cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024): June" : 21 Documents clear
Penguatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Penggunaan Bantuan Hukum Dan Konsultasi Hukum Secara Cuma-Cuma Siagian, Parulian; Azizzurrahman, Sy. Hasyim; Abunawas, Abunawas
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1655

Abstract

Bantuan hukum Cuma-Cuma adalah merupakan hak bagi setiap warga negara yang dapat digunakan kapanpun selama ketentuan yang dipersyaratkan dapat dipenuhi oleh setiap warga negara namun pada kenyataan ditengah masyarakat, hak tersebut tidak dapat terealisasi dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang eksistensi penggunaan bantuan hukum Cuma-Cuma dan prosedur penggunaan bantuan hukum Cuma-Cuma bagi setiap masyarakat yang membutuhkan. Pemahaman tentang penerapan bantuan hukum Cuma-Cuma menjadi tanggung jawab pemerintah melalui berbagai lembaga yang ada, lembaga bantuan hukum dan lembaga pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  (PKM) terkait sosialisasi Bantuan hukum Cuma-Cuma, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  (PKM) terkait sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang penggunaan dan prosedur tahapan penggunaan bantuan hukum dan landasan hukum penerapan bantuan hukum Cuma-Cuma kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 50 orang peserta yang merupakan aparat Kelurahan, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat dari Kelurahan Jawa, Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi terkait teknis penggunaan bantuan hukum Cuma-Cuma dan prosedur pengajuan bantuan hukum cuma-Cuma pelaksanaan kegiatan menghasilkan pemahaman masyarakat tentang prosedur penyelesaian persoalan pidana dan keperdataan. Berdasarkan monitoring selama kegiatan terhadap problema masyarakat dalam memahami dan mendapatkan layanan bantuan hukum dan konsultasi hukum secara Cuma-Cuma yang dijamin oleh undang-undang dan evaluasi di akhir kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangat tinggi, rasa keingintahuan  serta  keberhasilannya  dalam  menyimak  materi  yang  disampaikan  terindikasi  pada  jawaban-jawaban yang diberikan sangat memuaskan. Sebanyak 5 pertanyaan uraian yang diberikan secara tertulis mampu dijawab oleh ke 50 peserta kegiatan tersebut dan mampu dijawab secara benar. Strengthening Community Understanding of the Use of Free Legal Aid and Legal Consultation Abstract Free legal aid is a right for every citizen which can be used at any time as long as the required provisions can be fulfilled by every citizen, but in reality in society, this right cannot be realized due to a lack of public understanding about the existence of the use of free legal aid and procedures for using free legal assistance for every person in need. Understanding the implementation of free legal aid is the responsibility of the government through various existing institutions, legal aid institutions and educational institutions. Community service activities (PKM) related to the socialization of free legal aid. Community service activities (PKM) related to the socialization and education of the public regarding the use and procedures for the stages of using legal aid and the legal basis for implementing free legal aid to the community. This activity was attended by 50 participants who were Village officials, Community Leaders and the Community from Java Village. The activity was carried out using lecture and discussion methods related to the technicalities of using free legal aid and procedures for applying for free legal aid. Based on monitoring during the activity and evaluation at the end of the activity, it showed that community participation in this activity was very high, their curiosity and success in listening to the material presented was indicated by the answers given which were very satisfying. A total of 5 descriptive questions given in writing were able to be answered by the 50 participants in the activity.
Pembentukan Kader RANTING (Pemberdayaan Masyarakat Anti Stunting) sebagai Upaya Penanganan Stunting di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Ekawati, Rany; Hanifah, Afrina; Ashamadu, Cantika Salwa; Widyastuti, Eva Uma; Nadira, Silvia Devi; Aziz, Hafif Ahmad Abdul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1663

Abstract

Kabupaten Malang menjadi salah satu kabupaten yang memiliki angka prevalensi stunting cukup tinggi dimana pada tahun 2022 yakni berada di angka 23%. Desa Pagersari merupakan salah satu  desa yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang menjadi penyumbang angka stunting tersebut. Dari pendataan rutin di salah satu posyandu dusun Gombong, tercatat ada 6 dari 32 balita yang mengalami stunting. Tujuan dari adanya  pemberdayaan dengan membentuk Kader RANTING (Pemberdayaan Masyarakat Anti Stunting) adalah menurunkan angka prevalensi stunting dan menjadi desa tanggap stunting. Metode yang digunakan adalah dengan cara pembentukan kader yang beranggotakan masyarakat di Desa Pagersari. Dari pembentukan Kader RANTING ini, akan berfokus dalam penanganan masalah stunting di Desa Pagersari. Hasil didapati bahwa telah dibentuknya tim stunting yang terdiri dari 25 kader posyandu dan 37 kader remaja bertugas untuk mengawasi permasalahan stunting dan menyosialisasikan permasalahan Stunting dan nantinya akan diberikan pelatihan mengenai Stunting hingga perencanaan menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Pembentukan Kader Ranting terdiri dari beberapa struktur organisasi yang melibatkan stakeholder terkait. Stakeholder yang terlibat antara lain Bidan Desa Pagersari, Perawat Desa Pagersari, Kepala Sekolah, serta guru SMP Negeri 4 Ngantang Satu Atap yang memiliki peran terhadap perkembangan kader kesehatan balita dan remaja di Desa Pagersari. Dengan adanya pembentukan kader ini, masyarakat Desa Pagersari dapat memahami mengenai permasalahan Stunting dan nantinya kedepannya  angka stunting di Desa Pagersari tidak semakin meningkat. Establishment of RANTING (Anti-Stunting Community Empowerment) Cadre as an Effort to Overcome Stunting in Pagersari Village, Ngantang District, Malang Regency Abstract Malang Regency is one of the districts that has a high stunting prevalence rate, which in 2022 will be at 23%. Pagersari Village is one of the villages located in Ngantang Sub-district, Malang Regency which contributes to the stunting rate. From routine data collection at one of the posyandu in Gombong hamlet, it was recorded that 6 out of 32 toddlers were stunted. The purpose of empowerment by forming RANTING (Anti-Stunting Community Empowerment) cadres is to reduce the prevalence of stunting and become a stunting response village. The method used is by forming cadres consisting of community members in Pagersari Village. From the formation of this RANTING Cadre, it will focus on handling stunting problems in Pagersari Village. The results showed that a stunting team consisting of 25 posyandu cadres and 37 youth cadres has been formed to monitor the problem of stunting and socialize the problem of stunting and will later be given training on stunting to planning PMT (Supplementary Feeding) menus. The formation of the Branch Cadre consists of several organizational structures involving related stakeholders. The stakeholders involved include the Pagersari Village Midwife, Pagersari Village Nurse, Principal, and teachers of SMP Negeri 4 Ngantang Satu Atap who have a role in the development of toddler and adolescent health cadres in Pagersari Village. With the formation of this cadre, the people of Pagersari Village can understand the problem of stunting and in the future the stunting rate in Pagersari Village will not increase.
Pemberdayaan RANTING (Masyarakat Anti Stunting) melalui Kader Posyandu dan Remaja di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur Aziz, Hafif Ahmad Abdul; Wuryanti, Syalwa Dida; Saputri, Baiq Fatria Ziza; Ekawati, Rany; Husniyah, Nisrina Nabilah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1681

Abstract

Prevalensi stunting di Desa Pagersari masih tergolong tinggi. Hal tersebut dilatarbelakangi kurangnya pengetahuan berbagai aspek elemen masyarakat mengenai pentingnya mencegah stunting guna mempersiapkan generasi emas 2045 mendatang. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dari berbagai elemen usia agar menjadi RANTING (Masyarakat Anti Stunting) sehingga dapat memutus mata rantai stunting kedepannya. Pemberdayaan RANTING menggunakan metode participatory approach dan RKTL. Metode participatory approach yang digunakan yakni pendekatan partisipatif masyarakat dengan cara mengajak secara luas dan bebas elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan memecahkan berbagai masalah yang ada mengenai stunting. Sedangkan RKTL tertuang dalam buku rencana kerja keberlanjutan pada kader RANTING. Analisis data yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah analisis kualitatif berdasarkan hasil observasi, pretest, dan posttest yang kemudian data tersebut dilakukan interpretasi dan kesimpulan mengenai pengetahuan akan stunting. Hasil didapati bahwa pemberdayaan ini diikuti oleh 25 kader posyandu dengan latar belakang sebagai ibu rumah tangga, petani, dan peternak dengan membuat menu pemberian makanan tambahan (PMT) serta 38 remaja di SMPN 4 Satu Atap mengenai tumbuh kembang remaja, dan kesehatan reproduksi remaja. Dalam pelaksanaan RANTING, semua elemen masyarakat sangat antusias dalam kegiatan sehingga hal ini menjadi langkah awal masyarakat menyebarkan ilmu mengenai pencegahan stunting. Dengan adanya pemberdayaan ini, dapat disimpulkan program pelatihan dapat menambah wawasan kader terkait pencegahan stunting dan penangananya. Praktek perencanaan menu juga menambah wawasan kader terkait menu sehat dari olahan lokal. Begitu juga dengan proses tanya jawab, elaborasi, dan RKTL mampu untuk keberharapan pada keberlanjutan program. Empowerment of RANTING (Masyarakat Anti Stunting) through Posyandu Cadres and Teenagers in Pagersari Village, Ngantang District, Malang Regency, East Java Abstract: The prevalence of stunting in Pagersari Village is still relatively high. This is motivated by the lack of knowledge of various aspects of the community elements regarding the importance of preventing stunting in order to prepare the next golden generation of 2045. This community empowerment aims to empower people from various age elements to become RANTING (Anti-Stunting Community) so that they can break the chain of stunting in the future. RANTING empowerment uses a participatory approach and RKTL method. The participatory approach method used is a community participatory approach by widely and freely inviting elements of society to collaborate and solve various problems that exist regarding stunting. The data analysis used in this empowerment is qualitative analysis based on the results of observations, pretests, and posttests, then the data is interpreted and conclusions are made about knowledge of stunting. The results showed that this empowerment was attended by 25 posyandu cadres with backgrounds as housewives, farmers, and breeders by making supplementary feeding menus (PMT) and 38 adolescents at SMPN 4 Satu Atap regarding adolescent growth and development, and adolescent reproductive health. In the implementation of RANTING, all elements of the community were very enthusiastic in the activity so that this was the first step for the community to spread knowledge about stunting prevention. Likewise, the process of question and answer, elaboration, and RKTL is able to hope for the sustainability of the program.
Transfer Teknologi Pengomosan Cepat Dan Pemanfaatan Produk Kompos Pada Tanaman Pakchoy Susilowati, Lolita Endang; Jaya, Dori Kusuma; Azizah, Isnaniar Rahmatul; Arifin, Zainal
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1719

Abstract

Di desa Sukadana, dusun Montong Tekot, kecamatan Pujut, Lombok Tengah, masalah utama adalah jumlah limbah kotoran sapi yang sangat banyak, dengan populasi sapi mencapai 36.466 ekor yang menyumbang sekitar 55% dari total limbah di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kondisi minimnya pengetahuan dan pengalaman masyarakat mitra dalam mengelola limbah kotoran sapi menjadi kompos pupuk kandang menjadi alasan utama dilakukannya pengabdian ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada kelompok tani mitra tentang pengolahan limbah kotoran sapi menjadi kompos pupuk kandang dengan metode pengomposan cepat dan memberikan pengetahuan kepada kelompok tani mitra tentang cara memanfaatkan dan menerapkan kompos pupuk kandang pada tanaman pakchoy. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan kelompok tani dan mahasiswa MBKM. Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan penyuluhan, petani meningkatkan pengetahuan mereka tentang pengolahan limbah ternak menjadi produk yang bermanfaat. Melalui workshop pengomposan cepat, petani memahami pentingnya penggunaan bioaktivator seperti M-11 dan konsorsium BPF untuk mempercepat proses pengomposan. Dari hasil menunjukkan bahwa bioaktivator M-11 lebih efektif dalam menguraikan limbah organik dibandingkan konsorsium BPF, hal ini terlihat dari perubahan nilai pH yang lebih rendah pada bioaktivator M-11. Melalui pendampingan dalam budidaya pakchoy, petani menyadari manfaat kompos limbah ternak sebagai pupuk penyubur tanah dan tanaman. Petani tetap memerlukan kegiatan semacam ini, terutama berkaitan dengan transfer teknologi untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan biaya produksi yang lebih terjangkau. Transfer of Fast Composting Technology and Utilization of Compost Products in Pakchoy Plants Abstract Sukadana village, Montong Tekot hamlet, Pujut subdistrict, Lombok Tengah, faces a significant challenge in managing the vast amount of cattle manure generated by its 36,466 cattle, accounting for 55% of the total waste in Lombok Tengah Regency, West Nusa Tenggara. Limited knowledge and experience among local farmers in composting cattle manure into organic fertilizer necessitates this community service initiative. Empower local farmer groups with the knowledge and skills to convert cattle manure into organic fertilizer using a rapid composting method. Educate farmer groups on the effective utilization of cattle manure compost in pakchoy cultivation. Collaboration between farmer groups and MBKM students in community service activities. Successful execution of planned activities and goal achievement. Enhanced knowledge among farmers regarding livestock waste management into valuable products. Understanding of bioactivator usage (M-11 and PSB consortium) to expedite the composting process. Superior effectiveness of bioactivator M-11 in decomposing organic waste compared to PSB consortium, evident in lower pH values. Recognition of cattle manure compost's benefits as a soil and plant fertilizer through pakchoy cultivation guidance. Continuous demand for technology transfer initiatives to maintain soil fertility and promote cost-effective crop growth.
Penyegaran Kompetensi Guru dalam Penyusunan Proposal Kegiatan sebagai Pengembangan Kurikulum P5 di SMAN 2 Batu Putra, Candra Rahma Wijaya; Lutfiana, Rose Fitria
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1739

Abstract

Kurikulum pelajar Pancasila menuntut keterampilan dan kompetensi guru di berbagai bidang, salah satunya adalah penulisan proposal kegiatan. Proposal kegiatan digunakan sebagai Langkah awal pembelajaran sesuai kurikulum P5. Kegiatan ini bertujuan untuk penyegaran kompetensi guru di bidang penulisan proposal kegiatan. Keterampilan penulisan proposal kegiatan ini menjadi gudang pengetahuan guru ketika menjadi pembimbing kelompok siswa. Adanya relasi antara guru dan siswa dalam kegiatan projek tersebut menjadi bagian implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan ini didukung oleh pihak sekolah, yaitu kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan tingkat sekolah. Kepala sekolah memiliki peran kepemimpinan dalam hal pengembangan kurikulum. Selain itu, peran guru-guru berbagai bidang pelajaran juga sangat berperan karena mereka sebagai pembimbing siswa. Hambatan atau kekuarang kegiatan ini adalah adanya pola pikir yang belum terbuka terhadap peran sumber-sumber internet sebagai penguat rasionalisasi urgensi isi proposal. Kata Kunci: Profil Pelajar Pancasila; proposal; pelatihan   Refreshing Teacher Competencies in Preparing Activity Proposals as P5 Curriculum Development at SMAN 2 Batu Abstract: The Pancasila student curriculum requires teacher skills and competencies in various fields, one of which is writing activity proposals. Activity proposals are used as the first step in learning according to the P5 curriculum. This activity aims to refresh teacher competence in the field of writing activity proposals. The skill of writing proposals for this activity becomes a repository of knowledge for teachers when they become student group supervisors. The relationship between teachers and students in the project activities is part of the implementation of the independent curriculum. This activity is supported by the school, namely the principal as a school-level policy maker. The principal has a leadership role in terms of curriculum development. In addition, the role of teachers in various fields of study is also very important because they are student mentors. The obstacle or prohibition of this activity is the existence of a mindset that has not been open to the role of internet sources as a reinforcement of the rationalization of the urgency of the proposal content.
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Dan Pelaksanaannya di SMP Muhammadiyah 2 Kota Batu Chamisijatin, Lise; Zaenab, Siti; Putri, Safina Azizah Sukma; Sanjaya, Andika Wahyu Bagus; Maulidiyah, Isna Tazkiyatul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1750

Abstract

SMP Muhammadiyah 2 Kota Batu sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan memilih opsi mandiri belajar yang didampingi Universitas Muhammadiyah Malang. Masalah yang dihadapi adalah belum semua guru matapelajaran dapat mengembangkan modul ajar Kurikulum Merdeka dan belum semua guru matapelajaran terampil melaksanakan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi guru matapelajaran dalam mengembangkan modul ajar Kurikulum Merdeka dan agar guru terampil melaksanakan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mekanisme pelatihan dan pendampingan. Masalah diatasi dengan solusi berupa melalui FGD, dengan menerapkan kurikulum merdeka mandiri belajar dalam mengembangkan modul ajar tanpa membuat silabus dan alur tujuan pembelajaran (ATP) dan semua guru mempraktikkan modul ajar yang sudah dibuat. Kegiatan pengabdian dapat berlangsung sesuai target, ditunjukkan dengan hasil bahwa semua guru dapat mengembangkan modul ajar Kurikulum merdeka dan guru terampil melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka berupa video pembelajaran. Assistance in the Development of the Independent Curriculum Teaching Module and Its Implementation at SMP Muhammadiyah 2 Batu City Abstract SMP Muhammadiyah 2 Batu City has implemented the Independent Curriculum independently by choosing the independent study option accompanied by the University of Muhammadiyah Malang. The problem faced is that not all subject teachers can develop Independent Curriculum teaching modules and not all subject teachers are skilled in implementing learning based on the Independent Curriculum. This activity aims to assist subject teachers in developing Independent Curriculum teaching modules and so that teachers are skilled in implementing learning based on the Independent Curriculum. This activity is carried out with training and mentoring mechanisms. The problem was overcome with a solution in the form of FGD, by implementing an independent independent learning curriculum in developing teaching modules without creating a syllabus and learning objective flow (ATP) and all teachers practicing the teaching modules that had been created. Service activities can take place according to targets, shown by the results that all teachers can develop independent curriculum teaching modules and skilled teachers carry out learning based on the independent curriculum in the form of learning videos.
Pelatihan Penulisan Sastra Profetik untuk Siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang Sunaryo, Hari; Putra, Candra Rahma Wijaya; Anggraini, Purwati
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1779

Abstract

Kumpulan cerita pendek yang berbasis nilai agama merupakan luaran pelatihan penulisan sastra profetik yang diselenggarakan bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang. Metode pelatihan yang digunakan adalah pertama, menyadarkan siswa akan pentingnya nilai agama dalam kehidupan dan penulisan karya sastra; ke-dua, pelatihan menulis terstruktur dengan menerapkan teknik sastra; ke-tiga, pendampingan dan pembimbingan dengan memberikan umpan balik; ke-empat, koreksi silang dengan sesama peserta pelatihan; ke-lima, penilaian dan refleksi diri. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan dilakukan secara sistematis sesuai dengan tahapan penulisan karya sastra cerita pendek. Kegiatan dilaksanakan selama empat pertemuan, dilajutkan dengan proses kreatif siswa yang dipantau secara daring. Setiap pertemuan memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki kesinambungan dengan tujuan utama penulisan karya sastra. Kegiatan ini mengaplikasikan model pembelajaran berbasis project dan dengan metode kooperatif-kritis. Program ini berdampak pada peningkatan kreativitas siswa dalam menuangkan ide kreatif dalam bentuk cerpen yang dilandasi dengan nilai agama. Kreativitas ini dikemas dalam bentuk buku kumpulan cerpen yang nantinya dapat menjadi bekal siswa dalam pengembangan kreativitas di masa mendatang.  Training in Prophetic Literature Writing for Students of SMA Muhammadiyah 1 Malang Abstract A collection of short stories based on religious values ??is the output of prophetic literature writing training held for students of SMA Muhammadiyah 1 Malang. The training methods used are first, making students aware of the importance of religious values ??in life and writing literary works; second, structured writing training using literary techniques; third, mentoring and mentoring by providing feedback; fourth, cross-correction with fellow trainees; fifth, self-assessment and reflection. This activity is carried out offline and carried out systematically in accordance with the stages of writing a short story literary work. The activity was carried out over four meetings, followed by the students' creative process which was monitored online. Each meeting has a different aim but is in continuity with the main aim of writing literary works. This activity applies a project-based learning model and a critical-cooperative method. This program has an impact on increasing students' creativity in expressing creative ideas in the form of short stories that are based on religious values. This creativity is packaged in the form of a book of short stories which can later become a provision for students in developing creativity in the future.
Pelatihan Pembuatan Donat Labu Kuning Untuk Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Ayustin, Firdyana Dwi; Rahmawati, Rani; Aini, Khafidhoh Nurul; Wangi, Nisaul Barokati Seliro; Rohim, Abdur
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1834

Abstract

Banyak ibu rumah tangga yang mempunyai waktu luang namun tidak bekerja karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu adanya pelatihan yang diikuti peserta ibu-ibu PKK di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengisi waktu luang sehingga mampu membuka usaha pembuatan donat labu kuning sebagai usaha sampingan. Metode kegiatan pelatihan ini menerapkan 4 tahapan yang meliputi: tahap pertama survey dengan metode studi literatur, wawancara dan observasi langsung; tahap kedua pemaparan materi dengan metode pembelajaran langsung atau ceramah dan tanya jawab; tahap ketiga pelatihan dengan metode praktek secara langsung; dan tahap keempat pendampingan dengan metode pengamatan langsung. Hasil dari pengabdian yang pertama meningkatkan kesadaran di kalangan ibu-ibu PKK akan pentingnya perbaikan struktur usaha bagi perekonomian pedesaan. Kedua memanfaatkan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kemampuan membuat donat labu kuning. Berdasarkan nilai akhir yang diperoleh yaitu 92% untuk aspek antusias, 88% untuk aspek pengetahuan, dan 90% untuk aspek keterampilan. Dari aspek kompetensi, secara umum kegiatan ini dapat dikatakan tergolong berhasil, peserta antusias mengikuti pelatihan, memahami materi yang disampaikan, dan mampu terampil menerapkan materi pelatihan. Pelatihan ini mendapat tanggapan positif sehingga harus terus dikembangkan dan perlu ada kegiatan lanjutan yang terorganisir. Training In Making Pumpkin Donuts To Empower PKK Women Abstract Many housewives have free time but do not work due to lack of knowledge and skills. Therefore, the training attended by PKK women participants in Sungelebak Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency, East Java can increase their knowledge and skills to fill their free time so they can open a business making pumpkin donuts as a side business. This training activity method applies 4 stages which include: the first stage is a survey using literature study methods, interviews and direct observation; the second stage is presentation of the material using direct learning methods or lectures and questions and answers; the third stage of training uses direct practical methods; and the fourth stage is mentoring using direct observation methods. The results of the first service increased awareness among PKK women of the importance of improving business structures for the rural economy. Second, take advantage of entrepreneurship training to improve your ability to make pumpkin donuts. Based on the final score obtained, namely 92% for the enthusiasm aspect, 88% for the knowledge aspect, and 90% for the skills aspect. From the competency aspect, in general this activity can be said to be classified as successful, participants were enthusiastic about taking part in the training, understood the material presented, and were able to skillfully apply the training material. This training received a positive response so it must continue to be developed and there needs to be organized follow-up activities.
Display Inovasi Produk Holistik Dalam Penerapan Kewirausahaan Keperawatan Berbasis Bukti Firmanti, Tria Anisa; Putri, Novita Surya; Wilujeng, Atik Pramesti; Syahbana, Ali; Supriyanto, Supriyanto; Satrianto, Anang; Rachmawan, Ivan; Syawaludin, Mufti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1836

Abstract

Meningkatnya kebutuhan masyarakat pada produk kesehatan belum diikuti dengan peningkatan inovasi produk kesehatan, perkembangan ilmu pengetahuan tidak diimbangi dengan pemanfaatan hasil penelitian untuk dijadikan dasar dalam pembuatan produk kesehatan yang dapat dijangkau dan dibuat sendiri oleh masyarakat. Kurangnya informasi terkait manfaan bahan alami untuk pembuatan produk kesehatan belum optimal pelaksanaannya. Tujuan: pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan minat masyarakat pada produk kesehatan berbahan alami berdasarkan bukti ilmiah. Metode: pengabdian masyarakat ini menggunakan metode display dengan mengenalkan produk kesehatan berbasis bukti secara visual dapat dilihat dan dirasakan langsung. Hasil: Pengabdian masyarakat dikunjungi oleh 68 civitas akademika STIKES Banyuwangi, sebelum display menunjukkan minat masyarakat 26% kurang dan 74% cukup,  setelah display minat masyarakat 12% cukup dan 88 % baik. Terdapat peningkatan minat masyarakat setelah dilakukan display produk inovasi holistic berbasis bukti. Pengabdian masyarakat dilaksanakan sesuai target dan dapat dgunakan sebagai acuan pelaksaan pengabdian masyarakat dengat tema yang sama dengan kerjasama BPPOM untuk menghasilkan produk kesehatan yang tersertifikasi. Kata Kunci: display, minat konsumen Holistic Product Innovation Display in Implementing Evidence-Based Nursing Entrepreneurship Abstract The increasing public need for health products has not been accompanied by an increase in health product innovation, the development of science has not been balanced with the use of research results as a basis for making health products that can be accessed and created by the public. Lack of information regarding the benefits of natural ingredients for making health products has not been implemented optimally. Objective: community service aims to increase public interest in health products made from natural ingredients based on scientific evidence. Method: This community service uses a display method by introducing evidence-based health products visually that can be seen and felt directly. Results: The community service was visited by 68 STIKES Banyuwangi academics before the display showed community interest was 26% poor and 74% sufficient, after the display community interest was 12% adequate and 88% good. There was an increase in public interest after displaying holistic, evidence-based innovation products. Community service is carried out according to targets and can be used as a reference for implementing community service with the same theme as BPPOM collaboration to produce certified health products.
The Enhancement of Skills Through Eco-Printing Training With Pounding Technique Among PKK Groups in Bangunjiwo Village, Bantul Kholifah, Nur; Triyanto, Triyanto; Eka Putri, Gina; Fitrihana, Noor; Istanti, Hanifah Nur; Mafiroh, Desfina; Ningrum, Vaisa Ayu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1842

Abstract

The objective of this Community Service Program (PkM) is to enhance the skills in creating ecoprinting products using the pounding technique for small business owners or novice entrepreneurs, specifically the PKK women’s group in Bangunjiwo Village, Bantul. This program involves twenty participants and a ten-member organizing committee from UNY's Vocational Faculty's Fashion Design Study Program, including five lecturers and five students. The stages of the PkM activities include needs analysis, preparation, implementation, and evaluation, conducted from March to June 2023. The outcomes of the PkM activities indicate that the feedback from the ecoprinting instructors using the pounding technique averaged 4.2 out of 5.0, categorized as good. The increase in participants' knowledge was obtained with an average N-gain value of 0.56 (56.27%) which was categorized as quite effective. The creativity of the products produced had an average score of 84.5 out of 100. Specific skills that need to be considered to produce high-quality products include recognizing the characteristics and experimental treatment of certain leaves, the type of surface of the pounding tool, the position, and accuracy on the stem and vein ends of the leaves, fabric dyeing strategies, and the patterns produced, as well as drying the fabric naturally or by air-drying. Another important aspect is the creativity in arranging leaves to achieve high artistic value and meaningful aesthetics. The quality of ecoprinting products using the pounding technique requires repeated training and experimentation to produce varied colors from leaf pigments and to select leaves with unique and interesting patterns.

Page 1 of 3 | Total Record : 21