cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM KERJA PENYULUH KB DALAM PENDAMPINGAN KELUARGA BERESIKO STUNTING DI KECAMATAN KLUET UTARA Suriana, Suriana; Duana, Maiza; Putra, Onetusfifsi; Marniati, Marniati; Saputra, Firman Firdauz
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48673

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat kurangnya asupan gizi yang terjadi dalam jangka waktu tertentu khususnya pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak. Permasalahan ini telah menjadi prioritas utama dalam RPJMN 2020–2024 dengan target penurunan prevalensi stunting hingga mencapai 14% pada tahun 2024. Daerah yang masih menunjukkan angka stunting yang cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Selatan, di mana Kecamatan Kluet Utara mencatat prevalensi sebesar 41,6%. Penyuluh Keluarga Berencana (KB) memiliki peran penting dalam program pendampingan keluarga berisiko stunting, namun efektivitas sistem kerja mereka dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan sistem kerja penyuluh KB dalam mendampingi keluarga yang berisiko stunting di Kecamatan Kluet Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 53 penyuluh KB dijadikan sampel penelitian melalui teknik pengambilan secara acak (random sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,00) sikap (p = 0,03), serta motivasi (p = 0,02) dengan pola kerja penyuluh KB. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan motivasi memiliki hubungan dengan sistem kerja para penyuluh KB dalam mendampingi keluarga yang berisiko mengalami stunting. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi penyuluh KB guna memperkuat efektivitas upaya penanggulangan stunting.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bolangitang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kapiso, Pipit Nadia; Ratag, Budi T.; Langi, Fima L. F. G.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48688

Abstract

ABSTRAK Kualitas hidup individu yang memiliki penyakit umumnya cenderung lebih buruk dibandingkan individu yang bebas dari penyakit. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab utama kualitas hidup yang lebih buruk. Berdasarkan SKI 2023, menunjukkan bahwa prevalensi kasus DM di Provinsi Sulawesi Utara yaitu 2,1%, melebihi prevalensi nasional yaitu 1,7%. Riskesdas 2018 Menyebutkan kasus diabetes melitus di Indonesia merupakan salah satu dari 10 besar penyakit yang di alami usia lanjut (lansia). Data dari Puskesmas Bolangitang, DM masuk dalam daftar 10 penyakit menonjol pada tahun 2024, dengan jumlah sebanyak 203 kasus.Sedangkan, jumlah lansia penderita DM yang terdata di Puskesmas Bolangitang tahun 2024 sebanyak 81 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lanjut usia penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Bolangitang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study (Studi Potong Lintang). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bolangitang pada bulan Maret-April 2025. Sampel diambil dari penderita rawat jalan yang memenuhi kriteria penelitian yang berjumlah 81 orang. Teknik penggambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Hasil uji statistik diperoleh usia (p=0.016), jenis kelamin (p=0.946), durasi Sakit (p=0.019), dan kepatuhan penggunaan obat (p=0.008). Hasil penelitian menunjukkan faktor usia, durasi sakit dan kehadiran penggunaan obatberhubungan dengan kualitas hidup lansia penderita Diabetes Mellitus. Faktor jenis kelamin tidak berhubungan dengan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus. Kata kunci: Kualitas Hidup, Usia Lanjut, Diabetes Melitus
HUBUNGAN FAKTOR PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGOBATAN SWAMEDIKASI DISMENORE Bita Yulia Maharani; Etikasari, Ria; Arif, Fahrudin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48694

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah yang umum dialami oleh gadis remaja, gejala yang sering terjadi pada saat dismenore kram di perut bagian bawah yang disertai gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit kepala. Faktor pendidikan berperan penting dalam menentukan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dismenore tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pendidikan terhadap pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada wanita yang mengalami dismenore.. Metode penelitian bersifat observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Jumlah subjek penelitian sebanyak 325 responden yang didapat melalui teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencankup : berusia 16 – 27 tahun, menempuh pendidikan SMP, SMA dan tamat SMA, mempunyai pengalaman dismenore, pernah melakukan swamedikasi, dan bersedia menjadi responden telah mengisi kuesioner dan menandatangani lembar informed consent hingga selesai. Hasil responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 70,8 %. Responden yang memiliki perilaku swamedikasi pengobatan dismenore juga dalam kategori cukup 73,5 %. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan terhadap pengetahuan serta perilaku (p = 0,000) dan hasil uji ANOVA dua jalan juga menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pendidikan terhadap pengetahuan dan perilaku swamedikasi dismenore (p = 0,000). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan terhadap pengetahuan serta perilaku swamedikasi dismenore.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN PASANGAN DAN KETERSEDIAAN KONDOM DENGAN PEMAKAIAN KONDOM PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI KOTA MANADO Puasa, Novilius Juniardi; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace Debbie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48707

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius terkait penyebaran HIV. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kasus HIV dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat 36.902 kasus, dan jumlahnya meningkat menjadi 57.299 kasus pada 2023 (Kemenkes RI, 2023). Salah satu kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV adalah Lelaki seks lelaki (LSL), yang didefinisikan sebagai pria yang mengidentifikasi diri sebagai homoseksual, dengan karakteristik perilaku seksual yang berisiko tinggi (Chandra et al., 2018). Berdasarkan data dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara, jumlah LSL di Kota Manado mencapai 7.362 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok LSL tergolong sebagai populasi kunci dengan risiko tinggi penularan HIV/AIDS (PKBI, 2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 97 responden yang diwawancarai dan mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom. Analisis bivariat menunjukkan nilai P untuk dukungan pasangan adalah 0,003 dan untuk ketersediaan kondom adalah 0,002. Penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Dukungan dari pasangan dan ketersediaan kondom dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kebiasaan pemakaian kondom, yang penting untuk pencegahan penularan HIV.
PERBEDAAN KADAR TROMBOSIT PADA PASIEN TERINFEKSI PARASIT Plasmodium falciparum DAN Plasmodium vivax DI PUSKESMAS PASAR SENTRAL TIMIKA PAPUA Sakka Putri, Lilis; Solikah, Monika Putri; Putri, Novita Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48709

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar trombosit pada pasien berdasarkan jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, karakteristik pasien Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax bedasarkan usia, dan karakteristik pasien Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax berdasarkan jenis kelamin di Puskesmas Pasar Sentral Timika Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional,teknik pengambilan sampel yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan Teknik Purposive sampling. Hasil yang telah didapatkan berdasarkan usia pada pasien Plasmodium falciparum jumlah terbanyak diusia dewasa 18 – 59 tahun dengan banyak 53 responden, sedangkan pasien Plasmodium vivax jumlah terbanyak diusia dewasa 18 – 59 tahun dengan banyak 55 responden, berdasarkan jenis kelamin pada pasien Plasmodium falciparum jumlah terbanyak pada responden jenis kealmin laki – laki dengan jumlah 70 responden, sedangkan pasien Plasmodium vivax jumlah terbanyak pada responden jenis kelamin laki – laki dengan jumlah 67 responden, kemudian berdasarkan jumlah trombosit pada pasien Plasmodium falciparum untuk kategori normal (150.000 – 450.000/mm3) sebanyak 14 responden, dan trombositopenia (< 150.000/mm3) sebanyak 86 responden, sedangkan jumlah trombosit pada pasien Plasmodium vivax untuk kategori normal 150.000 – 450.000/mm3) sebanyak 49 responden, dan trombositopenia (< 150.000/mm3) sebanyak 51 responden. Kesimpulan dalam penelitian terdapat perbedaan kadar trombosit pada pasien terinfeksi Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax di Puskesmas Pasar Sentral Timika Papua dengan jumlah trombosit rata – rata 113,15% pada Plasmodium falciparum kadar trombosit rata - rata 149,71% pada Plasmodium vivax.
IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK GUNA MENUNJANG EFEKTIVITAS PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA ISLAM KLENDER Tumono, Tumono; Yunengsih, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dalam menunjang efektivitas proses pendaftaran rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus, serta mengacu pada kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup tiga indikator utama: perceived usefulness, perceived ease of use, dan behavioral intention to use. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan kunci dari unit pelayanan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME berdampak positif terhadap kecepatan layanan administrasi, efisiensi penggunaan sumber daya, serta aksesibilitas data pasien. Sistem SmartFlexis yang dikembangkan secara mandiri oleh rumah sakit telah diterapkan pada layanan IGD dan rawat jalan, sementara layanan rawat inap masih menerapkan sistem hybrid. Kendala teknis seperti downtime telah diantisipasi melalui penerapan SOP dan sistem cadangan manual. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi RME di RS Jiwa Islam Klender berjalan cukup efektif dalam konteks layanan rawat jalan, namun masih membutuhkan penguatan integrasi lintas unit dan peningkatan kapasitas SDM untuk optimalisasi penuh. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam penguatan transformasi digital di rumah sakit kejiwaan dan memperluas pemanfaatan teori TAM dalam konteks lokal Indonesia.
ANALISIS ALUR PELAKSANAAN ALIH MEDIA REKAM MEDIS DI RSUD KOTA BOGOR Napitupulu, Sagita Noviana; Setiatin, Sali; Nugraha, R. Iqbal Taufik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48723

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengelola informasi medis secara lebih efisien, salah satunya melalui alih media rekam medis dari bentuk manual ke bentuk elektronik. Masalah utama dalam pelaksanaan alih media adalah belum optimalnya integrasi sistem, keterbatasan sumber daya manusia, dan hambatan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alur pelaksanaan tugas dan fungsi alih media rekam medis serta mengevaluasi kendala yang dihadapi dalam proses digitalisasi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian meliputi seluruh petugas rekam medis di RSUD Kota Bogor, dengan sampel yang dipilih secara purposive terdiri dari kepala ruang dan petugas rekam medis rawat jalan dan rawat inap. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini adalah alur alih media rekam medis elektronik. Data dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan alih media telah mengikuti prosedur tetap dengan tahapan pengumpulan dokumen, verifikasi, pengkodingan menggunakan ICD-10 dan ICD-9-CM, serta digitalisasi melalui SIMRS. Namun, proses masih difokuskan pada arsip historis dan belum sepenuhnya berjalan secara real-time. Kendala utama meliputi integrasi sistem yang belum optimal, keterbatasan SDM, dan infrastruktur yang belum memadai. Pelaksanaan alih media di RSUD Kota Bogor telah berjalan sesuai prosedur, namun masih memerlukan penguatan sistem, pelatihan SDM, serta modernisasi infrastruktur untuk mendukung digitalisasi rekam medis yang efektif dan berkelanjutan.
ANALISIS KERAWANAN DAERAH KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN LUMAJANG TAHUN 2025 Trisnawati, Lydias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48738

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertjuan untuk menganalisa Tingkat kerawanan wilayah terhadap kasus DBD di Kecamatan Lumajang tahun 2022 – 2024 secara spasial menggunakan metode overlay dan buffer dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). penelitian ini menggunakan data sekunder meliputi suhu udara, kelembapan, curah hujan, kepadatan penduduk, jumlah kasus DBD, dan radius jangkauan nyamuk vektor. Setiap indicator diberi skor dan diklasifikasikan untuk menentukan Tingkat kerawanan wilayah. hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang dominan adalah suhu udara dan kepadatan penduduk. Terdapat empat Kelurahan dengan Tingkat kerawanan tinggi, yaitu Kepuharjo, Rogotrunan, Jogotrunan dan Tompokersan. Hasil pemetaan spasial memperlihatkan bahwa daerah-daerah tersebut berada pada zona tumpeng tindih risiko yang tinggi berdasarkan analisis buffer. Peta kerawanan ini dapat digunakan sebagai dasar intervensi dalam pengendalian penyakit DBD secara lebih terarah.
ANALISIS REKAPITULASI HASIL ALUR PELAPORAN PASIEN RAWAT INAP DI INSTALASI REKAM MEDIS GUNA MENUNJANG EFEKTIVITAS TERHADAP KASUS DHF PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KOTA BOGOR Kirana, Anjani Chandra; Wahab, Syaikhul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48767

Abstract

Pelaporan data kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor saat ini masih dilakukan secara semi-manual. Proses dimulai dari pengumpulan data harian oleh unit rawat inap melalui pesan WhatsApp, yang kemudian disalin dan direkap ulang oleh petugas rekam medis ke dalam file Excel. Hasil rekapitulasi tersebut dikirim ke Dinas Kesehatan menggunakan Google Form. Proses ini dinilai kurang efisien karena berbagai kendala, seperti keterlambatan pelaporan, duplikasi data, serta ketidakakuratan akibat kurangnya koordinasi antar ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekapitulasi alur pelaporan pasien rawat inap di instalasi rekam medis untuk meningkatkan efektivitas pelaporan kasus DHF. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa data mentah serta tangkapan layar platform pelaporan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengkodean, pengelompokan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa proses pelaporan belum berjalan efisien karena masih bergantung pada komunikasi manual dan belum terintegrasi dalam satu sistem. Diperlukan sistem pelaporan elektronik terintegrasi agar data dapat tersimpan langsung, tersinkronisasi, dan mudah diakses melalui dashboard. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pelaporan, mengurangi kesalahan, dan mendukung pengambilan keputusan oleh Dinas Kesehatan terhadap kasus DHF secara lebih akurat.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN KOLESTEROL DAN GLUKOSA PUASA PADA PEROKOK AKTIF DENGAN METODE ENZIMATIK KOLORIMETRI Aulia Zikri, Syafanissa; Anwar, Chairil; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48771

Abstract

Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat mengganggu sistem metabolik yang bisa meningkatkan glukosa darah dan kolestrol. Kandungan nikotin, tar, serta zat kimia berbahaya dalam rokok dapat memicu stres oksidatif dan resistensi insulin yang berujung pada dislipidemia dan hiperglikemia. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus dan komplikasi metabolik lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium terhadap kadar kolesterol dan glukosa pada perokok aktif penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini gangguan metabolisme. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah enzimatik kolorimetri, karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang baik dalam mengukur kadar kolesterol total dan glukosa darah. Penelitian ini menggunakan observasional analitik yang tekniknya berupa purposive sampling dan desain penelitiannya cross-sectional dengan keterlibatan dari 30 responden laki-laki yang menjadi perokok aktif. Pemeriksan kadar kolesterol dan glukosa darah dilakukan menggunakan fotometer, yang dimulai dari proses pengambilan darah vena pada masing-masing responden, kemudian dilanjutkan dengan proses sentrifugasi untuk memperoleh serum darah, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode Enzimatik Kolorimetri karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan laboratorium terhadap kadar kolesterol dan glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berusia diatas 36 tahun, telah merokok selama lebih dari 20 tahun, dan memiliki kebiasaan merokok 11-20 batang perhari. Perokok aktif di wilayah tersebut ditandai dengan gangguan metabolik berupa peningkatan kadar kolesterol dan glukosa darah. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan pemantauan kadar kolesterol dan glukosa secara berkala, disertai penyuluhan mengenai hidup sehat dan berhenti merokok. Hal ini sangat diperlukan untuk menekan risiko komplikasi kesehatan di masa mendatang.