cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
EFEKTIVITAS KONSUMSI PERMEN ASAM JAWA DALAM MENURUNKAN RASA AMIS SETELAH KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI DESA ARJASA Eva Maharani; I Gusti Ayu Karnasih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57688

Abstract

Terdapat ibu hamil anemia di Desa Arjasa sebanyak 19%, menurut studi pendahuluan terdapat 60% ibu hamil yang merasakan amis. Rasa amis salah satu rasa yang tidak menyenangkan dan mempengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Rasa amis merupakan efek samping dari konsumsi tablet Fe dengan jenis FeSO4 (Ferrous Sulfate). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas konsumsi permen asam jawa dalam menurukan rasa amis setelah konsumsi tablet Fe di Desa Arjasa, Kabupaten Jember. Jenis penelitian pre-experiment dengan desain Pretest – Postest Group. Populasi ibu hamil sebanyak 71 orang, dengan sampel 60 orang, dipilih dengan Teknik simple random sampling, durasi penelitian 3 hari, instrument yang digunakan kuisoner dan menggunakan uji wilcoxon. Rasa amis sebelum mengonsumsi tablet Fe dan permen asam jawa hampir setengahnya merasakan rasa amis ringan sebanyak 43,3%, sedangkan rasa amis sesudah mengonsumsi tablet Fe dan permen asam jawa hampir setengahnya merasakan rasa amis ringan sebanyak 45%. Didapatkan hasil ada perubahan antara sebelum dan sesudah diberikan permen asam jawa dengan nilai p-value 0.000 < α (0,05) konsumsi permen asam jawa efektif dalam mengurasi rasa amis setelah konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Konsumsi tablet Fe dengan permen asam jawa yang memiliki kandungan sukrosa, asam sitrat, dan vitamin C bisa menurunkan rasa amis. Permen asam jawa efektif dalam menurunkan rasa amis setelah konsumsi tablet Fe.
ANALISIS SPASIAL KASUS DAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BABAKAN KABUPATEN CIREBON TAHUN 2024 kharisma Puji Hastuti; Totok Subianto; Elfi Elfi; Fitria Dewi Rahmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57689

Abstract

, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, hingga amputasi ekstremitas bawah. Kasus Diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Babakan mengalami kenaikan. Di mana pada tahun 2023 tercatat ada sebanyak 333 kasus, dan di tahun 2024 kasus Diabetes melitus tipe 2 mencapai angka 594 kasus. Ada kenaikan 261 kasus dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan kasus tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti usia, jenis kelamin, obesitas, hipertensi, aktivitas fisik rendah, dan kebiasaan merokok. Meski sudah banyak studi yang membahas faktor risikonya, tapi pendekatan spasial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi kasus dan faktor risiko Diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Babakan tahun 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data kasus Diabetes melitus tipe 2 diperoleh dari laporan Penyakit Tidak Menular, dan data faktor risiko diperolah dari hasil skrining. Hasil penelitian menunjukan bahwa distirbusi kasus Diabetes melitus tipe 2 bervariasi antar desa. Di mana kasus tertinggi berada pada Desa Bojonggebang dengan klasifikasi sangat tinggi, dan kasus terendah berada di Desa Karangwangun dengan klasifikasi sangat rendah. Selain itu, distribusi faktor risiko juga menunjukkan variasi yang berbeda antar desa.    
PERUBAHAN SIKAP TENTANG PERNIKAHAN DINI MELALUI EDUKASI DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA REMAJA DI SMA SULTAN AGUNG PUGER Ditania Maulidina; Syaiful Bachri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57694

Abstract

Pernikahan dini, yaitu pernikahan yang dilakukan oleh individu di bawah usia 18 tahun, masih menjadi masalah sosial di berbagai daerah, terutama pedesaan. Berdasarkan data Kantor Kecamatan Puger tahun 2024, wilayah ini menempati peringkat pertama pernikahan anak terbanyak dengan 278 pasangan pada 2022–2023. Di antaranya, Desa Kasiyan Timur mencatat 87 pasangan dan berada di peringkat ke dua dari 12 desa. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengubah sikap remaja tentang pernikahan dini yaitu edukasi dengan metode Discovery Learning. Discovery Learning merupakan seluruh rangkaian dari kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal dari seluruh kemampuan peserta didik. Tujuan penelitian menganalisis perubahan sikap tentang pernikahan dini melalui edukasi dengan metode Discovery Learning pada remaja di SMA Sultan Agung Puger. Desain penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan jenis without control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jumlah 67 responden. Instrumen penelitian menggunakan Rating Scale. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value 0.000 < α 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam sikap remaja terhadap pernikahan dini sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan metode Discovery Learning di SMA Sultan Agung Puger. Edukasi dengan metode Discovery Learning dapat menghasilkan perbedaan sikap terhadap pernikahan dini pada remaja di SMA Sultan Agung Puger. Intervensi Discovery Learning dapat menjadi strategi yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah sikap tentang pernikahan dini pada remaja di SMA Sultan Agung Puger.
PERBANDINGAN DAMPAK PREDIABETES DAN DIABETES GESTASIONAL TERHADAP RESIKO PREEKLAMSI Nurlaela Tulhasanah; Yusri Dwi Lestari; Harwin Holilah Desyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57695

Abstract

Gangguan glukosa dalam kehamilan merupakan spektrum disfungsi metabolik–vaskular yang berkontribusi terhadap patogenesis preeklamsi, namun perbedaan kekuatan risiko antara prediabetes dan diabetes gestasional belum dijelaskan secara komparatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan dampak prediabetes dan diabetes gestasional terhadap risiko preeklamsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain systematic literature review terhadap lima belas studi observasional dan meta-analisis yang diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, dan Google Scholar pada rentang tahun 2021–2026. Analisis difokuskan pada ukuran efek berupa odds ratio dan relative risk yang telah disesuaikan terhadap faktor perancu utama. Hasil menunjukkan adanya pola gradien risiko yang konsisten, di mana prediabetes meningkatkan risiko preeklamsi sebesar 1,4–1,8 kali, sedangkan diabetes gestasional meningkatkan risiko sebesar 2–3 kali lipat, termasuk pada kasus berat dan onset dini. Asosiasi tetap signifikan setelah penyesuaian indeks massa tubuh, usia maternal, dan hipertensi kronis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diabetes gestasional memiliki dampak risiko yang lebih kuat dibandingkan prediabetes, namun keduanya berkontribusi secara independen terhadap peningkatan risiko preeklamsi serta pentingnya deteksi hiperglikemia sejak trimester pertama dalam stratifikasi risiko maternal.
TEKNOLOGI CRISPR-CAS9 MENARGETKAN ALFA-SINUKLEIN SEBAGAI TEKNOLOGI TERKINI UNTUK MENGEMBANGKAN TERAPI PENYAKIT PARKINSON Putri Fortuna Sari; Shahifa Audy Rahima; Avie Baldana Bi’izzyk; Mauliya Sri Sukmawati Wahyudi; Dita Rahmania
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57701

Abstract

Penyakit Parkinson (PD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan hilangnya neuron dopaminergik di substantia nigra serta akumulasi patologis alpha-synuclein di dalam badan lewy. Jumlah agregasi alfa-sinuklein berkorelasi dengan keparahan klinis, gejala non-motor prodromal hingga disabilitas motorik lanjutan, kegagalan autonom, dan penurunan kognitif progresif. Kondisi ini menegaskan urgensi akan strategi inovatif seperti teknologi CRISPR-Cas9. Studi-studi terbaru menunjukkan potensi terapeutik penyuntingan gen berbasis CRISPR-Cas9 pada PD, yang memungkinkan knockout gen secara presisi, koreksi gen, serta regulasi transkripsi yang menargetkan agregasi α-synuclein. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penyuntingan gen berbasis CRISPR-Cas9 yang menargetkan agregasi α-synuclein sebagai strategi terapi inovatif pada PD. Pencarian komprehensif dilakukan pada basis data utama yaitu Cochrane, Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Pencarian menggunakan kriteria PICOS dan MeSH relevan untuk mengidentifikasi studi yang meneliti potensi penyuntingan gen berbasis CRISPR-Cas9 yang menargetkan agregasi α-synuclein sebagai strategi terapi baru pada PD. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, studi yang terpilih diekstraksi dan dinilai secara kritis menggunakan kriteria JBI. Data disintesis berdasarkan PRISMA 2020 dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan review manager untuk menghasilkan kesimpulan berbasis bukti. Tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa penargetan gen SNCA yang dimediasi CRISPR-Cas9 dengan nilai p<0.005-0,0001 secara konsisten berhubungan dengan penurunan signifikan agregasi α-synuclein pada model PD in vitro dan in vivo. Penargetan α-synuclein menggunakan CRISPR-Cas9 merupakan modifikasi penyakit yang menjanjikan untuk PD dengan bukti praklinis yang menunjukkan penurunan agregasi protein secara bermakna.
PEMETAAN KASUS DAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PUSKESMAS WATUBELAH KABUPATEN CIREBON TAHUN 2025 Stefannie Clarissa; Elfi Elfi; Totok Subianto; Bhakti Aryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57710

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 30,8% (2023), dengan Jawa Barat sebanyak 34,4%. Hipertensi menjadi PTM terbanyak di Kabupaten Cirebon terutama di Puskesmas Watubelah mencapai 3.900 kasus (2025) yang disebabkan oleh faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder. Analisis pemetaan spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil pemetaan menunjukkan total 1.495 kasus hipertensi, dengan kasus tertinggi di Kelurahan Watubelah sebanyak 367 kasus (7,4%) dan terendah di Kelurahan Kenanga sebanyak 176 kasus (4,5%). Faktor risiko tidak dapat dimodifikasi paling banyak ditemukan di Kelurahan Watubelah, meliputi usia dewasa awal 23 orang, dewasa akhir 219 orang, lansia 125 orang, serta jenis kelamin perempuan 279 orang. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi juga didominasi di Kelurahan Watubelah, yaitu IMT normal sebanyak 95 orang, overweight 74 orang, obesitas 198 orang, merokok 13 orang, kurang aktivitas fisik 9 orang, konsumsi garam berlebih 280 orang, dan kurang konsumsi buah dan sayur 302 orang. Pemetaan kasus dan faktor risiko yang dapat maupun tidak dapat dimodifikasi menunjukkan Kelurahan Watubelah termasuk klasifikasi sangat tinggi. Sedangkan klasifikasi kasus dan faktor risiko yang dapat maupun tidak dapat dimodifikasi terendah terdapat di Kelurahan Pasalakan. Berdasarkan pemetaan kasus dan faktor risiko hipertensi mengindikasikan faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi saling berkontribusi terhadap kejadian hipertensi.
INTERVENSI HAND MASSAGE DENGAN AROMATERAPI PEPPERMINT DALAM MENURUNKAN NAUSEA PADA PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMI DI RUANG DAHLIA RSUD dr. T.C. HILLERS MAUMERE Bernadetha Aprili Ilse Bura; Maria Fransiska Ronalia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57716

Abstract

Operasi merupakan tindakan medis invasif yang dilakukan untuk tujuan diagnostik maupun terapeutik melalui prosedur pembedahan. Salah satu komplikasi yang sering muncul setelah tindakan operasi adalah post operative nausea and vomiting (PONV), terutama pada pasien pasca appendiktomi. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, menghambat mobilisasi dini, memperpanjang masa rawat, serta meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Pendekatan nonfarmakologis seperti hand massage dan aromaterapi peppermint menjadi alternatif intervensi keperawatan yang dinilai aman, murah, dan minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan asuhan keperawatan melalui intervensi hand massage dengan aromaterapi peppermint dalam menurunkan nausea pada pasien post operasi appendiktomi di Ruang Dahlia RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien post operasi appendiktomi yang mengalami nausea. Intervensi diberikan selama tiga hari dengan durasi 5–10 menit setiap tindakan menggunakan teknik pijat tangan dan inhalasi aromaterapi peppermint. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nausea pada kedua pasien setelah dilakukan intervensi selama tiga hari. Pasien menyatakan rasa mual berkurang, tubuh lebih rileks, dan nafsu makan mulai meningkat. Intervensi hand massage dengan aromaterapi peppermint dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan pasien post operasi appendiktomi.
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PEMBERIAN INTERVENSI TERAPI REFLEKSI PIJAT KAKI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN NYAMAN DI RUANG MAWAR RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Maria Elfiana Nona hape; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57728

Abstract

Diabetes merupakan suatu penyakit metabolik yang kegagalan sistem untuk mempertahankan homeostasis glikosa. Penyakit ini berdampak negatif pada kualitas hidup dan menimbulkan masalah kesehatan bagi seseorang. Selain itu, terapi nonfarmakologi seperti terapi pijat refleksi kaki efektif membantu meningkatkan status kenyamanan melalui mekanisme stimulasi sistem saraf, pelepasan endofrin, dan peningkatan sirkulasi darah serta penurunan aktivitas saraf simpatis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu surevy deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian adalah Pasien dengan diagnosa medis DM Tipe 2. Teknik pengambilan partisipan dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi menggunakan format pengkajian Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Sampel yang digunakan 2 pasien. Penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan terapi refleksi pijat kaki selama 3 kali dalam 3 hari dapat meningkatkan status kenyamanan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 3. Dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan tindakan keperawatan terapi pijat refleksi kaki dapat meningkatkan status kenyamanan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2
STUDI ETNOMEDISIN PENGOBATAN PENYAKIT PENCERNAAN DI DESA KOTARAJA NUSA TENGGARA BARAT Baiq Aulia Ali; Nadia Magfira Nurmalasanti; A’yuni Guban Juniarza; Afifah Tasya Kamila; Bintang Lestari; Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57742

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional merupakan bagian dari pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan ini berpotensi mengalami penurunan  akibat perubahan pola hidup masyarakat serta belum terdokumentasi secara sistematis. Oleh karena itu, kajian etnomedisin diperlukan untuk menginventarisasi dan mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan obat yang masih digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ramuan, sumber bahan, cara pengolahan dan penggunaan, serta tingkat kepentingan tumbuhan obat dalam pengobatan penyakit pencernaan di Desa Kotaraja, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap lima orang informan (belian) yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan metode Index of Cultural Significance (ICS). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 jenis ramuan yang digunakan untuk mengobati penyakit pencernaan, meliputi diare, konstipasi, maag, dan perut kembung. Ramuan tersebut terdiri atas 27 bahan tumbuhan dan 3 bahan non-tumbuhan. Cara pengolahan yang paling umum adalah diparut, sedangkan cara penggunaan yang paling banyak dilakukan adalah diminum. Sumber bahan sebagian besar diperoleh dengan cara membeli. Nilai ICS tertinggi diperoleh jeruk nipis, kunyit, dan bunga pukul empat yang menunjukkan tingkat kepentingan tinggi dalam pengobatan tradisional masyarakat. Disimpulkan bahwa praktik etnomedisin dalam pengobatan penyakit pencernaan di Desa Kotaraja masih digunakan secara luas dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengobatan berbasis bahan alam serta sebagai upaya pelestarian pengetahuan lokal masyarakat.
HUBUNGAN KOMPETENSI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KESELAMATAN PASIEN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI SEBELUM PRAKTIK KLINIK DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) Vina Nur Sugiartini; Astika Nur Rohmah; Cahaya Nugraheni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57745

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan, terutama pada tindakan anestesi yang berisiko tinggi. Mahasiswa keperawatan anestesiologi perlu memiliki kompetensi dan efikasi diri yang baik sebelum praktik klinik di Instalasi Bedah Sentral (IBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi dan efikasi diri terhadap keselamatan pasien pada mahasiswa keperawatan anestesiologi sebelum praktik klinik di Instalasi Bedah Sentral (IBS). Metode Penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional dengan uji spearman rank. Sampel penelitian berjumlah 61 mahasiswa keperawatan anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner Health Professional Education in Patient Safety Survey (H-PEPSS) untuk mengukur kompetensi diri dan General Self-Efficacy Scale (GSES-12) untuk mengukur efikasi diri. Didapatkan hasil yaitu sebagian besar responden memiliki kompetensi diri dalam kategori tinggi 95,1% (58 orang) dan efikasi diri dalam kategori tinggi 67,2% (41 orang). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p-value 0,029 (p<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi dan efikasi diri terhadap keselamatan pasien pada mahasiswa keperawatan anestesiologi sebelum praktik klinik di Instalasi Bedah Sentral (IBS).