cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
STUDI JENIS KATAK DAN KODOK DI BUKIT BELUAN KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU H.M.Kurniawan Candra; Julianus Vijai
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis Katak dan Kodok yang ada di Bukit Beluan dan Jenis Katak dan Kodok apa saja yang sering di temukan dilokasi penelitian. Penelitian ini berguna ditinjau dari dua aspek yaitu : Aspek teori dan Aspek Praktis. Aspek teori yaitu dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang jenis Katak dan Kodok yang ada di Bukit Beluan. Sedangkan aspek praktis, yaitu diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman untuk Studi Jenis Katak dan Kodok Di Bukit Beluan dan dapat sebagai data pendukung.Penelitian ini menggunakan metode orientasi lapangan dan penjelajahan (Eksplorasi). Data yang didapatkan berdasarkan jenis katak dan kodok yang ditemukan langsung selama menjelajahi jalur pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jenis Katak yang ditemukan dilokasi penelitian sebanyak 6 jenis dan Kodok yang ditemukan sebanyak 1 jenis. Sedikitnya jenis Katak dan Kodok yang ditemukan disebabkan oleh keadaan cuaca yang tidak mendukung dalam proses penelitian.
Pengaruh Kompos Batang Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena, L.) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Nurhadiah -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.67

Abstract

Kompos sebagai salah satu bahan organik tanah, dapat memperbaiki sifat-sifat tanah. Salah satu jenis tanah yang kurang bahan organiknya adalah tanah podsolik merah kuning (PMK). Untuk membudidayakan tanaman, seperti tanaman terung pada tanah PMK, perlu adanya penambahan bahan organik diantaranya kompos batang pisang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompos batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK, serta untuk mendapatkan dosis kompos batang pisang yang akan memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan adalah kompos batang pisang yang terdiri dari 7 taraf perlakuan dan diulang 4 kali, adapun taraf perlakuan yang dimaksud yaitu: tanpa kompos batang pisang (p0), 0,5 kg kompos batang pisang per m2 (p1), 1 kg kompos batang pisang per m2 (p2), 1,5 kg kompos batang pisang per m2 (p3), 2 kg kompos batang pisang per m2 (p4), 2,5 kg kompos batang pisang per m2 (p5), 3 kg kompos batang pisang per m2 (p6). Jumlah tanaman yang diamati dalam penelitian ini sebanyak 112 tanaman. Adapun peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah buah dan berat buah. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai Juli 2016, di Kecamatan Sekadau Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos batang pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK, yang ditandai dengan tinggi tanaman dan berat buah. Pemberian 3 kg kompos batang pisang menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dengan rata-rata 89,44 cm, sedangkan hasil yang ditunjukkan dari berat buah tertinggi terjadi pada pemberian 1 kg dengan berat buah rata-rata 162,81 gram per tanaman.
Potensi Biomasa Dan Karbon Pada Tegakan Hutan Mangrove Di Desa Tasik Malaya Kabupaten Kubu Raya Widiya Octa Selfiany
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang besarnya simpanan biomasa dan karbon pada hutan mangrove di Desa Tasik Malaya Kabupaten Kubu Raya. Analisis biomasa dan kandungan karbon pada tegakan hutan mangrove menggunakan metode survey dengan cara jalur berpetak. Peletakkan jalur dilakukan secara purposive sampling mulai dari pinggir pantai hingga mencapai daratan, dengan jumlah jalur yang dibuat sebanyak 5 jalur penelitian. Dari jalur tersebut dibuat sub-petak dengan ukuran 10 m x 10 m untuk tingkat pohon, dan 5 m x 5 m untuk tingkat pancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pancang sebesar 1.616 individu/ha, sedangkan jumlah pohon sebesar 302 individu/ha. Potensi biomasa pada tingkat pancang sebesar 31,94 ton/ha, sedangkan pada tingkat pohon sebesar 57,57 ton/ha. Potensi karbon pada tingkat pancang sebesar 15,97 ton C/ha atau setara dengan 58,46 ton CO2/ha, sedangkan pada tingkat pohon potensi karbon sebesar 28,79 ton C/ha atau setara dengan 105,36 ton CO2/ha. Jumlah total simpanan karbon pada hutan mangrove Desa Tasik Malaya sebesar 44,76 ton C/ha atau setara dengan 163,81 ton CO2/ha.
Pengaruh Pemberian Pupuk Bio-Trent dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Syarif Nizar Kartana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Bio-Trent dan SP-36 dan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang dari bulan September 2017 sampai dengan Januari 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Bio-Trent dan SP-36 tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung akan tetapi secara mandiri berpengaruh terhadap hasil tanaman jagung serta tidak terjadi interaksi antara kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Pemberian Bio-Trent sebanyak 0,5 cc per tanaman menghasilkan berat tongkol tertinggi yaitu seberat 132,92 gram per tanaman dan pemberian SP-36 sebanyak 2 gram per tanaman menghasilkan berat tongkol tertinggi yaitu seberat 130 gram per tanaman.
PERANAN PUPUK PLANT CATALYST DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN BAWANG KUCAI (Allium schoenoprasum,L.) Syarif Nizar Kartana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pupuk Plant Catalyst dalam meningkatkan hasil tanaman bawang kucai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang dari bulan Mei sampai dengan Juli 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Plant Catalyst dapat meningkatkan hasil tanaman bawang kucai dimana perlakuan 1 gram per liter air menghasilkan rata – rata berat tanaman 97,50 gram per tanaman dan jumlah umbi 27,75 buah per tanaman.
Penggunaan Bokashi Kulit Buah Rambutan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea resptans Poir) Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.442

Abstract

Kangkung darat merupakan sayuran yang bernilai ekonomi dan sebaranya cukup luas. Upaya yang dapat dilakukan agar produksi kangkung darat dapat ditingkatkan adalah dengan mengunakan pupuk organik dalam bentuk bokashi kulit buah rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi kulit buah rambutan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat dan dosis bokashi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Lingkup penelitian ini meliputi beberapa variabel yaitu: variabel bebas adalah pelakuan bokashi kulit buah rambutan; variabel terikat yaitu terdiri dari tinggi tanaman dan berat segar tanaman. Rancangan yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan bokashi kulit buah rambutan terdiri dari 6 level, masing-masing level diulang sebanyak 5 kali. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap yang diamati dilakukan analisis ragam (Uji F) pada taraf nyata 5% dan 1%. Jika pada uji F perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kulit buah rambutan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Pemberian 2,5 kg dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat, rata-rata tinggi tanaman yang dihasilkan 23,9 cm dan rata-rata berat segar per tanaman 39,65 g. Kata Kunci : Bokashi, Produksi, Kangkung Darat, Pertumbuhan, Hasil
STUDI JENIS POHON RIPARIAN PADA SUNGAI BELITANG DESA IJUK KABUPATEN SEKADAU Sri Sumarni; Oktavianus Oktavianus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon yang terdapat pada kawasanriparian sungai Belitang Desa Ijuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau. Hasil penelitian inidiharapkan dapat menambah informasi dan ilmu pengetahuan terutama mengenai jenis-jenis pohonriparian yang terdapat di sungai Belitang Desa Ijuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadauserta sebagai upaya untuk menjaga kelestariannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode jalur. Jalurdibuat mengikuti arah sungai (tidak memotong kontur), dibuat pada kiri dan kanan badan sungai denganpanjang jalur 1.000 m dan lebar 50 m dari tepi sungai, dengan luas total pengamatan adalah 10 Ha.Eksplorasi dilakukan pada jalur pengamatan guna menginventarisir seluruh pohon yang terdapat dilokasi penelitian. Hasil penelitian Pada sungai Belitang desa Ijuk ditemukan 12 jenis pohon riparian,yaitu Ara (Ficus sp), Beringin (Ficus benjamina), Bungur (Lagerstroemia speciosa), Jambu Monyet(Bellucia axenanthera), Kanis (Garcinia xanthochymus), Kelangkek (Litsea sp), Kelansuak(Nephelium sp), Mangga (Mangifera indica L), Pinang (Areca catechu L), Rambutan (Nepheliumlappaceum L), Sangkal (Shorea sp ) dan Tegelam (Shorea seminis). Pohon riparian yang terdapatpada lokasi penelitian mempunyai nilai ekologis sangat tinggi dalam mempertahankan keseimbanganekosistem setempat, dan mempunyai nilai ekonomis baik kayu maupun buah. Mengingat pohon-pohonriparian yang terdapat pada sungai Belitang desa Ijuk memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi,maka diperlukan upaya nyata oleh pemerintah melalui instansi terkait dengan masyarakat untuk menjagakelestarian fungsi kawasan dan keanekaragaman jenis pohonnya.
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea, L) MELALUI APLIKASI PUPUK ORGANIK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Markus Sinaga; Heronimus Bastian
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produksi kacang tanah melalui aplikasipupuk organik pada tanah PMK serta mengetahui dosis pupuk organik meningkatkan produksi kacangtanah pada tanah PMK.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah aplikasi pupuk organik, sedangkanvariabel terikat yaitu tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong, dan berat biji.Penelitian ini menggunakanmetode percobaan di lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan dalam penelitianini pupuk organik (O) terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu tidak diberi pupuk organik (O0), 1 kg pupukorganik (O1), 1,5 kg pupuk organik (O2), 2 kg pupuk organik (O3), 2,5 kg pupuk organik (O4),masing-masing taraf diulang 4 kali. Data dianalisis menggunakan uji Fdan uji DMRT. Hasil penelitiandiketahui bahwa aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan produksi kacang tanah pada tanah PMK,hal ini terlihat dari hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong, dan beratbiji.Pemberian 2,5 kg pupuk organik menghasilkan produksi kacang tanah teringgi pada tanah PMK,tinggi tanaman rata-rata 44,33 cm, jumlah polong rata-rata 19,30 polong/ tanaman, berat polong ratarata37,40 g/ tanaman, dan berat biji rata-rata 30,80 g/ tanaman.
PEMANFAATAN MOL BATANG PISANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU Herlina Kurniawati; Ratri Yulianingsih; Yulianus Yulianus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.620

Abstract

Produksi terung di Kabupaten Sintang perlu ditingkatkan. Tanah yang masih cukup tersediauntuk mengusahakan tanaman terung di Kabupaten Sintang adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyaiketerbatasan yaitu kandungan hara seperti unsur hara yang rendah, bahan organik rendah. Meningkatkanproduksi terung dapat dilakukan dengan memberikan MOL batang pisang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh MOL batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu padatanah PMK dan mengetahui dosis MOL batang pisang yang menghasilkan pertumbuhan serta hasilterung ungu pada tanah PMK. Ruang Lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabelterikat. Dalam penelitian ini adalah dosis MOL batang pisang sebagai variabel bebas. Tinggi tanaman,jumlah buah, dan berat buah per tanaman sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metodepercobaan lapangan, percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuanpada penelitian ini adalah MOL batang pisang, yang terdiri dari lima taraf yaitu: P0(tanpa MOL batangpisang), P1 (5 ml MOL batang pisang per liter air/petak), P2 (10 ml MOL batang pisang per liter air/petak), P3 (15 ml MOL batang pisang per liter air/petak), dan P4 (20 ml MOL batang pisang per literair/petak). Data dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ)pada taraf nyata 0,05 dan 0,01.Hasil penelitian diketahui bahwa Mol Batang pisang berpengaruh terhadaphasil tanaman terung pada tanah PMK yang terukur dari jumlah buah dan berat buah per tanaman.Pemberian 20 ml MOLbatang pisang/liter air menghasilkan jumlah buah dan berat buah tertinggi denganrata-rata jumlah buah 2,10 buah/tanaman dengan berat buah rata-rata 750,50 gr/tanaman.
POTENSI, PEMANENAN DAN PEMANFAATAN ROTAN JERNANG DI KAWASAN EKOBUDAYA HUTAN RAWA GAMBUT PENAM SENGKUANG LEBUK Antonius -; Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, pemanenan dan pemanfaatan resin jernangyang berasal dari Rotan jernang (Daemonorops spp) dengan menggunakan metode survey danwawancara langsung. Rotan jernang merupakan salah satu jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)yang bernilai ekonomi tinggi adalah produk yang berasal dari buah rotandisebut “jernang”. Jernangdigunakan oleh masyarakat untuk pewarna bahan kerajinan tangan dan tenun ikat. Penelitian ini dilakukanuntuk menganalisis potensi buah rotan jernang dan mendeskripsikan teknik pengolahannya memanenbuah rotan jernang oleh masyarakat. Penelitian dilakukan di kawasan Ekobudaya Penam SengkuangLebuk Desa Empaka Kebiau Raya Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.Potensijernang di hutan alam dapat mencapai 33,33 kg/ha/sekali panen. Buah yang baik untuk di panen memilikiukuran setengah dari ukuran buah matang. Warna buah jernang muda berwarna coklat tua kehitamandan apabila masak warnanya hitam kekuningan. Buah membutuhkan waktu sekitar 11"13 bulan untukmenjadi buah yang matang. Petani memanen buah dengan menggunakan parang panjang, kemudianjika rotan terlalu tinggi petani memanjat pohon inangnya.