cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 966 Documents
Conceptual Knowledge through Instruction Interactive Teaching Materials Integrated Augmented Reality Sudirman, Sudirman; Luritawaty, Irena Puji; Bonyah, Ebenezer
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1957

Abstract

Konsep luas permukaan dan volume 3D merupakan salah satu konsep penting untuk membangun pengetahuan matematis lainnya yang lebih aplikatif. Namun, siswa kesulitan dalam memahami konsep tersebut. Perlu adanya teknologi yang dapat membantu siswa, misalnya Augmented Reality (AR). Penelitian ini bertujuan mengungkap peningkatan pemahaman konsep luas permukaan dan volume prisma melalui Instruction Interactive teaching materials integrated Augmented reality (I-ITMIAR). Desain penelitian yaitu exploratory case study terhadap 32 siswa dan satu guru matematika di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Indramayu. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi, dan tes. Data dianalisis secara kualtiatif menggunakan analisis konten dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan AR memberikan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri, khususnya luas permukaan dan volume prisma. Melalui visualisasi tiga dimensi yang dihasilkan, siswa dapat melihat dan berinteraksi dengan model prisma secara real-time. Penggunaan AR dapat menjadi alat bantu efektif umeningkatkan pemahaman konsep. The concept of 3D surface area and volume is one of the important concepts for building other more applicable mathematical knowledge. However, students have difficulty in understanding the concept. There needs to be technology that can help students, such as Augmented Reality (AR). This study aims to reveal the increase in understanding of the concept of surface area and volume of prisms through Instruction Interactive teaching materials integrated Augmented reality (I-ITMIAR). The research design is an exploratory case study of 32 students and one mathematics teacher at a junior high school in Indramayu Regency. Research data were obtained from interviews, observations, and tests. Data were analyzed qualitatively using content analysis and descriptive statistics. The results showed that the use of AR provided a significant increase in students' understanding of geometric concepts, especially the surface area and volume of prisms. Through the resulting three-dimensional visualization, students can see and interact with the prism model in real-time. The use of AR can be an effective tool to improve conceptual understanding.
Analysis of Islamic Value-Integrated Mathematics Learning: Efforts to Form Prospective Mathematics Teacher with Religious Character Kusmaryono, Imam; Aminudin, Mohamad; Abdul Basir, Mochamad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.2015

Abstract

Penelitian ini menerapkan mixed methods dengan desain embedded experimental.  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran matematika terintegrasi nilai Islam dalam membentuk karakter religious mahasiswa, dan menguji adanya pengaruh karakter religious dan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa  dalam pembelajaran matematika terintegrasi nilai Islam. Partisipan penelitian terdiri dari seorang dosen, seorang observer, dan 35 mahasiswa calon guru matematika. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, angket, tes, dan observasi.  Data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis melalui  uji korelasi dan ANOVA. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran matematika terintegrasi nilai-nilai Islam dalam rangka mengembangkan karakter religious terdiri tiga tahap yaitu: tahap penanaman nilai, tahap implementasi, dan tahap reflection. Implementasi pembelajaran matematika terintegrasi nilai Islam telah membentuk mahasiswa memiliki karakter religious dan mampu mengingat 4 – 5 ayat Al Quran dan maknanya. Analisis inferensi menunjukkan terdapat korelasi antara variable religious charater dan motivation terhadap prestasi belajar.  Ketiga variable memiliki hubungan searah (positif). Hal ini berarti, apabila religious charater dan motivation semakin tinggi maka prestasi belajar semakin tinggi (mengalami kenaikan). Secara simultan variable karakter religious dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap variable prestasi belajar. This study applies mixed methods with an embedded experimental design. The research objectives were to describe the implementation of Islamic values integrated mathematics learning in shaping students' religious character, and examine the influence of religious character and motivation on student achievement in learning mathematics integrated with Islamic values. The research participants consisted of a lecturer, an observer, and 35 students. Data collection was obtained through interviews, questionnaires, tests, and observation. Qualitative data were analyzed descriptively and quantitative data were analyzed through correlation tests and ANOVA. The results of the study concluded that the implementation of integrated mathematics learning with Islamic values in order to develop religious character consisted of three stages, namely the value instillation stage, the implementation stage, and the reflection stage. The implementation of learning mathematics integrated with Islamic values has formed students who have religious character and are able to remember 4-5 verses of the Koran and their meanings. Inference analysis shows that there is a correlation between religious character and motivation variables on learning achievement. The three variables have a unidirectional (positive) relationship. This means, if the religious character and motivation are higher, the learning achievement will be higher (increase). Simultaneously the variables of religious character and motivation have a significant effect on the learning achievement variable.
Numerical Skills Analysis of Mathematics Department Students in the Kampus Mengajar Batch 7 Program Zaki, Ahmad; Ramdhani, Nurfitriah; Arwadi, Fajar; Talib, Ahmad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.2017

Abstract

Program Kampus Mengajar mendukung program pemerintah Indonesia dalam memperkuat kemampuan numerasi siswa. Mahasiswa yang memprogramkan Kampus Mengajar seyogyanya memiliki kemampuan numerasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 7 Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 7 Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar. Adapun sampel dari penelitian ini adalah 40 mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes uraian sebanyak 3 soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) level 5 terkait tiga indikator kemampuan numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan numerasi mahasiwa Kampus Mengajar angkatan 7 Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar adalah 84.95. Adapun nilai rata-rata kemampuan numerasi mahasiswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah berturut-turut sebesar 94, 68.8, dan 33. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 88.8% mahasiswa sudah mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol terkait dengan matematika untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari, 81.9% mahasiswa sudah mampu melakukan analisis terhadap informasi yang ditampilkan dalam tabel serta 83.8% mahasiswa sudah mampu menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan dengan tepat. The Teaching Assistantship program supports the Indonesian government's efforts to strengthen students' numeracy skills. Students who participate in this program should ideally have strong numeracy skills. This research aims to analyze the numerical ability of Kampus Mengajar students batch 7 Mathematics Department at Universitas Negeri Makassar. The type of research is descriptive research with a quantitative approach. The population of this research consists of Kampus Mengajar students batch 7 Mathematics Department at Universitas Negeri Makassar. The sample includes 40 students. The instrument used to collect data consists of three questions from the Minimum Competency Assessment (AKM) level 5, related to three numerical ability indicators. The results indicate that the average numerical ability score of the students is 84.95. Specifically, the average numeracy scores of students in the high, medium, and low groups are 94, 68.8, and 33, respectively. The findings show that 88.8% of students are able to use various kinds of numbers or symbols to solve practical problems in various contexts of daily life clearly and precisely, 81.9% of students are able to analyze question information displayed in table form correctly, and 83.8% of students are able to interpret analysis results and draw conclusions from questions accompanied by appropriate reasons.
Examining The Correlation Between Teachers' Interaction to Student Error and The Development of Students' Mathematical Identities Irwani Zawawi; Suryanti, Sri; Lestariningsih, Lestariningsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.485

Abstract

Komponen penting dari pengajaran matematika yang efektif adalah secara aktif mengatasi kesalahan siswa. Pendekatan pedagogis ini memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Studi ini menyelidiki cara guru di dua kelas mata pelajaran matematika sekolah menengah dalam memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan identitas mereka, berdasarkan cara guru membahas dan terlibat dengan kesalahan siswa. Data dikumpulkan selama enam bulan melalui rekaman pembelajaran, catatan lapangan, dan wawancara dengan guru dan siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini mengeksplorasi dua perspektif tentang bagaimana guru menangani kesalahan: persepsi bahwa kesalahan dapat menyebar, dan persepsi bahwa kesalahan dapat berfungsi sebagai peluang belajar yang berharga. Pendekatan guru untuk membahas dan menangani kesalahan dipengaruhi oleh perspektif mereka tentang siswa dan pemikiran logis mereka dalam matematika, yang mempengaruhi identitas yang mereka tunjukkan kepada siswa. Kami menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang metode pengolahan kesalahan oleh guru mereka mempengaruhi hubungan mereka dengan matematika. Namun, siswa itu sendiri juga berkontribusi pada pengembangan identitas matematika mereka.Actively addressing student mistakes is an important component of effective mathematics instruction. This pedagogical approach plays an important role in increasing student involvement. The study investigates how teachers in two classes of high school mathematics subjects create opportunities for students to develop their identity as students based on how teaching discusses and engages with student mistakes. We collected the data over six months using learning recordings, field records, and interviews with both teachers and students. This research explores two perspectives on how teachers deal with mistakes: the view that mistakes can spread and the view that mistakes may serve as valuable learning opportunities. The perspectives of students and their logical thinking in mathematics influence the teacher's approach to discussing and dealing with errors, shaping the identity they portray to students. We showed that students' perceptions of the methods of processing their teacher's errors influenced their relationship with mathematics. However, the students themselves also contributed to the development of their mathematical identity.
Students' Reflective Thinking Profiles in Problem-Solving Based on Mathematical Resilience Ariyanto, Lilik; Supandi, Supandi; Kusumaningsih, Widya
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1435

Abstract

Penelitian ini berkontribusi pada penelitian yang terus berkembang yang menyoroti kemampuan berpikir reflektif siswa jika ditinjau dari resiliensinya dalam menyelesaikan permasalahan matematis. Kami mengeksplorasi resiliensi matematis dari 36 siswa yang diklasifikasi menjadi tiga kelompok tingkatan, yaitu rendahm sedang dan tinggi. Selanjutnya, masing-masing kelompok dipilih 2 siswa yang diteliti untuk mengetahui profil berpikir reflektifnya dalam memecahkan masalah matematis. Penelitian kami melihat tiga indikator berpikir reflektif, yaitu: elaborating/comparing dan contemplanting. Kami menggunakan soal pemecahan masalah dan pedoman wawancara yang telah tervalidasi oleh ahli dari kalangan pendidik dan praktisi. Sedangkan triangulasi data yang digunakan adalah metode. Penelitian ini mengidentifikasi secara empiris tiga "profil" yang berbeda dalam hal berpikir reflektif matematis. Profil-profil tersebut adalah: Siswa yang memiliki resiliensi matematis tinggi mampu memenuhi 3 fase berpikir reflektif yaitu fase reacting, comparing dan contemplatin, Siswa yang memiliki resiliensi matematis sedang hanya mampu memenuhi 2 fase berpikir reflektif yaitu fase reacting dan fase comparing, Siswa yang memiliki resiliensi matematis rendah hanya mampu memenuhi 1 fase berpikir reflektif yaitu fase reacting. This study contributes to the growing body of research that highlights students' reflective thinking abilities in relation to their resilience in solving mathematical problems. We explored the mathematical resilience of 36 students, classified into three level groups: low, medium and high. Furthermore, we selected two students from each group to investigate their reflective thinking profiles in solving mathematical problems. Our research examined three indicators of reflective thinking: elaborating/comparing and contemplating. We employed problem-solving questions and interview guidelines that have been validated by experts, including educators and practitioners. Meanwhile, Triangulation of data was used as the research method. This study empirically identified three distinct "profiles" of mathematical reflective thinking. These profiles are: Students with high mathematical resilience can fulfil all three phases of reflective thinking: reacting, comparing, and contemplating; Students with moderate mathematical resilience can only fulfil two phases of reflective thinking: reacting and comparing; Students with low mathematical resilience can only fulfil one phase of reflective thinking: reacting.
Teachers' Ability to Develop Mathematics Teaching Modules: Study of the Implementation of the Independent Curriculum in Pontianak City Yulis Jamiah; Marianus Hengki; Siregar, Nurfadilah; Nadya Febriani Meldi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan guru matematika SMP/SMA/SMK di Pontianak dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka. Tujuan spesifiknya adalah: 1) mendeskripsikan kemampuan guru dalam menjabarkan kriteria perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka, dan 2) mendeskripsikan kemampuan guru dalam menjabarkan komponen perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka. Penelitian ini mencakup beberapa tahap: analisis teori kemampuan guru, eksplorasi karakteristik perangkat pembelajaran, identifikasi masalah, kajian perangkat pembelajaran hasil pengembangan guru, serta pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan observasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, khususnya dalam menjabarkan tiga komponen dan empat kriteria perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka, berada pada kategori baik. Namun, kemampuan dalam menjabarkan item setiap komponen dan kriteria perangkat pembelajaran berada pada kategori cukup baik.This study aims to assess the abilities of junior high, senior high, and vocational school mathematics teachers in Pontianak in developing learning tools based on the Merdeka Curriculum. Specifically, it seeks to: 1) describe teachers' abilities in detailing the criteria for Merdeka Curriculum learning tools, and 2) describe teachers' abilities in detailing the components of Merdeka Curriculum learning tools. The study includes several stages: theoretical analysis of teachers' abilities, exploration of learning tool characteristics, problem identification, review of learning tools developed by teachers, and data collection through questionnaires, interviews, and observations. The research employs a descriptive method with both qualitative and quantitative data analysis. Results indicate that teachers' abilities in developing learning tools, particularly in detailing three components and four criteria of the Merdeka Curriculum learning tools, are categorized as good. However, their ability to detail each item of the components and criteria is categorized as fair good.
Students’ Mathematical Problem-Solving Ability from the Perspective of Mathematical Anxiety Levels Umbara, Hanifa Dina Aulia Dewi; Suhendra, Suhendra; Al Jupri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1640

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, dengan kecemasan matematis diidentifikasi sebagai salah satu penyebab utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan tingkat kecemasan matematisnya, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan terdiri dari 39 siswa kelas XI dari sebuah SMA di Kota Serang, Provinsi Banten, yang telah mempelajari barisan dan deret geometri. Data dikumpulkan melalui tes tulis untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika serta menggunakan teknik non-tes seperti kuesioner kecemasan matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kecemasan matematis rendah memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, siswa dengan tingkat kecemasan matematis sedang memenuhi tiga dari empat indikator, dan siswa dengan tingkat kecemasan matematis tinggi hanya memenuhi satu dari empat indikator tersebut. Oleh karena itu, guru dan siswa harus mempertimbangkan strategi yang tepat untuk mengurangi kecemasan matematis dalam metode pembelajaran guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.The mathematical problem-solving ability (MPSA) of students in Indonesia is low, with mathematical anxiety identified as a contributing factor. This research sought to explore students' MPSA from the perspective of mathematical anxiety levels using a qualitative approach with a case study method. The participants included 39 grade XI students from a senior high school in Serang City, Banten Province, who had learned arithmetic and geometric sequences. Data collection included written tests for MPSA and non-test techniques such as mathematical anxiety questionnaire and interviews. The results reveal that students with low mathematical anxiety level fulfilled all the indicators of MPSA, students with moderate mathematical anxiety level fulfilled three of the four indicators of MPSA, and students with high mathematical anxiety level only fulfilled one of the four indicators of MPSA. Therefore, teachers and students should consider appropriate strategies to reduce mathematical anxiety in learning methods, aiming to enhance students’ mathematical problem-solving ability.
Ethnomathematics in Papuan Indigenous Patterns Marlissa, Inggrid; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang; Wahyudin, Wahyudin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1887

Abstract

Studi etnomatematika suku Malind telah mengidentifikasi berbagai materi matematika yang tertanam dalam budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep matematika yang ada pada motif khas Papua yang terdapat pada alat musik Kandala. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di kampung Wasur Kabupaten Merauke Propinsi Papua Selatan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif model interaktif yaitu kondesasi data, tampilan data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep-konsep matematika pada motif-motif yang terdapat pada bagian luar alat musik. Konsep matematika yang muncul pada motif-motif yang ada pada alat musik Kandala yaitu konsep bangun datar yaitu segitiga, persegi, persegi panjang, belahketupat dan lingkaran selain itu terdapat juga konsep transformasi geometri yaitu translasi, refleksi dan dilatasi.Ethnomathematics studies of the Malind tribe have identified various mathematical materials embedded in their culture. This research aims to identify the mathematical concepts embedded in Papuan cultural patterns found on the Kandala musical instrument. This is a qualitative research using an ethnographic approach. The research was conducted in Wasur Village, Merauke District, South Papua Province. Data collection techniques in this study include observation, interviews, and documentation. Data analysis uses an interactive qualitative data analysis model, namely data condensation, data display, and conclusion. The results show that there are mathematical concepts in the m-otifs found on the outer part of the musical instrument. The mathematical concepts that appear in the patterns on the Kandala musical instrument are the concepts of plane figures such as triangles, squares, rectangles, rhombus, and circles. In addition, there are also concepts of geometric transformations such as translation, reflection, and dilation.
Development of an Interactive Flipbook Oriented Towards TPACK and the Philosophy of KH. Ahmad Dahlan Setyo, Arie Anang; Trisnawati, Nika Fetria; Musaad, Faida; Andini, Rya; Phricilia, Regina; Pratiwi, Putri Dini Retno
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1971

Abstract

Media pembelajaran flipbook interaktif berbasis TPACK dan falsafah KH. Ahmad Dahlan merupakan buku digital yang memanfaatkan teknologi dengan mengintegrasikan berbagai modalitas pembelajaran seperti teks, gambar, audio, video/YouTube, dan tautan internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan flipbook interaktif yang berorientasi pada TPACK dan falsafah KH. Ahmad Dahlan dalam meningkatkan proses serta hasil belajar, terutama yang terkait dengan keterampilan berpikir kritis dalam matematika dan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan menerapkan model ASSURE yang mencakup analisis peserta didik, penetapan tujuan, pemilihan media dan materi, penggunaan materi, partisipasi aktif peserta didik, serta evaluasi dan revisi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi proses pembelajaran dan tes hasil belajar yang berfokus pada keterampilan berpikir kritis, dengan subjek penelitian terdiri dari 15 mahasiswa semester VI program studi matematika. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan metode N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan flipbook yang dikembangkan ini secara signifikan meningkatkan proses dan hasil belajar serta nilai-nilai yang dianalisis. Dengan demikian, flipbook interaktif berbasis TPACK dan falsafah KH. Ahmad Dahlan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dan layak digunakan dalam pembelajaran.The interactive flipbook learning media based on TPACK and the philosophy of KH. Ahmad Dahlan is a digital book that leverages technology by integrating various learning modalities such as text, images, audio, video/YouTube, and internet links. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of using an interactive flipbook oriented towards TPACK and the philosophy of KH. Ahmad Dahlan in enhancing the learning process and outcomes, particularly in relation to critical mathematical thinking skills and the values embedded in philosophy. The study employs a development research method using the ASSURE model, which includes analyzing learners, setting goals, selecting media and materials, utilizing materials, active learner participation, and evaluation and revision. The instruments used include observation sheets for the learning process and a critical thinking skills test, with the research subjects consisting of 15 sixth-semester mathematics students. The data obtained were analyzed descriptively and using the N-Gain method. The results show that the use of the developed flipbook significantly improves the learning process and outcomes, as well as the values analyzed. Therefore, the interactive flipbook is based on TPACK and the philosophy of KH. Ahmad Dahlan is proven to be effective in enhancing students' critical thinking skills and is suitable for use in learning.
A Decade of Project-Based Learning in Mathematics Education: A Systematic Literature Network Analysis Audra Pramitha Muslim; Darhim, Darhim; Herman, Tatang; Jupri, Al
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.1996

Abstract

Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) telah menjadi salah satu pendekatan pembelajaran paling populer dalam pendidikan matematika selama satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren penelitian PjBL dalam pendidikan matematika tingkat sekolah menengah melalui pendekatan Systematic Literature Network Analysis (SLNA). Artikel dikumpulkan dari database Scopus dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang ketat sehingga menghasilkan 15 artikel relevan. Analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tren penelitian PjBL dengan penerapan yang beragam dan efektif, terutama dalam mendukung keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Namun, terdapat kesenjangan dalam integrasi teknologi yang optimal serta konteks yang lebih inklusif dalam aplikasi PjBL. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan memetakan tren dan mengidentifikasi peluang penelitian di masa depan untuk meningkatkan efektivitas PjBL dalam pendidikan matematika.Project-Based Learning (PjBL) has become one of the most popular learning approaches in mathematics education over the past decade. This tudy aims to analyse the research trend of PjBL in mathematics education at secondary school level through Systematic Literature Network Analysis (SLNA) approach. Articles were collected from Scopus database and selected based on strict inclusion criteria resulting in 15 relevant articles. The analysis showed a significant increase in the trend of PjBL research with diverse and effective applicaions, especially in supporting 21st century skills such as critical thinking, collaboration and technology utilization. However, there are gaps in optimal technology integration as well as more inclusive contexts in PjBL applications. This research makes an important contribution by mapping trends and identifying future research opportunities to enhance the effectiveness of PjBL in mathematics education.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei Vol 1, No 1 (2012) More Issue