cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH DENGAN MASALAH ANSIETAS Pebrian, Kaka Azi Fadhilah; Ramdhani, Anggi; Sabrina, Putri Nur; Nurhajijah, Wilfa Silmi; Maulana, Adit Rijki; Sugiartini, Nenti; Handayani, Hani; Setiawan, Asep; Mulyanti, Sri; Kusmana, Tatang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56515

Abstract

Anak merupakan individu yang berada pada tahap tumbuh kembang yang memiliki kebutuhan fisik, psikis, serta sosial yang tidak sama dengan orang dewasa. Anak saat dirawat di rumah sakit (hospitalisasi) mereka sering muncul perasaan takut dan cemas karena berada ditempat yang asing, menghadapi tindakan perawatan, serta perpisahan dengan teman sebaya sehingga memerlukan pendekatan keperawatan yang sesuai. Salah satu intervensi keperawatan non farmakologis yang dapat diberikan dan efektif untuk menurunkan ansietas pada anak adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan yang menyeluruh serta menganalisis pengaruh dan penerapan evidence base practice terapi bermain puzzle terhadap penurunan ansietas pada anak prassekolah akibat hospitalisasi di Ruang Melati BLUD RSU Kota Banjar. penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan penerapan terapi bermain. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien anak usia 4 tahun (An. R dan An. R) dengan diagnosis keperawatan ansietas. Intervensi terapi bermain puzzle diberikan selama 30 menit pada setiap pertemuan, dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Evaluasi menunjukkan adanya respons positif setelah diberikan terapi bermain puzzle. Pada pasien pertama, tingkat ansietas menurun dari skala 4 menjadi skala 2, sedangkan pada pasien kedua tingkat ansietas juga menurun dari skala 4 menjadi skala 2. Selain penurunan tingkat ansietas, anak tampak lebih tenang, nyaman, dan kooperatif selama proses perawatan. Simpulan: dari karya ilmiah ini menunjukkan bahwa terapi bermain puzzle memberikan pengaruh terhadap ansietas pada anak yang menjalani hospitalisasi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri dan diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan keperawatan anak di rumah sakit.
AKTIVITAS SPF LOTION KOMBINASI EKSTRAK RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONI) DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) yunus, sri ulan dari; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56520

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat meneyebabkan kerusakan kulit sehingga diperlukan sediaan tabir surya yang aman dan efektif. Rumput laut (Eucheuma cottoni) dan lidah buaya (Aloe vera) memiliki zat bioaktif alami yang bisa melindungi kulit dari sinar matahari. Penelitian ini membuat lotion tabir surya dari campuran ekstrak etanol 95% rumput laut dan 96% lidah buaya. Tujuannya adalah merancang lotion, memeriksa sifat fisik dan ketahanannya, serta mengukur nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Lotion diformulasikan menjadi tiga formula dengan kadar ekstrak berbeda. Pemeriksaan fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas sebelum serta sesudah uji stabilitas dengan metode cycling test. Analisis statistikmenggunakan uji paired t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) pada seluruh parameter fisik, sehingga sediaan dinyatakn stabil. Penentuan nilai SPF dilakukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dan dianalisis secara deskriptif. Nilai SPF pada formula I 3,1 formula II 4,5 dan formula III 6,21. Hasil menunjukkan Formula III memiliki nilai SPF tertinggi.
EDUKASI MANAJEMEN LAKTASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL : CASE STUDY Suryanti, Anik; Sarwinanti, Sarwinanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56542

Abstract

Edukasi manajemen laktasi merupakan intervensi keperawatan penting dalam mendukung keberhasilan menyusui, khususnya pada ibu post sectio caesarea yang sering mengalami hambatan fisik dan kurangnya pengetahuan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan maternitas melalui pemberian edukasi manajemen laktasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien post sectio caesarea di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.  Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang pasien nifas hari pertama post sectio caesarea dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan disusun berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dengan fokus pada edukasi manajemen laktasi.  Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi manajemen laktasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan kesiapan pasien dalam menyusui, ditandai dengan kemampuan pasien menjelaskan kembali materi edukasi dan sikap positif terhadap pemberian ASI. Studi ini menyimpulkan bahwa edukasi manajemen laktasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu post sectio caesarea dan dapat dijadikan intervensi keperawatan yang aplikatif dalam praktik keperawatan maternitas.
PENERAPAN EDUKASI DIET DASH MELALUI WHATSAPP MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENGENDALIKAN HIPERTENSI Abdillah, Rifan Ardiansah; Yanuar, Faizal; Rahman, Aulia; Apriani, Ai Yuni; Arifah, Iip; Nisa, Jahrotun; Lismayanti, Lilis; Falah, Miftahul; Sari, Nina Pamela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56591

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang prevalensinya meningkat dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi sering disebut silent killer karena bisa terjadi tanpa gejala. Pola makan merupakan faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dianjurkan sebagai terapi nonfarmakologis karena dapat menurunkan tekanan darah dengan menjaga pola makan sehat. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menerapkan asuhan keperawatan keluarga pada Ny. A dengan hipertensi melalui edukasi diet DASH menggunakan video animasi yang disampaikan via WhatsApp. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan keluarga, perubahan pola makan, dan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien hipertensi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dan diet DASH, kepatuhan terhadap pola makan sehat, serta perbaikan tekanan darah Ny. A. Keluarga juga lebih mampu mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, dan merawat anggota keluarga secara mandiri. Kesimpulannya, edukasi diet DASH melalui video animasi via WhatsApp efektif untuk membantu keluarga mengendalikan hipertensi dan mencegah komplikasi. Disarankan penelitian lanjutan dengan lebih banyak responden dan waktu intervensi lebih lama untuk mengukur efektivitas secara lebih objektif.
PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN RESPIRASI RATE PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD BLUD RSU KOTA BANJAR Agusti Alasypari, Agni; Lestari, Elsa; Elyana, Nabila Aulia Salsabila; Septiani, Rika; Oktaviani, Tiara; Mardiana, Vina; Rosidawati, Ida; Aryani, Hana; Nuraeni, Neni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56592

Abstract

Tujuan karya tulis ini melaksanakan asuhan keperawatan serta menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di IGD BLUD RSU Kota Banjar. Metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah dua pasien dewasa, Ny. M dan Ny. S, yang datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian terdapat batuk berdahak, suara napas tambahan ( wheezing), dispnea, takipnea, retraksi dinding dada, penggunaan otot bantu napas, serta penurunan saturasi oksigen. Frekuensi napas Ny. M 30 x/menit saturasi oksigen 93%  dan Ny. S 28 x/menit saturasi oksigen 94% sebelum intervensi. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil bersihan jalan napas meningkat diberikan intervensi manajemen jalan napas, dan pola napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil pola napas membaik diberikan intervensi pemantauan respirasi, serta teknik pernapasan Buteyko selama 15 menit. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi napas menjadi 22 x/menit saturasi oksigen 97 % pada Ny. M dan 21 x/menit saturaasi oksigen 97 % pada Ny. S, disertai berkurangnya retraksi dinding dada dan keluhan sesak. Kesimpulan bahwa penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien gawat darurat mampu membantu memperbaiki pola napas secara efektif meskipun dilakukan dalam waktu singkat di Instalasi Gawat Darurat. Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari asuhan keperawatan mandiri dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan di IGD. Saran terapi Buteyko bisa menjadi salah satu terapi non farmakologi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMAN MODEL TERPADU MADANI PALU ramadhani, chaerunisac; Yartin, Siti; Ahmil, Ahmil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56597

Abstract

HIV/AIDS tantangan kesehatan global signifikan, termasuk di Indonesia, dengan lebih dari 4.000 kasus di Sulawesi Tengah. Pengetahuan rendah dan perilaku berisiko di kalangan remaja berkontribusi pada infeksi, sehingga pendidikan kesehatan remaja perlu ditingkatkan untuk mencegah penularan. Penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada reamaja. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional bersifat cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 responden dengan teknik pengambilan sampel melalui Proportional Stratified Random Sampling. Berdasarkan uji statistik dilakukan uji Fisher’s, didapatkan 64 responden dengan pengetahuan tinggi memiliki pencegahan baik (65,9%) dan 8 responden (9,4%) pencegahan kurang, dengan p-value 0,001 (p<0,005), menandakan hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. 66 memiliki sikap positif; 61 responden (71,8%) menunjukkan pencegahan baik. Uji Fisher,s, menunjukkan p-value 0,000 (p<0,005), menegaskan hubungan signifikan antara sikap dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja
ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) Hidayah, Nurul; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56598

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan komponen yang penting dalam pengelolaan data dan informasi di rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Dengan meningkatnya jumlah data dan kompleksitas layanan kesehatan, penerapan SIMRS menjadi semakin krusial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi RS dalam implementasi SIMRS di rumah sakit, serta memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana rumah sakit dapat memanfaatkan sistem ini untuk meningkatkan kinerja dan mutu layanan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan yang sistematis. Pencarian jurnal dilakukan melalui dua database utama, yaitu Google Scholar dan Portal Garuda, dengan menggunakan kata kunci yang sesuai dengan topik. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Dari analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa SIMRS dapat meningkatkan kualitas layanan, mempercepat pengolahan data, dan mendukung pengambilan keputusan. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya pelatihan, infrastruktur yang tidak memadai, dan resistensi terhadap perubahan dari staf. SIMRS memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan rumah sakit. Untuk memanfaatkan potensi ini secara optimal, tantangan yang ada perlu diatasi melalui pelatihan, peningkatan infrastruktur, dan dukungan manajerial yang lebih baik. Keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada aspek sumber daya manusia dan organisasi.
HUBUNGAN POLUSI UDARA AMBIEN PM2.5 DENGAN PENINGKATAN KASUS INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) : SCOPING REVIEW Putri Ramadhani, Dwi Ranti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56741

Abstract

Polusi udara ambien merupakan salah satu determinan lingkungan utama yang mempengaruhi kesehatan respiratori secara global. Particulate matter berukuran ≤2,5 µm (PM2.5) memiliki kemampuan menembus hingga alveoli dan memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan antara paparan PM2.5 dan kejadian ISPA secara global. Penelitian menggunakan pendekatan scoping review yang mengikuti kerangka Arksey dan O’Malley serta pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan WHO Library untuk periode 2015–2025 menggunakan kombinasi kata kunci terkait PM2.5, polusi udara ambien, dan infeksi respiratori. Proses seleksi literatur meliputi tahap identifikasi, penyaringan judul dan abstrak, evaluasi teks lengkap, serta penentuan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 160 artikel teridentifikasi pada tahap awal pencarian dan setelah proses penyaringan diperoleh 20 studi yang memenuhi kriteria analisis. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan positif antara peningkatan konsentrasi PM2.5 dan peningkatan kejadian ISPA di berbagai wilayah dunia. Risiko relatif dilaporkan meningkat sekitar 2–8% untuk setiap kenaikan 10 µg/m³ konsentrasi PM2.5. Paparan PM2.5 juga berkaitan dengan peningkatan inflamasi paru, stres oksidatif, serta penurunan fungsi imun saluran pernapasan. Dapat disimpulkan bahwa paparan PM2.5 merupakan faktor risiko penting terhadap peningkatan kejadian ISPA secara global sehingga pengendalian emisi polusi udara dan penguatan sistem pemantauan kualitas udara menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit respiratori.
PENGARUH ROKOK ELEKTRIK TERHADAP GANGGUAN PARU PADA REMAJA DI PERKOTAAN DI INDONESIA : STUDI LITERATUR Azyan, Muhammad Azri; Syahrul, Fariani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56763

Abstract

Penggunaan rokok elektrik atau vape menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada kalangan remaja di wilayah perkotaan. Produk ini sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional, sehingga menarik minat remaja untuk menggunakannya. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa aerosol yang dihasilkan rokok elektrik mengandung sejumlah zat kimia yang berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan rokok elektrik terhadap gangguan paru pada remaja di wilayah perkotaan melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif sistematis. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dan Garuda dengan rentang tahun publikasi 2021–2026 menggunakan kombinasi kata kunci terkait rokok elektrik, remaja, dan gangguan paru. Berdasarkan proses seleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh enam artikel penelitian yang dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik pada remaja berkaitan dengan berbagai keluhan gangguan pernapasan, seperti batuk kering, sesak napas, napas pendek, wheezing, nyeri dada, dan mudah lelah. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian remaja mulai menggunakan rokok elektrik sejak usia dini dengan durasi penggunaan yang relatif lama sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan fungsi paru. Faktor seperti rendahnya persepsi risiko kesehatan serta pengaruh lingkungan sosial turut memengaruhi perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran remaja terhadap dampak penggunaan rokok elektrik terhadap kesehatan paru.
GAMBARAN UMUM KUALITAS UDARA BERDASARKAN INDEKS STANDAR PEMANTAUAN UDARA DI KABUPATEN SIDOARJO Jilan Azizah, Zarifah; Lestari, Kusuma Scorpia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56764

Abstract

Polusi udara merupakan masalah lingkungan yang memengaruhi kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, pemantauan kualitas udara ambien sangat penting untuk menentukan tingkat polusi udara di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum profil kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo pada bulan September 2025, berdasarkan Indeks Standar Pemantauan Udara (ISPU). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Parameter polusi udara dalam data yang dianalisis adalah: PM10, PM2.5, sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), dan nitrogen dioksida (NO₂), yang dikumpulkan dari stasiun pemantauan kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dengan mempertimbangkan nilai minimum, maksimum, dan rata-rata, dan disajikan dalam bentuk grafik dan deskripsi naratif. Hasil survei menunjukkan bahwa kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo pada bulan September 2025 secara umum berada dalam kategori baik hingga rata-rata. Indeks PM10 berada dalam kisaran baik, dan nilai PM2.5 berkisar antara 34 hingga 79. Indikator polutan seperti sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), dan nitrogen dioksida (NO₂) menunjukkan nilai rendah dan stabil, masih dalam kisaran baik. Secara keseluruhan, kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo masih aman. Namun, konsentrasi PM2.5 yang tinggi perlu mendapat perhatian karena potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.