cover
Contact Name
jhoni lagunsiang
Contact Email
jhonilagunsiang@yahoo.co.id
Phone
+6282195680125
Journal Mail Official
wahanapendidikan77@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Halmahera. Desa Galala Sofifi
Location
Kota tidore kepulauan,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
ISSN : 20895364     EISSN : 26228327     DOI : https://doi.org/10.5281
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan (JIWP) Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang pendidikan . Jurnal ini terbit 4 bulanan, yaitu bulan April, Agustus dan Desember. *Ruang Lingkup* Memuat hal kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja dan memfasilitasi belajar di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan. *Deskripsi* Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan yakni perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi dan penelitian dalam bidang pendidikan, pembelajaran dan evaluasi. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan kawasan pendidikan.
Articles 9,291 Documents
KEKUATAN HUKUM AKTA PERDAMAIAN (ACTA VAN VERGELIJK) HASIL MEDIASI MENURUT PASAL 130 HIR (Studi Putusan No. 13/PDT.G/2013/PN.KPG) Rizka Azzahra; Maryati Bachtiar; Ricki Musliadi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the issues that often arises in an agreement is default (wanprestasi), which can result in losses for the creditor. In civil court practice, the judge generally offers settlement through reconciliation. If the parties agree, the court will issue a Settlement Deed (Akta Perdamaian) that has binding legal force, legal certainty, and executory power. This study employs a normative juridical research method using a legislative and case approach, examining Article 130 HIR and its application in Decision Number 13/PDT.G/2013/PN.KPG. The analysis concludes that the settlement deed, which should have served to finally and bindingly end the dispute, actually gave rise to new legal problems due to alleged breach, prompting the plaintiff to file a new lawsuit that proceeded through cassation. This situation reveals a discrepancy between the legal position of the settlement deed as a final, enforceable decision and the practice of courts accepting new lawsuits, thereby creating legal uncertainty. The appropriate legal remedy when a party breaches a settlement deed is the execution mechanism, not a new civil lawsuit..
REFORMULASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA Muthiya .; Syaifullah Yophi Ardiyanto; Elmayanti .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan serius yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial korban. Meskipun telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), perlindungan hukum bagi korban dalam praktiknya masih belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban KDRT masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Diperlukan reformulasi hukum pidana yang mencakup pengakuan kelompok rentan (penyandang disabilitas dan lansia), penguatan mekanisme restitusi dan kompensasi, perlindungan saksi, reformulasi delik aduan dalam tindak pidana KDRT, serta penguatan sanksi terhadap aparat penegak hukum yang mengabaikan laporan korban. Reformulasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan sistem perlindungan korban KDRT yang lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada korban.
SINKRONISASI PENGATURAN RANGKAP JABATAN MENTERI DALAM BADAN PENGELOLA INVESTASI DAYA ANAGATA NUSANTARA (DANANTARA) DITINJAU BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Safarudin .; Emilda Firdaus; Ledy Diana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan rangkap jabatan menteri dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) serta mengkaji implikasi yuridis dari ketidaksinkronan pengaturannya terhadap kepastian hukum di Indonesia. Permasalahan penelitian difokuskan pada adanya pertentangan norma antara Pasal 23 huruf c UU No. 61 Tahun 2024 tentang Kementerian Negara yang melarang menteri merangkap jabatan, dengan Pasal 33 PP No. 10 Tahun 2025 yang justru memberikan ruang bagi menteri untuk merangkap jabatan dalam struktur Danantara. Penelitian menggunakan metode hukum normatif terhadap taraf sinkronisasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat disharmonisasi norma yang bertentangan dengan asas hierarki peraturan perundang-undangan (lex superior derogat legi inferiori), sehingga ketentuan PP yang membolehkan rangkap jabatan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Ketidaksinkronan ini menimbulkan implikasi yuridis berupa ketidakpastian hukum, potensi cacat hukum dalam pengambilan kebijakan, serta pelanggaran terhadap prinsip negara hukum dan AUPB, khususnya terkait transparansi, akuntabilitas, dan pencegahan konflik kepentingan.
PERBANDINGAN MEKANISME PEREKRUTAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI INDONESIA DENGAN VERFASSUNGSGERICHTSHOF AUSTRIA Jabriel Hatim; Junaidi .; Muhammad Zulhidayat
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakim konstitusi, sebagai pejabat yang menjalankan kekuasaan yudisial, harus memiliki integritas, karakter yang tak tercela, menjunjung tinggi keadilan, dan menunjukkan kepemimpinan negara untuk mewujudkan cita-cita supremasi hukum dan demokrasi demi kehidupan nasional dan negara yang bermartabat. Terlepas dari beragamnya mekanisme seleksi, struktur rekrutmen hakim Mahkamah Konstitusi dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pertimbangan politik dan kompetensi profesional dalam lembaga peradilan konstitusi. Dengan memberikan wewenang kepada tiga cabang pemerintahan, sistem ini diharapkan dapat mencegah dominasi kekuasaan tunggal dan memastikan independensi kelembagaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan mekanisme rekrutmen hakim Mahkamah Konstitusi di Indonesia dan Austria. Penelitian ini berfokus pada aspek prosedural dan kelembagaan, serta prinsip independensi dan akuntabilitas dalam proses seleksi hakim konstitusi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan hukum komparatif, berdasarkan tinjauan pustaka peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan karya ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme rekrutmen di Indonesia melibatkan tiga cabang kekuasaan negara—Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Mahkamah Agung—masing-masing dengan wewenang untuk menominasikan kandidat, menekankan prinsip checks and balances (pengawasan dan keseimbangan). Sebaliknya, mekanisme rekrutmen Austria cenderung lebih terpusat, melibatkan Pemerintah Federal dan parlemen, memprioritaskan stabilitas kelembagaan dan kualifikasi profesional. Meskipun kedua negara memiliki tujuan yang sama untuk menjaga independensi peradilan konstitusional, perbedaan signifikan dalam mekanisme rekrutmen mereka memengaruhi kualitas dan integritas hakim konstitusional. Oleh karena itu, perbaikan diperlukan dalam sistem seleksi Indonesia untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan objektivitas dalam proses rekrutmen.
PERAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA PEKANBARU DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN HUKUM PERIZINAN BERUSAHA PELAKU USAHA MIKRO Resi Yuliza Putri; Gusliana HB; Zulwisman .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan hukum pelaku usaha mikro terhadap perizinan berusaha merupakan indikator penting dalam mewujudkan tertib administrasi dan kepastian hukum. Namun, di Kota Pekanbaru tingkat kepatuhan tersebut masih relatif rendah, ditandai dengan fluktuasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) serta kendala seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses informasi, dan kurangnya kesadaran hukum. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru sebagai instansi yang berwenang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kepatuhan hukum, khususnya melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran DPMPTSP, kendala yang dihadapi, serta strategi yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis yang bersifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, wawancara, dan kuesioner. Analisis menggunakan teori Good Governance, teori kepatuhan hukum, dan teori perizinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran DPMPTSP telah dilaksanakan melalui pelayanan OSS-RBA, sosialisasi, dan pendampingan. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat rendahnya literasi digital, keterbatasan sosialisasi, kurangnya pemahaman legalitas usaha, serta kendala kelembagaan. Diperlukan penguatan sosialisasi berbasis pendekatan langsung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi teknologi informasi yang lebih inklusif guna mendorong kepatuhan hukum pelaku usaha mikro di Kota Pekanbaru.
PELAKSANAAN PERIZINAN USAHA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 28 TAHUN 2025 TENTANG PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO DI KOTA PEKANBARU Farhan Rizal Akbar; Gusliana HB; Muhammad A Rauf
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan perizinan usaha Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kota Pekanbaru masih menunjukkan ketidaksesuaian antara ketentuan normatif perizinan berusaha berbasis risiko dengan praktik di lapangan. Meskipun sistem perizinan telah disederhanakan melalui mekanisme Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, masih ditemukan usaha Depot Air Minum yang beroperasi tanpa memiliki perizinan berusaha yang sah. Penelitian ini menggunakan metode hukum sosiologis (yuridis empiris) dengan pendekatan lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap DPMPTSP, Komisi II DPRD, dan 30 pemilik depot; data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perizinan DAMIU belum berjalan optimal. Faktor penghambat bersifat multidimensional, meliputi rendahnya kesadaran hukum pelaku usaha, terbatasnya sosialisasi dan pendampingan perizinan, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum administratif.
Rekonstruksi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi di Era Digital Adika Putri Manein; Agnes Tirsha Tulong; Yuriske Fillia Salindeho
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed the ways students access, process, and utilize information in the learning process. These changes require Christian Religious Education (CRE) to adapt its instructional practices in order to remain relevant to the characteristics and learning needs of students in the digital era. However, existing studies indicate that Christian Religious Education is still predominantly characterized by teacher-centered instruction, lecture-based methods, and limited integration of technology into pedagogically meaningful learning experiences. Consequently, Christian Religious Education is often perceived as monotonous, less engaging, and insufficiently responsive to the learning preferences of today's digital generation. This article aims to reconstruct Christian Religious Education learning to become more adaptive to technological developments in the digital era while preserving its fundamental mission of fostering faith, Christian character, and holistic student development. This study employs a qualitative method using a literature review approach by critically analyzing books, scholarly articles, and other relevant academic sources on Christian Religious Education, digital learning, and educational technology. The findings suggest that the reconstruction of Christian Religious Education learning should emphasize student-centered, participatory, contextual, collaborative, and reflective learning experiences supported by the appropriate integration of digital technologies. In this context, digital technologies, including artificial intelligence, should function as instructional support tools that enrich learning experiences rather than replace the role of teachers. Therefore, Christian Religious Education needs to continuously adapt its learning practices to technological advancements in order to remain relevant, meaningful, and effective in achieving its educational goals in the digital era.
EKOLOGI KEHIDUPAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MELALUI REKONSTRUKSI NILAI BUDAYA FOSSO KEHAMILAN SEBAGAI SPIRITUALITAS MERAWAT KEHIDUPAN Rinaldi Kefin Ogelang; Meylisa Arneta Pantow; Rani Tresya Mamaghe
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article re-examines the theological and educational values ​​inherent in the Fosso-Kehamilan tradition a custom centered on pregnancy with the aim of enriching the "ecology of life" paradigm within Christian religious education. By highlighting contemporary issues such as child abuse, abortion, prenatal neglect, and the erosion of the protective spirit within families, the study emphasizes the need to adjust Christian religious education curricula. It proposes shifting the educational orientation from a model focused on cognitive aspects and doctrine toward one that places existential concern for life beginning in the womb at the core of education. Employing a qualitative approach that combines literature analysis with a critical examination of local customary values, the study reconstructs the Fosso-Kehamilan ritual from a critical biblical perspective, there by avoiding the error of viewing it merely as syncretism or a magical practice. The findings indicate that internalizing the values ​​of this tradition such as self-control, the imparting of blessings, and the sharing of responsibilities during pregnancy can serve as a foundation for contemporary Christian family education and foster a faith-based attitude from an early age. The article proposes reconstructing local culture based on theological and educational principles as a strategy for developing a relevant model of Christian religious education; such a model must be context-sensitive and capable of addressing the phenomenon of increasing disregard for the dignity of life, particularly during its earliest stages.
Mengajarkan Iman Melalui Budaya: Strategi PAK Kontekstual Berbasis Tradisi Yaki-Yaki Dan Wolay Fanrisa Sumangkut; Riane Vina Sangkoy; Kevin Seroan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary Christian Religious Education (CRE) in Minahasa is confronted with cultural alienation, where faith dogmas are often taught in an isolated-ascetic manner, detached from local cultural realities. The current of globalization worsens this identity crisis among the youth. This study aims to formulate a transformative and integrative Contextual CRE strategy by exploring two Minahasa cultural traditions within the Kuncikan Festival: the Yaki-yaki tradition in Ranomea and the Wolay tradition in Poopo Village. This study employs a descriptive qualitative method utilizing a literature review and a reflective-theological-pedagogical analysis of cultural texts. The analysis demonstrates that the Yaki-yaki tradition embodies pedagogical values of simplicity, social equality, solidarity, and hospitality. Meanwhile, the Wolay tradition transmits values of historical struggle, ecological theology awareness, ethical discipline, and communal thanksgiving. Integrating both traditions through a three-dimensional time praxis model (past, present, future) deconstructs church biases against local culture while reconstructing CRE learning into an aesthetic, communal, and contextual staging of Kingdom of God values.
Gereja dalam Arus Dunia Hybrid Yokhebet Paulina Tampubolon; Agus Marulitua Marpaung
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Kristen sedang mengalami perubahan pola dalam membangun kehidupan rohani di tengah kehidupan digital saat ini. Kehidupan dalam arus dunia Hybrid yaitu di ruang realitas dan virtual merupakan ekosistem baru generasi saat ini. Dimana dalam dunia hybrid terjadi masalah dimana Generasi digital kelihatan meninggalkan aktivitas rohani secara realita, tapi ternyata sedang aktif dalam aktvitas rohani di dunia virtual. Hal ini menjadi fenomena yang harus diperhatikan oleh gereja secara khusus Pendidikan Agama Kristen yang terpanggil untuk tetap menjalankan amanat gereja melalui proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali gaya hidup rohani pemuda dalam arus dunia hybrid serta menganalisis pembelajaran Iman yang efektif bagi generasi digital. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif ditemukan terdapat 3 (tiga) pola pembelajaran iman yang efektif bagi generasi digital yaitu : Pembelajaran Lintas ruang realitas dan virtual, pembelajaran teologis sebagai fondasi iman dan pembelajaran dari mimbar ke platform.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 8.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 8.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 8.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 8.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 7.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 7.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 7.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 7.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 6.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 6.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 6.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 6.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 5.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 5.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 5.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 4.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 4.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 4.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 3.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 3.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 3.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 3.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 2.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 2.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 2.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 2.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 1.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 1.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 1.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 11 No 1.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 24.2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 24 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 23 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 22 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 21 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 20 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 19 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 18 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  (On Proses) Vol 10 No 18 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 17 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 16 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 15 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 14 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 13 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 12 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 11 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan  Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 25 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 24 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 23 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 22 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 21 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 20 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 19 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 18 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 17 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 16 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 15 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 14 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 12 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 11 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 10 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 9 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 8 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 7 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 5 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 24 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 23 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 22 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 21 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 20 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 19 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 18 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 17 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 16 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 15 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 14 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 13 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 12 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 11 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 10 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 9 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 8 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 7 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 6 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 5 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 8 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 7 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 6 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 5 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 6 No 4 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 6 No 3 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 6 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 6 No 1 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 5 No 4 (2019): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2019): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2019): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 5 No 1 (2019): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 4 No 3 (2018): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2018): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN More Issue