cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
PENGARUH WAKTU DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS UBI JALAR (Apomoea batatas L.) prengki, libertus; Mangardi, Mangardi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1592

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang dibudidayakan secara luas di seluruh dunia karena mempunyai daya adaptasinya yang luas, potensi hasil yang besar, serta nilai gizinya yang tinggi sehingga telah menjadi tanaman pangan yang penting. Pemanfaatan ubi jalar selain sebagai sumber pangan juga sebagai bahan baku industri serta pakan ternak, namun tanaman ubi jalar memiliki karakter pertumbuhan, yaitu tingginya pertumbuhan vegetatif yaitu daun dan batang. Salah satu tindakan agronomi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan vegetatif pada tanaman ubi jalar adalah defoliasi. Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji pengaruh berbagai waktu defoliasi terhadap pertumbuhan dan hasil pada 3 varietas ubi jalar, yaitu varietas Beta-1, varietas Sari dan varietas Antin-3. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan menempatkan varietas ubi jalar (V) sebagai petak utama (Main Plot) dan waktu pemangkasan pucuk (Defoliasi) (P) sebagai anak petak (Sub Plot). Parameter yang diamati, yaitu: indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, indeks pembagian, dan hasil panen. Data hasil pengamatan dianalisis uji F pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ 5%Hasil penelitian menunjukkan bahwa defoliasi 45 maupun 65 HST mengakibatkan tingginya pertumbuhan organ vegetatif pada varietas Beta-1. Defoliasi pada berbagai umur tidak dapat meningkatkan produksi ubi jalar varietas Beta-1. Pada varietas Sari, defoliasi 45 HST mampu meningkatkan hasil panen sebesar 7,56 ton/ha (19,88%). Pada varietas Antin-3, tanaman yang didefoliasi 45 dan 65 hasil panennya meningkat masing-masing sebesar 7,97 ton/ha (34,35%) dan 7,38 ton/ha (32,63%). 
Resolusi Konflik Pengelolaan Hutan Dalam Gabungan Kelompok Tani Batawawi di Kesatuan Pengelolaan Hutan Maria Donggomassa Muhammad Syamsuri; Bahruni; Soni Trison; Tsanie Ditya Kurnia
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1620

Abstract

Konflik dalam pengelolaan lahan sering terjadi dalam program perhutanan sosial, termasuk di Gapoktan Batawawi yang berada di wilayah kerja KPH Maria Donggomassa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konflik yang terjadi serta merumuskan strategi penyelesaiannya menggunakan pendekatan Graph Model for Conflict Resolution (GMCR). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis jejaring sosial terhadap 111 anggota kelompok. Hasil menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh dominasi pengurus dalam pengambilan keputusan, lemahnya hubungan sosial antar anggota, dan terbatasnya informasi yang diterima anggota. Melalui GMCR, preferensi tiga aktor utama KPH, pengurus, dan anggota   dianalisis untuk menemukan titik keseimbangan konflik (Nash Equilibrium). Titik tersebut terjadi ketika hak anggota diakui, dan semua pihak menjaga peran masing-masing tanpa tekanan sepihak. Strategi yang disarankan adalah mediasi langsung dari KPH kepada pengurus serta penguatan fungsi kontrol kelembagaan.
STUDI HABITAT Amorphophallus hewittii DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT LUIT KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Anam, Khoerul; Sumarni, Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1689

Abstract

Amorphophallus hewittii atau bunga bangkai merupakan tumbuhan liar yang memiliki keunikan, keindahan, serta peran ekologis penting seperti menarik polinator dan menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi biotik dan abiotik habitat A. hewittii yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Bukit Luit Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan adalah petak tunggal yang diletakkan secara purposive dan representatif, dengan ukuran 100 × 60 m. Pada petak tersebut dibuat 15 subpetak pengamatan untuk mengidentifikasi vegetasi pada tingkat semai, tiang, dan pohon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 jenis vegetasi yang menyusun komunitas tumbuhan di sekitar A. hewittii. Struktur vegetasi yang berlapis ini mencerminkan adanya dinamika regenerasi alami dan ketersediaan naungan yang penting bagi keberlangsungan spesies pada lapisan bawah. Interaksi antara faktor biotik dan abiotik menciptakan mikrohabitat yang stabil dan sesuai bagi kelestarian A. hewittii. Selain itu dalam penelitian ini juga terlihat adanya aktivitas masyarakat di dalam kawasan hutan lindung walau saat ini bukan berupa ancaman namun harus ada pemantauan dari pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan terpadu oleh pemerintah, dukungan masyarakat, serta kolaborasi mitra konservasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya hayati dan kesejahteraan masyarakat sekitar Bukit Luit.
PENGARUH PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN (Zea mays var. Ceratina) Kartana, Syarif Nizar; Nurhadiah, Nurhadiah; Januardi, Sebastianus Destian
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1700

Abstract

Tanaman jagung ketan memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Sintang namun masih sedikit yang membudidayakannya dibandingkan dengan jagung manis walaupun harganya lebih tinggi dari jagung manis. Budidaya tanaman jagung ketan di Kabupaten Sintang menghadapi kendala tanah yang kurang mendukung karena didominasi jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) yang memiliki tingkat kesuburan rendah. Pemberian MOL bonggol pisang dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah PMK karena mengandung berbagai mikroorganisme dan unsur hara serta berbagai zat pengatur tumbuh yang dapat mendukung pertumbuhan dan produktifitas tanaman jagung ketan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi MOL bonggol pisang yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan MOL bonggol pisang dengan 5 taraf perlakuan yaitu: M0 = Tanpa pemberian MOL bonggol pisang (kontrol); M1 = MOL bonggol pisang 15%; M2 = MOL bonggol pisang 30%; M3 = MOL bonggol pisang 45%; M4 = MOL bonggol pisang 60% dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, dan berat tongkol bersih. Pemberian MOL bonggol pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan, dimana pemberian MOL bonggol pisang 45% (M3) merupakan dosis yang terbaik dalam penelitian ini untuk pertumbuhan tanaman dengan rerata tinggi tanaman 199,60 cm dan rerata diameter batang 18,21 mm sedangkan untuk hasil adalah pada konsentrasi 60% (M4) dengan berat tongkol bersih 353,05 gram.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN SERANGGA HAMA PADA FASE GENERATIF TANAMAN CABAI HIYUNG (Capsicum frutescens L.) DENGAN APLIKASI POC PLUS Raihandito, Juniko; Akhmad Gazali, Akhmad Gazali
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga hama pada fase generatif tanaman cabai Hiyung (Capsicum frutescens L.) dengan aplikasi POC Plus. Pengamatan dilakukan menggunakan metode yellow trap, pitfall trap, dan secara manual selama periode generatif. Data dianalisis menggunakan indeks ekologi Shannon-Wiener (H’), indeks kekayaan (R), indeks kemerataan (E), serta indeks dominasi (D). Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan spesies serangga hama, yaitu Plutella xylostella, Spodoptera litura, Bactrocera dorsalis, Mictis longicornis, Nezara viridula, Megacopta cribraria, Leptocorisa oratorius, dan Myrmeleon formicarius. Tingkat keanekaragaman serangga tergolong rendah (H’ = 0,531), dengan kekayaan jenis rendah (R = 0,977), kemerataan populasi rendah (E = 0,242), serta dominasi tinggi (D = 0,789). Spesies yang paling mendominasi adalah Bactrocera dorsalis dengan jumlah tangkapan 4.726 individu. POC Plus mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi belum efektif menekan dominasi lalat buah, sehingga diperlukan penerapan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk menjaga keseimbangan ekosistem cabai Hiyung.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR JAMUR KEBERUNTUNGAN ABADI (JAKABA) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) prengki, libertus; Mangardi, Mangardi; Yulianingsih, Ratri; Agung, Citra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1725

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang cukup tinggi pemanfaatannya sehingga prospek budidayanya cukup menjanjikan. Namun demikian produksinya di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat masih sangat rendah, salah satu penyebabnya adalah kesuburan tanah yang sangat rendah. Oleh sebab itu maka perlu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan menggunakan POC jakaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun.  Penelitian dilaksanakan di Desa Merpak, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada bulan Mei sampai bulan Juli 2025, dengan menggunakan metode eksperimen lapangan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor penelitian adalah pemberian POC jakaba terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu P0 = Tidak diberikan POC Jakaba; P1= 20 ml/lt air POC Jakaba + 980 ml air/m2; P2= 40 ml/lt air POC Jakaba + 960 ml air/m2; P3= 60 ml/lt air POC Jakaba + 940 ml air/m2; P4= 80 ml/lt air POC Jakaba + 920 ml air/m2. Parameter yang diamati, yaitu berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah. Data yang diperoleh dianalisis sesuai dengan variabel pengamatan yang menggunakan Analisis ragam (ANOVA), apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelian menunjukkan bahwa pemberian POC jakaba berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dan dapat meningkatkan berat basah berangkasan, jumlah buah dan berat buah tanaman mentimun. POC jakaba dengan taraf dosis 80 ml/lt air POC Jakaba + 920 ml air/m2 (P4) merupakan taraf dosis yang optimal karena menghasilkan berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah tanaman mentimun paling tinggi.
UJI PERTUMBUHAN ANAKAN KERANTIK (Lepisanthes alata) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA Candra, Muhammad Kurniawan; Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1728

Abstract

Pohon Kerantik (Lepisanthes alata) salah satu buah hutan tropis Kalimantan, mulai sulit ditemukan, buahnya dapat dikonsumsi dan juga berkhasiat untuk pengobatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk NPK Mutiara yang terbaik dalam memacu pertumbuhan anakan Kerantik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan tunggal pupuk NPK Mutiara, terdiri atas 6 taraf perlakuan yaitu, Tanpa pupuk NPK Mutiara (N0), NPK Mutiara 30 gram per anakan (N1), NPK Mutiara 40 gram per anakan (N2), NPK Mutiara 50 gram per anakan (N3), NPK Mutiara 60 gram per anakan (N4), dan NPK Mutiara 70 gram per anakan (N5). Pengelompokkan didasarkan atas tinggi anakan, kelompok I tinggi anakan 15-<20 cm, kelompok II tinggi anakan 20-<25 cm dan kelompok III tinggi anakan 25-<30 cm. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Pemberian pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Kerantik. (2) Dosis pupuk NPK Mutiara sebanyak 30 gram per anakan (N2) adalah yang terbaik, yaitu mampu meningkatkan pertambahan tinggi anakan Kerantik rerata sebesar 2,75 cm dan pertambahan jumlah daun rerata sebanyak 3,25 helai. Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk melihat pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan anakan Kerantik yaitu dengan dosis yang lebih kecil dari 30 gram per anakan dan menambah lamanya waktu penelitian, sehingga didapatkan kesimpulan yang lebih komfrehensip
PENINGKATAN PRODUKSI SAWI PAHIT (Brassica juncea) MELALUI PEMBERIAN PUPUK KOMPOS Mucuna bracteata Yulianingsih, Ratri; Sukasih, Nining Sri; Andros, Ignasius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1736

Abstract

Produksi sawi di Kabupaten Sintang dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan organik, seperti pupuk kompos Mucuna bracteata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos Mucuna bracteata terhadap produksi sawi pahit dan untuk mengetahui dosis pupuk kompos Mucuna bracteata yang menghasilkan produksi sawi pahit tertinggi.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu M0  = tanpa pupuk kompos Mucuna bracteata, M1  = 1,5 kg pupuk kompos Mucuna bracteata per petak, M2 = 3 kg pupuk kompos Mucuna bracteata per petak, M3 = 4,5 kg pupuk kompos Mucuna bracteata per petak, M4 = 6 kg pupuk kompos Mucuna bracteata per petak. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, dan berat segar tanaman. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95% dan 99%. Hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos Mucuna bracteata berpengaruh nyata terhadap produksi sawi pahit. Pemberian 6 kg pupuk kompos Mucuna bracteata per petak menghasilkan tinggi tanaman sawi pahit tertinggi yaitu  27,03 cm, dan berat segar tanaman tertinggi yaitu 48,62 gram.
KARAKTERISTIK TEMPAT TUMBUH POROT KOLIK (Nephelium maingayi Hiern) PADA AREAL BERHUTAN DI DESA MADYA RAYA KABUPATEN MELAWI Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1714

Abstract

Porot Kolik tumbuh dan berkembang dengan baik di areal berhutan desa Madya Raya. Buahnya dimanfaatkan masyarakat, dikonsumsi atau dijadikan manisan.  Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik biotik dan abiotik tempat tumbuh pohon Porot Kolik. Pengamatan menggunakan petak tunggal berkuruan 100 m x 60 m, ditempatkan secara purposive pada area paling banyak Porot Kolik. Hasil penelitian disimpulkan (1) Ditemukan 8 jenis tumbuhan bawah, 16 jenis  tingkat semai, 11 jenis  pancang, 10 jenis tiang dan 10 jenis pohon; (2). Jenis-jenis yang ditemukan adalah Gleichenella pectinata, Smilax anceps, Vitis labrusca, Alpinia purpurata, Lindsaea ensifoli, Spathoglottis plicata, Cnestis polyphylla, Archidendron clypearia, Ryania speciosa, Aporosa benthamiana, Artocarpus elasticus, Macaranga tanarius, Guarea corticosa, Cedrela fissilis, Flacourtia jangomas, Faramea occidentalis, Litsea elliptica, Spathodea campanulata, Magnolia champaca, Durio dulcis, Gluta wallichii, Syzygium ecostulatum, Derris elliptica, Microcos coriacea, Lecythis idatimon, Polyscias diversifolia, Lithocardium sprucei, Torminalis glaberrima, Alibertia edulis, Ficus lutea, Dendrobangia boliviana,  Tapirira guianensis, Ocotea canaliculata, Dipterocarpus sublamellatus, Protium stevensonii, Pourouma guianensis, Tessmannia Africana, Heisteria parvifolia, Litsea umbellata, Cecropia obtusa and Chaunochiton kappleri;  dan (3). Tanah mengandung C-Organik 4,81%, N-Total 0,07% dan pH H2O 4,48. Tekstur Liat 25,64%, Debu  13,86%, Pasir Halus 51,37% dan Pasir Kasar 9,13%. Suhu udara  25,5 oC -25,7 oC dan intensitas cahaya 648,75 Lux. Di alam Pohon Porot Kolik masuk critically endangered, memiliki resiko kepunahan dalam  waktu dekat. Oleh karena itu, perlu dukungan dan komitmen pemerintah bersama kelembagaan desa untuk menjamin kelestariannya.
PENGARUH BOKASHI BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Sukasih, Nining Sri; Kurniawati, Herlina; Ferry, Kristian
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1729

Abstract

Produksi tanaman jagung manis di Kabupaten Melawi masih rendah dari potensi hasilnya.  Rendahnya produksi jagung manis disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya nutrisi tanaman. Penambahan nutrisi tanaman dapat dilakukan dengan pemberian bokashi batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi batang pisang   terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman jagung manis dan mengetahui dosis bokashi batang pisang  yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK),  Perlakuan dalam penelitian ini adalah bokashi batang pisang yang terdiri dari  5 taraf perlakuan yaitu B0 = 0 bokashi batang pisang, B1= 1 kg/m2  = 250 gram/tanaman bokashi batang pisang, B2 = 2 kg/m2 = 500 gram/tanaman bokashi batang pisang B3 = 3 kg/m2 = 750 gram/tanaman bokashi batang pisang dan B4 = 4 kg/m2  = 1000 gram/tanaman bokashi batang pisang. Parameter yang diamati adalah diameter batang (mm), berat tongkol dengan kelobot (gram) dan berat tongkol tanpa kelobot (gram). Hasil dari penelitian menunjukkan  bahwa pemberian bokashi batang pisang  berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan  bokashi batang pisang 4 kg/m2 merupakan perlakuan terbaik   menghasilkan  diameter batang 21,54 mm,  berat tongkol dengan kelobot  249,70 gram dan berat tongkol tanpa kelobot 179 gram.