cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 131 Documents
Forecasting Produksi dan Analisis Trend Harga Daging Ayam Broiler di Provinsi Bengkulu Yurike, Yurike
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.18-25

Abstract

Production forecasting and trend analysis of broiler meat prices need to be carried out to ensure that people, particularly in Bengkulu Province, have access to sufficient broiler meat to meet their nutritional needs. The study's objectives were to conduct a forecasting analysis or prediction of broiler meat output to fulfill community demands and to examine trends in broiler meat prices in the province of Bengkulu from 2012 to 2021. The method in this study is descriptive quantitative with the Secondary Data Analysis (SDA) approach in a time series and then analyzed through Microsoft Excel with the forecast method and described. The results showed forecasting of broiler meat production in Bengkulu Province showing a positive trend (increasing) and the trend of broiler meat prices was quite fluctuating with a positive trend. The government needs to encourage increased investment in broiler chickens and conduct outreach to breeders regarding good chicken maintenance so that broiler meat production continues to increase. When the availability of chicken meat is maintained, it is hoped that the price of chicken meat will be more stable. Additionally, with rising chicken meat production, Bengkulu Province is able to provide all of its residents' needs, negating the need for outside suppliers.   Key words: Broiler meat, forecasting, price, production, trend   ABSTRAK Forecasting produksi dan analisis trend harga daging ayam broiler perlu dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu, memiliki akses daging ayam broiler yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Tujuan penelitian untuk melakukan analisis forecasting atau prediksi produksi daging ayam broiler untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menganalisis trend harga daging ayam broiler di Provinsi Bengkulu dari tahun 2012-2021. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS) secara time series lalu dianalisis melalui Microsoft Excell dengan metode peramalan forecast dan di deskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan forecasting produksi daging ayam broiler di Provinsi Bengkulu menunjukkan trend yang positif (meningkat) dan trend harga daging ayam broiler cukup fluktuatif dengan kecenderungan yang positif. Pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi ayam broiler dan melakukan sosialisasi kepada peternak mengenai pemeliharaan ayam yang baik agar produksi daging ayam broiler terus meningkat. Ketika ketersediaan daging ayam tetap terjaga, di harapkan harga daging ayam menjadi lebih stabil. Selain itu dengan produksi daging ayam yang cenderung meningkat maka Provinsi Bengkulu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam sehingga tidak perlu memasok dari luar Provinsi.   Kata kunci: Daging ayam broiler, forecasting, harga, produksi, trend
Evaluasi Kualitas Pakan antara Ransum Komplit Berbasis Daun Jati Putih dan Tongkol Jagung pada Ternak Kambing Amaliah, Reski; Nursani, Nursani; Ramadani, Dewi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.49-54

Abstract

White teak leaf and corn cob are waste with low nutrient content which is one of the limiting factors in their use, so it is necessary to carry out processing to optimize their use as animal feed, one of which is by processing in the form of a complete ration. The purpose of this study was to compare the quality of feed between the complete ration based on white teak leaf and corn cob against the consumption and digestibility level of feed nutrients in goats. This study used a t-test design for 2 different averages. This study was conducted using 10 local goats who were randomly divided into two groups, namely a complete ration based on white teak leaf (P1) and a complete ration based on corn cob (P2). The results of the analysis showed that the consumption of feed nutrients consisting of the consumption of crude protein, and crude fiber did not differ markedly (P> 0.05) between the two treatment groups. However, the digestibility of crude protein and protein fiber of the P2 treatment was higher (P< 0.05) than that of the P1 treatment. The conclusion of this study is that the utilization of corn cob-based complete ration nutrition in goats is better than the complete ration based on white teak leaf, by looking at the higher nutritional digestibility value.   Key words: complete ration, consumption of nutrients, corn cob, digestibility of nutrient, white teak leaf.   ABSTRAK Daun jati putih dan tongkol jagung merupakan limbah dengan kandungan nutrisi rendah yang menjadi salah satu faktor pembatas dalam pemanfaatannya, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai pakan ternak, salah satunya dengan cara pengolahan dalam bentuk ransum komplit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas pakan antara ransum komplit berbasis daun jati putih dan tongkol jagung terhadap konsumsi dan tingkat kecernaan nutrisi pakan pada ternak kambing. Penelitian ini menggunakan rancangan uji t untuk 2 rata-rata yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 10 kambing lokal yang secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi ransum komplit berbasis daun jati putih (P1) dan kelompok kedua diberi ransum komplit berbasis tongkol jagung (P2). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi nutrisi pakan yang terdiri dari konsumsi protein kasar, dan serat kasar tidak berbeda nyata (P> 0,05) antara kedua kelompok perlakuan. Namun, kecernaan protein kasar dan serat protein perlakuan P2 lebih tinggi (P< 0,05) daripada perlakuan P1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan nutrisi ransum komplit berbasis tongkol jagung pada ternak kambing lebih baik dibandingkan ransum komplit berbasis daun jati putih, dengan melihat nilai kecernaan nutrisinya lebih tinggi. Kata kunci: Daun jati putih, Konsumsi nutris, Kecernaan nutrisi, Ransum komplit, Tongkol jagung.
Performa Reproduksi dan Perkembangan Populasi Keturunan dari Ayam Hutan Merah pada Masyarakat di Kabupaten Seluma, Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari; Soetrisno, Edi; Brata, Bieng Brata; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.55-62

Abstract

This study evaluates the reproductive performance and population development of red junglefowl offspring in communities in Seluma District, Bengkulu. Fifty respondents obtained by snowball sampling method used in this study. Data obtained through interviews, filling out questionnaires, and observation; includes rearing techniques, egg and chick production, as well as population. As a result, chicken population based on age and sex structure consisting of roosters (85 individuals), hens (67 individuals), chicks (63 individuals), and young chickens (122 individuals); and a total of 337 chickens. Chickens are raised by the community with 3 systems, namely (1) caged during the day and night, (2) released during the day and night, caged at night and released during the day. Egg production 5–15 eggs/hen/period, average 10.07±2.3 eggs/head/period, 8.6 ± 1.83 eggs were incubated by the hen, and eggs hatched 6.17±1.6 eggs/hen/period (72.78%), and and produced 6.17 chicks (61.26% of total egg production). Population development was slow, the initial population was 96 and the final population was 337 or an increase of 241 individuals (259.14%), the length of time of rearing was 7.47 years, so the increase rate was 32.26 individuals/year or 33.60% from the initial population. In conclusion, the descendants of the red jungle fowl are local chickens that genetically have good reproductive performance. Population growth is slow and is thought to be due to poor chickens rearing management.   Key words: Red Jungle Fowl, Offspring, Reproduction, Population   ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi performa reproduksi dan perkembangan populasi ayam hutan merah dan keturunannya pada masyarakat di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Lima puluh responden diperoleh dengan metode snowball sampling digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh  melalui wawancara, pengisian kuesioner, dan observasi;  meliputi teknik pemeliharaan, produksi telur dan anak ayam, serta populasi. Hasil, populasi ayam terdiri dari ayam jantan (85 ekor ayam), ayam betina (67 ekor ayam), anak ayam (63 ekor anak ayam), dan ayam muda (122 ekor ayam), sehingga total ayam 337 ekor ayam. Ayam dipelihara dengan 3 sistim yaitu : dikandangkan  siang  dan malam hari, dilepas siang dan malam hari, dikandangkan pada malam hari dan dilepas pada siang hari. Produksi telur 5–15 butir/induk ayam/periode, rata-rata 10,07±2,3 butir/ekor/periode, jumlah telur dieram 8,6±1,83 butir/induk ayam/periode, dan telur yang menetas 6,17±1,6 butir/induk ayam/periode (72,78%). Produksi anak ayam sebanyak 6,17 ekor/induk ayam/periode (61,26% dari total produksi telur). Perkembangan populasi lambat, populasi awal adalah 96 ekor dan populasi akhir sebanyak 337 ekor atau naik 241 ekor (259,14%), dengan lama pemeliharaan adalah 7,47 tahun, sehingga angka kenaikkan adalah 32,26 ekor/tahun atau 33,60% dari populasi awal. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam hutan merah keturunan dipelihara sebagai ayam lokal yang secara genetik memiliki kemampuan reproduksi cukup baik. Perkembangan populasi lambat yang diduga disebabkan menajemen pemeliharaan yang kurang baik.   Kata kunci: ayam hutan merah, keturunan, reproduksi, populas
Pengaruh Minyak Sawit dan Pakan Blok Berbasis by Product Pabrik Pengolahan Minyak Sawit terhadap Kecernaan Bahan Kering, Protein Kasar, Energi dan Pertambahan Berat Sapi Bali Hidayat, Hidayat; Soetrisno, Edi; Akbarillah, Tris
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.32-38

Abstract

This study aims to evaluate palm fronds as a source of fiber feed which was supplemented with block concentrate feed with different formulas and palm oil administration to Bali heifers. The block concentrate feed used was the main ingredient of palm oil sludge and palm kernel cake (block A) and palm oil sludge and soybean flour (block B). This factorial experiment presented 4 treatment combinations applied to livestock. Eight Bali heifers were divided into 4 treatments, each consisting of 2 replications to test 4 types of treatment, namely P1 (with palm oil + Block A), P2 (without palm oil + Block A), P3 (with palm oil + Block B), and P4 (without palm oil + Block B). The experiment was carried out for 10 weeks. The results showed that there was no difference between the treatments that were given palm oil and those that were not given palm oil. Likewise, there was no difference between feed block formula A and B. Provision of fresh fronds in the field will be more practical to apply, without using palm oil. Likewise, the source of protein from palm kernel meal is preferable to using soybean meal.   Key words: Palm Oil Frond, Palm Oil Sludge, Palm Kernel Cake   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelepah sawit sebagai sumber pakan serat yang disuplementasi dengan pakan konsentrat blok dengan formula  berbeda dan pemberian minyak sawit pada sapi Bali dara. Pakan Konsentrat Blok yang dipakai menggunakan bahan utama lumpur minyak sawit dan bungkil inti sawit (blok A) dan lumpur minyak sawit dan tepung kedelai (blok B). Percobaan faktorial ini  menyajikan 4 kombinasi perlakuan yang diterapkan  pada ternak. Delapan ekor sapi Bali dara dibagi menjadi 4 perlakuan, masing-masing terdiri dari 2 ulangan untuk menguji 4 macam perlakuan, yaitu P1 (diberi minyak sawit+Blok A), P2 (tanpa minyak sawit+Blok A), P3 (diberi minyak sawit+Blok B), dan P4 (tanpa minyak sawit+Blok B). Percobaan dilakukan selama 10 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara perlakuan yang diberi minyak sawit dan yang tidak diberi minyak sawit. Demikian juga tidak ada perbedaan antara formula blok pakan A dan B. Pemberian pelepah segar di lapangan akan lebih praktis diaplikasikan, tanpa menggunakan minyak sawit. Demikian juga sumber protein dari bungkil inti sawit lebih dipilih dibandingkan penggunaan bungkil kedelai.   Kata kunci: lumpur minyak sawit, bungkil inti sawit, pelepah sawit
Pengaruh Pemberian Tepung Limbah Wortel terhadap Kualitas Telur Puyuh Warnoto; Kaharuddin, Desia; Wahyuni, Diyen Sri
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.88-92

Abstract

This research aims to evaluate the effect of using carrot waste powder (Daucus carota.L) on the quality of quail eggs. The research used Completely Randomized Design, and 160 quails aged 35 days were distributed into 4 treatment with 5 replications. The Treatment consisted of P0: control, P1: used 5% carrot waste powder, P2: used 10% carrot waste powder, P3: used 15% carrot waste powder. The data were analyzed variance, It they were significant effect it was further tested by DMRT. The research showed that the used of 5%-15% carrot waste powder in the ration had a significant effect on improving increased yolk color, while the yolk index, albumen index, haugh unit and shell thickness had not significant and did not decrease. In conclusion, carrot waste  powder  could be used until 15%.   Key words: Quail, carrot waste powder, egg quality.   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung limbah wortel   terhadap kualitas telur puyuh. Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 160 ekor puyuh berumur 55 hari yang didistribusikan dalam 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan  terdiri P0: kontrol (tanpa tepung limbah wortel), P1: Penggunaan tepung limbah wortel 5%, P2: Penggunaan tepung limbah wortel 10%, P3: Penggunaan tepung limbah wortel 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah wortel level 5%, 10% dan 15% dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) memperbaiki warna yolk, sedangkan pada indeks yolk, indeks albumen, haugh unit dan tebal kerabang tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Jadi, penggunaan tepung limbah wortel sampai dengan 15% meningkatkan warna yolk tanpa menurunkan indeks yolk, indeks albumen, haugh unit dan tebal kerabang..   Kata kunci: tepung limbah wortel, kualitas telur Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah wortel level 5%, 10% dan 15% dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) memperbaiki warna yolk, sedangkan pada indeks yolk, indeks albumen, haugh unit dan tebal kerabang tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah wortel dalam ransum level 5% sampai15% meningkatkan warna yolk dan tidak menurunkan indeks yolk, indeks albumen, haugh unit dan tebal kerabang.
Performa Ayam Broiler yang Diberi Perlakuan Cairan Rumen Kerbau sebagai Sumber Enzim dalam Ransum Berbasis Jagung dan Bungkil Kedelai Budiansyah, Agus; Haroen, Ucop; Resmi, Resmi; Syafwan, Syafwan; Ramlah, Ramlah
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.69-87

Abstract

This study aimed to determine the effect of using buffalo rumen fluid as a source of enzymes (CRKSE) in corn and soybean meal-based rations on the performance of broiler chickens. A total of 240 day-old chicks (DOC) of the Ross strain were allocated into 24 groups, consisting of 6 treatments and 4 replications with 10 chicks each. The treatment was using CRKSE, namely R1: 0 ml, R2: 30.78 ml, R3: 61.56 ml, R4: 92.35 ml, R5: 123.12 ml, and R6: 153.90 ml per kilogram of ration, respectively equivalent to 0%, 0.6%, 1.2%, 1.8%, 2.4% and 3.0% extracted buffalo rumen fluid enzymes. The rations were incubated with CRKSE for 24 hours at room temperature. Chickens were kept for 5 weeks and provided food and drinking water ad libitum. The variables measured were feed consumption, body weight gain (BWG), feed conversion ratio (FCR), final body weight (FBW), carcass weight, and digestive organ weight. The study design was a completely randomized design, and data were analyzed using ANOVA. If there is a significant effect, proceed with Duncan's multiple range test (DMRT). The use of CRKSE in rations had a significant effect (P<0.05) on feed consumption and FCR, whereas on BWG and FBW of broiler chickens up to 5 weeks of age, carcass weight, and digestive organ weights had no significant effect (P>0.05). The DMRT test results proved that the treatment using CRKSE at the level of 30.78 ml/kg (R2) to the level of 153.9 ml/kg ration (R6) significantly (P<0.05) reduced feed consumption and FCR compared to R1, but not significantly different (P>0.05) between R2, R3, R4, R5, and R6. It can be concluded that the use of CRKSE from slaughterhouses in rations is effective in improving the performance of broiler chickens by reducing the FCR   Key words: buffalo, broiler performance, enzyme, local feed, rumen fluid   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cairan rumen kerbau sebagai sumber enzim (CRKSE) dalam ransum berbasis jagung dan bungkil kedelai terhadap performa ayam broiler. Sebanyak 240 ekor anak ayam umur sehari (DOC) strain Ross dibagi menjadi 24 kelompok, terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdapat 10 ekor. Perlakuannya adalah penggunaan CRKSE yaitu R1 : 0 ml, R2: 30,78 ml, R3: 61,56 ml, R4: 92,35 ml, R5: 123,12 ml dan R6: 153,90 ml per kilogram ransum, masing masing setara dengan 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8%, 2,4% dan 3,0% enzim cairan rumen kerbau hasil ekstraksi. Ransum diinkubasi dengan CRKSE selama 24 jam pada suhu ruang. Ayam dipelihara selama 5 minggu, pemberian makan dan air minum tersedia ad libitum. Peubah yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), konversi ransum, Bobot badan akhir (BBA), bobot karkas dan bobot organ pencernaan. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap, dan data dianalisis dengan ANOVA. Bila terdapat pengaruh yang nyata, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Penggunaan CRKSE dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum, sedangkan terhadap PBB dan BBA ayam broiler sampai umur 5 minggu, bobot karkas dan bobot organ pencernaan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Hasil uji DMRT membuktikan bahwa perlakuan penggunaan CRKSE pada taraf 30,78 ml/kg (R2) sampai taraf 153,9 ml/kg ransum (R6) nyata (P<0,05) menurunkan konsumsi ransum dan angka konversi ransum dibandingkan R1, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) antara R2, R3, R4, R5 dan R6. Dapat disimpulkan penggunaan CRKSE asal rumah potong hewan dalam ransum efektif memperbaiki performa ayam broiler dengan menurunkan angka konversi ransum.   Kata kunci: cairan rumen, enzim, kerbau, pakan lokal, performa ayam broiler.
Identifikasi dan Pengolahan Limbah Industri Susu pada Sektor Peternakan Suryonon, Suryono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.158-165

Abstract

Milk is a commodity in the livestock subsector that is needed to meet the nutritional needs of the body. Demand for milk also continues to increase every year, but milk production in Indonesia has decreased in recent years, allegedly due to the Covid-19 pandemic. Therefore, the dairy industry in Indonesia continues to be developed by large companies as an effort to increase milk production and to be able to develop the domestic dairy farming sector. The dairy industry, which is run by the livestock sector, not only produces dairy products, but also produces waste in the form of solid and liquid waste. The purpose of this article is to evaluate the waste generated from the dairy industry and the potential it produces as well as ways to properly and properly manage dairy industry waste. Based on the results obtained, it shows that the dairy industry waste can be used as fertilizer and biogas from both solid waste and liquid waste from the dairy industry. Special handling of waste in the dairy processing industry is needed and can be done using traditional methods or mechanical engineering. In addition, the results of handling livestock waste also need to be tested in accordance with the standard quality standards for wastewater according to the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 which aims to maintain the safety of waste water products and make them safe if they are disposed of into the environment. It can be concluded that dairy industry waste can be processed into economical products.   Keywords: dairy waste, dairy industry, sewage treatment, livestock sector   ABSTRAK Susu merupakan komoditas subsektor peternakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Permintaan susu juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun produksi susu di Indonesia mengalami penurunan pada beberapa tahun ini diduga akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, industri susu di Indonesia terus dikembangkan oleh perusahaan besar sebagai upaya meningkatkan produksi susu serta mampu mengembangkan sektor peternakan sapi perah dalam negeri. Industri susu yang dijalankan oleh sektor peternakan tidak hanya menghasilkan produk susu, namun juga menghasilkan limbah yang berupa limbah padat dan cair. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengevaluasi limbah yang dihasilkan dari industri susu dan potensi yang dihasilkan serta cara dalam pengelolaan limbah industri susu yang baik dan tepat. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa limbah industri susu dapat dijadikan sebagai pupuk dan biogas baik dari limbah padat ataupun limbah cair dari industri susu. Penanganan khusus limbah pada industri pengolahan susu sangat diperlukan dan dapat dilakukan dengan metode tradisional ataupun dengan teknik mesin. Selain itu, hasil dari penanganan limbah ternak juga perlu diuji yang disesuaikan dengan standar baku mutu air limbah menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 yang bertujuan menjaga keamanan dari hasil air limbah dan dapat aman jika akan dibuang ke lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa limbah industri susu dapat diolah menjadi produk yang ekonomis.   Kata kunci: limbah susu, industri susu, pengolahan limbah, sektor peternakan
Kontaminasi Koliform pada Daging Ayam Broiler di Pasar Tradisional Sentani Kabupaten Jayapura Sadi, Ristasari
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.148-152

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the level of bacterial contamination in broiler meat at the Sentani Jayapura traditional market by testing the total number of coliform bacteria. Sampling was carried out thoroughly among broiler chicken sellers at the Sentani Traditional market in Jayapura. Seven samples were from the Pharra market and three samples from the Lama market, so the total of broiler meat samples was 10 samples. Test result data is presented in the form of an average of contaminated samples, with descriptive analysis of the number of coliforms. The research results showed that the average amount of coliform in the Pharra market was 1.5 x 106 CFU/gram and the Lama market was 2.7 x 102 CFU/gram. It was concluded that traders in the Sentani traditional market, Jayapura Regency, did not apply hygiene measures during the selling process, resulting in chicken meat being contaminated with coliform bacteria.   Keywords: Coliform, Broiler Chicken Meat, Traditional Markets   ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kontaminasi bakteri pada daging broiler di pasar tradisional Sentani Jayapura dengan menguji jumlah total bakteri koliform. Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh terhadap penjual ayam broiler di pasar Tradisioanal Sentani Jayapura. Tujuh sampel dari pasar Pharra dan tiga sampel dari pasar Lama, sehingga total sampel daging broiler sebanyak 10 sampel. Data hasil pengujian disajikan dalam bentuk rataan sampel yang terkontaminasi, dengan analisis deskriptif jumlah coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah koliform di pasar Pharra sebesar 1,5 x 106 CFU/gram dan pasar Lama sebesar 2,7 x 102 CFU/ gram. Disimpulkan bahwa pedagang di pasar tradisional Sentani Kabupaten Jayapura tidak menerapkan tindakan kebersihan pada saat proses penjualan sehingga mengakibatkan daging ayam terkontaminasi bakteri koliform.   Kata kunci: Koliform, Daging Broiler, Pasar Tradisional
Kualitas Fisik Tepung Putih Telur Gagal Tetas dengan Penambahan Ragi Tape Fadhila, Natasya
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.119-126

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to evaluate the physical quality of failed hatching egg albumen flour (TPTGT) which has been added with yeast tape with different concentrations. Five treatments and 4 replications were arranged in a randomized block design (RBD). The treatment in this study consisted of TPTGT without the addition of tape yeast (P0) and TPTGT with the addition of tape yeast (0.25%, 0.50%, 0.75%, and 1%) for treatments P1, P2, P3 and P4 respectively. The pH value, yield, water content, and foaming power were observed in this study. Data were statistically analyzed using ANOVA. If the ANOVA has a significant effect then it is continued with Duncan's multiple range test. The results showed that the pH value, yield, water content and foaming percentage of albumen flour for failed hatching eggs had no significant effect (P>0.05) due to the addition of tape yeast at different levels. The range of pH values ​​obtained was 6.93 – 7.43, the yield value was 15.10% - 16.41%, the water content was 12% - 15% and the foaming power was 120% - 140%. The pH value of TPTGT with the addition of up to 1% tape yeast is within the quality value range required by SNI, but the addition of up to 1% tape yeast has not been able to reduce the water content, increase the foaming power and yield of TPTGT. Keywords: egg albumen flour, failed hatching eggs, physical quality, tape yeast. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas fisik tepung putih telur gagal tetas (TPTGT) dengan penambahan ragi tape. Penelitian terdiri atas 5 perlakuan, masing-masing perlakuan dibagi ke dalam 4 kelompok (RAK)  Perlakuan terdiri atas P0 (TPTGT tanpa penambahan ragi tape 0%), P1 (TPTGT dengan penambahan ragi tape 0,25%), P2  (TPTGT dengan penambahan ragi tape 0,50%), P3 (TPTGT dengan penambahan ragi tape 0,75%) dan P4 (TPTGT dengan penambahan tape 1%). Peubah yang diamati adalah pH, rendemen, kadar air, dan daya buih. Data dianalisis menggunakan ANOVA, jika analisis ragam berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ragi tape dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, rendemen, kadar air dan daya buih tepung putih telur gagal tetas. Kisaran nilai pH yang diperoleh adalah 6,93 – 7,43, nilai rendemen 15,10% - 16,41%, kadar air 12% - 15% dan daya buih 120% - 140%. Nilai pH TPTGT dengan penambahan ragi tape sampai 1% berada dalam kisaran nilai mutu yang disyaratkan SNI, tetapi penambahan ragi tape sampai 1 % belum mampu menurunkan kadar air, meningkatkan daya buih dan rendemen TPTGT. Kata kunci : kualitas fisik, ragi tape, telur gagal tetas, tepung.
Analisis Pendapatan Usaha Ayam Broiler (Studi Kasus Pada Usaha Peternakan Al-Syifa Farm Di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan) Abadi, Musram
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.93-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha peternakan, pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler Al-Syifa Farm berdasarkan nilai R/C ratio dan nilai B/C ratio. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2023 yang berlokasi di usaha ayam broiler Al Syifa Desa Arongo Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling) atas pertimbangan bahwa peternakan Al Syifa Farm merupakan usaha yang berdiri sejak tahun 2018 dan jumlah populasi awal ayam broiler 55.000 ekor. Sedangkan responden dalam penelitian adalah pemilik dan karyawan usaha ayam broiler Al Syifa Farm Desa Arongo Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, Revenue Cost Ratio dan Benefit Cost Ratio. Variabel penelitian yang diamati ialah karakteristik responden, profil usaha, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Hasil analisis pendapatan menunjukan bahwa usaha ayam broiler Al Syifa Farm dalam satu periode (30 hari) menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1.221.460.000 dengan pendapatan sebesar Rp. 228.896.032, Nilai R/C ratio 1,23 (>1), nilai Net B/C ratio 0,23 (>0). Menunjukan bahwa usaha ayam broiler Al Syifa Farm menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.

Page 7 of 14 | Total Record : 131