cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 217 Documents
Intervensi terapi pemaafan berbasis nilai-nilai Islam terhadap kebermaknaan hidup santri korban kekerasan: Studi eksperimen di Pondok Pesantren Al-Adabiy Pontianak Sherli Kurnia Oktaviana; Ihsan Nurmansyah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 1 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v14i1.43276

Abstract

The high incidence of violence in Islamic boarding schools has a negative impact on students’ psychological well-being and meaning in life. This condition highlights the importance of interventions that not only address psychological aspects but also integrate spiritual dimensions. This study hypothesizes that Islamic-based forgiveness therapy can improve the meaning in life among students who are victims of violence in Islamic boarding schools. This study employed an experimental method with a pretest-posttest control group design. The participants were 24 students who were victims of violence, selected through purposive sampling and divided into two groups: an experimental group (12 students) and a control group (12 students). The instruments used included the Meaning in Life Scale based on Bastaman’s theory and the Forgiveness Scale developed by Nashori. Data were analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests. The results indicated that Islamic-based forgiveness intervention was effective in significantly improving both meaning in life and forgiveness among student victims of violence in Islamic boarding schools. The mean score of meaning in life increased significantly from 50.25 at pretest to 74.25 at posttest (t = -34.467; p = 0.000). The experimental group demonstrated a consistent improvement through the follow-up phase, while the control group showed no significant change. The intervention, grounded in Islamic spiritual values, was shown to reduce negative emotions and strengthen positive psychological conditions in a sustainable manner, thereby contributing substantially to the development of Islamic-based psychological therapy in Islamic boarding school settings.
Restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan self-esteem korban pemerkosaan Syafira Salsabila; Hudaniah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low self esteem among rape survivor is characterized by negative self evaluation, feelling of inferiority, self blame, shame, confusion, and fear that others will find out. These thoughts cause rape victims to maintain feeling of worthlessness, which lead to low self esteem. This study aims to improve self esteem by strengthening positive self beliefs. The study subjects were 24-year-old women who had experienced rape. The assessment methods included interview, observation, Rosenberg Self Esteem scale, graphic test (BAUM, DAP, HTP). The intervention employed cognitive restructuring techniques with focus on modifying negative thought patterns. The results of the intervention indicated an improvement in self esteem, as reflected in positive changes in the subjects’ thought.Rendahnya harga diri pada penyintas perkosaan ditandai dengan evaluasi diri negatif, perasaan rendah diri, menyalahkan diri sendiri, rasa malu, kebingungan, dan ketakutan orang lain akan mengetahui. Pikiran-pikiran ini menyebabkan korban perkosaan mempertahankan perasaan tidak berharga, yang berujung pada rendahnya harga diri. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri dengan memperkuat keyakinan diri yang positif. Subjek penelitian adalah perempuan berusia 24 tahun yang pernah mengalami perkosaan. Metode penilaian meliputi wawancara, observasi, skala Harga Diri Rosenberg, tes grafis (BAUM, DAP, HTP). Intervensi menggunakan teknik restrukturisasi kognitif dengan fokus pada modifikasi pola pikir negatif. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan harga diri, yang tercermin dalam perubahan positif pada pola pikir subjek.
Kontrol diri untuk meningkatkan regulasi emosi pada individu dewasa Annisa Firdaus Wirandika
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v14i2.43056

Abstract

Emotional regulation is an individual’s ability to manage and express emotions adaptively. The inability to manage emotions, or emotional dysregulation, can trigger maladaptive behavior. This case study examines a woman who experienced difficulty regulating her emotions after a separation, as evidenced by a tendency to curse when experiencing negative emotions. This study aimed to determine the effectiveness of self-control interventions in improving emotional regulation and coping strategies. The subject was a woman who had divorced her husband. Assessments were conducted through interviews, observations, graphic tests, and the Difficulties in Emotion Regulation Scale–Short Form (DERS- SF). Behavior modification interventions were administered to improve emotional regulation and coping skills. The results showed that self-control interventions improved emotional regulation, allowing the subject to calm down using more adaptive coping strategies, thereby reducing the frequency of maladaptive behaviors such as swearing.
Terapi realitas untuk meningkatkan resiliensi penyandang disabilitas tunanetra di LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo Afitria Rizkiana; Ragil Dian Putri
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individuals with visual impairments frequently encounter various psychological challenges, including limited access to daily activities, dependence on others, discrimination, and social stigma, which may reduce their ability to adapt effectively to life stressors. These conditions highlight the importance of resilience as a psychological resource that enables individuals to cope with adversity, recover from negative experiences, and lead more independent and meaningful lives. However, psychological interventions specifically aimed at strengthening resilience among individuals with visual impairments remain limited. Therefore, this study aimed to examine the effectiveness of Reality Therapy in enhancing resilience among individuals with visual impairments. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 10 adults with visual impairments at LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo. Resilience was measured using the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) before and after the intervention. The intervention was conducted in six group sessions. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results revealed a significant increase in the mean resilience score from 54.20 (low) to 76.30 (moderate-to-high) (Z = −2.803, p < .01). These findings indicate that WDEP-based Reality Therapy is effective in enhancing resilience among individuals with visual impairments and may serve as a promising psychological intervention to promote their psychological well-being.Individu dengan gangguan penglihatan sering menghadapi berbagai tantangan psikologis, termasuk keterbatasan akses terhadap aktivitas sehari-hari, ketergantungan pada orang lain, diskriminasi, dan stigma sosial, yang dapat mengurangi kemampuan mereka untuk beradaptasi secara efektif terhadap stres kehidupan. Kondisi ini menyoroti pentingnya ketahanan sebagai sumber daya psikologis yang memungkinkan individu untuk mengatasi kesulitan, pulih dari pengalaman negatif, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermakna. Namun, intervensi psikologis yang secara khusus bertujuan untuk memperkuat ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Terapi Realitas dalam meningkatkan ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan. Desain pra-uji dan pasca-uji satu kelompok kuasi-eksperimental digunakan yang melibatkan 10 orang dewasa dengan gangguan penglihatan di LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo. Ketahanan diukur menggunakan Skala Ketahanan Connor–Davidson (CD-RISC) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan dalam enam sesi kelompok. Data dianalisis menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor ketahanan rata-rata dari 54,20 (rendah) menjadi 76,30 (sedang hingga tinggi) (Z = −2,803, p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa Terapi Realitas berbasis WDEP efektif dalam meningkatkan ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan dan dapat berfungsi sebagai intervensi psikologis yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Teknik logoterapi dalam membangun harga diri pada wanita dengan gejala depresi Rizqa Sabrina Badjarad
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depression is a mental health disorder widely experienced by the public. Depression and low self-esteem are closely linked. This study focuses on a middle-aged woman who reported frequently facing mistreatment from others, leading to feelings of being undervalued and causing her distress. The study aimed to determine the effectiveness of Logotherapy in enhancing the self-esteem of a woman exhibiting symptoms of depression. The research subject was a woman suffering from depression and low self-esteem. Assessment methods included interviews, observation, graphic tests, the Beck Depression Inventory (BDI-II), and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Logotherapy intervention was hypothesized to be capable of improving the self-esteem of a woman with depressive symptoms. The intervention results indicated that the subject was able to attribute positive meaning to herself and began to develop a healthier sense of self-esteem. The subject recognized her own positive qualities, which empowered her to express her feelings more openly to others.Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang banyak dialami masyarakat. Depresi dan rendah diri memiliki hubungan yang erat. Studi ini berfokus pada seorang wanita paruh baya yang melaporkan sering menghadapi perlakuan buruk dari orang lain, yang menyebabkan perasaan tidak dihargai dan menimbulkan penderitaan. Studi ini bertujuan untuk menentukan efektivitas Logoterapi dalam meningkatkan harga diri seorang wanita yang menunjukkan gejala depresi. Subjek penelitian adalah seorang wanita yang menderita depresi dan rendah diri. Metode penilaian meliputi wawancara, observasi, tes grafis, Beck Depression Inventory (BDI-II), dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Intervensi Logoterapi dihipotesiskan mampu meningkatkan harga diri seorang wanita dengan gejala depresi. Hasil intervensi menunjukkan bahwa subjek mampu memberikan makna positif pada dirinya sendiri dan mulai mengembangkan rasa harga diri yang lebih sehat. Subjek mengenali kualitas positifnya sendiri, yang memberdayakannya untuk mengekspresikan perasaannya lebih terbuka kepada orang lain.
Terapi kognitif untuk meningkatkan kontrol diri siswa dengan perilaku membolos Rizkia Hidayati; Roselina Dwi Hormansyah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve self-control and reduce truancy behavior in Vocational High School (SMK) students through cognitive therapy intervention. The subject of the study was an 11th-grade male student who was at risk of dropping out due to low self-control and negative peer conformity. The research method used a descriptive quantitative approach with a single case study design, with cognitive intervention therapy given in 5 sessions and focusing on cognitive restructuring techniques. The results showed a significant increase in self-control and a decrease in the frequency of truancy, from 10 times to 2 times a month. This behavioral change was driven by the success of cognitive restructuring on automatic negative thoughts and strengthening the subject's internal motivation to improve academic performance. The conclusion of this study confirms that cognitive therapy is effective in helping students regulate themselves and overcome disciplinary problems at school.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri dan mereduksi perilaku membolos pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui intervensi terapi kognitif. Subjek penelitian adalah seorang siswa laki-laki kelas 11 yang menghadapi risiko dikeluarkan dari sekolah (drop out) akibat kontrol diri yang rendah dan konformitas negatif teman sebaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal (single case study), dengan terapi intervensi kognitif diberikan sebanyak 5 sesi dan berfokus pada teknik restrukturisasi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kontrol diri yang signifikan dan penurunan frekuensi membolos, dari 10 kali menjadi 2 kali dalam sebulan. Perubahan perilaku ini didorong oleh keberhasilan restrukturisasi kognitif terhadap pikiran negatif otomatis serta penguatan motivasi internal subjek untuk memperbaiki performa akademik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa terapi kognitif efektif dalam membantu siswa meregulasi diri dan mengatasi masalah kedisiplinan di sekolah.
Penguatan keterampilan regulasi diri melalui konseling realitas pada mahasiswa dengan risiko drop out Hapsari Puspita Rini; Ni Putu Rizky Arnani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v14i2.43811

Abstract

Completing college studies on time is every student’s hope. However, sometimes students lack a clear understanding of what they need to do to graduate on time. This study aims to determine the role of reality counseling in improving self-regulation in students working on their theses. The method used was an experimental method with a single-subject design. Assessments were conducted using observation, interviews, IST tests, and EPPS. The subject of this study was a student working on a thesis and facing a graduation deadline. Reality counseling interventions based on choice theory are expected to help individuals understand that their desires are their personal responsibility. The reality counseling approach trains individuals to make effective choices to achieve goals based on the WDEP concept (wants, direction, self evaluation, planning). After four counseling sessions, the subject showed improved self-regulation, characterized by the ability to clearly define desires (wants), identify work directions to achieve goals (direction), evaluate attitudes, behaviors, and thoughts to achieve goals (evaluation), and create plans to achieve goals based on their desires (planning). The subject was finally able to complete the thesis and graduate before the final deadline for the lecture.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 1 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue