cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
GAMBARAN SPINAL CORD INJURY DI RSUP FATMAWATI TAHUN 2020 Asy'ari, Yudha; C. Adisasmita, Asri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39469

Abstract

Spinal Cord Injury (SCI) adalah cedera medula spinalis yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Hingga saat ini studi terkait gambaran Spinal Cord Injury di Indonesia masih sulit ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran pasien Spinal Cord Injury di rawat inap RSUP Fatmawati pada tahun 2020. Studi Cross sectional dilakukan dengan meninjau rekam medis dari pasien yang didiagnosa Spinal Cord Injury yang dirawat inap selama 2020 di RSUP Fatmawati. Total sampling digunakan pada penelitian ini, didapatkan 82 pasien rawat inap yang terdiagnosa SCI. Proporsi perempuan (51.2%) lebih banyak daripada laki-laki (48.8%). Kelompok umur terbanyak adalah kelompok umur 46-60 tahun sebesar 30.5%. 50% pasien memiliki indeks massa tubuh normal. Mayoritas pasien berpendidikan SMA (42.7%), tidak memiliki pekerjaan (41.5%), berstatus menikah (53.7%), dan bertempat tinggal di luar Jakarta (63.4%).  Penyebab paling umum dari SCI adalah Infeksi (Mycobacterium TB) 40.2%, diikuti Neoplastic 14.6%, dan jatuh 14.6%. Klasifikasi SCI terbanyak adalah SCI AIS D (42.7%) dengan Neuro Level Injury (NLI) di segmen Torakal (52.4%). 82.9% pasien mengalami komplikasi SCI. Komplikasi yang paling banyak ditemukan adalah neurogenic bladder (74.4%), neurogenic bowel (61%), dan spastisitas (24.4%). Kejadian Non-Traumatic SCI (NTSCI) hampir empat kali lipat dari Traumatic SCI (TSCI) di RSUP Fatmawati. Kebijakan kesehatan masyarakat harus bertujuan untuk mengurangi penyebab NTSCI khususnya Infeksi (Mycobacterium TB) dimana dapat diobati sebelum menyebar ke medula spinalis. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan untuk jangka panjang manajemen pasien SCI untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RS ASY SYIFA SAMBI BOYOLALI Nur Azizah, Fatmawati; Supratman, Supratman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39486

Abstract

Rumah sakit adalah tempat yang yang sering dipilih oleh masyarakat untuk mendapatkan bantuan atas masalah kesehatan yang mereka hadapi. Dalam memberikan layanan, proses komunikasi dengan pasien harus diperhatikan. Perawat merupakan profesional dalam bidang kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien, sehingga penting bagi mereka untuk mampu membangun hubungan kepercayaan dengan pasien melalui komunikasi yang terapeutik. Saat ini, masih ada perawat yang kurang menerapkan komunikasi terapeutik dengan pasien, mereka terlalu sibuk dengan tugasnya sendiri sehingga menimbulkan perasaan kecewa dan mengurangi rasa puas di dalam diri pasien. Kepuasan pasien menjadi tolak ukur dalam penilaian pelayanan di rumah sakit. Ketika pasien merasa puas, mereka cenderung lebih percaya pada proses pengobatan yang diberikan dan lebih patuh terhadapnya. Hal ini tidak hanya meningkatkan loyalitas pasien, tetapi juga memperbaiki citra rumah sakit secara keseluruhan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di RS Asy Syifa Sambi Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RS Asy Syifa Sambi. Sampel yang digunakan yaitu berjumlah 96 sampel dengan teknik pengambilan  sample adalah random sampling yaitu consecutive. Penentuan besar sampel menggunakan rumus dari Lemeshow. Uji korelasi rank spearman yang telah dilakukan menunjukkan ada hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien dengan nilai p 0,000 <0,005. Terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di RS Asy Syifa Sambi Boyolali.
PROFIL PASIEN MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS TAHUN 2022 – 2023 Putri, Tiara Wiranda; Dewi, Andriana Kumala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39494

Abstract

Mioma uteri atau fibroid uteri merupakan tumor jinak yang berkembang dari sel otot polos pada miometrium, dan diperkirakan dialami oleh sekitar 20%-30% wanita. Hanya sekitar 25% wanita yang menderita mioma uteri menunjukkan gejala, seperti perdarahan menstruasi berlebihan, nyeri perut, serta gangguan saluran kemih dan masalah pencernaan. Penanganan mioma uteri meliputi histerektomi untuk wanita yang tidak ingin mempertahankan kesuburannya, atau miomektomi bagi yang ingin mempertahankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian dan karakteristik pasien dengan mioma uteri yang menjalani operasi di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2022-2023. Penelitian ini adalah studi deskriptif dengan desain potong lintang, dan memakai data rekam medis dari 75 pasien mioma uteri yang menjalani operasi di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat. Pada penelitian ini diperoleh prevalensi pasien yang menjalani operasi mioma uteri adalah 31,6% dari seluruh pasien yang menjalani operasi ginekologi. Mayoritas pasien berusia > 40 tahun (76%), dan usia menarke ?13 tahun (49,3%), paritas multipara (45,3%), obesitas (56%), tidak menggunakan kontrasepsi (53,3%), mengalami anemia (68%), serta memiliki onset penyakit <1 tahun (76%) dan menunjukkan gejala campuran (38,7%). Jenis mioma paling banyak adalah intramural (62,7%) dan ukuran yang sering dijumpai adalah 5-10 cm (50,7%), serta kebanyakan tidak memiliki riwayat operasi (89,3%). Tindakan yang kerap dilakukan yaitu histerektomi (72%). Sebagian besar pasien tidak memerlukan transfusi darah (81,3%), serta hampir tidak ada misdiagnosis (98,7%) dan komplikasi (89,3%).
STUDI KONSTRUKSI SOSIAL : POLA KONSUMSI GIZI PENYEBAB HIPERTENSI MASYARAKAT SUKU OSING, KEMIREN, BANYUWANGI Subekti, Dimas Ahmad Nurullah; Asdam, Wulan Syarani; Putri, Firrial Eksa Maulidania; Lailiyah, Syifa’ul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39788

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang harus segera ditangani karena dapat memicu penyakit kronis lainnya seperti kardiovaskular dan stroke. Pada 2015, WHO melaporkan 1,13 miliar orang menderita hipertensi di dunia, dengan prevalensi di Indonesia sebesar 34,1% pada 2018. Di Jawa Timur, prevalensinya mencapai 36,3%, dengan Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan kasus tertinggi. Faktor risiko hipertensi mencakup jenis kelamin, usia, dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh kebiasaan konsumsi pangan Suku Osing terhadap kesehatan, dengan fokus pada aspek sosial budaya dan konstruksi sosial. Penelitian menggunakan metode campuran kualitatif eksploratif dan kuantitatif deskriptif, melibatkan 25 informan berusia 45 tahun ke atas di Desa Kemiren, Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara sosial dan food recall 24 jam, kemudian dianalisis menggunakan Atlas.ti dan Nutrisurvey. Penelitian menunjukkan paradigma penyakit, adat istiadat, aturan agama, serta makna dan stigma terhadap hipertensi memengaruhi pola konsumsi gizi masyarakat Osing. Informan cenderung memiliki pola makan rendah serat dan tinggi lemak, yang diperburuk oleh status gizi gemuk. Kebiasaan konsumsi ini diwariskan secara turun-temurun dan didukung oleh keyakinan budaya serta agama. Hipertensi pada Suku Osing dipengaruhi oleh pola konsumsi tidak sehat dan konstruksi sosial yang menganggap hipertensi hanya berbahaya jika bergejala. Pendekatan berbasis medis, budaya, dan agama diperlukan untuk edukasi dan restrukturisasi pola makan masyarakat, tanpa mengabaikan tradisi lokal yang sudah mengakar.
ANALISIS PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT DI RUMAH SAKIT SWASTA X DI KOTA MEDAN Desputri, syavira; Tanjung, Sophie Zafira; Laili, Hasanatun; Aulia, Amanda; Ananda, Zahra; Hasibuan, Indah Doanita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.40006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan obat di Rumah Sakit Swasta X di Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan obat dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, menggunakan Formulary Nasional (Fornas) untuk pasien BPJS dan formularium internal (Forkit) untuk kebutuhan medis lainnya. Tim Komite Farmasi dan Terapi (KFT) berperan penting dalam perencanaan kebutuhan obat, dengan mempertimbangkan pola penyakit dan data konsumsi obat sebelumnya. Proses pengadaan obat dilakukan melalui satu pintu dengan sistem pengelolaan anggaran yang fleksibel. Selain itu, penataan obat di gudang farmasi menerapkan sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expiry First Out) untuk memastikan akurasi persediaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan obat di rumah sakit swasta.
PATOFISIOLOGI STUNTING : LITERATURE REVIEW Setiyaningrum, Iva Puspaneli; Alfiani, Titi; Rochana, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.40010

Abstract

Stunting merupakan suatu penyakit atau dapat berupa gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini akibat kekurangan gizi ibu dan anak, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting pada anak merupakan hambatan terbesar bagi pembangunan manusia karena stunting merupakan masalah multidimensi yang mempunyai konsekuensi jangka panjang. Pada tahun 2012, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa secara global 162 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Berdasarkan hasil SSGI, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka stunting membuahkan hasil yang positif. Namun angka tersebut masih jauh dari target negara pada tahun 2024 sebesar 14% (Kementerian Kesehatan, 2023). Tingginya prevalensi stunting dapat menjadi salah satu faktor rendahnya kualitas sumber daya manusia di suatu negara. Stunting dapat menyebabkan rendahnya kemampuan kognitif, rendahnya produktivitas anak, dan dapat meningkatkan risiko penyakit yang mengakibatkan kerugian jangka panjang bagi perekonomian negara. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui penjelasan mulai dari penyebab hingga dampak yang ditimbulkan oleh stunting. Metode tinjauan literatur dari lebih dari 20 jurnal penelitian tentang stunting. Dampaknya terdapat berbagai kondisi yang menyebabkan seorang anak mengalami stunting dan apabila tidak ditangani secara serius akan menimbulkan berbagai kondisi serius yang mengancam kesehatan anak, sehingga diperlukan perhatian dan penatalaksanaan seluruh elemen secara komprehensif.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTOBANGON Makatempuge, Jennifer Filipi; Adam, Hilman; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50513

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI kepada bayi yang dimulai sejak lahir hingga usia 6 bulan tanpa menambahkan makanan atau minuman lain, yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF karena mengandung nutrisi optimal dan antibodi untuk melindungi bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif di Indonesia menunjukkan peningkatan dari 52% pada tahun 2017 menjadi 68% pada tahun 2023, angka di Puskesmas Kotobangon masih rendah, yakni 36,07% pada Juni 2024, belum mencapai target nasional sebesar 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kotobangon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 80 ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan, dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berkaitan dengan karakteristik responden, pengetahuan, serta praktik pemberian ASI eksklusif, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 17–25 tahun sebanyak (50%), berpendidikan SMA (46,3%), dan bekerja sebagai (Ibu Rumah Tangga) IRT (58,8%). Sebanyak 51,2% responden memiliki pengetahuan baik dan 48,8% cukup, tanpa ada yang berpengetahuan kurang. Pemberian ASI eksklusif dilakukan oleh 80% responden, sesuai target nasional. Namun, uji chi-square menghasilkan p-value = 0,314 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu tidak menjadi faktor penentu tunggal dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, melainkan dipengaruhi juga oleh dukungan keluarga, kondisi kesehatan, serta faktor sosial budaya.
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN EDEMA KORNEA PASCA OPERASI FAKOEMULSIFIKASI STUDI OBSERVASIONAL DI SULTAN AGUNG EYE CENTER (SEC) Pritasari, Alteriana Mydriati Sita; Belarinatasari, Nika; Noviasari, Pramesti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50532

Abstract

Edema kornea merupakan peradangan stroma yang disebabkan oleh kehilangan sel endotel dan biasanya merupakan komplikasi pasca operasi katarak. Kondisi ini juga dapat terjadi pada lansia dimana semakin tua seseorang, maka semakin menurun fungsi dari sel endotel kornea yang dapat mempengaruhi terjadinya edema. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian edema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi di Sultan Agung Eye Center (SEC). terdiri dari latar belakang, masalah utama, dan tujuan penelitian. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasein katarak senilis imatur yang menjalani operasi fakoemulsifikasi sedangkan untuk populasi terjangkau adalah pasien laki-laki yang mengalami kondisi sama namun berada di tahun 2022-2023. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Lemeshow sehingga didapatkan sebanyak 37 orang pasien katarak yang menjalani operasi fakoemulsifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas rata-rata usia pasien yang mengalami edema kornea di SEC adalah diatas 60 tahun (58,1%) dan pasien yang mengalami edema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi terdapat 39 (21,98%) dari total jenis kelamin yang mengalami edema kornea. Uji bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kejadian adema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi dengan tingkat signifikansi 0,002 (p < 0,05). Berdasarkan penelitian ini terdapat hubungan usia dengan kejadian edema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi di Sultan Agung Eye Center (SEC) RSI Sultan Agung Semarang.
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT TINDAKAN DEBRIDEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD OTANAHA KOTA GORONTALO Mailakay, Viliyanti; Ahmad, Riska; Katili, Rismunandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50723

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu komponen penting dalam mutu pelayanan rumah sakit, termasuk dokumen informed consent sebagai bukti persetujuan tindakan medis. Namun, di RSUD Otanaha Gorontalo masih ditemukan ketidaklengkapan pengisian, khususnya pada pasien Diabetes Mellitus yang menjalani tindakan debridement. Kondisi ini berisiko menurunkan mutu pelayanan, menimbulkan masalah hukum, serta memengaruhi akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kelengkapan pengisian formulir informed consent tindakan debridement pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Otanaha. Jenis penelitian yaitu mixed method dengan sampel total seluruh formulir informed consent pasien DM debridement pada periode Januari hingga April tahun 2025 sebanyak 71. Data dikumpulkan melalui observasi dokumen menggunakan checklist standar serta wawancara, lalu dianalisis dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen identifikasi memiliki kelengkapan tertinggi pada kolom nama pasien sebesar 81,69%, dan ketidaklengkapan tertinggi pada nomor rekam medis sebesar 23,94%; komponen laporan penting memiliki kelengkapan tertinggi pada kolom tindakan kedokteran sebesar 70,42%, dan ketidaklengkapan tertinggi pada kolom alternatif & risiko sebesar 73,24%; komponen autentikasi menunjukkan kelengkapan tertinggi pada tanda tangan penerima informasi sebesar 100%, dan ketidaklengkapan tertinggi pada kolom nama pemberi informasi/dokter sebesar 84,51%; komponen pencatatan yang baik memiliki kelengkapan tertinggi pada kolom tidak ada coretan/tip-ex sebesar 100%, dan ketidaklengkapan tertinggi pada kolom waktu & tanggal sebesar 23,94%. Kesimpulannya, pengisian informed consent tindakan debridement pasien DM di RSUD Otanaha belum memenuhi standar kelengkapan sehingga perlu pembaruan SOP, pelatihan, dan monitoring rutin.
HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD TANI DAN NELAYAN KABUPATEN BOALEMO mohi, anisrawati; Katili, Rismunandar; Ahmad, Riska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50724

Abstract

Komunikasi efektif menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan rumah sakit, khususnya dalam menunjang kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif perekam medis dan informasi kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang berjumlah 1.600 orang pada bulan Mei 2025, dengan sampel sebanyak 94 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indicator komunikasi efektif berdasarkan prinsip REACH (Respect, Emphaty, Audible, Clarty, dan Humble) memiliki distribusi kepuasan yang tinggi. Sebanyak 62,8% responden menyatakan sangat puas dan 37,2% puas terhadap penerapan masing-masing prinsip tersebut. Tidak terdapat responden yang merasa kurang puas, tidak puas, atau sangat tidak puas. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,977 dan p-value = 0,000 pada seluruh variabel, yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara komunikasi efektif PMIK dan kepuasan pasien rawat jalan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara komunikasi efektif perekam medis dan informasi kesehatan terhadap kepuasan pasien. Diharapkan rumah sakit dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas komunikasi PMIK dengan pasien, terutama melalui penguatan prinsip REACH dalam setiap interaksi pelayanan.