cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
MEDIAL ARCH SUPPORT CUSTOM SEBAGAI KOREKSI BIOMEKANIK PADA ANAK PES PLANNUS Zubaidi, Alfan; Akbar, Muh. Syaiful
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56217

Abstract

Pes plannus merupakan kelainan lengkung medial kaki yang dapat mengganggu fungsi biomekanik dan aktivitas berjalan pada anak usia sekolah. Gangguan ini berpotensi menurunkan stabilitas, efisiensi gerak, dan performa berjalan apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu intervensi konservatif yang digunakan adalah medial arch support. Namun, perbedaan efektivitas antara medial arch support custom dan produk standar masih memerlukan pembuktian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran medial arch support custom dalam koreksi biomekanik pada anak dengan pes plannus. Penelitian ini menggunakan desain Randomized Controlled Trial dengan dua kelompok perlakuan. Populasi adalah anak usia 9-12 tahun dengan pes plannus di Kabupaten Karanganyar. Sampel sebanyak 80 anak dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok medial arch support custom dan kelompok medial arch support standar. Variabel independen adalah jenis medial arch support, sedangkan variabel dependen adalah koreksi biomekanik yang diukur melalui tes sprint 40 meter sebagai indikator aktivitas berjalan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, paired t-test, dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan performa berjalan pada kelompok medial arch support custom dibandingkan kelompok standar (p<0,05). Medial arch support custom lebih efektif dalam mendukung koreksi biomekanik kaki dan meningkatkan aktivitas berjalan pada anak dengan pes plannus.
UJI SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK DAUN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBIDRUS L) PADA BAKTERI STAPHYLOCOCUS AUREUS Aeliza, Istiqoh Jana; Tivani, Inur; Muldiyana, Tya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56265

Abstract

Daun bayam hijau (Amaranthus hybidrus L) berpotensi memiliki antibakteri, salah satunya yaitu bakteri Staphylococus aureus. Untuk memaksimalkan pemanfaatan daun bayam merah sebagai agen antibakteri maka dibuatlah suatu sediaan, salah satunya yaitu sediaan shampo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula sediaan shampo dari ekstrak daun bayam merah yang paling baik sifat fisiknya dan dapat menghambat bakteri staphylococus aureus. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Dengan teknik sampling berupa purposive sampling.  Pengujian zona hambat dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sumuran pada 5 sampel dengan formulasi yang berbeda yaitu formulasi I 5%, formulasi II 10%, formulasi III 15%, kontrol positif yaitu shampo edaran dan kontrol negatif. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa formulasi I lebih baik berdasarkan uji pH, dan uji bobot dibandingkan dengan formulasi II dan formulasi III. Pada uji antibakteri menunjukkan hasil bahwa sediaan shampo ekstrak daun bayam hijau dapat menghambat bakteri staphylococus aureus dalam rentang lemah hingga sedang, dan zona hambat yang paling tinggi yaitu pada formulasi III 5,53 mm.
PERAN TELENURSING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN HOMECARE PADA RUMAH SAKIT Setyawardani, Aureil Natasha Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56282

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong inovasi dalam pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah telenursing, yang merupakan pelayanan kesehatan jarak jauh berbasis teknologi. Penerapan ini menjadi relevan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan homecare pada rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran telenursing dalam meningkatkan kualitas pelayanan homecare pada rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan naratif berbasis donabedian. Telenursing berperan secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan homecare di rumah sakit. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa telenursing mampu meningkatkan kepuasan pasien, efisiensi waktu dan biaya, serta kualitas hidup pasien, khususnya pada kasus penyakit kronis. Penerapannya terbukti efektif dalam menjangkau pasien di wilayah terpencil dan memperkuat hubungan antara perawat dan pasien melalui layanan berbasis teknologi. Telenursing merupakan sistem pelayanan homecare yang dapat mendorong peningkatan mutu layanan keperawatan rumah sakit secara menyeluruh.
PENERAPAN ANKLE PUMP EXCERCISE DENGAN KOMBINASI ST ELEVASI 30˚ UNTUK MENURUNKAN EDEMA PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG ASTER BLUD RSU KOTA BANJAR Zaelani, Faisal Asmi; Sopiah, Dede Ovi; Pebrianti, Maya; Widyadhana, Nasywa Leilani; Awalliyah, Nissa Nur; Syabaniah, Pupung Purnama; Brahmantia, Bayu; Solihatin, Yuyun; Budiawan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56354

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien CKD adalah hipervolemia yang ditandai dengan edema perifer, terutama pada ekstremitas bawah. Penatalaksanaan edema tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan intervensi keperawatan non-farmakologis, salah satunya melalui ankle pump exercise kombinasi elevasi kaki 30°. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan masalah edema melalui intervensi ankle pump exercise kombinasi elevasi kaki 30° di Ruang Aster BLUD RSU Kota Banjar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan penerapan evidence base practice (EBP) yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien CKD yang mengalami edema ekstremitas bawah. Intervensi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° dilakukan secara rutin 3 dalam sehari selama 3 hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan derajat edema ekstremitas bawah, pada pasien 1 dari derajat 3 menjadi derajat 2, dan pasien 2 dari derajat 4 menjadi derajat 3. Kesimpulan dari karya ilmiah ini menunjukkan bahwa penerapan ankle pump exercise kombinasi elevasi kaki 30° efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan edema pada pasien CKD. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan baik di rumah sakit maupun di rumah.
PENDEKATAN DOCKING MOLEKULAR EUGENOL SEBAGAI INHIBITOR SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 DAN ANTIOKSIDAN ROS 1 Junjung Buih, Putri Helena; Suryatinah, Yuniarti; Serawaidi, Nadya Putri Auliya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56373

Abstract

Eugenol atau yang biasa disebut minyak cengkeh merupakan salah satu senyawa aromatik yang terkandung dalam tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum). Efektivitas eugenol sebagai senyawa antioksidan telah ditunjukkan di beberapa studi in vitro. Aktivitas antioksidan sangat berpengaruh terhadap potensinya sebagai antikanker. Tujuan utama docking molekular adalah untuk memperkirakan struktur kompleks antara ligan dan reseptor melalui pendekatan komputasi, guna memperoleh pemahaman mengenai afinitas dan orientasi ikatan yang paling stabil di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eugenol sebagai antioksidan terhadap radikal bebas Reactive Oxygen Species (ROS1) kinase dan mengetahui potensi aktivitas yang dapat ditimbulkan sebagai antikanker dengan mengamati daya hambat terhadap sel kanker payudara Michigan Cancer Foundation (MCF-7) secara in silico dengan metode docking molekular. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan database struktur ligan eugenol dan protein radikal bebas ROS1 kinase dan sel kanker payudara MCF-7 menggunakan aplikasi Biovia Discovery Studio, dilanjutkan dengan docking senyawa eugenol pada protein antioksidan ROS dan sel MCF-7 menggunakan aplikasi Autodock Vina dan visualisasi hasil penambatan ligan-protein dengan menggunakan aplikasi Ligplot+ v2.2. Studi docking molekular ini menunjukkan bahwa senyawa eugenol memiliki afinitas (energy ikatan) dan membentuk ikatan hydrogen dengan radikal bebas ROS1 kinase dan sel MCF-7 masing-masing sebesar -5,7 Kkal/mol dan -6,6 Kkal/mol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa eugenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan berpotensi dalam menghambat sel kanker payudara MCF-7 karena menghasilkan energi ikatan (afinitas) yang baik.
PENGARUH VIDEO EDUKASI APAR TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN KEGAWATDARURATAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNISA YOGYAKARTA Rahmadini, Amanda; Saputri, Niken Anggraini Sri; Azizah, Aisyah Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56376

Abstract

Kesiapsiagaan kegawatdaruratan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki oleh mahasiswa Keperawatan Anestesiologi, khususnya dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran. Namun, banyak mahasiswa yang belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Mengetahui pengaruh video edukasi APAR terhadap pengetahuan kesiapsiagaan kegawatdaruratan pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Unisa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental berbentuk one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2024, dengan sampel sebanyak 74 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan proportionate stratified random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah video edukasi APAR dan variabel terikatnya adalah pengetahuan, yang diukur menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori pengetahuan kurang dan sangat kurang sebelum diberikan intervensi video edukasi APAR. Setelah intervensi, mayoritas mahasiswa berada pada kategori baik dan sangat baik. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh video edukasi APAR terhadap pengetahuan kesiapsiagaan kegawatdaruratan pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Unisa Yogyakarta.
PERSPEKTIF TATALAKSANA HIPERTENSI YANG DIALAMI PASIEN DI AREA AGRIKULTUR KABUPATEN JEMBER Hakiim, Arsyzilma; Sudarmanto, Yohanes; Nurmaida, Eny; Astuti, Ida Srisurani Wiji; Raharjo, Angga Mardro; Aryadina R, Dwita; Marchianti, Ancah Caesarina Novi; Kusuma, Irawan Fajar; Prastyo, Teguh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56378

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara kualitatif pengalaman pasien terkait hipertensi, pengendalian tatalaksana farmakologi dan nonfarmakologi hipertensi serta lifestyle terkait hipertensi. Studi kualitatif ini melibatkan responden usia ≥35 tahun yang aktif menjalankan terapi kronis hipertensi minimal 2 tahun dan aktif kontrol pengobatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama. Penelitian ini melibatkan 6 responden yang didapatkan dengan teknik snowball sampling untuk mengikuti wawancara mendalam secara tatap muka menggunakan pertanyaan semi terstruktur dari panduan wawancara yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan hasil tinjauan pustaka yang diperoleh. Data dianalisis menggunakan analisis isi secara manual, yang meliputi tahapan persiapan data, pengkodean awal, hingga penyajian temuan penelitian. Temuan dalam penelitian ini sebagian besar responden mendefinisikan hipertensi adalah sebuah gejala yang dialami berdasarkan pengalaman responden seperti pusing berputar seperti vertigo, kaku pada leher dan pundak. Responden tidak memiliki pemahaman dengan jelas mengenai batas nilai tekanan darah, mereka rata-rata mengetahui hipertensi secara kebetulan dari edukasi petugas kesehatan. Sebagian besar responden melaporkan bahwa diagnosis hipertensi mereka ditemukan secara tidak sengaja saat akan melakukan skrining ke Faskes/ FKTP. Dalam pengendalian farmakologi hipertensi, responden sebagian besar patuh dan rutin mengkonsumsi obat hingga dapat menyebutkan macam dan waktu mengkonsumsi obat. Selain itu pada intervensi non-farmakologis, sebagian besar responden mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang diolah menjadi jus, sebagai alternatif tambahan dalam mengendalikan hipertensi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS TALISE Nisa, Fahrun; Djuwartini, Djuwartini; Hidayat, Elin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56494

Abstract

Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care (ANC) berperan penting dalam mendeteksi dini komplikasi kehamilan. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan adalah tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Rendahnya pengetahuan dapat menyebabkan keterlambatan kunjungan ANC dan meningkatkan risiko morbiditas ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan ANC. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional dilaksanakan di Puskesmas Talise pada Desember 2025. Populasi berjumlah 2.229 ibu hamil, dengan sampel 90 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta observasi buku KIA untuk menilai kepatuhan ANC. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.  Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (60,0%) dan patuh melakukan ANC (84,4%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan ANC (p = 0,009). Pengetahuan ibu hamil berhubungan signifikan dengan kepatuhan melakukan ANC. Peningkatan edukasi kesehatan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan kunjungan ANC.
STRATEGI MANAJEMEN DOWNTIME REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Pramesthi, Ramadhani Zifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56498

Abstract

Implementasi rekam medis elektronik (RME) telah menjadi elemen penting dalam sistem informasi kesehatan di rumah sakit. Sejalan dengan masifnya digitalisasi, risiko terjadinya downtime merupakan tantangan yang signifikan. Downtime RME, baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan, dapat mengakibatkan gangguan dalam pelayanan, keterlambatan dalam tindakan medis, serta peningkatan risiko terhadap keselamatan pasien. Pendekatan manajemen yang komprehensif dan terencana diperlukan untuk mengantisipasi jika downtime RME terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk secara sistematis menganalisis berbagai strategi manajemen downtime RME yang telah diterapkan di rumah sakit dalam lima tahun terakhir. Literature review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar, serta pemilihan dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan. Delapan artikel yang telah dipilih dianalisis dengan menggunakan kerangka Input–Process–Output (IPO) guna mengidentifikasi berbagai elemen penting dalam kesiapan, pelaksanaan, dan hasil dari strategi downtime. Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang berhasil untuk mengelola downtime RME di rumah sakit mencakup kebijakan darurat yang tertulis, pelatihan dan simulasi untuk karyawan, penyediaan alat dokumentasi atau pencatatan manual, serta sistem komunikasi alternatif yang dapat disesuaikan. Penelitian ini menyatakan bahwa pengelolaan downtime mampu berjalan optimal jika didukung dengan manajemen yang terencana, meliputi kesiapan teknologi, partisipasi sumber daya manusia, dan koordinasi antar unit secara sistematis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan protokol manajemen risiko teknologi informasi di rumah sakit, terutama di negara-negara berkembang.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG X RUMAH SAKIT JIWA X Ferdiansyah, Fauzia Maulana; Edytia, Rhendy; Gumelar, Agum Dwi; Putra, Ananta; Asidiqi, Egi; Mawardi, Wildan; Restiana, Nia; Roswanty, Rosy; Gunawan, Indra; Saryomo, Saryomo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56500

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan sosial, serta meningkatkan risiko terjadinya perilaku maladaptif. Selain terapi farmakologis diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan mudah diterapkan salah satunya terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi musik klasik terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia. Penelitian menggunakan deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada 6 klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Ruang Perkutut Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Terapi musik klasik diberikan selama 15 menit per sesi selama empat hari berturut-turut, disertai penerapan strategi pelaksanaan keperawatan jiwa. Tingkat halusinasi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi, intensitas, serta respons klien terhadap halusinasi pendengaran setelah pemberian terapi musik klasik. Selain itu, klien menunjukkan kondisi yang lebih tenang, mampu mengalihkan perhatian dari stimulus internal, dan memiliki peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi musik klasik efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia, serta bisa digunakan sebagai terapi pendamping dalam asuhan keperawatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan mental.