cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI : LITERATURE REVIEW Sari, Devi elfita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38849

Abstract

Dismenore dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan menurunkan kinerja,  kondisi nyeri di bagian perut dimulai dari perut bagian bawah yang terkadang sakitnya bisa meluas sampai ke bagian punggung, punggung bawah dan paha. Remaja Putri merasakan dismenore yang  berbeda-beda, ada yang sedikit terganggu namun ada juga yang sangat terganggu  sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan membuatnya harus istirahat sampai terpaksa absen atau tidak masuk dari sekolah/pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan dismenore pada remaja putri. Penelitian literature review dengan pustaka elektronik 4 database (PubMed, Research Gate, Google Scholar, dan Science Direct) sesuai topik yang diterbitkan dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris pada tahun 2020-2025. Strategi pencarian artikel menggunakan PICOT framework dengan keyword yang disesuaikan dengan penulisan. Artikel dipilih berdasarkan topik penelitian dan identifikasi abstrak yang sesuai dengan kriteria inklusi sebelum dilakukan review. Dari semua artikel diketahui bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat dismenore. Teknik ini dapat menstimulasi hipotalamus untuk mengeluarkan enkefalin yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dan menghasilkan perasaan rileks.
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT DAN NILAI LED PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RS PARU RESPIRA YOGYAKARTA Elfany, Vivi; Astuti, Tri Dyah; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38879

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit yang sebagian besar disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dimana penularan dapat melalui udara dan dapat terjadi melalui batuk dan juga bisa berupa bersin yang melepaskan basil tuberkulosis ke udara dalam bentuk aerosol atau butiran kecil. Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksius yang menyerang parankim paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dari leukosit dan nilai dari laju endap darah (LED) pada cakupan berupa penderita tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta. jenis dari penelitian ini adalah berupa deskriptif kuantitatif dengan suatu pendekatan cross-sectional, melibatkan 22 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pada rentang bulan Januari-Desember 2023. Data dianalisis menggunakan uji Spearman menunjukkan hubungan yang bermakna antara jumlah dari leukosit dan juga nilai dari laju endap darah (LED) pada penderita sebelum melaksanakan suatu pengobatan (P=0,016), setelah tahap intensif (P=0,012), dan setelah tahap lanjutan (P=0,004). Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan dalam kadar leukosit dan LED sebelum dan setelah pengobatan (P=0,000). Analisis Post-Hoc dengan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada jumlah leukosit setelah tahap intensif dan lanjutan (P=0,013) serta pada nilai LED sebelum dan setelah tahap intensif (P=0,009) dan antara tahap intensif dan lanjutan (P=0,000), yang menunjukkan pengobatan lanjutan efektif dalam mengurangi inflamasi. Terdapat hubungan bermakna dan perbedaan signifikan antara jumlah dari leukosit dan juga nilai dari laju endap darah (LED) pada penderita tuberkulosis paru pada sebelum dan juga ketika sesudah melakukan suatu pengobatan.
PERBANDINGAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA KUKU PETANI KECAMATAN GODEAN, MOYUDAN DAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN Endrisalma, Lathifa; Putri, Novita Eka; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38915

Abstract

Parasit cacing yang masuk kedalam tubuh manusia yang menyebabkan penyakit kecacingan, yang merupakan kondisi jangka panjang. Telur dan larva dapat ditemkan di tanah. Petani memiliki risiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths karena mereka bekerja di lingkungan terbuka dan berkontak langsung dengan tanah, lebih dari 70% petani yang terinfeksi Soil Transmittes Helminths. Tanah merupakan lapisan paling atas bumi. Suhu lingkungan juga dapat mempengaruhi keberadaan Soil Transmittes Helminths pada tanah. Spesies Soil Transmittes Helminths khususnya pada tanah Grumosol, Regosol dan Mediteran saat ini masih sedikit informasi secara spesifik. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan informasi dasar yang dapat digunakan untuk merancang strategi intervensi kesehatan yang efektif guna megurangi pravalensi Soil Transmittes Helminths (STH) Pada kuku petani. Hasil penelitian Soil Transmittes Helminths (STH) cacing pada karakteristik tanah yang berbeda pada 3 kecamatan tersebut bahwa pada tanah tersebut tidak ditemukan adanya telur atau larva cacing Soil Transmittes Helminths (STH). Hanya terdapat kotoran pada kuku petani dikarenakan masih kurangnya perhatian tentang budaya hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari hari. Kesimpulan penelitian dengan menggunakan jumlah sampel sebanyak 35 sampel kuku petani di 3 kecamatan yang berbeda dan diambil secara acak di Kabupaten Sleman daat disimpulkan bahwa hasil negatif pada pemeriksaan kuku dalam penelitian ini juga dipengaruhi hal yaitu pengaruh PHBS yang baik.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA LEAFLET DAN BOOKLET TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINAMA NENEK KABUPATEN KAMPAR Syukaisih, Syukaisih; Kursani, Elmia; Renaldi, Reno; Rahma, Aditya Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38993

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya tingkat pemberian ASI Eksklusif adalah kurangnya edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pendidikan gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman, karena pendidikan ini bersifat edukatif dan memungkinkan adanya interaksi antara penyuluh dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas promosi kesehatan menggunakan media leaflet dan booklet dalam meningkatkan pengetahuan serta sikap ibu mengenai pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimen yang melibatkan dua kelompok. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sinama Nenek, Kabupaten Kampar, pada bulan Juni hingga Juli 2024, dengan sampel yang terdiri dari 16 orang pada kelompok leaflet dan 16 orang pada kelompok booklet. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer, yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan penyuluhan menggunakan media yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan metode univariat dan bivariat menggunakan uji parametik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik media leaflet maupun booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok yang diberikan leaflet dengan p.value = 0,014 dan kelompok yang diberikan booklet dengan p.value = 0,000. Disarankan bagi Puskesmas Sinama Nenek untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam program ASI Eksklusif, serta memperkuat penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian ASI Eksklusif.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO PERAWAKAN PENDEK PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI PUSKESMAS SUKAJAYA BOGOR BARAT Akhmad, Fariz Azril Khaidar; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39073

Abstract

Masalah gizi kronis seperti perawakan pendek pada anak usia dini memiliki prevalensi yang signifikan, baik secara global maupun di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian perawakan pendek pada anak usia 2–5 tahun di wilayah Puskesmas Sukajaya, Bogor Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 78 balita yang dipilih secara acak sebagai sampel. Hasil menunjukkan prevalensi perawakan pendek sebesar 30,8% dan perawakan sangat pendek sebesar 60,3%. Faktor-faktor risiko yang teridentifikasi meliputi minimnya perhatian ibu terhadap pemberian makanan (92,3%), rendahnya pendapatan keluarga (< Rp 2.500.000), sebesar 89,7%, asupan karbohidrat yang tidak mencukupi (80,8%), asupan protein yang kurang (78,2%) serta sanitasi lingkungan yang buruk (82,1%). Selain itu, infeksi berulang seperti diare (87,2%) dan batuk pilek (84,6%) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kejadian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa determinan utama perawakan pendek pada balita adalah kombinasi faktor gizi, sosial ekonomi, dan lingkungan. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan program intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, edukasi mengenai pola asuh gizi yang baik, serta perbaikan sanitasi lingkungan untuk menekan angka prevalensi perawakan pendek.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KASUS DIARE DI DESA MAELANG KABUPATEN BOLAANGMONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA W.Tanumang, Synthia; Latif, Fachri; E.Parerungan, Natalia; Sirapa, Nofrianus; F. Tamatampol, Reza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39127

Abstract

Diare Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia. Kasus Diare di indonesia masih menjadi masalah utama penyebab 14,5% kematian. Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Utara melaporkan kasus diare sebanyak 2086. Kasus diare terbanyak terdapat di Kabupaten Bolaangmongondow dangan 1795 kasus. Penyebab diare dapat bersifat multifaktor, dari faktor agen, pejamu, lingkungan, dan perilaku. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Diare di Kabupaten Bolaang mongondow. Metode penelitian menggunakan Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam adalah masyarakat usia 17 tahun keatas pernah menderita diare dan masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Maelang Kabupaten Bolaanmongondow dengan perhitungan sampel minimal 80 responden. Penentuan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling analisis data menggunakan program SPSS kemudian dianalisis. Berdasarkan tingkat pengetahuan sebanyak 66.3% responden memiliki pengetahuan cukup mengenai penyakit Diare dan 33.8% Memiliki Pengetahuan Yang Kurang. Untuk Perilaku Cuci Tangan Sebanyak 72.5% Sudah Memiliki Perilaku Cuci Tangan Yang Cukup dan 27.5% Memiliki Perilaku Cuci Tangan Kurang. Terkait Hygiene Dan Sanitasi Makanan/Minuman Sebanyak 63.7% Memiliki Hygiene Dan Sanitasi Makanan/Minuman yang Cukup dan 36.3% Kurang. Semua Responden sudah menggunakan jamban leher angsa dan memiliki septic tank, dan sebnayak 73.8% responden memiliki tempat sampah dalam rumah dan 45% jenis tempat sampah terbuka, Sedangkan yang memiliki tempat sampah diluar rumah sebanyak 31.3%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan, hygiene dan sanitasi makanan/minuman dengan kejadian diare, serta tidak ada hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene, perilaku cuci tangan dengan kejadian diare (p  > 0,05).
IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI DARI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGKUS (SMILAX ROTUNDIFOLIA) irwandi, irwandi; Aisyah, Heti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39215

Abstract

Daun bungkus (S. rotundifolia) merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia terutama di daerah Papua yang tumbuh di daerah pesisir pantai. Tumbuhan daun bungkus (S. rotundifolia) di Indonesia dipercaya masyarakat Papua secara turun-temurun sebagai obat kejantanan. Literatur masih sangat kurang hingga saat ini yang membahas mengenai jenis tanaman daun bungkus (S. rotundifolia), kandungan kimia, dan manfaatnya. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa daun bungkus (S. rotundifolia) berkhasiat untuk memperbesar penis, memperbesar bokong, memperbesar payudara serta dapat mengobati penyakit sifilis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan analisis gugus fungsi ekstrak daun bungkus (S. rotundifolia). Simplisia daun bungkus (S. rotundifolia) diperoleh dari Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol selama 6 hari. Penelitian ini menggunakan uji kualitatif. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat FTIR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun bungkus (S. rotundifolia) mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa ekstrak daun bungkus (S. rotundifolia) mengandung gugus N-H, C-H, C=C, C-NO2, C-O, dan C-O-C.
EFEK MEROKOK TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI : SYSTEMATIC REVIEW Mamile, Rahmawati; Hidayati, Prema Hapsari; Tabri, Nur Ahmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39255

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis, dan seringkali tidak menimbulkan gejala. Hipertensi diakibatkan dari gaya hidup yang tidak sehat salah satunya adalah merokok. Merokok dan hipertensi adalah dua faktor risiko yang terpenting dalam penyakit aterosklerosis, penyakit jantung koroner, infark miokard akut, dan kematian mendadak. Merokok mengakibatkan terjadinya hipertensi akibat dari zat-zat kimia yang terkandung dalam tembakau terutama nikotin yang dapat menimbulkan perasaan tergantung atau disebut nicotine dependence. Selain itu, nikotin dalam rokok merangsang pelepasan ketokolamin, dari peningkatan ketokolamin ini menyebabkan iritabilitas miokardial. Peningkatan denyut jantung dan vasokonstriksi, menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi, sehingga hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, agar mendapatkan terapi yang sesuai. Terapi kombinasi obat dan modifikasi gaya hidup dapat mengontrol tekanan darah, serta mencegah kerusakan organ vital didalam tubuh. Ulasan ini bertujuan untuk merangkum informasi terkini mengenai efek merokok terhadap kejadian hipertensi. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat zat-zat kimia beracun dalam rokok yang mengakibatkan terjadinya hipertensi, salah satunya adalah nikotin yang merangsang pelepasan ketokolamin, dari peningkatan ketokolamin akan mengalami iritabilitas miokardial. Peningkatan denyut jantung dan vasokonstriksi, menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa efek merokok salah satu penyebab mengakibatkan terjadinya hipertensi.
EFEKTIVITAS HAND SANITIZER GEL EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS LINN) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Gufron, Masri F.; Budianto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39415

Abstract

Daun jarak pagar mengandung senyawa yang dapat bekerja sebagai antibakteri karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gel hand sanitizer ekstrak daun jarak pagar dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan memiliki stabilitas yang baik. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn) yang diperoleh di Km 12, Jalan Sorong-Makbon, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn) yang masih muda, berwarna hijau, daunnya lebar dan berbentuk jantung atau bulat telur melebar dengan panjang 5-15 cm dan tidak rusak. Gel hand sanitizer dilakukan uji efektivitas antibakteri dengan metode difusi cakram, penelitian ini menmggunakan 3 konsentrasi gel hand sanitizer ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn) yaitu 15%, 30% dan 60%, kontrol positif menggunakan disk kloramfenikol 30 mcg dan kontrol negatif menggunakan aqua pro injeksi. Hasil yang diperoleh dari pengujian antibakteri menunjukkan bahwa gel hand sanitizer ekstrak daun jarak pagar tidak memiliki efektivitas sebagai antibakteri dapat dilihat bahwa tidak terdapat daerah zona bening disekitar disk cakram. hasil yang diperoleh dari formulasi gel hand sanitizer ekstrak daun jarak pagar dengan konsentrasi 15%, 30% dan 60% tidak terdapat perbedaan signifikan. Uji paired sampel T-test diperoleh tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah cycling test. Berdasarkan penelitian tersebut uji efektivitas antibakteri dan formulasi gel hand sanitizer yang telah dilakukan disimpulkan bahwa ekstrak daun jarak pagar tidak memiliki efektivitas sebagai antibakteri.
EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS MELALUI ARBITRASE NASIONAL SEBAGAI SOLUSI DALAM PERMASALAHAN DI ERA GLOBALISASI Sadroi, Ado; Santosa, Budi; Atmaja, Deni; Anggraeni, Happy Yulia; Rahmawesih, Rahmawesih; Widya, Widya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39461

Abstract

Sengketa bisnis merupakan serbuah permasalahan dalam dunia bisnis yang semakin mengglobal saat ini. Permasalahan ini seringkali timbul dampak negatif seperti renggangnya hubungan antar pihak, terganggunya produktivitas tenaga kerja dan terhambatnya operasional bisnis. Kajian ini membahas mengenai evaluasi apakah mekanisme arbitrase nasional dapat menjadi solusi dan efektif dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas arbitrase nasional dalam menyelesaikan perselisihan bisnis dalam arus globalisasi. Metode dalam kajian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan deskriptif analitis. Data yang diperoleh berasal dari berbagai analisis peraturan arbitrase nasional, literatur ilmiah dan studi kasus. Populasi nya mencakup perkara sengketa bisnis yang telah diselesaikan melalui arbitrase nasional yang diambil sampelnya berdasarkan kriteria tertentu dari putusan arbitrase yang tersedia. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif sehingga memberikan pemahaman mendalam mengenai efektivitas mekanisme ini. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa, di tengah perubahan di era globalisasi, masih terdapat kemungkinan bagi arbitrase nasional untuk memberikan alternatif penyelesaian sengketa yang efektif.  Hal ini dikarenakan arbitrase nasional memiliki keunggulan fleksibilitas dalam hal memilih arbiter yang berpengetahuan luas, penyelesaian sengketa yang cepat, dan kualitas keputusan yang terjamin. Selain itu, hal ini juga mendorong hubungan itikad yang baik di antara para pihak sekaligus menawarkan solusi adaptif terhadap tantangan global. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini adalah arbitrase nasional terbukti efektif dalam menyelesaikan sengketa bisnis dalam konteks globalisasi