cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
PERANAN PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Nining Sri Sukasih; Vanbasten Jerivay
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.616

Abstract

Konsumsi kacang tanah semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk,peningkatan gizi, diversivikasi pangan dan peningkatan kapasitas industri pangan dan pakan ternakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemberianpupuk kotoran walet terhadap pertumbuhandan hasil tanaman kacang tanah serta mengetahui dosis yang optimal dalam menghasilkan pertumbuhandan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok terdiriatas 5 taraf perlakuan pupuk kotoran walet yaitu W0 = Tanpa Pupuk Kotoran Walet/m2 ;W1 = 0,5 kgpupuk kotoran Walet/m2; W2 = 1 kg pupuk kotoran walet/m2; W3 = 1,5 kg pupuk kotoran walet/m2;W4 = 2 kg pupuk kotoran walet/m2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, berat polong, beratbiji. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pupuk kotoran walet berpengaruh terhadap pertumbuhan danhasil tanaman kacang tanah. Pupuk kotoran walet dengan dosis sebanyak 2 Kg/m2 menghasilkanpertumbuhan dan hasil terbaik, ditunjukan dengan tinggi tanaman 66,20 cm, berat polong 207,30 gram,dan berat biji 52,90 gram.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis L.) AKIBAT PERBEDAAN PEMBERIAN AIR DAN UREA Mangardi -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.622

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan air dan pupuk urea yang optimal padatanaman sawi hijau (Brassicarapa var. parachinensisL.). Penelitian dilaksanakan di Desa Baning,Kec. Sintang, Kab. Sintang, pada November -Desember 2021. Rancangan lingkungan menggunakanRAK faktorial, faktor I air dan faktor II pupuk urea. Parameter yang diamati luas daun, laju pertumbuhantanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman. Apabila hasil analisis ragam terdapat pengaruh nyatamaka akan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuanair dan pupuk urea terdapat interaksi pada bobot basah dan kering tanaman 21 hst, hasil BB maupunBK tertinggi terdapat pada perlakuan air 60-70-80-100 ml kombinasi dengan 1 gram urea. Pemberianair 60-70-80-100 ml memberikan pengaruh nyata pada bobot kering tanaman 30 hst. Sedangkanpemberian pupuk urea memberikan pengaruh nyata pada luas daun 14 hst dengan perlakuan 2 gramurea, bobot basah 30 hst dengan 2 gram urea dan bobot kering tanaman 30 hst dengan 2 gram urea.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian air 60-70-80-100ml dan 2 gram urea mampumeningkatkan bobot basah dan bobot kering tanaman sawi hijau.
TEMPAT TUMBUH KEMENYAN (Styrax spp) PADA KAWASAN BERHUTAN DESA RIRANG JATI KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tempat tumbuh Kemenyan (Styrax spp) yang terdapatdi Desa Rirang Jati Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Penelitian dilaksanakan denganmenggunakan metode petak tunggal. Penentuan petak pengamatan dilakukan secara purposive sampling(disengaja) pada areal yang paling banyak terdapat Kemenyan. Petak yang digunakan untuk pengamatanadalah petak tunggal yang berukuran 100 m x 60 m. Didalam petak tunggal tersebut terdapat masingmasing15 plot pengamatan untuk tingkat pohon, tiang, pancang dan semai/tumbuhan bawah. Hasilpenelitian diketahui bahwa terdapat 9 (sembilan) jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar pohonKemenyan, yaitu Senirak, Encrinak, Juring, Kempelas, Lemas, Temalak, Puduk, Muntik dan Karet.Tanah sebagai tempat tumbuh Kemenyan memiliki pH 6,72 (netral), Karbon Organik sebesar 2,6 %(Tinggi), N Total 0,15 % (Rendah), C/N rasio 26,36 % (Sangat Tinggi), K 0,33 (Sedang), Ca 0,26(Sangat Rendah), Mg 0,38 (Sangat Rendah), dan KTK 13,56 (Rendah) serta iklim yang sesuai denganrerata curah hujan bulanan adalah 267,33, rerata suhu udara bulanan 28,04 OC, dan rerata KelembabanRelatif bulanan adalah 85,14 (%).
PERANAN SOLID KELAPA SAWIT DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Syarif Nizar Kartana; Anggelos Febrianto; Wawan wawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.617

Abstract

Tanaman kacang tanah termasuk suku polong-polongan memiliki manfaat sebagai sumber bahan pangan berprotein tinggi.Rata-rata produksi kacang tanah di Kabupaten Sintang pada tahun2017 adalah 1,33 ton/ha dan masih rendah bila dibandingkan dengan potensi produksi optimalnya yang mencapai 2,0 ton/ha(Soeprapto : 2011).Penyebab utama rendahnya produksi tersebut adalah karena tingkat kesuburan tanah yang kurang.Usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki produktifitas kacang tanah adalah dengan memberikan bahan organik berupa solid kelapa sawit karena perkembangan perindustrian kelapa sawit di Sintang membuat ketersediaan solid menjadi melimpah serta memiliki kandungan bahan organik dan unsur hara yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan solid kelapa sawit dalam meningkatkan hasil kacang tanah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Kapuas Sintang dari bulan April sampai Juli 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian solid kelapa sawit dapat meningkatkan hasil tanaman kacang tanah dimana perlakuan terbaik adalah dengan pemberian solid kelapa sawit sebanyak 5,2 kg/m2 dengan rerata jumlah polong isi 59 polong per tanaman dan rerata berat polong isi 88,40 gram per tanaman.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA AKAR RESAM DAN TANAH PMK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Eucalyptus pellita DI PERSEMAIAN Kamaludin -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media akar resam dan tanah PMK sertakomposisi yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemaianMetode peneitian yang digunakan mengunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) denganperlakuan tunggal yaitu komposisi media tanam, meliputi S0 (akar resam tanpa tanah), S1 (akar resam40 gram dan tanah PMK 60 gram), S2 (akar resam 50 gram dan tanah PMK 50 gram), S3 (akar resam60 gram dan tanah PMK 40 gram), S4 (akar resam 70 gram dan tanah PMK 30 gram), S5 (akar resam80 gram dan tanah PMK 20 gram) dan S6 (akar resam 90 gram dan tanah PMK 10 gram). Hasilpenelitian berdasarkan analisis sidik ragam diketahui bahwa komposisi media akar resam dan tanahPMK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlahdaun bibit Eucalyptus pellita di persemain. Walaupun demikian, hasil pengamatan dan pengukuranmenunjukkan bahwa komposisi media tanam yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan bibitEucalyptus pellita di persemain adalah perlakuan S5 (perlakuan media akar resam 80 gr dan tanahPMK 20 gr).
PENGELOLAAN TEMBAWANG OLEH MASYARAKAT DESA BATU ONAP KABUPATEN MELAWI KALIMANTAN BARAT Ria Rosdiana Hutagaol; Hendra Yanto
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.628

Abstract

Tembawang merupakan suatu sistem agroforestri, yang juga sering diistilahkan dengan kebunhutan, karena struktur tajuknya menyerupai struktur hutan alam. Secara umum pengelolaannya dilakukanoleh masyarakat suku dayak secara turun temurun berdasarkan kearifan lokal. Areal tembawangditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama tumbuhankayu, buah-buahan serta tumbuhan obat dan pangan. Tembawang Desa Batu Onap merupakan salahsatu tembawang yang terletak di Kabupaten Melawi., yang dalam pengelolaannya dilaksanakanberdasarkan budaya dan pengetahuan masyarakat lokal. Penelitian dilaksanakan di areal TembawangDesa Batu Onap Kabupaten Melawi, pada Bulan Juni-Agustus 2021. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengelolaan tembawang oleh masyarakat Desa Batu Onap Kabupaten MelawiKalimantan Barat. Metode penelitian menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam untukmemperoleh gambaran tentang pengelolaan tembawang. Data dianalisis menggunakan analisis Strength,Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berupakekuatan dan kelemahan memiliki nilai sebesar 0,1358, sedangkan faktor eksternal berupa peluangdan ancaman sebesar -0,0181. Dari hasil SWOT tersebut, maka penggelolaan tembawang beradapada kuadaran III atau strategi diversifikasi.
APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao, L) SAMBUNG PUCUK Nurhadiah Nurhadiah; Nining Sri Sukasih; F. Xaverius Tri; Melira Yola Putranti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.618

Abstract

Kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi alternatif bahan organik yang dapatdicampur dengan tanah top soil sebagai media tanam dalam pembibitan kakao. Adapun tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit kakao sambungpucuk dan untuk mengetahui dosis kompos TKKS yang optimum terhadap pertumbuhan bibit kakaosambung pucuk di pembibitan.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan polaRancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan dalam penelitian ini adalah TKKS terdiriatas lima taraf perlakuan yaitu : K0 = tanpa kompos TKKS, K 1 = 18,75 g kompos TKKS / polybag,K2 = 37,5 g TKKS /polybag, K3 = 56,25 g kompos TKKS/polybag, k4 = 75 g kompos TKKS/polybag. Jumlah tanaman percobaan sebanyak 100 bibit kakao yang juga sekaligus merupakan tanamanpengamatan.Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi bibit (cm) dan diameter bibit (mm)..Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasilpenelitian menunjukan kompos TKKS berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan kakao. KomposTKKS dengan dosis 75 g/polybag memberikan pengaruh yang optimum terhadap pertumbuhan bibitkakao sambung pucuk dengan rerata pertambahan tinggi bibit 2,25 cm dan rerata pertambahan diameterbibit 1,07 mm.
STUDI JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN GUNUNG KELAM KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kantong semar yang berada di kawasangunung kelam Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Adapun kegunaan dari penelitian iniadalah sebagai pemberi informasi mengenai tumbuhan kantong semar yang terdapat di kawasan TamanWisata Alam Gunung Kelam. Berdasarkan hasil dari pengamatan langsung di lapangan, dari 112 individuhanya 4 spesies yang berhasil ditemukan, adapun jenis-jenis nya terdiri dari Nepenthes cliepeata,Nepenthes reinwardtiana, Nepenthes albomarginata dan Nepenthes ampularia. Jumlah terbanyakadalah Nepenthes reinwardtiana dengan jumlah 75 individu. Tempat tumbuhnya jenis-jenis nepenthesini tumbuh menyebar diberbagai tempat di Taman Wisata Alam Gunung Kelam Kecamatan KelamPermai Kabupaten Sintang.
KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DESA NANGA MAU KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Surya Aspita
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.632

Abstract

Pengelolaan sumberdaya hutan sangat dipengaruhi oleh kearifan lokal yang dimiliki masyarakatuntuk mencegah berbagai pengaruh buruk terhadap hutan. Penelitian dilakukan untuk menginventarisasikearifan lokal yang terkait dengan kepercayaan atau/dan pantangan, etika dan aturan, teknik danteknologi, serta praktek dan tradisi pengelolaan hutan/lahan yang dilakukan oleh masyarakat dalammembangun dan mengelola hutan di Desa Nanga Mau. Bentuk-bentuk kearifan lokal yang masih terdapatdi Desa Nanga Mau yang dapat mendukung pengelolaan hutan seperti kepercayaan dan/atau pantanganadat berupa pelaksanaan upacara adat seperti upacara rebu-rebu dan upacara kerja tahun, kepercayaanmengenai penjaga Desa model Bias yang di sebut dengan “Gana/Gano”. Etika dan aturan berupalarangan untuk melakukan penebangan dari hutan lindung, larangan menangkap ikan dengan meggunakanracun dan bom, larangan perburuan hewan yang dilindungi. Teknik dan teknologi berupa pembuatansekat bakar, memperhatikan arah angin sebelum melakukan pembakaran, tidak melakukan pembakaranpada saat musim kemarau, menggunakan bambu sebagai bahan pembuat keranjang , penggunaan bambusabagi penopang tanaman. Praktek dan tradisi pengelolaan lahan berupa pembagian suatu areal menjadibeberapa luasan lahan untuk ditanami dengan komoditi pertanian yang berbeda, menerapkan tekniktumpang sari, penggunaan pupuk kompos serta humus, pengetahuan mengenai siklus tanaman, pemilihankomoditi pertanian yang sesuai, serta memanfaatkan tumbuhan hutan sebagai tanaman obat.
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG PANJANG(Vigna sinensis L.) MELALUI PEMBERIAN KOMPOS BATANG PISANG Ratri Yulianingsih; Fulgensius Yunsun; Eko Wardoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.619

Abstract

Produksi kacang panjang pada tanah PMK perlu ditingkatkan dengan menambah unsurhara. Salah satu unsur hara yang dapat ditambahkan adalah kompos batang pisang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap produksi kacang panjang danuntuk mengetahui dosis kompos batang pisang yang menghasilkan produksi tertinggi pada tanamankacang panjang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yangterdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu: P0 = tanpa pemberian kompos batang pisang, P1 = 1,5 kg komposbatang pisang, P2 = 3 kg kompos batang pisang, P3 = 4,5 kg kompos batang pisang, dan P4 = 6 kgkompos batang pisang. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah jumlahpolong dan berat polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos batang pisang berpengaruhterhadap produksi kacang panjang. Produksi tertinggi pemberian kompos batang pisang dicapai padadosis 6 kg, dan menghasilkan rerata jumlah polong 14,63 polong per tanaman, dan rerata berat polong375,66 gram per tanaman.