cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Di Kawasan Hutan Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu Surya Aspita
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.438

Abstract

Kupu-kupu adalah salah satu jenis serangga yang berordo Lepidoptera yang berperan penting dalam proses penyerbukan di alam. Keberadaan kupu-kupu tidak dapat dipisahkan dari kondisi habitatnya. Kawasan Hutan Beluan Yang Berada Di Desa Nanga Tepuai Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu kawasan hutan wisata dengan berbagai tipe ketinggian yang dapat mendukung kelangsungan hidup kupu-kupu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jens kupu-kupu berdasarkan beda tempat ketinggian yang berada di Kawsan Hutan Beluan Desa Nanga Tepuai Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu.Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode eksplorasi. Pengumpulan data dilaksanakan pada Bulan Juli 2020 di Kawasan Hutan Beluan Desa Nanga Tepuai Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Pengamatan dilakukan dengan cara menyusuri jalan setapak pada jalur pendakian berdasarkan perbedaan ketinggian tempat dengan dilakukan pendokumentasian pada setiap jenis kupu-kupu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Weinner.Pada hasil penelitian menunjukan bahwa indeks keanekaragaman kupu-kupu yang terdapat di kawasan Hutan Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari 24 spesies yang tergong kedalam 22 genus dan 6 famili, yaitu Papilionidae dengan 2 genus dan 2 spesies, Pieridae 2 genus 2 spesies, Nymphalidae dengan 15 genus dan 16 spesies, Hesperiidae 1 genus 1 spesies, Riodinidae 1 genus 2 spesies, Lycanidae 1 genus 1 spesies. Indeks keanekaragam kupu-kupu yang terdapat di Kawasan Hutan Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu tergolong tinggi dengan nilai H’ 3.02462651. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Charaxes bernardus. Kata Kunci: Keanekaragaman Jenis, Kupu-Kupu, Hutan Beluan Kecamatan Hulu Gurung
Pengaruh NPK Berimbang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine max M) Pada Tanah PMK Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.132

Abstract

Kedelai merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi. Hasil kedelai di kabupaten Sintang masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kacang tanah adalah dengan perbaikan teknik budidaya antara lain melalui pemberian NPK berimbang. Pemberian NPK berimbang mempunyai komponen hara N, P, dan K secara berimbang sehingga diharapkan dapat mengatasi kekurangan tanah PMK yang miskin N, P, dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NPK berimbang terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai dan untuk mendapatkan dosis NPK berimbang yang dapat menghasilkan pertumbuhan serta hasil keelai tanah pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Ke lima perlakuan tersebut adalah: N0 = Tanpa Urea, tanpa SP-36, dan tanpa KCl. N1 = Urea + SP-36 + KCl = 4,0 + 6,0 + 2,5 = 12,5 g per m2. 2 = Urea + SP-36 + KCl = 8,0 + 12,0 + 5,0 = 25,0 g per m2. N3 = Urea + SP- 36 + KCl = 12,0 + 18,0 + 7,5 = 37,5 g per m2. N4 = Urea + SP-36 + KCl = 16,0 + 24,0 + 10,0 = 50,0 g per m2. Pengamatan dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan berat biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPK berimbang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, yang ditunjukkan oleh peubah tinggi tanaman, jumlah polong, dan berat biji per tanaman . Pertumbuhan dan hasil tertingi akibat pemberian NPK berimbang dicapai pada dosis 37,5 g per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman (47,200 cm), rerata jumlah polong per tanaman (47,000 buah), rerata berat biji per anaman (17,067 g).
PENGARUH DI GROW TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L) Ratri Yulianingsih; Fatah Al Muiz Annur Yaasin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.24

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh DI Grow terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun, serta mengetahui dosis DI Grow yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil mentimun terbaik. Variabel bebas: DI Grow. Variabel terikat: berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan, perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk DI Grow yang terdiri dari enam taraf perlakuan: d0 = tidak diberi DI Grow; d1 = 10 ml DI Grow per liter air; d2 = 20 ml DI Grow per liter air; d3 = 30 ml DI Grow per liter air; d4 = 40 ml DI Grow per liter air; d5 = 50 ml DI Grow per liter air. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk DI Grow berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun yang ditandai dengan meningkatnya berat basah berangkasan, jumlah buah dan berat buah. Pemberian 50 ml DI Grow per liter air menghasilkan rata-rata berat berangkasan dan berat buah tertinggi, yaitu 0,13 kg per tanaman untuk berat berangkasan, dan 1 kg per tanaman untuk berat buah. Sedangkan jumlah buah tertinggi dihasilkan pada pemberian 50 ml tidak berbeda nyata dari pemberian 30 ml dengan selisih rata-rata 0,31 buah.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Nasi Basi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Syarif Nizar Kartana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pupuk organik cair dari nasi basi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jerora 1 Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang dari bulan Februari sampai April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dari nasi basi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada tanah podsolik merah kuning. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada pemberian pupuk organic cair dari nasi basi sebanyak 200 ml/liter air dengan rerata jumlah daun pertanaman sebanyak 8,10 helai dan rerata berat segar pertanaman seberat 43,19 gram.
Keanekaragaman Jenis Durian (Durio spp.) Pada Tembawang Desa Sungai Buluh Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Ria Rosdiana Hutagaol; Andreas Sundrima
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis durian(Durio spp.) pada kawasan tembawang Desa Sungai Buluh Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober tahun 2018 di Desa Sungai Buluh pada areal Tembawang Sungai Peru dan Tembawang Jelimpau Hulu Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi atau penjelajahan yang digunakan untuk menjelajah lokasi penelitian yaitu Tembawang Sungai Peru dan Tembawang Jelimpau Hulu. Metode ini dimaksudkan untuk menemukan semua jenis durian lokal yang terdapat pada Tembawang Desa Sungai Buluh. Penelitian ini juga menggunakan metode wawancara terhadap masyarakat lokat untuk mendapatkan informasi mengenai nama lokal durian dan pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua Tembawang ditemukan enam jenis durian atau dalam bahasa lokal disebut “Rian”, yaitu Durio kutajensis (Rian Tajau), Durio zibethinus (Rian Keban), Durio graveolens (Rian Teroung), Rian Tengka, Rian Adoun dan Rian Kelampai.
PEMBERIAN DOLOMIT DAN NPK PONSKA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) PADA TANAH PMK Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.11

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi. Hasil kacang hiju di kabupaten Sintang perlu ditingkatkan karena hasilnya masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kacang hiju adalah dengan pemberian Dolomit dan NPK Ponska. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian Dolomit dan NPK Ponska, pengaruhnya secara mandiri serta interaksinya terhadap pertumbuhan serta hasil kacang hijau pada tanah PMK dosis NPK dan untuk mendapatkan kombinasi antara Dolomit dengan NPK Ponska yang akan menghasilkan pertumbuhan serta hasil kacang hijau tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan. Penelitian ini dirancang secara faktorial terdiri dari 2 faktor, dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama adalah Dolomit (D) terdiri dari 3 taraf dosis, yaitu tanpa Dolomit (d0), 100 g Dolomit per m2 (d1), 200 g Dolomit per m2 (d2). Faktor kedua adalah NPK Ponska (N) terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa NPK Ponska (n0), 15 g NPK Ponska per m2 (n1), 30 g NPK Ponska per m2 (n2), dan 45 g NPK Ponska per m2 (n3). Pengamatan dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, dan berat biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Dolomit dan NPK Ponska secara mandiri serta interksinya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau, yang ditunjukkan oleh peubah tinggi tanaman, jumlah polong, dan berat biji per tanaman. Pertumbuhan tertinggi akibat pemberian Dolomit dicapai pada dosis 200 g per m2. Pada dosis Dolomit tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 43,833 cm, jumlah polong 44,917 buah, dan berat biji per tanaman 27,000 g. Pertumbuhan tertinggi akibat pemberian NPK Ponska dicapai pada dosis 45,0 g per m2, pada dosis NPK Ponska tarsebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 44,444 cm, jumlah polong 45,611 buah, dan berat biji per tanaman 27,722 g. Pertumbuhan dan hasil tertinggi akibat interaksi antara Dolomit dengan NPK Ponska dicapai pada kombinasi dosis 200 g Dolomit per m2 dengan 45 g NPK Ponska per m2 (kombinasi dosis d2n2,). Pada kombinasi dosis tersebut menghasilkan tinggi tanaman (51,170 cm), jumlah polong per tanaman (53,500 buah), dan berat biji per tanaman (32,333 gram).
Peranan Bokashi Batang Pisang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Daun (Alium fistulosum L.) Pada Tanah PMK Nining Sri Sukasih; Endy Prisstiawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.377

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi, dan diperlukan oleh manusia. Hasil panen bawang daun di Kalimantan Barat masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu kendala dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun di Kalimantan Barat adalah tanahnya yang didominasi oleh tanah PMK. Tanah PMK merupakan jenis tanah yang miskin bahan organik, oleh karenanya perlu penambahan pupuk organik, antara lain dengan pemberian bokashi batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan bokashi batang pisang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu : b0 = tanpa bokashi batang pisang, b1 = bokashi batang pisang 0,50 kg per m2, b2 = bokashi batang pisang 1,00 kg per m2, b3 = bokashi batang pisang 1,50 kg per m2, b4 = bokashi batang pisang 2,00 kg per m2.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), berat segar tanaman per rumpun (kg).Data dianalisis dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 0,05 dan 0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi batang pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan bawang daun, yang ditunjukkan oleh peubah tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman. Pertumbuhan dan hasil tertingi akibat pemberian bokashi batang pisang dicapai pada dosis 1,50 kg per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 40,700 cm, rerata jumlah daun per rumpun 32,500 helai, dan rerata berat tanaman per rumpun 0,261 kg.
PENGARUH NPK LAO YING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Curcumis melo L.) Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.204

Abstract

Melon (Curcumis melo L.) merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi dan diperlukan oleh manusia, oleh karenanya tanaman ini di Kalimantan Barat perlu terus dibudidayakan. Salah satu kendala dalam pembudidayaan melon di Kalimantan Barat adalah tanahnya yang didominsi oleh tanah podsolik merah kuning (PMK). Tanah PMK merupakan jenis tanah yang miskin unsur hara terutama N, P, K, dan Ca. NPK Lao Ying merupakan Janis pupuk yang kaya akan hara N, P, K, dan Ca. Pemberian NPK Lao Ying diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhn dan hasil melon pada tanah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NPK Lao Ying terhadap pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK dan untuk mendapatkan dosis NPK Lao Ying yang dapat menghasilkan pertumbuhan serta hasil melon tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 6 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Enam perlakuan yang dimaksud: n0 = Tanpa NPK Lao Ying. n1 = NPK Lao Ying 10 g per m2. n2 = NPK Lao Ying 20 g per m2. n3 = NPK Lao Ying 30 g per m2. n4 = NPK Lao Ying 40 g per m2. N5 = NPK Lao Ying 50 g per m2. Pengamatan dilakukan terhadap peubah berat berangkasan dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPK Lao Ying dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon, yang ditunjukkan oleh peubah berat berangkasan dan berat buah per tanaman. Pertumbuhan dan hasil tertingi akibat pemberian NPK Lao Ying dicapai pada dosis 40 g per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata berat berangkasan per tanaman 0,506 kg dan rerata berat buah per tanaman 2,050 kg.
Pengaruh Kompos Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L) Sumartoyo Sumartoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.92

Abstract

Mentimun merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi. Hasil mentimun manis di kabupaten Sintang masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil mentimun adalah dengan perbaikan teknik budidaya, antara lain melalui pemberian Bokashi Enceng Gondok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi Enceng Gondok terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun dan untuk mendapatkan dosis bokashi Eceng Gondok yang akan menghasilkan pertumbuhan serta mentimun pada tanah podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 6 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 4 kali, ke enam perlakuan tersebut adalah: A = Tanpa kompos eceng gondok.B = Kompos eceng gondok 5 ton per ha = 0,5 kg per m2. C = Kompos eceng gondok 10 ton per ha = 1,0 kg per m2. D = Kompos eceng gondok 15 ton per ha = 1,5 kg per m2. E = Kompos eceng gondok 20 ton per ha = 2,0 kg per m2. F = Kompos eceng gondok 25 ton per ha = 2,5 kg per m2. Pengamatan dilakukan terhadap peubah berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian meunjukkan bahwa Kompos enceng gondok berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah PMK, yang ditunjukkan oleh berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah. Pertumbuhan dan hasil tertinggi dicapai pada pemberian kompos eceng gondok sebanyak 2,00 kg per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata berat basah berangkasan 187,188 g per tanaman, rerata jumlah buah sebanyak 15,938 buah per tanaman, dan rerata berat buah 3,358 kg per tanaman.
Pemberian Bokashi Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Pada Tanah PMK Markus Sinaga; Dominggus Obed Nego
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.337

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) diketahui memiliki kandungan bahan organik rendah. Supaya tanah ini dapat diusahakan untuk budidaya tanaman khususnya kacang panjang perlu ditambahkan bahan organik, dalam hal ini adalah bokashi sekam padi. Bokashi sekam padi selain mengandung bahan organik dalam bentuk C-Organik, juga mengandung unsur hara makro dan mikro. Oleh sebab itu melalui pemberian bokashi sekam padi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian bokashi sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang pada tanah PMK. Dosis bokashi sekam padi mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kacang panjang pada tanah PMK. Variabel pengamatan yaituberat basah berangkasan, jumlah polong, dan berat polong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan dalam percobaan ini adalah bokashi sekam padi yang terdiri dari lima taraf dan lima ulangan yaitu tanpa bokashi sekam padi (P0), 1 kg bokashi sekam padi per m2 (P1), 2 kg bokashi sekam padi per m2 (P2), 3 kg bokashi sekam padi per m2 (P3), dan 4 kg bokashi sekam padi per m2 (P4). Data hasil pengamatan dianalisa dengan uji F kemudian dilakukan dengan uji BNJ.Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian bokashi sekam padi menghasilkan pertumbuhan dan hasil kacang panjang tertinggi pada tanah PMK, yang diketahui dari pengamatan berat polong dan berat berangkasan. Pemberian 3 kg bokashi sekam padi menghasilkan berat polong rata-rata 337,50 gram per tanaman, sedangkan pemberian 2 kg bokashi meningkatkan berat rata-rata berangkasan 85,00 gram per tanaman.