cover
Contact Name
Nisaul Barokati Selirowangi
Contact Email
nisa@unisda.ac.id
Phone
+6282234853344
Journal Mail Official
Istiqomah@unisda.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Jl. Airlangga 03 Sukodadi Lamongan, Jawa Timur 62253
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26210665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRORADIX "Jurnal Ilmu Pertanian" : is a research journal published by agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan. Agroradix provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of agricultural sciences with priority on plantation, horticulture, crop protection, and aspects of postharvest. This journal is published twice times annually, June and December.
Articles 258 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Respons Petani terhadap Program Pompanisasi dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Maya Sari; Mukhlis Yahya; Salsabila Hasibuan
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting bagi Indonesia. Swasembada pangan menjadi salah satu tujuan utama dalam pembangunan sektor pertanian untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Kabupaten Samosir merupakan salah satu daerah yang menjadi penerima program pompanisasi untuk peningkatan indeks pertanaman (IP) padi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi respons petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompanisasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respons petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respons petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respons petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompanisasi di Kecamatan Onan Runggu tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respons petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompanisasi adalah variabel kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani, sedangkan variabel pengalaman bertani berpengaruh tidak nyata.
In Vitro Antagonistic Activity of Trichoderma atroviride and Trichoderma harzianum against Colletotrichum sp. and Fusarium sp. Isolated from Chili (Capsicum annuum L.) Ayumi Rizci Puspita; Feskaharny Alamsjah; Anthoni Agustien; Suwirmen Suwirmen; Anisa Rahman Rusiati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungal diseases remain a major constraint in chili cultivation, particularly anthracnose and Fusarium wilt. This study aimed to evaluate the in vitro biocontrol potential of Trichoderma atroviride and Trichoderma harzianum against Colletotrichum sp. and Fusarium oxysporum f. sp. capsici. The study was conducted experimentally using the dual culture method on Potato Dextrose Agar (PDA) medium with three replications for each treatment. Results showed that both Trichoderma isolates exhibited strong inhibitory activity against the tested pathogens. Trichoderma atroviride showed inhibition percentages of 92% against Colletotrichum sp. and 90% against Fusarium sp., while Trichoderma harzianum inhibited pathogen growth by 73.6% and 85%, respectively. The primary antagonistic mechanism observed was competition for space and nutrients, indicated by the rapid growth of Trichoderma colonies covering the Petri dishes. This study indicates that T. atroviride and T. harzianum have promising in vitro biocontrol potential against Colletotrichum sp. and Fusarium oxysporum f. sp. capsici.
Respons Pertumbuhan Bulbil Porang (Amorphophallus muelleri) terhadap Berbagai Komposisi Media Tanam Jumiatun Jumiatun; Rudi Wardana; Elly Daru Ika Wilujeng
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi-umbian yang strategis untuk dikembangkan. Ketersediaan bibit porang yang berkualitas masih sangat terbatas sehingga diperlukan kajian tentang pengadaan bibit porang. Salah satu upaya yang perlu dilakukan yaitu dengan optimasi media tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis media tanam yang optimal untuk pertumbuhan tunas bulbil porang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2024 di lahan Politeknik Negeri Jember. Percobaan dirancang dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) non faktorial yang terdiri dari 12 taraf perlakuan berbagai media tanam yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah waktu muncul tunas, tinggi tunas, diamerter tunas dan panjang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut yaitu DMRT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media tanam arang sekam 15% + cocopeat 15% + top soil 70% memberikan pengaruh signifikan pada kedinian tunas (6 hari) lebih cepat daripada perlakuan lainnya. Pada perlakuan kombinasi media tanam arang sekam 25% + top soil 50% + pupuk kotoran kambing 25% memberikan pengaruh signifikan pada tinggi tunas (29 cm) dan diameter tunas (12,23 mm).
Karakteristik Kimia dan Kesuburan Tanah pada Lahan Ubi Kayu di Buton Utara Syamsu Alam; Sahta Ginting; Darwis Suleman; Elni Elni; Aliyaman Aliyaman
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik kimia tanah merupakan faktor utama yang memengaruhi tingkat kesuburan tanah pada lahan pertanian. Variasi tingkat kesuburan tanah dapat terjadi akibat perbedaan pengelolaan lahan dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah serta mengevaluasi tingkat kesuburan tanah pada pertanaman ubi kayu yang diusahakan pada lahan berbatu di Kecamatan Kulisusu dan Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei melalui pengamatan lapangan dan analisis laboratorium di Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Halu Oleo. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada enam desa, yaitu Waode Buri, Ulu Nambo, Lelamo, Loji, Jampaka, dan Bonelipu. Sampel tanah diambil masing-masing sebanyak ±1 kg dari setiap lokasi, kemudian dianalisis untuk parameter pH, C-organik, P-tersedia, K-tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa (KB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong agak masam (5,60–5,82), KTK tergolong sedang hingga sangat tinggi (24,80–35,39 cmol(+)/kg), dan KB termasuk sangat tinggi (70,79–85,63%). Sementara itu, kadar P dan K-tersedia serta C-organik semua lokasi termasuk kategori rendah hingga sedang (masing-masing berkisar 9,57-13,68 ppm, 0,34-0,41 cmol(+)/kg, dan 1,11-2,13%). Berdasarkan evaluasi sifat kimia tanah pada pertanaman ubi kayu di lahan berbatu disimpulkan bahwa tingkat kesuburan tanah pada lokasi penelitian bervariasi dari rendah hingga tinggi Meskipun lokasi ini memiliki retensi hara yang tinggi karena berkembang pada daerah karst, tetapi laju pengurasan hara yang cepat pada beberapa lokasi yang ditandai dengan rendahnya kadar C-organik, P dan K mengindikasikan perlunya manajemen hara spesifik lokasi melalui kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik.
Studi Konsorsium Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dalam menekan penyakit antraknosa oleh Colletotrichum truncatum pada tanaman Kedelai (Glycine max) Ahmad Agym Krida Purnama; Trisnani Alif; Iqbal Erdiansyah; Mahindra Dewi Nur Aisyah; Tirto Wahyu Widodo
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Colletotrichum truncatum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kedelai yang dapat menurunkan kualitas dan hasil produksi. Pengendalian penyakit umumnya dilakukan menggunakan fungisida kimia, namun penggunaan secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan yaitu pemanfaatan agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sinergi Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis dalam menghambat pertumbuhan C. truncatum secara in vitro dan efektivitasnya dalam menekan perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman kedelai di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium P. fluorescens dan B. subtilis menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan C. truncatum in vitro. Perlakuan konsorsium bakteri P. fluorescens dan B. subtilis  konsentrasi 10⁸ cfu/mL pada 72 jam menghasilkan penghambatan sebesar 44,9%. Namun demikian, pada kondisi lapangan, perlakuan konsorsium bakteri belum mampu menekan insidensi dan intensitas penyakit antraknosa secara optimal dibandingkan dengan fungisida sintetik.
Uji Patogenisitas Beauveria bassiana Terhadap Larva Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) Suslara Santika Manopo; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin; Rida Iswati; Silvana Apriliani
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Beauveria bassiana dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda. Penelitian ini dilakukan pada Maret hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu suspensi Beauveria bassiana 107, 109, dan 1011  konidia mL-1 serta kontrol, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Setiap perlakuan diulang lima kali, menghasilkan dua puluh unit percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu masa inkubasi jamur Beauveria bassiana, Perkembangan Beauveria bassiana pada jaringan internal Spodoptera frugiperda, mortalitas larva Spodoptera frugiperda dan Aktivitas Makan larva Spodoptera frugiperda. Data penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA), diikuti oleh Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan berpengaruh nyata dalam mempercepat masa inkubasi terhadap larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol, dengan perlakuan 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 menunjukan waktu yang singkat dibandingkan 107  konidia mL-1. Infeksi Beauveria bassiana pada larva Spodoptera frugiperda bersifat progresif, ditandai dengan tidak terdeteksinya struktur jamur pada 1–4 HSA dan munculnya perubahan jaringan internal pada 5 HSA. Mortalitas larva Spodoptera frugiperda akibat aplikasi Beauveria bassiana mulai terjadi pada 4 HSA, mencapai puncak pada 7 HSA terutama pada perlakuan 109  konidia mL-1, kemudian menurun setelah 8 HSA. Aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan 107  konidia mL-1, 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 secara nyata menurunkan aktivitas makan larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol.
Identification and Characterization of A Fungal Isolates Associated with Anthracnose Symptoms on Avocado (Persea americana Mill.) from West Sumatra Anisa Rahman Rusiati; Riska Riska; Feskaharny Alamsjah; Mohsin Rafique; Ayumi Rizci Puspita
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthracnose is one of the major postharvest diseases affecting avocado (Persea americana Mill.) and is commonly associated with fungi from the genus Colletotrichum. However, other fungal genera may also be associated with anthracnose-like symptoms in avocado fruits. This study aimed to identify fungal isolates associated with anthracnose symptoms on avocado fruits collected from West Sumatra using morphological and molecular approaches. Symptomatic fruits were incubated to induce lesion development, followed by fungal isolation and purification on Potato Dextrose Agar (PDA). Morphological characterization included macroscopic and microscopic observations. Molecular identification was performed using LSU rDNA amplification, sequencing, BLAST analysis, and phylogenetic reconstruction. A single fungal isolate, DTTDL318, was successfully obtained from avocado fruit showing anthracnose symptoms. Morphologically, the isolate exhibited characteristics consistent with the genus Fusarium, including white cottony colonies with orange reverse pigmentation, septate hyphae, fusiform conidia with pointed ends, and thick-walled chlamydospores. LSU sequence analysis indicated that the isolate belongs to the Fusarium solani species complex (FSSC) Phylogenetic analysis demonstrated that isolate DTTDL318 clustered in the same clade with Fusarium cf. solani and Fusarium waltergamsii with a bootstrap value of 88%, indicating a close phylogenetic relationship with members of the Fusarium solani species complex (FSSC). These findings indicate the presence of a Fusarium isolate associated with anthracnose-like lesions on avocado fruits.
Dinamika Daya Saing Ekspor Komoditas Unggulan Perkebunan Indonesia dalam Perspektif Negara-Negara ASEAN: Analisis RCA, RCTA, dan ISP Akhmad Raja Shaufi; Muhammad Helmy Abdillah; Amiratu Zakiah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memimpin beberapa komoditas perkebunan di kawasan ASEAN, namun dinamika keunggulan komparatif dan spesialisasi perdagangannya belum dikaji secara serentak untuk banyak komoditas dalam satu sumber data terstandar. Penelitian ini mengevaluasi daya saing ekspor tujuh komoditas unggulan perkebunan Indonesia (minyak sawit, karet alam, kopi, kakao, lada, cengkeh, dan pala) periode 2010–2023 menggunakan data perdagangan FAOSTAT dan tiga indeks komplementer: Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dengan posisi tiap komoditas diukur relatif terhadap pasar dunia. Arah dan titik patah tren diuji secara statistik menggunakan uji Mann-Kendall, penduga kemiringan Sen, dan uji Pettitt. Minyak sawit, pala, dan cengkeh menempati keunggulan komparatif tertinggi di ASEAN, kopi dan lada tetap kuat, sedangkan karet alam tidak berdaya saing. RCTA mengungkap anomali impor pada cengkeh dan kakao, sementara berdasarkan ISP kakao dan karet alam bergeser menjadi pengimpor neto. Tidak ada titik patah struktural yang bertepatan dengan integrasi MEA (2015) maupun pandemi COVID-19 (2020), sehingga perubahan daya saing lebih bersifat spesifik per komoditas daripada akibat guncangan regional seragam. Temuan ini menyiratkan perlunya strategi peningkatan daya saing yang dirancang berbasis karakteristik masing-masing komoditas.