cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025): March" : 19 Documents clear
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Konten Digital Kreatif untuk Learning Management System (LMS) Sagirani, Tri; Hariadi, Bambang; Sunarto, M.J. Dewiyani; Lemantara, Julianto; Amelia, Tan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2184

Abstract

Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mengembangkan pendekatan yang fleksibel serta kreatif dalam mengajar dan menghasilkan konten digital untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Diperlukan pelatihan penyusunan konten digital yang kreatif bagi guru sebagai bekal untuk mempersiapkan pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dengan kemampuan menyusun konten digital yang kreatif untuk Learning Management System (LMS). Konten digital memainkan peran penting dalam meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Jenis-jenis konten digital mencakup statik (e-book, blog, komik, infografik, gambar, poster), audio & motion (video, animasi, GIF, podcast), serta interaktif (quiz/games, chat, forum). Artikel ini menyajikan pelaksanaan pelatihan yang meliputi tahap persiapan (peserta melakukan pendaftaran, pelaksana menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan), pelaksanaan (penampaian materi dan penugasan mandiri), dan evaluasi (mengukur hasil pelaksanaan program). Hasil dari pelaksanaan pelatihan ini efektif yang ditunjukkan dengan dari hasil penilaian peserta bawa pelatihan menambah peningkatan wawasan dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan konten digital yang beragam diangka 3,9 dari skala 1 sampai 4. Pada bagian akhir, rekomendasi diberikan untuk keberlanjutan program ini. Enhancing Teachers' Competence in Developing Creative Digital Content for Learning Management Systems (LMS) Abstract Teachers are required not only to master the subject matter but also to develop flexible and creative approaches in teaching and producing digital content to support classroom learning. There is a need for training in the creation of creative digital content to equip teachers with the skills necessary to prepare engaging learning materials. This training aims to provide teachers with the ability to create innovative digital content for Learning Management Systems (LMS). Digital content plays a crucial role in enhancing student interaction and comprehension of learning materials. The types of digital content include static content (e-books, blogs, comics, infographics, images, posters), audio & motion content (videos, animations, GIFs, podcasts), and interactive content (quizzes/games, chats, forums). This article presents the implementation of the training program, which includes the preparation, execution, and evaluation stages. The results indicate that the training was effective in improving teachers' competence in creating a diverse range of digital content. Finally, recommendations are provided for the sustainability of this program.
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Dalam Mendukung Pencapaian Kegiatan Ekonomi Di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali Jusriadi, Jusriadi; Farid, Farid; Marsanda, Marsanda; Irma, Ade; Tobigo, Haerudin; Agus, Moh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2314

Abstract

Penguatan kelompok tani merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kelompok tani memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan pertanian. Meskipun banyak kelompok tani telah dibentuk, saat ini cukup sulit menemukan kelompok tani yang aktif, di mana anggotanya memanfaatkan lembaga tersebut untuk meningkatkan kinerja usaha tani dan kesejahteraan mereka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan, pemahaman, dan pengetahuan anggota kelompok tani mengenai kelembagaan kelompok yang ada di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi, pelatihan, dan evaluasi. Kontribusi unik dari pelatihan ini adalah penggunaan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogi) yang disertai dengan simulasi berbasis kasus nyata di Desa Bahomante, yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam memahami dan mengimplementasikan kelembagaan kelompok tani. Hasil kegiatan PkM menunjukan tingkat keberhasilan yang signifikan dengan perolehan persentase pemahaman setelah kegiatan yakni 6% peserta sangat memahami materi kegiatan pelatihan yang diberikan, 85% paham, 7% cukup paham dan hanya ada 2% yang tidak paham. Data ini mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani, yang pada akhirnya dapat mendukung keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Institutional Strengthening of Farmer Groups in Supporting the Achievement of Economic Activities in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency Abstract Strengthening farmer groups is the first step in improving farmers' welfare. Farmer groups play an important role in promoting agricultural development. Although many farmer groups have been formed, it is currently quite difficult to find an active farmer group, where members utilise the institution to improve the performance of their farming business and welfare. This Community Service activity aims to increase insight, understanding, and knowledge of farmer group members regarding group institutions in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency. To achieve this goal, this activity was carried out through the stages of observation, training, and evaluation. The unique contribution of this training is the use of an adult education approach (Andragogy) accompanied by real case-based simulations in Bahomante Village, which encourages active participation of participants in understanding and implementing farmer group institutions. The results of the PkM activities showed a significant level of success with the acquisition of the percentage of understanding after the activity, namely 6% of participants really understood the material of the training activities provided, 85% understood, 7% understood enough and there were only 2% who did not understand. This data indicates the effectiveness of the training in increasing the institutional capacity of farmer groups, which in turn can support the sustainability of farming businesses and the welfare of farmers in the region.
Board Game ‘Save The Planet’ as an Educational Tool for Sustainable Tourism Among Children Gosul, Nursandrawali; Hati, Getar; Dunn, Shirly Sabrina; Fanaya, Siti Maharani; Maulana, Ilham
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2323

Abstract

Pariwisata desa semakin banyak diminati sebagai alternatif destinasi wisata yang dapat menawarkan pengalaman autentik dan juga unik, salah satunya ialah Rammang-Rammang, Maros. Tetapi, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, muncul tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat. Peningkatan kesadaran lingkungan dan pemahaman tentang konsep sustainable tourism sejak usia dini menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di kawasan desa wisata.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan board game “Save The Planet” sebagai media pembelajaran interaktif bagi kelompok anak-anak di desa wisata Rammang-rammang Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif guna memahami pengaruh board game edukatif pada peningkatan pengetahuan lingkungan anak-anak di desa Salenrang, Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game ini efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mengadopsi perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mekanisme permainan yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar tentang dampak positif dan negatif dari tindakan manusia terhadap lingkungan. Permainan ini memiliki potensi untuk digunakan dalam konteks pendidikan yang lebih luas, menjadi media untuk memperkenalkan konsep ekosistem, daur ulang, dan efek perubahan iklim dalam kurikulum IPA. Dengan sedikit modifikasi, permainan ini bisa digunakan untuk mengajarkan konsep ekonomi berkelanjutan, seperti efisiensi sumber daya dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, permainan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam pendidikan pariwisata berkelanjutan di desa wisata dan berpotensi memperkuat peran masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.  Board Game ‘Save The Planet’ as an Educational Tool for Sustainable Tourism Among Children Abstract Rural tourism is increasingly favored as an alternative travel destination, offering authentic and unique experiences, such as those found in Rammang-Rammang, Maros. However, with the rising number of tourists, challenges emerge in preserving the local environment and culture. Enhancing environmental awareness and understanding of sustainable tourism concepts from an early age is crucial for supporting tourism sustainability in rural areas.This study aims to develop and implement the board game "Save The Planet" as an interactive learning medium for children in the tourism village of Rammang-Rammang, Maros Regency, South Sulawesi. Employing a descriptive qualitative method with a participatory approach, the community service activity sought to explore the influence of this educational board game on improving environmental knowledge among children in Salenrang Village, Maros. The findings revealed that the board game effectively increased children's understanding of the importance of environmental preservation and encouraged them to adopt environmentally friendly behaviors in their daily lives. Through engaging game mechanics, children learn about the positive and negative impacts of human actions on the environment. This game has the potential to be applied in broader educational contexts, serving as a medium to introduce concepts such as ecosystems, recycling, and the effects of climate change in science curricula. With slight modifications, the game can also teach sustainable economic concepts, such as resource efficiency and social responsibility. Thus, this board game is expected to become an innovative approach to sustainable tourism education in rural areas, strengthening the role of local communities in environmental conservation.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Menuju Pariwisata Berkelanjutan Surayya, Surayya; Zainuddin, Fatlina; Darman, Darman; Kornelius, Yobert; Nurhabibah, Nurhabibah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2375

Abstract

Kreativitas, inovasi serta keterampilan sangat diperlukan sebagai bentuk pengembangan ekonomi kreatif, dimana cara ini merupakan salah satu cara agar bisa bersaing dalam bisnis. Pengembangan bisnis dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya yang semakin tidak terbatas dimana secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan nilai ekonomi dari yang tidak bernilai menjadi nilai ekonomi yang tinggi. Pengembangan ini disebut dengan pengembangan ekonomi kreatif. PKm ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menggali potensi, pemetaan, dan manajemen usaha pariwisata, potensi pelatihan yang dibutuhkan dan strategi pemasaran produk di Desa Masingi. Hasil PKm menunjukkan  bahwa sektor wisata kuliner sebanyak 25%, wisata alam sebanyak 20%, perikanan sebanyak 25% merupakan skala prioritas untuk dikembangkan di Desa Masaingi, adapun sektor lain yang menjadi peluang untuk dikembangkan yaitu pertanian 10%, Perkebunan sebesar 15%, dan ekowisata sebesar 5 %. Adapun pelatihan yang dibutuhkan dalam mengembangkan potensi ini yaitu pelatihan pengembangan produk wisata seperti kuliner, pelatihan manajemen pariwisata, dan pelatihan digitalisasi dan pemasaran produk local. Creative Economy Development Based on Local Wisdom Towards Sustainable Tourism Abstract Creativity, innovation and skills are needed as a form of creative economic development, which is one way to compete in business. Business development can be done through the utilization of increasingly unlimited resources which will indirectly have an impact on increasing economic value from no value to high economic value. This development is called creative economic development. This PKm aims to increase knowledge and explore the potential, mapping, and management of tourism businesses, potential training needed and product marketing strategies in Masingi Village. The PKm results show that the culinary tourism sector by 25%, nature tourism by 20%, fisheries by 25% is a priority scale to be developed in Masaingi Village, while other sectors that are opportunities to be developed are agriculture by 10%, plantations by 15%, and ecotourism by 5%. The training needed in developing this potential is training in the development of tourism products such as culinary, tourism management training, and training in digitalization and marketing of local products.
Kuliah Kerja Nyata Berbasis Teknologi Dan Manajemen Di Pondok Kebon Jambu Al–Islamy Cirebon Salsabilah, Zirli Nursanita; Fath, Musa Rizal Al; Angellyta, Putry Sally; Somantri, Mohamad Asep; Fitriani, Larasati; Saputro, Ahmad Eko
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2390

Abstract

KKN Plus bertujuan untuk meningkatkan manajemen pesantren dan edukasi digital bagi santri di Pondok Pesantren Kebon Jambu di Cirebon dengan fokus pada peningkatan efisiensi administrasi dan keterampilan teknologi. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknologi digital di pesantren serta pengetahuan ilmu manajemen  yang menghambat kemampuan mereka untuk bersaing di dunia yang semakin digital. Program ini melibatkan 10 mahasiswa ITB AD dan 100 santri sebagai partisipan. Program kegiatan yang dilaksanakan antara lain: penghitungan kalkulator PPh otomatis, pembuatan master pembukuan akuntansi, pengenalan coding, pembuatan dispenser sabun otomatis, mendesain kemasan usaha, dan membuat denah pesantren. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik. Berdasarkan hasil pre test dan post test terdapat peningkatan pengetahuan peserta di setiap program. Berdasarkan survey evaluasi kegiatan 73,6% peserta menyatakan sangat puas, 20% menyatakan puas, dan hanya 6,4% menyatakan netral. KKN Plus ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam manajemen dilingkungan pesantren dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing lulusan pesantren di era digital. Technology and Management Based Community Service Lecture at Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon Abstract KKN Plus aims to improve Islamic boarding school management and digital education for students at the Kebon Jambu Islamic Boarding School in Cirebon with a focus on improving administrative efficiency and technological skills. The main problem faced is the lack of knowledge and skills in digital technology in Islamic boarding schools as well as knowledge of management science that hinders their ability to compete in an increasingly digital world. This program involves 10 ITB AD students and 100 students as participants. The program activities implemented include: automatic PPh calculator calculation, making accounting bookkeeping masters, introduction to coding, making automatic soap dispensers, designing business packaging, and making Islamic boarding school plans. The methods used are counseling and practice. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in participant knowledge in each program. Based on the activity evaluation survey, 73.6% of participants stated that they were very satisfied, 20% stated that they were satisfied, and only 6.4% stated that they were neutral. KKN Plus concludes that the integration of technology in management in Islamic boarding schools can improve the quality of education and the competitiveness of Islamic boarding school graduates in the digital era.
Penanggulangan Sampah Jatigede: Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Talkshow di Radio Trimekar Sjuchro, Dian Wardiana; Sjafirah, Nuryah Asri; Basith, Ahmad Abdul; Viannisa, Nadhifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2431

Abstract

Kabupaten Sumedang, khususnya Kecamatan Wado, menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah di kawasan wisata Waduk Jatigede. Data dari databoks.com tahun 2023, menunjukkan bahwa komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sisa makanan (41,4%), diikuti oleh sampah plastik (18,6%), serta jenis sampah lain seperti kertas, logam, dan kaca. Di Kecamatan Wado, peningkatan jumlah wisatawan berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah, sementara infrastruktur pengelolaan limbah masih minim. Hal ini berdampak pada estetika lingkungan dan berisiko menurunkan daya tarik wisata daerah tersebut. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh tim Fikom Unpad. Program ini dilakukan dalam bentuk talkshow interaktif di Radio Trimekar, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan interaksi dengan pendengar radio melalui platform komunikasi dua arah. Analisis data dilakukan dengan pendekatan thematic analysis, di mana pola utama dalam persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap isu sampah diidentifikasi dan dikategorikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dorongan pemerintah dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Wado masih belum optimal, sementara kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga rendah. Umpan balik dari pendengar radio menunjukkan bahwa 80% peserta memahami pentingnya pengelolaan sampah setelah mengikuti talkshow, dan 70% merasa lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam program lingkungan. Kesimpulannya, talkshow berbasis radio efektif sebagai media edukasi dan advokasi lingkungan, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap informasi digital. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan media lokal diperlukan untuk menciptakan solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.  Jatigede Waste Management: Community Service through Talk Show on Trimekar Radio Abstract Sumedang Regency, particularly Wado District, faces serious waste management issues in the Jatigede Reservoir tourism area. Data from databoks.com (2023) shows that Indonesia’s waste composition is dominated by food waste (41.4%), followed by plastic waste (18.6%), along with other types such as paper, metal, and glass. In Wado District, the increasing number of tourists correlates with rising waste volumes, while waste management infrastructure remains inadequate. This situation affects environmental aesthetics and threatens the region’s tourism appeal. This study employs a qualitative descriptive method with a case study approach through a Community Service Program (PKM) conducted by the Fikom Unpad team. The program was carried out in the form of an interactive talk show on Trimekar Radio, aiming to raise public awareness about waste management. Data was collected through field observations, interviews with stakeholders, and engagement with radio listeners via a two-way communication platform. Thematic analysis was used to identify and categorize key patterns in community perceptions and participation regarding waste issues. The results indicate that government efforts in waste management in Wado District remain suboptimal, while public awareness of environmental cleanliness is still low. Feedback from radio listeners revealed that 80% of participants understood the importance of waste management after attending the talk show, and 70% felt more motivated to participate in environmental programs. In conclusion, radio-based talk shows are effective as educational and advocacy tools, particularly in areas with limited access to digital information. Sustainable waste management solutions require continued collaboration between the government, communities, and local media.
Membangun Brand Awareness Produk Roti Lokal melalui Strategi Digital Marketing Implementasi di NADHEA BAKERY Sugihwaras, Bojonegoro Endang, Endang; Astuti, Hartiningsih; Udyana, Tanaya Tyas
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2575

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Nadhea Bakery melalui penguatan identitas visual dan implementasi strategi digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terbatasnya jangkauan pemasaran dan rendahnya brand awareness di era digital yang kompetitif. Metode pemecahan masalah dilakukan melalui tiga tahap: (1) perancangan identitas visual meliputi logo dengan kombinasi warna beige muda, terracotta, dan navy, serta tagline "Taste the Love in Every Bite", (2) pelatihan digital marketing mencakup optimalisasi media sosial Instagram dan TikTok, serta teknik editing foto produk menggunakan Canva, dan (3) pengembangan website responsif dengan fitur galeri foto, testimoni, dan integrasi WhatsApp. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan aspek psikologi warna dalam identitas visual dengan analisis behavior mapping pengguna media sosial. Pemilihan strategi digital marketing didasarkan pada analisis preferensi target market yang didominasi generasi milenial dan Gen-Z (65%), dengan investasi hanya 30% dari biaya marketing konvensional namun memberikan jangkauan 5 kali lebih luas. Implementasi strategi dianalisis menggunakan framework AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang dimodifikasi untuk konteks UMKM kuliner, menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap tahapan: penguatan brand recognition dan reach organik (Awareness), peningkatan engagement melalui konten visual (Interest), penguatan brand recall dan trust factor (Desire), serta peningkatan konversi pemesanan (Action). Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan FGD menggunakan teknik analisis tematik, dengan triangulasi data untuk memastikan validitas temuan. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi identitas visual yang tepat dapat meningkatkan brand recognition hingga 80% dan brand recall sebesar 45%. Optimalisasi media sosial berhasil meningkatkan engagement rate hingga 300%, sementara keberadaan website meningkatkan kredibilitas UMKM sebesar 75%. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi identitas visual yang kuat dan strategi digital marketing yang komprehensif memberikan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan bisnis Nadhea Bakery di era digital. Building Brand Awareness of Local Bakery Products through Digital Marketing Strategy: Implementation at NADHEA BAKERY Sugihwaras, Bojonegoro Abstract This community service initiative aims to enhance Nadhea Bakery's competitiveness through visual identity reinforcement and digital marketing strategy implementation. The primary challenges identified were limited marketing reach and low brand awareness in today's competitive digital landscape. The solution methodology encompassed three phases: (1) visual identity design incorporating a logo with light beige, terracotta, and navy color combinations, complemented by the tagline "Taste the Love in Every Bite"(2) comprehensive digital marketing training focusing on Instagram and TikTok social media optimization and Canva-based product photography editing techniques (3) development of a responsive website featuring photo galleries, testimonials, and WhatsApp integration. The research novelty lies in its integrative approach, combining color psychology principles in visual identity with social media user behavior mapping analysis. The digital marketing strategy selection was informed by target market preference analysis, which revealed a predominance of millennial and Gen-Z consumers (65%), achieving a five-fold increase in reach while requiring only 30% of conventional marketing costs. Strategy implementation was evaluated using the AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) framework modified for culinary MSMEs context, demonstrating significant improvements across all stages: enhanced brand recognition and organic reach (Awareness), increased engagement through visual content (Interest), strengthened brand recall and trust factor (Desire) and improved order conversion rates (Action). Qualitative data analysis was conducted through interviews and FGD utilizing thematic analysis techniques, with data triangulation ensuring finding validity. The findings show that proper visual identity implementation can increase brand recognition by 80% and brand recall by 45%. Social media optimization successfully increased engagement rates by 300%, while website presence improved SME credibility by 75%. It can be concluded that the combination of strong visual identity and comprehensive digital marketing strategies provides a solid foundation for Nadhea Bakery's business growth in the digital era.
Revitalisasi Konservasi Penyu Melalui Wisata Pendidikan di Desa Hadiwarno Pacitan Purwanti, Elly; Muizzudin, M.; Prihanta, Wahyu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2580

Abstract

Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, merupakan kawasan pesisir dengan potensi besar untuk konservasi penyu, terutama di Pantai Taman yang menjadi satu-satunya lokasi bertelur penyu di Pacitan. Upaya konservasi yang dilakukan sejak 2012, namun, keberhasilan ini tidak diikuti oleh keberlanjutan partisipasi masyarakat, penguatan ekonomi pelaku konservasi, dan pengelolaan organisasi yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan revitalisasi konservasi melalui pembentukan wisata pendidikan berbasis konservasi penyu. Langkah strategis dimulai dengan pembentukan tim khusus yang bertugas mengelola wisata pendidikan, penyusunan program kerja yang terstruktur, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggota tim dan masyarakat, serta pembangunan wahana edukasi seperti pusat informasi dan museum mini. Wisata pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya pelestarian penyu, tetapi juga menjadi sumber pendanaan yang berkelanjutan bagi kegiatan konservasi. Program ini berhasil meningkatkan partisipasi anggota hingga 85%, keaktifan kegiatan sebesar 82.5%, dan tingkat kepuasan pengunjung mencapai 77.5%. Meskipun menunjukkan hasil positif, evaluasi program mengidentifikasi perlunya perbaikan dalam keterampilan tim untuk memandu pengunjung secara lebih interaktif, pengadaan alat peraga edukasi, dan peningkatan fasilitas pendukung. Dengan pelatihan lanjutan dan evaluasi berkala, program ini diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan konservasi yang mengintegrasikan pelestarian keanekaragaman hayati dengan pengembangan pariwisata berbasis edukasi. Melalui pendekatan ini, Desa Hadiwarno diharapkan tidak hanya menjadi pusat konservasi penyu, tetapi juga destinasi wisata pendidikan yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal dan memperkuat posisi Indonesia dalam pelestarian lingkungan secara global. Revitalization of Turtle Conservation Through Educational Tourism in Hadiwarno Village, Pacitan Abstract Hadiwarno Village, Ngadirojo District, Pacitan Regency, is a coastal area with great potential for turtle conservation, especially in Taman Beach which is the only turtle egg-laying location in Pacitan. Conservation efforts have been carried out since 2012, however, this success has not been followed by sustainable community participation, strengthening the economy of conservation actors, and adequate organizational management. This community service activity was carried out with the aim of revitalizing conservation through the formation of educational tourism based on turtle conservation. The strategic steps began with the formation of a special team tasked with managing educational tourism, preparing a structured work program, training to increase the capacity of team members and the community, and building educational facilities such as information centers and mini museums. This educational tourism not only aims to provide education to the wider community about the importance of turtle conservation, but also becomes a source of sustainable funding for conservation activities. This program succeeded in increasing member participation by 85%, activity activity by 82.5%, and visitor satisfaction levels reaching 77.5%. Although showing positive results, the program evaluation identified the need for improvements in team skills to guide visitors more interactively, procurement of educational props, and improvement of supporting facilities. With continued training and periodic evaluation, this program is expected to become a model for sustainable conservation that integrates biodiversity conservation with educational tourism development. Through this approach, Hadiwarno Village is expected to not only become a center for turtle conservation, but also an educational tourism destination that supports the welfare of local communities and strengthens Indonesia's position in global environmental conservation.
Pendampingan Guru SDU Permata Mulia Malang dalam Mengembangkan Modul Ajar Berbasis Project-Based Learning Rahardjanto, Abdulkadir; Husamah, H.; Hadi, Samsun; Lestari, Nurdiyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2582

Abstract

Sebagai sekolah baru, SDU Permata Mulia menghadapi permasalahan mendesak berupa belum tersusunnya modul ajar berbasis Project-Based Learning (PjBL). PjBL merupakan salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh sekolah kepada orang tua sebagai bagian dari upaya branding dan keunggulan, namun demikian sekolah perlu pendampingan dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis PjBL yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka untuk jenjang sekolah dasar. Pengabdian dilaksanakan di SDU Permata Mulia melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan intensif. Pelatihan difokuskan pada penguatan konsep dasar PjBL, penyusunan modul ajar, dan implementasinya dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan telah terlaksana dengan baik, menghasilkan sejumlah capaian penting, termasuk meningkatnya pemahaman guru terhadap konsep PjBL dan kemampuan mereka dalam menyusun serta mengimplementasikan modul ajar berbasis PjBL secara efektif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan mampu membantu guru menyusun modul ajar yang komprehensif dan relevan, sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran di SDU Permata Mulia, meskipun belum dapat dikatakan efektif karena hal ini membutuhkan riset/quasi-experiment. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan berbasis PjBL, mendukung pengembangan keterampilan siswa yang esensial di abad ke-21. Assistance of SDU Permata Mulia Malang Teachers in Developing Project-Based Learning-Based Teaching Modules Abstract As a new school, SDU Permata Mulia faces an urgent problem in the form of not having compiled a Project-Based Learning (PjBL)-based teaching module. PjBL is one of the advantages offered by the school to parents as part of branding and excellence efforts, however, the school needs assistance in its implementation. This community service activity aims to provide training and assistance in compiling PjBL-based teaching modules that are in accordance with the Merdeka Curriculum for elementary school level. Community service is carried out at SDU Permata Mulia through an intensive training and mentoring approach. The training focuses on strengthening the basic concepts of PjBL, compiling teaching modules, and implementing them in the learning process. The results of the activity show that the training and mentoring have been carried out well, resulting in a number of important achievements, including increasing teachers' understanding of the PjBL concept and their ability to compile and implement PjBL-based teaching modules effectively. The conclusion of this activity is that the training and mentoring provided can help teachers compile comprehensive and relevant teaching modules, while improving the quality of the learning process at SDU Permata Mulia, although it cannot be said to be effective because this requires research/quasi-experiment. This program is expected to be the first step in creating an innovative and PjBL-based learning ecosystem, supporting the development of essential student skills in the 21st century.
Inovasi Media 3D Holo-learning DNA pada Pembelajaran Genetika untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa di Era Society 5.0 Zahrah, Natasya Adiba; Kharomah, Sindi; Ramadhan, Muhamad Justitia; Kharomah, Sinta; Choirunisa, Nindiana; Hayuana, Wachidah; Firdaus, Zahra; Fahmi, M Iqbal Najib; Mahanal, Susriyati; Setiawan, Deny; Zubaidah, Siti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2608

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam memahami materi khususnya genetika dan pengembangan keterampilan literasi digital siswa di era 5.0 sangat penting untuk dilakukan. Kami telah mengembangkan inovasi media pembelajaran yang berbasis hologram yaitu 3D Holo-learning DNA, dan kami desiminasikan. Tujuan dari kegiatan diseminasi ini adalah untuk memperkenalkan media pembelajaran 3D Holo-learning DNA kepada guru yang terlibat dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan diseminasi ini terdiri dari empat tahapan. Pertama, tahap perencanaan  dengan melakukan Focus Disscussion Group (FGD). Kedua, tahap persiapan hal-hal yang diperlukan saat tahap pelaksanaan. Ketiga, tahap pelaksanaan yang dengan penyampaian materi dan simulasi media pembelajaran yang dikembangkan kepada peserta kegiatan. Keempat, tahap evaluasi y dengan menganalisis respon peserta kegiatan terkait dengan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan diseminasi yang diperoleh dari angket respon peserta kegiatan menunjukkan bahwa produk media pembelajaran memiliki kebermanfaatan yang baik, yaitu sebesar 4,66 dari 5,00 untuk diterapkan dalam pembelajaran. Inovasi media 3D Holo-learning DNA ini adalah membantu memvisualisasikan struktur DNA dan kromosom secara lebih realistik, apabila dibandingkan dengan visualisasi yang berasal dari buku cetak. Pengembangan media ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru biologi dan diharapkan menginspirasi untuk pengembangan media pembelajaran untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari materi genetika dan mampu mengembangkan keterampilan literasi digital di era society 5.0. 3D Holo-learning DNA Media Innovation in Genetics Learning to Improve Students' Digital Literacy in the Era of Society 5.0 Abstract The use of learning media that can facilitate students in understanding materials, especially genetics and the development of students' digital literacy skills in the 5.0 era is very important to do. We have developed a hologram-based learning media innovation, 3D Holo-learning DNA, and we disseminated it. The purpose of this dissemination activity is to introduce 3D Holo-learning DNA learning media to teachers involved in the Biology Subject Teacher Conference (MGMP) Madrasah Aliyah (MA) Malang Regency. The method used in this dissemination activity consists of four stages. First, the planning stage by conducting a Focus Discussion Group (FGD). Second, the preparation stage of the things needed during the implementation stage. Third, the implementation stage by delivering materials and simulating the learning media developed to the participants. Fourth, the evaluation stage by analyzing the responses of activity participants related to learning media products. The results of the dissemination activities obtained from the activity participants' response questionnaires show that learning media products have good usefulness, which is 4.66 out of 5.00 to be applied in learning. The innovation of this 3D Holo-learning DNA media is to help visualize the structure of DNA and chromosomes more realistically, when compared to visualizations derived from printed books. This media development is expected to provide benefits for biology teachers.

Page 1 of 2 | Total Record : 19