cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS DAN ATC/DDD PADA PASIEN PEDIATRI PNEUMONIA DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON SEMARANG TAHUN 2025 Adzkia Fitri; Hasriyani Hasriyani; Intan Adevia Rosnarita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57749

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita dengan indikasi batuk dan pilek yang disertai napas cepat, namun penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa dan lansia. Berdasarkan profil kesehatan Semarang, pada tahun 2024 terdapat 1.542 pasien pneumonia pada balita. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yaitu sebanyak 2.715 kasus dan tahun 2022 sebanyak 4.203 kasus. Kasus pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2024 terdiri dari 42% perempuan dan 58% laki-laki. Terapi yang paling sering diberikan adalah antibiotik. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sekitar 40% hingga 62% penggunaan antibiotik tidak tepat, misalnya pemberian antibiotik pada penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan terapi antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens dan ATC/DDD pada pasien pneumonia anak di Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang tahun 2025 dilakukan terhadap 92 pasien. Gambaran karakteristik pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki dengan persentase 51,09%, dan kelompok usia terbanyak adalah balita usia 12–59 bulan dengan persentase 81,52%. Profil penggunaan antibiotik terbanyak adalah Amoksisilin dengan persentase 100%. Hasil evaluasi dengan metode Gyssens menunjukkan dari 92 responden tersebut semua data tidak lengkap sehingga masuk dalam kategori VI (100%). Hasil evaluasi dengan metode ATC/DDD menunjukkan nilai DDD sebesar 108,67. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,216, di mana nilai p > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil evaluasi metode Gyssens dan metode ATC/DDD.
HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS BLEGA Sabita Tajmaram Alwana Zein; Muhammad Anas; Muhammad Perdana Airlangga; Uning Marlina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57759

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berperan terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu, khususnya di negara berkembang. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah peningkatan berat badan selama kehamilan yang tidak sesuai dengan rekomendasi. Kenaikan berat badan yang berlebihan dapat memicu gangguan disfungsi endotel melalui mekanisme proses inflamasi dan stress oksidatif yang berperan terhadap terjadinya preeklampsia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di Puskesmas Blega. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 133 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan normal yaitu sebanyak 92 orang (69,2%), sedangkan 41 orang (30,8%) mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Kejadian preeklampsia ditemukan pada 46 responden (34,6%). Seluruh responden dengan kenaikan berat badan tidak normal mengalami preeklampsia (100%), sedangkan pada kelompok dengan kenaikan berat badan normal hanya 5 responden (5,4%) yang mengalami preeklampsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin.
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI KOTA BEKASI TAHUN 2025 Puji Astuti; Atik Kridawati; Susiana Nugraha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57767

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Faktor sosiodemografi dan aktivitas fisik diketahui berperan dalam menjaga fungsi kognitif. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan tersebut masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di sekolah lansia Jatisampurna dan Jatiasih, Bekasi. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 251 lansia yang terdaftar di dua sekolah lansia. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner sosiodemografi, Rapid Assessment of Physical Activity (RAPA) untuk aktivitas fisik, dan Mini-Cog untuk fungsi kognitif. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan  regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sosiodemografi dengan fungsi kognitif (p>0,05). Selain itu juga, tidak ditemukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p>0,05). Faktor sosiodemografi dan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan fungsi kognitif pada lansia di dua sekolah lansia Kota Bekasi. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel lebih besar, dan variabel tambahan, untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN LEVEL FATIGUE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS BHAYANGKARA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Dela Rizki Ariska; Novika Andora; Tubagus Erwin N
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57769

Abstract

Fatigue merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, keterbatasan aktivitas, serta gangguan psikologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi fatigue adalah aromaterapi lavender karena memiliki efek relaksasi yang dapat memberikan rasa nyaman dan menurunkan ketegangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat fatigue. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat fatigue pada kelompok intervensi sebelum pemberian aromaterapi lavender sebesar 49,67±7,807 dan setelah intervensi menurun menjadi 34,13±6,490. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,958; p = 0,003). Pada kelompok kontrol juga terjadi penurunan dari 50,68±2,875 menjadi 47,87±3,091 (p < 0,001), namun penurunannya lebih kecil. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (Z = -2,770; p = 0,006). Disimpulkan bahwa aromaterapi lavender berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan.
REVIEW ARTIKEL : PEMILIHAN ANALGESIK AMAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN GINJAL KRONIK (GGK) Baiq Putri Aryana; Fawwaz Aqila Putri; Baiq Aulia Ali; Bintang Lestari; Halimatussakdiyah Halimatussakdiyah; Marina Ulfa; Tuhfatul Ulya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57773

Abstract

Gangguan ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal sehingga memengaruhi proses eliminasi obat, termasuk analgesik. Penggunaan analgesik pada pasien CKD memerlukan perhatian khusus karena penurunan laju filtrasi glomerulus dapat meningkatkan risiko akumulasi obat dan metabolit toksik yang berpotensi memperburuk kerusakan ginjal. Permasalahan utama dalam manajemen nyeri pada pasien CKD adalah terbatasnya pilihan analgesik yang aman serta tingginya risiko nefrotoksisitas akibat penggunaan obat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bukti ilmiah terkait keamanan penggunaan analgesik dan rekomendasi pemilihan obat berdasarkan tingkat keparahan gangguan fungsi ginjal. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review dengan penelusuran literatur melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate pada rentang publikasi tahun 2015–2025. Dari hasil penelusuran diperoleh lebih dari 50 artikel, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 5 artikel utama yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa asetaminofen (parasetamol) merupakan analgesik non-opioid yang paling aman digunakan pada pasien CKD dengan nyeri ringan hingga sedang karena memiliki risiko nefrotoksisitas yang rendah. Pada kelompok opioid, buprenorfin, fentanil, dan metadon dinilai lebih aman karena tidak menghasilkan akumulasi metabolit aktif yang signifikan. Sebaliknya, NSAID, morfin, dan kodein tidak direkomendasikan karena berisiko memperburuk fungsi ginjal dan menyebabkan toksisitas sistemik. Dengan demikian, pemilihan analgesik pada pasien CKD harus dilakukan secara individual melalui pemantauan klinis dan fungsi ginjal secara berkala.
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN KLINIK SARAF PADA PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA SUKAPURA Aida Agustini; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya; Muhammad Fuad Iqbal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57782

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, satu di antara faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah waktu tunggu pelayanan. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, didapatkan waktu tunggu pelayanan rawat jalan melebihi standar yaitu (> 60 menit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepusan pasien rawat jalan klinik saraf pada penyelenggaraan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang menggunakan desain cross-sectional. Besar sampel penelitian ini yaitu 123 pasien rawat jalan klinik saraf, yang dikumpulkan dengan teknik accidental sampling, dan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket. Hasil penelitian ini menggambarkan frekuensi waktu tunggu pasien rawat jalan klinik saraf RSIJ Sukapura dari 123 pasien terdapat 44 pasien yang waktu tunggu nya tepat dan 79 pasien yang waktu tunggu nya tidak tepat dengan rata-rata 68 menit. Frekuensi kepuasan pasien klinik saraf di RSIJ Sukapura terdapat 1 dimensi yang tertinggi yaitu dimensi jaminan 77 (62,60%) dan 1 dimensi terendah yaitu daya tanggap 70 (50,90%). Secara keseluruhan terdapat 66 (53,7%) pasien puas. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan klinik saraf di RSIJ Sukpaura dengan nilai p-value 0,000. Semakin lama waktu tunggu pelayanan maka semakin rendah kepuasan pasien.
ANALISIS IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DI PUSKESMAS KEPANJEN KABUPATEN MALANG Dania Putri Ramadani; Fita Rusdian Ikawati; Achmad Jaelani Rusdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57784

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan sistem pencatatan data pasien berbasis digital yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kepanjen telah diterapkan pada seluruh tahapan pelayanan, namun masih ditemukan berbagai kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Rekam Medis Elektronik dibagian Pendaftaran, Pengolahan Data, dan Pelaporan Data dalam meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Kepanjen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari satu informan kunci yaitu Kepala Rekam Medis serta empat informan utama yaitu petugas rekam medis, dokter, perawat, dan tenaga farmasi yang terlibat langsung dalam penggunaan sistem RME yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, mempermudah akses data pasien, serta meningkatkan ketepatan pencatatan dan pelaporan. Pada tahap pendaftaran, RME mempercepat proses verifikasi data pasien, pada tahap pengolahan data mempermudah pencatatan dan penyimpanan secara terintegrasi, serta pada tahap pelaporan mempermudah penyusunan laporan secara cepat dan akurat. Namun, implementasi belum optimal karena masih terdapat kendala seperti gangguan jaringan, error sistem, pemadaman listrik, serta keterbatasan kemampuan petugas. Disimpulkan bahwa implementasi RME berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan, namun memerlukan dukungan infrastruktur, kinerja sistem, serta peningkatan kompetensi petugas agar dapat berjalan lebih baik dan optimal.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA ORANG TUA YANG MENGALAMI CYBERBULLYING DI DESA HEGARMANAH, KECAMATAN SUKALUYU, CIANJUR Salwa Fadilah Nur Ilahi; Sifa Fauziah; Papat Patimah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57786

Abstract

Perkembangan teknologi digital memicu munculnya perilaku agresif daring seperti cyberbullying yang kini tidak hanya menyasar remaja, tetapi juga orang dewasa dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada orang tua yang mengalami cyberbullying di Desa Hegarmanah, Kabupaten Cianjur. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif dengan teknik wawancara terstruktur. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Mayoritas responden berusia 20-44 tahun (78,0%) dan berjenis kelamin perempuan (86,0%) dengan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga (70,0%). Hasil pengukuran menunjukkan 34,0% responden mengalami kecemasan berat, 24,0% kecemasan ringan, 16,0% kecemasan sedang, dan 4,0% berada pada tahap panik. Sebagian besar orang tua yang menjadi korban cyberbullying mengalami tingkat kecemasan yang signifikan, terutama pada kategori kecemasan berat.
HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN Sawitri Sawitri; Nelly Mariati; Rizki Amalia; Lisdha Yantie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57791

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi di Indonesia, dengan perdarahan sebagai penyebab utama. Ruptur perineum, yang sering terjadi selama persalinan pervaginam, adalah salah satu penyebab perdarahan pascapersalinan. Karena tekanan yang meningkat pada jaringan perineum selama proses persalinan, berat badan bayi lahir dianggap berperan dalam kemungkinan ruptur perineum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan bayi lahir dan jumlah ruptur perineum yang terjadi selama persalinan normal di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan melalui desain kuantitatif observasional analitik yang menggunakan metode case-control retrospektif. Penelitian ini melibatkan 144 ibu bersalin normal dari Januari hingga Desember 2025. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 106 responden, yakni mencakup 71 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data yang didapati dari rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p<0,05) yang maknanya terdapat korelasi signifikan antara berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum. Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,332 menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,946 (95% CI: 1,940–24,871) menunjukkan bahwa bayi dengan berat badan >3500 gram berisiko 6,946 kali lebih besar mengalami ruptur perineum dibandingkan bayi dengan berat badan <3500 gram. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara berat badan bayi lahir dengan insiden ruptur perineum pada persalinan normal, yang mana risiko ruptur perineum semakin meningkat seiring semakin besarnya berat badan bayi.
TEKNIK RELAKSASI BENSON SEBAGAI MANAJEMEN NYERI AKUT PADA PASIEN RETENSI URIN POST URESTEROSCOPY (URS) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI Firda Zikiria; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57796

Abstract

Nyeri setelah operasi merupakan masalah yang terjadi pada pasien karena kerusakan jaringan dan proses inflamasi setelah dilakukan tindakan pembedahan. Kondisi nyeri menimbulkan ketidaknyamanan yang dirasakan serta memperlambat proses penyembuhan apabila tidak ditangani dengan baik. Selain terapi farmakologis, sebagai terapi pendamping yaitu terapi nonfarmakologis yang dapat mengurangi intensitas nyeri dengan teknik relaksasi benson. Terapi relaksasi benson merupakan terapi yang menggabungkan teknik pernapasan dalam dan pengulangan kata yang memberikan ketenangan sehingga tubuh menjadi nyaman dan persepsi nyeri berkurang. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang pasien dengan retensi urin pada hidronefrosis grade IV yang dilakukan operasi URS (ureteroskopi) dan hasil asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari didapatkan masalah nyeri akut teratasi dengan ditandai sudah tidak mengeluh nyeri dan sudah diizinkan pulang dari rawat inap pada hari ketiga. Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada hari ketiga didapatkan bahwa pasien sudah tidak mengeluh nyeri ditandai dengan keluhan nyeri menurun, meringis berkurang, keadaan pasien sudah membaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi relaksasi benson efektif dalam mengurangi nyeri akut pada pasien pasca operasi. Kesimpulan penelitian adalah teknik relaksasi Benson efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membatu menurunkan nyeri telah operasi yang mampu memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kenyamanan pasien selama masa pemulihan.