cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2023)" : 20 Documents clear
Student Mistakes in Solving Differential Problems Based on Castolan Theory Iis Holisin; Shoffan Shoffa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2761

Abstract

Materi diferensial merupakan salah satu materi penting pada mata kuliah matematika dasar. Materi ini banyak digunakan sebagai prasyarat pada materi lain dan mata kuliah lain. Namun tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Oleh karena itu tujuan penelitian deskriptif kualitatif ini adalah mendeskripsikan kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah diferensial berdasarkan teori Kastolan. Teori Kastolan meliputi kesalahan konsep, kesalahan prosedur, dan kesalahan teknik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa peserta mata kuliah matematika dasar. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara dengan instrumen pendukung berupa tiga soal tes masalah deferensial dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa berdasarkan teori Kastolan sebagian besar mahasiswa melakukan kesalahan strategi dan kesalahan hitung dan sebagian kecil melakukan kesalahan konsep. Kesalahan konsep terjadi saat mahasiswa salah menentukan rumus. Kesalahan strategi terjadi saat mahasiswa salah menggunakan rumus, tidak mampu menyelesaikan sampai bentuk yang sederhana serta ada data yang hilang. Sedangkan kesalahan hitung sebagian besar karena salah menulis atau menghitung. Adapun penyebab terjadinya kesalan tersebut karena kurang memahami konsep, belum terbiasa menyelesaikan soal yang membutuhkan memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta kurang teliti Dengan mengetahui kesalahan serta penyebabnya dapat menumbuhkembangkan kreativitas dosen untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi mahasiswa.Differential material is one of the important materials in basic mathematics courses. This material is widely used as a prerequisite for other materials and other courses. But not a few students who find it difficult to learn it. Therefore, the purpose of this qualitative descriptive research is to describe students’ mistakes in solving differential problems based on the Castor theory. Castor’s theory includes conceptual errors, procedural errors, and technical errors. The research was conducted on students participating in basic mathematics courses. Data was collected by test and interview methods. The supporting instruments used were three differential problem tests and an interview guide. The student answers were then analyzed to see which represented the most errors.  Test the validity of the data using technical triangulation. Data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found that most students made strategic and technical errors, and a few made conceptual errors. Conceptual errors occur when students incorrectly determine the formula. Strategy errors occur when students use the wrong formula, are unable to complete a simple form, and there is missing data. While the technical errors are mostly due to wrong writing or counting. The cause of this errors are because they do not understand the concept, are not used to solving problems that require high-level thinking skills, and are not thorough.
Ethnomathematics: Exploration of Geometry from Karang Bayan Ancient Mosque in Elementary School Mathematics Learning Gina Mawaddatul Aini; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2751

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi filosofis mengenai bangunan serta mengungkap etnomatematika konsep geometri pada Masjid Kuno Karang Bayan, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian etnografi yang akan menjelaskan salah satu bangunaan bersejarah islam di Lombok dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara secara mendalam. Subjek penelitian yaitu dua narasumber yang merupakan penghulu desa dan juru kunci/pemelihara masjid yang paham terhadap aspek sejarah filosofi serta stuktur pada bangunan masjid kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna filosofi dan unsur-unsur matematika berupa bangun datar dan bangun ruang pada bagian-bagian masjid. Konsep geometri yang ditemukan pada arsitektur Masjid Kuno Karang Bayan antara lain: konsep bangun ruang prisma pada atap masjid, konsep balok ditemukan pada bagian lampen jejait masjid dan bagian tunjeng atap masjid, konsep persegi panjang ditemukan pada pintu masjid.This study was carried out to uncover the geometric concepts used in an old mosque in Karang Bayan, West Nusa Tenggara, and to explore philosophical ideas about architecture. This qualitative study discussed one of the old Islamic structures in Lombok using an ethnographic research design. Data collecting strategies were observation and in -depth interviews. The research topic involved two resources who are the village chiefs and mosque keepers/maintainers and who were knowledgeable about the philosophical and architectural history of the mosque. Findings demonstrated the presence of philophosis and mathematical features in the mosque's structural components as flat shapes and building spaces. The Geometry Concepts found in the architecture of the ancient Mosque of Karang Bayan included: 1) Prismal Concepts on the Roof of the Mosque; 2) the concept of the beam was found by the mosque lampen and the mosque roof section; 3) The rectangular concept was found at the mosque door.
Middle School Students' Mathematical Representational Ability: A Case Study of the Development of Students' Cognitive Ability through the Realistic Mathematics Education Approach Intan Kemala Sari; Ahmad Nasriadi; Yuli Amalia; Musfiya Musfiya; Farida Agus Setiawati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2556

Abstract

Kemampuan representasi matematis sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa, serta bentuk representasi matematis yang muncul. Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap empat siswa SMP Kelas VII dengan kemampuan sedang, yang dilaksanakan dalam pembelajaran Mengenal Bentuk Aljabar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak tiga kali pertemuan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket, wawancara, dan lembar analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII merupakan siswa tahap abstraksi awal sehingga kemampuan representasi matematis belum banyak muncul dan berkembang dengan baik. Adapun bentuk representasi yang muncul yaitu representasi simbolik dengan tipe rendah dimana masih terdapat Gap antara berpikir konkrit dengan kemampuan abstraksi awal. Beberapa hal yang mempengaruhi munculnya kemampuan representasi adalah motivasi yang tinggi dalam memecahkan masalah, metode belajar yang disajikan, dan kemampuan siswa dalam belajar matematika.Mathematical representation ability is very important to have and develop. This study aims to analyze students' mathematical representation abilities, as well as the forms of mathematical representations that appear. This study used case studies of four Grade VII junior high school students with moderate abilities, which were carried out in Recognizing Algebraic Shapes. The research was carried out in the odd semester of the 2022/2023 academic year in three meetings. The data collection techniques used are questionnaires, interviews, and problem solving analysis sheets. The results showed that class VII students were students at the early abstraction stage, so their mathematical representation abilities had not emerged and developed well. The form of representation that appears is symbolic representation with a low type where there is still a gap between concrete thinking and initial abstraction abilities. Some of the things that influence the emergence of representational abilities are high motivation in solving problems, the learning methods presented, and students' abilities in learning mathematics.
Ethnomathematics: Two Dimensional Figure Geometry Concept in the Balla Lompoa Traditional House in South Sulawesi Ja’faruddin Ja’faruddin; Muhammad Ammar Naufal
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2769

Abstract

Rumah adat Balla Lompoa merupakan bangunan adat yang dulunya digunakan sebagai istana tempat tinggal Raja Gowa. Sebagai bagian dari budaya, arsitektur tradisional dan ornamen pada Balla Lompoa berkait dengan konsep geometri yang jika digali dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Kajian tentang konsep matematika dengan praktik budaya disebut etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan salah satu penjaga rumah adat Balla Lompoa. Eksplorasi rumah adat Balla Lompoa memperlihatkan berbagai konsep geometris bangunan datar seperti bujur sangkar, bujur sangkar panjang, segitiga, lingkaran, dan belah ketupat. Bentuk bangun datar ini dapat ditemukan di Balla Lompoa dan dapat menjadi salah satu bahan ajar berupa media pembelajaran, model dan pendekatan pembelajaran serta modul menggunakan Etnomatematika.The Balla Lompoa traditional house is a traditional building once used as the palace of the King of Gowa's residence. As part of the culture, the traditional architecture, and ornaments on the Balla Lompoa connect with the concept of geometry which, if explored, can be used as teaching materials. The study of mathematical concepts with cultural practice is called Ethnomathematics. This study is a descriptive exploratory study, with data collected through observation and interviews with one of the guards of the Balla Lompoa traditional house. The exploration of the Balla Lompoa traditional house shows various geometric concepts of Two-Dimensional Figures such as squares, square Panjang, triangles, circles, and rhombuses. This flat shape can be found in the Balla Lompoa and can be one of the teaching materials in the form of learning media, teaching models and approaches and modules using Ethnomathematics.
Development of Android-Based Titungan Game Learning Media to Train Students' Creative Thinking Rahayu Ranila; Tri Nova Hasti Yunianta; Erlina Prihatnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2788

Abstract

Media pembelajaran adalah suatu alat yang bisa membantu proses belajar mengajar, dan sekaligus memiliki fungsi  memperjelas makna yang disampaikan dalam sebuah proses pembelajaran, sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran hendaknya mengikuti arus perkembangan teknologi. Salah satu pengembangan media berbasis teknologi  ialah game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran game Titungan berbasis android. Pengembangan Media pembelajaran ini menggunakan metode RnD (Research and Development)  dengan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation and evaluation). Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi media, lembar kepraktisan, pretest, posttest, dan lembar respon siswa terhadap media. Subjek Penelitian ini ialah Siswa Sekolah Menengah Pertama. Media ini telah diujicobakan terhadap 27 siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Media game Titungan berbasis android telah dinyatakan valid oleh pakar media. Hasil uji kepraktisan mendapat persentase sebesar 91,67% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Uji paired t-test dengan taraf signikan 5% menghasilkan signifikan mendekati nol dengan rata-rata posttest lebih tinggi daripada pretest. Berdasarkan ketiga uji tersebut, dapat disimpulkan media ini valid, praktis, dan efektif. Learning media is a tool that can help the teaching and learning process, and at the same time has the function of clarifying the meaning conveyed in the learning process, so that learning objectives are achieved. Learning media must follow the flow of technological developments. One of the technology-based media developments is educational games. This study aims to develop learning media for Android-based Titungan games. The development model used in this study is the ADDIE model. The instruments used consisted of media validation sheets, practicality sheets, pretest, posttest, and student response sheets to the media. This media has been tested on 27 grade VII students of SMP Pangudi Luhur Ambarawa. The Android-based Titungan game media has been declared valid by media experts. The practicality test results got a percentage of 91.67% which was included in the very good category. The paired t-test with a significant level of 5% produces a significant close to zero with a higher posttest average than the pretest. Based on these three tests, it can be concluded that this media is valid, practical, and effective. 
Student Anxiety Level When Going to College in the Mathematics Education Study Program with Mathematics Scores Fransiskus Gatot Iman Santoso; Gregoria Ariyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2896

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (PSPM) UKWMS ketika akan berkuliah di PSPM terhadap nilai matematika di STTB SMA/SMK. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PSPM (Kampus Kota Madiun) UKWMS Angkatan Tahun 2022 sebanyak 7 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuesioner. Kuesioner yang dibuat adalah kecemasan mahasiswa dalam menghadapi mata pelajaran matematika. Aspek kecemasan yang diteliti adalah aspek fisik, aspek mental, dan aspek perilaku. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah statistik deskriptif karena data berupa angka-angka. Data ini berupa skor kecemasan mahasiswa dan nilai matematika di STTB SMA/SMK mahasiswa. Hasil penelitian ini diperoleh rataan skor kecemasan mahasiswa ketika akan berkuliah di PSPM berdasarkan aspek fisik sebesar 42,43 (kriteria tingkat kecemasan sedang), aspek mental sebesar 42,29 (kriteria tingkat kecemasan sedang), dan aspek perilaku sebesar 39,43 (kriteria tingkat kecemasan rendah). Secara keseluruhan rataan skor kecemasan mahasiswa ketika akan berkuliah di PSPM sebesar 124,14 (kriteria tingkat kecemasan sedang). Sedangkan rataan nilai matematika mahasiswa di STTB SMA/SMK sebesar 84,91.The purpose of this study is to determine the description of the level of anxiety in students of the UKWMS Mathematics Education Study Program (PSPM) when going to study at PSPM on mathematics grades in the high school/vocational school STTB. This type of research is descriptive. The research subjects were 7 students of MESP (Madiun City Campus) WMSCU Class of 2022. The data collection method used in this research is the questionnaire method. The questionnaire made is student anxiety in facing math subject. The aspects of anxiety studied are physical aspects, mental aspects and behavioral aspects. The data analysis method in this research is descriptive statistics because the data is in the form of numbers. This data is in the form of student anxiety scores and math scores in the STTB SMA / SMK students. The results of this study obtained an average student anxiety score when going to college at PSPM based on physical aspects of 42.43 (moderate anxiety level criteria), mental aspects of 42.29 (moderate anxiety level criteria), and behavioral aspects of 39.43 (low anxiety level criteria). Overall, the average score of student anxiety when going to study at PSPM is 124.14 (moderate anxiety level criteria). Meanwhile, the average student's mathematics score at the high school/vocational school STTB is 84.91.
The Effect of Gender on Fifth-Grade Students’ Computational Thinking Skills Yahya Gunawan; Zetra Hainul Putra; Zariul Antosa; Dahnilsyah Dahnilsyah; Hartono Tjoe
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2712

Abstract

Computational thinking (CT) merupakan topik baru yang muncul dalam penelitian pendidikan matematika. Isu gender telah mendapat perhatian ilmiah untuk diselidiki di antara banyak faktor yang mempengaruhi CT siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi pengaruh gender pada keterampilan CT siswa kelas lima sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode komparatif. Subjek penelitian ini adalah 120 siswa kelas V di Pekanbaru, Riau, Indonesia. Analisis data menggunakan uji parametrik untuk membandingkan keterampilan CT siswa secara umum dan tes non parametrik untuk membandingkan keterampilan CT siswa dalam empat kompetensi yaitu dekomposisi, berpikir algoritmik, pengenalan pola, dan abstraksi. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan berpikir komputasi yang rendah dan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan pada umumnya. Namun, pengenalan pola siswa laki-laki secara signifikan lebih tinggi daripada siswa perempuan. Ini menyiratkan bahwa pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan CT sebagai bagian dari kurikulum matematika di sekolah dasar.Computational thinking (CT) becomes an emerging topic in mathematics education research. The gender issue has gained scholarly attention to be investigated among many factors affecting students' CT. Therefore, the present study seeks to explore the effect of gender on the fifth-grade students' CT skills. This study applied quantitative research using the comparative method. The subjects were 120 fifth-grade students in Pekanbaru, Riau, Indonesia. Data analysis used the parametric test to compare students’ CT skills in general and the non-parametric test to compare students' CT skills in four competencies, decomposition, algorithmic thinking, pattern recognition, and abstraction. The findings indicate that students have low CT skills and no significant differences in CT skills between male and female students in general. However, male students' pattern recognition is significantly higher than that of female students. This implies that policymakers need to consider CT as part of mathematics curriculum in primary schools.
The Analysis of Language Use in Math Story Problems in Mid and Final Semester Assessment Manuscript Lina Siti Nurwahidah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2884

Abstract

Soal cerita matematika merupakan bentuk soal yang melatih pemahaman berhitung dan membaca. Evaluasi akan menjadi tidak efektif jika penggunaan bahasa dalam soal cerita matematika kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang penggunaan bahasa dalam soal cerita pada naskah Penilaian Akhir Semester (PAS) dan Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Sumber data didapatkan dari naskah soal PAS dan PTS Matematika yang digunakan oleh sekolah dasar di Garut. Jumlah seluruh naskah ada 36 naskah dengan jumlah butir soal   yang merentang dari tahun pelajaran 2017-2018 sampai 2022-2023 sebanyak 1020 soal.  Penganalisisan dilakukan pada soal cerita yang tersebar pada lima tipe jenis soal, yakni soal pilihan ganda, soal pilihan ganda analisis kasus, betul-salah, menjodohkan, dan soal uraian. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa terdapat ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa soal cerita matematika dengan persentase yang variatif. Untuk ketidakgramatikalan berjumlah 31 persen, ketidaktepatan diksi 25 persen, ketidakhematan 15 persen, ketidakparalelan 6 persen, dan ketidaklogisan 22 persen.Math story problems are a form of problem that trains counting and reading comprehension. The evaluation will be ineffective if the use of language in the math story problems is flawed. This study aimed to get an overview of the use of language in the Math story problems in Final and Mid Semester Assessment manuscripts. This study used a qualitative approach with an analytic descriptive method. The data was obtained from the mathematics assessment question texts used by elementary schools in Garut, with 36 manuscripts comprising 1020 questions spanning from 2017-2018 to 2022-2023 academic years. The analysis was carried out on the language problems in the story problems question types used in the multiple choices, case analysis multiple choices, true-false, matching, and essay questions. Based on the analysis, there were inaccuracies in the use of the language with varying percentages. Thirty-one percent of the data are ungrammatical, 25 percent use incorrect diction, 15 percent are ineffective, 6 percent are non-parallel, and 22 percent are illogical.
TPACK Capabilities of Mathematics Teachers: An Overview Based on Teacher Certification Status and School Accreditation Busnawir Busnawir; Mery Aryanti; Nana Sumarna; Kodirun Kodirun; Hafiludin Samparadja
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2779

Abstract

Keterampilan TPACK guru dapat dipengaruhi oleh status sertifikasi guru dan akreditasi sekolah. Guru bersertifikat diharapkan mampu mengintegrasikan TPACK dengan baik dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan TPACK guru matematika sekolah menengah berdasarkan status sertifikasi guru dan akreditasi sekolah di Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian sebanyak 53 guru matematika sekaligus sebagai subyek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan TPACK guru matematika sekolah menengah di Kabupaten Buton Utara termasuk kategori rendah; ada perbedaan kemampuan TPACK yang signifikan antara guru matematika di sekolah terakreditasi A dan B; terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan TPACK antara guru matematika di sekolah terakreditasi A dan C; tidak terdapat perbedaan kemampuan TPACK antara guru matematika di sekolah terakreditasi B dan C; terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan TPACK antara guru bersertifikasi dan tidak bersertifikasi di sekolah terakreditasi B; tidak ada perbedaan keterampilan TPACK antara guru bersertifikasi dan tidak bersertifikasi di sekolah terakreditasi A dan C.Teachers' TPACK skills can be influenced by teacher certification status and school accreditation. Certified teachers are expected to be able to integrate TPACK well in learning. The purpose of this study was to examine the TPACK ability of high school mathematics teachers based on teacher certification status and school accreditation in North Buton District. This research uses a quantitative descriptive approach with a survey method. The research population consisted of 53 mathematics teachers who were also research subjects. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation. The results showed that the TPACK mastery ability of high school mathematics teachers in North Buton Regency was in a low category; there is a significant difference in TPACK ability between mathematics teachers in schools accredited A and B; there is a significant difference in TPACK skills between mathematics teachers in schools accredited A and C; there is no difference in TPACK abilities between mathematics teachers in schools accredited B and C; there is a significant difference in the ability of TPACK between certified and uncertified teachers in schools accredited B; there is no difference in TPACK skills between certified and uncertified teachers in schools accredited A and C.
Digibook Media and Novice Teacher Mathematical Beliefs Puji Lestari; Supratman Supratman; Komara Komara
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2760

Abstract

Belief matematis yang dipahami sebagai keyakinan terhadap mata pelajaran matematika, kenyataannya sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran matematika, khususnya terhadap hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis belief matematis guru pemula dalam mengajar dan belajar matematika, ditinjau dari media Digibook yang telah dikembangkan. Sebanyak 9 guru pemula dengan belief matematis pada aspek belajar matematika yang berbeda menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk pada deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa media Digibook yang dikembangkan oleh subjek, angket belief matematis yang sebelumnya telah divalidasi dan wawancara semi terstruktur.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pemula dengan keyakinan belajar level platonis meyakini bahwa dalam belajar matematika, pemahaman akan konsep merupakan inti dari belajar. Hal ini berdampak pada cara mereka mengajar, meyakinkan siswa bahwa matematika bukan hanya prosedur. Bagi guru pemula dengan keyakinan belajar problem solving, belajar merupakan proses mengeksplorasi pengetahuan dan media pembelajaran berperan sebagai alat bantu, alat komunikasi dan alat pengembangan berfikir matematis. Hasil penelitian ini mengimplikasi bahwa guru pemula dengan semangat belajar dan mengajarnya serta keinginan dalam mengembangkan media pembelajaran mampu menghasilkan media Digibook yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswanya.Mathematical beliefs, which are understood as beliefs about mathematics subjects, are in fact very influential in the process of learning mathematics, especially on student learning outcomes. The purpose of this study is to analyze the mathematical beliefs of novice teachers in teaching and learning mathematics, in terms of the Digibook media that has been developed. A total of 9 (nine) novice teachers with mathematical beliefs in different aspects of learning mathematics became subjects in this study. This research is included in descriptive qualitative with data collection in the form of Digibook media developed by the subject, a mathematical belief questionnaire that has been previously validated and semi-structured interviews.  The results of this study show that novice teachers with platonic level learning beliefs believe that in learning mathematics, understanding concepts is the core of learning. This has an impact on the way they teach, convincing students that math is not just a procedure. For novice teachers with problem solving learning beliefs, learning is a process of exploring knowledge and learning media acts as a tool, a communication tool and a mathematical thinking development tool. The results of this study imply that novice teachers with their passion for learning and teaching and the desire to develop learning media are able to produce Digibook media in accordance with the characteristics and needs of their students.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 7, No 1 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue