cover
Contact Name
Nisaul Barokati Selirowangi
Contact Email
nisa@unisda.ac.id
Phone
+6282234853344
Journal Mail Official
Istiqomah@unisda.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Jl. Airlangga 03 Sukodadi Lamongan, Jawa Timur 62253
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26210665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRORADIX "Jurnal Ilmu Pertanian" : is a research journal published by agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan. Agroradix provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of agricultural sciences with priority on plantation, horticulture, crop protection, and aspects of postharvest. This journal is published twice times annually, June and December.
Articles 258 Documents
Efektivitas Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) pada Tanah Entisol dan Inceptisol Imelda Perada Lasar; Widowati Widowati; Astutik Astutik
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi, tetapi produktivitasnya di wilayah tropis seringkali tidak stabil karena penurunan kualitas tanah dan penggunaan pupuk yang tidak seimbang. Penggunaan pupuk kandang pada berbagai tipe tanah berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) tersarang 2×3 dengan empat ulangan (72 unit) untuk mengevaluasi kombinasi dua jenis tanah (Inceptisol, Entisol) dan tiga jenis pupuk kandang (sapi, kambing, ayam). Parameter yang diukur meliputi pH tanah, kandungan N-total, C-organik, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat basah pada umur 4 MST. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nutrisi tanah pada semua perlakuan. Kombinasi tanah Entisol dengan pupuk kambing memberikan hasil terbaik pada fase pertumbuhan vegetatif cepat, khususnya dari segi tinggi dan jumlah daun, serta menghasilkan berat basah tertinggi pada 4 MST. Di tanah Inceptisol, pupuk kambing juga menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan pupuk sapi dan ayam. Entisol, yang umumnya bertekstur lebih kasar, KTK rendah, dan termasuk tanah muda, mendapat manfaat dari penambahan bahan organik yang meningkatkan kadar C-organik, kapasitas menahan air, dan retensi kation, sedangkan pupuk kambing memberikan pelepasan nitrogen dan kalium secara bertahap yang sesuai dengan kebutuhan bayam merah yang tumbuh singkat. Penelitian ini menyarankan penggunaan pupuk kambing sebagai pilihan utama pupuk organik pada tanah Entisol; pupuk ayam dapat digunakan jika telah matang atau terkompos dengan baik, dan pupuk sapi lebih cocok sebagai bahan pembenah struktur tanah untuk efek jangka menengah.
Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Merica di Desa Lappa Upang, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone Ridwan Ridwan; Fatmawati Ramli; Hasriliandi Halim
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian pedesaan, namun petani sering menghadapi permasalahan ketidakefisienan saluran pemasaran yang berdampak pada rendahnya harga yang diterima. Kondisi ini juga dialami oleh petani merica di Desa Lappa Upang yang memiliki potensi produksi cukup tinggi, tetapi belum diimbangi dengan sistem pemasaran yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran komoditas merica dengan menekankan pada karakteristik lokal rantai distribusi yang melibatkan banyak perantara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 258 petani, dengan sampel sebanyak 39 petani merica yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Indikator yang diukur meliputi margin pemasaran, farmer’s share, dan tingkat efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola saluran pemasaran, yaitu: (1) petani → pedagang besar I → pedagang besar II → konsumen; (2) petani → pedagang pengumpul → pedagang besar I → pedagang besar II → konsumen; dan (3) petani → pedagang pengumpul → pedagang besar → pedagang pengecer → konsumen. Analisis menunjukkan bahwa saluran I merupakan saluran paling efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 60,00%, karena memiliki rantai distribusi yang lebih pendek sehingga mampu meningkatkan bagian harga yang diterima petani. Temuan ini menegaskan pentingnya penyederhanaan saluran pemasaran untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya pada komoditas merica di wilayah pedesaan.
Pengaruh Aplikasi Pupuk MKP dan NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Produksi Benih Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) Maria azizah; Muhammad Dimas Fitran Aditya
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) merupakan tanaman bahan baku industri serat, minyak nabati, dan biodiesel. Produktivitas benih kenaf menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan budidaya tanaman ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi pupuk NPK dan monopotassium phosphate (MKP) terhadap pertumbuhan1tanaman dan produksi benih kenaf. Penelitian1dilaksanakan1di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor: konsentrasi MKP (10, 15, dan 20 g/L) dan dosis NPK (50, 75, dan 100 kg/ha), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot kering akar, rendemen akar, bobot 1.000 butir, dan bobot benih per hektar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan1uji1lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis NPK hingga 100 kg/ha terkait dengan pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi dan peningkatan bobot akar, rendemen akar, bobot 1.000 butir, serta bobot benih per hektar, yaitu masing-masing 188,69 cm, 82,80 g, 27,60%, 68,15 g, dan 10.314,11 kg/ha. Dosis NPK 50 dan 75 kg/ha menghasilkan nilai yang lebih rendah pada sebagian parameter. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian NPK yang tepat dapat mendukung pertumbuhan vegetatif sekaligus meningkatkan produksi benih kenaf. Aplikasi NPK dosis 100 kg/ha dapat digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan tinggi tanaman, bobot akar, rendemen akar, dan hasil benih, mendukung keberlanjutan budidaya kenaf di Indonesia. Sedangkan perlakuan pemberian MKP belum memberikan pengaruh pada produksi tanaman dan benih kenaf.
Efektifitas Pemberian Pupuk Nano Silika dan Biochar Batang Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Timun Jepang (Cucumis sativus L. var. japonicus) Rofiq Bahtiar; Use Etica; Niken Trisnaningrum
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi nano silika, biochar batang bambu, serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan, hasil, dan beberapa sifat kimia tanah pada tanaman timun Jepang (Cucumis sativus L.) yang dibudidayakan pada media tanah berpasir. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu nano silika dan biochar batang bambu. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, kandungan klorofil A, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, jumlah buah cacat, kadar silika tanaman, pH tanah, dan kandungan C-organik tanah. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nano silika dan biochar batang bambu secara umum belum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil dalam satu musim tanam. Biochar batang bambu memberikan pengaruh pada fase vegetatif, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah, berat buah, dan jumlah buah cacat. Nano silika menunjukkan respons terbatas pada fase awal hingga pertengahan pertumbuhan, tetapi pengaruhnya tidak konsisten hingga fase akhir. Temuan ini mengindikasikan bahwa biochar yang bersifat stabil serta nanosiliksa yang tidak berfungsi langsung sebagai amelioran tanah memerlukan waktu aplikasi yang lebih panjang untuk menghasilkan perubahan signifikan pada sifat kimia tanah. Secara keseluruhan, aplikasi kedua bahan tersebut dalam jangka pendek belum optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil timun Jepang pada tanah berpasir.
Pengaruh Metode Isolasi DNA terhadap Kuantitas dan Kualitas Hasil Ekstraksi Genom Padi dan Tebu Ahmad Ilham Tanzil; Intan Ria Neliana; Wahyu Indra Duwi Fanata; Raudhotun Jamila; Bambang Sugiharto; Ummi Sholikhah; Tri Ratnasari
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik isolasi DNA merupakan salah satu metode dasar dalam bidang biologi molekuler yang bertujuan untuk memisahkan DNA dari komponen seluler lainnya. Memperoleh DNA berkualitas tinggi dengan hasil yang baik merupakan faktor pembatas dalam analisis genetik tanaman, karena sulit untuk memperoleh DNA berkualitas tinggi dalam jumlah yang memadai. Penelitian ini kami lakukan untuk mengoptimalkan teknik isolasi DNA genomik dari sampel tanaman, dengan tujuan memastikan kualitas dan kuantitas DNA yang diisolasi cukup untuk analisis molekuler. Metode yang digunakan melibatkan perbandingan teknik ekstraksi menggunakan metode mekanis dan metode gerus. Daun tebu dan padi, baik dalam kondisi basah maupun kering, digunakan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsentrasi dan kualitas DNA saat sampel basah digiling menggunakan proses gerus. Berdasarkan perbandingan absorbansi pada A260/A280 nm dan A260/A230 nm, serta hasil uji nanodrop, proses penggerusan menghasilkan kualitas dan konsentrasi DNA yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan metode mekanis, hasil visualisasi PCR menunjukkan bahwa metode gerus dapat mengekspresikan pita DNA yang lebih tebal pada sampel daun padi. Sementara itu, terdapat beberapa variasi dalam ekspresi pita DNA pada sampel daun tebu. Data kuantitatif dihasilkan dari temuan visualisasi PCR. Metode gerus terbukti menghasilkan jumlah dan kualitas DNA sampel terbaik, berdasarkan hasil penelitian.
Respons Pertumbuhan dan HasiI Kacang Tunggak (Vigna unguicuIata L. WaIp) terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Cair dan Dosis Vermikompos Choirul Anam; Virda Nawang Sari; Emmy Hamidah; Istiqomah Istiqomah; Ana Amiroh; Aslizah Mohd-Aris
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tunggak (Vigna unguicuIata L. WaIp) merupakan tanaman Iegum semusim yang berpotensi dibudidayakan di Indonesia sebagai sumber protein nabati dengan waktu panen reIatif cepat. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pupuk hayati cair dan dosis vermikompos terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tunggak. PeneIitian ini diIakukan di Desa Sukodadi, Sukodadi Lamongan dan dimuIai pada buIan maret sampai buIan juIi tahun 2025. Metode peneIitian ini menggunakan rancangan acak keIompok (RAK) faktoriaI 2 faktor dan diuIang 3 kaIi. Faktor I yaitu konsentrasi pupuk hayati 10 mI L-1, 20 mI L-1, dan 30 mI L-1. Faktor II adalah dosis vermikompos 15 t ha-1, 20 t ha-1, dan 25 t ha-1. Variabel yang diamati meIiputi panjang tanaman, jumIah daun, berat basah perpetak dan perhektar, berat kering perpetak dan perhektar, jumIah poIong persampeI, dan berat 100 biji. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F). Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati cair konsentrasi 30 mL L⁻¹ dan vermikompos dosis 20 t ha⁻¹ merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tunggak dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya.
Efektivitas Ekstrak Kasar Biji Pinang (Areca catechu L.) terhadap Mortalitas Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Pada Tanaman Padi Jeefry Andrian; Mona Turisna Nasution; Megawati Bohari
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serius, terutama pada fase awal pertumbuhan. Pengendalian yang umum dilakukan masih banyak mengandalkan moluskisida sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati berbahan dasar biji pinang (Areca catechu L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ekstrak kasar biji pinang yang efektif terhadap mortalitas keong mas pada tanaman padi dalam polibag. Penelitian dilaksanakan di Bireuen, Aceh, pada bulan April 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal dengan sembilan taraf perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri atas dosis ekstrak kasar biji pinang, yaitu 0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; 3,0; 3,5; dan 4,0 g/polibag. Variabel yang diamati meliputi tingkat toksisitas, mortalitas keong mas, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, dan bobot gabah. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kasar biji pinang berpengaruh sangat nyata terhadap toksisitas dan mortalitas keong mas. Perlakuan 4 g/polibag menghasilkan tingkat toksisitas dan mortalitas tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 100% dalam waktu 10 jam setelah aplikasi. Pemberian ekstrak kasar biji pinang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah malai, dan bobot gabah, tetapi berpengaruh terhadap jumlah anakan pada umur 60 HST. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak kasar biji pinang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai moluskisida nabati terhadap keong mas. Pengujian lebih lanjut pada skala lapangan masih diperlukan
Strategi Optimalisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Peningkatan Sosial Ekonomi Petani Jagung di Kabupaten Boalemo Siti Rahmatia Machieu; Mohammad Zubair Hippy; Muhammad Rizq gobel
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang strategi optimalisasi program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) terhadap peningkatan sosial ekonomi usahatani jagung di Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan model eksplanatori yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, serta dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (data kuantitatif), dan didukung wawancara, observasi, dan dokumentasi (data kualitatif). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang petani. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi efektivitas program RHL. Penentuan strategi dilakukan melalui penyusunan matriks SWOT berdasarkan hasil identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, kemudian dirumuskan alternatif strategi yang paling sesuai dengan posisi organisasi/petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategi optimalisasi RHL berada pada kuadran III (strategi turn around), yang menekankan pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Strategi utama yang dihasilkan meliputi peningkatan partisipasi kelompok tani sebagai pelaksana, diversifikasi usaha melalui penanaman pohon buah, serta penguatan integrasi, konsultasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Strategi ini mampu meningkatkan penerimaan petani terhadap program RHL, mengurangi konflik pemanfaatan lahan, serta menciptakan peluang ekonomi tambahan tanpa mengurangi produktivitas jagung. Kesimpulannya, program RHL tidak hanya berfungsi sebagai upaya rehabilitasi lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan petani apabila dilaksanakan secara partisipatif, terintegrasi, dan berorientasi ekonomi. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan pendampingan teknis, serta mendorong kolaborasi multipihak guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas program RHL.
Analisis Keunggulan Sektor Pertanian Berdasarkan PDRB di Kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Tahun 2016–2025 Mohammad Zubair Hippy; Siti Rahmatia Machieu; Muhammad Rizq Gobel
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian wilayah, khususnya di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua yang masih didominasi oleh aktivitas berbasis sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan sektor pertanian berdasarkan PDRB di Regional Sulampua menggunakan pendekatan indeks lokalisasi, indeks spesialisasi, dan Location Quotient. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder PDRB sektoral dari Badan Pusat Statistik selama periode 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subsektor pertanian memiliki pola penyebaran yang relatif merata antarwilayah, sehingga tidak terdapat konsentrasi aktivitas ekonomi yang dominan. Selain itu, tingkat spesialisasi subsektor pertanian tergolong rendah, yang menunjukkan bahwa struktur ekonomi pertanian antarprovinsi masih serupa dan belum membentuk kekhasan yang kuat. Meskipun demikian, beberapa subsektor seperti perkebunan, kehutanan, dan perikanan menunjukkan keunggulan sebagai sektor basis di beberapa wilayah, sehingga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah. Secara keseluruhan, sektor pertanian di Regional Sulampua memiliki potensi besar, namun pengembangannya masih belum optimal dalam menciptakan keunggulan spesifik wilayah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan daya saing dan mendorong spesialisasi berbasis potensi lokal.
Pengaruh Waktu Inokulasi terhadap Ketahanan Berbagai Varietas Cabai Besar (Capsicum annuum L.) dari Serangan CMV (Cucumber Mosaic Virus) Dian Eka Kusumawati; Imam Bukhori; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, namun produktivitasnya sering terhambat oleh serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV) yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang signifikan, dengan tujuan untuk mengevaluasi ketahanan beberapa varietas cabai rawit terhadap CMV pada waktu inokulasi yang berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu tiga varietas cabai rawit (Colombus F1, Horison 97, dan Gada F1) dan tiga waktu inokulasi (14, 21, dan 28 hari setelah tanam), masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, gejala penyakit, pertumbuhan vegetatif, jumlah bunga dan buah, serta berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inokulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan penyakit dan pertumbuhan tanaman. Inokulasi pada 28 hari setelah tanam menghasilkan masa inkubasi yang lebih lama, gejala penyakit yang lebih ringan, pertumbuhan yang lebih baik, dan hasil buah yang lebih tinggi dibandingkan dengan inokulasi pada usia yang lebih awal. Perbedaan juga diamati antar varietas, dengan Colombus F1 menunjukkan ketahanan tertinggi, Gada F1 cukup toleran, dan Horison 97 paling rentan terhadap infeksi CMV. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan varietas dan waktu inokulasi yang tepat merupakan strategi penting untuk mengurangi dampak CMV dan mempertahankan produktivitas cabai besar.