cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EVALUASI PROGRAM HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIRAIT, SAMOSIR: STUDI LOGIC MODEL TAHUN 2022-2024 Karsa, Muhammad Ghifari; Marhamah, Marhamah; Nana Wildana; Baharuddin, Dharina; Zakaria, Radhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48925

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dikenal sebagai silent killer karena gejalanya sering tidak disadari, namun berisiko menimbulkan komplikasi berat. Di Indonesia, prevalensi hipertensi meningkat signifikan setiap tahun, termasuk di Kabupaten Samosir. Metode: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program hipertensi di Puskesmas Sirait menggunakan pendekatan logic model, menilai efektivitas, mengidentifikasi kendala, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan desain evaluasi deskriptif dengan pendekatan campuran. Data dikumpulkan dari laporan tahunan program hipertensi tahun 2022–2024, wawancara kepada penanggung jawab program, serta observasi langsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sirait mencapai 15–29%, namun cakupan layanan hanya 15,26–25,40%. Terdapat kendala dalam ketersediaan SDM, alokasi anggaran, keterbatasan pelatihan, serta belum optimalnya distribusi dan edukasi. Tidak terdapat data pasti mengenai kepatuhan terapi, perubahan gaya hidup, dan penurunan tekanan darah. Outcome dan impact program belum menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan prevalensi dan komplikasi yang terus meningkat. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program hipertensi di Puskesmas Sirait telah berjalan, namun belum efektif dalam menurunkan prevalensi dan meningkatkan capaian layanan. Diperlukan evaluasi berkala, pendataan lebih rinci, peningkatan SDM, serta integrasi pelayanan dan edukasi berbasis komunitas untuk meningkatkan efektivitas program. Kata kunci: Evaluasi program, hipertensi, model logika ABSTRACT Background: Hypertension is a global health issue known as a silent killer due to its often unnoticed symptoms, which can lead to severe complications. In Indonesia, the prevalence of hypertension has significantly increased annually, including in Samosir Regency. Method: This study aims to evaluate the implementation of the hypertension program at Puskesmas Sirait using a logic model approach, assess its effectiveness, identify obstacles, and provide recommendations for improvement. This research employed a descriptive evaluation design with a mixed-method approach. Data were collected from annual hypertension program reports from 2022 to 2024, interviews with the program officer, and direct observations. Data analysis was conducted descriptively using both quantitative and qualitative methods. Results: Showed that hypertension prevalence in the working area of Puskesmas Sirait reached 15–29%, but service coverage only ranged from 15.26–25.40%. Constraints were identified in human resources, budget allocation, limited training, and suboptimal distribution and education efforts. No specific data were available regarding treatment adherence, lifestyle changes, or blood pressure reduction. Program outcomes and impacts have not yielded satisfactory results, with both prevalence and complications continuing to increase. Conclusion: The hypertension program at Puskesmas Sirait has been implemented, it has not yet been effective in reducing prevalence and improving service coverage. Periodic evaluations, detailed data recording, increased human resources, and community-based integrated services and education are needed to improve program effectiveness. Keywords: Hypertension, logic model, program evaluation
PERAN EDUKASI MASA MENOPAUSE DALAM MENGURANGI KECEMASAN PSIKOLOGIS WANITA PERIMENOPAUSE DI PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG Maria, Lisda; Dwita, Rista
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48927

Abstract

Masa perimenopause ditandai dengan fluktuasi hormonal yang dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup perempuan. Minimnya edukasi terkait perubahan fisiologis dan psikologis selama menopause dapat memperburuk kondisi emosional yang dialami. Intervensi edukatif yang terstruktur diyakini mampu membantu perempuan memahami dan mengelola kecemasannya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi menopause terhadap tingkat kecemasan psikologis pada wanita perimenopause di Puskesmas Sekip Palembang. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 42 wanita perimenopause yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi menopause diberikan melalui ceramah, diskusi, booklet edukatif, dan sesi tanya jawab. Tingkat kecemasan psikologis diukur menggunakan domain psikologis dari kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian ini terdapat penurunan rerata skor kecemasan dari 50,07±6,86 sebelum intervensi menjadi 36,81±5,65 setelah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,000; CI 95%: 10,744-15,780). Edukasi menopause secara signifikan berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan psikologis wanita perimenopause. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya promotif-preventif dalam pelayanan kesehatan primer untuk mendukung transisi menopause yang sehat dan berkualitas.
PENGARUH PIJAT REFLEKSI TERHADAP GANGGUAN TIDUR PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DI POSYANDU BINA SEJAHTERA PALEMBANG Maria, Lisda; Idris, Syarifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48929

Abstract

Latar belakang: Menopause sering disertai gangguan tidur akibat perubahan hormonal yang memengaruhi kualitas hidup perempuan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur adalah pijat refleksi, melalui stimulasi titik-titik refleksi yang berhubungan dengan sistem saraf dan relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi terhadap gangguan tidur pada perempuan menopause di Posyandu Bina Sejahtera Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan two group posttest only. Sampel berjumlah 30 responden yang terbagi menjadi dua kelompok: 15 responden kelompok intervensi yang diberikan pijat refleksi dan 15 responden kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi. Kualitas tidur diukur setelah perlakuan menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Pada kelompok intervensi, 93,3% responden mengalami kualitas tidur yang baik, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 26,7%. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Pijat refleksi terbukti berpengaruh signifikan dalam memperbaiki kualitas tidur pada perempuan menopause. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause, khususnya di layanan kesehatan primer.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PERAWAT KAMAR OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Wiryansyah, Oscar Ari; Wahyudi, Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48930

Abstract

Perawat kamar operasi memiliki risiko tinggi mengalami burnout syndrome karena tekanan kerja yang intens dan tuntutan pelayanan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat kamar operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional dan bersifat kuantitatif. Data dikumpulkan dari 33 perawat tanpa intervensi, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Fisher’s Exact Test apabila asumsi Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa 17 perawat (51,52%) dengan beban kerja ringan mengalami burnout sedang, 13 perawat (39,39%) burnout rendah, 2 perawat dengan beban kerja sedang mengalami burnout cukup, dan 1 perawat dengan beban kerja sedang mengalami burnout rendah. Uji Fisher’s Exact Test menghasilkan nilai p = 0,006, menunjukkan hubungan yang signifikan antara beban kerja dan burnout syndrome. Nilai for cohort sebesar 0,333 mengindikasikan kekuatan hubungan yang bersifat moderat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan burnout syndrome. Pengalaman kerja juga memengaruhi persepsi terhadap beban kerja; perawat dengan masa kerja lebih lama cenderung merasakan beban kerja lebih ringan. Saran : Pengelolaan beban kerja yang proporsional, pemberian dukungan psikososial, serta pelatihan manajemen stres secara berkala direkomendasikan untuk mencegah burnout dan menjaga kualitas kinerja.
AKTIVITAS STIMULANSIA EKSTRAK DAUN WORTEL (Daucus carota L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN DENGAN METODE ROTAROOD apriliyanti, laela intan; Ardiyantoro, Bagas; Raharjo, Danang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48932

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek stimulansia dari ekstrak daun wortel (Daucus carota L.) pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode rotarood. Daun wortel diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96%, dan 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (kafein 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok ekstrak dengan dosis 100, 150, dan 200 mg/kgBB. Hasil: Uji rotarood menunjukkan adanya peningkatan waktu bertahan mencit secara signifikan pada kelompok dosis 150 dan 200 mg/kgBB. Analisis statistik dengan ANOVA menghasilkan nilai p<0,05 yang menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok. Simpulan: Dengan demikian, ekstrak daun wortel terbukti memiliki efek stimulansia dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku alami produk farmasi.
EVALUASI PENGGUNAAN FORMULIR ELEKTRONIK DI IGD RSUP DR. SITANALA TANGERANG Sutarto, Mutia; Yulia, Noor; Dewi, Deasy Rosmala; Rumana, Nanda Aula
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48937

Abstract

Penggunaan formulir elektronik dalam sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan instalasi gawat darurat (IGD), khususnya dalam mendukung dokumentasi rekam medis elektronik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keakuratan pencatatan informasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan formulir elektronik di IGD RSUP dr. Sitanala Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan yang terdiri dari petugas rekam medis, kepala ruangan IGD, perawat, dan dokter jaga. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis. Variabel yang dikaji meliputi keberadaan SOP, pemanfaatan formulir, evaluasi petugas, dan kendala berdasarkan pendekatan 5M (man, material, machine, method, money). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulir elektronik telah tersedia dalam sistem, namun belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimal oleh petugas, sementara formulir EWS dan Edukasi Pasien belum tersedia dalam sistem. Evaluasi terhadap penggunaan menunjukkan bahwa formulir elektronik memudahkan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi, namun belum adanya SOP tertulis, keterbatasan fasilitas seperti perangkat komputer dan tablet, serta gangguan teknis sistem dan jaringan. Diperlukan penyusunan SOP, pelatihan rutin bagi petugas, penambahan infrastruktur penunjang, serta evaluasi berkala secara menyeluruh agar implementasi formulir elektronik di IGD berjalan optimal dan berkelanjutan.
PENGARUH KEBIASAAN KONSUMSI KOPI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA D4 TLM UNISA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN HEMATOLOGI ANALYZER Abdillah, Muhammad Yusuf; Hadi, Wahid Syamsul; Anggraeni, Rosmita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48942

Abstract

Seiring dengan perkembangan gaya hidup modern, konsumsi kopi menjadi semakin populer, terutama di kalangan anak muda dan dewasa. Meskipun menjadi bagian dari gaya hidup sosial, konsumsi kopi diketahui dapat memengaruhi penyerapan zat besi, terutama zat besi non-heme yang banyak terdapat dalam makanan nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kebiasaan konsumsi kopi terhadap kadar hemoglobin pada mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Hematology Analyzer untuk mendapatkan hasil yang akurat dan terstandardisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin tertinggi terdapat pada kelompok yang sering mengonsumsi kopi sebesar 13,2 g/dl, sementara rerata kadar terendah terdapat pada kelompok yang kadang- kadang mengonsumsi kopi sebesar 12,4 g/dl, dan kelompok yang jarang mengonsumsi kopi memiliki rerata kadar hemoglobin sebesar 13,1 g/dl. Meskipun terdapat variasi antar kelompok, tidak ditemukan penurunan kadar hemoglobin yang signifikan secara klinis maupun statistik pada kelompok yang sering mengonsumsi kopi. Hasil ini menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi kopi dalam kehidupan sehari-hari tidak memiliki dampak signifikan terhadap kadar hemoglobin pada mahasiswa .
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS RIBANG Audina, Rika Mia; Mahmudah, Rifa’atul; Wijaksono, Muhammad Arief; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48956

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Manajemen diri adalah aktivitas yang kompleks termasuk kemampuan dalam mengontrol suatu kondisi dalam mempertahankan kebutuhan kualitas hidup. salah satunya yang berpengaruh adalah tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Ribang. Jenis penelitian yang digunakan dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Ribang, besar sampel adalah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionaire (DKQ-24) dan kuesioner Questionnaire Self Management Diabetes (DSMQ). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pasien 27 orang (71,1%) berpengetahuan sedang. 19 orang (50%) memiliki manajemen cukup dan 19 orang (50%) kategori buruk. Hasil uji statistik adalah p-value = 0,000 dan nilai α 0.05 dengan r = 0,539. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan manajemen diri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Ribang
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN STROKE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DIRUANG ANTAREJA PANTI SOCIAL WERDA JAYA MARAPATI Janwaryani, Kadek dwi; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Widiartana, Gede Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48959

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia, dan sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik seperti hemiparesis. Salah satu bentuk rehabilitasi keperawatan yang efektif untuk mengurangi dampak tersebut adalah latihan Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan ROM dalam asuhan keperawatan pasien stroke dengan gangguan mobilitas fisik. Studi kasus dilakukan terhadap seorang pasien laki-laki berusia 62 tahun dengan riwayat stroke selama satu tahun yang mengalami kelemahan pada ekstremitas sisi kanan. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi latihan ROM secara rutin selama dua hari (2x24 jam) yang terdiri dari gerakan fleksi, ekstensi, dan abduksi yang dilakukan secara pasif dan aktif-asistif. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan rentang gerak sendi, kekuatan otot, serta semangat pasien dalam beraktivitas. Keterlibatan keluarga juga berperan penting dalam keberhasilan terapi ROM. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa penerapan latihan ROM terbukti efektif dalam meningkatkan mobilitas fisik pasien stroke dan mengurangi risiko komplikasi akibat imobilisasi. Disarankan agar perawat, keluarga, dan institusi pelayanan kesehatan berkolaborasi secara aktif dalam proses rehabilitasi pasien stroke.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA PERAWAT Putri Baharuddin, Alifiah; Arman, Arman; Ahri, Reza Aril
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48969

Abstract

Beban kerja yang tinggi di RS, khususnya di RS Mata JEC Orbita Makassar, menjadi tantangan serius bagi tenaga kesehatan karena menimbulkan kelelahan fisik dan psikologis yang berdampak pada penurunan kinerja dan kualitas pelayanan. Kecerdasan emosional menjadi penting karena dapat membantu tenaga kesehatan mengelola stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh beban kerja dari segi beban kerja mental, fisik, waktu, beban kinerja, beban frustasi dan beban usaha terhadap kecerdasan emosional perawat dengan kelelahan sebagai variabel mediasi di RS Mata JEC Orbita Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian di RS Mata JEC Orbita Makassar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025. Populasi yaitu semua perawat RS Mata JEC Orbita Makassar berjumlah 97 orang. Sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat, dan uji path analysis. Hasil penelitian didapatkan beban frustasi (p=0,000), beban fisik (p=0,000), mental (p=0,000), dan beban kinerja (p=0,000) berpengaruh terhadap kelelahan. Namun, hanya beban mental (p=0,000) dan beban waktu (p=0,008) yang menunjukkan pengaruh terhadap kecerdasan emosional. Kemudian, beban usaha (p=0,908) dan beban waktu (p=0,652) tidak berpengaruh terhadap kelelahan. Beban frustasi (p=0,202), fisik (p=0,211), beban kinerja (p=0,063), usaha (p=0,127) tidak berpengaruh terhadap kecerdasan emosional. Sedangkan kelelahan memiliki pengaruh yang terhadap kecerdasan emosional (p=0,000). Kemudian hanya beban frustasi, fisik, mental dan kinerja memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kecerdasan emosional melalui kelelahan. Kesimpulannya hanya beban frustasi, fisik, mental dan beban kinerja berpengaruh terhadap kelelahan, sedangkan hanya beban mental, dan beban waktu yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosional.