cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Analyzing Students' Mathematical Communication Ability in Solving Numerical Literacy Problems Rahmawati, Annisa; Cholily, Yus Mochamad; Zukhrufurrohmah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.752

Abstract

Masih perlu ditingkatnya kemampuan komunikasi matematis siswa, menunjukkan bahwa perlu adanya analisis yang baik dan tepat untuk merancang langkah perbaikan yang efektif. Analisi kemampuan komunikasi matematis dapat memberikan deskripsi yang jelas berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berciri literasi numerasi. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Pasrujambe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes tulis dan lembar pertanyaan tes lisan. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan tahap akhir. Teknik analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh 4 kategori, antaralain: siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis sedang dan komunikasi matematis lisan tinggi, siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis sedang dan komunikasi matematis lisan sedang, siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis rendah dan komunikasi matematis lisan sedang, serta siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis rendah dan komunikasi matematis lisan rendah. The necessity to improve students' mathematical communication skill indicates that a good and appropriate analysis is required to design effectively corrective measures. An analysis of mathematical communication skills could provide convinced descriptions related to students' mathematical communication abilities. Therefore, the purpose of this study was to describe students' mathematical communication abilities in solving numerical literacy questions. The participants of this study were six students of class VIII-B of SMP Negeri 1 Pasrujambe. The method used was a qualitative approach, specifically descriptive research. This study utilized written test sheets and oral test question sheets. This study was conducted through the stages of planning, executing, and finalizing stage. The data analysis technique was divided into three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study obtained 4 categories, including students with moderate written mathematical communication skills and high oral mathematical communication, students with moderate written mathematical communication skills and moderate oral mathematical communication skills, students with low written mathematical communication skills and moderate oral mathematical communication as well as students with low written mathematical communication skills and low oral mathematical communication skills.
Mathematics Curriculum Management of Distance Learning Program in Junior High School Syaputra, Adi; Hidayati, Dian; Hasanah, Enung
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.753

Abstract

Penerapan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka di era pendidikan normal baru memiliki implikasi psikologis bagi siswa termasuk pada pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model konseptual implementasi manajemen kurikulum dalam pembelajaran matematika jarak jauh di SMP. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan data berasal dari 10 SMP, data diperoleh secara kolektif berupa wawancara dari narasumber. Data diolah dengan aplikasi atlas.ti 8 kemudian divalidasi dan melakukan triangulasi sumber sehingga muncul hasil penelitian yakni (1) strategi pelaksanaan manajemen kurikulum dalam pembelajaran matematika jarak jauh yang diterapkan di pimpin langsung oleh kepala sekolah dengan bentuk brakedown peraturan, (2) pembelajaran yang dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan yang telah disusun oleh guru pada awal tahun ajaran, (3) sarana prasarana untuk pelaksanaan pembelajaran sudah terpenuhi, (4) pelatihan yang diberikan pada guru sudah di program oleh kepala sekolah dengan periodik, (5) pembentukan kelas yang dilakukan berfungsi untuk mengelompokan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya, (6) kendala yang dihadapi oleh guru adalah sulit mengetahui eksperesi peserta didik saat pembelajaran, (7) kendala yang dihadapi oleh peserta didik adalah jaringan dan kuota yang dimiliki oleh peserta didik sehingga sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru. The implementation of distance learning or face-to-face learning in the new normal education era has psychologically affected the students, including in mathematics learning. This study aimed to find a conceptual model to implement curriculum management of distance learning in mathematics in junior high schools. This qualitative descriptive study collected data from 10 junior high schools. The data were obtained collectively by using interviews. The data was processed using the atlas.ti 8 application and then validated and triangulated the sources so that the results of the research emerged, namely, the implementation strategy of curriculum management of the distance learning in was directed by the school principal in the form of regulatory breakdown, learning carried out by the teacher based on the plan prepared by the teacher at the beginning of the school year, the infrastructure of the learning process was provided, the training provided to teachers was programmed by the principal periodically, the class distribution was based on the student’s interests and abilities, the obstacle faced by the teacher was that it was difficult to know the expressions of the students during learning, the obstacles faced by students was the internet quota and unstable network to such an extent that students were having difficulties to understand the materials delivered by the teacher.
Self-Efficacy and Reflective Thinking Skills Attributes of Pre-service Mathematics Teachers Ariany, Riva Lesta; Rosjanuardi, Rizky; Juandi, Dadang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.754

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh calon guru matematika agar dikemudian hari menjadi guru yang profesional. Pengembangan karakteristik berpikir reflektif ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat hubungan antara efikasi diri sebagai variabel bebas, terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif mahasiswa calon guru matematika sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data berupa angket efikasi diri dan angket kemampuan berpikir reflektif. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester VII yang berlokasi di Jawa Barat. Analisis data yang dilakukan dengan melakukan uji korelasi dan regresi linier. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif efikasi diri terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif calon guru matematika. Reflective thinking is one of the abilities the pre-service mathematics teachers need to have to become professional teachers in the future. The development of this reflective thinking characteristic is influenced by many factors. This study examined the correlation between self-efficacy, as an independent variable, on the reflective thinking attributes of pre-service mathematics teacher as a dependent variable. This quantitative study utilized the correlational method. The instruments used in data collection were self-efficacy and reflective thinking attributes questionnaires. This study involved teacher students of the seventh semester of the Mathematics Education study program. The data analysis was carried out by performing correlation and linear regression tests. The results of the analysis showed that there was a positive effect of self-efficacy on the reflective thinking attributes of pre-service mathematics teachers.
Changes in Students' Cognitive Abilities through STEM-Based Learning in Elementary Schools Fauzan, Bambang Ahmad; Akbar , St Faridah; Kusnadi , Dedi; Sofyan , Ahsan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.755

Abstract

Perkembangan siswa menguasai materi pelajaran berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan kognitif siswa tingkat sekolah dasar menggunakan pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah masing-masing satu orang. Pengumpulan data dilakukan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdapat perubahan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran berbasis STEM. Hal ini dikarenakan setelah melakukan pembelajaran berbasis STEM, ketiga partisipan memenuhi seluruh karakteristik kemampuan kognitif atas dasar hasil wawancara yaitu mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan materi sumber energi yang dikaitkan pada materi penyajian data. The development of students mastering the subject matter is related to students' thinking abilities. Therefore, this study aims to determine changes in the cognitive skills of elementary school students using STEM-based learning. This research uses a descriptive method. Research participants were selected based on each person's high, medium and low categories. Unstructured interviews were carried out for data collection, and the analysis results used descriptive qualitative analysis. The results of the study showed changes in students' cognitive abilities through STEM-based learning. The impact occurred is because after carrying out STEM-based learning, the three participants fulfilled all the characteristics of cognitive skills based on interview results, namely being able to remember, understand, apply, analyze.
Students' Problem-Solving Ability Using Picture Story Contexts Lisnani; Inharjanto, Anselmus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.756

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis menjadi salah satu komponen yang perlu dianalisis untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap satu topik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi bangun datar, pengukuran panjang dan berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data melalui tes, kuesioner, dan dokumentasi. Keseluruhan data tersebut dianalisis dan dideskrispsikan oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di salah satu sekolah swasta di Palembang berjumlah 14 orang yang diperoleh melalui purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah pada materi bangun datar dan pengukuran pada peserta didik kelas IV di salah satu sekolah swasta tersebut sebesar 75,59% yang artinya berkategori baik. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV perlu ditingkatkan terutama pada sesuatu yang sifatnya konkret dengan membiasakan peserta didik memberikan soal-soal berkonteks cerita yang mengarah ke AKM, PISA, dan HOTS kedepannya. Mathematical problem-solving ability is one of the necessary components to analyze as it demonstrates students' ability to comprehend a learning topic. This study aimed to analyze students' mathematical problem-solving skills on flat shapes, measuring length and weight. This descriptive qualitative study used tests, questionnaires, and document analysis to collect the data. All of the data were analyzed and described by the researcher. The participants of the study were 14 fourth grade students in a private school in Palembang selected through purposive sampling technique. The study revealed that the students’ problem-solving abilities on flat shapes and measurements scored 75.59%, which was categorized as “good”. The problem-solving abilities of fourth graders need to be improved, especially on concrete objects by inuring students to story-context questions that promote AKM, PISA, and HOTS in the future.
Exploring Math Anxiety Towards the Students’ Computer Self-Efficacy in Learning Mathematics Zay, Dilla Amelia; Kurniasih, Meyta Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.757

Abstract

Di tengah pandemi Covid-19, siswa dituntut menguasai penggunaan komputer dalam pembelajaran matematika daring. Tingkat efikasi diri yang tinggi dapat secara signifikan mengurangi kecemasan matematika siswa dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan matematis terhadap efikasi diri komputer dalam pembelajaran matematika, dan mengetahui hubungan antara kecemasan matematis terhadap efikasi diri komputer. Penelitian kuantitatif ini menggunakan survei untuk mengumpulkan data. Partisipan dipilih dengan menggunakan probability sampling. Angket berisi 25 soal juga diberikan kepada 200 siswa kelas 8 MTSN 7 Model Ciracas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator pada variabel kecemasan matematika menunjukkan skor rata-rata sedang dengan skor rata-rata tertinggi (3,14). Rata-rata efikasi diri komputer masih tergolong sedang dengan indikator tingkat besaran (????̅= 2,97) sebagai nilai rata-rata tertinggi. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,193 menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan derajat korelasi yang dapat diabaikan. Amidst Covid-19 pandemic, students were required to master the use of computers in online mathematics learning. High level of self-efficacy could significantly reduce students’ math anxiety and vice versa. The purpose of this study was to determine the level of mathematical anxiety towards computer self-efficacy in learning mathematics, and investigate the relationship between mathematical anxiety towards computer self-efficacy. This quantitative study used survey to collect the data. The participants were selected by using a probability sampling. A questionnaire containing 25 questions were also given to 200 students in 8th grades at MTSN 7 Model Ciracas. The results revealed that all indicators in the mathematics anxiety variable showed a moderate average score with the highest average score (3.14). The average of computer self-efficacy was still moderate with a magnitude level indicator (????̅= 2,97) as the highest average value. The correlation coefficient value was -0.193 implying that there was a significantly negative relationship with a negligible degree of correlation.
Hypothetical Learning Trajectory in Place Value Concepts in Elementary School Mutaqin, Ejen Jenal; Herman, Tatang; Wahyudin; Muslihah, Neni Nadiroti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.761

Abstract

Teori Piaget telah banyak berpengaruh terhadap desain pembelajaran. Pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher centere) berubah menjadi berorientasi pada siswa (student centere). Hal ini berarti bahwa faktor siswa menjadi hal yang utama dan harus diperhatikan dalam membuat suatu desain pembelajaran. Perumusan Hypothetical Learning Trajectory sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran sekaligus sebagai suatu tindakan antisipatif terhadap kemungkinan masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran. Artikel ini menyajikan contoh perumusan Hypothetical Learning Trajectory untuk pembelajaran nilai tempat di kelas 1 sekolah dasar. Piaget's theory has had a lot of influence on learning design. Teacher-oriented learning (teacher center) changed to student-oriented (student center). This means that the student factor is the main thing and must be considered in making a learning design. Formulation of Hypothetical Learning Trajectory as a guideline for implementing learning as well as an anticipatory action against possible problems faced by students in the learning process. This article presents an example of the formulation of a Hypothetical Learning Trajectory for place-value learning in grade 1 elementary school.
Analyzing Students’ Errors in Solving Trigonometric Problems Using Newman’s Procedure Based on Students’ Cognitive Style Sundayana, Rostina; Parani, Cindy Elsa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.762

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent dan field Independent dalam menyelesaikan soal trigonometri berdasarkan prosedur Newman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes GEFT (group embedded figure test), tes trigonometri, dan wawancara. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling dan dipertimbangkan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu; (1) siswa berada pada kategori gaya kognitif field dependent atau field Independent , (2) siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik (berdasarkan informasi dari guru dan pengamatan dilapangan). Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan pembuktian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa tertinggi pada kesalahan penarikan kesimpulan untuk siswa dengan jenis gaya kognitif yang berbeda. Berbeda dengan siswa dengan gaya kognitif field dependent , siswa dengan gaya kognitif field Independent tidak ada yang melakukan kesalahan membaca, sedangkan salah satu siswa dengan gaya kognitif field dependent masih ada yang melakukan kesalahan membaca. Penyebab kesalahan-kesalahan tersebut pada umumnya yaitu kebiasaan tidak menuliskan penyelesaian soal sesuai konteks yang diminta soal, kurang teliti, kurang memahami situasi masalah, dan kurang berlatih soal-soal terutama soal bentuk cerita. The purpose of this study was to find out the errors made by students with field dependent and field independent cognitive styles in solving trigonometry problems based on Newman procedure. This descriptive study used a qualitative approach. The data collection techniques involved the GEFT test (group embedded figure test), trigonometry tests, and interviews. The participants were determined by purposive sampling and considered based on several criteria, namely; (1) students were categorized into field defender or field independent cognitive style, (2) students demonstrated good communication skills (based on the information from the teacher and field observations). The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction, data presentation, and verification and drawing conclusions. The results showed that the students' errors were the highest in drawing conclusions for students with different types of cognitive styles. In contrast to the students with the field defender cognitive style, the students with the field independent cognitive style did not make any reading errors, while one of the students with the field dependent cognitive style still made reading errors. The reasons of these errors in general were the student’s habit, in which they did not write the solution to the problem being asked, conduct the process thoroughly, understand the problem situation, and do exercises, especially about the form of the story.
Students’ Mathematical Problem-Solving Ability Based on The Level of Learning Outcomes on Sequence and Series Risnawati; Syahwela, Mayu; MZ, Zubaidah Amir
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.763

Abstract

Pembelajaran difungsikan sebagai wadah siswa dalam mengembangkan diri sebelum terjun ke masyarakat. Kemampuan pemecahan masalah matematis menjadi salah satu kemampuan yang penting bagi siswa dalam menyelesaikan tantangan di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari tingkat hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa berasal dari kelas XI SMA. Data diambil pada semester ganjil Tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa tingkatan rendah hanya dapat melakukan tahapan memahami informasi, (2) siswa tingkatan sedang dapat melakukan tahapan memahami informasi, merencana dan melaksanakan penyelesaian walaupun masih terdapat kesalahan operasi hitung (3) siswa dengan tingkatan tinggi juga sama siswa tingkatan sedang, yang mana siswa sudah sampai ke pada tahap menyelesaikan masalah dengan benar tetapi tidak melakukan pengecekan ulang terhadap solusi yang ditemukan. Learning serves as a forum for students’ self-development before becoming part of society. Mathematical problem-solving ability is one of the important skills for students in solving challenges in the 21st century. This study aims to analyze students' problem-solving abilities based on the level of student learning outcomes. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The research participant was 6 senior high school students from grade 11. Data were obtained in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Data collection techniques were tests and interviews. The result showed that: First, low-level students are only able to pass understanding the information stage. Second, medium-level students can understand information, plan, and carry out solutions even though there are arithmetical errors. High-level students are also the same as medium-level students, where students have reached the stage of solving the problem correctly but did not re-check the final solutions.
Singaporean and Japanese Maths Textbooks: Character, Structure, and Content Auliya’, Khilyatul; Widjajanti, Djamilah Bondan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.764

Abstract

Meningkatkan pengajaran matematika secara terus menerus merupakan upaya yang harus terus dilakukan. Hal ini dikarenakan matematika tidak hanya dipelajari oleh siswa sepanjang tahun tetapi juga banyak digunakan sebagai indikator kunci keberhasilan individu siswa. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi pengajaran matematika adalah buku teks. Artikel ini membahas buku teks matematika dari dua negara, yaitu Singapura dan Jepang. Kajian terhadap kedua buku teks dilakukan terhadap karakter fisik, struktur, dan topik/isi buku teks. Kesimpulan hasil kajian ini sebagai berikut. Secara fisik, Buku teks matematika Singapura lebih sederhana dalam warna, dibandingkan buku teks matematika Jepang. Jumlah halaman Buku teks Singapura lebih banyak dari jumlah halaman Buku teks Jepang. Dari segi struktur buku, pada Buku teks matematika Singapura, terdapat beberapa bab yang dimulai dengan ringkasan materi prasyarat, kemudian diikuti dengan materi dasar, contoh dan penyelesaiannya, dan latihan. Sedangkan pada Buku teks matematika Jepang, sebagian besar diawali dengan ilustrasi mengenai topik yang dibahas, materi prasyarat, pertanyaan mendasar, ringkasan materi, contoh dan penyelesaiannya, pengayaan, dan latihan soal. Pada buku teks sekolah menengah Singapura, lebih ditekan kan pada domain Geometri dan Pengukuran, sedangkan Buku teks sekolah menengah Jepang lebih ditekankan pada domain Relasi dan Aljabar, kemudian urutan selanjutnya domain Geometri dan Pengukuran. Continuous improvement of mathematics teaching is a continual process. The ground of the improvement is that mathematics is not only studied by students throughout the year but it is also widely used as a key indicator of students’ success. One of the important factors that influence the teaching of mathematics is textbooks. This study discussed mathematics textbooks from two countries, namely Singapore and Japan. The aim was to examine the textbooks’ physical character, structure, and topic/content. The study pointed out several important points. The Singaporean Math Textbook is physically simpler in colour than the Japanese Math Textbook. It also had more pages than the Japanese Textbook. Regarding the book's structure, several chapters in the Singaporean Mathematics Textbook began with a summary of the prerequisite material, followed by key topics, examples and solutions, and exercises. In Japanese Mathematics Textbooks, most chapters started with illustrations on the topics discussed, prerequisite material, essential questions, summaries, examples and solutions, enrichment, and exercises. In the Singaporean secondary school textbooks, it emphasized the Geometry and Measurement domains, while the Japanese secondary school textbooks emphasized the Relation and Algebra domains followed by the Geometry and Measurement domains.

Page 80 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue