cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 258 Documents
PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica alboglabra, L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan pada tanah podsolik merah kuning serta untuk mengetahui dosis kompos jerami padi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tertinggi. Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. variabel bebas yaitu kompos jerami padi sedangkan variabel terikat yaitu tinggi tanaman, diameter batang per tanaman, dan berat segar tanaman. Rancangan percobaan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan faktor perlakuan kompos jerami padi yang terdiri dari : (j0) tidak diberi kompos jerami padi, ( j1) 0,5 kg kompos jerami padi per m2, ( j2) 1 kg kompos jerami padi per m2, ( j3) 1,5 kg kompos jerami padi per m2, ( j4) 2 kg kompos jerami padi per m2 ,(j5) 2,5 kg kompos jerami padi per m2, ( j6) 3 kg kompos jerami padi per m2
Pengaruh Abu Sekam Padi Terhadap Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt.) Pada Tanah PMK Ratri Yulianingsih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.446

Abstract

Penurunan produktivitas tanaman dapat dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Pemberian abu sekam padi diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Hal ini dikarenakan abu sekam padi merupakan bahan organik yang dapat meningkatkan unsur hara pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu sekam padi dalam meningkatkan hasil jagung manis. Ruang lingkup penelitian terdiri dari dua variabel yaitu: variabel bebas terdiri dari abu sekam padi, dan variabel terikat terdiri dari berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen lapangan dan mengunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor pertama adalah abu sekam padi yang terdiri dari lima taraf yaitu P0 = Tanpa abu sekam padi (kontrol); P1 = Abu sekam padi sebanyak 180g/m2; P2 = Abu sekam padi sebanyak 360g/m2; P3 = Abu sekam padi sebanyak 540g/m2; P4 = Abu sekam padi sebanyak 720g/m2. Parameter yang diamati adalah berat tongkol kotor (gram) dan berat tongkol bersih (gram). Data dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan abu sekam padi berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan hasil tanaman jagung manis. Pemberian 720g/m2 abu sekam padi memberikan rerata pertumbuhan dan hasil tertinggi yang ditunjukan oleh peubah berat tongkol kotor 428,83 gram dan berat tongkol bersih 351,86 gram.
Pengaruh Diameter Stum Dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasilliensis M) Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.295

Abstract

Karet (Hevea brassiliensis Muell. Arg) merupakan komoditas yang penting, karena merupakan sumber devisa bagi negara, penghasil bahan baku berbagai industri, dan dapat memperluas kesempatan kerja bagi penduduk di Indonesia umumnya dan kabupaten Sintang khususnya. Badan statistik kabupaten Sintang (2017:166) memaparkan bahwa sebanyak 27.767 kepala keluarga mata pencahariannya adalah dengan berkebun karet dengan total luas 84.930 ha, dari tolat luas tersebut 11.148 ha di antaranya kondisinya telah rusak dan perlu diremajakan. Supaya nantinya kebun karet yang diremajakan mempunyai produktifitas yang tinggi perlu disediakan bibit yang baik. Nazaruddin dan Paimin (2016:148-150) memaparkan bahwa bibit karet yang berkualitas dapat diproleh dengan penggunaan stum yang mempunyai diameter tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar disertai pemberian pupuk, antara lain SP-36. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi diameter stum dengan SP-36 terhadap pertumbuhan bibit karet, dan untuk mendapatkan kombinasi dari perlakuan diameter stum dengan SP-36 yang menghasilkan pertumbuhan bibit karet teringgi. Penelitian ini dirancang secara faktorial, terdiri dari dua faktor, dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama adalah diameter stum karet (D), terdiri dari 3 taraf, yaitu 1,0-1,4 cm (d1), 1,5-1,9 cm (d2), dan 2,0-2,4 cm (d3). Faktor ke dua adalah SP-36 (S) terdiri dari 4 taraf dosis, yaitu tanpa sp-36 (s0), 5,00 g per tanaman (s1), 10,00 g per tanaman (s2) dan 15,00 g per tanaman (s3). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan dikakukan terhadap peubah tinggi tunas dan diameter tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara diameter stum dengan SP-36 berpengaruh terhadap inggi tunas dan diameter tunas. Kombinasi diameter stum 1,50-1,90 (d2) dangan SP-36 sebanyak 10,00 g per tanaman (s2) menghasilkan pertumbuhan bibit karet tertinggi, pada kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan tinggi tunas 25,18 cm dan diameter tunas 5,25 mm.
Inventarisasi Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Di Kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang Ria Rosdiana Hutagaol
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.130

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Lindung Bukit Rentap Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat dan pemanfaatannya yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode systematic sampling with random start untuk menginventarisasi tumbuhan obat, sedangkan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh sebanyak 12 jenis tumbuhan obat yang biasa digunakan masyarakat di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang sebagai bahan pengobatan secara alami. Adapun ke 12 jenis tumbuhan obat alami yang ditemukan adalah Engkerebang (Psyhotria vividifloria), Gelinggang (Casia quaderiata), Tepus (Amomum xanthophlebium), Mambung (Blumea balsamifera), Leban (Vitex pubescens), Lembu (Costus spesiocus), akar Tambun, Peruruh Remujan, Kemunting (Ochthocharis bornensis Bl.), Salam (Syzygium polyanthum), Empait (clerodendrumad enophysum), Papau Ngerungguk.
Pengaruh Pemberian Atonik Terhadap Pertumbuhan Stek Akar Peluntan (Artocarpus sericicarpus) Kamaludin -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan dan dosis yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan stek akar Peluntan di persemaian. Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan terutama mengenai pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya pembibitan di persemaian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen lapangan alam bentuk faktor tunggal dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) ini terdiri dari satu faktor dan 4 (empat) level perlakuan yaitu A0 (Tanpa Atonik), A1 (Dosis 0,25 ml Atonik per litter air per 9 stek akar), A2 (Dosis 0,50 ml Atonik per litter air per 9 stek akar0, dan A3 (Dosis 0,75 ml Atonik per litter air per 9 stek akar). Setiap level perlakuan diulang 4 empat) kali dan setiap ulangan terdapat 9 stek akar. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Atonik memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun, tinggi tunas, jumlah akar dan panjang akar stek akar Peluntan di persemaian, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah tunas. Perlakuan pemberian Atonik dengan dosis 0,5 ml per litter air (A2) menunjukkan hasil yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, tinggi tunas, dan panjang akar stek akar Peluntan di persemaian, sedangkan untuk meningkatkan jumlah akar yang terbaik adalah perlakuan 0,75 ml per litter air (A3).
Studi Habitat Pohon Pakan Lebah Di Kawasan Berhutan Menyumbung Tengah Kecamatan Sintang H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari habitat pohon pakan lebah secara alami, faktor abiotik dan faktor biotik dari habitat Pohon Pakan Lebah di hutan Menyubong Tengah. Metode pengamatan yang digunakan metode petak tunggal, dimana penentuan petak dilakukan secara purposif smping, dengan ukuran petak 20 X 20m sebanyak 5 petak. Hasil analisa vegetasi ditemukan 28 jenis vegetasi tingkat semai, 26 jenis vegetasi tingkat pancang, 25 jenis vegetasi tingkat tiang, dan 22 jenis vegetasi tingkat pohon. Untuk pohon pakan lebah ditemukan 9 jenis vegetasi tingkat semai dengan INP= 107,4374, 10 jenis vegetasi tingakat pancang dengan INP =159,6182, 9 jenis vegetasi tingkat tiang dengan INP =147,9450, dan 10 jenis vegetasi tingkat pohon dengan INP = 190,7533. Pohon Pakan Lebah tumbuh pada pH tanah yang sangat masam dengan pH H2O (3,34), kandungan bahan oraganik Carbon sebesar (5,44%), Nitrogen sebesar (0,25%), dan kandungan unsur hara Posphor sebesar (17,23 ppm). Kalium sebesar (0,21 C mol/kg). Magnesium sebesar (0,56 C mol/kg). Kandugan Na sebesar (0,17 C mol/kg). Kandungan kalsium di areal penelitian sebesar 0,39 C mol/kg, KTK sebesar 27,25 C mol/kg, Kejenuhan basa sebesar 4,88 C mol/kg. Kondisi iklim pada lokasi penelitian meliputi suhu rata-rata 26,9°C dan kelembaban udara pada lokasi penelitian 86,75%.
Pengaruh Pupuk Hayati Evagrow Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.94

Abstract

Penelitiani ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati evagrow terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dan untuk mendapatkan dosis pupuk hayati evagrow yang akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri tertinggi. Hasil penelitian diketahui bahwa pupuk hayati evagrow berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri berdasarkan hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Pemberian 10 gram pupuk hayati evagrow menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman seledri dalam penelitian ini. Tinggi tanaman rata-rata 36,00 cm, jumlah daun rata-rata 42,80 daun, dan rata-rata berat segar 66,00 gram per tanaman.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA AKAR RESAM DAN TANAH PMK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Eucalyptus pellita DI PERSEMAIAN Kamaludin .
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media akar resam dan tanah PMK serta komposisi yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemaian. Metode peneitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal yaitu komposisi media tanam, meliputi S0 (akar resam tanpa tanah), S1 (akar resam 40 gram dan tanah PMK 60 gram), S2 (akar resam 50 gram dan tanah PMK 50 gram), S3 (akar resam 60 gram dan tanah PMK 40 gram), S4 (akar resam 70 gram dan tanah PMK 30 gram), S5 (akar resam 80 gram dan tanah PMK 20 gram) dan S6 (akar resam 90 gram dan tanah PMK 10 gram). Rancangan ini dipilih karena selain faktor media, semuanya relatife seragam. Hasil penelitian berdasarkan analisis sidik ragam diketahui bahwa komposisi media akar resam dan tanah PMK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit Eucalyptus pellita di persemain. Walaupun demikian, hasil pengamatan dan pengukuran menunjukkan bahwa komposisi media tanam yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemain adalah perlakuan S5 (perlakuan media akar resam 80 gr dan tanah PMK 20 gr). Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk memastikan pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemain agar didapatkan kesimpulan yang komprehensif, yaitu salah satunya dengan cara menambah lamanya waktu penelitian. Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk memastikan pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemain agar didapatkan kesimpulan yang komprehensif, yaitu salah satunya dengan cara menambah lamanya waktu penelitian.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Anakan Pekawai (Durio kutejensis) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk kandang kotoran Ayam yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Pekawai (Durio kutejensis) pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian ini menggunakan rancangan dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu tanah pada lokasi penelitian tanpa pupuk kandang kotoran Ayam (A0 atau Kontrol), 750 gram Pupuk Kandang Kotoran Ayam per anakan (A1), 1.000 gram Pupuk Kandang Kotoran Ayam per anakan (A2) dan 1.250 gram Pupuk Kandang Kotoran Ayam per anakan (A3). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk kandang kotoran Ayam memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan anakan Pekawai (Durio kutejensis) pada tanah Podsolik Merah Kuning. Dosis perlakuan yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan pertambahan jumlah daun dan tinggi anakan Pekawai adalah perlakuan A3 (1.250 gram Pupuk Kandang Kotoran Ayam per anakan), dengan rerata pertambahan jumlah daun sebanyak 17,17 helai daun dan rerata pertambahan tinggi sebesar 32,00 cm..
PENGARUH PEMBERIAN POC DOSIS TINGGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea, L.) Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.195

Abstract

Meningkatkan hasil tanaman sawi dapat dilakukan dengan cara pemberian pupuk organik cair. Keuntungan menggunakan pupuk organik karena unsur hara yang terdapat di dalamnya terbilang lengkap, tetapi kelemahan yang dimiliki oleh pupuk organik cair adalah unsur haranya rendah. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang optimal pemberian pupuk organik cair dapat dilakukan dengan dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh pemberian pupuk organik cair dosis tinggi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. (2) Dosis pemberian pupuk organik cair dosis tinggi yang tepat dan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman sawi hijau. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu, pupuk organikcair, sedangkan variabel terikatnya terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dan menggunakan rancangan lingkungan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor perlakuan dalam percobaan ini adalah pupuk organik cair dosis tinggi yang terdiri dari lima taraf, yaitu: 5 ml per liter air (c1), 7,5 ml per liter air (c2), 10 ml per liter air (c3), 12,5 ml per liter air (c4), dan 15 ml per liter air (c5). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Duncans Multiple Ranges Test (DMRT) pada selang kepercayaan 95%. Hasil analisa data diketahui bahwa pemberian pupuk organik cair dosis tinggi berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, tetapi berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman sawi hijau hal ini terlihat dari berat segar tanaman, dan dosis pemberian pupuk organik cair yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman sawi hijau adalah 7,5 ml per liter air, yang menghasilkan berat segar rata-rata 192,50 gram per tanaman.

Page 5 of 26 | Total Record : 258