cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 34 Documents clear
PENDEKATAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN NIAT BELI ULANG PRODUK ES TEH MELALUI VARIABEL ANTARA KEPUASAN PELANGGAN BUDIYANTO, FAJAR; FITRIYANI, ZENITA AFIFAH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3467

Abstract

This research is entitled Marketing Strategy Approach to Increase Repurchase Intentions for Iced Tea Products through Variables Between Customer Satisfaction: An Empirical Study of Gen Z Consumer Behavior in the Mojokerto Region. With several objectives including; to find out whether there is an influence between marketing strategy and customer satisfaction from Gen Z; to find out whether there is an influence between marketing strategy and repurchase interest; to find out whether there is an influence between marketing strategy and repurchase intention through customer satisfaction as an intervening variable. In this study, ages between 19-24 years were taken. Data were collected using a random sampling method, and 100 appropriate data were selected. The results of this research include: There is an influence between price and customer satisfaction from Gen Z. There is an influence between price and repurchase intention. There is an influence between price and repurchase intention through customer satisfaction from Gen Z as an intervening variable. There is an influence between the product and repurchase interest. There is an influence between promotions and repurchase interest. Meanwhile, the relationship between other variables shows that there is no influence on the relationship between variables. ABSTRAKPenelitian ini mengambil judul Pendekatan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Niat Beli Ulang Produk Es Teh melalui Variabel Antara Kepuasan Pelanggan: Studi Empiris tentang Perilaku Konsumen Gen Z Wilayah Mojokerto. Dengan beberapa tujuan diantaranya ; untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara strategi pemasaran dengan kepuasan pelanggan dari gen Z ; untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara strategi pemasaran dengan minat beli ulang ; untuk mengetahui  apakah terdapat pengaruh antara strategi pemasaran dengan minat beli ulang melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening. Pada penelitian ini diambil usia antara 19-24 tahun. Penambilan data melalui metode random sampling, dan dipilih 100 data yang sesuai. Hasil dari penelitian ini ntara lain : Terdapat pengaruh antara harga dengan kepuasan pelanggan dari gen Z. Terdapat pengaruh antara harga dengan minat beli ulang. Terdapat pengaruh antara harga dengan minat beli ulang melalui kepuasan pelanggan dari gen Z sebagai variabel intervening. Terdapat pengaruh antara produk dengan minat beli ulang. Terdapat pengaruh antara promosi dengan minat beli ulang. Sedangkan untuk hubungan variabel yang lain menunjukkan tidak ada pengaruh hubungan antar variabel.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN MIKRO JURUSAN PKK FT UNM LILIS, LILIS; AISYAH, ST.; HUDIAH, ANDI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3550

Abstract

This research is a quantitative study with the following objectives: (1) To describe the Blended Learning Model for students of the PKK Department in the Microteaching course at the Faculty of Engineering, UNM; (2) To identify the learning motivation of PKK Department students using the Blended Learning Model in the Microteaching course at the Faculty of Engineering, UNM; (3) To examine the influence of the Blended Learning Model on the learning motivation of PKK Department students in the Microteaching course at the Faculty of Engineering, UNM. This study uses an ex-post facto research design. The research population consists of 101 undergraduate students of Fashion Design, PKK Department, Faculty of Engineering, UNM, from the 2021 cohort. The sample size is 50 students, determined using the Slovin formula. The data collection techniques employed include observation, documentation, and questionnaires (surveys). Data analysis techniques include descriptive analysis and simple regression analysis. The results of the study show that: (1) The description of the blended learning model for students falls into the "very high" category at 81.87%, as most students support the blended learning model for enhancing learning motivation; (2) The description of students' learning motivation falls into the "very high" category at 83.12%, indicating that various factors, both extrinsic and intrinsic, influence students' motivation to learn; (3) The influence of the blended learning model on students' learning motivation is "very high" and significant, with an impact of 81.6% between the variables, while 18.4% is influenced by other factors not examined in this study. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran Model Pembelajaran Blended Learning Mahasiswa Jurusan PKK pada mata kuliah Pembelajaran Mikro FT UNM; (2) Motivasi Belajar Mahasiswa Jurusan PKK Menggunakan Model Pembelajaran Blended Learning pada mata kuliah Pembelajaran Mikro FT UNM; (3) Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning terhadap Motivasi Belajar mahasiswa Jurusan PKK pada mata kuliah Pembelajaran Mikro FT UNM. Jenis peneilitian yang digunakan adalah ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Tata busana PKK FT UNM angkatan 2021 sebanyak 101 orang. Jumlah sampel adalah 50 Mahasiswa yang diperoleh menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner (angket). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gambaran model pembelajaran blended learning mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi sebesar 81,87%, dikarenakan rata-rata mahasiswa mendukung model pembelajaran blended learning untuk meningkatkan motivasi belajar; (2) gambaran motivasi belajar mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi yaitu 83,12%, menunjukkan bahwa berbagai factor motivasi belajar dalam pengaruhnya terhadap keinginan mahasiswa baik itu secara ekstrinsik dan intrinsik; (3) Pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi belajar mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi dan signifikan dengan pengaruh sebesar 81,6 % antar variabel dan  dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. 
KETELADANAN GURU DAN MORALITAS PESERTA DIDIK STUDI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU INSAN CENDIKIA MAKASSAR S, RUSLI.; TANG, MUHAMMAD; MAPPATUNRU, SAKKIRANG
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3551

Abstract

This research aims to examine the exemplarity of Islamic Religious Education (PAI) teachers and its impact on the morality of students at Insan Cendekia Integrated Islamic Junior High School in Makassar. The exemplarity of PAI teachers is considered a crucial factor in shaping student morality, particularly regarding discipline in prayer times. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that the exemplarity of PAI teachers at Insan Cendekia Junior High School significantly influences the morality of students. PAI teachers who consistently perform prayers on time in front of students provide a tangible example that is easy to follow. Additionally, a holistic approach that integrates Islamic values into all aspects of school activities, along with continuous motivation and encouragement from teachers, helps students internalize the importance of prayer and time discipline. The implications of this research emphasize that the exemplarity of PAI teachers not only shapes the moral behavior of students but also strengthens their character and faith. Therefore, it is essential for Islamic educational institutions to ensure that PAI teachers not only possess good religious knowledge but also can serve as role models in daily religious practices. This research recommends continuous training and development for PAI teachers, integration of moral values into the curriculum, and collaboration with parents to create a consistent environment that supports the formation of student morality. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pengaruhnya terhadap moralitas peserta didik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Insan Cendekia Makassar. Keteladanan guru PAI dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam pembentukan moralitas peserta didik, khususnya dalam hal disiplin waktu salat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru PAI di SMP Insan Cendekia Makassar berperan signifikan dalam membentuk moralitas peserta didik. Guru PAI yang konsisten dalam menjalankan ibadah salat tepat waktu di depan peserta didik memberikan contoh nyata yang mudah ditiru. Selain itu, pendekatan holistik yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dalam seluruh aspek kegiatan sekolah, serta motivasi dan dorongan yang terus menerus dari guru, membantu peserta didik untuk menginternalisasi pentingnya salat dan disiplin waktu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru PAI tidak hanya membentuk perilaku moral peserta didik tetapi juga memperkuat karakter dan keimanan mereka. Dengan demikian, penting bagi institusi pendidikan Islam untuk memastikan bahwa guru PAI tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan yang baik tetapi juga mampu menjadi teladan yang baik dalam praktik keagamaan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi guru PAI, integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum, serta kerjasama dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang konsisten dalam mendukung pembentukan moralitas peserta didik.
PERANCANGAN SISTEM DATA PENERIMA BIBIT PERTANIAN DI KANTOR PERTANIAN PALOPO SYAHRIR, SYAHRIR; SARI, AYU RESTINA; KASMAN , AINUN FITRIA NUR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3736

Abstract

This journal discusses the design of a system for receiving agricultural seeds at the Palopo Agricultural Office. This system aims to increase the efficiency and effectiveness of the seed receiving process, as well as making it easier for farmers to access quality seeds. This system design includes requirements analysis, system design, and implementation. A needs analysis was carried out involving stakeholders, including agricultural office officers and farmers. System design includes development of workflows, forms, and databases. Implementation of the system is carried out through training for officers and outreach to farmers. ABSTRAKJurnal ini membahas perancangan sistem penerima bibit pertanian di Kantor Pertanian Palopo. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penerimaan bibit, serta memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses bibit berkualitas. Perancangan sistem ini meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, dan implementasi. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk petugas kantor pertanian dan petani. Desain sistem mencakup pengembangan alur kerja, formulir, dan database. Implementasi sistem dilakukan dengan pelatihan bagi petugas dan sosialisasi kepada petani.
BERFIKIR TEORITIS DAN GRAND TEORI DALAM ILMU SOSIAL ULFA, SANTI NOFRIA; FITRISIA, AZMI; FATIMAH , SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3737

Abstract

This article discusses critical thinking and grand theory in social sciences and their relationship in the social context of how to think theoretically in its application and development of grand theory in social sciences, writing this article uses a library method or literature study. Theoretical thinking uses a way to analyze, evaluate, and interpret information objectively to explain social phenomena that have the purpose of using abstract concepts and ideologies. Grand theory in social sciences seeks to provide a comprehensive framework of understanding of social structure, power dynamics, and the relationship between individuals and society. This article discusses how critical thinking and grand theory help in research studies or social scientists to analyze the truth and develop more relevant approaches through a review of the main theories in social sciences in the ever-evolving changes. It is concluded that critical thinking is an important element in formulating and developing grand theory in social sciences that can provide in-depth insights into social structure and social change. ABSTRAKArtikel ini membahas terkait berfikir kritis dan grand teori dalam ilmu sosial serta ketarkaitan keduanya dalam konteks sosial bagaimana berfikir teoritis dalam penerapannya dan pengembangan grand teori dalam ilmu sosial, penulisan artikel ini menggunakan motede kepustakaan atau studi literatur. Berfikir teoritis menggunaan cara untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menafsirkan informasi secara objektif untuk menjelaskan fenomena sosial yang memiliki tujuan penggunaan konsep-konsep dan ideologi abstrak. Grand teori dalam ilmu sosial berusaha untuk memberikan kerangka pemahaman yang menyeluruh mengenai struktur sosial, dinamika kekuasaan, serta hubungan antara individu dan masyarakat. Artikel ini membahas bagaimana berpikir kritis dan grand teori membantu dalam kajian penelitian atai ilmuan sosial untuk menganalisa kebenaran dan mengembangkan pendekatan yang lebih relevan melalui tinjauan terhadap teori-teori utama dalam ilmu sosial dalam perubahan yang terus berkembang. Maka disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan elemen penting dalam merumuskan dan mengembangkan grand teori dalam ilmu sosial yang dapat memberikan wawasan mendalam tentang struktur sosial dan perubahan sosial.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAJEMUK BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS 1 SD BERBASIS TEKNOLOGI RAMBE, MAHADI KESUMA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3738

Abstract

This study aims to measure the effectiveness of a differentiated learning approach using technology to improve reading skills among first-grade elementary school students. The primary issue underlying this research is the low reading skills of students caused by varying levels of ability within the classroom and the lack of adaptive teaching methods. A differentiated learning approach was selected to address individual student needs by grouping  them based on their initial abilities, while technology-based media was utilized to enhance student engagement and comprehension through visual, auditory, and interactive activities. This research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The subjects comprised 28 first-grade students, divided into three groups based on their reading abilities: beginner, intermediate, and advanced. The study was conducted in three key stages: a pretest to assess students' initial reading abilities, a four-session implementation of learning using technology-based media such as interactive videos, Canva, and Google Forms, and a posttest to measure learning outcomes. Observations were conducted during the sessions to record student engagement and responses to the media. The findings revealed a significant improvement in students' reading skills. The average pretest score of 6.5 increased to 8.25 in the posttest. The distribution of beginner-level students decreased from 50% to 20%, while advanced-level students increased from 10% to 30%. Technology-based media effectively enhanced student engagement, with an average score of 3.96 for visual engagement and 4.21 for media interaction. However, challenges were identified, including technical issues and the complexity of media for lower-ability students. The study concludes that a differentiated learning approach using technology is effective in improving reading skills, although improvements in media design are needed to ensure inclusivity for all ability levels. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pendekatan pembelajaran majemuk berdiferensiasi berbasis teknologi dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SD. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca siswa, yang disebabkan oleh perbedaan tingkat kemampuan dalam kelas serta kurangnya metode pembelajaran yang adaptif. Pendekatan majemuk berdiferensiasi dipilih untuk memenuhi kebutuhan individu siswa dengan mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan awal, sementara media berbasis teknologi digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui visual, audio, dan aktivitas interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas 1 SD, yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan kemampuan membaca: pemula, menengah, dan lanjutan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap utama: pretest untuk menilai kemampuan awal siswa, implementasi pembelajaran selama empat sesi menggunakan media berbasis teknologi seperti video interaktif, Canva, dan Google Forms, serta posttest untuk mengukur hasil pembelajaran. Observasi selama sesi pembelajaran digunakan untuk mencatat keterlibatan siswa dan respons terhadap media. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan membaca siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 6.5 meningkat menjadi 8.25 pada posttest. Distribusi siswa pada level pemula menurun dari 50% menjadi 20%, sedangkan kategori lanjutan meningkat dari 10% menjadi 30%. Media berbasis teknologi terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dengan skor rata-rata Keterlibatan Visual (3.96) dan Interaksi Media (4.21). Namun, beberapa tantangan ditemukan, seperti kendala teknis dan kompleksitas media untuk siswa dengan kemampuan rendah. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran majemuk berdiferensiasi berbasis teknologi efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa, meskipun perlu perbaikan pada media yang digunakan untuk memastikan inklusivitas bagi semua tingkat kemampuan.
PENDEKATAN TEORI BELAJAR KONTRUKTIVISME DALAM KURIKULUM MERDEKA MELALUI MEDIA ASMBLR 3D PADA MATERI FOTOSINTESIS YOGASWARA, MUHAMMAD REZA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3739

Abstract

This study explores the application of constructivism theory in the Independent Curriculum through 3D ASMBLR media on photosynthesis material. The focus of the study was to determine how 3D ASMBLR media can improve the understanding of fourth grade students of SDN 198/VI Ulak Makam, Tabir Ilir District, Merangin Regency. In constructivism-based learning, students play an active role in building knowledge through direct experience and social interaction. The Independent Curriculum provides flexibility in learning, in line with the objectives of 3D ASMBLR media which presents interactive visualizations to clarify complex photosynthesis concepts. This research method involved 25 students and consisted of three stages: planning, implementation, and evaluation. Data were obtained through observation, questionnaires, and evaluation tests before and after learning. The results showed a significant increase in student understanding and engagement. The average student score increased from 65 to 85 after using 3D ASMBLR. In addition, 92% of students reported that this media helped their understanding, while 88% felt more confident in group discussions. ASMBLR 3D media not only makes the learning process more interesting but also encourages collaboration and the development of critical skills and digital literacy. However, challenges in the form of technical issues and training needs for teachers are still found. Overall, this study confirms that the integration of technology in the Merdeka Curriculum can enrich the learning experience and significantly improve educational outcomes.. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi penerapan teori konstruktivisme dalam Kurikulum Merdeka melalui media ASMBLR 3D pada materi fotosintesis. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana media ASMBLR 3D dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN 198/VI Ulak Makam, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, siswa berperan aktif dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, sejalan dengan tujuan media ASMBLR 3D yang menghadirkan visualisasi interaktif untuk memperjelas konsep fotosintesis yang kompleks. Metode penelitian ini melibatkan 25 siswa dan terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes evaluasi sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterlibatan siswa. Skor rata-rata siswa meningkat dari 65 menjadi 85 setelah menggunakan ASMBLR 3D. Selain itu, 92% siswa melaporkan media ini membantu pemahaman mereka, sementara 88% merasa lebih percaya diri dalam diskusi kelompok. Media ASMBLR 3D tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik tetapi juga mendorong kolaborasi dan pengembangan keterampilan kritis serta literasi digital. Kendati demikian, tantangan berupa masalah teknis dan kebutuhan pelatihan bagi guru masih ditemukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka dapat memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan hasil pendidikan secara signifikan.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR PENGADILAN TATA USAHA NEGARA MAKASSAR IBRAHIM, IBRAHIM; TAMRIN, USMAN; AINI, NUR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3741

Abstract

In modern organizations, employee performance is one of the key factors in achieving the goals and vision of the institution. A conducive work environment and high work motivation are important elements that can improve employee performance. This study aims to determine the effect of the work environment and work motivation on employee performance at the Makassar State Administrative Court Office. The population of this study was 55 employees with a saturated sample method, where all members of the population were sampled. The data analysis method used the Multiple Linear Regression Analysis method by testing the classical assumptions first. The results of the multiple regression analysis showed that the regression coefficient value of the work environment variable produced was 0.353 with a positive coefficient sign. This means that the work environment variable has an effect on employee performance. Meanwhile, the regression value of the work motivation variable produced was 0.151 with a positive coefficient sign. However, in the t-test and its significance, the work motivation variable showed no effect on employee performance. This shows that although both variables contribute simultaneously, the contribution of one variable may not be strong enough to significantly affect employee performance. So the synergy between the work environment and work motivation is what gives a big influence, and the focus of management must be on how both factors can be optimized together to improve employee performance. ABSTRAKDalam organisasi modern, kinerja pegawai menjadi salah satu faktor kunci dalam mencapai tujuan dan visi instansi. Lingkungan kerja yang kondusif dan motivasi yang kerja yang tinggi merupakan elemen penting yang dapat meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar. Populasi penelitian ini sebanyak 55 orang pegawai dengan metode sampel jenuh, Dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Metode analisis data menggunakan metode Analisis regresi linear berganda dengan melakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel lingkungan kerja yang dihasilkan sebesar 0,353 dengan tanda koefisien positif. Artinya variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Sedangkan, nilai regresi variabel motivasi kerja yang dihasilkan sebesar 0,151 dengan tanda koefisien positif. Namun pada pengujian t dan signifikansinya variabel motivasi kerja menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap kinerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kedua variabel berkontribusi secara simultan, kontribusi dari salah satu variabel mungkin tidak cukup kuat untuk mempengaruhi kinerja pegawai secara signifikan. Sehingga sinergi antara lingkungan kerja dan motivasi kerja adalah yang memberikan pengaruh besar, dan fokus manajemen harus pada bagaimana kedua faktor tersebut dapat dioptimalkan secara Bersama- sama untuk meningkatkan kinerja pegawai.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBULU 1 KECAMATAN SEBULU, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA RAHMI, TASYA ALIYA; RUSDI, RUSDI; YULIAWATI , RATNA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3755

Abstract

High Blood Pressure or Hypertension is an increase in blood pressure in the arteries. Hypertension as a heterogeneous group of diseases can attack anyone from various age, social and economic groups. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between knowledge and attitudes regarding the incidence of hypertension in the work area of Sebulu 1 Community Health Center, Sebulu District. The type of research used is Cross Sectional. The sample in this study was 68 people suffering from hypertension in the working area of the Sebulu 1 Community Health Center, with samples taken using a purposive sampling technique. Analyzed using the Chi Square test. The results of the research obtained a frequency distribution of knowledge regarding the incidence of hypertension, as many as 68 respondents, 14 respondents (20.6%) had poor knowledge of hypertension, 26 respondents (38.2%) had moderate knowledge of hypertension, and 28 respondents (41,2%) had good knowledge of hypertension (2%). Attitudes regarding the incidence of hypertension, as many as 68 respondents, attitudes towards hypertension were poor, there were 3 respondents (4.4%), attitudes towards moderate hypertension were 60 respondents (88.2%) and knowledge regarding hypertension was good as many as 5 respondents (7.4%). Based on the analysis tests that have been carried out, significant results were obtained with a p value <0.001, so the distribution shows that the relationship between knowledge and attitudes and the incidence of hypertension has a significant relationship. ABSTRAKTekanan Darah Tinggi atau Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Hipertensi sebagai penyakit heterogeneous group of disease bisa menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur, sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap adanya kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sebulu 1 Kecamatan Sebulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas sebulu 1 berjumlah 68 orang dengan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi Pengetahuan dengan kejadian hipertensi, sebanyak 68 responden pengetahuan dengan hipertensi buruk sebanyak 14 responden (20,6%), pengetahuan dengan hipertensi sedang sebanyak 26 responden (38,2%) dan pengetahuan dengan hipertensi baik sebanyak 28 responden (41,2%). Sikap dengan kejadian hipertensi, sebanyak 68 responden sikap dengan hipertensi buruk sebanyak 3 responden (4,4%), sikap dengan hipertensi sedang sebanyak 60 responden (88,2%) dan pengetahuan dengan hipertensi baik sebanyak 5 responden (7,4%).Berdasarkan Uji analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil siginifikan dengan nilai p<0,001 maka distribusi bahwa hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi memiliki hubungan yang signifikan.
PENERAPAN STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM MENINGKATKAN KINERJA FRONT OFFICE DI HOTEL CAPA RESORT MAUMERE SANDRY, OKTAVIANUS NONG; MUSTAFA, INTAN; RETU, MARKUS KRISTIAN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3782

Abstract

The rapid growth of the hotel industry increases competition among hotels. To maintain service quality, hotels must ensure optimal employee performance so that guests feel comfortable and want to return. Good hotel service requires clear guidelines, namely Standard Operating Procedures (SOP) which must be followed by all employees. The aim of the research is to analyze the implementation of SOPs at the Front Office of the Capa Resort Maumere Hotel, identify factors that influence the implementation of SOPs, and evaluate the impact of implementing SOPs on employee work performance. This research method is descriptive qualitative. Data was collected through interviews, observation and documentation. The research results show that the implementation of SOPs in improving Front Office performance is providing consistent training, improving internal communication, providing adequate resources and regular evaluation of SOPs. Therefore, to increase the effectiveness of SOP implementation, it is recommended that training be conducted regularly, internal communications be strengthened, adequate resources provided, and regular evaluation of SOPs carried out to ensure that procedures remain relevant and effective. This approach will not only improve staff performance but will also provide a better experience for guests. ABSTRAKPertumbuhan industri hotel yang pesat meningkatkan persaingan di antara hotel. Untuk menjaga kualitas layanan, hotel harus memastikan kinerja karyawan optimal agar tamu merasa nyaman dan ingin kembali. Pelayanan hotel yang baik memerlukan pedoman jelas, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib diikuti oleh semua karyawan. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis penerapan SOP di Front Office Hotel Capa Resort Maumere, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan SOP, serta mengevaluasi dampak penerapan SOP terhadap kinerja kerja karyawan. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan SOP dalam meningkatkan kinerja Front Office adalah memberikan konsistensi pelatihan, peningkatan komunikasi internal, penyediaan sumber daya yang memadai dan evaluasi rutin terhadap SOP. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas penerapan SOP, disarankan agar pelatihan dilakukan secara berkala, komunikasi internal diperkuat, sumber daya yang memadai disediakan, dan evaluasi rutin terhadap SOP dilaksanakan guna memastikan bahwa prosedur tetap relevan dan efektif. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja staf tetapi juga akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi tamu.

Page 2 of 4 | Total Record : 34