cover
Contact Name
Wilarso
Contact Email
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Phone
+628119202134
Journal Mail Official
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Anggrek, No.25, Perum. PTSC, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat 16820
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
ISSN : 27455866     EISSN : 27457958     DOI : https://doi.org/10.37373/bemas.v1i2
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat berfokus pada Program Pemberdayaan Masyarakat dan naskahnya adalah tentang ilmu terapan di masyarakat untuk memajukan teori, penelitian, dan praktik yang terkait dengan semua bentuk penjangkauan dan keterlibatan. Pemberdayaan Masyarakat berarti layanan kepada masyarakat, menerapkan sains dan teknologi, ekonomi, sosial, pendidikan berdasarkan bidangnya, meningkatkan kapasitas pemberdayaan masyarakat dan masyarakat. Jurnal ini mengacu pada masalah yang ada dari pengabdian bidang tersebut. Ini termasuk menyoroti inovasi pemberdayaan masyarakat, dan pelaporan penelitian yang dilibatkan, penelitian berbasis masyarakat, penelitian tindakan, dan layanan masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan praktik di bidang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Pendampingan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Puskesmas Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah ayu, Qurrata A’yun; Fauzi Ali Amin
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1574

Abstract

Persentase capaian pemberian ASI secara eksklusif di puskesmas Lut Tawar sebesar 35% masih di bawah target 50%. Penelitian ini mengkaji hubungan faktor psikologis ibu dan lingkungan dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan sebanyak 138 orang. Sampel sebanyak 60 orang, pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 01-25 Juli 2024. Analisis data dengan statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh ibu tidak memberikan ASI eksklusif sebesar 60%, tingkat stres sedang 57,7%, 51,7% tidak ada pesimisme, 63,3% normal sosial tidak mendukung dan 63,3% ada dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian diperoleh ada hubungan stres (p= 0,001), pesimisme (p= 0,007), Normal sosial (p= 0,0001) dan dukungan keluarga (p=0,004) dengan pemberian ASI eksklusif. Perlunya promosi kesehatan terutama mengenai pemberian ASI eksklusif secara intensif dimulai dari ibu hamil, terutama dalam pelayanan Antenatal care.
Dampak keberadaan tempat pembuangan akhir sampah terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar TPA Karangdieng Kabupaten Mojokerto Kamaliya, Nabila
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1684

Abstract

TPA singkatan dari Tempat Pembuangan Akhir yang merupakan tempat untuk memproses sampah dan mengembalikannya ke lingkungan secara aman. TPA merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai pengumpulan, pengangkutan serta pengolahan dan pembuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar TPA Karangdieng Kabupaten Mojokerto. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian field research. Field research adalah penelitian lapangan dengan memanfaatkan informasi yang bersumber dari responden melalui instrumen pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat di daerah dusun sumberingin. Hasil dari penelitian ini keberadaan TPA masyarakat Kampung Sumberingin telah membawa dampak yang kompleks terhadap sosial ekonomi masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan, masyarakat berhasil beradaptasi dengan membangun solidaritas dan kerjasama yang kuat. Pekerjaan sebagai pemulung tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan tetapi juga menciptakan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Hal ini mencerminkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan dan pentingnya dukungan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. Dalam risiko kesehatan akibat keberadaan TPA, seperti penyakit menular dari sampah dan gangguan pernapasan akibat bau, masyarakat Dusun Sumberingin menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi. Kualitas udara yang rendah dapat mempengaruhi kesehatan, tetapi warga telah belajar untuk hidup dengan kondisi tersebut. Mereka tetap menjalani aktivitas sehari-hari tanpa merasa terganggu oleh bau yang dihasilkan dari tempat pembuangan akhir sampah. Meskipun ada keluhan mengenai pencemaran, masyarakat tetap berusaha menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan mereka. Oleh karena itu, penting bagi pengelola TPA untuk terus meningkatkan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik guna meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Pemetaan pengembangan usaha garam melalui analisis SWOT di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Mutia, Mutia; Khairul Habibi; Rasyidah
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1854

Abstract

Latar belakang masalah di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen memiliki potensi besar dalam pengembangan industri garam lokal namun menghadapi berbagai tantangan strategis yang memerlukan analisis mendalam. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan tantangan pengembangan usaha garam di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen melalui pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 15 petani garam, 5 aparat desa, dan 3 stakeholder terkait, observasi lapangan, serta analisis dokumen perencanaan daerah. Data dianalisis menggunakan matriks SWOT dan diperkuat dengan sintesis literatur terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama wilayah ini meliputi: (1) ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dengan garis pantai sepanjang 12 Km, (2) lokasi geografis strategis dengan akses transportasi yang memadai, dan (3) tradisi produksi garam turun-temurun selama lebih dari 50 tahun. Kelemahan yang teridentifikasi mencakup: (1) rendahnya literasi manajerial dengan 70% petani belum memiliki pengetahuan manajemen modern, (2) keterbatasan akses permodalan dengan hanya 25% petani yang memiliki akses kredit formal, dan (3) teknologi produksi tradisional yang belum optimal. Peluang yang dapat dimanfaatkan meliputi: (1) dukungan kebijakan pemerintah melalui program swasembada garam nasional, (2) tren digitalisasi UMKM yang membuka akses pasar lebih luas, dan (3) meningkatnya permintaan garam berkualitas tinggi. Ancaman utama berupa: (1) kompetisi regional dari daerah penghasil garam lainnya, (2) inkonsistensi kebijakan sektoral, dan (3) perubahan iklim yang mempengaruhi pola produksi. Strategi pengembangan yang direkomendasikan fokus pada peningkatan kapasitas SDM, modernisasi teknologi produksi, dan penguatan akses pasar melalui platform digital.
Pelatihan perangkat lunak Solidworks 3 dimensi modeling di SMK 2 Muhammadiyah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat Asep Dharmanto; Asep Saepudin; Hilman Sholih; Awang Surya; Aswin Domodite; M Ali Pahmi
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1908

Abstract

Pelatihan penggunaan perangkat lunak modeling 3 dimensi SolidWorks di SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi bertujuan untuk meningkatkan keterampilan desain teknik siswa dalam bidang desain 3D. Seiring dengan perkembangan teknologi industri, keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design) seperti SolidWorks menjadi sangat penting untuk mempersiapkan siswa agar siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pelatihan yang melibatkan teori dasar 3D modeling SolidWorks dan aplikasi praktik di lab komputer. Selama pelatihan, siswa diajarkan pembuatan komponen, perakitan, serta pembuatan animasi desain. Evaluasi dilakukan melalui ujian praktik yang mengukur kemampuan siswa dalam mengoperasikan perangkat lunak tersebut. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan desain teknik siswa, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang aplikasi perangkat lunak dalam dunia industri. Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkenalkan siswa pada tuntutan industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi desain berbasis teknologi terkini. Pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk memperkuat kesiapan kerja siswa di sektor teknik.
Deteksi dini pertumbuhan perkembangan anak usia pra sekolah Enny Fitriahadi; Aji Bagus Widyantara
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1911

Abstract

Deteksi dini merupakan proses identifikasi gejala dan tanda awal kondisi kesehatan yang berpotensi serius sebelum gejala lebih parah. Anak-anak rentan mengalami suatu penyakit. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangan yang dilaluinya. Anak-anak usia pra sekolah perlu dilakukan deteksi tumbuh kembang untuk mengetahui apakah ada penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan pengabdian ini yaitu melakukan deteksi dan intervensi dini dalam upaya optimalisasi potensi tumbuh kembang anak. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah. Metode kegiatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan antropometri (berat badan dan tinggi badan), pemeriksaan perkembangan dengan instrumen KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Selain itu guru wali juga mendapat edukasi terkait stimulasi tumbuh kembang melalui kie. Kegiatan dilakukan di TK ABA Mlangi pada tanggal 8 September 2025 kepada 57 siswa. Hasil kegiatan sebagian besar siswa memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umur. Kontribusi pengabdian dengan harapan secara rutin pemeriksaan deteksi dini bisa dilakukan setiap bulan sekali.
Evaluasi penerapan sistem pembukuan keuangan UMKM di Desa Berakit Firmansyah, Bianca Naluri; Octavina Geeraldin Claudya Sembiring; Muhammad Raihan Ramadhan; Siti Sarah Sihombing; Silawati; Tata Prameswari; Siti Nur Fadhillah; Ghaniya Yuri Nabila; Susiana
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1915

Abstract

Penerapan pembukuan keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Berakit memiliki peranan penting dalam mewujudkan tata kelola usaha yang efektif dan transparan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang belum menerapkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penerapan pembukuan keuangan UMKM di Desa Berakit serta mengidentifikasi tantangan dan peluang perbaikannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga pelaku UMKM dan satu perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks antara kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pembukuan dengan praktik yang belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemukan bersifat multidimensi, meliputi faktor internal seperti kebiasaan, rasa malas, dan anggapan “cukup tahu tanpa mencatat”; faktor eksternal berupa keterbatasan sumber daya manusia dan pelatihan yang tidak berkelanjutan; serta kurangnya pemahaman konsep dasar akuntansi. Kondisi tersebut berdampak pada ketidakjelasan keuntungan, stagnasi usaha, hingga potensi konflik internal. Pembahasan menunjukkan bahwa pelatihan akuntansi sederhana, pendampingan berkelanjutan, dan motivasi internal menjadi kunci dalam meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM. Kesimpulannya, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya menekankan pelatihan teknis, tetapi juga perubahan perilaku dan kebiasaan pencatatan agar UMKM di Desa Berakit mampu mengelola keuangan secara profesional dan berkelanjutan.
Kajian implementasi program integrasi layanan kesehatan primer di puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan Yulisindriyanti; Teguh Irawan; Eva Risqiyanti; Intan Mukti Juwita; Umi Fadilah; Dyah Ayu Nurul Jannah; Agna Okta Fii Annisa; Oktaviani Maydasari
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1785

Abstract

Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait ketimpangan dalam akses dan kualitas layanan. Hal ini sangat terasa di daerah-daerah yang memiliki sarana terbatas dan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan mendorong pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di puskesmas, yang bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu, dan efektivitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ILP dilaksanakan di Puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Mei-Juni 2025. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala puskesmas, tenaga kesehatan, kader ILP, dan kelompok sasaran. Hasil pencapaian program ILP di Puskesmas Kalibaros dan Setono selama periode Januari–Juni masih belum mencapai optimalitas, dengan adanya kesenjangan yang signifikan antara target dan realisasi kehadiran peserta pada hampir semua kelompok sasaran. Pencapaian tertinggi terdapat pada kelompok balita di Kalibaros (62,4%-73,0%), kelompok remaja dan usia produktif di Kalibaros dan Setono menunjukkan partisipasi terendah, dengan capaian 1,7%-8,6% untuk remaja, dan 3,5%-7,4% untuk usia produktif. Keterbatasan sarana prasarana, jadwal layanan yang belum optimal, dan pemahaman masyarakat yang bervariasi menjadi kendala. Secara keseluruhan, ILP di Puskesmas Sokorejo dapat dijadikan model untuk pelayanan kesehatan primer yang holistik, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi sosialisasi yang inklusif dan penguatan kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat berkelanjutan dan manfaatnya dapat diperluas di masa depan.
Penyuluhan dan pendampingan pembukuan keuangan sederhana untuk peningkatan profesionalisme UMKM di Desa Berakit Kabupaten Bintan Putri, Gebby Cantika; Nur Hidayah; Dwi Bless Angel Harianja; Siti Maulina Nabila; Puan Indira Rasikha; Silvester Erikson Mandro; Dewi Anggistawati; Susiana
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1916

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi Namun, manajemen keuangan yang kurang optimal, terutama dalam praktik pembukuan, tetap menjadi tantangan utama, terutama bagi wirausaha baru. Kegiatan layanan masyarakat (KKN) ini bertujuan untuk mengatasi hambatan terkait pembukuan keuangan di kalangan UMKM di Desa Berakit dengan memberikan pelatihan intensif dan mengembangkan sistem yang terstruktur. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan, melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan pelaku UMKM dan pejabat desa. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pelaku UMKM memahami pentingnya pembukuan, implementasi sistematis masih kurang, menyebabkan ketidakakuratan dan ketidakkonsistenan dalam pembukuan manual sederhana yang saat ini mereka terapkan. Kegiatan ini menghasilkan pengembangan modul pembukuan yang mudah dipahami dan pengenalan sistem sederhana
Strategi pengembangan literasi visual melalui media pop-up book pada anak usia 5-6 tahun Insi Nurimani; Arie Widiyastuti; Rahayu, Wening
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1927

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menguji efektivitas media pop-up book dalam meningkatkan literasi visual anak usia 5–6 tahun di TK Al-Ikhlas, Kampung Salakuray, Bayongbong, Garut. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya kemampuan literasi visual anak yang teridentifikasi melalui observasi awal dan wawancara dengan guru kelas. Kondisi ini diperkuat oleh fakta bahwa sebagian besar pembelajaran di lembaga PAUD masih berfokus pada literasi baca-tulis dan belum menekankan pengembangan literasi visual. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran inovatif serta kurangnya pemahaman guru dan orang tua mengenai pentingnya literasi visual menyebabkan anak belum mampu mendeskripsikan dan menafsirkan gambar secara optimal. Berdasarkan data observasi di TK Al-Ikhlas, hanya sekitar 35% anak yang mampu menjelaskan isi gambar secara detail. Oleh karena itu, media pop-up book yang memiliki karakter visual interaktif dan bentuk tiga dimensi dipilih untuk meningkatkan ketertarikan, imajinasi, serta kemampuan berpikir visual anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi visual anak. Rata-rata peningkatan sebesar 26,2% terlihat pada aspek pemahaman gambar, kemampuan mendeskripsikan, interpretasi cerita visual, serta kemampuan bercerita kembali. Validasi dari ahli materi dan media juga menegaskan bahwa media ini layak digunakan dalam pembelajaran. Implikasi penelitian menegaskan bahwa pop-up book dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik dan efektif, sekaligus meningkatkan keterlibatan serta motivasi anak. Dengan karakter visual interaktif, media ini mampu memfasilitasi pemahaman dan penjelasan anak secara lebih konkret. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mendapatkan pelatihan dalam pemanfaatan pop-up book serta menyarankan penelitian lanjutan untuk mengkaji dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan literasi visual anak usia dini.