cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TAHAP PERKEMBANGAN ANAK REMAJA DENGAN INTERVENSI SENAM HIPERTENSI DAN PEMBERIAN KOMBINASI JUS BELIMBING MANIS DAN JERUK MANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU M Triyanai, Ely; Sari, Rina Puspita; Afifah, Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.49803

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan umum di Indonesia yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Penanganannya tidak hanya melalui obat-obatan, tetapi juga dapat dilakukan secara non-farmakologis, seperti senam hipertensi dan konsumsi jus alami. Kombinasi jus belimbing manis dan jeruk manis diyakini memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah. Studi ini dilakukan pada Ibu M, 49 tahun, yang mengalami hipertensi sejak dua minggu terakhir. Ia memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan asin hampir setiap hari dan belum memahami cara menangani hipertensi, serta belum pernah mencoba terapi non-obat. Penelitian menggunakan studi kasus dalam asuhan keperawatan keluarga. Intervensi yang diberikan adalah senam hipertensi dan konsumsi kombinasi jus belimbing manis dan jeruk manis selama tujuh hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan desain one group pretest-posttest. Setelah intervensi, tekanan darah Ibu M turun dari 155/89 mmHg menjadi 132/81 mmHg. Ini menunjukkan adanya penurunan signifikan setelah terapi. Terapi non-farmakologis berupa senam hipertensi dan konsumsi kombinasi jus alami efektif menurunkan tekanan darah, dan dapat menjadi alternatif penanganan hipertensi di tingkat keluarga.
HUBUNGAN LAMA SCREEN TIME PADA GADGET (SMARTPHONE) DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN USIA REMAJA DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RSJ KALAWA ATEI Tri Hatmojo, Nugraha Adhi; Ibrahim, Dwi Agustian Faruk; Nugrahini, Agustina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.49857

Abstract

Smartphone merupakan Gadget atau gawai telepon genggam dengan berbagai fungsi komputer. Penggunaan Smartphone dalam jangka waktu tertentu dapat didefinisikan sebagai Screen Time. Masalah kesehatan yang dapat terjadi adalah ketergantungan pada Smartphone yang berlebihan dapat menimbulkan depresi. Masalah depresi akibat Screen Time yang lama dalam penggunaan  Smartphone pada remaja sering terjadi, dan menimbulkan kekhawatiran, bahkan lebih buruknya bila dibiarkan berkepanjangan dapat menjadi gangguan kejiwaan kepada para remaja yang mengalami depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama screen time pada gadget (smartphone) dengan tingkat depresi pada pasien usia remaja di Poliklinik Rawat Jalan RSJ Kalawa Atei. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini jumlah populasi sebanyak 347 orang. Sampel pada penelitian ini menjadi 35 responden. Hasil uji Rank Spearman p value yaitu  0.000 atau tingkat signifikasi p < 0,05, maka ada Hubungan Lama Screen Time pada Smartphone dengan tingkat Depresi pada Pasien Usia Remaja (14-17 tahun) di Poliklinik Rawat Jalan RSJ Kalawa Atei. Dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,661, sehingga memiliki hubungan Kuat. Ada Hubungan yang positif antara Lama Screen Time Smartphone Dengan Tingkat Depresi Pasien Remaja Di Poliklinik Rawat Jalan RSJ Kalawa Atei, Sehingga semakin lama Screen Time pada Smartphone semakin tinggi pula tingkat depresi yang dialami oleh pasien remaja.
ANALISA FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PEMAHAMAN PASIEN TENTANG SWAMEDIKASI DI APOTEK Hidayatullah, Rio Renaldi; Narsih, Umi; Fatmawati, Umi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50918

Abstract

Swamedikasi adalah praktik umum masyarakat dalam menangani keluhan kesehatan ringan tanpa resep dokter. Meskipun memberikan kemudahan dan efisiensi, praktik ini memiliki risiko tinggi jika dilakukan tanpa pemahaman yang memadai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi swamedikasi di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan seperti Apotek Trisna Farma yang minim edukasi kesehatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tingkat pemahaman pasien dalam melakukan swamedikasi. Pertanyaan penelitian difokuskan pada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, domisili, iklan, referensi orang lain, pengalaman pribadi, dan persepsi biaya terhadap tingkat pemahaman pasien. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 100 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% responden memiliki pemahaman yang kurang tentang swamedikasi. Ditemukan bahwa faktor usia (p=0,004), jenis kelamin (p=0,001), pendidikan (p=0,003), pekerjaan (p=0,003), penghasilan (p=0,002), domisili (p=0,002), iklan (p=0,001), referensi orang lain (p=0,001), pengalaman pribadi (p=0,000), dan biaya (0,000) berhubungan signifikan terhadap tingkat pemahaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran apoteker dalam memberikan edukasi swamedikasi yang tepat dan aman. Hasil studi ini dapat menjadi dasar pengembangan program intervensi edukatif di apotek, khususnya bagi masyarakat pedesaan. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif guna mengeksplorasi lebih dalam aspek perilaku, motivasi, dan persepsi pasien dalam swamedikasi.
ANALISIS PENYEBAB PENDING KLAIM BERKAS PASIEN RAWAT INAP BPJS KESEHATAN DI RS DAAN MOGOT Damayanti, Nensi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50982

Abstract

Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RS Daan Mogot telah dimulai sejak Januari 2014. Namun, selama implementasi program tersebut, rumah sakit menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait tingginya jumlah klaim rawat inap yang tertunda (pending). Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sebanyak 141 kasus klaim rawat inap mengalami penundaan, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab pending klaim berkas pasien rawat inap BPJS Kesehatan di RS Daan Mogot tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap berkas klaim rawat inap yang dikembalikan oleh verifikator BPJS Kesehatan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen klaim. Adapun berkas yang diteliti mencakup klaim rawat inap dari Januari hingga Desember 2024. Informan dalam penelitian ini terdiri atas Kepala Unit Casemix, verifikator internal rumah sakit, dan petugas koding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama klaim tertunda adalah ketidaksesuaian standar pelayanan yang diberikan dengan ketentuan yang berlaku di BPJS Kesehatan. Faktor kedua yang paling sering muncul  adalah ketidaksesuaian dalam koding diagnosis. Selain itu, beberapa penyebab lainnya adalah berkas administrasi yang tidak lengkap serta kurangnya kelengkapan dalam catatan medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pending klaim tidak hanya disebabkan oleh aspek teknis, seperti ketidaktepatan coding atau ketidaklengkapan berkas, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor koordinasi antara tenaga koder, verifikator internal, dan pihak BPJS Kesehatan. Sebagai upaya perbaikan, disarankan agar rumah sakit menyelenggarakan pelatihan bagi petugas koding, menyusun dan menerapkan SOP pemberkasan klaim BPJS secara konsisten, serta mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam mendukung penerapan rekam medis elektronik (Elektronic Medical Record).
LITERATURE REVIEW : RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND RANDOM BLOOD SUGAR IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Jagadhita, I Made Ari Lanang Mahosadi; Landra, I Komang Gunawan; Agustini, Ni Nyoman Mestri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51033

Abstract

Penyakit tidak menular saat ini merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan yang perlu diwaspadai. Fenomena ini dipengaruhi oleh tingginya prevalensi serta angka mortalitas penyakit tidak menular di seluruh dunia. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat dan termasuk ke dalam empat besar penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbanyak. IDF (International Diabetes Federation) melaporkan lebih dari 536 juta orang di dunia hidup dengan diabetes, dan Indonesia diprediksi akan mengalami kenaikan jumlah penderita diabetes melitus yang signifikan. Berdasarkan aspek fisiologis, stres dapat memicu terjadinya perubahan dalam fungsi sistem tubuh, termasuk ketidakseimbangan hormonal. Kondisi stres menyebabkan tubuh menghasilkan hormon kortisol berlebih dan menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon epinefrin yang menyebabkan kadar glukosa darah meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai artikel yang membahas tentang tingkat stres dan kadar gula darah acak pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini merupakan literature review yang memanfaatkan tiga basis data, yaitu Google Scholar, PubMed, dan Crossref. Beberapa artikel yang telah didapat akan diseleksi secara bertahap dan disesuaikan dengan kriteria peneliti. Berdasarkan tujuh artikel yang dilakukan review di dapatkan hasil terdapat hubungan antara kedua variabel yang bernilai positif. Stres berkontribusi terhadap terjadinya fluktuasi kadar glukosa darah yang tidak stabil, walaupun sudah dilakukan pengelolaan melalui aktivitas fisik, diet, dan terapi obat yang sesuai. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara stres dengan kadar gula darah acak pada pasien diabetes melitus.
EFEKTIVITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MEROKOK PADA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 3 MOTOLING TIMUR Tamba, Violita Josevina; Adan, Hilman; Kolibu, Febi Kornela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51103

Abstract

Merokok merupakan permasalahan yang belum bisa teselesaikan bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup serta bentuk interaksi sosial di kalangan pelajar, termasuk siswa tingkat SMP dan SMA. Menurut WHO, setiap tahunnya rokok mengakibatkan lebih dari 8 juta kematian di seluruh dunia. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana efektivitas media promosi kesehatan berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain true experiment dan model pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 peserta didik, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 60 orang yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) dengan uji Mann–Whitney U. Hasil analisis skor posttest menunjukkan nilai U = 255,000 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) diperoleh sebesar 0,003 (p < 0,05). Hasil yang disebutkan memperlihatkan adanya perbedaan yang berarti antara kelompok yang diberi perlakuan (Mean Rank = 37,00; n = 30) dan tidak (Mean Rank = 24,00; n = 30). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta didik pada kelompok eksperimen meningkat lebih besar dibanding kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan menggunakan media promosi kesehatan berbentuk video. Secara keseluruhan, media promosi kesehatan video terbukti lebih efektif dibanding metode konvensional berupa ceramah dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik.
KORELASI HBA1C TERHADAP KEPARAHAN ULKUS KAKI DIABETIK : LITERATURE REVIEW Indira, Ida Ayu Tara; Udrayana, Oka; Wijaya, I Made Kusuma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51196

Abstract

Ulkus kaki diabetik  merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang sering berujung pada amputasi. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) sebagai parameter kontrol glikemik jangka panjang diduga berperan dalam memprediksi keparahan DFU, namun hasil penelitian masih menunjukkan variasi. Tinjauan literatur ini  bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat keparahan ulkus kaki diabetik berdasarkan klasifikasi Wagner. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci HbA1c, diabetic foot, diabetes melitus, dan derajat Wagner. Artikel yang diinklusi adalah penelitian empiris yang diterbitkan tahun 2020-2025 dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Total 10 artikel dianalisis menggunakan pendekatan simplified approach. Dari 10 artikel yang dikaji, 9 artikel (90%) menunjukkan korelasi positif signifikan antara kadar HbA1c dengan keparahan ulkus kaki diabetik (p<0,05). Mayoritas pasien dengan HbA1c ≥7% mengalami ulkus Wagner grade 3-4. Pasien dengan HbA1c tidak terkontrol memiliki risiko 2,9-5 kali lebih besar mengalami ulkus derajat berat dan risiko amputasi yang lebih tinggi. Hanya satu studi yang tidak menemukan hubungan bermakna. Terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar HbA1c dengan keparahan ulkus kaki diabetik. Kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ≥7%) meningkatkan risiko keparahan ulkus dan komplikasi amputasi. Pemantauan HbA1c secara rutin penting untuk pencegahan dan penatalaksanaan DFU.
PENERAPAN TERAPI REMINISCENCE TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA : SEBUAH LITERATURE REVIEW Safrudin, M. Bachiar; Widyastuti, Dwi; Pratama, Adinata Vicky; Febriani, Wantasya; Pinky, Rizkia Syalis; Fitriana, Winda; Purdawati, Purdawati; Zeca, Queeneera Adelcia Angelista; Rivanssa, Reffico; Rheisya, Salbina; Rumba, Dhiva Rizdyawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51204

Abstract

Peningkatan populasi lansia di Indonesia dan dunia menimbulkan tantangan baru dalam menjaga kesejahteraan psikologis di masa tua. Salah satu intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif adalah terapi reminiscence, yaitu teknik terapeutik yang mendorong individu untuk mengingat serta mengekspresikan pengalaman bermakna di masa lalu. Penelitian ini bertujuan meninjau berbagai studi terkini mengenai efektivitas terapi reminiscence terhadap kesejahteraan psikologis lansia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan pendekatan deskriptif-analitik, berdasarkan sepuluh artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi reminiscence secara konsisten menurunkan tingkat depresi, meningkatkan harga diri, memperkuat hubungan sosial, serta memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan spiritual lansia. Efektivitas tertinggi ditemukan pada intervensi kelompok dengan durasi enam hingga delapan minggu serta dukungan fasilitator yang kompeten. Temuan ini menegaskan bahwa terapi reminiscence merupakan strategi intervensi psikososial yang murah, aman, dan relevan secara budaya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia di Indonesia.
"THE LEGAL STATUS OF INSURANCE AGENTS AND BROKERS AND THE IMPACT OF INSURANCE POLICIES ON THE INTERESTS OF INSURANCE CUSTOMERS" (A REVIEW OF BUSINESS ETHICS, NATIONAL REGULATIONS, AND INTERNATIONAL LAW) Sunardi, Gianto; Satory, Agus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51486

Abstract

Makalah ini mengkaji perbedaan hukum antara agen dan pialang asuransi, serta kedudukan hukum polis asuransi dalam melindungi pemegang polis, dari perspektif etika bisnis, regulasi nasional, dan hukum internasional. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan kualitatif melalui penelitian kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai sumber hukum, termasuk Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, peraturan OJK, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, dan standar internasional komparatif seperti Arahan Distribusi Asuransi Uni Eropa (IDD). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa agen bertindak atas nama perusahaan asuransi dan terikat secara hukum untuk hanya mewakili satu perusahaan asuransi, sementara pialang beroperasi secara independen untuk mewakili dan melindungi kepentingan pemegang polis. Perbedaan mendasar ini memengaruhi transparansi, perlindungan konsumen, dan keseimbangan kekuasaan kontraktual. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa prinsip "itikad baik yang paling tinggi" (uberrimae fidei) mendasari semua perjanjian asuransi, yang mewajibkan baik perusahaan asuransi maupun tertanggung untuk bertindak dengan tingkat kejujuran dan keterbukaan yang setinggi-tingginya. Kasus-kasus seperti Jiwasraya dan Kresna Life menunjukkan bagaimana lemahnya penerapan tata kelola dan etika dapat menyebabkan kerugian konsumen dan risiko sistemik. Makalah ini menyimpulkan bahwa pengawasan yang lebih ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peningkatan edukasi etika bagi perantara asuransi, dan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih jelas sangat penting untuk memastikan keadilan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi Indonesia.
PENERAPAN TERAPI KOMPRES HANGAT KAYU MANIS PADA LANSIA Ny. M. P DENGAN DIAGNOSA GOUT ARTRITIS DI PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT David, Feibe Patricia Anggelina; Molintao, Winarsi; Tampilang, Vani Yulmin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50335

Abstract

Penyakit Gout Artritis (Asam Urat) salah satu penyakit yang sering ditemui diselurh dunia, salah satunya negara Indonesia. Seiring bertambahkan usia seseorang maka terjadi penurunan berbagai fungsi tubuh baik pada tinggakt seluler maupun pada tingkat organ yang dapat mengakibatkan terjadinya degenerasi sejalan dengan proses menua. Gout Atritis (asam urat) adalah salah satu kondisi medis yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Meskipun pada awalnya mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti, namun penumpukan   kristal   asam   urat   dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan rasa sakit dan peradangan pada   sendi-sendi, terutama   sendi   jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki. Kadar asam urat normal pada wanita 2,4-5,7 mg/dl dan untuk pria lebih tinggi yaitu 3,4-7,0 mg/dL. Gout Artritis (asam urat) sering kali ditandai dengan rasa pegal, nyeri, pegal dan kesemutan pada persendian. Terapi nonfarmakologis atau dengan obat-obatan tradisional yang dapat menurunkan kadar asam urat di tubuh adalah seperti kompres hangat kayu manis tujuannya adalah untuk melancarkan sirkulasi darah juga menghilangkan rasa sakit. Pemberian kompres diberikan pada radang persendian, kayu manis juga terdapat asam sistemanik yang dapat meredakan nyeri yang di timbulkan saat peradangan. Tujuan penelitian ini terlaksananya penerapan terapi kompres hangat kayu manis pada asuhan keperawatan lansia Ny. M.P dengan diagnosa gout artritis di Panti Werdha Damai Ranomuut Hasil penelitian dengan penerapan kompres hangat kayu manis yang di lakukan selama 3 hari, hasil evaluasi yang didapatkn bahwa terapi pemberian kompres hangat kayu manis dalam menurunkan rasa nyeri pada Ny. M.P dari skala nyeri 7 turun menjadi 4-5 (0-10).