cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 34 Documents clear
PERAN FILSAFAT ILMU DALAM MENGEMBANGKAN METODE PENELITIAN ILMIAH JABAR, SYABRAN; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3821

Abstract

Philosophy of science has a crucial role in building a framework of thinking that underlies the development of scientific research methods. This article aims to examine this role by highlighting three main aspects of the philosophy of science, namely ontology, epistemology and axiology, as a basis for the research process. This research uses a qualitative approach with a literature study method, analyzing relevant literature and philosophical theories of science. The study stages include explaining the relationship between philosophy of science and scientific methods, critical evaluation of the contribution of philosophy of science in validating and developing research methods, as well as examining the strengthening of philosophy in contemporary research practice. The results of the discussion show that the philosophy of science helps researchers clarify basic research concepts, determine appropriate paradigms, and ensure coherence between research objectives and the methods used. In addition, the philosophy of science encourages critical reflection on the basic assumptions of research so as to produce methods that are more relevant and adaptive to changes in the scientific context. The main conclusion of this article is that philosophy of science serves not only as a theoretical framework, but also as a practical tool in making methodological decisions, ultimately improving the quality and integrity of scientific research. This article is relevant for academics, researchers and practitioners who wish to deepen their understanding of the relationship between philosophy of science and research methods. ABSTRAKFilsafat ilmu memiliki peran krusial dalam membangun kerangka berpikir yang mendasari pengembangan metode penelitian ilmiah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran tersebut dengan menyoroti tiga aspek utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, sebagai landasan dalam proses penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis literatur dan teori-teori filsafat ilmu yang relevan. Tahapan kajian meliputi identifikasi hubungan antara filsafat ilmu dan metode ilmiah, evaluasi kritis terhadap kontribusi filsafat ilmu dalam validasi dan pengembangan metode penelitian, serta penelaahan terhadap implikasi filosofis pada praktik penelitian kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu membantu peneliti dalam memperjelas konsep dasar penelitian, menentukan paradigma yang sesuai, dan memastikan koherensi antara tujuan penelitian dengan metode yang digunakan. Selain itu, filsafat ilmu mendorong refleksi kritis terhadap asumsi-asumsi dasar penelitian sehingga menghasilkan metode yang lebih relevan dan adaptif terhadap perubahan konteks ilmiah. Simpulan utama dari artikel ini adalah bahwa filsafat ilmu tidak hanya berperan sebagai kerangka teoritis, tetapi juga sebagai alat praktis dalam pengambilan keputusan metodologis, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas dan integritas penelitian ilmiah. Artikel ini relevan bagi akademisi, peneliti, dan praktisi yang ingin memperdalam pemahaman tentang hubungan antara filsafat ilmu dan metode penelitian.
POSITIVISME: KONSEP, PERKEMBANGAN, DAN IMPLEMENTASI DALAM KAJIAN ILMU PENGETAHUAN DAN HUKUM HABIBANI, RHAYSYA ADMMI; FATIMAH, SITI; FITRISIA, AZMI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3831

Abstract

Positivism is a school of philosophy that emphasizes the importance of empirical observation and logic in developing knowledge. In science, positivism is the basis for the development of objective and measurable scientific methods. In law, positivism provides a foundation for understanding law as a system of rules originating from authorized authorities, without involving moral considerations or social values. This article examines the concept of positivism, its historical development, and its implementation in science and law. By conducting a critical analysis of positivist ideas, theoretical foundations, and their application in science and law, it can be concluded that positivism is still relevant as one of the main approaches in science. However, in science, an integrative approach that considers humanistic and multidisciplinary aspects can enrich the positivist method. However, in law, a method that combines moral principles and locality can improve the ability of law to meet the demands of a changing society. Thus, positivism is not the end of the search for knowledge and justice; it is a foundation that continues to develop in discussions with other approaches. Because of this flexibility, positivism is still relevant amidst the challenges and changes of an increasingly complex era. ABSTRAKPositivisme merupakan aliran filsafat yang menekankan pentingnya pengamatan empiris dan logika dalam mengembangkan pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan, positivisme menjadi dasar bagi pengembangan metode ilmiah yang objektif dan terukur. Dalam hukum, positivisme memberikan landasan untuk memahami hukum sebagai sistem aturan yang berasal dari otoritas berwenang, tanpa melibatkan pertimbangan moral atau nilai sosial. Artikel ini mengkaji konsep positivisme, sejarah perkembangannya, serta implementasinya dalam ilmu pengetahuan dan hukum. Dengan melakukan analisis kritis terhadap ide-ide positivis, landasan teoritis, dan penerapannya dalam ilmu pengetahuan dan hukum, dapat disimpulkan bahwa positivisme masih relevan sebagai salah satu pendekatan utama dalam ilmu pengetahuan. Namun, dalam ilmu pengetahuan, pendekatan integratif yang mempertimbangkan aspek humanistik dan multidisipliner dapat memperkaya metode positivis. Namun, dalam bidang hukum, metode yang menggabungkan prinsip-prinsip moral dan lokalitas dapat meningkatkan kemampuan hukum untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang terus berubah. Dengan demikian, positivisme bukan akhir dari pencarian pengetahuan dan keadilan; itu adalah pijakan yang terus berkembang dalam diskusi dengan pendekatan lain. Karena fleksibilitas ini, positivisme masih relevan di tengah tantangan dan perubahan zaman yang semakin kompleks.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KARIER TEKNIK MODELLING TERHADAPKEMATANGAN PILIHAN KARIER SISWA KELAS XI TKJ-1 SMK NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO’OA LAOLI, PIAN PUTRA JAYA; LASE, FAMAHATO; ZEBUA, ELIZAMA; DAMANIK, HOSIANNA R.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3842

Abstract

The aim of this research is to reveal the influence of career guidance services (X1) with modeling techniques (X2) on the maturity of career choices (Y), using associative strategy quantitative methods. The research location was SMK Negeri 1 Gunungsitoli Alo'oa, the research population was all class XI students and the sample was taken purposively as many as 64 people from two study groups. The data collection instrument was a closed questionnaire distributed to a number of respondents. The regression coefficient value of the career services variable is negative, namely 0.095, meaning that every 1.00% increase in career guidance services will be followed by an increase in career choice maturity of 0.095% assuming the other independent variables remain constant. The modeling technique (X2) partially has a significant effect on the maturity of career choices (Y). The regression coefficient value of the modeling technique (b2) is positive, namely 1.051, meaning that every 1.00% increase in the modeling technique will be followed by an increase in career choice maturity of 1.051% assuming the other independent variables remain constant. Variables X1 and X2 together have a significant effect on variable Y and every increase in X1 and The contribution of the influence of variables X1 and X2 to variable Y is 93.8%, while the remaining 7.2% is influenced by other variables that have not been studied. It is recommended for school counselors to provide career guidance services using modeling techniques to handle, develop and improve students' career maturity. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh layanan bimbingan karir (X1) dengan teknik modeling (X2) terhadap kematangan pilihan karir (Y) menggunakan metode kuantitatif strategi asosiatif. Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dan sampel diambil secara purposif sebanyak 64 orang dari dua rombongan belajar. Instrumen pengumpulan data adalah angket tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Nilai koefisien regresi variabel layanan karir bernilai negatif, yaitu 0,095 artinya setiap peningkatan layanan bimbingan karir sebesar 1,00% maka akan diikuti dengan peningkatan kematangan pilihan karir sebesar 0,095% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Teknik modeling (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kematangan pilihan karir (Y). Nilai koefisien regresi teknik modeling (b2) bernilai positif, yaitu 1,051, artinya bahwa setiap peningkatan teknik modeling sebesar 1,00% maka akan diikuti dengan peningkatan kematangan pilihan karir sebesar 1,051% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Y dan setiap peningkatan X1 dengan X2 sebesar 1,00% akan diikuti dengan peningkatan variabel Y sebesar 1,146. Sumbangan pengaruh variabel X1 dengan X2 terhadap variabel Y sebesar 93,8% sedangkan sisanya sebesar 7,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti. Disarankan kepada konselor sekolah untuk menyelenggarakan layanan bimbingan karir dengan teknik modeling untuk menangani, mengembangkan dan meningkatkan kematangan karir peserta didik.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK KONSELING BEHAVIORAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 6 IDANOGAWO ZEGA, SURIAWATI; LASE, FAMAHATO; DAMANIK, HOSIANNA R.; ZEBUA, ELIZAMA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3844

Abstract

Problems of developing and improving mental health can be addressed with group guidance services (BKp) behavioral counseling techniques. The aim of the research is to reveal the influence of BKp services (X1) and behavioral counseling techniques (X2) on improving mental health (Y), using associative strategy quantitative methods. The research location was SMP Negeri 6 Idanogawo, the research population was all class VIII students and the sample was taken purposively as many as 32 people. The data collection instrument was a closed questionnaire which was distributed to a number of respondents. Data were analyzed using multiple linear regression analysis to answer research questions according to the proposed hypothesis. The research results concluded that BKp services (X1) partially had a significant effect on improving mental health (Y). The regression coefficient value of the BKp service variable is negative, namely 5.279 and every increase in BKp services by 1.00% will be followed by an increase in mental health by 5.279%. Behavioral counseling techniques (X2) partially have a significant effect on improving mental health (Y). The regression coefficient value for behavioral counseling techniques is positive, namely 6.098 and every 1.00% increase in behavioral counseling techniques will be followed by an increase in mental health of 6.098%. Variables X1 and X2 together have a significant effect on variable Y and every increase in X1 and The contribution of the influence of variables X1 and X2 to variable Y is 91.80%, while the remaining 8.2% is influenced by other variables that have not been studied. It is recommended for school counselors to provide BKp services with behavioral counseling techniques to handle, develop and improve students' mental health. ABSTRAKMasalah pengembangan dan peningkatan kesehatan mental dapat dilakukan dengan layanan bimbingan kelompok (BKp) teknik konseling behavioral. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap pengaruh layanan BKp (X1) dan teknik konseling behavioral (X2) terhadap peningkatan kesehatan mental (Y), menggunakan metode kuantitatif strategi asosiatif. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 6 Idanogawo, populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII dan sampel diambil secara purposif sebanyak 32 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menjawab pertanyaan penelitian sesuai hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa layanan BKp (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesehatan mental (Y). Nilai koefisien regresi variabel layanan BKp bernilai negatif, yaitu 5,279 dan setiap peningkatan layanan BKp sebesar 1,00 % akan diikuti dengan peningkatan kesehatan mental sebesar 5,279 %. Teknik konseling behavioral (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesehatan mental (Y). Nilai koefisien regresi teknik konseling behavioral bernilai positif yaitu 6,098 dan setiap peningkatan teknik konseling behavioral sebesar 1,00 % akan diikuti dengan peningkatan kesehatan mental sebesar 6,098%. Variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Y dan setiap peningkatan X1 dengan X2 sebesar 1,00 % akan diikuti dengan peningkatan variabel Y sebesar 11,38. Sumbangan pengaruh variabel X1 dengan X2 terhadap variabel Y sebesar 91,80% sedangkan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti. Disarankan kepada konselor sekolah untuk menyelenggarakan layanan BKp teknik konseling behavioral untuk menangani, mengembangkan dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik.
KOMUNIKASI PEMASARAN KRIYA TENUN IKAT SEBAGAI PENDUKUNG KEBERLANJUTAN INDIKATOR PARIWISATA DI KABUPATEN SIKKA INTAN, AGUSTINA NONA; RETU, MARKUS KRISTIAN; SEDU, VIKTOR ARYESTIAN; MUSTAFA, INTAN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3851

Abstract

Woven fabric is a handicraft that has been passed down from generation to generation and has become a local cultural identity. Woven fabric can be used at traditional events, parties or when welcoming guests. Each motif on woven fabric has cultural meaning and moral values ??that can support tourism sustainability. The aim of this research is to determine marketing communications for weaving crafts as supporting the sustainability of tourism indicators in Sikka Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method with data collection techniques using interview, observation and documentation methods. The data analysis technique is carried out by reducing, presenting the data and drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of marketing communication strategies for weaving crafts supports the sustainability of tourism indicators, namely products, prices, places and promotions which include sales promotions and individual sales. Apart from that, digital media can also be used to increase the tourist attraction of woven sarongs. Carry out marketing through cultural performances which are regularly held every year and do marketing through educational tours about weaving crafts. ABSTRAKKain tenun merupakan hasil kerajinan tangan yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi identitas budaya setempat. Kain tenun dapat dipakai pada acara adat, pesta ataupun pada saat menyambut tamu. Setiap motif pada kain tenun memiliki makna budaya dan nilai moral yang dapat mendukung keberlanjutan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi pemasaran kriya tenun sebagai pendukung keberlanjutan indikator pariwisata di Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi, menyajikan data dan manarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran kriya tenun sebagai pendukung keberlanjutan indikator pariwista yaitu meliputi produk, harga, tempat dan promosi yang meliputi promosi penjualan dan penjualan perorangan. Disamping itu juga dapat menggunakan media digital untuk meningkatkan daya tarik pariwisata terhadap sarung tenun. Melakukan pemasaran melalui pentas budaya yang rutin diadakan setiap tahun dan melakukan pemasaran melalui wisata edukasi tentang kerajinan tenun.
GAMBARAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN (CATIN) PEREMPUAN TENTANG STUNTING DI KUA WEDI SUGITA, SUGITA; P., DWI RETNA; ERLYANA, ANGGITA RISMA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3964

Abstract

Brides-to-be (CATIN) are the foundation of a family. Before marriage, brides-to-be need to prepare their health condition to ensure a healthy pregnancy, give birth to healthy future generations, and create a quality family. Knowledge of brides-to-be (CATIN) about stunting is crucial to prevent health problems in children. This study aims to determine the level of knowledge of brides-to-be (CATIN) about stunting at KUA Wedi. The study employed a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. Data were collected using a questionnaire with a total sample of 32 respondents selected through a total sampling technique. Descriptive statistics were used to analyze the data. The findings revealed that knowledge based on age 20–35 years consisted of 47% of respondents with good knowledge and 47% with poor knowledge. Based on education, 50% of respondents with a secondary education level had poor knowledge. Most respondents who were working had poor knowledge at 47%. From the perspective of nutritional status, 38% of respondents with normal nutritional status had good knowledge. Experience in obtaining information influenced the level of knowledge; 53% of respondents who never received information had poor knowledge, while respondents who received information through mobile phones predominantly had good knowledge at 53%. In conclusion, the level of knowledge of brides-to-be (CATIN) at KUA Wedi about stunting was categorized as poor at 50%, fair at 3%, and good at 47%. ABSTRAKCalon pengantin (CATIN) merupakan awal terbentuknya keluarga. Sebelum menikah, calon pengantin perlu mempersiapkan kondisi kesehatan agar dapat menjalani kehamilan sehat, melahirkan generasi penerus yang sehat, dan menciptakan keluarga berkualitas. Pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan tentang stunting sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan mengenai stunting di KUA Wedi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dengan total sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berdasarkan usia 20–35 tahun terdiri dari 47% responden dengan pengetahuan baik dan 47% dengan pengetahuan kurang. Berdasarkan pendidikan, 50% responden dengan pendidikan menengah memiliki pengetahuan kurang. Sebagian besar responden yang bekerja memiliki pengetahuan kurang sebesar 47%. Dari status gizi, 38% responden dengan gizi normal memiliki pengetahuan baik. Pengalaman mendapatkan informasi memengaruhi tingkat pengetahuan; 53% responden yang tidak pernah mendapatkan informasi memiliki pengetahuan kurang, sedangkan responden yang mendapatkan informasi melalui HP mayoritas memiliki pengetahuan baik sebesar 53%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan di KUA Wedi mengenai stunting adalah kurang sebesar 50%, cukup sebesar 3%, dan baik sebesar 47%.
POLA KONSUMSI MAHASISWA PMI 3A TERHADAP TAYANGAN POLITIKA RESEARCH AND CONSULTING LESTARI, EDITH INDAH; HIDAYANTI, SAIRA; MARKHATUN, RISTI; RAHMA, NAKITA; NISA, PIA KHOIRATUN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3971

Abstract

The study reviewed PMI 3A student consumption pattern for Politika Research and Consulting on youtube, which presented analysis of social and political issues. With its extensive background in information media use of youtube, it is aimed at understanding student consumption patterns and their impact on understanding political issues. Research employs a qualitative approach with interviews, observation and content analysis. Studies suggest that the images influence students' cognitive understanding of political issues, shape a critical attitude toward public policy, and raise social consciousness. However, biases in content also generate subjective perceptions that influence student decision-making. To say, youtube can be an effective educational medium, but it requires digital literacy to prevent information error and build more objective understanding ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pola konsumsi mahasiswa PMI 3A terhadap tayangan Politika Research and Consulting di YouTube, yang menghadirkan analisis isu sosial dan politik. Dengan latar belakang maraknya penggunaan YouTube sebagai media informasi, penelitian ini bertujuan untuk memahami pola konsumsi mahasiswa serta dampaknya pada pemahaman isu- isu politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan tersebut memengaruhi pemahaman kognitif mahasiswa terhadap isu politik, membentuk sikap kritis terhadap kebijakan publik, dan meningkatkan kesadaran sosial. Namun, bias dalam konten juga memunculkan persepsi subjektif yang memengaruhi pengambilan keputusan mahasiswa. Kesimpulannya, tayangan YouTube dapat menjadi media edukatif yang efektif, namun memerlukan literasi digital untuk mencegah kesalahan informasi dan membangun pemahaman yang lebih objektif.
SISTEM APLIKASI PERSURATAN PADA KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KOTA PALOPO MELISHA, MELISHA; AFDALIA, NUR; SYAHRIR, SYAHRIR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4005

Abstract

The Palopo City Regional Office of the Ministry of Religion is the Ministry in charge of religious affairs. The Palopo City Ministry of Religion Regional Office has an important section in public service information, namely the One Stop Integrated Service Center section, which is a section that collects all forms of information related to activities in the field of mail information at the Paloo City Ministry of Religion Regional Office. PTSP employees will collect and process data on incoming and outgoing letters in writing correspondence using conventional methods. Based on the existing problems, an information system will be built that can help PTSP employees at the Regional Office of the Ministry of Religion, Palopo City. Based on the results of the black box test, this system runs well and as expected. Based on the User Acceptance Test (UAT) carried out by system users at the Regional Office of the Ministry of Religion, Palopo City, overall this system is easy to understand and meets expectations. ABSTRAKKantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo adalah Kementerian yang membidangi urusan keagamaan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo memiliki sebuah bagian penting dalam Informasi pelayanan publik yaitu bagian Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu sebuah bagian yang mengumpulkan segala bentuk Informasi yang berhubungan dengan kegiatan dalam bidang Informasi surat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Paloo. Pegawai PTSP akan mengumpulkan dan mengolah data surat masuk dan surat keluardalam pembuatan surat menyurat masih menggunakan cara yang konvensional. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka akan dibangun sebuah sistem Informasi yang dapat membantu para pegawai bagian PTSP di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo. Berdasarkan hasil uji blackbox sistem ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan pengujian User Acceptance Test (UAT) yang telah dilakukan oleh pengguna sistem di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo mengatakan secara keseluruhan sistem ini mudah dipahami dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN DALAM BIROKRASI: TANTANGAN DAN PELUANG DALIMUNTHE, IRA SHANTY; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4006

Abstract

Digital transformation in bureaucracy is an unavoidable phenomenon in the current era of globalization and technological advancement. This process not only changes the way the government delivers public services, but also demands fundamental changes in leadership philosophy. In this context, visionary, participatory, and adaptive leadership becomes very important. This study aims to explore the challenges and opportunities faced by the bureaucracy in the digital transformation process, and how leadership philosophy can influence the success of the transformation. Many civil servants are worried about losing their jobs due to automation, which results in resistance to the implementation of new technologies. In addition, inadequate technological infrastructure is a major obstacle to the implementation of effective digital systems. The role of leadership philosophy in this context is crucial. Visionary leadership is able to provide clear direction and motivate employees to adapt to change. Digital transformation in bureaucracy presents interrelated challenges and opportunities. Success in facing these challenges depends heavily on the leadership philosophy applied. With the right approach, the bureaucracy can transform to be more efficient, responsive, and able to meet the needs of this digital society era. This study is expected to provide insight for leaders and policy makers in formulating effective strategies to face digital transformation in the public sector. ABSTRAKTransformasi digital dalam birokrasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini. Proses ini tidak hanya mengubah cara pemerintah dalam menyampaikan layanan publik, tetapi juga menuntut perubahan mendasar dalam filsafat kepemimpinan. Dalam konteks ini, kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan adaptif menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh birokrasi dalam proses transformasi digital, serta bagaimana filsafat kepemimpinan dapat mempengaruhi keberhasilan transformasi tersebut. Banyak pegawai negeri yang merasa cemas akan kehilangan pekerjaan mereka akibat otomatisasi, yang mengakibatkan resistensi terhadap penerapan teknologi baru. Selain itu, infrastruktur teknologi yang tidak memadai menjadi penghambat utama dalam implementasi sistem digital yang efektif. Peranan filsafat kepemimpinan dalam konteks ini sangat krusial. Kepemimpinan yang visioner mampu memberikan arahan yang jelas dan memotivasi pegawai untuk beradaptasi dengan perubahan. Transformasi digital dalam birokrasi menghadirkan tantangan dan peluang yang saling berkaitan. Keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut sangat bergantung pada filosofi kepemimpinan yang diterapkan. Dengan pendekatan yang tepat, birokrasi dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang efektif untuk menghadapi transformasi digital di sektor publik.
PEMIKIRAN FILSAFAT POSTMODERN DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN YANG INKLUSIF HANIFAH, ZARMA; FATIMAH, SITI; FITRISIA, AZMI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4007

Abstract

The development of inclusive governance is both a challenge and a necessity in Indonesia, a country marked by immense cultural, religious, and ethnic diversity. This article analyzes the application of postmodern philosophical principles, such as pluralism and deconstruction, in fostering more inclusive governance. Using a qualitative approach and literature review, the study explores how decentralization and bureaucratic reform in Indonesia can adopt postmodern values to enhance representation and public participation. The findings indicate that while these principles are relevant, their implementation faces obstacles, including social inequality, limited infrastructure, and centralized policy dominance. Thus, strengthening local government capacities, systematic monitoring, and equitable resource distribution are essential for the successful adoption of postmodernism-based inclusive governance in Indonesia. This article aims to contribute theoretically and practically to the development of public policies adaptive to societal diversity. ABSTRAKPembangunan pemerintahan inklusif menjadi tantangan sekaligus kebutuhan di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya, agama, dan etnis yang sangat tinggi. Artikel ini menganalisis penerapan prinsip-prinsip filsafat postmodern, seperti pluralisme dan dekonstruksi, dalam membangun pemerintahan yang lebih inklusif. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, artikel ini mengeksplorasi bagaimana desentralisasi dan reformasi birokrasi di Indonesia dapat mengadopsi nilai-nilai postmodern untuk meningkatkan keterwakilan dan partisipasi masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip ini, meskipun relevan, masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan sosial, keterbatasan infrastruktur, dan dominasi kebijakan terpusat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pemerintah daerah, pengawasan yang sistematis, serta dukungan sumber daya yang lebih merata untuk memastikan keberhasilan implementasi pemerintahan inklusif berbasis postmodernisme di Indonesia. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kebijakan publik yang adaptif terhadap keberagaman masyarakat.

Page 3 of 4 | Total Record : 34