cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Pengaruh Peran Pengawas Minum Obat (PMO) terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru di Puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang Barkah, Asep; Suharjo, Ajo
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19720

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis or pulmonary TB is still one of the deadliest infectious diseases in the world. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2022), the incidence of pulmonary TB in Indonesia is still quite high. Indonesia is the second country with the incidence of pulmonary TB after India. Treatment is the main way to eliminate pulmonary TB in Indonesia. However, several problems occur during TB treatment, resulting in many treatment failures. It is hoped that the role of PMO in the road map for eliminating pulmonary TB in Indonesia will be able to increase the success rate of pulmonary TB treatment. To determine the influence of the role of the PMO on the success of pulmonary TB treatment at the Pangkalan Community Health Center, Karawang Regency in 2025. This research is quantitative research with a retrospective analytical approach, namely evaluating events that have occurred previously and analyzing their influence on other variables. Respondents in the research were 77 respondents. Taking respondents using Consecutive Sampling technique. The research results showed that of the 77 respondents, the majority of PMOs played an active role, namely 74 (96.1%) PMOs, with 75 (97.4%) respondents being successful in treatment. The results of the analysis using the Chi-Square statistical test obtained a p value of 0.001 (p < 0.05), which means that there is an influence of the role of the PMO on the success of treatment of pulmonary TB sufferers at the Pangkalan Community Health Center. There is an influence on the role of the PMO on the success of pulmonary TB treatment at the Keywords: Drug Swallowing Monitor (PMO), Tuberculosis Treatment  ABSTRAK Tuberculosis paru atau TB paru masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022) Kejadian TB paru di Indonesia masih cukup tinggi. Indonesia merupakan negara nomor dua dengan kejadian TB paru setelah India. Pengobatan merupakan jalan utama eliminasi TB paru di Indonesia. Namun beberapa masalah terjadi saat pengobatan TB sehingga banyak kegagalan pengobatan. Peran PMO dalam peta jalan eliminsasi TB paru di Indonesia sangat diharapkan mampu meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TB Paru. Mengetahui pengaruh peran PMO terhadap keberhasilan pengobatan TB paru di puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang tahun 2025. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan pendekatan analitik restrospektif yaitu melakukan evaluasi peristiwa yang telah terjadi sebelumnya dan menganalis pengaruhnya dengan variabel yang lain. Responden dalam penelitian sebanyak 77 responden. Pengambilan responden dengan teknik Consecutive Sampling. hasil penelitian menunjukkan dari 77 responden sebagian besar PMO berperan aktif sebanyak 74 (96,1%) PMO, dengan 75 (97,4%) keberhasilan responden dalam pengobatan. Hasil analisis analisis menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh peran PMO terhadap keberhasilan pengobatan penderita TB paru di Puskesmas Pangkalan. Ada pengaruh peran PMO terhadap keberhasilan pengobatan TB paru di puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang tahun 2025 Diharapkan penderita. Diharapkan pasien TB paru tetap menjaga pola hidup sehat  Kata Kunci: Pengawas Menelan Obat (PMO), Pengobatan Tuberkulosis
Pengaruh Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Masalah Kesehatan di Pesantren Novita, Ari; Nasution, Siti Zahara; Karota, Evi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16127

Abstract

ABSTRACT Health issue and disease in Islamic boarding schools (pesantren) often receive inadequate attention from residents, the community and the government. This is primary due to the insufficient implementation of clean and healthy living behavior (PHBS). This research aims to identify the influence of clean and healthy living behavior (PHBS). This study aims to identify the impact of PHBS education on health problems occurring in pesantren. This research employs a Quasi-Experimental design with a Two Group Pretest and Posttest approach. The population comprises all male and female student at Pondok Pesantren An-Nabawi and Dayah Tarbiatul Muta'allimin. The sampling technique used is quota sampling ,with 30 respondents in  the intervention group and 30 in the control group. Based on statistical tests using the Wilcoxon Signed Rank test, the p-value for knowledge, attitudes and actions/behavior was 0.000 < ɑ = 0.05. This indicate a significant effect of PHBS (knowledge, attitudes, actions) on students before and after the intervention, leading to the rejection of H0 and so that H0 and acceptance of  Ha. In contrast, the control group showed no change in health issues as they did not receive PHBS education, with a p-value of 0.698 > 0.05.  The study concludes that knowledge, attitudes and behavior towards PHBS are generally lacking. Therefore, health workers are encouraged to continuosly educate students on clean and healthy living behaviors. Keywords: Clean And Healthy Living Behavior, Students, Health Issue  ABSTRAK Masalah kesehatan dan penyakit di pesantren sangat jarang mendapat perhatian dengan baik dari warga pesantren itu sendiri maupun masyarakat dan juga pemerintah. Hal ini disebabkan karena kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap masalah kesehatan yang terjadi di pesantren.  Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment berupa pendekatan Two Group Pretest and Posttest Design. Populasi dalam Penelitian ini merupakan seluruh Santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren An-Nabawi dan Dayah Tarbiatul muta’allimin. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah kouta sampling dengan menentukan 30 responden untuk kelas intervensi dan 30 responden untuk kelas kontrol.  Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank di dapatkan nilai p-Value pengetahuan, sikap, dan tindakan/ perilaku adalah 0,000 < ɑ = 0,05. Artinya ada pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (pengetahuan, sikap, tindakan) santri dalam PHBS sebelum dan sesudah intervensi, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pada kelas kontrol tidak ada perubahan masalah kesehatan karena tidak diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hal ini dilihat dari nilap p-value 0.698 > 0.698. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, tindakan memiliki kategori kurang, sehingga petugas kesehatan diharapkan selalu mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada santriwan-santriwati. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Santri, Masalah Kesehatan
Mekanisme Molekuler Pemanfaatan Wolbachia terhadap Virus Dengue Nugraha, Gita Rahmania
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.16034

Abstract

ABSTRACT The incidence of dengue fever has increased drastically worldwide in recent decades. The increase in dengue fever shows that disease control programs are ineffective, new alternatives are needed. Wolbachia is used as a new alternative. This research aims to understand how the use of Wolbachia can influence the development of the dengue virus molecularly. This is a type of descriptive research with a qualitative approach. The research design is based on a systematic review study by collecting relevant journals indexed by Sinta and Google Scholar. The research results show that genetic manipulation of mosquitoes using Wolbachia bacteria can cause a decrease in virus copies and RNA copies with the mosquito's ability to block virus replication, all of which is related to cytoplasmic incompatibility. Wolbachia bacteria show potential as DENV biocontrol agents. This endosymbiotic bacteria, if integrated into the Aedes aegypti population, can reduce the ability of mosquitoes to spread the dengue fever virus. A comparison of four dengue fever isolates shows differences in the amount of RNA translated which affects the envelope protein E on the use of Wolbachia bacterial cells. Further studies are needed regarding the ratio of bases in RNA in dengue fever viruses. Keywords: Aedes aegypti, Dengue, Wolbachia  ABSTRAK Insiden demam berdarah telah meningkat secara drastis di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Meningkatnya penyakit demam berdarah menunjukkan bahwa program pengendalian penyakit tidak efektif, diperlukan alternatif baru. Wolbachia digunakan sebagai alternatif baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemanfaatan Wolbachia dapat mempengaruhi perkembangan virus dengue secara molekuler. Merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Desain penelitian didasarkan pada studi systematic review dengan mengumpulkan jurnal - jurnal yang relevan terindeks Sinta dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi genetik nyamuk menggunakan bakteri Wolbachia dapat menyebabkan penurunan salinan virus dan RNA copy dengan kemampuan nyamuk dalam memblokir replikasi virus yang mana semuanya berkaitan dengan ketidakcocokan sitoplasma. Bakteri Wolbachia menunjukkan potensi sebagai agen biokontrol DENV. Bakteri endosimbiotik ini jika diintegrasikan ke dalam populasi Aedes aegypti dapat menurunkan kemampuan nyamuk dalam menyebarkan virus demam berdarah. Dari perbandingan empat isolat demam berdarah menunjukan perbedaan jumlah RNA yang ditranslasikan sehingga mempengaruhi envelope protein E terhadap penggunaan sel bakteri Wolbachia. Diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai perbandingan basa di RNA pada virus demam berdarah. Kata Kunci: Aedes Aegypt, Dengue, Wolbachia
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Pendamping terhadap Lama Persalinan di Puskesmas Kemayoran Wulandari, Wulandari; Jamilah, Jamilah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16723

Abstract

ABSTRACT Data on the health profile of DKI Jakarta province in 2020 shows that the number of maternal deaths was 117 mothers, an increase compared to 2019, namely 100 mothers. The maternal mortality rate in 2020 was 68.7 per 100,000 live births. For the Central Jakarta area in 2020, the maternal mortality rate was 10.4 per 100,000 live births or 13 cases out of 12,476 live births (Ministry of Health, 2020). One of the efforts to reduce the maternal mortality rate is normal birth care supported by Minister of Health Regulation no. 21 of 2021 Article 16 paragraph 2 concerning Maternity Health Services, one of which is providing affectionate care for the mother during childbirth, care provided by providing a companion who always accompanies the mother during labor (Utami & Fitriahadi, 2019). To determine the relationship between knowledge, attitudes and companion support on the length of labor at the Kemayoran Community Health Center in 2024. The type of research used is quantitative research with an observational analytical research design, using a cross sectional research approach. Sampling was carried out by purposive sampling with a sample of 60 people. Data techniques include univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using statistical calculations from the SPSS program. There were 20 respondents who had poor knowledge of abnormal births, 9 people had poor knowledge of normal births, 8 respondents who had good knowledge of abnormal births, 9 people who had good knowledge of normal births. The chi square test obtained a p value = 0.001 (<0.05). There were 23 respondents who had a lack of attitude towards abnormal births, 13 people who had a positive attitude towards normal births, 5 respondents who had a good attitude towards abnormal births, and a good attitude towards normal births as many as 19 people. The chi square test obtained a p value = 0.01 (<0.05). Respondents who had less support for abnormal births were 19 people, less support for normal births were 5 people, respondents who had good support for abnormal births were 9 people, and good support for normal births were 27 people. The chi square test obtained a p value = 0.001 (<0.05). There is a significant influence of knowledge, attitudes and companion support on the length of labor with a p-value of 0.001 < 0.05. So it is hoped that health services and health workers, especially midwives, can play a supporting role in the birthing process. Keywords: Knowledge, Attitude, Companion Support, Normal Delivery ABSTRAK Data profil kesehatan provinsi DKI Jakarta tahun 2020 diketahui jumlah kematian ibu di sebesar 117 orang ibu, meningkat dibanding tahun 2019 yakni 100 orang ibu. Angka kematian ibu pada tahun 2020 adalah 68,7 tiap 100.000 kelahiran hidup. Untuk wilayah Jakarta Pusat tahun 2020 angka kematian ibu yaitu sebesar 10,4 per 100.000 kelahiran hidup atau sebanyak 13 kasus dari 12.476 kelahiran hidup (Kemenkes, 2020). Upaya menurunkan angka kematian ibu salah satunya asuhan persalinan normal dengan didukung Permenkes No. 21 Tahun 2021 Pasal 16 ayat 2 mengenai Pelayanan Kesehatan Persalinan salah satunya dengan memberikan asuhan sayang ibu selama persalinan, asuhan yang diberikan dengan menghadirkan pendamping yang selalu menemani ibu selama persalinan berlangsung (Utami & Fitriahadi, 2019). Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan pendamping terhadap lama persalinan di Puskesmas Kemayoran Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional, dengan menggunakan pendekatan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan sampel sebanyak 60 orang. Teknik data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan perhitungan statistik program SPSS.  Responden yang mempunyai pengetahuan kurang persalinan abnormal sebanyak 20 orang, pengetahuan kurang persalinan normal sebanyak 9 orang, responden yang mempunyai pengetahuan baik persalinan abnormal sebanyak 8 orang pengetahuan baik persalinan normal sebanyak 9 orang. Uji uji chi square diperoleh nilai p= 0,001 (<0,05). Responden yang mempunyai sikap kurang persalinan abnormal sebanyak 23 orang, sikap kurang persalinan normal sebanyak 13 orang, responden yang mempunyai sikap baik persalinan abnormal sebanyak 5 orang, sikap baik persalinan normal sebanyak 19 orang. Uji chi square diperoleh nilai p= 0,01 (<0,05). Responden yang mempunyai dukungan kurang persalinan abnormal sebanyak 19 orang, dukungan kurang persalinan normal sebanyak 5 orang, responden yang mempunyai dukungan baik persalinan abnormal sebanyak 9 orang, dukungan baik persalinan normal sebanyak 27 orang. Uji uji chi square diperoleh nilai p= 0,001 (<0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan pengetahuan, sikap dan dukungan pendamping terhadap lamanya persalinan dengan p-value 0,001 < 0,05. sehingga diharapkan untuk pelayanan kesehatan serta tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menghadirkan peran pendamping dalam proses persalinan berlangsung. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Pendamping, Persalinan Normal
Analisis Implementasi E-Puskesmas di Puskesmas Terara Lombok Timur Arsyam, Haeril; Sulaiman, Lalu; Setiawan, Sabar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19715

Abstract

ABSTRACTThe digitalization of healthcare services through e-Puskesmas aims to enhance administrative efficiency and patient data integration in community health centers (puskesmas). Puskesmas Terara, East Lombok, has implemented this system; however, its effectiveness still faces various technical and non-technical challenges that require further analysis. This study employs a qualitative approach using in-depth interviews and focus group discussions (FGD). The research informants include medical personnel, administrative staff, service unit coordinators, the IT team, and puskesmas management. The implementation of e-Puskesmas has provided significant benefits, such as efficient data recording, integration between service units, and clearer service information. However, several technical challenges were identified, including network disruptions and system instability. Additionally, non-technical obstacles include a lack of comprehensive training and difficulties in technology adaptation among some staff members. Although e-Puskesmas has improved service effectiveness, system optimization is still necessary. The key recommendations of this study include infrastructure enhancement, the provision of comprehensive technical training, periodic evaluation of application features, and the addition of human resources to the IT team to ensure system sustainability. Keywords: E-Puskesmas, Implementation Effectiveness, Healthcare Services, Technical Challenges, System Development.  ABSTRAK Digitalisasi layanan kesehatan melalui e-Puskesmas bertujuan meningkatkan efisiensi administrasi dan integrasi data pasien di puskesmas. Puskesmas Terara, Lombok Timur, telah mengimplementasikan sistem ini, namun efektivitasnya masih menghadapi berbagai kendala teknis dan nonteknis yang perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Informan penelitian mencakup tenaga medis, staf administrasi, koordinator unit layanan, tim IT, dan manajemen puskesmas. Implementasi e-Puskesmas memberikan manfaat signifikan, seperti efisiensi pencatatan data, integrasi antarunit layanan, dan kejelasan informasi pelayanan. Namun, beberapa kendala teknis ditemukan, seperti gangguan jaringan dan ketidakstabilan sistem. Selain itu, hambatan nonteknis meliputi kurangnya pelatihan mendalam serta kesulitan adaptasi teknologi oleh sebagian staf. Meskipun e-Puskesmas telah meningkatkan efektivitas layanan, optimalisasi sistem masih diperlukan. Rekomendasi utama penelitian ini adalah peningkatan infrastruktur, penyediaan pelatihan teknis komprehensif, evaluasi berkala fitur aplikasi, serta penambahan sumber daya manusia di tim IT guna memastikan keberlanjutan sistem. Kata Kunci: E-Puskesmas, Efektivitas Implementasi, Pelayanan Kesehatan, Kendala Teknis, Pengembangan Sistem.
Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Herniated Nucleus Pulposus (HNP) di RSUD dr. H. JUSUF SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara Harno, Harno; Damayanti, Ana; Wahyudi, Donny Tri; Najihah, Najihah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15522

Abstract

ABSTRACT Herniated Nucleus Pulposus or what is often referred to as Lower Back Pain is a non-communicable disease that is common in all societies, both globally and nationally. The humbosacral spine accounts for about 90% of HNP, the cervical spine for 8%, and the thoracic spine for 1% to 2%. When someone is diagnosed with HNP, they must undergo professional therapy, which is expensive, time- consuming, and accompanied by reoccurring episodes. All facets of life, including the economy, family peace, quality of life, and psychological health, will undoubtedly be impacted by this. The purpose of this study was to ascertain how the quality of life of patients with Herniated Nucleus Pulposus at dr. H. Jusuf SK Tarakan, North Kalimantan Province, correlated with their level of depression. This kind of study had a quantitative cross-sectional study design with analytical components. Having a purposive sampling size of 51 participants, the population in this study consisted of patients with a Herniated Nucleus Pulposus diagnosis. The Spearman Rank Test was a statistical test used in this investigation. The results of the statistical test indicated that there was a significant relationship between the degree of depression and quality of life, with the strength of a strong relationship and the direction of a negative relationship, with a significance value of 0.000 0.05 and a correlation coefficient of -0.75. According to this study's findings, people with Herniated Nucleus Pulposus had lower quality of life when their depression levels were higher or higher quality of life when their depression levels were lower. Keywords: Depression, Quality Of Life, Herniated Nucleus Pulposus  ABSTRAK Herniated Nucleus Pulposus atau yang sering disebut dengan sakit punggung bagian bawah (low back pain) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dijumpai pada seluruh masyarakat, baik secara global maupun nasional. Sekitar 90% HNP terjadi di area lumbosacral spine, 8% di area cervical spine dan 1% hingga 2% di area thoracic spine. Apabila seseorang terdiagnosis HNP maka perlu dilakukan perawatan secara profesional dengan durasi waktu yang cukup lama dan biaya yang mahal disertai resiko kejadian berulang. Hal ini tentu akan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan diantaranya kondisi ekonomi, keharmonisan keluarga, kualitas kehidupan dan kejiwaan seseorang. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi penampang analitis (analytic crosssectional study). Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis Herniated Nucleus Pulposus dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 51 responden. Penelitian ini menggunakan uji statistik Uji Spearman Rank. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan coefficient correlation -0,75 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup dengan kekuatan hubungan kuat dan arah hubungan negatif. Kesimpulan penelitian ini ialah semakin tinggi tingkat depresi maka semakin rendah kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus atau semakin rendah tingkat depresi maka semakin tinggi kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Depresi, Kualitas Hidup, Herniated Nucleus Pulposus
Pengetahuan Mampu Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Pustu Golodukal Madur, Junita P.; Kurniati, Kornelia; Murti, Nelviani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15509

Abstract

ABSTRACT Indonesia's exclusive breastfeeding coverage in 2022 was recorded at only 67.96%, down from 69.7% in 2021, indicating the need for more intensive support so that this coverage can increase. Not providing breast milk contributes to infant mortality due to poor nutritional status which affects the baby's health and survival. To determine the effect of knowledge on exclusive breastfeeding for 0-6 months in the Pustu Golodukal working area. This research is quantitative descriptive with a cross-sectional approach. Samples were taken using total sampling technique with a total of 28 people. The statistical test used was chi-square with the measuring tool for data collection being the questionnaire. Most mothers with good knowledge categories were able to provide exclusive breastfeeding to their babies from 0-6 months. Statistical tests prove the results of the p-value = 0.008. There is an influence between the mother's knowledge of the baby's behavior on exclusive breastfeeding for babies 0-6 months at Pustu Golodukal. Keywords: Breastfeeding Mothers, Knowledge, Exclusive Breastfeeding  ABSTRAK Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat.  Tidak memberikan ASI menyumbang angka kematian bayi karena buruknya status gizi yang berpengaruh pada kesehatan bayi dan kelangsungan hidup bayi. Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan diwilayah kerja Pustu Golodukal. Penelitian ini adalah deskriptif    kuantitatif dengan   pendekatan   secara cross. Sampel diambil dengan tehnik Total sampling dengan jumlah 28 orang. Uji statistic yang digunakan menggunakan chi-square dengan alat ukur untuk pengumpulan data adalah kuiosner. Ibu dengan kategori pengetahuan yang baik Sebagian besar mampu memberikan asi eksklusif pada bayinya dari 0-6 bulan. uji statistic membuktikan hasil nilai p-value= 0,008. Ada pengaruh antara pengetahuan ibu bayi terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan di Pustu Golodukal. Kata Kunci: Ibu Menyusui, Pengetahuan, Pemberian ASI Eksklusif
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Desminore dan Penanganan Non Farmakologi di SMAN 01 Kebun Tebu Lampung Barat Julaeha, Siti; Mariza, Ana; Suharman, Suharman; Ermasari, Anisa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.12437

Abstract

ABSTRACT Menstruation is the process of shedding the endometrial lining or the inner uterine wall which has many blood vessels from the uterus to the cervix and then blood comes out through the vagina. Preliminary data at Kebun Tebu 1 Public High School, West Lampung Regency, obtained 36 young women out of a total of 74 students who experienced menstrual pain on the first day so they received treatment at the UKS. Researchers also conducted interviews with 10 students who experienced dysmenorrhea at SMAN 01 Kebun Tebu. It was found that all students said that dysmenorrhea greatly interfered with activities, especially when the dysmenorrhea occurred while studying. This is because apart from dysmenorrhea, female students with dysmenorrhea also experience other symptoms such as dizziness, nausea, weakness, back pain and fever. The purpose of this study was to determine the effect of health education on the level of adolescent knowledge about dysmenorrhea and non-pharmacological treatment at SMAN 01 Kebun Sugar Cane, West Lampung Regency in 2023. Type of quantitative research, pre-experimental research design using one group pretest-posttest design, population and sample of all 10th grade students at SMAN 01 Kebun Sugar Cane, West Lampung Regency in 2023, as many as 32 girls. Total sample sampling technique. This research was carried out at SMAN 01 Sugar Cane Gardens, West Lampung Regency in 2023. Data analysis used univariate and bivariate analysis used the Wilcoxon test. Knowledge of adolescents about dysmenorrhea before being given health education about dysmenorrhea and non-pharmacological treatment with a mean of 9.06. While the number of respondents who had scores above the mean were 14 people and scores below the mean were 18. Adolescents' knowledge about dysmenorrhea after being given health education about dysmenorrhea and non-pharmacological treatments with a mean of 13.53. While the number of respondents who had values above the mean were 18 people and values below the mean were 14. The results of bivariate data analysis using the t-test obtained a p-value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that there is an influence of health education on the level of adolescent knowledge about dysmenorrhea and non-pharmacological treatment at SMAN 01 Kebun Sugar Cane, West Lampung Regency in 2023. It is hoped that young women can increase their knowledge about dysmenorrhea through the media of leaflets, both at the nearest school or health facility. Keywords: Non-Pharmacological Health Education, Knowledge, Dysminore ABSTRAK Menstruasi adalah proses peluruhan lapisan endometrium atau dinding rahim bagian dalam yang banyak pembuluh darah dari rahim menuju leher rahim kemudian darah keluar melalui vagina. Data pendahulu di SMA Negeri 1 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat didapat 36 remaja putri dari jumlah siswa sebanyak 74 orang yang mengalami nyeri haid di hari pertama sehingga mendapatkan perawatan di UKS. Peneliti juga melakukan wawancara dengan 10 orang siswi yang mengalami dismenore di SMAN 01 Kebun Tebu diketahui bahwa semua siswi mengatakan bahwa dismenore sangat menganggu aktivitas terutama ketika dismenore tersebut terjadi saat sedang belajar. Hal tersebut dikarenakan selain dismenore, siswi yang dismenore juga mengalami gejala lain seperti pusing, mual, lemah, sakit pinggang dan demam. Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang disminore dan penanganan non farmakologi di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimen menggunakan one group pretes-postes design, Populasi dan sampel seluruh siswi kelas 10 di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023 sebanyak 32 remaja putri. Teknik sampel total sampel. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Analisa data menggunakan univariat dan analisa bivariate menggunakan uji wilcoxon. Pengetahuan remaja tentang disminore sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang disminore dan penanganan non farmakologi dengan mean 9,06. Sedangkan jumlah responden yang memiliki nilai diatas mean sebanyak 14 orang dan nilai dibawah mean sebanyak 18. Pengetahuan remaja tentang disminore sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang disminore dan penanganan non farmakologi dengan mean 13,53. Sedangkan jumlah responden yang memiliki nilai diatas mean sebanyak 18 orang dan nilai dibawah mean sebanyak 14. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang disminore dan penanganan non farmakologi di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Bagi remaja putri diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang disminore melalui media leaflet, baik disekolah ataupun fasilitas kesehatan terdekat. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan Non Farmakologi, Pengetahuan, Disminore 
Analisis Faktor Employee Agility terhadap Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Liasari, Deny Eka; Farich, Achmad; Angelina, Christin; Sudirahayu, Ika; Rachmawati, Rachmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15575

Abstract

ABSTRACT The use of RME will be realized optimally if organizations and health workers are ready to operate it. Unpreparedness in using RME can cause a number of problems, even making health workers lose interest in using it. As a result, RME implementation is at risk of failure and has the potential to have a negative impact on patient care because vital clinical and administrative data can be lost. The implementation of Electronic Medical Records (RME) in hospitals is an important element in Indonesia's health strategy which aims to improve the efficiency and accuracy of health services. Therefore, this research focuses on analyzing employee agility factors on readiness to implement electronic medical records at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2024. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. A sample of 157 respondents, who are healthcare workers responsible for implementing EMR, was selected using proportional random sampling techniques. The dependent variable assessed is readiness to implement RME and the independent variable is personality; work experience, personal abilities, environment and social. The research results showed that the independent variables related to EMR implementation readiness are work experiencce (pv:0,012), personal abilities (pv:0,000), environment (pv:0,000), and sosial (pv:0,000). The most dominant influencing factor is personal abilities with an 21,189 (95% CI: 4,249 – 105,656) which means that individuals whose abilities are good are 21 times more prepared . It is hoped that these results can become a reference for hospital management to utilize external resources such as RME vendors, technology consultants, and government or regulatory agencies to support RME implementation. Keywords: Electronic Medical Record, Implementation, Readiness, Employee Agility, Hospital  ABSTRAK Penggunaan RME akan terwujud secara optimal apabila organisasi dan petugas kesehatan telah siap dalam mengoperasikannya. Ketidaksiapan dalam penggunaan RME dapat menimbulkan sejumlah masalah, bahkan membuat petugas kesehatan kehilangan minat untuk memanfaatkannya. Akibatnya, implementasi RME berisiko mengalami kegagalan dan berpotensi memberikan dampak negatif pada pelayanan pasien karena data klinis dan administratif yang vital dapat terhapus. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit adalah elemen penting dalam strategi kesehatan Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada analisis faktor employee agility terhadap kesiapan penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 157 responden dan merupakan petugas kesehatan yang akan mengimplementasikan RME dengan teknik proportional random sampling. Variabel dependen yang dinilai yaitu kesiapan penerapan RME dan variabel independen berupa kepribadian; pengalaman kerja, kemampuan diri, lingkungan, dan sosial. Hasil penelitian didapatkan variabel independen yang berhubungan dengan kesiapan penerapan RME adalah pengalaman kerja (pv:0,012), kemampuan diri (pv:0,000), lingkungan (pv:0,000) dan sosial (pv:0,000). faktor paling dominan yang berpengaruh berupa kemampuan diri dengan Odd Ratio (OR) 21,189 (95% CI: 4,249 – 105,656) yang artinya individu yang kemampuan dirinya baik 21 kali lebih siap. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan manajemen rumah sakit untuk memanfaatkan sumber daya eksternal seperti vendor RME, konsultan teknologi, dan lembaga pemerintah atau regulasi untuk mendukung penerapan RME. Kata Kunci: Kesiapan, Penerapan, Rekam Medis Elektronik, Employee Agility, Rumah Sakit
Intensitas Penggunaan Gadget pada Siswa SMP Swasta di Lubuk Pakam Sitanggang Lipan, Yohana Beatry; Nasution, Siti Saidah; Daulay, Wardiyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15373

Abstract

ABSTRACT Intensity of gadget use is the level of gadget use in humans which is thought to be influenced by several characteristics, namely characteristics related to self Alone and the environment. This research was conducted on junior high school children. Intensity of gadget use among junior high school children in Lubuk Pakam school students This research method use is descriptive. The research results show the of the 48 respondents who used gadgets the highest was in the medium category as much as 89.6% (43 respondents). After conducting research, the results showed that the intensity of gadget use in teenagers (junior high school) was highest in the moderate category, so it was suggested that parents need to monitor the duration of gadget use in children to prevent addiction and reduce other negative impacts. Keywords: Intensity Of Gadget Use, Adolescent                              ABSTRAK Intensitas penggunaan gadget merupakan tingkat penggunaan gadget pada manusia yang diduga dipengaruhi oleh beberapa karakteristik yaitu karakteristik yang berkaitan dengan diri sendiri dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada anak SMP. Intensitas penggunaan gadget pada siswa SMP di sekolah Lubuk Pakam. Penggunaan metode penelitian ini bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 48 responden yang menggunakan gadget paling tinggi berada pada kategori sedang sebanyak 89,6% (43 responden). Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil bahwa intensitas penggunaan gadget pada remaja (SMP) paling tinggi berada pada kategori sedang, sehingga disarankan agar orang tua perlu memantau durasi penggunaan gadget pada anak untuk mencegah kecanduan dan mengurangi dampak negatif lainnya. Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Gadget, Remaja

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue