cover
Contact Name
Agus Fahmi
Contact Email
fahmieal2@gmail.com
Phone
+6285214422886
Journal Mail Official
visionary@undikma.ac.id
Editorial Address
Prodi AP Undikma, GD. lantai 3 Jl. Pemuda No. 59/A Mataram Phohe : 085214422886 Email : jurnalvisionary@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Visionary : Penelitian Dan Pengembangan Di Bidang Administrasi Pendidikan
Focus and Scope Jurnal Visionary merupakan jurnal penelitian dan pengembangan di bidang administrasi pendidikan, artikel yang dimuat dalam jurnal ini adalah hasil penelitian, hasil kajian pustaka, hasil pengembangan, dan hasil penelusuran IPTEK menggunakan metode ilmiah. Scope bidang keilmuan yaitu Pendidikan, tenaga kependidikan, manajemen, administrasi, dan keilmuan lainnya.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025): October" : 33 Documents clear
Effectiveness of Educational Facilities and Infrastructure in Strategic Management Perspective (Case Study at SMA Negeri 2 Dusun Hilir) Fatrahul Ani; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16566

Abstract

Administration of educational facilities and infrastructure plays an important role in supporting the smooth running of the learning process in schools. This study aims to describe the stages of management of facilities and infrastructure and the role of school residents in its implementation, with a case study at SMA Negeri 2 Dusun Hilir. The method used is qualitative descriptive with interview techniques. The results of the study indicate that management is carried out systematically through six stages: planning, procurement, inventory, maintenance and supervision, deletion, and evaluation and reporting, involving the principal, teachers, and staff. Orderly and participatory management has been shown to increase the effectiveness of learning and the quality of education in schools. Key Words: Effectiveness, Facilities and Infrastructure, School Management Abstrak: Administrasi sarana dan prasarana pendidikan berperan penting dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan pengelolaan sarana dan prasarana serta peran warga sekolah dalam pelaksanaannya, dengan studi kasus di SMA Negeri 2 Dusun Hilir. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dilakukan secara sistematis melalui enam tahapan: perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan dan pengawasan, penghapusan, serta evaluasi dan pelaporan, dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf. Pengelolaan yang tertib dan partisipatif terbukti meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah. Kata Kunci: : Efektifitas, Sarana dan Prasarana, Manajemen Sekolah
Analysis of Student Management Strategies in Strengthening Extracurricular Achievements in Scouting at SMAN 1 Cisaga Ciamis R. Supyan Sauri; Wawan Kuswanda; Rini Riyanti; Leni Eka Yuniar; Nenden Rosmaya
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16703

Abstract

This study aims to analyze student management strategies in supporting extracurricular Scout activities and their impact on character building and student achievement at SMAN 1 Cisaga, Ciamis. The background of this study is based on the reality of the low effectiveness of scout activities in schools, which results in minimal student involvement and suboptimal character-building outcomes. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The results indicate that the main challenges in implementing scouting activities include low student participation, limited resources, low motivation, insufficient trainer training, and poor communication. The student management strategies implemented include the development of participatory programs, capacity building for instructors, and creating a supportive environment. Systematic scouting activities have been shown to improve discipline, leadership, independence, and academic achievement among students. This study recommends strengthening participatory and evaluative extracurricular management policies and cross-sector collaborations to support successful character building through scouting. These findings are expected to contribute to more responsive and contextual educational management practices at the secondary-school level. Keywords: Student Management, Scouting, Extracurricular Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen kesiswaan dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan dampaknya terhadap pembentukan karakter serta prestasi siswa di SMAN 1 Cisaga, Ciamis. Latar belakang penelitian didasarkan pada realitas rendahnya efektivitas pelaksanaan Pramuka di sekolah, yang berakibat pada minimnya keterlibatan siswa dan tidak optimalnya hasil pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka meliputi partisipasi siswa yang rendah, keterbatasan sumber daya, rendahnya motivasi, kurangnya pelatihan pembina, dan lemahnya komunikasi. Strategi manajemen kesiswaan yang diterapkan meliputi penyusunan program partisipatif, pengembangan kapasitas pembina, dan penciptaan lingkungan pendukung. Kegiatan Pramuka yang dikelola secara sistematis terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, serta prestasi akademik siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan manajemen ekstrakurikuler berbasis partisipatif dan evaluatif, serta kolaborasi lintas pihak untuk mendukung keberhasilan pembinaan karakter melalui Pramuka. Temuan ini diharapkan berkontribusi terhadap praktik manajemen pendidikan yang lebih responsif dan kontekstual di tingkat sekolah menengah. Kata kunci: Manajemen Kesiswaan, Pramuka, Ekstrakurikuler
The Implementation of School-Based Management (SBM) in Improving the Quality of Learning at MAN 1 Kota Sukabumi Cecep Hilman; Irma Muti; Arfiani Yulianti Fiyul; Siti Rohmah
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16820

Abstract

The quality of learning in madrasahs must continually be improved in response to increasingly complex educational demands. This study aims to describe the implementation of School-Based Management (SBM) in improving the quality of learning at MAN 1 Kota Sukabumi. The research method used is qualitative with a field research approach. The research instruments consisted of interview guides, observation sheets, and documentation. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews with the principal, teachers, and the school committee; direct field observations; and document analysis. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results of the study indicate that SBM was implemented through the involvement of all school stakeholders in decision-making, improving teacher competence through training, optimizing learning facilities, and active parental involvement in supporting the learning process. The conclusion of this study shows that SBM plays a significant role in enhancing the quality of learning when implemented in a participatory and sustainable manner. Key Words: School-Based Management, Learning Quality, School Participation Abstrak (Indonesia): Mutu pembelajaran di madrasah perlu terus ditingkatkan seiring tuntutan pendidikan yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MAN 1 Kota Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan komite, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS dilakukan melalui pelibatan semua unsur madrasah dalam pengambilan keputusan, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, optimalisasi sarana pembelajaran, serta keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung proses belajar mengajar. Simpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa MBS berperan signifikan dalam peningkatan mutu pembelajaran apabila dilaksanakan secara partisipatif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah, Mutu Pembelajaran, Partisipasi Sekolah
Educational Supervision as a Strategic Instrument in the Professional Development of Teachers at SMP Angkasa Margahayu R. Supyan Sauri; Muhammad Fahri Rizqi; Harry Nugraha; Wawan Rilyawan; Muthi Fadilah
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16922

Abstract

Educational supervision plays a strategic role in improving teacher competence and learning quality, particularly in secondary schools. However, supervision in Indonesia is often administrative and lacks adaptability to institutional dynamics. This study aims to analyze the contribution of supervision to the development of teachers' teaching skills, evaluate effective supervision models, and identify challenges in implementing innovative supervision at SMP Angkasa Margahayu, Indonesia. This study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques, including in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The informants consisted of the school principal and eight active teachers. Data were analyzed thematically using triangulation techniques to enhance the validity of the findings. Collaborative, reflective, and training-based supervision significantly improves teachers' pedagogical skills. An effective supervision model involves peer mentoring, constructive feedback, and technology use. However, teacher resistance, time constraints, limited resources, and external involvement remain major challenges to its implementation. Strategically and contextually designed supervision can serve as a sustainable instrument for teachers’ professional development. Integration of reflective approaches and structural policies is needed to overcome implementation barriers. Keywords: Educational supervision, Strategic Instrument, Profesional Abstrak. Supervisi pendidikan memainkan peran strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu pembelajaran, terutama di sekolah menengah. Namun, pelaksanaan supervisi di Indonesia kerap bersifat administratif dan kurang adaptif terhadap dinamika institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi supervisi terhadap pengembangan keterampilan mengajar guru, mengevaluasi model supervisi yang efektif, dan mengidentifikasi tantangan implementasi supervisi inovatif di SMP Angkasa Margahayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah dan delapan guru aktif. Data dianalisis secara tematik menggunakan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas temuan. Supervisi yang bersifat kolaboratif, reflektif, dan berbasis pelatihan menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan pedagogis guru. Model supervisi efektif melibatkan peer mentoring, feedback konstruktif, dan pemanfaatan teknologi. Namun, resistensi guru, keterbatasan waktu, sumber daya, dan keterlibatan eksternal masih menjadi tantangan besar dalam pelaksanaannya. Supervisi yang dirancang secara strategis dan kontekstual mampu menjadi instrumen pembinaan profesional guru yang berkelanjutan. Diperlukan integrasi antara pendekatan reflektif dan kebijakan struktural untuk mengatasi hambatan implementasi. Kata kunci: Supervisi pendidikan; Instrumen Strategi, Profesional.
Abdurrahman Wahid's Thoughts on Human Rights Based Humanistic Education in Indonesia Iskandar Sulaemani; Iyad Suryadi; Helmawati
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16952

Abstract

This study aimed to analyze K.H. Abdurrahman Wahid's thoughts on human rights-based education within the framework of Islamic humanism and to identify obstacles to its implementation in the context of national education. Using a qualitative literature review approach, data were obtained through a review of Gus Dur's works and related academic literature. The results indicate that Gus Dur's thoughts emphasize the importance of inclusive, democratic education based on respect for diversity. Three main findings were identified: a lack of understanding of human rights values among teachers, conventional teaching methods that minimize student participation, and a social environment that does not support the spirit of inclusion. Additionally, inclusive learning strategies and educational environments have been shown to play a significant role in increasing students' awareness of human rights values. Gus Dur stated that education is a means of humanising humans, not merely a tool for reproducing knowledge. Therefore, human rights-based education must be realized systematically through curriculum reform, teacher training, and collaboration between schools and the community. This study contributes to the development of an educational model that is responsive to social justice and diversity in Indonesia. Keywords: Abdurrahman Wahid, Human Rights, Humanistic Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai pendidikan berbasis hak asasi manusia dalam kerangka humanisme Islam, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya dalam konteks pendidikan nasional. Pendekatan tinjauan literatur kualitatif digunakan, dengan data diperoleh melalui analisis karya-karya Gus Dur dan literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Gus Dur menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan demokratis yang didasarkan pada penghormatan terhadap keragaman. Tiga temuan utama diidentifikasi: kurangnya pemahaman nilai-nilai hak asasi manusia di kalangan guru, metode pengajaran konvensional yang meminimalkan partisipasi siswa, dan lingkungan sosial yang tidak mendukung semangat inklusi. Selain itu, strategi pembelajaran inklusif dan lingkungan pendidikan telah terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Gus Dur menyatakan bahwa pendidikan adalah sarana untuk menghumanisasi manusia, bukan sekadar alat untuk mereproduksi pengetahuan. Oleh karena itu, pendidikan berbasis hak asasi manusia harus diwujudkan secara sistematis melalui reformasi kurikulum, pelatihan guru, dan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan yang responsif terhadap keadilan sosial dan keragaman di Indonesia. Kata kunci: Abdurrahman Wahid, Hak Asasi Manusia, Pendidikan Humanis.
Strategic Management of The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMPN 4 Gerung Miptahul Jannah; Baiq Rohiyatun; M. Ary Irawan
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17114

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is part of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), designed to shape student character through project-based learning. Its successful implementation is heavily influenced by the school's managerial strategies. This study aims to describe the strategic management of P5 at SMP Negeri 4 Gerung, focusing on the planning, implementation, and evaluation stages. The research employed a qualitative case study approach, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. Informants included the Vice Principal for Curriculum, the P5 Coordinators of grades VII and VIII, and students in grades VII and VIII. The results indicate that strategic planning was carried out collaboratively, adapting themes to student characteristics and the local context. Project implementation took place during specific hours through activities such as eco-briking, election simulations, and local culinary preparation. Evaluation was conducted through student reflection and internal meetings, although not yet optimal. The conclusions of this study confirm that strategic management plays a crucial role in supporting P5 implementation, but further strengthening of teacher training, module development, and evaluation systems is needed to ensure program implementation is more effective and sustainable. Keywords: Strategic Management, P5 Project, Independent Curriculum Abstrak: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Keberhasilan pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh strategi manajerial yang diterapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen strategik P5 di SMP Negeri 4 Gerung, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Koordinator P5 kelas VII dan VIII, serta siswa kelas VII dan VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategik dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan tema terhadap karakteristik siswa dan konteks lokal. Pelaksanaan proyek dilakukan pada jam khusus melalui kegiatan seperti ecobrik, simulasi pemilu, dan pengolahan kuliner lokal. Evaluasi dilaksanakan melalui refleksi siswa dan rapat internal, meskipun belum berjalan secara optimal. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa manajemen strategik berperan penting dalam mendukung implementasi P5, namun masih diperlukan penguatan dalam pelatihan guru, penyusunan modul, dan sistem evaluasi agar pelaksanaan program lebih efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Strategik, Proyek P5, Kurikulum Merdeka.
Analysis of The Impact of Social Media Use and Student Learning Outcomes in The Digital Era: An Public Administration Perspective Yohanes.Y. Mbouk; Febrianus.M. Tarung; Karolus Tatu Sius; Kormelius Ethelber; Indriaty; Hironimus Tangi
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17148

Abstract

The purpose of the study is to; 1). Evaluate the effectiveness of using social media in learning. 2). Analyze the negative impact of social media utilization. 3).Recommend concrete strategies in optimizing the use of social media in terms of public administration, namely policy, resource management and public services in the field of education. The method used in this research is to use qualitative and quantitative approaches or Mixed Methods. The results of this study are; 1). Students responded that social media is very helpful in the learning process with the number of strongly agree and agree reaching 90.62%. However, it is found that more students use social media for entertainment than for learning, and this affects the psychology, character and learning outcomes of students. 2).One strategy that can be used is a self-regulation learning strategy facilitated by the teacher including; goal setting and regulatory efforts to achieve goals, time management, and regulation of the physical and social environment. 3). Recommendations are; a). Schools should have a written policy on the use of cellphones and AI in schools. b). Schools need to empower teachers and teachers' agreement on self-regulation learning strategies. c).Teachers need to improve the quality of public services in the Education sector Key Words: Social Media, Student Learning Outcomes, Public Administration. Abstrak: Tujuan dari penelitian untuk; 1). Mengevaluasi efektivitas penggunaan media sosial dalam pembelajaran. 2). Menganalisis dampak negatif dari pemanfaatan media sosial. 3).Merekomendasi strategi yang konkret dalam mengoptimalkan pemanfaatan media sosial ditinjau dari administrasi publik yaitu kebijakan, pengelolaan smber daya dan layanan publik di bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif atau Pendekatan Campuran (Mixed Methods). Hasil penelitian ini adalah; 1). Peserta didik memberi respon bahwa media sosial sangat membantu dalam proses pembelajaran dengan jumlah sangat setuju dan setuju mencapai 90,62 %. Namun kenyataan ditemukan bahwa lebih banyak siswa menggunakan media sosial untuk hiburan daripada untuk belajar, dan hal tersebut mepengaruhi psikologis, karakter dan hasil belajar siswa. 2). Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah strategi belajar self regulation yang difasilitasi oleh guru meliputi; goal setting dan usaha-usaha pengaturan untuk mencapai tujuan, pengelolaan waktu, dan pengaturan lingkungan fisik dan sosial. 3). Rekomendasi yaitu; a).Sekolah harus memiliki kebijakan tertulis tentang penggunaan HP dan AI di sekolah. b).Sekolah perlu pemberdayaan guru dan kesepakatan para guru mengenai strategi belajar self regulation. c). Guru perlu meningkatkan kualitas layanan publik di sektor Pendidikan Kata Kunci: Media Sosial, Hasil Pembelajaran, Administrasi Publik.
Examining the Role of Principal Leadership Style and Educator Performance in Shaping Student Wellbeing Ersari; Hardiansyah; Muhammad Iqbal
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17329

Abstract

This study aims to examine the influence of principal leadership style and educator performance on students' wellbeing at SMPN 1 Bayan. This research employed a quantitative associative approach involving 100 students from grades 7 and 8 selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires for three variables with 10 items each, which had been validated and tested for reliability. The data analysis technique used descriptive statistical analysis followed by multiple linear regression analysis. The results showed that simultaneously (F test), both variables are significant predictors of student wellbeing (F = 18.458, sig = 0.001). Partially (t test), principal leadership style significantly influences student wellbeing (b = 0.675, sig = 0.001), while educator performance does not show significant influence (b = 0.156, sig = 0.180). The coefficient of determination (R²) is 0.276, indicating that both variables explain 27.6% of the variance in student wellbeing. These findings suggest that principal leadership plays a more crucial role in creating student wellbeing compared to direct educator performance. Key Words: Principal Leadership Style, Educator Performance, Student Wellbeing. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja pendidik terhadap students wellbeing di SMPN 1 Bayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif yang melibatkan 100 siswa kelas 7 dan 8 yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk tiga variabel dengan masing-masing 10 butir yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (uji F), kedua variabel merupakan prediktor signifikan terhadap student wellbeing (F = 18,458, sig = 0,001). Secara parsial (uji t), gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap student wellbeing (b = 0,675, sig = 0,001), sedangkan kinerja pendidik tidak menunjukkan pengaruh signifikan (b = 0,156, sig = 0,180). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,276 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 27,6% varians dalam student wellbeing. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang lebih krusial dalam menciptakan kesejahteraan siswa dibandingkan kinerja pendidik secara langsung. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Pendidik, Kesejahteraan Siswa.
Management of Cooking Education to Improve Independence and Motor Skills of Students With Mild Intellectual Disabilities at SLB BC YPLAB Wartawan Aisy Dzakiyyah Abidin; Ayi Najmul Hidayat
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17352

Abstract

This study aims to examine the management of culinary arts learning in making vegetable soup as a medium for training independence and developing fine motor skills in students with mild intellectual disabilities at the BC YPLAB Wartawan Special School (SLB) in Bandung. Using a qualitative case study approach, this study involved one culinary arts teacher and two students with mild intellectual disabilities. Data collection methods included classroom observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that adaptive and repetitive learning management successfully improved students' independence, strengthened their fine motor skills, and built their self-confidence in practical activities. Evaluation was conducted informally through direct observation, focusing on cognitive, affective, and psychomotor development. Based on these findings, practice-based learning management can be an effective model for special needs education, with an emphasis on vocational skills tailored to the individual needs of students. Keywords: Learning Management, Culinary Arts, Mild Mental Retardation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan pembelajaran tata boga dalam kegiatan membuat sayur sop sebagai media pelatihan kemandirian dan pengembangan motorik halus siswa tunagrahita ringan di Sekolah Luar Biasa (SLB) BC YPLAB Wartawan, Kota Bandung. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan satu guru tata boga dan dua siswa tunagrahita ringan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran yang adaptif dan berulang berhasil meningkatkan kemandirian siswa, memperkuat keterampilan motorik halus, serta membangun kepercayaan diri siswa dalam aktivitas praktis. Evaluasi dilakukan secara informal melalui observasi langsung, dengan fokus pada perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan temuan ini, pengelolaan pembelajaran yang berbasis praktik langsung dapat menjadi model efektif untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus, dengan penekanan pada keterampilan vokasional yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Kata kunci: pengelolaan pembelajaran, tata boga, tunagrahita ringan.
The Effect of Viral Marketing and Flash Sale on Impulsive Buying on Wardah Products on The Tiktok Shop Marketplace (Case Study on Students of Management Program, Undikma) Ajizah Nuramalia; Menik Aryani; Ira Dianti
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17391

Abstract

Wardah is a product that is always Viral when releasing the latest product and always provides a Flash Sale during live streaming on the Tiktok Shop application, thus the author conducted a study related to "the effect of Viral Marketing and Flash Sale on Impulsive Buying on Wardah products in the TikTok Shop marketplace. This study was conducted with the aim of finding out the influence of Viral Marketing and Flash Sale on Impulsive Buying on Wardah products in the  TikTok Shop marketplace using quantitative research methods. Primary data in this study was obtained from a questionnaire filled out by 113 respondents and then processed using SPSS. The results of the study were obtained from the T test and the F test which was carried out so that it was found that the Viral Marketing and Flash Sale variables had a significant influence partially and simultaneously on impulsive buying. And a determination test (R2) was carried out, the results were obtained that 93.8% of the X variable affected the Y variable and 6.2% were unknown because it was outside the research model. Keywords: Viral Marketing, Flash Sale, Impulsive Buying

Page 2 of 4 | Total Record : 33