Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Ruang Lingkup prosiding Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan meliputi bidang Pendidikan Sosial dan Budaya, Pendidikan Kesehatan, Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan, Pendidikan Mitigasi Bencana, Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal, Pendidikan Literasi, Bahasa, Sastra dan Seni, Pendidikan Inklusi, Teknologi Pendidikan, Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran, dan Kebijakan Perencanaan dan Pengelolaan Pendidikan.
Articles
197 Documents
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Nilai Evaluasi Tahfizh Santriwan Kelas IV SD IT Al-Marhamah Langsa
Rizqi Julia Perdana Putri
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap nilai evaluasi tahfizh santriwan SD IT Al-Marhamah Langsa. Gaya belajar yang dimaksud pada pada penelitian ini yaitu gaya belajar menurut Bobby de Porter dan McHienarki yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear untuk menjawab rumusan masalah tentang pengaruh gaya belajar terhadap nilai evaluasi tahfizh santriwan kelas IV SD IT Al-Marhamah Langsa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Angket berisi 30 pertanyaan menggunakan skala Guttman dengan pilihan Ya atau Tidak. Setelah data angket dan dokumentasi berupa rapor evaluasi tahfizh santriwan pada kelas III semester genap tahun ajaran 2018/2019 diperoleh, selanjutnya peneliti menggunakan analisis regresi linear dimana data diolah menggunakan SPSS versi 17.0. Populasi dalam penelitian adalah siswa hafizh / santriwan SD IT Al-Marhamah Langsa tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 35 orang. Sampel merupakan keseluruhan populasi dikarenakan jumlah populasi kurang dari 100 orang. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh gaya belajar terhadap nilai evaluasi tahfizh santriwan kelas IV SD IT Al-Marhamah sebesar 0.023 atau 2,3%. Jadi, gaya belajar bukan variabel yang sangat mempengaruhi hasil tahfizh santriwan, namun terdapat 97,7% variabel lain baik dari internal maupun eksternal siswa.
Manajemen Psikologi Dakwah Dalam Membentuk Karakter Religius Generasi Muda
Sayni Nasrah;
Siraj Siraj;
Syahriandi Syahriandi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dakwah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan pihak sekolah dalam membentuk karakter religius generasi muda. Untuk itu diperlukan kemampuan dalam mengelola manajemen dakwah yang tidak terlepas dari konsep psikologi sebagai cerminan hidup kejiwaan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk manajemen psikologi dakwah dalam membentuk karakter religius generasi muda. Fokus penelitian ini adalah pengelolaan manajemen dakwah dalam organisasi keagamaan di SMA Negeri 1 Bireuen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologik naturalistik. Pengumpulan data menggunakan indepth interview, participant observation dan study documents. Analisis data menggunakan data reduction, data displays, dan conclusion drawing/verification. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen psikologi dakwah telah mampu membentuk generasi-generasi Qur’ani dan bermoral Islam. Kemampuan pengelolaan yang berhasil menggerakkan dan memacu generasi muda dengan penuh kesadaran sesuai ajaran Islam demi kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Generasi muda yang memiliki ikon ‘pelopor kebaikan’ dengan menyebarluaskan dakwah melalui berbagai kegiatan yang menarik dan kreatif.
Revitalisasi Norma Adat Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Aceh: Studi Pelaksanan Syariat Islam Sarana Pembinaan Karakter Masyarakat Di Wilayah Pantai Timur Aceh
Imam Hadi Sutrisno;
Hartutik;
Fitria Mustika
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan proses revitalisasi norma adat sebagai kearifan lokal masyarakat Aceh. Norma adalah harta budaya untuk setiap etnis. Norma hidup dan berkembang sesuai dengan keinginan masyarakat dalam bentuk adat, yang berarti bahwa lembaga-lembaga ini tanpa intervensi birokrasi akan berjalan sesuai dengan kemampuan mereka. Demikian juga norma yang dikembangkan di Wilayah Pantai Timur Aceh. Aceh Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mengandalkan tehnik pengamatan dan wawancara yang mendalam dalam proses pengumpulan data; dan mengandalkan tehnik interpretatif dalam proses analisis data kualitatif. Proses analisis dan pengumpulan data dalam penelitian ini berorientasi pada paradigma kritis yakni mengacu pada teori kritis budaya dan metode dekontruksi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keberadaan norma-norma adat yang sejatinya sebagai norma yang termuat dalam ajaran Islam, pola perilaku kehidupan tertata dengan baik dan mempunyai berpengaruh terhadap kharakter masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, penegakan norma adat digunakan dalam menyelesaikan masalah sosial di wilayah kota Langsa, Menjalankan syariat Islam secara kaffah akan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap karakter masyarakatnya. Oleh karenanya masyarakat percaya perlu adanya instansi dinas sebagai wasit atau hakim di masyarakat dalam menegakkan syariat Islam tersebut. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa nilai-nilai hukum dan norma adat yang menyatu dengan yang menyatu dengan Islam merupakan pandangan hidup (way of life) bagi masyarakat Aceh. Revitalisasi norma dan pelaksanaan syariat Islam di kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa berlangsung dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah kabupaten/kota. Secara universal masyarakat memahami bahwa syariat Islam muncul ketika masyarakat ingin menggali nilai-nilai lama yang luhur seperti pada zaman pemerintahan kesultanan tempo dulu.
Pembelajaran Tematik Berbasis Permainan Tradisional Aceh Untuk Menanamkan Karater Siswa Di Sekolah Dasar
Ronald Fransyaigu;
Bunga Mulyahati
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelaksanaan pembelajaran tematik menjadi sangat penting ketika kita berbicara tentang kurikulum yang berlaku sekarang, dimana muatan pembelajaran tematik menjadi hal yang wajib dilaksanakan di semua jenjang pendidikan di sekolah dasar. Nilai-nilai budi pekerti dan moral peserta didik yang ditanamankan dalam pembelajaran tematik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi. Tujuan artikel ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang teori pendidikan karakter yang terkandung dalam permainan tradisional Aceh dalm pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Data-data yang dikaji dalam artikel ini merupakan konseptual berdasarkan penelusuran pustaka yang telah dilakukan. Hasil yang ingin dicapai berlandaskan pada gagasan pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal berpijak pada keyakinan bahwa setiap strategi dan teknik tertentu dikembangkan untuk menjalankan kehidupan sesuai konteksnya. Provinsi Aceh memiliki permainan tradisional yang kaya nilai, dapat menstimulasi tumbuh kembang anak, sebagai sarana edukasi anak dan menanamkan karakter.
Nilai Tri Hita Karana Sebagai Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter
I Gede Sedana Suci
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan sebagai ujung tombak dalam membangun generasi muda dan peradaban melalui proses pembelajaran di sekolah bertujuan mengasah kemampuan, mempertajam daya pikir dan kreativitasnya serta emosionalnya. Semua kecerdasan tersebut akan menjadi pondasi bagi keselarasan kehidupan sesorang dalam membentuk karakter positif seseorang. Karakter seseorang dapat menjadi petunjuk jalan bagi orang tersebut untuk membedakan perbuatan benar dan perbuatan salah. Karakter juga dapat melandasi seluruh pengetahuan yang ia miliki menjadi bermanfaat bagi sesama. Pendidikan karakter yang bersumber pada nilai agama tentunya tidak bisa lepas dari Peraturan Pemerintah dan dalam proses pendidikannya akan saling melengkapi dan memperkaya nilai-nilai karakter tersebut. Salah satu konsep karakter dalam berperilaku dilandasi konsep Tri Kaya Parisudha, dimana karakter seseorang dapat terlihat dari perkataan, perbuatan dan paradigma berfikirnya, dimana lingkungan disekitarnya akan merasa harmonis didalam pergaulannya. Konsep kearifan lokal Tri Hita Karana dimana menekankan kita harus harmonis dengan Tuhan, sesama dan lingkungan, secara tidak langsung bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.Pendidikan karakter model ini sebagai solusi untuk memperbaiki degradasi moralitas atau degradasi karakter generasi muda saat ini.Kesadaran mengintegrasikan nilai-nilai karakter lokal yang ada melalui pendidikan akan efektif bagi penanaman tata nilai, budaya, dan ideologi secara utuh,
Analysis Of Mixed Codes And Duty Components In Aceh Php Song PHP (Excuse Me) : (Sociolinguistic Study)
Allif Syahputra Bania;
Rahmiati Rahmiati;
Surya Asra;
Merina Devira;
Maria Ulfa;
Nuraini Nuraini;
Nursamsu Nursamsu;
Rachmat Almi Putra
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini, semakin banyak penutur bahasa sering membingungkan penggunaan bahasa dalam lirik lagu (kode campuran). Lirik lagu adalah bentuk komunikasi antara penulis lagu dan pendengar yang tentunya mengandung beberapa komponen ucapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kode campuran dalam lirik lagu Aceh dan memeriksa komponen pidato yang terkandung dalam lirik lagu Aceh berdasarkan konteks SPEAKING dari Hymes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data penelitian adalah lirik lagu PHP (permisi) yang terdapat dalam album Boh Hate-Bergek. Pengumpulan data menggunakan merujuk ke metode dengan teknik melihat atau observasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jenis kode campuran yang terkandung dalam lirik lagu PHP (permisi) adalah jenis kode campuran yang berasal dari bahasa Aceh dan bahasa Indonesia lalu mencampur kode keluar yang bersumber dari bahasa Inggris. Seluruh komponen pidato ditemukan dalam lirik lagu PHP (permisi).
Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Sebagai Penguatan Gerakan Literasi Sekolah
Devy Riri Yuliyani;
Dian Ikawati Rahayuningtyas
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan program gerakan penumbuhan budi pekerti yang diharapkan implementasinya mampu membentuk ekosistem sekolah yang literat dan sebagai penguatan pendidikan karakter. Pembelajaran berbasis multiple intelligences ini dapat memberikan kebebasan siswa untuk berkreasi dan memanfaatkan kecerdasan majemuk yang dimiliki guna mengembangkan keterampilan literasinya sehingga diharapkan mampu memberikan inovasi baru dan sebagai alternatif guru dalam menerapkan penguatan GLS di SD sehingga tujuan program GLS menjadi lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences dapat meningkatkan kreatifitas dan sikap siswa. Peneliti menggunakan penilaian sikap pada proses pembelajaran diantaranya penilaian sikap disiplin, kreatif, komunikatif dan toleransi. Siswa menjadi lebih bebas mengekspresikan kemampuannya dan mampu memunculkan potensi yang dimilikinya sehingga pembelajaran di dalam kelas menjadi aktif dan tidak membosankan. Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis multiple intelligences dapat diterapkan sebagai penguatan Gerakan Literasi Sekolah.
Pengaplikasian Pembelajaran Dengan Menggunakan Irama Lagu “Balonku Ada Lima” Sebagai Media Untuk Mengenalkan Berbagai Alat Indera Pada Manusia Dengan Menggunakan Bahasa Inggris Di TK Perwanis Medan
Halimatus Sadiah;
Mauliadi Mauliadi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian berbentuk mini research ini adalah untuk mengetahui bagaimana antusiasme para siswa di TK Perwanis Medan dalam pengaplikasian pembelajaran dengan menggunakan irama lagu “Balonku Ada Lima” sebagai media untuk mengenalkan berbagai alat indera pada manusia dengan menggunakan bahasa inggris. Metode pengambilan sampel dalam mini research ini adalah dengan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan menetapkan satu rombogan belajar yang terdiri dari 17 siswa sebagai sampel penelitian. Jenis penelitian dalam mini research ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan mengaplikasikan pembelajaran dengan menggunakan irama lagu “Balonku Ada Lima” sebagai media untuk mengenalkan berbagai alat indera pada manusia dengan menggunakan bahasa inggris. Adapun hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan pelaksanaan mini research yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai adalah sebagai berikut : peneliti melihat para siswa tampak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pengaplikasian dengan menggunakan irama lagu “Balonku Ada Lima” sebagai media untuk mengenalkan berbagai alat indera pada manusia DENGAN menggunakan bahasa inggris. Hal ini dikarenakan, irama lagu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti sangat familiar yaitu lagu “Balonku Ada Lima”. Sehingga, meskipun menggunakan bahasa inggris alat-alat indera sangat mudah diingat dan dipahami oleh siswa sehingga kondisi kelas menjadi lebih menarik, menyenangkan, seru dan semangat.
Pemaknaan Simbolik Dalam Antologi Cerpen-Cerpen Sufisme Danarto
Baihaqi Baihaqi;
Imran Imran;
Imam Hadi Sutrisno
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendetail makna-makna simbolik yang terdapat dalam antologi cerpen-cerpen sufisme danarto dimana pengarang mempunyai pola dan kepekaan dalam memilih latar dan tema dalam karya-karyanya. Hal ini terwujud dikarenakan tema utama yang sering ditampilkan diambil dari fenomena sosial dan budaya Jawa namun juga tradisi kerohanian timur sehingga bentuk-bentuk artistik merupakan perlambangan simbol yang ada di alam semesta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui analisa teks. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa makna-makna simbolik terwujud dalam beberapa antologi cerpen-cerpen sufisme terutama makna simbolik melalui tokoh rintrik dalam antologi cerpen Godlob, tokoh wanita dalam kisah nabi sulaiman pada cerpen kecubung pengasihan, simbol alkitab dalam cerpen Asmaradana, simbol malaikat jibril menurunkan wahyu seperti layang-layang pada cerpen Mereka Toh Tidak Mungkin Menyaring Malaikat, simbol tasawuf dan cerita nabi dalam cerpen Adam Ma’rifat, simbol kematian dalam cerpen Dinding Anak, simbol perhubungan yang harmonis antara manusia dan makhluk lainnya dalam cerpen Gaharu dan simbol ayat-ayat suci dalam cerpen Lempengan-Lempengan Cahaya serta simbol bunga melati pada cerpen Setangkai Melati di Sayap Jibril. Dari hasil penelitin ini disimpulkan bahwa pengarang senantiasa memasukan makna-makna simbolik untuk memperkuat entitas karyanya sebagai karya sastra bercorak sufisme dan penciptaan karya sastra bercorak sufisme merupakan keupayaan untuk mencernakan pengalaman kerohanian yang disebut dengan tazkiyah al-nafs
Strategi Bengkel Literasi Dalam Menciptakan Pembelajaran Literasi Yang Efektif Di Sekolah Dasar
Bunga Mulyahati;
Ronald Fransyaigu
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian yang mengungkap mengenai rendahnya angka literasi di Indonesia salah satunya adalah penelitian “World”s Most Literate Nations” dari Central Connecticut State University (CCSU). Peringkat literasi Negara Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negera yang dilakukan survey. Studi ini dilakukan pada perilaku literasi berdasar pada lima indikator kesehatan literasi negara, dimana salah satu indikatotmya adalah pendidikan. Penggunaan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran literasi merupakan faktor pendukung terciptanya pendidikan literasi yang maksimal. Strategi bengkel literasi adalah strategi pengembangan keterampilan literasi yang menekankan pada pengoptimalan keterampilan literasi yang telah dimiliki siswa melalui program yang berkesinambungan dan terarah dengan dua aktivitas utama yakni membaca dan menulis. Pembelajaran literasi yang efektif perlu memperhatikan strategi mengajar serta pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan latar belakang siswa sehingga akan berdampak pada pencapaian kompetensi siswa.