cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMPN 22 Kota Bengkulu Cahyani, Fenti Putri; Oklaini, Suhita Tri; Elvina, Ade
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.19583

Abstract

ABSTRACT Personal hygiene is very important and must be paid attention to, especially during menstruation, because the cleanliness of the vulva will affect the health of the reproductive organs. According to WHO (2018), 75% of all women in the world will experience vaginal discharge at least once in their lifetime and as many as 45% will experience vaginal discharge 2 or more times. In Indonesia, around 90% have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a country with a tropical climate. This research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescent girls and personal hygiene behavior during menstruation among adolescent girls at SMPN 22 Bengkulu City. This research uses an analytical survey method with a cross sectional approach which was collected using a questionnaire with a sample of 46 respondents. Of the 46 samples, there were 13 people (28.3%) with low education and 33 people (71.7%) with high education, 21 people (47.9%) had unsupportive attitudes and 25 people (52.1%) had unsupportive attitudes and 17 people (37.0%) had negative behavior and 29 people (63.0%) had positive behavior.  There is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.019) and there is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.001). Keywords: Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Teenage Girls  ABSTRAK Kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama saat menstruasi, karena kebersihan vulva akan berpengaruh terhadap kesehatan organ – organ reproduksi. Menurut WHO (2018) bahwa 75%dari seluruh wanita di dunia ini pasti akan mengalami keputihan paling sekali dalam seumur hidup dan banyak 45% akan mengalami 2 kali atau lebih keputihan di Indonesia sekitar 90% berpotensi akan mengalami keputihan karena Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMPN 22 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan survey analitik  dengan pendekatan cross sectional yang dikumpulkan dengan kuisioner dengan sampel sebanyak 46 responden. Dari 46 sampel terdapat 13 orang (28,3%) berpendidikan rendah dan 33 orang (71,7%) berpendidikan tinggi, yang memiliki sikap tidak mendukung sebanyak 21 orang (47,9%) dan sikap mendukung sebanyak 25 orang (52,1%) dan yang memiliki perilaku negative sebanyak 17 orang (37,0%) dan yang memiliki perilaku positif 29 orang (63,0%).  Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,019) dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,001). Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Remaja Putri
Perbandingan Pemberian Pisang Ambon dengan Rosella Dalam Membantu Penyerapan Zat Besi Terhadap Kadar HB Ibu Hamil Anemia di Pukesmas Kecamatan Koja Kota Jakarta Utara Fadhillah, Tamara Nur; Azizah, Imroatul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17174

Abstract

ABSTRACT Anemia often occurs during pregnancy because the blood undergoes hemodilution. Koja District Health Center, North Jakarta City, for pregnant women in the third trimester who experience anemia in 2023, it is known that 14.7% of pregnant women will experience anemia. Apart from Fe supplements, preventing anemia in pregnancy can also be done by consuming foods that contain iron, one of which is by consuming Ambon bananas and steeping rosella flowers. To find out the comparison of giving Ambon bananas and rosella in helping iron absorption on the Hb levels of anemic pregnant women in the Pukesmas, Koja District, North Jakarta City in 2024. Quasi experimental design with pretest-posttest design with control group design. The sample was pregnant women who experienced 36 samples using a total sampling technique. The intervention was given once a day, 250g of Ambon banana for 14 days and once a day, steeping 3 petals of rosella flowers in 200 cc of water. Bivariate analysis uses the independent t test. Univariate research results of pregnant women's Hb levels before giving Ambon bananas average = 9.211 gr/dl and after giving Ambon bananas average = 12.156 gr/dl. The average Hb level of pregnant women before giving rosella = 9,211 gr/dl and after giving dragon fruit juice the average = 11,261 gr/dl. The results of the bivariate research showed a p value = 0.001. There is a difference between giving Ambon banana and rosella in helping iron absorption on the Hb levels of anemic pregnant women.  Keywords: Giving Ambon Bananas, Rosella Flowers, Hb Levels of Anemic Pregnant Women  ABSTRAK Anemia sering terjadi pada saat kehamilan karena darah mengalami hemodilusi. Pukesmas Kecamatan Koja Kota Jakarta Utara ibu hamil trimester III yang mengalami anemia pada tahun 2023 diketahui ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 14,7%. Pencegahan anemia dalam kehamilan selain dengan suplemen Fe juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, salah satunya dengan mengkonsumsi buah pisang ambon dan seduhan bunga rosella. Mengetahui perbandingan pemberian pisang ambon dengan rosella dalam membantu penyerapan zat besi terhadap kadar Hb ibu hamil anemia di  Pukesmas Kecamatan Koja Kota Jakarta Utara tahun 2024. Quasy eksperimental desain dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel adalah ibu hamil yang mengalami sebanyak 36 sampel dengan teknik total sampling. Intervensi diberikan 1 x sehari 250g buah pisang ambon selama 14 hari dan 1 x sehari 3 kelopak seduhan bunga rosella dalam 200 cc air. Analisis bivariat menggunakan uji t test independent. Hasil penelitian univariat        kadar Hb ibu hamil sebelum pemberian buah pisang ambon rata-rata = 9,211 gr/dl dan sesudah pemberian buah pisang ambon rata-rata = 12,156 gr/dl. Kadar Hb ibu hamil sebelum pemberian rosella rata-rata = 9,211 gr/dl dan sesudah pemberian jus buah naga rata-rata = 11,261gr/dl. Hasil penelitian bivariat didapatkan nilai p value = 0,001. Terdapat perbedaan pemberian pisang ambon dengan rosella dalam membantu penyerapan zat besi terhadap kadar Hb ibu hamil anemia. Kata Kunci: Pemberian Buah Pisang Ambon, Bunga Rosella, Kadar Hb Ibu Hamil Anemia
Pengaruh Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Istiqomah, Anisa Cahyanti; Kurniati, Mala; Yanti, Dhiny Easter; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16816

Abstract

ABSTRACT It is crucial for people living with HIV/AIDS to pay attention to aspects of their quality of life because HIV/AIDS is a chronic and progressive condition, impacting all facets of life—physical, psychological, social, and spiritual. One significant factor influencing a person's quality of life is family support. This study aims to determine the influence of social support on the quality of life of people living with HIV in Mataram Baru Regency, Lampung Timur. This quantitative study employs a cross-sectional approach. The population for this study comprises all cases in Mataram Baru Regency, Lampung Timur in October 2022, totaling 89 people using a total sampling technique, namely the entire total population. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square Test), and multivariate analysis (multiple logistic regression). The results showed that 60,7% of participants reported a good quality of life, 68,5% received emotional support, 58,4% received informational support, and 52,8% did not receive material support. There was a significant relationship between emotional support (p-value = 0,001, OR = 7,9) and material support (p-value = 0,029, OR = 1,9) with quality of life. However, there was no significant relationship between informational support and quality of life (P-value = 0,194). Emotional support emerged as the dominant factor in this study, with the highest odds ratio (OR = 12,981). It is recommended that families provide support to family member living with HIV, such as by participating in activities held by the community of people living with HIV, to foster emotional closeness. Keywords: Quality of Life, Social Support, People Living with HIV ABSTRAK Orang dengan HIV/AIDS sangat penting untuk memperhatikan aspek kualitas hidupnya karena HIV/AIDS bersifat kronis dan progresif, sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Salah satu faktor yang mendukung dimensi pada kualitas hidup seseorang adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita HIV di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur bulan Oktober 2022 sebanyak 89 orang dengan teknik sampling total sampling yaitu seluruh total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner analisis data dengan univariat, bivariat (Uji Chi Square), multivariat regresi logistik ganda. Hasil didapatkan kualitas hidup baik sebanyak 60,7%, dukungan emosional mendukung sebanyak 68,5%, informasi mendukung sebanyak 58,4%, dan dukungan materi tidak mendukung sebanyak 52,8%. Ada hubungan dukungan emosional (p-value = 0,001 OR 7,9) dan dukungan materi (p-value = 0,029 OR 1,9) dengan kualitas hidup pada penderita HIV dan tidak ada hubungan dukungan informasi dengan kualitas hidup pada penderita HIVdengan nilai (p-value = 0,194) serta faktor yang dominan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah dukungan emosional, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu sebesar 12.98. Saran bagi keluarga diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan kepada penderita HIV seperti ikut serta dalam kegiatan yang diadakan oleh komunitas penderita HIV sehingga terjalin kedekatan emosional yang semakin erat. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Penderita HIV
Internalized Stigma pada Penderita Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Safitri, Dewin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.19974

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a long-lasting condition and most patients experience relapse during their illness. One of the most significant predictors of relapse in people with schizophrenia is internalized stigma. This study aims to identify internalized stigma in schizophrenia patients at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. This type of research is quantitative with a descriptive analytic design used to provide an overview of internalized stigma in schizophrenia patients. This research was conducted at the Outpatient Clinic of the West Kalimantan Provincial Mental Hospital in January-February 2025. The population in this study were families and schizophrenia patients who performed outpatient care in the polyclinic room of the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. Data collection used the standardized internalized stigma of mental illness inventory scale (ISMI-9) instrument. This instrument includes five aspects namely alienation, stereotype endorsement, perceived discrimination, social withdrawal and stigma resistance consisting of 4 Likert scales. The results showed that most respondents experienced internalized stigma in the mild category. Patients with mental disorders, especially schizophrenia, are at high risk of experiencing internalized stigma which can have adverse effects. Keywords: Internalized Stigma, Schizophrenia  ABSTRAK Skizofrenia adalah kondisi yang berlangsung lama dan sebagian besar pasien mengalami kekambuhan selama menderita penyakit tersebut. Salah satu prediktor yang paling signifikan terhadap kekambuhan pada penderita skizofrenia adalah internalized stigma atau stigma terinternalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi internalized stigma pada penderita skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain descriptive analytic yang digunakan untuk memberikan gambaran internalized stigma pada penderita skizofrenia. Penelitian ini dilakukakan di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Januari-Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia yang melakukan rawat jalan di ruang poliklinik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Pengumpulan data menggunakan instrumen internalized stigma of mental illness inventory scale (ISMI-9) yang sudah baku. Instrumen ini mencakup lima aspek yaitu alienation, stereotype endorsement, perceived discrimination, social withdrawal dan stigma resistance yang terdiri dari 4 skala likert. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami internalized stigma kategori ringan. Penderita gangguan jiwa terutama skizofrenia berisiko tinggi mengalami internalized stigma yang dapat menimbulkan dampak buruk. Kata Kunci: Internalized Stigma, Skizofrenia
Analisis Rasio Monosit terhadap Limfosit pada Penderita Osteoartritis di Surabaya Efawati, Susi; Ngibad, Khoirul; Raharjo, Budiono; Linggawan, Stephani; Sumarpo, Anton
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17922

Abstract

ABSTRACT Osteoarthritis is a degenerative joint disease characterized by progressive erosion of articular cartilage components. The known pathogenesis of osteoarthritis mainly includes immunological, bone metabolism, and biomechanical factors. Lymphocytes and monocytes are key regulatory cells for innate and acquired immunity, and monocyte-to-lymphocyte ratio may describe the immune status in osteoarthritis patients. This study aims to analyze the monocyte-to-lymphocyte ratio in osteoarthritis patients in Surabaya. This is an analytical observational research with a cross-sectional approach. The study was conducted in March - June 2024. The population in this study were osteoarthritis patients at Mitra Keluarga Hospital, Surabaya. The number of samples taken using the purposive sampling technique for this study was 31 people. The results showed that the average monocyte-to-lymphocyte ratio in osteoarthritis patients was 2.04. Meanwhile, the average monocyte-to-lymphocyte ratio in control subjects was 0.22. There was a significant difference in the monocyte-to-lymphocyte ratio between osteoarthritis patients compared to the control group. Keywords: Monocyte-To-Lymphocyte Ratio, Osteoarthritis, Joints  ABSTRAK Osteoartritis merupakan salah satu penyakit degeneratif pada sendi yang ditandai dengan erosi komponen kartilago artikular secara progresif. Patogenesis osteoartritis yang diketahui terutama mencakup faktor imunologi, metabolisme tulang, dan biomekanik. Limfosit dan monosit adalah sel kunci untuk imunitas bawaan dan didapat, dan rasio monosit terhadap limfosit menggambarkan status imunitas pada penderita osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio monosit terhadap limfosit pada penderita osteoartritis di Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien osteoartritis di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Surabaya. Jumlah sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling untuk penelitian ini adalah sebanyak 31 orang. Hasil penelitian didapatkan rata-rata rasio monosit terhadap limfosit penderita osteoartritis sebesar 2,04 sedangkan rata-rata rasio monosit limfosit pasien kontrol adalah sebesar 0,22. Terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio monosit terhadap limfosit antara penderita osteoarthritis dibandingkan dengan populasi kontrol. Kata Kunci: Rasio Monosit Terhadap Limfosit, Osteoartritis, Sendi
Hubungan Tingkat Stres, Dukungan Keluarga, Lama Menjalani Hemodialisis dan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir yang Menjalani Hemodialisis di Unit Dialisis RSUD Kabupaten Lombok Utara Putra, S. K. Karyadi; Pramana, Kadek Dwi; Azhar, Abdillah Adipatria B.; Darsana, I Dewa Gede Oka
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18843

Abstract

ABSTRACT Patients with End-Stage Renal Disease (ESRD) often face significant disparities in quality of life compared to the general population, particularly in aspects such as mental health, social well-being, physical health, and overall quality of life. Stress levels, family support, and the duration of hemodialysis influenced these disparities. This study aimed to examine the relationships between stress levels, family support, and the duration of hemodialysis with the quality of life of ESRD patients at dialysis unit RSUD Kabupaten Lombok Utara. A quantitative analytical observational approach was employed, utilizing a cross-sectional design. The study, conducted in September 2024, included 50 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p 0.05. The results indicated that 30 respondents (60%) had a low quality of life, 19 respondents (38%) experienced severe stress, 20 respondents (40%) received good family support, and 19 respondents (38%) had undergone hemodialysis for less than 12 months. Bivariate analysis demonstrated significant relationships between stress levels and quality of life (p = 0.001), family support and quality of life (p = 0.022), and the duration of hemodialysis and quality of life (p = 0.036). These findings highlighted the significant influence of stress levels, family support, and the duration of hemodialysis on the quality of life of ESRD patients at dialysis unit RSUD Kabupaten Lombok Utara. Keywords: Quality of Life, Renal Disease, Stress, Family Support, Hemodialysis  ABSTRAK Pasien penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) sering mengalami kesenjangan kualitas hidup yang signifikan dibandingkan dengan populasi umum. Kesenjangan ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kesehatan mental, kesejahteraan sosial, kualitas hidup, dan kesehatan fisik. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh faktor risiko seperti tingkat stres, dukungan keluarga, dan lama menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres, dukungan keluarga, dan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien PGTA di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Metode Penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kabupaten Lombok Utara pada bulan September 2024. Sampel penelitian sebanyak 50 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai signifikasi p 0.05. Hasil Penelitian dari total 50 responden, hasil analisis univariat menunjukkan 30 orang mengalami kualitas hidup yang rendah, 19 (38%) mengalami tingkat stres berat, 20 (40%) responden dengan dukungan keluarga baik, dan mayoritas responden dengan lama menjalani hemodialisis 12 bulan sebanyak 19 (38%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan tingkat stres dengan kualitas hidup pasien PGTA dengan p-value 0,001, terdapat hubungan signifikan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien PGTA dengan p-value 0,022 dan ada hubungan signifikan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien PGTA dengan p-value 0,036. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan tingkat stres, dukungan keluarga, dan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien PGTA di RSUD Kabupaten Lombok Utara tahun 2024 Kata Kunci: Kualitas Hidup, Penyakit Ginjal, Stres, Dukungan Keluarga, Hemodialisis
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi melalui Penyuluhan dan Kuisioner terhadap Pengetahuan Remaja Terkait Kehamilan di Luar Nikah di SMA Kota Bekasi Sukmawati, Sukmawati; Lestari, Anisa; Fitri, Anisa; Triana, Tara; Susilawati, Delvi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17176

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. During this period, adolescents will experience development in all aspects/functions to enter adulthood. This adolescent period lasts between the ages of 13 years to 22 years for men and 12 years to 21 years for women (Hapsari, 2019). During adolescence, many major changes will occur, one of the changes that occurs is the increase in sexual hormones and the physical development of sexual organs and reproductive organs. Adolescence is often a time when teenagers engage in sexual behavior. The aim of this research is to find out how the influence of Health Education including leaflets and questionnaires on teenagers' knowledge regarding pregnancy outside of marriage. accepted in the sense that there is an influence of Health Education through counseling and questionnaires on adolescent knowledge regarding pregnancy outside of marriage Keywords: Education, Counseling, Questionnaires, Knowledge, Teenagers  ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. pada masa ini remaja akan mengalami perkembangan dari semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja ini berlangsung antara umur 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi laki-laki dan 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita (Hapsari, 2019). Pada masa remaja ini akan banyak terjadi perubahan-perubahan yang besar, salah satu perubahan yang terjadi yaitu meningkatnya hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ-organ seksual serta organ-organ reproduksi secara fisik. Masa remaja seringkali menjadi masa dimana remaja melakukan perilaku-perilaku seksual Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pendidikan Kesehatan mealuli leaflet dan kuisioner terhadap pengetahuan remaja terkait kehamilan di luar nikahHasil penelitian didapatkan nilai p sebesar <0,001 ini menunjukkan nilai p<0,05 maka H1 diterima dalam arti terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan mealaui penyuluhan dan kuisoner pada pengetahuan remaja terakit kehamilan dilaur nikah Kata Kunci: Pendidikan,Penyuluhan,Kuisioner,Pengetahuan,Remaja
Pengaruh Konsumsi Mixed–Juice (Tomat, Wortel, dan Apel Hijau) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Darah pada Lansia Rosadi, Rahmat; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.20144

Abstract

ABSTRACT Cholesterol is a complex fat compound that is 80% produced by the liver from within the body and the remaining 20% is caused by food substances that are often consumed. High cholesterol levels cause serious health complications. The non-pharmacological preventive measures that can reduce cholesterol levels are consuming fruits, especially tomatoes, carrots and green apples. These fruits contain high fiber concentrations of antioxidants, such as carotenoids, flavonoids, licopens, vitamins, and minerals as an effort to stabilize blood cholesterol levels. This study aims to determine the effect of mixed-juice (tomatoes, carrots and green apples) on a decrease in blood cholesterol levels in the elderly. This study used a quasi experiment design with a Pretest-Posttest with Control Group Design. The population of this study was the elderly in Posbindu Desa Sukasari, Banjarsari District, Ciamis Regency as many as 325 elderly, with a number of samples of 60 people taken using total sampling techniques for the treatment group and cluster random sampling for the control group. The results showed that: 1) There was no significant difference between the cholesterol levels of the treatment and control group before the treatment group was given mixed-juice intervention (p-value = 0.890); 2) There was a significant difference between cholesterol levels of treatment and control groups after the treatment group was given mixed-juice intervention (p-value = 0,000); 3) There was a significant difference in the cholesterol levels of the treatment group, before and after being given mixed-juice intervention (p-value = 0,000); (4) There was no significant difference in the cholesterol levels of the control group, before and after the treatment group was given mixed-juice (p-value = 0,630). Non-pharmacological treatment using mixed-juice (tomatoes, carrots and green apples) can reduce blood cholesterol levels in the elderly. Keywords: Carrot, Cholesterol, Green Apple, Mixed-Juice, Tomato  ABSTRAK Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang 80% dihasilkan oleh hati dari dalam tubuh dan 20% sisanya disebabkan dari zat makanan yang sering dikonsumsi. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Tindakan preventif non farmakologi yang dapat menurunkan kadar kolesterol antara lain adalah mengkonsumsi buah-buahan terutama tomat, wortel dan apel hijau. Buah-buahan tersebut mengandung konsentrasi serat tinggi antioksidan, seperti karotenoid, flavonoid, likopen, vitamin, serta mineral sebagai upaya menstabilkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mixed–juice (tomat, wortel dan apel hijau) terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest with control group design. Populasi penelitian ini adalah lansia di Posbindu Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis sebanyak 325 lansia, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling untuk kelompok perlakuan dan cluster random sampling untuk kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tidak terdapat perbedaan antara kadar kolesterol kelompok perlakuan dan kontrol sebelum kelompok perlakuan diberikan intervensi mixed–juice (p-value = 0,89); 2) Terdapat perbedaan antara kadar kolesterol kelompok perlakuan dan kontrol setelah kelompok perlakuan diberikan intervensi mixed – juice (p-value = 0,000); 3) Terdapat perbedaan pada kadar kolesterol kelompok perlakuan sebelum dan setelah diberikan intervensi mixed–juice (p-value = 0,000); dan 4) Tidak terdapat perbedaan pada kadar kolesterol kelompok kontrol sebelum dan setelah kelompok perlakuan diberikan mixed-juice (p-value = 0,63). Pengobatan non farmakologi menggunakan mixed–juice (tomat, wortel dan apel hijau) dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada lansia.  Kata Kunci: Apel Hijau, Kolesterol, Mixed-Juice, Tomat, Wortel 
Perbandingan GCS dan Four Score dalam Penilaian Kesadaran pada Pasien: a Scoping Review Sari, Wulan Puspita; Kosasih, Cecep Eli; Emaliyawati, Etika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18693

Abstract

ABSTRACT Assessing patient consciousness is an important component of medical practice, with the Glasgow Coma Scale (GCS) and the FOUR Score being the most commonly used assessment scales. However, the comparison of these two scales in various medical contexts still raises questions about the advantages and disadvantages of each scale. This study aims to conduct a scoping review of the comparison of the GCS and the FOUR Score in examining patient consciousness. This study uses a scoping review approach. Articles were obtained from three databases, namely PubMed, CINAHL, and Scopus, with keywords related to the GCS and the comparison of the FOUR Score. Inclusion criteria include research articles that compare the two assessment scales. Data analysis was carried out using a qualitative descriptive method. The results of this scoping review identified 6 articles that discussed the comparison of the GCS and the FOUR Score in examining patient consciousness. The variation in research results was influenced by the characteristics of the patient population, the time of evaluation, and differences in research methodology. This shows the importance of understanding the strengths and weaknesses of each assessment scale in the context of clinical practice. The implications of these findings for patient management and recommendations for future research are also discussed. A holistic approach to patient assessment and the need for further research to deepen the understanding of both awareness assessment scales. Keywords: FOUR Score, GCS, Awareness  ABSTRAK Penilaian kesadaran pada pasien merupakan komponen penting dalam praktik medis, dengan Glasgow Coma Scale (GCS) dan FOUR Score merupakan skala penilaian yang umum digunakan. Namun perbandingan kedua skala ini dalam berbagai konteks medis masih menimbulkan pertanyaan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing skala. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan scoping review perbandingan GCS dan FOUR Score dalam pemeriksaan kesadaran pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review. Artikel diperoleh dari tiga database yaitu PubMed, CINAHL, dan Scopus, dengan kata kunci terkait GCS dan perbandingan FOUR Score. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian yang membandingkan dua skala penilaian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil scoping review ini mengidentifikasi 6 artikel yang membahas tentang perbandingan GCS dan FOUR Score dalam pemeriksaan kesadaran pada pasien. Variasi hasil penelitian tersebut dipengaruhi oleh karakteristik populasi pasien, waktu evaluasi, dan perbedaan metodologi penelitian. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami kekuatan dan kelemahan setiap skala penilaian dalam konteks praktik klinis. Implikasi dari temuan ini terhadap manajemen pasien dan rekomendasi untuk penelitian di masa depan juga dibahas. Pendekatan holistik terhadap penilaian pasien dan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman tentang kedua skala penilaian kesadaran. Kata Kunci: FOUR Score, GCS, Kesadaran
Literature Review: Obesitas dan Tingkat Fertilitas pada Pria dan Wanita Akbar, Muhammad Farid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18260

Abstract

ABSTRACT Obesity is a metabolic disorder caused by abnormal and excessive fat accumulation in the body. According to the latest guidelines from the US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) and the World Health Organization (WHO), Body Mass Index (BMI) ≥ 25 kg/m2 is classified as overweight, BMI ≥ 30 kg/m2 as obesity, and BMI ≥ 40 kg/m2 as severe obesity. The lack of balance between daily energy intake and expenditure leads to excess weight gain. Various genetic, social, and cultural factors contribute to obesity. Several genes are responsible for increasing body weight and adiposity. Reduced physical activity, endocrine system disorders, insomnia, medications, excessive intake of foods high in sugar and carbohydrates, and reduced energy metabolism also result in obesity. Obesity can cause infertility in both men and women. Both men and women suffer from reproductive system complications due to obesity. The purpose of this study was to determine the effect of obesity on fertility rates in both men and women. The method applied is a literature study by utilizing the Google Scholar database in the last 5 years of publication, namely from 2019 to 2024. The results obtained that both men and women who are obese show real fertility disorders from changes in body chemicals that cause abnormalities in the spermatogenesis and oogenesis processes so that they will produce poor ovum and sperm quality. Conclusion There is a negative effect of obesity on fertility, but this condition can still be improved through lifestyle changes, surgery, and therapy. Keywords: Obesity, Fertility, Men, Women  ABSTRAK Obesitas ialah gangguan metabolik akibat penumpukan lemak yang tidak normal dan berlebihan dalam tubuh. Menurut pedoman terkini dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indeks Massa Tubuh (BMI) ≥ 25 kg/m2 diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, BMI ≥ 30 kg /m2 sebagai obesitas, dan BMI ≥ 40 kg/m2 sebagai obesitas berat. Kurangnya keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi harian menyebabkan penambahan berat badan berlebih. Berbagai faktor genetik, sosial, dan budaya berkontribusi terhadap obesitas. Beberapa gen bertanggung jawab untuk meningkatkan berat badan dan adipositas. Berkurangnya aktivitas fisik, gangguan sistem endokrin, insomnia, obat-obatan, asupan makanan tinggi gula dan karbohidrat berlebih, serta berkurangnya metabolisme energi juga mengakibatkan terjadinya obesitas. Obesitas dapat menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Baik pria maupun wanita menderita komplikasi sistem reproduksi akibat obesitas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efek dari obesitas terhadap tingkat fertilitas baik pada pria dan wanita. Metode yang diterapkan ialah kajian literasi dengan memanfaatkan database Google Scholar pada rentang waktu publikasi 5 tahun terakhir, yakni dari tahun 2019 hingga 2024. Hasil yang diperoleh bahwa baik pada pria dan wanita yang mengalami obesitas menunjukkan gangguan kesuburan yang nyata dari perubahan zat kimia tubuh yang mengakibatkan kelainan pada proses spermatogenesis dan oogenesis sehingga akan menghasilkan kualitas ovum dan sperma yang buruk. Kesimpulan Terdapat pengaruh buruk dari obesitas terhadap fertilitas, namun kondisi tersebut masih dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup, pembedahan, dan juga terapi. Kata Kunci: Obesitas, Fertilitas, Pria, Wanita.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue