cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
PENGELOLAAN TEMBAWANG OLEH MASYARAKAT DESA BATU ONAP KABUPATEN MELAWI KALIMANTAN BARAT H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.677

Abstract

Tembawang merupakan suatu sistem agroforestry,dimana pengelolaannya dilakukan olehmasyarakat suku dayak secara turun temurun berdasarkan kearifan lokal. Areal tembawang ditumbuhioleh berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama tumbuhan buahbuahanseperti durian, langsat, kemayau, lahong dan sebagainya.Penelitian dilaksanakan di arealTembawang Desa Batu Onap, Kabupaten Melawi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengelolaan tembawang oleh masyarakat Desa Batu Onap Kabupaten Melawi KalimantanBarat.Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif.Data dianalisis menggunakan analisis Strength,Weakness, Opportunity, Threat.(SWOT). Maka hasil dari penelitian ini faktor internal kekuatan dankelemahan memiliki nilai sebesar 0,1358,sedangkan faktor eksternal (peluang dan ancaman sebesar -0,0181. Dari hasil SWOT tersebut, maka penggelolaan tembawang berada pada kondisi defensif(kuadranIV) strategi yang harus dilakukan adalah meminimalkan kelemahan dan ancaman.
PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU Kamaludin -; Jito Rusadi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayuoleh masyarakat Desa Pampang Dua Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten SintangPenelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancaradan eksplorasi. Wawancara dilakukan berpedoman pada daftar pertanyaan, dilakukan untukmemperdalam dan memperkuat informasi dari masyarakat sehubungan dengan jenis dan pemanfaatanhasil hutan bukan kayu. Eksplorasi dilakukan untuk menggali secara detail setiap informasi yangdidapatkan melalui kuesioner dan wawancara, agar data yang didapat adalah data yang valid. Hasilpenelitian terdapat 20 jenis tumbuhan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dimanfaatkan oleh masyrakatdesa Pampang Dua, yaitu Bambu/Buluh (Dendrocalamus asper Backer),Bedegak (Dicranopterislinearis), Bekeruk (Polypodium verrucosum), Buah Engkabang (Shorea macrophylla), Bungkang(Syzygium polyanthum), Damar (Agathis sp), Kandis (Garcinia celebica), Kemantan (Mangiferafoetida), Lemidau (Gnetum Gnemon L.), Lengkus (Dimocarpus longan L.), Lensat (Lansiumdomesticum), Mawang (Mangifera pajang), Miding (Stenochlena polustris), Nau (Arenga pinnata),Perupuk (Pandanus tectorius), Purun (Lepironia articulata), Rian (Durio zibetthinus), Sagu(Metroxylon sagu), Senggang (Hornstedtia alliacea) dan Wi Segak (Calamuscaesius blume).Terdapat 6‘jenis HHBK kategori produktif, 14 jenis kategori konsumtif. Pemanfaatanhasil hutan bukan kayu adalah sebagai salah satu alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat desaPampang Dua, terutama produk kerajinan tangan seperti Bubu, Capin, Cungkin, Cupai, Kemansai,Ruyut, Sungkop, Takin, Tanggoi dan Tikar serta penganan olahan berupa Tempoyak dan Lempok.
PERANAN PUPUK KOMPOS KOTORAN KAMBING DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU Herlina Kurniawati; Markus Sinaga; Azmi Syahril
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.673

Abstract

Meningkatkan produksi kacang hijau dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Penambahankompos kotoran kambing berfungsi untuk meningkatkan aktivitas mikroba tanah,memperbaiki sifatfisik dan kimia tanah, dan meningkatkan ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberianpupuk kompos kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kacanghijau,serta dosis pupuk kompos kotoran kambing yang memberikan pertumbuhandan hasil terbaik kacanghijau. Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen lapangan dengan pola dasarRancangan AcakKelompok (RAK) berupa 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu, N0=tanpa pemberian pupuk komposkotoran kambing, N1=0,5 kg pupuk kompos kotoran kambing/m2, N2= 1 kg pupuk komposkotorankambing m2, N3= 1,5 kg pupuk kompos kotoran kambing/m2, N4= 2 kg pupukkompos kotorankambing/m2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman(cm), jumlah polong, dan berat biji (gr).Data dianalisis dengan analisis sidikragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada selangkepercayaan95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupukkompos kotoran kambingberpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman,namun berpengaruh nyata pada jumlah polongdan berat biji. Pemberian dengan dosis 2 kg/m2 menghasilkan pertumbuhan danhasil terbaik kacanghijau. Dengan rata-rata jumlah polong 10,83 danrata-rata berat biji 8,43.
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI HUTAN DESA PADANG TIKAR 1 KABUPATEN KUBU RAYA Widiya Octa Selfiany; Mulyadi Mulyadi; Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.678

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragamanjenis kantong semar yang terdapat di dalam kawasan Hutan Desa Padang Tikar 1 Kabupaten KubuRaya. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan teknik pengumpulan data menggunakanpetak tunggal. Petak tunggal yang dibuat berukuran 40 x 40 m kemudian di dalamnya dibuat sub petakberukuran 20 x 20 m. Peletakkan petak tunggal dilakukan dengan metode purposive sampling (disengaja)pada lokasi yang terdapat banyak tumbuhan kantong semar. Hasil penelitian menunjukkan setidaknyaterdapat dua jenis kantong semar yaitu jenis Nepenthes ampullaria Jack dengan jumlah individu yangditemukan sebanyak 18 individu dan jumlah INP sebesar 114,29%, sedangkan jenis Nepenthesbicalcarata Hook. f. ditemukan sebanyak 13 individu dan memiliki nilai INP sebesar 85,71%. Kantongsemar di Kawasan Hutan Desa Padang Tikar 1 tidak ada yang mendominasi karena ditemuakan relatifsama (nilai H’ <1) dan penyebarannya relatif merata (nilai E <1).
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea mays. Ceratina) Nurhadiah -; Syarif Nizar Kartana; Sutikno Doyok
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.671

Abstract

Buah pepaya yang tidak layak konsumsi dapat dimanfaatkan untuk membuat POC buahpepaya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh POC buah pepaya terhadap pertumbuhandan hasil jagung pulut, serta mengetahui konsentrasi POC buah pepaya yang optimal dalam menghasilkanpertumbuhan dan hasil jagung pulut tertinggi.. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan FakultasPertanian Universitas Kapuas Sintang dengan menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakandengan rancangan acak kelompok, terdiri atas 5 taraf perlakuan dan 5 pengulangan. Taraf perlakuantersebut yaitu: K-0: tanpa POC buah pepaya (kontrol); K1: konsentrasi 15% POC buah pepaya; K2:konsentrasi 30% POC buah pepaya; K3: konsentrasi 45% POC buah pepaya dan K4: konsentrasi60% POC buah papaya. Satuan pengamatan sebanyak 100 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadaptinggi tanaman, diameter batang, berat tongkol kotor, dan berat tongkol bersih. Data dianalisismenggunakan analisis sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian POC buah pepaya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan sertahasil jagung pulut. Pemberian POC buah pepaya dengan konsentrasi 45% (K3) menghasilkan reratapertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman jagung pulut, dengan retata tinggi tanaman 145,45 cm, diameterbatang 14,78 mm, berat tongkol kotor 0,206 kg, dan berat tongkol bersih 0,133 kg.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA BUNUT HULU DALAM PENGELOLAAN MADU TIKUNG Surya Aspita; Margaretha Icha
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.683

Abstract

Kebijaksanaan lokal adalah salah satu karakteristik budaya nasional yang layak untukdieksplorasikan dan dikembangkan dimasa depan. Pembuatan madu dilakukan dengan cara memeliharapembuatan sarang tradisional yang menggunakan bahan alam. Penelitian ini dapat menambah ilmu danpengetahuan terutama mengenai kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan madu tikung. Metodeyang digunakan survei dengan teknik wawancara, dan pemilihan responden. Kearifan lokal masyarakatdalam melestarikan lebah madu alam dengan teknik tikung di Kawasan Danau Sentarum Desa BunutHulu yaitu diantaranya: tikung, pembuatan tikung, pemilihan pohon untuk pemasangan tikung, kesepakatanpembagian wilayah di danau (suak), sanksi perusak pohon, sanksi pencuri sarang lebah madu tikung,upacara sebelum pemanenan, syarat pemanenan lebah madu alam, proses panen lebah madu alam,pengolahan madu alam, proses-proses pengolahan madu alam. Pelestarian pohon pakan lebah madualam diantaranya: penetapan kawasan Danau dalam pengelolaan madu tikung, jenis pakan untuk lebahApis dorsata. Pemasaran juga dapat mempengaruhi pengolahan hasil panen yang memaksa petanimadu tikung untuk mengolah usahanya menjadi lebih baik agar diterima oleh konsumen atau pasar.Pemasaran yang dilakukan oleh petani madu tikung di desa Bunut Hulu yaitu dengan cara menjualproduk madunya, pedagang pengumpul di Kecamatan dan pedagang di Kabupaten atau kota sehinggadiperlukan akses komunikasi agar mempermudah dalam pemasaran.
PERANAN PEMBERIAN KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Nining Sri Sukasih; Yudiono Yudiono
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.674

Abstract

Konsumsi tanaman mentimun di Kabupaten Sintang terus meningkat dari tahun ketahun,selain itu penagkaran burung wallet pun semakin banyak dilakukan oleh masyarakat. olehkarena itu produksi tanaman mentimun perlu ditingkatkan, salah satunya dengan memanfaatkankotoran wallet sebagai pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kotoran waletterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun serta mengetahui dosis yang optimal dalammenghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman Mentimun. Penelitian ini dilaksanakan dengan metodeRancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 4 taraf perlakuan pupuk kotoran wallet dan masingmasingperlakuan diulang 5 kali. Taraf perlakuan tersebut yaitu, K0 = tanpa kotoran walet, K1=1,5 kg kotoran walet/m2 , K2 = 3 kg kotoran walet/m2 , K3 = 4,5 kg kotoran walet/m2 , K4 = 6 kgkotoran walet/m2 . Parameter yang diamati adalah jumlah buah, berat buah dan berat basahberangkasan tanaman mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran waletberpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Pupuk kotoran walet dengandosis sebanyak 6 kg/m2 menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik ditunjukan dengan rata-ratajumlah buah 2,30, berat buah 368,67 gram dan berat basah berangkasan 1010,00 gram.
JENIS LIANA BERKHASIAT OBAT PADA KAWASAN ARBORETUM SYLVA UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG Muhammad Syukur; fransiskus fransiskus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.679

Abstract

Arboretum Sylva Universitas Kapuas Sintang terletak di desa Ensaid Panjang, merupakanhutan hujan tropismemiliki kenaekaragaman jenis tumbuhan, salah satunya adalah dari jenis Liana.Liana selain mempunyai fungsi ekologis sebagai satu kesatuan ekosistem, juga mempunyai fungsiekonomis dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis Liana berkhasiat obat padakawasan Arboretum Sylva Universitas Kapuas Sintang Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang,sekaligus sebagai langkah awal untuk menjaga kelestariannya. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode jalur dan wawancara. Pada jalur pengamatan dilakukan eksplorasi dan wawancarakepada ahli pengobatan dari masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini meliputi persiapan,observasi lapangan, wawancara, penentuan jalur pengamatan, eksplorasi, inventarisasi, identifikasi dandokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis liana berkasiat obat pada kawasanArboretum Sylva Universitas Kapuas Sintang.Hasil penelitian ditemukan4 (Empat) jenis liana berkhasiatobat, yaitu Kanak Labi Induk, Kanak Labi Laki, Akar Tangkup dan Keladi Birah. Liana Kanak LabiInduk, Kanak Labi Laki dan Keladi Birah) digunakan untuk mengobati penyakit Kuning dan Impotensi,dengan cara semua bahan dicampur dan direbus sehingga menyisakan 1/3 bagian airnya. Liana AkarTangkup digunakan untuk mengobati penyakit Mag dengan cara memotong akar dan meminum langsungair yang keluar dari potongan akarnya.
PENGARUH PEMBERIAN SOLID KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN (Zea mays Ceratina) Syarif Nizar Kartana; Samuel Rosaidi; Budi Fitriani
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.669

Abstract

Tanaman Jagung Ketan (Zea may ceratina.) memiliki manfaat sebagai sumber bahan panganberprotein tinggi sehingga dapat mendukung diversifikasi pangan. Produksi tanaman Jagung ketan diKabupaten Sintang terus menurun dari tahun ke tahun, dikarenakan pemupukan tidak sesuai dosis,serta teknik budidaya yang kurang maksimal. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaikiproduktifitas jagung ketan di Kabupaten Sintang adalah dengan memberikan solid kelapa sawit. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian solid terhadap hasil tanaman jagung ketan. Penelitianini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan dalam penelitian ini adalah solid,terdiri atas 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Taraf perlakuan solid yaitu: S0 tanpa solid kelapa sawit, S12,6 kg solid/m2, S2 5,2 kg solid/m2, S3 7,8 kg solid/m2, S4 10,4 kg solid/m2. Hasil penelitian menunjukanbahwa, pemberian solid berpengaruh dalam meningkatkan hasil tanaman jagung ketan, yang ditunjukanoleh peubah diameter tongkol dan berat tongkol tanaman jagung ketan dimana setiap tanaman jagungketan yang diberikan solid kelapa sawit dengan berbagai taraf menghasilkan diameter dan berat tongkolyang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian solid kelapa sawit atau kontrol.
PENINGKATAN PRODUKSI BAYAM HIJAU DENGAN PEMBERIAN POC HYDRILLA PADA SISTEM HIDROPONIK Markus Sinaga; Florensius Kria; Eni Hndayani
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.675

Abstract

Produksi tanaman bayam di Kabupaten Sintang pada Tahun 2021 masih rendah hanya 2,18ton/ha sedangkan tingkat potensial produksinya dapat mencapai 20 ton/hektar. Salah satu carameningkatkan produksi tanaman ini dengan memberikan POC dari tumbuhan air hydrilla (Hydrillaverticillata L.f. Royle) pada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdan dosis terbaik dari pemberian POC hydrilla terhadap produksi bayam hijau pada sistem hidroponik.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 tarafperlakuan dan dilakukan 4 kali pengulangan. Taraf perlakuan yang di uji pada penelitian ini yaituKonsentrasi 0% (P0), Konsentrasi 5% (P1), Konsentrasi 10% (P2), Konsentrasi 15% (P3), Konsentrasi20% (P4), dan Konsentrasi 25% (P5). Parameter pertumbuhan yang diukur pada penelitian ini meliputitinggi tanaman, diameter batang dan berat segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POChydrilla berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi tanaman bayam hijau pada sistem hidroponik.Perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam hijau adalah pemberianPOC hydrilla konsentrasi 20% dengan rerata tinggi tanaman 11,65 cm, rerata diameter batang 2,81mm dan rerata berat segar 4,38 gram.