cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS ALAMI DALAM SEDIAAN CAIR ORAL BAGI PENDERITA DIABETES Galuh Suli Pitaloka; Baiq Fira Oktaviana; Raina Julia Amanda; Nisrina Hurul Ain; Aliya Zahratul Hanifah; Rania Alysha; Windah Anugrah Subaidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58139

Abstract

Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Secara global, terdapat sekitar 537 juta penderita diabetes pada tahun 2021, sehingga diperlukan pemanis alami sebagai alternatif baik untuk makanan, minuman, maupun sediaan obat bagi penderita diabetes. Stevia rebaudiana Bertoni merupakan sumber utama glikosida steviol, seperti stevioside dan rebaudioside A, yang memiliki tingkat kemanisan 200-300 kali lebih tinggi dibandingkan gula, namun bersifat nol kalori karena difermentasi oleh mikrobiota usus besar tanpa memengaruhi kadar gula darah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun stevia sebagai pemanis sediaan cair oral melalui metode studi literatur menggunakan database Google Scholar, Consensus, dan PubMed. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sediaan cair berbasis stevia terbukti aman secara klinis berdasarkan meta-analisis global dan uji acak tersamar ganda (RCT) pada pasien diabetes tipe 2 karena mampu menjaga stabilitas profil glikemik serta lipid darah. Secara praklinis, ekstrak air stevia aktif menurunkan glukosa lewat penghambatan absorpsi di duodenum. Pada ekstrak daun stevia juga terdapat nutrisi tambahan berupa asam folat, vitamin C, dan vitamin B2. Dalam formulasi sediaan cair seperti sirup, stevia konsentrasi 1% terbukti memiliki stabilitas fisikokimia yang kuat tanpa risiko sedimentasi atau rekristalisasi selama penyimpanan jangka panjang dengan batas asupan harian aman (ADI) 4 mg/kg berat badan, sekaligus memberikan efek non-kariogenik pelindung rongga mulut. Dapat disimpulkan, daun stevia menunjukkan profil kemanan yang baik, stabil, dan fungsional untuk dikonsumsi pasien diabetes.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN DENGAN STROKE NON- HEMORAGIK Fawwaz Akmal Musyaffa; Resti Yulianti Sutrisno; Supriyono Supriyono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58148

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat oklusi pembuluh darah serebral yang sering menimbulkan kelemahan otot, terutama pada ekstremitas atas. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kemampuan fungsional dan meningkatnya ketergantungan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi rehabilitasi yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke adalah terapi relaksasi genggam bola karet. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif terhadap tiga pasien stroke non-hemoragik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama 15 menit setiap sesi. Pengukuran kekuatan otot dilakukan menggunakan instrumen Manual Muscle Test (MMT) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk mengetahui perubahan kekuatan otot pada masing-masing responden. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, dua responden memiliki kekuatan otot skala 3 dan satu responden skala 4. Setelah pemberian terapi, seluruh responden mengalami peningkatan kekuatan otot sebesar satu tingkat, yaitu dari skala 3 menjadi 4 serta dari skala 4 menjadi 5. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi genggam bola karet efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non-hemoragik. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan dalam mendukung pemulihan fungsi motorik pasien.
GAMBARAN TINGKAT PENERIMAAN E-PUSKESMAS DI PUSKESMAS CIPERNA KABUPATEN CIREBON TAHUN 2026 santi prihantini; Totok Subianto; Elfi Elfi; Maula Ismail Mohammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58155

Abstract

Sebagai tindak lanjut terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022, Puskesmas mulai menerapkan Rekam Medis Elektronik melalui sistem ePuskesmas. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada persepsi serta kesiapan pengguna. Di Puskesmas Ciperna, pemanfaatan ePuskesmas masih menghadapi tantangan, baik dari aspek teknis maupun pengguna. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat penerimaan pengguna terhadap implementasi sistem informasi ePuskesmas di Puskesmas Ciperna Kabupaten Cirebon. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kesehatan yang menggunakan ePuskesmas, sedangkan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dari setiap unit pelayanan. Variabel penelitian disusun berdasarkan konstruk Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden didominasi oleh usia 36-45 tahun, perempuan, berpendidikan D3 dan S1, masa kerja > 3 tahun, dan mayoritas pernah mengikuti sosialisasi. Tingkat penerimaan ePuskesmas berdasarkan dimensi ekspektasi kinerja berada pada kategori baik, sedangkan dimensi ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi berada pada kategori cukup. Berdasarkan empat dimensi UTAUT, tingkat penerimaan tertinggi berada pada kategori baik. Maka disimpulkan bahwa sistem telah dapat diterima dan dimanfaatkan dalam mendukung kinerja serta pelayanan kesehatan di Puskesmas Ciperna. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, agar pemanfaatan sistem dapat sangat optimal.
TINGKAT KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT ULANG PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD NURDIN HAMZAH TANJUNG JABUNG TIMUR Angelia Safitri; Amraini Amelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58156

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan pasien menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Salah satu metode objektif untuk menilai kepatuhan adalah Proportion of Days Covered (PDC), yang mengukur ketersediaan obat berdasarkan data pengambilan obat ulang (refill). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai PDC serta proporsi tingkat kepatuhan pasien Program Rujuk Balik (PRB) Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Nurdin Hamzah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data yang digunakan berupa data sekunder dari rekam pengambilan obat pasien selama periode November 2025 hingga Januari 2026. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Kepatuhan diukur menggunakan metode PDC dengan kategori patuh (PDC ≥80%) dan tidak patuh (PDC <80%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PDC berkisar antara 88,9% hingga 100%, dengan rata-rata sebesar 94,8%. Sebagian besar pasien (56%) berada pada rentang PDC 96–100%. Seluruh pasien (100%) termasuk dalam kategori patuh. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien PRB DM tipe 2 di RSUD Nurdin Hamzah tergolong sangat baik, yang mencerminkan efektivitas pelayanan, khususnya Program Rujuk Balik (PRB).  
EFEKTIVITAS PRENATAL YOGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DI PMB DEBY CYNTIA, S.ST., M.K.M KOTA MEDAN TAHUN 2026 Humaida Hanim; Khairunnisa Situmorang; Deby Cyntia Yun; Anggun Mauliana; Ariska Fauzianty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58162

Abstract

Secara global, beban gangguan mental khususnya depresi menunjukkan disparitas gender yang signifikan, di mana prevalensi pada perempuan mencapai 4,6%, melampaui laki-laki yang hanya sebesar 2,6%. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada fase maternal, dengan persentase sebesar 10% selama masa kehamilan dan meningkat menjadi 13% pascapersalinan. Fenomena ini tercatat jauh lebih mengkhawatirkan di negara-negara berkembang, di mana angka gangguan mental melonjak hingga 15,6% saat hamil dan mencapai 19,8% setelah melahirkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan satu kelompok sebelum tes dan satu kelompok setelah tes desain. Penelitian ini melibatkan semua ibu hamil dengan usia kehamilan di atas dua puluh minggu di PMB Deby Cyntia, S.ST., M.K.M dalam waktu 5 bulan terakhir sebanyak 35 orang tahun 2026 dengan  menggunakan teknik sampel jenuh atau Teknik sampling total, yang menggunakan Paired T-Test untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan ibu hamil setelah diberikan intervensi prenatal yoga. Rata-rata skor tingkat kecemasan sebelum intervensi adalah 18,74 dengan standar deviasi 1,915, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 13,20 dengan standar deviasi 1,844. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan bahwa prenatal yoga efektif menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil di PMB Deby Cyntia, S.ST., M.K.M., Kota Medan Tahun 2026.
TINJAUAN LITERATUR: ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) SEBAGAI FAKTOR PEMICU ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRs) PADA TERAPI PPOK A'yuni Guban Juniarza; Wiwin Azariani; Anisa Sasvania; Baiq Citra Azzahra Qotrunnada; Tri Purma Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58164

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas secara progresif. Pasien PPOK umumnya memiliki komorbid dan menjalani terapi jangka panjang, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap Drug Related Problems (DRPs) dan Adverse Drug Reactions (ADRs). Namun, kajian yang secara khusus menghubungkan DRPs sebagai faktor pemicu ADRs pada terapi PPOK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran DRPs sebagai faktor pemicu terjadinya ADR pada pasien PPOK. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan PubMed pada rentang tahun 2015–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan DRPs, ADRs, dan terapi PPOK, kemudian dianalisis secara deskriptif-naratif. Hasil menunjukkan bahwa terapi PPOK didominasi oleh penggunaan inhalasi seperti LABA, LAMA, ICS, dan kombinasi inhaler. DRPs yang paling sering ditemukan meliputi ketidaktepatan dosis, pemilihan obat yang tidak sesuai, interaksi obat, serta kesalahan teknik inhaler, dengan laporan hingga 60% pasien mengalami kesalahan penggunaan inhaler dan lebih dari 50% durasi terapi antibiotik yang tidak sesuai. DRPs tersebut berkontribusi terhadap munculnya ADRs seperti efek simpatomimetik, efek antikolinergik lokal, gangguan gastrointestinal, serta peningkatan risiko pneumonia pada penggunaan ICS jangka panjang. Dengan demikian, DRPs memiliki peran signifikan dalam memicu ADRs pada pasien PPOK, sehingga pemantauan terapi, rekonsiliasi obat, dan edukasi teknik inhalasi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas terapi.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN MALARIA PADA KELUARGA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN: STUDI KASUS Tesanli Ridja Maramba Meha; Leni Landudjama; Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58165

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Oleh karena itu, Edukasi kesehatan tentang pencegahan malaria sangat diperlukan untuk peningkatan perilaku pencegahan malaria yang lebih intensif dalam keluarga. Di Desa Lukukamaru, keluarga sasaran belum memahami cara pencegahan malaria meski salah satu anggota keluarga sebelumnya pernah mengalami penyakit tersebut. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko penularan ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan edukasi kesehatan tentang pencegahan malaria pada keluarga dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan. Metode penelitian ini adalah studi kasus pendekatan proses asuhan keperawatan keluarga dengan sasaran pada 1 keluarga yang terdiri dari 4 anggota keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan berdasarkan studi dokumentasi asuhan keperawatan keluarga. Hasil pengkajian menunjukkan keluarga belum mengetahui langkah-langkah pencegahan malaria dan cara menjaga kebersihan lingkungan. Diagnosa keperawatan adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan tentang pencegahan malaria. Implementasi yang dilakukan adalah penyuluhan, pemasangan kelambu, penggunaan abate, pembersihan lingkungan (kandang), dan penanaman serai sebagai tanaman pengusir nyamuk. Evaluasi menunjukkan pengetahuan keluarga meningkat dengan kriteria hasil kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang pencegahan malaria meningkat. Oleh karena itu, penerapan edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan malaria. Intervensi berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi risiko penularan malaria di lingkungan keluarga dan masyarakat.
ARTIKEL REVIEW: PERBEDAAN EKSIPIEN PADA FORMULASI NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SEDIAAN INJEKSI PARENTERAL Alfini Junaida; Adila Rizkika; Jingga Rusyesyah Padli; Dhea Syafitri Dwiyanti; Siti Salisa Rohmi; Baiq Putri Aryana; Wayan Cintya Ganes Budastra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58166

Abstract

Natrium diklofenak merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Namun, penggunaan secara oral memiliki beberapa keterbatasan, seperti kelarutan yang rendah, waktu paruh relatif singkat, serta risiko efek samping gastrointestinal akibat iritasi lambung dan efek first-pass metabolism. Oleh karena itu, pengembangan sediaan injeksi menjadi alternatif yang lebih efektif karena mampu memberikan onset kerja lebih cepat dan meningkatkan bioavailabilitas obat. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan berbagai formula sediaan injeksi natrium diklofenak berdasarkan rute pemberian, meliputi intravena (IV), intramuskular (IM), subkutan (SC), dan intraartikular, serta mengevaluasi karakteristik dan hasil formulasi yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan berupa narrative review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2015–2025. Literatur diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci “diclofenac sodium”, “injection”, “formulation”, dan “parenteral route”. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan jenis eksipien, sistem penghantaran obat, serta metode sterilisasi berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan kimia sediaan, seperti kejernihan, pH, viskositas, sterilitas, dan profil pelepasan obat. Sediaan intramuskular diketahui memiliki efektivitas tinggi dengan toksisitas rendah, sedangkan sediaan subkutan mampu memberikan pelepasan obat yang lebih terkontrol untuk terapi jangka panjang. Selain itu, sediaan intraartikular efektif digunakan untuk terapi lokal pada sendi. Dengan demikian, pemilihan eksipien dan sistem penghantaran yang tepat berperan penting dalam meningkatkan stabilitas dan efektivitas terapi dalam berbagai sediaan parenteral natrium diklofenak.
HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN KAKI DENGAN NILAI ANGKLE BRACHIAL INDEX (ABI) DAN NILAI GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS TEGALAMPEL KABUPATEN BONDOWOSO Siti Nur Aini; S. Tauriana; Setiyo Adi Nugroho
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58167

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu komplikasi kronis yang sering terjadi pada penderita DM adalah gangguan sirkulasi perifer yang dapat meningkatkan risiko ulkus diabetik hingga amputasi. Perawatan kaki yang baik, pengendalian kadar gula darah, dan pemantauan status sirkulasi perifer menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi tersebut. Namun, hubungan antara perilaku perawatan kaki dengan status sirkulasi perifer dan kadar gula darah pada pasien DM Tipe II masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku perawatan kaki dengan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dengan nilai ABI (p = 0,421) maupun kadar gula darah sewaktu (p = 0,571). Selain itu, hubungan antara nilai ABI dan kadar gula darah sewaktu juga tidak signifikan (p = 0,143). Disimpulkan bahwa perilaku perawatan kaki yang baik belum sepenuhnya menjamin status sirkulasi perifer dan kadar gula darah sewaktu yang optimal pada pasien DM Tipe II sehingga diperlukan pendekatan manajemen yang lebih komprehensif.
GAMBARAN PERSEPSI PASIEN RAWAT INAP TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Siti Awalia Hasna; Ida Nurjayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58173

Abstract

Pasien yang mengalami permasalahan kesehatan dan harus menjalani rawat inap memiliki berbagai permasalahan baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien tersebut adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif. Komunikasi terapeutik merupakan intervensi paling penting dalam keperawatan yang berperan untuk membangun hubungan saling percaya, meningkatkan pemahaman pasien, serta mendukung proses pemulihan. Namun, dalam pelaksanaannya masih banyak ditemukan perawat yang tidak melakukan komunikasi terapeutik dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran persepsi pasien rawat inap tentang komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat di bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yang dilaksanakan pada 16-21 Februari 2026 di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 40 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner komunikasi terapeutik. Analisa data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi yang dilakukan perawat sebagai komunikasi terapeutik, yaitu sebanyak 35 dari 40 pasien (87,5%), sedangkan 5 responden (12,5%) menilai komunikasi yang dilakukan perawat kurang terapeutik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menilai perawat di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta telah menerapkan komunikasi terapeutik dengan baik.