cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENERAPAN LATIHAN RENTANG GERAK UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON - HEMORAGIK DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DIRUANG UNIT STROKE RSUD RADEN MATTAHER JAMBI haryani, reny; Oktarina, Yosi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48857

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan kondisi dimana terjadi gangguan peredaran darah di otak akibat sumbatan oleh trombus atau embolus yang menyebabkan penurunan suplai oksigen dan glukosa ke jaringan otak. Salah satu dampak klinis yang sering ditemukan pada penderita stroke non hemoragik adalah gangguan mobilitas fisik akibat penurunan kekuatan otot. Intervensi non farmakologis seperti latihan rentang gerak (Range of Motion / ROM) berperan penting dalam upaya pemulihan fungsi motorik pasien pasca stroke. Tujuannya untuk menggambarkan penerapan latihan rentang gerak ROM dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik di ruang Unit Stroke RSUD Raden Mattaher Jambi. Rancangan penulisan karya ilmiah akhir ners ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien stroke non hemoragik. Intervensi keperawatan berupa latihan ROM aktif dan pasif yang dilakukan sebanyak 1 kali dalam sehari selama 3 hari berturut – turut dan penilaian hasil kekuatan otot menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT). Setelah dilakukan intervensi latihan ROM aktif dan pasif secara rutin, terdapat peningkatan kekuatan otot pada kedua pasien, sesuai dengan penilaian skala Manual Muscle Testing (MMT). Hasil ini menunjukkan adanya kesesuaian antara teori dan praktik di lapangan. Disimpulkan bahwa latihan ROM terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik.
GAMBARAN PENGGUNAAN SISTEM E-PUSKESMAS DENGAN METODE PIECES DI PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO Bahu, Nofanrawati; Rahman, Merlin Abd.; Antu, Moh. Ichsan A.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48861

Abstract

Penerapan sistem informasi kesehatan berbasis digital menjadi strategi utama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Salah satu bentuk implementasi transformasi digital tersebut adalah sistem e-Puskesmas, yang bertujuan mendukung efisiensi, keamanan, dan akuntabilitas dalam pencatatan serta pelaporan data kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan sistem e-Puskesmas di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo dengan menggunakan pendekatan metode PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service), yang difokuskan pada tiga aspek utama: ekonomi, kontrol, dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala puskesmas, petugas layanan kesehatan, dan operator sistem. Analisis dilakukan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Puskesmas memberikan dampak positif dalam penghematan kertas dan efisiensi pencatatan. Namun, tantangan masih ditemukan, seperti biaya operasional tinggi, keterbatasan akses jaringan internet, dan lemahnya kontrol akun pengguna. Sistem juga belum sepenuhnya efisien karena petugas masih melakukan pencatatan ganda saat sistem mengalami gangguan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem e-Puskesmas sudah cukup mendukung pelayanan, tetapi masih perlu ditingkatkan dalam aspek infrastruktur, keamanan, dan integrasi sistem. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan untuk pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih baik.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ANGKA LEMPENG TOTAL DENGAN JUMLAH ENDOTOKSIN PADA AIR REVERSE OSMOSIS HEMODIALISA Yuliati, Rita; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48864

Abstract

Air Reverse Osmosis merupakan komponen utama dalam proses hemodialisa yang berfungsi sebagai pelarut cairan dialisat. Kualitas mikrobiologi air Reverse Osmosis sangat berpengaruh terhadap keamanan pasien, terutama terkait dengan kontaminasi endotoksin yang berasal dari dinding sel bakteri Gram-negatif. Penelitian tahun 2025 ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara angka lempeng total (ALT) dan kadar endotoksin pada air Reverse Osmosis di unit hemodialisa Rumah Sakit X Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diperoleh dari satu titik lokasi, yaitu air produk mesin Reverse Osmosis yang sudah siap dialirkan ke mesin hemodialisa. Pengambilan dilakukan selama lima hari berturut-turut. ALT diperiksa menggunakan metode tuang (pour plate), dan kadar endotoksin diukur dengan alat Nexgen menggunakan metode chromogenic LAL. Berdasarkan hasil uji Spearman, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar –0,518 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,125 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif sedang antara ALT dan kadar endotoksin, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pada penelitian ini, jumlah Angka Lempeng Total (ALT) tidak memengaruhi kadar endotoksin. Hal ini dapat terjadi karena kadar endotoksin tetap dapat terdeteksi meskipun bakteri Gram-negatif yang menghasilkan endotoksin tersebut sudah mati, atau bahkan hanya tersisa fragmen dinding selnya saja. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan dan pemeliharaan sistem distribusi air Reverse Osmosis secara berkala untuk menjaga kualitas mikrobiologinya dan mencegah berbagai sumber kontaminasi.
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP FREKUENSI HOT FLASHES PADA WANITA MENOPAUSE DI POSYANDU BINA SEJAHTERA PALEMBANG Maria, isda; Wahyuni, Ridha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48872

Abstract

Menopause merupakan proses fisiologis alami yang ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen dan sering disertai berbagai keluhan fisik dan psikologis. Salah satu gejala utama yang dialami wanita menopause adalah hot flashes, yang dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan kualitas hidup. Pendekatan non-farmakologis seperti akupresur terbukti efektif dalam membantu mengelola gejala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi akupresur terhadap frekuensi hot flashes pada wanita menopause di Posyandu Bina Sejahtera Palembang. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi akupresur diberikan selama empat minggu, satu kali setiap minggu, pada titik-titik SP6, HT7, PC6, dan GV20. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar pencatatan frekuensi harian sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada frekuensi hot flashes setelah diberikan terapi akupresur (p = 0,000). Temuan ini mendukung penggunaan akupresur sebagai intervensi non-obat yang efektif dan aplikatif dalam pelayanan kesehatan primer. Terapi ini dapat menjadi salah satu strategi perawat komunitas dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup wanita menopause. Disarankan bagi tenaga Kesehatan untuk dapat berlatih acupressure sehingga dapat dimanfaatkan mengatasi hot flashes ibu menopause.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAPAIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBANG KAJAMEI Winarjo, Winarjo; Hermanto, Hermanto; Rahayu, Rahayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48873

Abstract

Capaian imunisasi dasar lengkap merupakan indikator penting dalam upaya pencegahan penyakit menular pada bayi. Di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Kajamei, capaian imunisasi masih belum mencapai target optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan capaian imunisasi dasar lengkap, khususnya pengaruh motivasi, sikap, dan pendidikan ibu secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 54 ibu yang memiliki bayi usia 12 – 24 bulan dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Kajamei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan regresi linier berganda setelah uji asumsi klasik dipenuhi. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi ibu (p = 0,018), sikap ibu (p = 0,046), dan pendidikan ibu (p = 0,043) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap capaian imunisasi dasar lengkap. Secara simultan, ketiga variabel juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,504. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi, sikap, dan pendidikan ibu berkontribusi sebesar 50,4% terhadap variasi capaian imunisasi dasar lengkap. Kesimpulannya, motivasi, sikap, dan pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap capaian imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Kajamei.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DISMENORE PADA MAHASISWA PUTRI Astuti, Puji Tri; Sari, Novia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48878

Abstract

Dismenore adalah fenomena nyeri yang terjadi selama menstruasi, sering disertai kram dan biasanya terkonsentrasi di perut bagian bawah, menjalar ke punggung bawah dan paha. Tingkat keparahan nyeri dan tingkat gangguan bervariasi antar individu. Beberapa perempuan mampu tetap produktif—meskipun dengan rasa tidak nyaman—sementara yang lain tidak berdaya karena intensitas nyeri. Di Indonesia, prevalensi nyeri menstruasi pada remaja perempuan sekitar 55%, terdiri dari 54,89% dengan dismenore primer dan 9,36% dengan dismenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara tingkat pengetahuan siswi tentang pencegahan nyeri menstruasi (dismenore) dan perilaku penanganannya, dengan menggunakan desain penelitian potong lintang. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (74,28%) dan menunjukkan perilaku penanganan yang positif terhadap dismenore (62,86%). Analisis bivariat menghasilkan nilai p sebesar 0,003 (p ≤ 0,05), yang menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan terkait dismenorea pada siswi. Hasil ini menggarisbawahi perlunya inisiatif pendidikan kesehatan yang terarah untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas remaja putri dalam mengelola dismenorea secara efektif
IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI UPTD PUSKESMAS DOLODUO KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Lutfitasari, Ananda; Adam, Hilman; Maino, Irny E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48883

Abstract

Tuberkulosis (TB) termasuk salah satu penyakit yang mengakibatkan kematian tertinggi di dunia akibat agen infeksius. Pencegahan TB di UPTD Puskesmas Doloduo dilakukan melalui strategi promosi kesehatan, seperti bina suasana, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat sesuai konsep WHO (1994) dan Permenkes No. 67 Tahun 2016. Studi ini ingin mencermati penerapan strategi tersebut dengan bermetode kualitatif deskriptif yang mengumpulkan datanya dari teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Dalam studi ini informanya mencakup Kepala Puskesmas, Pelaksana Promosi Kesehatan, PJ P2 TB/Kusta, Camat, penderita TB 1 orang, dan Pengawas Menelan Obat 1 orang. Hasil penelitian yang didapati menunjukkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2022, terdapat 662 jumlah kasus di Kabupaten Bolaang Mongondow yang ditemukan dan diobati, dengan 74 kasus di wilayah Puskesmas Doloduo yang menempati urutan ketiga tertinggi. Puskesmas Doloduo telah melaksanakan tiga strategi utama dalam pencegahan TB, yaitu advokasi melalui pertemuan rutin dengan pemerintah dan tokoh masyarakat, bina suasana dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader untuk meningkatkan penerimaan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan kader, dan edukasi langsung. Meski demikian, upaya pemberdayaan belum sepenuhnya merata sehingga masih perlu ditingkatkan.
EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI Nelia, Fika; Ruhyanudin, Faqih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48894

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan angka morbiditas serta mortalitas. Menurut (WHO 2023), hampir 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, dengan prevalensi pria sedikit lebih tinggi dari pada wanita di bawah kelompok usia lima puluh tahun. Pada kelompok usia di atas lima puluh tahun, hampir 49% orang, atau setiap 1 dari 2, menderita hipertensi, dengan prevalensi pria dan wanita yang hampir sama. Berbagai pendekatan non-farmakologis dikembangkan untuk membantu menurunkan tekanan darah, salah satunya adalah terapi Relaksasi Benson. Terapi ini menggabungkan unsur pernapasan, berfikir positif, dan konsentrasi untuk mencapai keadaan relaksasi mendalam, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas terapi relaksasi Benson dalam upaya menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode: Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada satu subjek yaitu lansia perempuan berusia 63 tahun yang mengalami hipertensi, bertempat di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Intervensi terapi Relaksasi Benson dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Analisis data dilakukan secara tematik dan deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dari 192/89 mmHg menjadi 141/85 mmHg, dan perbaikan kondisi subjektif seperti berkurangnya nyeri leher serta kualitas tidur yang lebih baik. Simpulan: Terapi Relaksasi Benson terbukti efektif memberikan dampak positif terhadap penurunan tekanan darah serta memberikan efek relaksasi yang menenangkan bagi lansia dengan hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI KATETERISASI JANTUNG DI RUANG CATHLAB RSUD. dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Hadi putra, Irvan; Hermanto, Hermanto; Rahayu, Septian Mugi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48913

Abstract

Kateterisasi jantung merupakan prosedur medis invasif yang sering menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan ini dapat dipengaruhi oleh pemahaman pasien terhadap prosedur (pengetahuan) serta tingkat dukungan emosional dan instrumental dari keluarga. Pengetahuan yang kurang memadai membuat pasien merasa tidak siap menghadapi prosedur medis. Sementara itu, dukungan keluarga yang rendah dapat membuat pasien merasa sendirian dan tidak diperhatikan. Kecemasan yang tinggi berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikologis pasien sebelum menjalani tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien yang menjalani kateterisasi jantung di ruang Cathlab. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 65 pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, dukungan keluarga Medical Outcomes Study Questionnaire: Social Support Survey (MOS: SSS), dan tingkat kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Analisis data menggunakan regresi linier berganda, dengan uji asumsi klasik yang telah dipenuhi.Hasil penelitian ditemukan hiubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,007) dan dukungan keluarga (p = 0,014) terhadap tingkat kecemasan pasien. Secara simultan, pengetahuan dan dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p = 0,001) dengan nilai R square sebesar 0,195, yang berarti kedua variable independent menjelaskan 19,5% variasi kecemasan. Pengetahuan yang memadai dan dukungan keluarga yang kuat dapat membantu mengurangi kecemasan pasien sebelum menjalani prosedur kateterisasi jantung. Oleh karena itu, perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kepada pasien serta melibatkan keluarga secara aktif dalam proses perawatan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) Malonda, Valentina; Gannika, Lenny; Rompas, Sefti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48921

Abstract

Usia prasekolah (3–6 tahun) merupakan masa emas perkembangan anak yang mencakup aspek motorik, bahasa, dan sosial, sehingga peran pola asuh orang tua sangat penting dalam mengoptimalkan stimulasi serta mencegah keterlambatan perkembangan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Kota Manado pada bulan Maret hingga Mei 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner PSDQ (Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version) untuk mengukur pola asuh orang tua dan KPSP (Kuesioner Perkembangan Skrining Prasekolah) untuk menilai perkembangan anak. Sampel dalam penelitian pada anak prasekolah 3-6 tahun ini berjumlah 85 responden yang ditentukan dengan rumus Yamane dan menggunakan teknik purposive sampling. Analis data menggunakan uji Spearman’ rho. Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s rho diperoleh nilai p=0.000<0,05 sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan dengan kekuatan sedang antara pola asuh orang tua dengan perkembangan anak (r= 0.456). Dalam penelitian ini didapati terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan anak usia prasekolah 3-6 tahun. Oleh karena itu diharapkan orang tua perlu menerapkan pola asuh demokratis dan rutin memantau perkembangan anak melalui layanan kesehatan agar sesuai dengan tahap usianya.