cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 17 Documents clear
A Study of Learning Obstacles: Determining Solutions of a System of Linear Equation Using Gauss-Jordan Method Meiva Marthaulina Lestari Siahaan; Fitriani Fitriani; Angelika Rosa Da Lima Leli
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.459 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1921

Abstract

AbstrakSalah satu metode pencarian solusi SPL yang dipelajari di pendidikan tinggi adalah metode Gauss-Jordan. Berdasarkan data penelitian, mahasiswa melakukan kesalahan dalam melakukan operasi baris elementer (OBE), membentuk ke dalam matriks yang diperbesar, dan bahkan pemahaman mendasar mengenai reduksi baris dan ini berpengaruh dalam menentukan solusi suatu SPL. Untuk itu perlu dianalisis hambatan belajar yang terjadi dalam menentukan solusi SPL menggunakan metode Gauss-Jordan. Peneitian ini merupakan penelitian kualitatif dan merupakan bagian dari Didactical Design Research (DDR). Penelitian ini dilaksanakan di salah satu universitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan subjek penelitian merupakan 20 mahasiswa calon guru matematika. Teknik penelitian ini adalah tes diagnostik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hambatan yang dialami mahasiswa adalah keterbatasan pemahaman pada OBE, pengklasifikasian MEBT, dan merepresentasikan MEBT ke dalam solusi SPL. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengajar hendaknya membuat suatu bahan ajar yang dapat meminimalisir hambatan belajar yang dialami mahasiswa. AbstractOne of many methods of finding solution of a system of linear equations (SLE) studied in higher education is the Gauss-Jordan method. Based on the research, students made mistakes in performing elementary row operations (ERO), forming into augmented matrices, and even basic understanding of row subtraction and this has an effect on determining the solution of an SLE. For this reason, it is necessary to analyze the learning obstacles that occur in determining the solution of LES using the Gauss-Jordan method. This qualitative research is part of the Didactical Design Research (DDR). This research was conducted at a university in East Nusa Tenggara (NTT) involving 20 students as preservice mathematics teacher. The technique of this research is diagnostic test and interview. The results show that some of the obstacles faced by students are insufficient understanding of ERO, classifying reduced row-echelon form (RREF), and representing MEBT into SPL solutions. This study recommends that teachers create teaching materials that minimizes learning obstacles experienced by students.
Field Dependent Student Errors in Solving Linear Algebra Problems Based on Newman's Procedure Erna Puji Astutik; Silviana Maya Purwasih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.554 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1684

Abstract

AbstrakMasih banyak ditemui mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaiakan masalah Aljabar Linier khususnya pada materi Sistem Persamaan Linier. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan faktor penyebab kesalahan mahasiswa field dependent (FD) dalam menyelesaikan masalah Aljabar linier berdasarkan tahapan Newman. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Angkatan 2020. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan tes dan wawancara. Pada tahap pertama dilakukan tes GEFT untuk mengetahui gaya kognitif setiap mahasiswa, selanjutnya mahasiswa dengan gaya kognitif FD diberikan tes penyelesaian masalah Aljabar Linier, kemudian dipilih 3 mahasiswa FD dengan kemampuan menyelesaikan masalah terendah untuk dilakukan wawancara. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah aljabar linier terletak pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban dimana mahasiswa masih mengalami kesalahan dalam penentuan operasi baris elementer dan proses perhitungan. Sedangkan faktor penyebab kesalahan mahasiswa tersebut dikarenakan adanya kesalahan pemahaman konsep, kesalahan dalam menghitung, dan kurang teliti dalam mengerjakan. AbstractMany students still make mistakes in solving Linear Algebra problems, especially in Linear Equation Systems material. This study aims to describe the types and factors that cause student error field dependent(FD) in solving linear algebra problems based on Newman's stages. This research was conducted using a qualitative approach with research subjects 28 students of the Mathematics Education Study Program at PGRI Adi Buana University Surabaya Class of 2020. Data collection techniques used tests and interviews. In the first stage, the GEFT test was carried out to determine the cognitive style of each student. Then students with the FD cognitive style were given a Linear Algebra problem-solving test, and then 3 FD students with the lowest problem-solving abilities were selected for interviews. The data analysis technique uses Miles and Huberman, including data reduction, presentation, and conclusion. Based on the study results, it can be concluded that student errors in solving linear algebra problems lie in the stages of transformation, processing skills, and writing answers, where students still experience errors in determining elementary row operations and calculation processes. While the factors that cause student errors are errors in understanding concepts, errors in calculating, and inaccuracy in working. And writing answers where students still experience errors in determining elementary row operations and the calculation process.
Changes in Students' Cognitive Abilities through STEM-Based Learning in Elementary Schools Bambang Ahmad Fauzan; St Faridah Akbar; Dedi Kusnadi; Ahsan Sofyan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.815 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2122

Abstract

AbstrakPerkembangan siswa menguasai materi pelajaran berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan kognitif siswa tingkat sekolah dasar menggunakan pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah masing-masing satu orang. Pengumpulan data dilakukan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdapat perubahan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran berbasis STEM. Hal ini dikarenakan setelah melakukan pembelajaran berbasis STEM, ketiga partisipan memenuhi seluruh karakteristik kemampuan kognitif atas dasar hasil wawancara yaitu mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan materi sumber energi yang dikaitkan pada materi penyajian data. AbstractThe development of students mastering the subject matter is related to students' thinking abilities. Therefore, this study aims to determine changes in the cognitive skills of elementary school students using STEM-based learning. This research uses a descriptive method. Research participants were selected based on each person's high, medium and low categories. Unstructured interviews were carried out for data collection, and the analysis results used descriptive qualitative analysis. The results of the study showed changes in students' cognitive abilities through STEM-based learning. The impact occurred is because after carrying out STEM-based learning, the three participants fulfilled all the characteristics of cognitive skills based on interview results, namely being able to remember, understand, apply, analyze.
Students’ Profiles with Interpersonal and Intrapersonal Intelligence in Solving Mathematical Problems Abdur Rochim; Wiwin Sri Hidayati; Faridatul Masruroh
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.833 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1948

Abstract

AbstrakKecerdasan interpersonal dan intrapersonal diperlukan dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil siswa dengan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah dua. Pemilihan subjek berdasarkan pada skala kecerdasan majemuk. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, wawancara dan skala penilaian. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung yaitu lembar tes pemecahan masalah, pedoman wawancara dan lembar skala kecerdasan majemuk. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa subjek berkecerdasan interpersonal dalam memecahkan masalah barisan aritmatika adalah subjek melakukan semua tahapan pemecahan masalah dengan benar tetapi kurang lengkap. Subjek mengkomunikasikan semua ide pemecahan masalah secara lisan dan tulis dengan lancar. Subjek berkecerdasan intrapersonal dalam memecahkan masalah barisan aritmatika adalah subjek melakukan semua tahapan pemecahan masalah dengan keyakinan dan berdasarkan waktu. Subjek menunjukkan kepercayaan diri dan manajemen waktu yang efektif. AbstractInterpersonal and intrapersonal intelligence are required to solve mathematical problems. This study aims to analyze the profiles of students with interpersonal and intrapersonal intelligence in solving mathematical problems. This qualitative descriptive study involved two participants selected by multiple intelligences tests. The data collection techniques utilized tests, interviews and rating scales. The main instrument was the researcher himself, while the supporting instruments were the problem solving test sheets, interview guidelines and multiple intelligences scale sheets. The time triangulation was used to validate the data. The data reduction, data presentation and conclusions were conducted in the analysing process. Based on the results of the data analysis and discussion, the study concluded that in solving arithmetic sequence problems the participant with interpersonal intelligence performed all stages of problem solving correctly, but incomplete. The participant communicated all the problem solving ideas in written and spoken forms fluently. The participant with intrapersonal intelligence in solving arithmetic sequence problems confidently and efficiently conducted all problem solving stages. The participant demonstrated good self-confidence and an effective time management.
Students' Problem-Solving Ability Using Picture Story Contexts Lisnani Lisnani; Anselmus Inharjanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.862 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1428

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah matematis menjadi salah satu komponen yang perlu dianalisis untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap satu topik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi bangun datar, pengukuran panjang dan berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data melalui tes, kuesioner, dan dokumentasi. Keseluruhan data tersebut dianalisis dan dideskrispsikan oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di salah satu sekolah swasta di Palembang berjumlah 14 orang yang diperoleh melalui purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah pada materi bangun datar dan pengukuran pada peserta didik kelas IV di salah satu sekolah swasta tersebut sebesar 75,59% yang artinya berkategori baik. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV perlu ditingkatkan terutama pada sesuatu yang sifatnya konkret dengan membiasakan peserta didik memberikan soal-soal berkonteks cerita yang mengarah ke AKM, PISA, dan HOTS kedepannya. AbstractMathematical problem-solving ability is one of the necessary components to analyze as it demonstrates students' ability to comprehend a learning topic. This study aimed to analyze students' mathematical problem-solving skills on flat shapes, measuring length and weight. This descriptive qualitative study used tests, questionnaires, and document analysis to collect the data. All of the data were analyzed and described by the researcher. The participants of the study were 14 fourth grade students in a private school in Palembang selected through purposive sampling technique. The study revealed that the students’ problem-solving abilities on flat shapes and measurements scored 75.59%, which was categorized as “good”. The problem-solving abilities of fourth graders need to be improved, especially on concrete objects by inuring students to story-context questions that promote AKM, PISA, and HOTS in the future. 
Students’ Errors in Solving Matrix Multiplication Problems Based on Kastolan Theory Kartini Kartini; Tuti Alawiyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.854 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1811

Abstract

AbstrakMatriks merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah. Namun kebanyakan siswa masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal materi matriks terutama pada perkalian matriks. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal perkalian matriks untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian matriks. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas XI SMK Perpajakan Riau tahun ajaran 2021/2022. Analisis kesalahan siswa dilihat berdasarkan teori Kastolan yang terdiri dari kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Hasil analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian matriks menunjukkan bahwa sebanyak 47,9% siswa melakukan kesalahan konseptual, 16,4% melakukan kesalahan prosedural, dan sebanyak 35,6% siswa melakukan kesalahan teknik. AbstractMatrix is one of the materials taught in schools. However, most students still make mistakes in solving matrix material problems, especially in matrix multiplication. Therefore, it is necessary to analyze the errors made by students in working on matrix multiplication problems to increase the effectiveness of learning. The purpose of this study was to analyze the students’ errors in solving matrix multiplication problems. This descriptive qualitative study collected the data by utilizing test and interview techniques. The participants consisted of 28 students of class XI of the Riau Taxation Vocational School for the 2021/2022 academic year. Analysis of student errors was based on Kastolan's theory which encompassed conceptual errors, procedural errors, and technical errors.
Hypothetical Learning Trajectory in Place Value Concepts in Elementary School Ejen Jenal Mutaqin; Tatang Herman; Wahyudin Wahyudin; Neni Nadiroti Muslihah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.581 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1313

Abstract

AbstrakTeori Piaget telah banyak berpengaruh terhadap desain pembelajaran. Pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher centere) berubah menjadi berorientasi pada siswa (student centere). Hal ini berarti bahwa faktor siswa menjadi hal yang utama dan harus diperhatikan dalam membuat suatu desain pembelajaran. Perumusan Hypothetical Learning Trajectory sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran sekaligus sebagai suatu tindakan antisipatif terhadap kemungkinan masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran. Artikel ini menyajikan contoh perumusan Hypothetical Learning Trajectory untuk pembelajaran nilai tempat di kelas 1 sekolah dasar. AbstractPiaget's theory has had a lot of influence on learning design. Teacher-oriented learning (teacher center) changed to student-oriented (student center). This means that the student factor is the main thing and must be considered in making a learning design. Formulation of Hypothetical Learning Trajectory as a guideline for implementing learning as well as an anticipatory action against possible problems faced by students in the learning process. This article presents an example of the formulation of a Hypothetical Learning Trajectory for place-value learning in grade 1 elementary school.
Teacher Perspective and Performance in Curriculum Prototype Implementation through the Development of Innovative Project-Based Learning Modules Moh Mahfud Effendi; Siti Khoiruli Ummah; Hendarto Cahyono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.561 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1983

Abstract

AbstrakBanyak sekolah yang belum memahami dan siap menerapkan kurikulum prototipe dan belum pernah menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Tujuan penelitian ini difokuskan pada cara pandang dan kinerja guru matematika dalam mempersiapkan implementasi kurikulum prototipe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menunjukkan bukti kinerja dan naskah wawancara tentang perspektif guru untuk meninjau kesesuaiannya dengan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru matematika selama penyusunan modul pembelajaran berbasis proyek adalah kesulitan dalam menyusun topik proyek dan mengoperasikan aplikasi komputer sehingga tampilan modul menjadi menarik. Perspektif guru terkait dengan kurikulum prototipe adalah adanya tantangan dalam mengembangkan modul pembelajaran berbasis proyek dimana proyek tersebut merupakan integrasi dari beberapa mata pelajaran. Penyusunan soal jenis AKM juga dinilai sulit dan produk penilaian dengan soal jenis AKM yang dihasilkan guru antara lain soal pilihan ganda, menjodohkan, esai pendek dan esai lengkap. AbstractMany schools do not understand, are ready to implement the curriculum prototype, and have never implemented project-based learning. This research aims to focus on the perspective and performance of mathematics teachers in preparing the curriculum prototype implementation. This study uses qualitative research methods with data obtained from observation and interviews. Furthermore, data analysis was carried out by showing evidence of performance and interview scripts about the teacher's perspective to review its suitability with previous research. The results showed that the mathematics teacher's performance during the preparation of project-based learning modules was the difficulty in compiling project topics and operating computer applications so that the module's appearance became attractive. The teacher's perspective on the curriculum prototype is that there are challenges in developing project-based learning modules where the project integrates several subjects. The preparation of AKM-type questions was also considered problematic, and the assessment products with AKM-type questions produced by the teacher included multiple choice questions, matchmaking, short essays, and complete essays.
Exploring Math Anxiety Towards the Students’ Computer Self-Efficacy in Learning Mathematics Dilla Amelia Zay; Meyta Dwi Kurniasih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.585 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1621

Abstract

AbstrakDi tengah pandemi Covid-19, siswa dituntut menguasai penggunaan komputer dalam pembelajaran matematika daring. Tingkat efikasi diri yang tinggi dapat secara signifikan mengurangi kecemasan matematika siswa dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan matematis terhadap efikasi diri komputer dalam pembelajaran matematika, dan mengetahui hubungan antara kecemasan matematis terhadap efikasi diri komputer. Penelitian kuantitatif ini menggunakan survei untuk mengumpulkan data. Partisipan dipilih dengan menggunakan probability sampling. Angket berisi 25 soal juga diberikan kepada 200 siswa kelas 8 MTSN 7 Model Ciracas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator pada variabel kecemasan matematika menunjukkan skor rata-rata sedang dengan skor rata-rata tertinggi (3,14). Rata-rata efikasi diri komputer masih tergolong sedang dengan indikator tingkat besaran (????̅= 2,97) sebagai nilai rata-rata tertinggi. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,193 menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan derajat korelasi yang dapat diabaikan. AbstractAmidst Covid-19 pandemic, students were required to master the use of computers in online mathematics learning. High level of self-efficacy could significantly reduce students’ math anxiety and vice versa. The purpose of this study was to determine the level of mathematical anxiety towards computer self-efficacy in learning mathematics, and investigate the relationship between mathematical anxiety towards computer self-efficacy. This quantitative study used survey to collect the data. The participants were selected by using a probability sampling. A questionnaire containing 25 questions were also given to 200 students in 8th grades at MTSN 7 Model Ciracas. The results revealed that all indicators in the mathematics anxiety variable showed a moderate average score with the highest average score (3.14). The average of computer self-efficacy was still moderate with a magnitude level indicator (????̅= 2,97) as the highest average value. The correlation coefficient value was -0.193 implying that there was a significantly negative relationship with a negligible degree of correlation.
Analyzing Students’ Errors in Solving Trigonometric Problems Using Newman’s Procedure Based on Students’ Cognitive Style Rostina Sundayana; Cindy Elsa Parani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.745 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2486

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent  dan field Independent  dalam menyelesaikan soal trigonometri berdasarkan prosedur Newman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes GEFT (group embedded figure test), tes trigonometri, dan wawancara. Subjek  penelitian ditentukan dengan purposive sampling dan dipertimbangkan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu; (1) siswa berada pada kategori gaya kognitif field dependent  atau field Independent , (2) siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik (berdasarkan informasi dari guru dan pengamatan dilapangan). Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan pembuktian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa tertinggi pada kesalahan penarikan kesimpulan untuk siswa dengan jenis gaya kognitif yang berbeda. Berbeda dengan siswa dengan gaya kognitif field dependent , siswa dengan gaya kognitif field Independent  tidak ada yang melakukan kesalahan membaca, sedangkan salah satu siswa dengan gaya kognitif field dependent  masih ada yang melakukan kesalahan membaca. Penyebab kesalahan-kesalahan tersebut pada umumnya yaitu kebiasaan tidak menuliskan penyelesaian soal sesuai konteks yang diminta soal, kurang teliti, kurang memahami situasi masalah, dan kurang berlatih soal-soal terutama soal bentuk cerita. AbstractThe purpose of this study was to find out the errors made by students with field dependent and field independent cognitive styles in solving trigonometry problems based on Newman procedure. This descriptive study used a qualitative approach. The data collection techniques involved the GEFT test (group embedded figure test), trigonometry tests, and interviews. The participants were determined by purposive sampling and considered based on several criteria, namely; (1) students were categorized into field defender or field independent cognitive style, (2) students demonstrated good communication skills (based on the information from the teacher and field observations). The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction, data presentation, and verification and drawing conclusions. The results showed that the students' errors were the highest in drawing conclusions for students with different types of cognitive styles. In contrast to the students with the field defender cognitive style, the students with the field independent cognitive style did not make any reading errors, while one of the students with the field dependent cognitive style still made reading errors. The reasons of these errors in general were the student’s habit, in which they did not write the solution to the problem being asked, conduct the process thoroughly, understand the problem situation, and do exercises, especially about the form of the story.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue