cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Pengaruh Teknik Distraksi Menggambar dan Mewarnai Terhadap Dampak Hospitalisasi Diruangan Anak RSUD PROF. DR Aloei Saboe Kota Gorontalo Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Botutihe, Priska
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16759

Abstract

ABSTRACT To reduce the impact of anxiety due to hospitalization experienced by children, a medium is needed that can reveal children's anxiety, one of which is play therapy. To determine the effect of drawing and coloring distraction techniques on the impact of hospitalization in the children's room at Prof. Dr. Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City.Quantitative using pre-experimental method with One Group Pre-Post Test Design approach. The sample used in this study were 10 child respondents who were treated in the pediatric room of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital Gorontalo City. Based on the results of the paired t-test test, it was found that there was a significant change in the pain scale owned by 10 respondents which can be seen with a P-Value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant influence before and after the provision of drawing and coloring distraction techniques on the impact of hospitalization anxiety in children. he right form of approach is very helpful for the success of nurses, especially in children who experience fear during medical examinations, so it is necessary to have activities that can reduce fear such as play therapy. Keywords: Coloring, Distraction Techniques, Drawing, Hospitalization  ABSTRAK Untuk mengurangi dampak kecemasan akibat hospitalisasi yang dialami anak diperlukan suatu media yang dapat mengungkapkan rasacemas anak salah satunya yaitu terapi bermain. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh teknik distraksi menggambar dan mewarnai terhadap dampak hospitalisasi diruangan anak RSUD Prof. Dr Aloei Saboe Kota Gorontalo. kuantitatif dengan menggunakan metode pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pra-Post Test Desig. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 responden anak yang dirawat diruang anak RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Berdasarkan hasil uji paired t-test didapatkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap skala nyeri yang dimiliki oleh 10 responden yang dapat dilihat dengan nilai P-Value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh secara signifikan sebelum dan setelah dilakukan pemberian teknik distraksi menggambar dan mewarnai terhadap dampak hospitalisasi kecemasan pada anak. Bentuk pendekatan yang tepat sangat membantu keberhasilan perawat terutama pada anak yang mengalami rasa takut selama pemeriskaan medis, sehingga perlu adanya kegiatan-kegiatan yang dapat menurunkan rasa takut seperti terapi bermain. Kata Kunci: Hospitalisasi, Teknik Distraksi, Menggambar, Mewarnai
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berisiko Seksual pada LGBT di Kota Medan Panjaitan, Syintia Sintauli; Nurmaini, Nurmaini; Lubis, Namora Lumongga
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18876

Abstract

ABSTRACT Lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) is a modern term that refers to a combination of four groups of sexual deviant behavior and gender identity that are considered against nature and reject God's provisions, this community is very closely related to risky behavior. The purpose of this study was to explore factors that influence sexual risk behavior by LGBT in Medan City. This type of research is qualitative research using a case study approach. The informants for this study were eight people selected using the snawball sampling technique. Data collection was carried out through in-depth interviews. The results of the study showed that there was sexual risk behavior carried out by LGBT, namely oral sex, anal sex, changing partners, and using sex toys. Factors that influence sexual risk behavior by LGBT are influenced by attitudes, subjective norms, and perceptions of behavioral control. Based on the results of the study, it is recommended that there is a need for increased health promotion focused on sexual health for the LGBT community which includes information on preventing sexually transmitted infections, the importance of using contraceptives such as condoms, and reproductive health education carried out by the government in preventing physical and mental health impacts. Keywords: Behavior, Risky, Factors, Health ABSTRAK Lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) merupakan istilah modern yang merujuk pada gabungan empat kumpulan perilaku penyimpangan seksual dan identitas gender yang dipandang melawan kodrat dan menolak ketentuan tuhan, komunitas ini sangat erat kaitanya dengan perilaku berisiko. Tujuan penelitian ini untuk mengekplorasi faktor yang mempengaruhi perilaku berisiko seksual oleh LGBT di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini sebanyak delapan orang yang dipilih dengan teknik snawball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perilaku berisiko seksual yang dilakukan oleh LGBT yaitu melakukan oral seks, anal seks, gonta-ganti pasangan, dan pakai alat bantu seks. Faktor yang mempengaruhi perilaku berisiko seksual oleh LGBT yaitu dipengaruhi sikap, norma subjektif, persepsi control perilaku. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan Perlu adanya peningkatan promosi kesehatan berfokus pada kesehatan seksual bagi komunitas LGBT yang mencakup informasi mengenai pencegahan infeksi menular seksual, pentingnya menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, dan edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh pemerintah dalam pencegahan terjadinya dampak kesehatan secara fisik dan mental. Kata Kunci: Perilaku, Berisiko, Faktor, Kesehatan
Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja dalam Penanganan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja yang Berorientasi Pada Kesetaraan dan Keadilan Gender di Puskesmas Gamping I Utami, Siswi; Hayati, Elli Nur; Rosyida, Luluk
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18692

Abstract

ABSTRACT The Youth Care Health Service (PKPR) is a health service program aimed at youth in Primary Health Centers, which are expected to be able to provide services in order to achieve healthy youths. There is still a gender-neutral assumption that men and women are treated the same because they both have the same needs and problems. While gender equality is that men and women have different reproductive functions; however, they both are socially and culturally assumed to have the same reproductive health needs. Therefore, the PKPR program evaluation essential in handling gender-equality-and-justice oriented youth reproductive health issues. To evaluate the PKPR program in handling gender-equality-and-justice oriented youth reproductive health issues at the Gamping I Public Health Center using the CIPP model. Method: This research was qualitative research with a case study approach; it employed a embedded single-case design with a purposive sampling technique that utilized sampling technique with specific criteria. The number of participants in this study was 12 informants. The performance of PKPR had partially fulfilled the gender equality substance, namely, in terms of Context, Input, Process, and Product, although in its implementation, its assumption was more gender-neutral. The government budget was still limited so that the needs of a program could not be fulfilled, and there was a lack of parental participation in the PKPR.   Keywords: PKPR, Reproductive Health, Youth, Gender, Qualitative Study  ABSTRAK Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan program pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada remaja di Puskesmas, yang diharapkan mampu memberikan pelayanan dalam rangka mewujudkan remaja yang sehat. Masih terdapat anggapan yang netral gender bahwa laki-laki dan perempuan diperlakukan sama karena keduanya memiliki kebutuhan dan permasalahan yang sama. Sedangkan kesetaraan gender adalah laki-laki dan perempuan memiliki fungsi reproduksi yang berbeda, namun secara sosial dan kultural keduanya dianggap memiliki kebutuhan kesehatan reproduksi yang sama. Oleh karena itu, evaluasi program PKPR penting dilakukan dalam penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja yang berorientasi pada kesetaraan dan keadilan gender. Untuk mengevaluasi program PKPR dalam penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja yang berorientasi pada kesetaraan dan keadilan gender di Puskesmas Gamping I menggunakan model CIPP. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan embedded single case design dengan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang informan. Pelaksanaan PKPR sebagian telah memenuhi substansi kesetaraan gender, yaitu dari segi Konteks, Input, Proses, dan Produk, meskipun dalam pelaksanaannya diasumsikan lebih netral gender. Anggaran pemerintah masih terbatas sehingga kebutuhan program belum dapat terpenuhi, dan masih kurangnya partisipasi orang tua dalam PKPR. Kata Kunci: PKPR, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Gender, Studi Kualitatif
Analisis Konsep Self Care Pada Klien Hipertensi Martiningsih, Martiningsih; Novieastari, Enie; Rustina, Yeni; Nursasi, Astuti Yuni; Hadi, Ella Nurlaella
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.20258

Abstract

ABSTRACT Self-care is fundamental in the care of clients with chronic diseases such as hypertension. The purpose of this paper is to clarify the concept of self-care for hypertensive clients. Literature review with search strategies carried out through Scopus, Ebscohost, Embase, Sciencedirect, PubMed and Google Scholar web sources published from 2012 to 2022 which were then analyzed according to Walker & Avant, S. (1995) to clarify the concept of self-care. This concept analysis shows that self-care has definition attributes as a process of physical and psychological actions carried out by individuals to maintain health, reduce risk and manage disease in an effort to maintain health, avoid risk factors that cause disease and efforts to reduce the effects of disease. Case models, Borderline and Contrary cases, antecedents, consequences, and empirical references to explain the concept of self-care. The definition of the concept of self-care identifies a number of comprehensive attributes, namely actions that include ongoing processes that include physical and psychological activities carried out by individuals in disease management. Nurses are actively involved as educators-counselors who can maximize self-care agency of hypertensive clients in the self-care process. Topics related to self-care should be explored further to advance nursing interventions in managing hypertensive clients. Keywords: Risk Factors, Physical and Psychological, Disease Management, Hypertensive Clients, Self Care.  ABSTRAK Perawatan diri merupakan hal mendasar dalam perawatan klien dengan penyakit kronis seperti hipertensi. Tujuan penulisan ini adalah untuk memperjelas konsep perawatan diri klien hipertensi. Literatur review dengan strategi pencarian yang dilakukan melalui websources Scopus, Ebscohost, Embase, Sciencedirect, PubMed dan Google Schoolaryang diterbitkan dari tahun 2012 hingga 2022 yang selanjutnya dilkaukan analisis konsep menurut walker & Avant,S. (1995) untuk memperjelas konsep self care. Analisis konsep ini menunjukkan bahwa perawatan diri memiliki atribut definisi sebagai proses tindakan fisik dan psiklogis yang dilakukan individu untuk menjaga kesehatan, mengurangi risiko dan menajemen penyakit dalam upaya mempertahankan kesehatan, menghindarkan diri dari faktor risiko yang menyebabkan penyakit dan upaya mengurangi efek dari penyakit. Model kasus, kasus Borderline dan Contrary, anteseden, konsekuensi, dan referensi empiris untuk menjelaskan konsep self care. Definisi konsep self-care mengidentifikasi sejumlah atribut yang komprehensif yaitu tindakan yang mencangkup proses berkelanjutan yang meliputi aktivitas fisik dan psikologis yang dilakukan individu dalam manajemen penyakit. Perawat terlibat aktif sebagai edukator-konselor yang dapat memaksimalkan self-care agency klien  hipertensi dalam proses perawatan diri.Topik yang terkait dengan perawatan diri harus dieksplorasi lebih lanjut untuk memajukan intervensi keperawatan dalam mengelola klien hipertensi. Kata Kunci:  Faktor Risiko, Fisik dan Psikologis, Manajemen Penyakit, Klien Hipertensi, Self Care.
Mengintegrasikan Hipnosis dan Virtual Reality (Vr) sebagai Solusi Inovatif untuk Mengurangi Nyeri Kronis: A Systematic Review Triyadi, Aang; Upoyo, Arif Setyo
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18910

Abstract

ABSTRACT Chronic pain represents a significant global health issue, adversely affecting the quality of life for countless individuals. Various methods have been developed for pain management, including hypnosis and virtual reality (VR). Hypnosis has been shown to effectively reduce pain perception, while VR provides an immersive experience that can divert attention from pain. The integration of these two approaches may offer innovative solutions for chronic pain management; however, empirical evidence supporting this combination remains limited. This systematic review aims to explore the effectiveness of the combination of hypnosis and VR in reducing pain, as well as to identify the evidence supporting the use of these interventions in clinical practice. This study employs a literature review approach following the PRISMA guidelines. The systematic review utilizes the PICO framework. The databases searched include Google Scholar, PubMed, and Scopus, using keywords such as Virtual Reality, Hypnosis, and Pain. The findings indicate that the combination of hypnosis and virtual reality (VR) significantly reduces pain in patients with various conditions, including postoperative and oncological cases. This intervention not only diminishes pain perception but also enhances patient satisfaction and quality of life. Evidence suggests that this approach can serve as a safe and effective alternative in chronic pain management. The integration of hypnosis and virtual reality (VR) demonstrates substantial potential in alleviating chronic pain. This review supports the utilization of these innovative methods as effective strategies in pain management within clinical practice. Keywords: Virtual Reality, Hypnosis, Pain.  ABSTRAK Nyeri kronis adalah masalah kesehatan global yang signifikan, mempengaruhi kualitas hidup banyak individu. Berbagai metode telah dikembangkan untuk manajemen nyeri, termasuk hipnosis dan virtual reality (VR). Hipnosis terbukti efektif dalam mengurangi persepsi nyeri, sementara VR menawarkan pengalaman imersif yang dapat mengalihkan perhatian dari nyeri. Mengintegrasikan kedua pendekatan ini dapat memberikan solusi inovatif dalam pengelolaan nyeri kronis, namun bukti empiris yang mendukung kombinasi ini masih terbatas. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kombinasi hipnosis dan VR dalam mengurangi nyeri, serta mengidentifikasi bukti yang mendukung penggunaan intervensi ini dalam praktik klinis. Artikel ini merupakan tinjauan sistematis dengan pendekatan PRISMA. Tinjauan sistematis menggunakan PICO. Database penelusuran yang digunakan adalah Google Scholar, PubMed, Scopus dengan kata kunci Virtual Reality, Hypnosis, Pain. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi hipnosis dan virtual reality (VR) secara signifikan mengurangi nyeri pada pasien dengan berbagai kondisi, termasuk pascaoperasi dan onkologi. Intervensi ini tidak hanya mengurangi persepsi nyeri, tetapi juga meningkatkan kepuasan pasien dan kualitas hidup. Bukti menunjukkan bahwa pendekatan ini menjadikan alternatif yang efektif serta aman dalam manajemen nyeri kronis. Integrasi hipnosis dan virtual reality (VR) menunjukkan potensi besar untuk mengurangi nyeri kronis. Tinjauan ini mendukung penggunaan metode inovatif ini sebagai pendekatan efektif dalam manajemen nyeri di praktik klinis. Kata Kunci: Virtual Reality, Hipnosis, Nyeri.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua yang Bekerja Terhadap Perilaku Temper Tantrum Pada Anak Usia 2-3 Tahun di Kantor Asuransi Kesehatan Jakarta Utara Tampubolon, Victoria Vanoli; Gapmelezy, Ezzy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.17607

Abstract

ABSTRACT Tantrum behaviour in children aged 2-3 years is a common occurrence and frequently presents considerable challenges for parents, particularly those who are employed. The necessity of maintaining a demanding work schedule often necessitates the use of external childcare services, which may be provided by family members, relatives, or professional caregivers. Furthermore, differences in parenting styles between parents and external caregivers, such as grandparents or professional nannies, contribute to this challenge. The objective of this study is to ascertain the influence of parenting styles employed by working parents on the incidence of temper tantrums in children aged 2-3 years at a health insurance office in North Jakarta. A quantitative method with a cross-sectional approach was employed. The study was conducted at a health insurance office in North Jakarta in August 2024. The population comprised all employees with children aged 2-3 years, totalling 70 employees. Simple random sampling was employed to select 56 samples. Data collection was conducted directly using a questionnaire. The Parenting Style Questionnaire (PSQ) was used to assess parenting styles, categorised into three types: Democratic, Authoritarian, and Permissive, as well as temper tantrum behaviour. Data analysis included univariate and bivariate analysis with statistical testing using the contingency coefficient. Among working parents, 32 respondents (57.1%) indicated that they employed a democratic parenting style, while 15 respondents (26.8%) reported that they used an authoritarian style, and 9 respondents (16.1%) stated that they employed a permissive style. The prevalence of temper tantrums among children aged 2-3 years was found to be 62.5% (35 children), with 37.5% (21 children) experiencing severe tantrums. The statistical test results demonstrated a p-value of 0.000, which is less than 0.05, indicating a statistically significant relationship between parenting styles and temper tantrum behaviour in children aged 2-3 years at the health insurance office in North Jakarta. The contingency coefficient was 0.525, indicating a moderate level of association between the variable. The study concludes that parenting styles exert an influence on the occurrence of temper tantrums in children aged 2-3 years at the health insurance office in North Jakarta. Keywords: Parenting Style, Temper Tantrum, Children Aged 2-3 Years ABSTRAK Perilaku tantrum pada anak usia 2-3 tahun merupakan fenomena yang umum terjadi dan sering kali menjadi tantangan signifikan bagi orang tua terutama bagi orang tua yang bekerja, di mana kesibukan dan jadwal kerja yang padat seringkali memaksa orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka kepada pengasuh, baik itu keluarga dekat, saudara, maupun pengasuh profesional. Tantangan ini diperparah oleh perbedaan pola asuh antara orang tua dan pengasuh luar seperti kakek-nenek atau pengasuh professional. Mengetahui  pengaruh pola asuh orang tua yang bekerja terhadap perilaku temper tantrum pada anak usia 2-3 tahun dikantor asuransi kesehatan Jakarta Utara.Metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.  Penelitian dilaksanakan di dikantor Asuransi Kesehatan Jakarta Utara pada Agustus 2024. Populasi terdiri dari semua orang tua yang memiliki anak usai 2-3 tahun yaitu sebanyak 70 Karyawan. Sampling yang digunakan adalah teknik simple random sampling (sampling acak) sejumlah 56 sampel.  Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menggunakan kuesioner, Parenting Style Questionaire (PSQ) merupakan alat ukur untuk menilai pola asuh orang tua. terbagi atas 3 bagian yaitu Demokratif, Otoriter, Permisif dan temper tantrum. untuk pengumpulan data Analisis data  univariat, bivariat dengan uji statistik menggunakan koefisien kontingensi. orang tua yang bekerja menerapkan pola asuh demokratis kepada anak yaitu sebanyak 32 responden (57,1%). Sedangkan orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 15 responden (26,8%) dan orang tua yang menerapkan pola asuh permisif sebanyak 9 responden (16,1%). Kejadian temper tantrum pada anak usia 2-3 tahun didapatkan 35 anak (62,5%) mengalami tantrum sedang, 21 anak (37,5%) tantrum tinggi . Hasil analisis dari pengujian uji statistik koefisien kontingensi didapatkan nilai P value = 0,000 ≤ 0,05 yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan temper tantrum pada usia 2-3 tahun di salah satu kantor asuransi kesehatan Jakarta Utara. Sedangkan untuk nilai koefisien kontingensi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel pada tingkat sedang. Simpulan dari penelitian ini membuktikan adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap kejadian temper tantrum pada anak usia 2-3 tahun dikantor asuransi kesehatan Jakarta Utara. Kata Kunci: Pola asuh, Temper Tantrum, Anak usia 2-3 Tahun
Dukungan Sosial yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronis untuk Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUD Johanes Kupang eik, Sarini; Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; K.Syamruth, Yendris; Nur, Kholid Rosyid Muhammad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.15706

Abstract

ABSTRACTPatients who undergo hemodialysis for a long period of time make patients unable to do their daily work properly, on the other hand physical ability and work ability decrease so that social support from the family becomes important because social support from the family can make patients more enthusiastic and obedient to undergo hemodialysis therapy regularly. The study aims to determine the effect of social support on the compliance of kidney failure patients to undergo hemodialysis therapy at RSUD Johannes Kupang. This type of research uses a quantitative research method with a cross-sectional approach. The number of research samples was 115 respondents, the instrument used was a questionnaire and the statistical test used was a logistic regression test. The results of the study showed f 0.002 <0.5 meaning that there is an influence of family social support on the compliance of CKD patients to undergo HD therapy at RSUD Johanes Kupang. This finding leads to the conclusion that there is an influence of social support on the compliance of chronic kidney failure patients to undergo hemodialysis therapy. Based on the results of the study, patients who have good social support have a good influence on the success of hemodialysis therapy. This happens because good social support from the family will make the patient feel loved, cared for and cared for, thus increasing the patient's enthusiasm to undergo hemodialysis therapy regularly. The family's willingness to undergo therapy and undergo patient care will feel comfortable and not feel burdened by the disease suffered, thus making them obedient and enjoying the hemodialysis therapy process. There is an influence between emotional support on the compliance of GGK patients to undergo HD therapy at RSUD Johanes Kupang, there is an influence between instrumental support on the compliance of GGK patients to undergo HD therapy at RSUD Johanes Kupang, there is an influence between information support on the compliance of GGK patients to undergo HD therapy at RSUD Johanes Kupang and there is an influence between support for appreciation on the compliance of GGK patients to undergo HD therapy at RSUD Johanes Kupang. Suggestions for RSUD Johanes Kupang hope that officers will improve comprehensive services both physically, socially, psychologically and spiritually to patients in order to motivate patients to be able to increase the compliance of GGK patients to undergo HD therapy.  Keywords: Social Support, Compliance, Hemodialysis and Chronic Kidney Failure ABSTRAK Pasien yang menjalani hemodialisis dalam jangka waktu yang lama membuat pasien tidak dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dengan baik, disisi lain kemampuan fisik dan kemampuan kerja menurun sehingga dukungan sosial dari keluarga menjadi penting karena dukungan sosial dari keluarga dapat membuat pasien lebih bersemangat dan patuh untuk menjalani terapi hemodialisis dengan teratur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal untuk menjalani terapi hemodialisis di RSUD Johannes Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan meteode penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 115 responden, instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan Uji statistic yang digunakan adalah uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan f  0,002<0,5 artinya ada pengaruh dukungan sosial kelaurga terhadap kepatuhan pasien GGK untuk mejalani terapi HD di RSUD Johanes Kupang. Temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronis untuk menjalani terapi hemodialysis. Berdasarkan hasil penelitian, pasien yang memiliki dukungan sosial baik memiliki pengaruh baik terhadap keberhasilan terapi hemodialisis. Hal ini terjadi karena dukungan sosial yang baik dari keluarga akan membuat pasien merasa di sayangi, di cintai dan merasa di perdulikan sehingga menambah semangat pasien untuk melakukan terapi hemodialisis dengan rutin. Kesediaan keluarga dalam menjalani terapi serta menjalani perawatan pasien akan merasa nyaman dan tidak merasa terbebani atas penyakit yang diderita sehingga membuat patuh dan menikmati proses terapi hemodialisis. Ada pengaruh antara dukungan emosional terhadap kepatuhan pasien GGK   untuk menjalanni terapi HD di RSUD Johanes Kupang, ada pengaruh antara dukungan instrumental terhadap kepatuhan pasien GGK untuk menjalanni terapi HD di RSUD Johanes Kupang, ada pengaruh antara dukungan informasi terhadap kepatuhan pasien GGK untuk menjalanni terapi HD di RSUD Johanes Kupang dan ada pengaruh antara dukungan penghargaan terhadap kepatuhan pasien GGK untuk menjalanni terapi HD di RSUD Johanes Kupang. Saran untuk RSUD Johanes Kupang berharap petugas untuk meningkatkan pelayanan secara komprehensif baik secara fisik, sosial, psikologi maupun spiritual kepada pasien untuk dapat memotivasi paaaaasien agar dapat meningkatkan kepatuhan pasien GGK untuk menjalani terapi HD. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kepatuhan, Hemodialisis Dan Gagal Ginjal Kronis
Hubungan Pola Makan dan Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 24 – 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Binuangeun Kabupaten Lebak Destiana, Mariska; Hasrida, Hasrida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17113

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition that is shown by chronic growth retardation caused by long-term malnutrition. Data from the Binuangeun Health Center report shows that stunting cases in toddlers for three consecutive years (2021-2023) continue to increase with an average of 6.99% cases per year. The results of the preliminary survey obtained data that 3 out of 10 children aged 24 - 59 months experienced stunting based on the results of the weighing. To find out the relationship between diet and exclusive breastfeeding to the incidence of stunting in children aged 24 – 59 months in the Working Area of the Binuangeun Health Center, Lebak Regency in 2024. The research method uses quantitative with cross sectional design. Sample of this study was mothers who had children aged 24-59 months who were stunted based on the results of weighing and examining as many as 64 respondents with sampling technique uses purposive sampling. Instruments use questionnaires. Data analysis using univariate and bivariate. Most of the children aged 24 – 59 months (51.6%) are stunted in the very short category, have a poor diet and are not given exclusive breastfeeding. There is a relationship between diet, (p=0.000) and exclusive breastfeeding, (p=0.000) on the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the Working Area of the Binuangeun Health Center, Lebak Regency in 2024. Diet and exclusive breastfeeding are significantly related to the incidence of stunting. On s’attend à ce que les parents d’enfants fassent attention à une alimentation saine et qu’ils fournissent l’allaitement maternel exclusif aux enfants à titre préventif contre le retard de croissance. Keywords: Stunting, Diet, Exclusive Breastfeeding ABSTRAK Stunting merupakan keadaan yang ditunjukkan dengan terhambatnya pertumbuhan bersifat kronis disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang. Data laporan Puskesmas Binuangeun menunjukkan kasus stunting pada balita selama tiga tahun bertutur-turut (2021-2023) terus meningkat dengan rata-rata kasus per tahun 6,99%. Hasil survey pendahuluan diperoleh data bahwa 3 dari 10 orang anak usia 24 - 59 bulan mengalami stunting berdasarkan pada hasil penimbangan. Untuk mengetahui hubungan pola makan dan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Binuangeun Kabupaten Lebak tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan yang mengalami stunting berdasarkan hasil penimbangan dan pemeriksaan sebanyak 64 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Anak usia 24 – 59 bulan sebagian besar (51,6%) mengalami stunting pada kategori sangat pendek, memiliki pola makan yang kurang baik dan tidak diberikan ASI eksklusif. Ada hubungan antara pola makan, (p=0,000) dan pemberian ASI eksklusif, (p=0,000) terhadap kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Binuangeun Kabupaten Lebak tahun 2024. Pola makan dan pemberian ASI eksklusif berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Binuangeun Kabupaten Lebak tahun 2024. Diharapkan bagi orang tua anak untuk memperhatikan pola makan sehat dan memberikan ASI eksklusif pada anak sebagai langkah preventif terhadap stunting. Kata Kunci: Stunting, Pola Makan, Pemberian ASI Eksklusif
Pengaruh Penyuluhan Pemanfaatan Pangan Lokal terhadap Pengetahuan dan Perilaku Ibu Balita Dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Wulandari, Estiyani; Anita, Tria
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18850

Abstract

ABSTRACT Based on Basic Health Research data, the prevalence of stunting in Indonesia is 30.8%, consisting of 11.5% very short and 19.3% short. The results of monitoring nutritional status in Kupang City in 2022, the number of toddlers was 25,543 toddlers, stunting was 5,497 (21.5%) toddlers, consisting of 4,075 short and 1,422 very short. One of the causes of the high number of stunted toddlers is the lack of understanding of toddler mothers regarding the nutritional value and health benefits, especially the use of local food in efforts to prevent stunting, so it is necessary to provide counseling to toddler mothers. The purpose of this study was to determine the effect of counseling on the use of local food on the knowledge and behavior of toddler mothers in preventing stunting at the Sikumana Health Center in Kupang City. This type of research is a mixed method with a sequential explanatory design. Quantitative research uses quasi-experimental with a one group pretest-posttest design, with a questionnaire instrument for knowledge and behavior of the use of local food in preventing stunting. This study was conducted from September to October 2024. The sample was mothers who had toddlers aged 12-60 months at the Sikumana Health Center in Kupang City, totaling 255 mothers of toddlers. Data analysis used the pair t-test and linear regression test. Qualitative research used a phenomenological study with interview guideline instruments. Counseling was given at the Sikumana Health Center Posyandu in Kupang City using the lecture method using power point and leaflets. Pre-tests of knowledge and behavior were given before counseling, post-tests were given 2 weeks after counseling. The results of the study showed that there was an effect of changes in knowledge and behavior in the use of local food in preventing stunting in mothers of toddlers before and after counseling. Keywords: Local Food, Knowledge, Behavior, Mother of Toddler, Stunting  ABSTRAK Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8% yang terdiri dari 11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek. Hasil pemantauan status gizi di Kota Kupang tahun 2022, jumlah balita sebanyak 25.543 balita, stunting sebanyak 5.497 (21,5%) balita, yang terdiri dari 4.075 pendek dan 1.422 sangat pendek. Salah satu penyebab tingginya angka balita stunting yaitu masih kurangnya pemahaman ibu balita terhadap  nilai gizi dan manfaat kesehatan khususnya pemanfaatan pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting, maka perlu dilakukan upaya pemberian penyuluhan pada ibu balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan pemanfaatan pangan lokal terhadap pengetahuan dan perilaku ibu balita dalam pencegahan stunting di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design, dengan instrumen kuesioner pengetahuan dan perilaku pemanfaatan pangan lokal dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2024. Sampel yaitu ibu yang memiliki balita usia 12-60 bulan di Puskesmas Sikumana Kota Kupang sebanyak 255 ibu balita. Analisis data menggunakan uji pair t- test dan uji regesi linear. Penelitian kualitatif menggunakan studi fenomenologi dengan instrumen pedoman wawancara. Penyuluhan diberikan di posyandu Puskesmas Sikumana Kota Kupang dengan metode ceramah menggunakan power point dan leaflet. Pre test pengetahuan dan perilaku diberikan sebelum penyuluhan, post tes diberikan 2 minggu setelah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh perubahan pengetahuan dan perilaku pemanfaatan pangan lokal dalam pencegahan stunting pada ibu balita sebelum dan sesudah penyuluhan. Kata Kunci: Pangan Lokal, Pengetahuan, Perilaku, Ibu Balita, Stunting
Pengalaman Keluarga Selama Mendampingi Pasien di Intensif Care Unit: Scoping Review Sutisna, Fitri Nur Megasari; Kosasih, Cecep Eli; Nur’aeni, Aan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18614

Abstract

ABSTRACT Family members may experience a range of stressors while the patient is receiving treatment in the intensive care unit (ICU), including poor communication, doubts about the patient's survival or recovery, and a lack of support for collaborative decision-making. These stressors can cause feelings of helplessness and anxiety. Family support and presence are essential to the recovery of patients receiving intensive care unit treatment. In addition to the patient's recovery, the family will have a unique experience that may have an impact on their lives, which is why nursing care should be given with consideration. Investigating family experiences when accompanying critical patients in the intensive care unit. Using the inclusion criteria of publications 1) published between 2014 and 2024, a scoping review was conducted by gathering a variety of pertinent papers from electronic databases such PubMed, EBSCO Host, and Scopus. 2) in English 3) entire text accessible 4) talking about family experiences in the intensive care unit.  An analysis was done on 10 research studies that were chosen to fit the requirements, and three key themes emerged: 1) anxiety disorders, 2) information needs, and 3) communication and interaction issues with ICU personnel. The primary psychological effect on family members of patients receiving intensive care unit treatment is anxiety. Lack of knowledge about the patient's health frequently causes this anxiety issue. It makes it impossible for the patient's family to fulfill their duty and function in making decisions for them. Poor communication and interaction issues between the patient's family and ICU staff can also contribute to this lack of information, so it is crucial for nurses to have interpersonal communication skills in order to ensure that all information is clearly understood by the family and can ultimately assist them in making decisions regarding the patient. Keywords: ICU, Information, Anxiety, Communication, Family Experience.  ABSTRAK Selama proses perawatan pasien di ICU, anggota keluarga dapat terpapar pada berbagai pemicu stres, seperti masalah komunikasi, ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup atau rehabilitasi pasien, dan kurangnya dukungan terhadap keputusan bersama, serta dapat menimbulkan perasaan cemas dan ketidakberdayaan. Kehadiran keluarga selama proses perawatan pasien di ICU ini bukan hanya berdampak terhadap proses penyembuhan pasien, tapi juga akan memberikan pengalaman tersendiri bagi keluarga yang dapat memberikan pengaruh tertentu bagi kehidupannya, sehingga  hal ini patut menjadi perhatian dalam pemberian asuhan keperawatan. Menggali pengalaman keluarga selama mendampingi pasien kritis di unit rawat intensif. Scoping review dengan mengumpulkan berbagai artikel  yang relevan dari database elektronik seperti PubMed, EBSCO host, dan Scopus. dengan kriteria inklusi artikel 1) terbit tahun 2014-2024 2) berbahasa Inggris 3) tersedia full text 4) membahas pengalaman keluarga dalam lingkup ICU dewasa. Analisis dilakukan terhadap Sepuluh artikel  penelitian yang dinilai memenuhi syarat  dan ditemukan tiga tema utama, yaitu : yaitu 1) gangguan kecemasan, 2) kebutuhan akan informasi, 3) gangguan komunikasi dan interaksi dengan staf ICU. Kecemasan menjadi dampak psikologis utama yang dialami oleh anggota keluarga dari pasien  ICU, dan seringkali dipicu oleh kurangnya informasi yang berkaitan dengan kondisi pasien. yang mengakibatkan keluarga tidak dapat menjalankan peran dan fungsinya dalam pengambilan keputusan bagi pasien. Kurangnya informasi ini juga dapat disebabkan oleh masalah komunikasi dan interaksi yang buruk antara keluarga pasien dengan staf ICU, sehingga penting sekali bagi perawat untuk memiliki kemampuan interpersonal dalam berkomunikasi, agar segala informasi dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik oleh keluarga, yang pada akhirnya dapat membantu keluarga dalam pengambilan keputusan bagi pasien. Kata Kunci: ICU, Informasi, Kecemasan, Komunikasi, Pengalaman Keluarga.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue