Jurnal Kesehatan Tambusai
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles
4,346 Documents
GAMBARAN PELAKSANAAN ANTENATAL CARE (ANC) TERPADU DI PUSKESMAS KABAT KABUPATEN BANYUWANGI
Wijayanti, Tri;
Herawati, Yennike Tri;
Baroya, Ni’mal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50739
Permasalahan kematian ibu di Indonesia menjadi perhatian penting, khususnya di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Kabat dengan 13 kematian ibu selama tahun 2019-2022. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa hal, kematian ibu dapat dicegah melalui deteksi dini kelainan pada kehamilan ibu melalui ANC Terpadu. Studi ini bertujuan untuk mengatasi AKI dengan berfokus pada layanan KIA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan ANC Terpadu di Puskesmas Kabat sebanyak 646 ibu hamil dengan sampel sebanyak 93 ibu hamil. Studi ini menemukan bahwa komponen input seperti sumber daya manusia dan kualitas layanan belum memenuhi target. Komunikasi, informasi, dan pendidikan belum efektif. Penelitian juga menyoroti perlunya layanan KIA yang lebih baik, seperti menyediakan informasi KIA, membentuk kelompok kesejahteraan, dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan KIA. Studi ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam layanan KIA dan perlunya penyebaran informasi KIA yang efektif.
TINJAUAN PENGGUNAAN MOBILE JKN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD BANDUNG KIWARI
Hakim, Nindia Shalsabillah;
Setiatin, Sali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50760
Digitalisasi layanan kesehatan mendorong hadirnya aplikasi Mobile JKN sebagai inovasi BPJS Kesehatan untuk mempermudah pendaftaran pasien rawat jalan. Penelitian ini meninjau efektivitas Mobile JKN dalam meningkatkan efisiensi pendaftaran, menggambarkan prosedur, serta mengidentifikasi hambatan implementasi di RSUD Bandung Kiwari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi dengan petugas pendaftaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile JKN cukup sering digunakan karena dianggap cepat, praktis, dan mampu memberikan kepastian kuota dokter. Aplikasi ini memangkas alur pendaftaran manual melalui check-in di Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM). Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan integrasi dengan Surat Eligibilitas Peserta (SEP), kendala biometrik, perbedaan informasi jadwal layanan, rendahnya literasi digital pasien, serta resistensi sebagian tenaga medis. Mobile JKN terbukti berkontribusi positif terhadap efisiensi, namun masih diperlukan peningkatan integrasi sistem, edukasi pasien, dan dukungan internal rumah sakit.
PERAN APLIKASI SANTOSA PASIEN DALAM MENINGKATKAN AKSESIBILITAS LAYANAN DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG CENTRAL TAHUN 2025
Zulfida, Conny;
Nuraeni, Yayang Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50875
Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong rumah sakit untuk menghadirkan aplikasi berbasis mobile. Aplikasi Santosa Pasien merupakan inovasi digital Santosa Hospital Bandung Central yang menyediakan fitur pendaftaran rawat jalan, antrean digital, informasi ketersediaan kamar dan jadwal dokter, serta akses hasil laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aplikasi Santosa Pasien dalam mengoptimalkan aksesibilitas dan mutu layanan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 58 partisipan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan mayoritas partisipan (94,8%) menilai aplikasi berdampak positif dalam mengoptimalkan aksesibilitas layanan, terutama dari segi efisiensi waktu, transparansi informasi, dan kemudahan penggunaan. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p=0,003 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan aplikasi dengan peningkatan mutu layanan. Kendala yang ditemukan antara lain literasi digital rendah pada kelompok usia >40 tahun dan gangguan teknis aplikasi. Dengan demikian, aplikasi Santosa Pasien terbukti berdampak positif, namun perlu peningkatan sosialisasi dan perbaikan teknis agar manfaatnya dapat dirasakan merata.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN NYERI GOUT ARTHRITIS DI YAYASAN AL-MARHAMAH KOTA TARAKAN
Simon, Serliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50923
Nyeri sendi merupakan salah satu gejala yang sering dialami oleh lansia yang menderita gout arthritis. Salah satu penanganan non-farmakologi yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri adalah pemberian senam lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan nyeri gout arthritis di Yayasan Al-Marhamah Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental dengan desain pendekatan one group pre-test dan post-test. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden sebanyak 25 orang. Instrumen dalam mengukur nyeri menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan nyeri sebelum senam mayoritas mengalami nyeri sedang skala 4-6 dan nyeri sesudah senam mayoritas mengalami nyeri ringan skala 1-3. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikan p = 0,001 (<0,05) maka H1 diterima. Terdapat pengaruh senam lansia terhadap penurunan nyeri gout arthritis di Yayasan Al-Marhamah Kota Tarakan.
TINJAUAN LITERATUR : EFEKTIVITAS DOXYCYCLINE POST-EXPOSURE PROPHYLAXIS (DOXYPEP) SEBAGAI PENCEGAHAN SIFILIS DI TENGAH KEKHAWATIRAN RESISTENSI ANTIMIKROBA
Hidayat, Jovianto Reynold Andika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50954
Insidensi sifilis global yang meningkat menuntut strategi pencegahan yang lebih efektif. Salah satu pendekatan terbaru adalah Doxycycline Post-Exposure Prophylaxis (DoxyPEP), yaitu konsumsi doxycycline setelah hubungan seksual berisiko. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas DoxyPEP dalam pencegahan sifilis dan menelaah implikasinya terhadap resistensi antimikroba (AMR). Literatur relevan diidentifikasi melalui PubMed/MEDLINE, PMC, serta pedoman dari CDC dan WHO, mencakup uji klinis acak terkontrol, studi observasional, dan surveilans molekuler. Hasil dari uji klinis utama (DoxyPEP, DOXYVAC, IPERGAY) menunjukkan bahwa penggunaan DoxyPEP mampu menurunkan insidensi sifilis lebih dari 70% pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan wanita transpuan. Analisis mikrobiologis dan genomik mengonfirmasi bahwa Treponema pallidum tetap sangat rentan terhadap doxycycline, dengan tidak adanya bukti resistensi klinis yang relevan. Namun, kekhawatiran AMR terutama berkaitan dengan seleksi Neisseria gonorrhoeae yang resisten dan peningkatan gen resistensi tetrasiklin dalam mikrobioma usus. Oleh karena itu, meskipun DoxyPEP merupakan strategi pencegahan yang efektif dan layak bagi populasi berisiko tinggi, implementasinya harus dilakukan secara hati-hati. DoxyPEP perlu diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan seksual komprehensif serta didukung oleh surveilans resistensi antimikroba yang kuat untuk memantau dampak jangka panjangnya.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK STUNTING UMUR 6-24 BULAN DARI KELUARGA PETANI DI KABUPATEN BENER MERIAH
Apriani, Widya;
Wahyuni.MS, Sri;
Irdayani, Irdayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51541
Kekurangan gizi dapat diartikan sebagai suatu proses kekurangan asupan makanan ketika kebutuhan normal terhadap satu atau beberapa zat gizi tidak terpenuhi.1 Dampak kekurangan gizi kronis yaitu anak tidak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal. Keadaan ini jika berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan stunting.2 Stunting menggambarkan riwayat kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Stunting pada anak mengakibatkan penurunan sistem imunitas tubuh dan meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi. Jenis penelitian adalah observasi analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dari keluarga petani yang punya anak stunting umur 6-24 bulan di Kabupaten Bener Meriah dengan sampel 208 ibu, yang diambil secara acak. Analisis data menggunakan uji regresi logistik ganda. Pengumpulan data menggunakan koesioner dan data dari Dinas kesehatan. Analisis dilakukan dengan menggunakan univariat, bivariat dengan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel pengetahuan (p = 0,007), Pendidikan (p=0,001) dengan pemberian ASI eksklusif. Tidak ada pengaruh Sikap dengan pemberian ASI eksklusif (p = 0,213) Kesimpulan pemberian ASI eksklusif pada anak stunting umur 6-24 bulan dari keluaraga petani dipengaruhi oleh dukungan suami. Direkomendasi bagi ibu dan suami untuk dapat berpartisipasi dengan petugas kesehatan beserta kader seperti hadir pada posyandu atau ke puskesmas supaya ibu dan suami dapat informasi tentang pentingnya ASI eksklusif bagi anak dan termotivasi untuk pemberian ASI ekslusif, agar anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
PERBANDINGAN ANTARA MESIN SEMI-OTOMATIS UNTUK UJI KEPEKAAN ANTIBIOTIK KOLISTIN DENGAN BROTH MICRODILUTION SEBAGAI BAKU EMAS
Fitriah, Laela;
Hasanah, Lili;
Maretti, Nadia;
Karuniawati, Anis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.34532
Kolistin merupakan salah satu antibiotik pilihan terakhir yang efektif melawan infeksi bakteri Gram-negatif yang resisten terhadap semua antibiotik. Uji kepekaan antibiotik kolistin saat ini masih menjadi tantangan, karena tidak ada metode pengujian yang terstandar. Tujuan studi ini adalah membandingkan mesin semi otomatis penguji kepekaan antibiotik kolistin (yang diwakili oleh mesin Vitek®2) dengan broth microdilution (BMD) sebagai baku emas. Metode Penelusuran artikel dilakukan di tiga pangkalan data yaitu Pubmed, Wiley dan Scopus sesuai dengan pertanyaan klinis. Skrining artikel menggunakan kriteria inklusi, mengecek kelengkapan artikel, serta membaca artikel keseluruhan untuk mendapatkan artikel yang sesuai. Artikel dinilai kualitasnya berdasarkan validitas, kepentingan dan aplikabilitas. Hasil dari penelusuran didapatkan lima artikel dari database dan artikel dari google scholar tidak didapatkan artikel yang memenuhi kriteria eligibilitas. Sehingga telaah kritis dilakukan pada kelima artikel tersebut. Hasil telaah pada 3 artikel tersebut adalah Essential agreement (EA) < 90% dan Categorical agreement (CA) > 90%. Artikel lainnya menyebutkan ketidak-konsistenan hasil uji pada isolat E. coli dan K. pneumoniae. Nilai VME didapatkan pada kelima studi dianggap kurang baik pada uji kepekaan menggunakan mesin semi otomatis. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pemeriksaan uji kepekaan kolistin dengan metode semi otomatis tidak dapat dijadikan pemeriksaan alternatif uji kepekaan kolistin karena kurang sesuai dengan hasil yang didapatkan dengan metode BMD.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DALAM KEMASAN TERHADAP KADAR GULA PADA REMAJA DI DESA PADABEUNGHAR KECAMATAN JAMPANG TENGAH KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024
Listiana, Cica;
Novita, Astrid;
Febriyani, Putri Agus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.46569
Diabetes melitus diklasifikasikan sebagai penyakit metabolik kronis dan penyakit tidak menular (PTM) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Faktor utama adanya penyakit ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup tidak seimbang sehingga meningkatkan konsentrasi gula darah. Diabetes sering kali terkait dengan pola makan yang tinggi gula, termasuk konsumsi minuman manis. Selain minuman berpemanis salah satu penyebab tingginya kadar gula darah pada remaja adalah kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor reisiko independent untuk penyakit kronis dan secara keseluruhan di perkirakan menyebabkan kematian secara global. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini berjumlah 503 orang dengan sampel berjumlah 159 responden dengan tehnik sampel random sampling. Variabel independent yaitu aktifitas fisik dan kosumsi minuman manis dalam kemasan dengan menggunakan alat ukur kuesioner dan variabel dependent yaitu kadar gula darah dengan menggunakan alat ukur glucometer. Pengolahan data editing, coding, skoring, tabulating, analisis data dengan uji Chisquare dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 159 responden hampir seluruhnya melakukan aktifitas sedang sebanyak 89 orang (56,0%) dan hampir seluruhnya remaja mengkonsumsi minuman manis dalam kemasan jarang dan sedang sebanyak 92 orang (57.9%) dan sebagian besar responden memiliki kadar gula darah normal sebanyak 88 orang (55,3%). Nilai p Value Pada Aktivitas fisik p = 0,785 > α = 0,05 yang berarti H0 diterima. Sedangkan pada konsumsi minuman manis dalam kemasan p Value = 0,000 < 0.05 dapat disimpulkan H0 ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan aktifitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien remaja, sedangkan konsumsi minuman manis dalam kemasan ada hubungan yang signifikan terhadap kadar gula.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 0-6 BULAN
Wahidah, Anisatul;
Ilmiah, Widia Shofa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.47599
Masa awal kehidupan menjadi periode krusial untuk menentukan status kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu faktor penting pada masa awal kehidupan bayi usia nol hingga enam bulan adalah pemenuhan nutrisi. ASI berfungsi sebagai sumber gizi utama dengan komposisi ideal untuk bayi usia 6 bulan pada pertama kehidupan. Pengertian ASI Eksklusif yaitu bayi dengan usia 0 bulan hingga 5 bulan 29 hari yang hanya diberikan pure ASI saja tanpa diberikan cairan, makanan dan atau minuman lainnya kecuali obat-obatan, vitamin atau mineral selama recall 24 jam. Angka cakupan ASI Eksklusif yang masih rendah dapat menjadi penyebab gangguan pada tumbuh kembang bayi. Untuk meningkatkan tumbuh kembang pada bayi, perlu diberikan ASI secara Eksklusif. Jika dibandingkan dengan susu formula, ASI memiliki zat gizi yang sesuai untuk kebutuhan bayi serta pada ASI juga terkandung nutrisi yang bermanfaat agar proses tumbuh kembang bayi maksimal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan ASI Eksklusif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-6 bulan. Penelitian ini menggunakan desain Analytic Corelational dengan rancangan Cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 43 bayi. Jumlah sampel yaitu 30 bayi. Untuk menguji hubungan signifikan menggunakan uji chi-square (α = 0,05). Penelitian menunjukan bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 12 bayi (40%) dan bayi yang tidak ASI Eksklusif sebesar 18 bayi (60%). Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan ASI Eksklusif terhadap pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan (ρ=0,027) dan ada hubungan ASI Eksklusif terhadap pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan (ρ=0,019). Ada hubungan ASI Eksklusif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-6 bulan.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS DAWAI
Juwita, Leni Purna;
Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i4.47623
Produksi ASI yang tidak optimal pada ibu nifas merupakan permasalahan kesehatan global yang berdampak pada tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu. Puskesmas Dawai, Distrik Yapen Timur, Papua merupakan salah satu wilayah dengan pemberian ASI yang kurang optimal. Pijat oksitoksin merupakan salah satu metode non-farmakologis yang diberikan untuk meningkatkan produksi ASI, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di wilayah tersebut. Jenis penelitian ini pre eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini sekuruh ibu nifas. Sampel pada penelitian ini sebagian ibu nifas sebanyak 15 ibu nifas yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu SOP pijat oksitoksin dan lembar observasi produksi ASI. Data dianalisis dengan Uji Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat oksitosin signifikan meningkatkan produksi ASI (Z = -3,464; p-value = 0,001). Sebelum intervensi, (46,7%) ibu mengalami produksi ASI "kurang", namun setelah pijat oksitosin, tidak ada lagi kategori "kurang". Sedangkan (66,7%) mencapai "cukup" dan (33,3%) "baik". Kesimpulannya ada pengaruh pijat oksitoksin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Dawai. Temuan ini sejalan dengan teori bahwa stimulasi oksitosin melalui pijatan dapat meningkatkan let-down reflex dan aliran ASI. Penelitian ini membuktikan bahwa pijat oksitosin efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk meningkatkan produksi ASI, sehingga perlu diintegrasikan dalam program kesehatan ibu dan anak.