cover
Contact Name
Muhammad Fahmi
Contact Email
jurnalsostech@gmail.com
Phone
+62895352497063
Journal Mail Official
jurnalsostech@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H No. 1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sosial dan Teknologi
ISSN : 27745147     EISSN : 27745155     DOI : 10.36418
Journal of Social Technology is a journal published once a month by CV. Syntax Corporation Indonesia. The Journal of Social Technology will publish scientific articles in the broad scope of social sciences and broad technological sciences such as information systems, information technology, and engineering sciences (mechanical, civil, industrial, electrical and others). Published articles are articles from research, studies, lectures or critical and comprehensive scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 928 Documents
Aspek Tindak Pidana Penyebaran Konten Asusila LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di Media Sosial Putri, Febrilia Ivana; Soekorini, Noenik; Taufik, Moh.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32704

Abstract

Perkembangan media sosial telah memfasilitasi penyebaran konten asusila, termasuk yang bermuatan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), sehingga memunculkan persoalan hukum terkait klasifikasi tindak pidana dan upaya pertanggungjawaban pidananya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek tindak pidana dari penyebaran konten asusila LGBT di media sosial serta mengkaji mekanisme pertanggungjawaban pidana bagi pelakunya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach), melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran konten asusila LGBT dikategorikan sebagai tindak pidana bukan berdasarkan orientasi seksual, melainkan karena muatan asusila yang disebarluaskan ke publik. Pertanggungjawaban pidana dikenakan dengan melihat unsur kesengajaan pelaku, dan sanksinya diatur dalam Undang-Undang Pornografi (UU No. 44 Tahun 2008) serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU No. 1 Tahun 2024). Namun, efektivitas penegakan hukum masih mengalami kendala seperti ketidakjelasan norma, inkonsistensi aparat, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Simpulan penelitian menekankan pentingnya penegakan hukum yang objektif—berfokus pada perbuatan, bukan identitas—serta perlunya peningkatan kepastian hukum, profesionalisme penegak hukum, dan edukasi masyarakat untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan penyebaran konten asusila di ruang digital.
Tinjauan Yuridis Perbandingan KUHP Lama dan KUHP Baru dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia Dwijayanto, Reno Apri
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32705

Abstract

Sistem peradilan pidana Indonesia telah lama berlandaskan pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) warisan kolonial yang dinilai kurang responsif terhadap perkembangan nilai-nilai masyarakat modern dan prinsip hak asasi manusia. Sebagai upaya pembaruan, pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagai instrumen hukum pidana nasional yang baru.  Penelitian ini menganalisis perbandingan KUHP lama (WvS) dan KUHP baru (Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023) serta implikasinya terhadap penegakan hukum pidana. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa KUHP baru membawa perubahan substansial, antara lain penghapusan dikotomi kejahatan dan pelanggaran, pengakuan korporasi sebagai subjek hukum pidana, perumusan tujuan pemidanaan, serta pengakuan terbatas terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat. Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran paradigma pemidanaan menuju pendekatan yang lebih berimbang dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan terkait kesiapan aparat penegak hukum dan harmonisasi peraturan, sehingga efektivitas KUHP baru sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan profesionalisme institusi penegak hukum.
Tinjauan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Kuhp) Baru Prameswari, RR Sita
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32706

Abstract

Pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) merupakan langkah penting dalam upaya membangun sistem hukum pidana nasional yang lebih sesuai dengan nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta perkembangan masyarakat Indonesia. Pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026 menandai berakhirnya penggunaan hukum pidana peninggalan kolonial dan menghadirkan berbagai perubahan mendasar, baik dari segi paradigma pemidanaan maupun substansi pengaturan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah pembaruan KUHP Nasional serta implikasinya terhadap sistem hukum pidana dan kebebasan sipil di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui kajian peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Baru mengedepankan pendekatan korektif, restoratif, dan rehabilitatif melalui penerapan double track system, serta berupaya menyesuaikan hukum pidana dengan dinamika sosial modern. Namun demikian, sejumlah ketentuan masih berpotensi menimbulkan multitafsir dan tantangan implementasi, khususnya terkait perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan sipil. Oleh karena itu, keberhasilan KUHP Nasional sangat bergantung pada kesiapan aparat penegak hukum, harmonisasi regulasi, serta sosialisasi dan pengawasan yang berkelanjutan.
Artificial Intelligence in Healthcare in Indonesia: Are We Ready to Race for Golden Indonesia 2045? Sadwika, I Wayan
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32707

Abstract

Indonesia stands at a decisive moment in implementing artificial intelligence (AI) to advance its healthcare system toward the Golden Indonesia 2045 vision. Despite promising clinical results, substantial gaps in infrastructure, regulation, and workforce capacity persist. This analytical review evaluates the current implementation of AI in Indonesian healthcare, identifies key barriers, and proposes strategic recommendations to achieve equitable and responsible AI integration aligned with national development goals. A narrative synthesis was conducted using targeted literature from PubMed, Google Scholar, Garuda, and SINTA (2020–2025), supplemented by national policy documents, SATUSEHAT governance reports, and Delphi consensus studies. Forty-two sources addressing clinical applications, regulatory frameworks, infrastructure, workforce readiness, and equity were thematically analyzed. Comparative benchmarking included regional maturity catalogues and international standards (EU AI Act, Singapore, Australia). AI demonstrates strong efficacy in diagnostics (e.g., 89.3% accuracy in diabetic retinopathy screening), telemedicine, and chronic disease management. However, Indonesia’s AI healthcare maturity score (52/100) lags behind Singapore (92) and Malaysia (78), constrained by fragmented regulation, rural digital divides, limited workforce AI literacy (≈58.7% lacking competence), and governance gaps in transparency and explainability. Coordinated policy reform, infrastructure investment, workforce training, and equity-focused implementation are essential to prevent technological dependency and fulfill AI’s potential for achieving universal health coverage by 2045.
Perbandingan Efektivitas Ketamin-Midazolam Versus Ketaminpropofol Untuk Sedasi Prosedural Pediatrik: Sebuah Tinjauan Sistematis Adhadi, Harits Hammam; Arum, Cyntia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32708

Abstract

Manjemen sedasi pada pediatri memerlukan agen yang aman dengan pemulihan cepat. Ketamin dalam dosis rendah digunakan sebagai obat penenang dengan sifat analgesik dan penginduksi tidur, tetapi penggunaanya sendiri dapat menimbulkan efek samping seperti kecemasan, halusinasi, mual dan muntah. Pengurangan dosis dan penggunaannya dalam kombinasi dengan obat penenang lain dapat mengurangi efek samping dari ketamin. Ketamin sering dikombinasikan dengan midazolam atau propofol untuk meminimalkan efek samping. Namun, literatur mengenai kombinasi mana yang lebih unggul dalam hal profil pemulihan dan stabilitas hemodinamik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan kombinasi Ketamin-Midazolam (KM) versus Ketamin-Propofol (KP) pada prosedural sedasi pediatri. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Cochrane Library hingga Desember  2025. Studi yang disertakan meliputi uji klinis, studi observasional, dan data dunia nyata yang melibatkan pasien anak. Parameter utama yang dinilai meliputi waktu pemulihan (buka mata, napas spontan), stabilitas hemodinamik (denyut jantung, saturasi oksigen), dan skor agitasi atau nyeri pascaoperasi. Empat studi telah dianalisis dalam studi ini. Hasil dari studi tersebut menunjukkan variasi. Kombinasi KM ditemukan memberikan waktu pemulihan dini yang lebih cepat pada prosedur sirkumsisi. Namun, kombinasi KP (Ketofol) menunjukkan keunggulan dalam stabilitas denyut jantung pada prosedur kedokteran gigi dan skor agitasi serta pemulihan yang lebih baik pada prosedur pasca-tonsilektomi. Baik KM maupun KP efektif untuk sedasi anak. Pemilihan kombinasi harus mempertimbangkan jenis prosedur; KM mungkin lebih unggul untuk pemulihan waktu yang sangat singkat, sementara KP memberikan profil hemodinamik dan kenyamanan pasca-prosedur yang lebih stabil pada tindakan yang lebih kompleks.
Konstruksi Hak Bantuan Hukum dalam KUHAP 2025 dan Implikasinya Terhadap Sistem Peradilan Pidana Tanmadibrata, Rayner
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32709

Abstract

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) membawa pembaruan penting dalam pengaturan hak tersangka, khususnya terkait bantuan hukum. Pembaruan tersebut tidak hanya tercermin dalam Pasal 31 mengenai kewajiban pemberitahuan hak, tetapi terutama dalam Pasal 142 yang secara sistematis merumuskan hak-hak fundamental Tersangka atau Terdakwa, termasuk hak untuk mendapat pendampingan Advokat dalam setiap pemeriksaan. Namun demikian, pengaturan tersebut tidak disertai kewajiban normatif bagi penyidik untuk menghadirkan penasihat hukum sebagai pemenuhan hak tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi normatif hak bantuan hukum dalam KUHAP 2025 serta implikasinya terhadap perlindungan hak tersangka dalam sistem peradilan pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan bantuan hukum sebagai hak opsional tanpa kewajiban aktif negara berpotensi mereduksi efektivitas perlindungan hak tersangka dan menjadikan hak tersebut bersifat formalistik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan norma agar hak bantuan hukum tidak hanya bersifat deklaratif, melainkan juga operasional dalam menjamin akses terhadap keadilan.
Komunikasi Interpersonal Psikolog Klinis dan Remaja dalam Menangani Kasus Depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Rahmadina, R’sya; Dwivayani, Kadek Dristiana; Juwita, Rina; Ibrizah, Ziya
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32710

Abstract

Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu kunci utama dalam proses terapi, terutama bagi remaja yang cenderung tertutup dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi. Salah satu upaya yang dilakukan psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam adalah dengan memberikan konseling yang aman dan nyaman kepada remaja depresi melalui kemampuan komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal psikolog klinis dan remaja dalam menangani kasus depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam serta mengkajinya dengan Teori Kognitif Sosial dan lima konsep komunikasi interpersonal yakni konsep keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan ekualitas. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research), yang pengumpulan data dan hasilnya diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap psikolg klinis dan para remaja depresi yang menjadi pasien di RSJD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal psikolog klinis melalui lima konsep memberi dampak positif terhadap proses penyembuhan dan penanganan kasus depresi bagi remaja di RSJD. Secara kesimpulan, komunikasi interpersonal yang efektif—yang mengintegrasikan kelima aspek tersebut berperan penting dalam membangun hubungan terapeutik, meningkatkan keterlibatan remaja dalam terapi, dan mendukung pemulihan kesehatan mental mereka. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi komunikasi interpersonal bagi praktisi kesehatan mental dalam menangani depresi pada populasi remaja.
Strategi Pemasaran Nutritional Heritage: Transformasi UMKM ‘‘Salmontok‘‘ Berbasis Ekonomi Sirkular Menuju Pasar Premium Unsiya, Siti; Widjaja, Bernard T.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32711

Abstract

Pergeseran pola konsumsi masyarakat menuju gaya hidup sehat dan berkelanjutan membuka peluang besar bagi produk pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran komprehensif bagi Salmontok, sebuah UMKM pengolah limbah kulit ikan salmon di Bali, dalam melakukan transisi dari skala mikro ke pasar premium. Menggunakan kerangka kerja STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan bauran pemasaran 4P, artikel ini menganalisis bagaimana integrasi nilai ekonomi sirkular dan manfaat nutrisi fungsional dapat menjadi keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha Salmontok dalam jangka waktu 3–5 tahun, dengan fokus pada penguatan struktur pemasaran dan perluasan jangkauan pasar secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian terapan (applied research). Metode studi kasus digunakan untuk menganalisis dinamika internal dan eksternal melalui wawancara, observasi, survei terhadap lebih dari 100 responden, serta analisis matriks SWOT dan TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Salmontok dinilai sangat layak secara pasar (Market Viable) dengan minat beli ulang yang tinggi dan ceruk pasar yang jelas di kalangan konsumen health-conscious dan wisatawan. Strategi utama yang dirumuskan meliputi transformasi kapasitas produksi melalui mekanisasi dan implementasi strategi pemasaran Hybrid Channel (kombinasi digital dan offline premium).Salmontok perlu memposisikan diri sebagai "Nutritional Heritage Snack" untuk meningkatkan nilai tawar produk. Investasi strategis sebesar Rp850 juta dengan alokasi anggaran pemasaran sebesar 21% diproyeksikan mampu mengatasi kendala operasional, memperluas distribusi nasional di 8 kota besar, serta menjamin keberlanjutan bisnis berbasis potensi lokal.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Prima Indonesia Angkatan 2022 Faiqah, Annisa; Lumban Tobing, Andrico Napolin
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas pada mahasiswa, termasuk mahasiswa kedokteran, menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik dan dipengaruhi gaya hidup modern seperti tingginya konsumsi makanan cepat saji.  Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2022.  Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (Medan) pada Oktober–Desember 2025. Populasi berjumlah 200 mahasiswa, dengan sampel 67 responden yang dipilih melalui purposive sampling.  Data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian obesitas ditentukan melalui pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung IMT.  Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05.  Hasil menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas (p=0,003); kelompok konsumsi jarang didominasi status gizi normal, sedangkan kelompok konsumsi sering lebih banyak berada pada kategori obesitas tingkat I.  Dengan demikian, konsumsi makanan cepat saji berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas pada responden, sehingga diperlukan penguatan edukasi gizi dan intervensi gaya hidup sehat di lingkungan kampus.
An LSTM-Based Framework For Short-Term Solana Price Prediction Herdian, Cevi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32715

Abstract

This study examines short-term Bitcoin price dynamics using a Long Short-Term Memory (LSTM) neural network trained on hourly SOL/USDT data from the Binance exchange. To address the nonlinear and noise-dominated nature of cryptocurrency markets, the model is designed to capture momentum patterns and temporal dependencies rather than rely on linear forecasting assumptions. The prediction task, framed as a univariate regression problem with the daily high price as the target variable, is evaluated using a strictly out-of-sample framework. Empirical results show that despite considerable market volatility, the LSTM model demonstrates strong statistical performance. The model’s RMSE of 10.53, MAE of 8.76, MSE of 110.92, MAPE of 6.09%, and R² of 0.78 indicate that its nonlinear architecture captures a substantial portion of price volatility. In terms of absolute price, the model achieved an RMSE of USD 3,619.74, an MAE of USD 2,989.73, a MAPE of 2.82%, and an R² of 0.90, demonstrating its robustness in both normalized and real-scale assessments. Forecasts suggest that SOL prices are likely to decline from USD 88,425.62 to USD 85,497.88 over the next five days, reflecting a persistent short-term bearish trend with wide prediction intervals of around USD 6,000, indicating substantial uncertainty. These findings imply that LSTM models can effectively extract trend and regime-related information, making them valuable as risk-aware decision-support tools rather than deterministic forecasting systems—even though accurate short-term price-level prediction remains challenging.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 9 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 8 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 11 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 10 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 9 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 11 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 10 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 8 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 7 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 7 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 5 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 12 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 11 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 10 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 7 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 6 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH) Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi More Issue