cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 966 Documents
Gender Differences in Academic Performance: The Role of Self-Efficacy and Learning Motivation Siregar, Nurhasanah; Siregar, Nurfadilah; Fitriawan, Dona; Simanjuntak, Erlinawaty; Rangkuti, Yulita Molliq
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1682

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan seseorang. Tingginya motivasi belajar seseorang akan berbanding lurus dengan peningkatan hasil belajar. Selain itu ada asumsi yang menyatakan bahwa gender mempengaruhi motivasi belajar sesorang sehingga berpengaruh juga pada hasil belajarnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai gender dan kepercayaan diri mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Penelitian kuantitatif yang dilakukan pada salah satu Universitas Negeri di Sumatera Utara bertujuan untuk mengevaluasi dampak self-efficacy dan motivasi belajar terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin. Sampel acak sederhana sebanyak 166 mahasiswa dipilih untuk desain korelasional. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK berdasarkan jenis kelamin. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung yang tidak signifikan. Koefisien korelasi sebesar 0,086 dan koefisien determinasi sebesar 0,007 menunjukkan kecilnya pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap varians IPK. Penelitian berikutnya harus mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap hasil IPK untuk pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengaruhnya terhadap prestasi akademik. Self-efficacy is one of the important factors in one's success. The high motivation of a person to learn will be directly proportional to the increase in learning outcomes. In addition, there is an assumption that gender affects a person's learning motivation so that it also affects their learning outcomes. For this reason, it is necessary to conduct research on gender and self-efficacy affecting student learning outcomes. This quantitative study, conducted at one of the State Universities in North Sumatra aim to evaluate the impact of self-efficacy and learning motivation on Grade Point Average (GPA), considering gender differences. A simple random sample of 166 students was selected for a correlational design. Data collected through questionnaires were analyzed using multiple regression. Results indicated that neither self-efficacy nor learning motivation significantly influenced GPA based on gender, as indicated by an insignificant F-calculated value. The correlation coefficient was 0.086, and the coefficient of determination was 0.007, indicating a minimal influence of these variables on the variance of GPA. Future research should explore other factors contributing to GPA outcomes for a more comprehensive understanding of the influences on academic achievement.
Learning Obstacle of Integral Course Learning Based on APOS Theory Perspective Nurhayati, Lina; Gunawan, Iwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui learning obstacle mahasiswa calon guru dalam pembelajaran integral tentu. Pentingnya integral dalam meningkatkan mutu pendidikan menuntut pemahaman yang lebih mendalam dari para guru agar materi ini dapat diajarkan secara efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus yang difokuskan pada 10 mahasiswa calon guru Matematika di Universitas swasta di bandung, Indonesia, yang dipilih secara purposive sampling. Mahasiswa diberikan soal TKR (tes kemampuan responden) sebagai tes kemampuan awal dalam pemahaman konsep integral tentu. Selanjutnya, menggunakan analisis APOS (Aksi, proses, objek dan skema) melalui wawancara In-depth interview diperoleh indikasi learning obstacle dari mahasiswa. Hasil yang diperoleh, siswa mengalami hambatan belajar didaktis, hambatan belajar ontogenik konseptual khususnya materi aljabar sebagai prasyarat pembelajaran integral yang belum dipahami dengan baik dan psikologi dimana siswa mengalami hambatan belajar karena kurangnya rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah perhitungan integral tentu. Learning obstacle yang ditemukan dapat dijadikan dasar dalam membuat desain pembelajaran yang epistemic. This research aims to determine the learning obstacles of prospective teacher students in integral learning of course. The importance of integrals in improving educational quality requires teachers to have a deeper understanding of this topic to teach it effectively. This research is a qualitative research with a case study focused on 10 prospective Mathematics teacher students at a private university in Bandung, Indonesia, who were selected using purposive sampling. Students are given TKR (respondent ability test) questions as an initial ability test in understanding integral concepts of course. Furthermore, using APOS analysis (Action, process, object and scheme) through in-depth interviews, indications of learning obstacles were obtained from students. The results obtained showed that students experienced didactic learning obstacles, conceptual ontogenic learning obstacles, especially algebraic material as a prerequisite for integral learning that has not been well understood, and psychology where students experienced learning obstacles due to a lack of self-confidence in solving definite integral calculation problems. The learning obstacles found can be used as a basis for creating epistemic learning designs
Bibliometrics Analysis of AI Integration in Mathematics Teaching Tupulu, Nasri; Konstansia Hermiati; Gusti Uripno; Siti Suprihatiningsih; Rangkuti, Rizki Kurniawan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1699

Abstract

Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian dengan menggunakan analisis bibliometrik yang terkait dengan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pengajaran matematika. Pentingnya AI dalam pengajaran matematika tidak sesuai dengan banyaknya penelitian tentang hal tersebut. Sehingga penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengidentifikasi penelitian berkaitan dengan integrasi AI dalam pengajaran matematika selama 10 tahun terakhir.  Kata kunci yang digunakan untuk mengumpulkan artikel adalah “artificial intelligence” dan “mathematics teaching” dan diperoleh 460 dokumen di database scopus. Penelitian ini dilakukan dengan membatasi jumlah dokumen tergantung pada tahun, bahasa, dan jenis artikel. Batas tahun pada tahun 2014 hingga 2024, bahasa dibatasi hanya bahasa Inggris, dan dokumen dibatasi hanya pada jenis artikel. Jumlah dokumen dalam dekade terakhir meningkat dari 6 dokumen menjadi 26 dokumen. Zhongda Sun, yang berkecimpung dalam kecerdasan komputer, adalah penulis yang paling banyak dikutip. Negara paling produktif adalah Tiongkok yang menyalip jumlah publikasi Australia pada tahun 2021. Kecerdasan buatan dalam pengajaran matematika populer dalam ilmu sosial dan ilmu komputer dengan topik yang paling populer adalah siswa, kecerdasan buatan, dan guru. This literature study aims to analyze research trends by using bibliometrics analysis that related to Artificial Intelligence (AI) in mathematics teaching. The impact of AI in mathematics teaching did not match to the number of mathematics teaching research. So, this bibliometric study conducted in order to identify AI integration in mathematics teaching in last decade. Article gathered by two keywords, which are “artificial intelligence” and “mathematics teaching”and found 460 documents in scopus database. This study conducted by limiting the number of documents depend on years, language, and article type. The years limit in 2014 to 2024, languages limit to english only, and the documents limit to article type only. The number of documents in the last decade is increasing from 6 documents into 26 documents. Zhongda Sun, that concern in computer intelligence, is the most cited author. The most productive country was China that overtake Australia’s number of publications in 2021. Artificial intelligence in mathematics teaching was popular in social science and computer science and the most popular topics are students, artificial intelligence, and teacher.
Analysis of ADHD Students' Adversity Quotient and Understanding of Mathematical Concepts MZ, Zubaidah Amir; Nurhasnawati, Nurhasnawati; Hamdani, M. Fikri; Jannah, Nurul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1701

Abstract

Pembelajaran matematika seringkali dianggap sulit termasuk bagi siswa ADHD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antara daya juang (adversity Quotient) siswa ADHD pemahaman konsep matematikanya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada siswa ADHD. Subyek penelitian ini adalah 3 siswa dari tiga SLB di Kota Pekanbaru. Instrumen penelitian ini berupa angket, lembar observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan menggunakan deskriptif dan triagulasi. Hasil Penelitian: Daya juang siswa ADHD berbeda-beda, tergantung pada tingkat ADHD dan usianya. Rata-rata tingkat Adversity Quotient (AQ) siswa ADHD dalam pembelajaran matematika berada pada kategori sedang. Pemahaman konsep matematika siswa ADHD berada pada kategori sedang. Faktor yang mempengaruhi kemampuannya adalah siswa sering melupakan materi atau konsep sebelumnya. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika adalah dengan memperbanyak penggunaan media pembelajaran visual, baik 3D maupun 2D, dan belajar dengan cara permainan. Oleh karena itu guru diharapkan menggunakan media visual dalam pembelajaran matematika pada siswa ADHD. This research aims to describe mathematics teachers' perceptions of geometry concepts Learning mathematics is often considered difficult, including for ADHD students. This study aims to analyze ADHD students' adversity Quotient and their understanding of mathematical concepts. This research is descriptive qualitative with a case study of ADHD students. The subjects of this research were 3 students from three special schools in Pekanbaru City. The instruments for this research are questionnaires, observation sheets and interviews. Data analysis technique using descriptive dan triangulation. Research Results: The fighting power of ADHD students varies, depending on the level of ADHD and age. The average Adversity Quotient (AQ) level of ADHD students in learning mathematics is in the medium category. ADHD students' understanding of mathematical concepts is in the medium category. A factor that influences their ability is that students often forget previous material or concepts. Efforts made by teachers to increase understanding of mathematical concepts are by increasing the use of visual learning media, both 3D and 2D, and learning through games. Therefore, teachers are expected to use visual media in teaching mathematics to ADHD students.
Determining Auspicious Days for Weddings and Circumcisions in Kuta Traditional Village Prabawati, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1733

Abstract

Penelitian ini menyelidiki filosofi dan aktivitas matematika yang tertanam dalam menentukan hari baik untuk upacara pernikahan dan khitanan di Desa Adat Kuta. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tetua adat, dan anggota masyarakat. Temuan ini mengungkapkan enam aktivitas matematika mendasar yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal: penghitungan (digunakan untuk menghitung kesesuaian dan menentukan hari baik), penempatan (untuk mengidentifikasi tanggal terlarang dan posisi spasial), pengukuran (untuk mengurutkan hari dan menyelaraskan waktu), perancangan (untuk mengatur tanggal dan waktu menurut adat istiadat), bermain (mengamati aturan dan menafsirkan hasil), dan menjelaskan (memberikan interpretasi perhitungan yang bermakna). Studi ini menunjukkan bahwa praktik etnomatematika ini tidak hanya mendukung tradisi lokal tetapi juga memperkuat identitas budaya dan warisan masyarakat Kuta. Integrasi konsep matematika seperti penjumlahan, pembagian, modulo aritmatika, dan barisan aritmatika dalam kebiasaan ini mengungkapkan hubungan rumit antara matematika dan praktik budaya, menawarkan perspektif unik untuk pendidikan matematika yang responsif terhadap budaya. This study investigates the philosophy and mathematical activities embedded in determining auspicious days for marriage and circumcision ceremonies in Kuta Traditional Village. Employing qualitative research methods with an ethnographic approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation from traditional leaders, elders, and community members. The findings reveal six fundamental mathematical activities that align with local cultural values: counting (used in calculating compatibility and determining favorable days), locating (for identifying restricted dates and spatial positions), measuring (for sequencing days and aligning timings), designing (for organizing dates and times according to customs), playing (observing rules and interpreting outcomes), and explaining (providing meaningful interpretations of calculations). This study demonstrates that these ethnomathematical practices not only support local traditions but also reinforce the cultural identity and heritage of the Kuta community. The integration of mathematical concepts such as addition, division, modulo arithmetic, and arithmetic sequences within these customs reveals the intricate relationship between mathematics and cultural practices, offering a unique perspective for culturally responsive mathematics education.   Keyword: Ethnomathematic; philosophy; mathematical activities; goodday of marriage and circumcision. 
Improving Students' Metacognition Skills through Mathematics Learning Based on Realistic Mathematics Education Noviyanti, Ika Nurma; Riyadi, Riyadi; Indriati, Diari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1872

Abstract

Metakognisi sangat penting namun dalam realitanya belum sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan modul pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif serta untuk mengetahui metakognisi siswa pada materi Aljabar menggunakan modul matematika berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development). Partisipan pada penelitian ini adalah 2 kelas pada sekolah menengah pertama (SMP) dimana masing-masing kelas akan menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek yang digunakan pada kelas eksperimen sebanyak 31 orang dan subjek pada kelas kontrol sebanyak 32 orang. Penelitian pengembangan pada penelitian ini menggunakan model Four-D (4D) yang memiliki empat tahapan meliputi pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul matematika yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif serta siswa yang menggunakan modul matematika berbasis RME mempunyai metakognisi lebih baik daripada siswa yang menggunakan buku teks matematika yang disediakan oleh sekolah. Temuan dari penelitian ini dapat dijadikan landasan dalam merancang bahan ajar yang relevan. Metacognition is very important, but in reality, it is not in accordance with expectations. The purpose of this research is to produce valid, practical, and effective learning modules and to determine students' metacognition in Algebra material using the Realistic Mathematics Education (RME)-based mathematics module that has been developed. This research uses the R&D (Research and Development) research method. Participants in this study are 2 classes in junior high school (SMP) where each class will be an experimental class and a control class. The subjects used in the experimental class were 31 people and the subjects in the control class were 32 people. The development research in this study uses the Four-D (4D) model which has four stages including definition, design, development, and deployment. The results of this study show that the mathematics modules developed are valid, practical, and effective and students who use RME-based mathematics modules have better metacognition than students who use mathematics textbooks provided by schools. The findings of this study can be used as a basis for designing relevant teaching materials.
How Students' Obstacle in Solving Ratio and Proportion Problem? Focusing on Mathematical Literacy Process Wardani, Ambarsari Kusuma; Prabawanto, Sufyani; Jupri, Al
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1933

Abstract

Penting bagi siswa untuk menguasai literasi matematis yang mencakup kemampuan merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan dalam menyelesaikan masalah. Namun, siswa masih menghadapi kesulitan dalam proses literasi matematis, khususnya pada materi rasio dan proporsi, yang dapat dikategorikan sebagai hambatan belajar atau learning obstacles. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar siswa dari tiga aspek, yaitu epistemologis, didaktis, dan ontogenik dalam konteks literasi matematis pada materi rasio dan proporsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 78 siswa kelas VIII di Palembang, Sumatera Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes dan wawancara, sementara analisis data dilakukan secara kualitatif melalui teknik triangulasi untuk meningkatkan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami ketiga jenis hambatan belajar dalam proses literasi matematis. Hambatan epistemologis terlihat dari keterbatasan pemahaman konsep dasar rasio, hambatan didaktis muncul akibat metode pengajaran yang tidak optimal, dan hambatan ontogenik terjadi karena kesiapan kognitif siswa yang belum memadai dalam memahami rasio secara proporsional. It is essential for students to master mathematical literacy, which includes the ability to formulate, apply, and interpret when solving problems. However, students still encounter difficulties in the mathematical literacy process, especially in the topics of ratio and proportion, which can be categorized as learning obstacles. This study aims to identify students' learning obstacles from three aspects: epistemological, didactic, and ontogenic in the context of mathematical literacy on ratio and proportion material. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods, involving 78 eighth-grade students in Palembang, South Sumatra. Data collection techniques include tests and interviews, while data analysis is conducted qualitatively through triangulation techniques to enhance the credibility of the findings. The results indicate that students experience all three types of learning obstacles in the mathematical literacy process. Epistemological obstacles arise from a limited understanding of the basic concept of ratios, didactic obstacles stem from suboptimal teaching methods, and ontogenic obstacles are due to students' cognitive readiness for understanding proportional reasoning.
The Representation of Moral Values in Grade 10 High School Mathematics Textbooks Suherman, Ade; Elsyifa, Rachma Rianty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1943

Abstract

Studi terkini menggali representasi nilai-nilai moral dalam buku teks Matematika untuk Kelas 10 SMA, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Fokus utamanya adalah pada empat jenis gambar dalam konteks pembelajaran, yang bertujuan untuk melihat dampaknya terhadap pemahaman moral dan etis siswa. Gambar-gambar ini termasuk permainan Angry Birds yang berkaitan dengan vektor dan operasinya, balap karung dalam konteks persamaan dan pertidaksamaan linear, ilustrasi tentang Covid-19 dalam pembahasan peluang, serta gambar permainan dadu dalam konteks yang serupa. Survei mengindikasikan dampak yang beragam dari gambar-gambar tersebut, mulai dari peningkatan kesadaran tentang strategi dan pemecahan masalah hingga kemungkinan mengalihkan fokus siswa dari materi pokok. Hasil studi ini memberikan perspektif segar mengenai bagaimana materi visual dalam buku teks berkontribusi pada pemahaman moral siswa, sekaligus menyajikan rekomendasi tentang penyajian konten edukatif yang optimal dalam lingkup pendidikan matematika. The current study explores the representation of moral values in Mathematics textbooks for Grade 10, using qualitative descriptive analysis techniques. The main focus was on four types of images in the learning context, aiming to see their impact on students' moral and ethical understanding. These images included an Angry Birds game related to vectors and their operations, a sack race in the context of linear equations and inequalities, an illustration of Covid-19 in the discussion of chance, as well as an image of a dice game in a similar context. Surveys indicated mixed impacts of the images, ranging from increased awareness of strategies and problem solving to the possibility of diverting students' focus from the subject matter. The results of this study provide a fresh perspective on how visual materials in textbooks contribute to students' moral understanding, while presenting recommendations on the optimal presentation of educational content within the scope of mathematics education.
Innovating Electronic Worksheets for Students Using Project Based Flipped Classroom in Math Learning Ramadoni, Ramadoni; Aima, Zulfitri; Mardiyah, Ainil
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1946

Abstract

Rendahnya kualitas pembelajaran matematika disebabkan oleh kurangnya keterlibatan siswa dan kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika dan partisipasi aktif siswa dalam proyek merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan harapan dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat LKS elektronik menggunakan Project Berbasis Flipped Classroom (PjFC) yang valid dan praktis untuk siswa kelas X pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, berdasarkan model pengembangan yang dikemukakan oleh Plomp. Tahapan pengembangan model meliputi penelitian pendahuluan, tahap pembuatan prototipe untuk menilai validitas dan kepraktisan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah evaluasi diri, angket validasi ahli dan one-to-one, kemudian pedoman wawancara untuk membantu memastikan keabsahan LKS elektronik, dan angket kelompok kecil serta pedoman wawancara untuk membantu mengkonfirmasi kepraktisan LKS elektronik kuesioner uji lapangan dan panduan wawancara. Berdasarkan penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa LKS elektronik yang menggunakan aplikasi liveworksheets dalam kategori sangat valid di kelas. Sedangkan persentase sebesar 95,89% tercapai pada kategori sangat praktis untuk kepraktisan penggunaan LKS elektronik oleh guru. Kategori sangat praktis memperoleh persentase nilai one-to-one sebesar 95,89%. Pada kategori sangat praktis, persentase nilai small group yang diperoleh sebesar 88,89%. Berdasarkan persentase di atas maka LKS elektronik menggunakan aplikasi liveworksheets pada pembelajaran matematika kelas X valid dan praktis. One of the reasons for the low quality of mathematics learning is the lack of students’ involvement and the lack of use of technology in learning. The use of technology in mathematics learning and the active participation of students in projects is an attempt to improve the quality of learning in hopes of improving the quality of student processes and learning outcomes. The purpose of this study is to create electronics worksheet using Project-Based Flipped Classroom (PjFC) using valid and practical for grade X on mathematics learning. This type of research is research and development, based on the development model proposed by Plomp. Development model phases include the preliminary research, prototyping phase for judging validity and practicality. The research instrument used were self-evaluation, questionnaires of expert review and one-to-one, then interview guides to help confirm the validity of the electronic worksheet, and small group questionnaires and interview guides to help confirm the practicality of the electronic worksheet, field test questionnaire and interview guides.  Based on the research and data analysis, it is possible to conclude that electronic worksheets employs the live worksheet application in a very valid category in class. Meanwhile, a percentage of 95.89% was reached in the extremely practical category for the practicability of using electronic worksheets by teachers. The very practical category received a percentage of 95.89% for the students' one-to-one test scores. In the extremely practical category, the percentage attained for the small group test results was 88.89%. Based on the percentages above, electronic worksheets using the liveworksheets application on class X mathematics learning is legitimate and usable.
SCL LEAD to Improve quality of Student-Centered Learning Process in the Class of Discrete Mathematics Adiwijaya, Adiwijaya; Palupi, Irma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1947

Abstract

Semakin banyak mahasiswa yang kurang tertarik pada beberapa mata kuliah di universitas, terutama matematika. Studi ini meneliti dampak pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dalam pembelajaran Matematika Diskrit. Kami memperkenalkan metode SCL - Lecture’s Encouragement, Assistance, and Stimulating-Deliverance (SCL LEAD) untuk meningkatkan keterampilan belajar dengan mendorong interaksi dan kerja sama mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keterlibatan dan kinerja mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, jaminan kesiapan, dan diskusi kelompok, kemudian dianalisis untuk menilai dampaknya terhadap keterampilan kognitif dan kolaboratif mahasiswa. Perbandingan antara ujian tengah dan akhir semester digunakan untuk mengukur efektivitas SCL LEAD, dengan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi perubahan keterampilan dan pencapaian. Temuan menunjukkan bahwa SCL LEAD memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif serta meningkatkan kompetensi dan kinerja dalam Matematika Diskrit, memberi wawasan berharga bagi pengembangan strategi pembelajaran berpusat pada mahasiswa di pendidikan matematika. The increasing disengagement of students in certain university courses, particularly in mathematics, is a growing concern. This study investigates the impact of the Student-Centered Learning (SCL) approach on the learning process for Discrete Mathematics. We introduce the Student-Centered Learning - Lecture’s Encouragement, Assistance, and Stimulating-Deliverance (SCL LEAD) method to enhance learning skills by fostering increased student interaction and cooperation. The study employs a quantitative approach, using pre-tests and post-tests to measure students’ engagement and performance. Data were gathered through structured observations, readiness assurance processes, and group discussions, all of which were documented and analyzed to assess their impact on students’ cognitive and collaborative skills. Comparative metrics between mid-term and final exams were used to determine the effectiveness of the SCL LEAD model, with descriptive and inferential statistics applied to identify changes in students' skills and achievements following the implementation of SCL LEAD. The findings suggest that SCL LEAD motivates active participation and enhances both competence and performance in Discrete Mathematics, offering valuable insights for advancing student-centered strategies in mathematics education.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue