENUJU INDONESIA SEHAT Nasution, Irfan Sazali; Maghirah, Annisa Al; Azkia, Aisha Nurul; Panjaitan, Aulia Nazwa; Sitorus, Dini Sastra Br
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45084

Abstract

Pembangunan nasional bergantung pada kesehatan masyarakat, yang meningkatkan kualitas hidup individu, produktivitas masyarakat, dan kemajuan ekonomi. Pemerintah Indonesia memulai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai strategi nasional berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi peningkatan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung. Tujuan GERMAS adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat secara mandiri dan berkelanjutan melalui pendekatan promotif dan preventif. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif individu, keluarga, dan komunitas dalam aktivitas sehat seperti meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, dan deteksi dini penyakit adalah tujuan program ini. Studi ini menggunakan metode kajian literatur untuk menganalisis sumber-sumber terpercaya yang berkaitan dengan pelaksanaan dan evaluasi kebijakan GERMAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan GERMAS dalam mewujudkan Indonesia Sehat bergantung pada pemberdayaan masyarakat, pengetahuan yang memadai, dan dukungan infrastruktur kesehatan. Program ini menegaskan bahwa pembangunan kesehatan adalah investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukungan kesehatan
PENGGUNAAN PROYEKSI RIGHT LATERAL DECUBITUS (RLD) PADA PEMERIKSAAN THORAX PEDIATRIK DENGAN KASUS DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) Fifia Meilani, Aura; Widyasari, Dina; Mufida, Widya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45088

Abstract

Teknik pemeriksaan Thorax Pediatrik pada Kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) di Instalasi Radiologi RSUD Sidoarjo Barat hanya menggunakan satu proyeksi saja yaitu proyeksi RLD (Right Lateral Decubitus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan proyeksi RLD pada pemeriksaan Thorax Pediatrik dengan Kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dan untuk mengetahui peran proyeksi RLD pada kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) di Instalasi Radiologi RSUD Sidoarjo Barat. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Sidoarjo Barat dilakukan pada bulan September 2024 - Maret 2025. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Dilakukan dengan 3 radiografer, 1 dokter spesialis radiologi, dan 1 dokter pengirim. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, transkrip wawancara,penyajian data, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian di RSUD Sidoarjo Barat menunjukan bahwa teknik pemeriksaan Thorax Pediatrik pada Kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) menggunakan satu proyeksi saja yaitu proyeksi RLD. Ada beberapa alasan hanya dilakukan proyeksi RLD saja yaitu pertama karena melakukan sesuai permintaan dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan atau dokter pengirim, kedua melihat kondisi pasien nya kooperatif atau tidak kooperatif, ketiga karena efisiensi biaya, dan keempat supaya tidak terlalu lama foto 2 kali. Tujuan dari penggunaan proyeksi RLD yaitu untuk mendeteksi adanya efusi pleura atau menilai adanya kebocoran plasma yang biasanya didapatkan pada penyakit DHF dengan kasus syok hemoragik. Penggunaan satu proyeksi RLD (Right Lateral Decubitus) sudah cukup untuk memberikan informasi dan menggambarkan kelainan diagnosa yang dibutuhkan maka tidak perlu melakukan proyeksi yang lain seperti proyeksi AP (Antero Posterior).