cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
Analisis Pemberian Air Rebusan Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus) dan Daun Adas (Foeniculum Vulgare) pada Ibu Menyusui terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan di Perum Bma Desa Bengle Ekayanti, Ekayanti; Dahliyani, Dahliyani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16673

Abstract

ABSTRACT The problem of non-fluency in breast milk is a factor that influences the nutritional intake and needs of babies, thus influencing the increase and decrease in body weight of babies or toddlers. This problem of non-fluency in breast milk was also found in the Majalaya Community Health Center area, specifically in Perum BMA Bengle Village. Plants are effective in increasing breast milk production because they provide food with high nutritional content. Vegetables such as fennel and green beans are both lactogogums which have the effect of facilitating breast milk. To determine the analysis of giving boiled water from green beans (Phaseolus radiatus) and fennel leaves (Foeniculum vulgare) to breastfeeding mothers on the analysis of weight gain in babies aged 0-6 months at Perum BMA Bengle Village. The design of this research is a two group pre-post test. In this study, an intervention monitoring observation checklist sheet was used. The sample used in this research used a total sampling method, that is, the entire research population was sampled in this research, namely 30 people. The analysis carried out was univariate and bivariate analysis with the help of the SPSS computer program. Based on the Shapiro Wilk test, it was found that the data was normally distributed, so a parametric test was carried out using the independent t-test. The value obtained was p = 0.000 (p<0.05), which means that there was an effect of giving boiled water from green beans and fennel leaves on the increase in baby weight in breastfeeding mothers in BMA Bengle Village, Karawang Regency. It is hoped that all health workers will provide education regarding the benefits and effectiveness of boiled water from green beans and fennel leaves on the smooth flow of breast milk which can influence weight gain in babies aged 0-6 months Keywords: Green Beans, Fennel Leaves, Breast Milk, Baby Weight Gain  ABSTRAK Masalah ketidak lancaran ASI merupakan suatu faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi dan kebutuhan pada bayi, sehingga mempengaruhi terhadap peningkatan dan penurunan badan bayi atau balita. Masalah ketidak lancaran ASI ini juga ditemukan di wilayah puskesmas majalaya tepatnya di Perum BMA Desa Bengle. Tumbuhan efektif dalam meningkatkan produksi ASI karena menyediakan makanan dengan kandungan nutrisi tinggi. Sayuran seperti adas dan kacang hijau Keduanya merupakan lactogogum yang memiliki efek untuk memperlancar ASI. Untuk Mengetahui Analisis Pemberian Air Rebusan Kacang Hijau (Phaseolus radiatus) dan Daun Adas (Foeniculum vulgare) Pada Ibu Menyusui Terhadap Analisis Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan  di Perum BMA Desa Bengle. Desain penelitian ini adalah two group pre-post test. Pada penelitian ini menggunakannlembar check list observasi pemantauna mtervensi. Sampel yang digunakan dalam pennelitian ini menggunakan metode total sampling yaitu seluruh populasi penelitian menjadi sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariate dan bivariate dengan dibantu progam computer SPSS. Berdasarkan uji Shapiro wilk didapatkan bahwa data berdistribusi normal, maka dilakukan uji parametrik dengan menggunakan uji independent t-test. Didapatkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian terapi air rebusan kacang hijau dan daun adas  terhadap peningkatan berat badan bayi pada ibu menyusui di BMA Desa Bengle- Kabupaten Karawang. Diharapkan  pada seluruh tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan terkait manfaat dan efektivitas terkait air rebusan kacang hijau dan daun adas terhadap  kelancaran ASI yang dapat mempengaruhi kenaikan berat badan pada bayi usia 0-6 bulan. Kata Kunci: Kacang Hijau, Daun Adas, ASI, Kenaikan Berat Badan Bayi
Hubungan Usia dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rawat Inap RS Kanker Dharmais Futriani, Elfira Sri; Irsadi, Dapid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19735

Abstract

ABSTRACT Cancer is a large group of diseases that can begin in almost any organ or tissue of the body when abnormal cells grow uncontrollably, beyond their normal limits to invade adjacent parts of the body and/or spread to other organs. Cancer is the second cause of death globally, causing approximately 9.6 million deaths, or 1 in 6 deaths, in 2018. According to the World Health Organization (2024) Breast cancer is the number one cancer in women. In 2022, there will be 2,296,840 new cases of breast cancer in women occurring throughout the world (World Cancer Research Fund).To determine the relationship between age and family support with quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy inpatients at Dharmais Cancer Hospital.This research uses quantitative methods with a cross sectional approach. The research sample consisted of 165 breast cancer patients undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital. The Asymp value. Sig. (2-sided) in the Pearson Chi-Square test was 0.013. Because the Asymp value. Sig. (2-sided) 0.000 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between mothers who experience preeclampsia and the incidence of asphyxia neonatorum. The Asymp value. Sig. (2-sided) in the Pearson Chi-Square test was 0.020. Because the Asymp value. Sig. (2-sided) 0.020 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between the incidence of asphyxia neonatorum and gestational age.The results showed that there was a significant relationship between age and quality of life (p-value = 0.000). Other results also show a very significant relationship between family support and quality of life (p-value = 0.000). Individuals with good family support tend to have a higher quality of life, with 86.1% in the good category, and no one has a poor quality of life. It is hoped that hospitals and medical personnel will provide further education to patients and families regarding the importance of family support for breast cancer patients undergoing chemotherapy in improving the patient's quality of life. Keywords: Breast Cancer, Family Support and Quality of Life  ABSTRAK Kanker merupakan kelompok besar penyakit yang dapat bermula di hampir semua organ atau jaringan tubuh ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali, melampaui batas normalnya untuk menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan/atau menyebar ke organ lain. Kanker merupakan penyebab kematian kedua secara global, yang menyebabkan sekitar 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian, pada tahun 2018. Menurut World Health Organization (2024) Kanker payudara merupakan kanker nomor satu pada wanita. Pada tahun 2022, terdapat 2.296.840 kasus baru kanker payudara pada wanita yang terjadi di seluruh dunia (World Cancer Research Fund). Untuk Mengetahui hubungan usia dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di rawat inap RS Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS kanker Dharmais sebanyak 165 sampel. Hasil uji Chi-Square mendukung temuan ini, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 23.126 dan p-value sebesar 0.000. Karena p-value lebih kecil dari 0.05, maka peneliti menolak hipotesis nol (H₀) dan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dan kualitas hidup. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai Pearson Chi-Square sebesar 150.856 dengan derajat kebebasan (df) = 4, dan memiliki p-value sebesar 0.000. Karena p-value jauh lebih kecil dari 0.05, maka peneliti menolak hipotesis nol (H₀) dan menyimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan kualitas hidup.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan kualitas hidup (p-value = 0.000). Hasil lain juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup (p-value = 0.000). Individu dengan dukungan keluarga baik cenderung memiliki kualitas hidup lebih tinggi, dengan 86.1% di kategori baik, dan tidak ada yang memiliki kualitas hidup buruk. Diharapkan Rumah sakit dan tenaga medis memberikan edukasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup
Aplikasi Edukasi Gizi Remaja (Ezima) Efektif Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Mengonsumsi Sugar Sweetened Beverages Pada Remaja Kadewi, Ami; Fauziah, Munaya; Sutini, Titin; P, Nyimas Heny; Purnawati, Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16699

Abstract

ABSTRACT Sugar sweetened beverages (SSB) are packaged drinks that add sweeteners, as one of the ingredients in drinks with little nutritional content. Teenagers have a habit of consuming SSB. If it is not immediately anticipated, it can cause nutritional disorders and can cause health problems. Educational media is very important to increase knowledge and attitudes of teenagers consuming SSB. The aim of the research is to determine the difference in the influence of adolescent nutrition education using the EZIMA application and booklets on knowledge and attitudes towards consuming sugar sweetened beverages (SSB) in adolescents. This research design uses quasi experimental with two group pre and post test. The sample in this study was 100 respondents obtained from g-power calculations by entering an effect size of 0.8, α err prob 0.05, power 0.80, divided into two groups, namely education based on the EZIMA application and booklets with 50 respondents each. The instrument used in this research was a questionnaire for knowledge and attitudes. The paired t-test showed that there was a difference in respondents' knowledge before and after being given education on the EZIMA application with a p-value of 0.021 and the booklet group had a p-value of 0.012. There is a difference in respondents' attitudes before and after with a p-value of 0.038 for the EZIMA application and a p-value of 0.016 for the booklet. The results of the independent t-test in the educational intervention group based on the EZIMA application were with a p-value of 0.002, in the intervention group using booklets with a p-value of 0.001. There is a difference in knowledge and attitudes towards consuming SSB among adolescents in educational interventions based on the EZIMA application and booklet. The results of this research can be used in education based on the EZIMA application for nursing services as educational material in increasing knowledge and attitudes towards consuming SSB in adolescents. Keywords: Sugar-Sweetened Beverages, Knowledge, Attitude, EZIMA Application, Booklet. ABSTRAK Sugar sweetened beverages (SSB) adalah minuman dalam kemasan yang ditambahkan pemanis, sebagai salah satu bahan dalam minuman dengan sedikit kandungan nutrisi. Remaja mempunyai kebiasaan mengonsumsi SSB bila tidak segera diantisipasi maka dapat menyebabkan gangguan gizi dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Media edukasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengonsumsi SSB. Tujuan dari penelitian mengetahui perbedaan pengaruh edukasi gizi remaja menggunakan aplikasi EZIMA dan booklet terhadap pengetahuan dan sikap mengonsumsi Sugar sweetened beverages (SSB) pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan two group pre and post test. Sampel pada penelitian ini sejumlah 100 responden yang didapat dari perhitungan g-power dengan memasukkan effect size 0.8, α err prob 0.05, power  0.80 dibagi menjadi dua kelompok yaitu edukasi berbasis aplikasi EZIMA dan booklet masing-masing 50 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk pengetahuan dan sikap. Uji uji paired t- test didapatkan ada perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi aplikasi EZIMA dengan p-value 0,021 dan kelompok booklet p value 0,012. Terdapat perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah dengan p-value 0,038 aplikasi EZIMA dan p-value 0,016 booklet. Hasil uji independent t-test pada kelompok intervensi edukasi berbasis aplikasi EZIMA dengan p-value 0,002, pada kelompok intervensi menggunakan booklet dengan p-value 0,001. Terdapat pengaruh perbedaan pengetahuan dan sikap mengonsumsi SSB pada remaja pada intervensi edukasi berbasis aplikasi EZIMA dan booklet. Hasil penelitian ini dapat digunakan edukasi berbasis aplikasi EZIMA untuk layanan keperawatan sebagai bahan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap mengonsumsi SSB pada remaja. Kata Kunci: Sugar-Sweetened Beverages, Pengetahuan, Sikap, Aplikasi EZIMA, Booklet.
Pengaruh Daun Kelor terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin (HB) pada Ibu Hamil Anemia di Puskesmas Kalibaru Yulinda, Nurma; Puspitasari, Amalia Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16678

Abstract

ABSTRACT Studies and research have shown that consuming Moringa leaves can help increase hemoglobin levels in individuals with anemia. This is because the high iron content in Moringa leaves can help increase hemoglobin production in the body. To determine the effect of Moringa leaves on increasing hemoglobin (HB) levels in anemic pregnant women at the Kalibaru Health Center in 2024. This research was carried out at the Kalibaruan Community Health Center in April and May 2024, by taking pregnant women who had mild anemia as respondents. The independent variable is the administration of Moringa leaves. The dependent variable is the increase in Hb levels, using primary data obtained using observation sheets to determine the value of Hb levels before and after the intervention. Data processing was carried out univariate and bivariate with the T test (paired sample t test) with the help of the SPSS computer program. The average hemoglobin level of the 36 respondents was a positive rank, namely an increase in hemoglobin levels with an average of 18.50 and a sum of rank of 666.00. There was no negative decrease in ranks or reduction in hemoglobin levels and tie values (fixed assessment before and After the research results show that Asymp (2 - Talled) is 0.000 because 0.000 < 0.05, it can be concluded that the hypothesis is accepted. This means that there is an effect of Moringa leaves on increasing hemoglobin (Hb) levels in pregnant women with anemia at the Kalibaru health center in 2024. Midwives can recommend consuming Moringa leaves in powder form, capsules, or cooked as a vegetable, as well as monitoring the development of pregnant women's Hb. Collaboration with other health workers and the community is also important to disseminate information and education. Keywords: Moringa Leaves, Hemoglobin Levels, Pregnant Women  ABSTRAK Kasus anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi mencapai 48,9% (Riskesdas,2018). Di Puskesmas Kalibaru Ibu hamil Trimester III yang mengalami anemia ringan sebanyak 36 orang, dan  mayoritas atau 100 %  tidak mengetahui manfaat dari daun kelor yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin selain dari konsumi tablet FE. Untuk mengetahui pengaruh daun kelor terhadap kenaikan kadar hemoglobin (HB) pada ibu hamil anemia di Puskesmas Kalibaru Tahun 2024. Penelitian ini merupakan pre-eksperimen dengan rancangan penelitian Two Group Pre-Post Test Design. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia ringan, teknik sampling menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kalibaru pada bulan Mei 2024. Seluruh responden mendapatkan perlakuan berupa pemberian ekstrak daun kelor 100 gr yang dikonsumsi 2x sehari selama 14 hari, kemudian dilakukan observasi untuk mengetahui nilai kadar Hb sebelum dan sesudah dilakukan intervensi,  pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji T (paired sampel t tes). Rata-rata kadar hemoglobin responden sebelum diberikan daun kelor yaitu 9,692 MmHg, dan setelah 14 hari diberikan daun kelor naik menjadi 10,322 MmHg dengan selisih beda sebesar 0,63 MmHg. Hasil uji bivariat menggunakan Uji Wilcoxon di dapatkan mayoritas nilai rata – rata positif rank yaitu adanya peningkatan kadar hemoglobin dengan rata- rata 18,50. Hasil penelitian di ketahui Asymp. Sig (2 – Talled) bernilai 0.000 artinya ada Pengaruh Daun Kelor Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin (Hb). Ada Pengaruh Daun Kelor Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Ibu Hamil Anemia di Puskesmas Kalibaru Tahun 2024. Bidan dapat merekomendasikan konsumsi daun kelor dalam bentuk bubuk, kapsul, atau dimasak sebagai sayur, serta memantau perkembangan Hb ibu hamil. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dan komunitas juga penting untuk menyebarkan informasi dan edukasi. Kata Kunci: Daun Kelor, Kadar Hemoglobin, Ibu Hamil
Analisis Pengaruh Waktu Pelayanan, Lokasi, Operational Benevolence, Fasilitas, Price Affordability terhadap Kepuasan Pasien Poli Penyakit dalam RS Reksodiwiryo Vidiansyah, Achmad; Hutabarat, Zoel
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19692

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is a crucial factor in evaluating the quality of hospital services, influencing patient loyalty and the efficiency of healthcare systems. Various aspects, such as service time, location, operational benevolence, facilities, and price affordability, play a significant role in determining the level of patient satisfaction in receiving medical care. Objective: This study aims to analyze the effect of service time, location, operational benevolence, facilities, and price affordability on patient satisfaction at the Internal Medicine Outpatient Clinic of Reksodiwiryo Hospital, Padang.  A quantitative approach with a cross-sectional design was employed, involving 170 randomly selected respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using PLS-SEM. The findings indicate that all variables have a positive and significant effect on patient satisfaction, with operational benevolence being the most dominant factor (β = 0.42; p < 0.001), followed by facilities (β = 0.31; p < 0.001), service time (β = 0.27; p < 0.001), price affordability (β = 0.21; p < 0.01), and location having the least impact (β = 0.18; p < 0.05). These findings emphasize that operational benevolence and service comfort play a more significant role in enhancing patient satisfaction compared to cost and accessibility factors. Therefore, hospital management is advised to prioritize improving medical staff interactions, upgrading service infrastructure, and optimizing service efficiency to maintain high patient satisfaction levels and hospital competitiveness.   Keywords: Patient Satisfaction, Operational Benevolence, Service Time, Healthcare Facilities, Price Affordability.  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan faktor krusial dalam menilai kualitas layanan rumah sakit, yang berpengaruh terhadap loyalitas pasien serta efisiensi sistem pelayanan kesehatan. Berbagai aspek, seperti waktu pelayanan, lokasi, operational benevolence, fasilitas, dan keterjangkauan harga, dapat memengaruhi tingkat kepuasan pasien dalam menerima layanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pelayanan, lokasi, operational benevolence, fasilitas, dan keterjangkauan harga terhadap kepuasan pasien di Poli Penyakit Dalam RS Reksodiwiryo Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 170 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pelayanan, lokasi, operational benevolence, fasilitas, dan keterjangkauan harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan operational benevolence sebagai faktor paling dominan (β = 0,42; p < 0,001), diikuti oleh fasilitas (β = 0,31; p < 0,001), waktu pelayanan (β = 0,27; p < 0,001), keterjangkauan harga (β = 0,21; p < 0,01), dan lokasi sebagai faktor dengan pengaruh terendah (β = 0,18; p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa aspek operational benevolence dan kenyamanan fasilitas memainkan peran utama dalam meningkatkan kepuasan pasien dibandingkan faktor biaya dan aksesibilitas. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit disarankan untuk lebih memprioritaskan peningkatan interaksi tenaga medis, perbaikan infrastruktur pelayanan, serta optimalisasi efisiensi waktu pelayanan guna menjaga tingkat kepuasan pasien yang tinggi dan daya saing rumah sakit.   Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Operational Benevolence, Waktu Pelayanan, Fasilitas Kesehatan, Keterjangkauan Harga.
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Pasien yang Akan Menghadapi Operasi Farida, Ida; Najihah, Najihah; Tukan, Ramdya Akbar; Pujianto, Ahmat; Damayanti, Ana; Darni, Darni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15194

Abstract

ABSTRACT Children and parents might suffer various psychological reactions during pre-operative, including anxiety. Additionally, children tend to be more susceptible to receiving anxiety from their parents in an indirect manner, which makes them apprehensive. This study aimed to identify the factors influencing the anxiety level of parents of patients undergoing surgery. A cross-sectional research methodology was used in this study. The population in this study is 100 participants-a sample of 80 respondents using random sampling. The analysis used was bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the patient's parents were dominated by 71.3% women, 60% high school education, 38.3% working as housewives, 71.3% Muslim and 88% married. The anxiety level of most parents was in the moderate category of 60%. The results of the data analysis obtained B value>0.05 for all research variables. Therefore, it can be concluded that there was no relationship between gender, education, occupatan, type of operation, surgery experience and knowledge of parents' anxiety. It is expected that the hospital can improve health education for patients and families who will undergo surgery to reduce the anxiety of the patient's parents. Keywords: Anxiety, Surgery, Parents  ABSTRAK Tahap pra-operasi memberikan berbagai pengalaman psikologis pada anak dan orang tua di antaranya kecemasan. Lebih lanjut kecemasan yang dialami orang tua cenderung lebih mudah ditransfer pada anak secara tidak langsung sehingga menyebabkan anak menjadi cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua pasien yang akan menghadapi operasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 partisipan. Sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua pasien didominasi oleh perempuan 71,3%, berpendidikan SMA 60%, bekerja sebagai IRT 38,3%, beragama islam 71,3% dan berstatus me nikah 88%. Tingkat kecemasan orang tua mayoritas pada kategori sedang 60%. Hasil analisis data didapatkan nilai ⍴ value > 0,05 untuk semua variabel penelitian. Sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis operasi, pengalaman operasi dan pengetahuan dengan kecemasan orang tua. Oleh karena itu, diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan pendidikan kesehatan terhadap pasien dan keluarga yang akan menjalani operasi sehingga dapat menurunkan kecemasan orang tua pasien. Kata Kunci: Cemas, Operasi, Orang Tua
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Deteksi Dini, Pengetahuan, Sikap, Persepsi dan Stigma Orang dalam Gangguan Jiwa Pada Remaja di RW 07 Kelurahan Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Rahayu, Antika; Nurpratiwi, Arfani; Putri, Tiara Puspita; Suara, Mahyar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16469

Abstract

ABSTRACT In the era of globalization and free competition, the tendency for the soul to expand is increasing, this causes stressors in life to become increasingly complex, such as the loss of a loved one, the breakdown of social relationships, unemployment, problems in marriage, the economy, work pressure and discrimination can increase. risk of suffering from mental disorders. (Suerni et al., 2023). Mental disorders are behavioral deviations resulting from deviations in emotions, thoughts, behavior, feelings, motivation, desires, self-awareness and perception so that they interfere with the life process.  (Isnaniar et al., 2022). As stated by (Anggraini, 2020), mental disorders are a manifestation of a form of behavioral deviation due to emotional distortion in behavior. The general aim of this writing is to determine the effect of health promotion on early detection of people with mental disorders in Rw 07, Kedung Supervisory Village, Babelan District, Bekasi Regency. This type of research uses descriptive analytical research with a quantitative approach with a cross-sectional observational study design. Using Pre and Post Tests and primary data obtained directly from respondents. With the variable Influence of Health Promotion on the Detection of Mental Disorders in Adolescents. There was a significant influence on teenagers' knowledge before and after being given health promotion regarding people with mental disorders with a p value ≤ 0.05. And there is a significant influence on teenagers' perceptions before and after being given health promotion regarding people with mental disorders with a p value ≤ 0.05. In this study, the characteristics of teenagers in Rw 07, Kedung Supervisory Village, Babelan District, Bekasi Regency, based on age categories, were mostly 16 years old. Based on gender categories, the majority are female. Based on educational categories, most of the respondents were in Senior High School (SMA). The average early detection of mental disorders in adolescents before was 3.4348 and after being given health promotion against mental disorders was 9.6364. There is a significant influence on teenagers' knowledge before and after being given health promotion regarding people with mental disorders with a p value ≤ 0.05. There is a significant influence on teenagers' perceptions before and after being given health promotion regarding people with mental disorders with p value ≤ 0.05. Keywords: Health Promotion, Early Detection, Mental Disorders, and AdolescentsABSTRAK Pada Era globalisasi dan persaingan bebas menambah kecenderungan jiwa semakin meluas, hal ini menyebabkan adanya stresor dalam kehidupan yang semakin kompleks, seperti kehilangan seseorang yang dicintai, putusnya hubungan sosial, pengangguran, masalah dalam pernikahan, ekonomi, tekanan pekerjaan dan diskriminasi dapat meningkatknya resiko penderita gangguan jiwa. (Suerni et al., 2023).Gangguan jiwa adalah penyimpangan perilaku akibat adanya penyimpangan emosi, pikiran, perilaku, perasaan, motivasi, keinginan, kesadaran diri sendiri, dan persepsi sehingga mengganggu dalam proses hidup.  (Isnaniar et al., 2022). Sama halnya disampaiakan oleh (Anggraini, 2020), gangguan jiwa merupakan manifestasi dari bentuk penyimpangan perilaku akibat adanya distorsi emosi dalam bertingkah laku. Tujuan umum penulisan ini untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap Deteksi Dini remaja mengenai orang dalam gangguan jiwa di Rw 07 Kelurahan Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan desain studi observasional Cross sectional. Menggunakan Pre dan Post Test dan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Dengan variabel Pengaruh Promosi Kesehatan Kesehatan Terhadap Deteksi Gangguan Jiwa Pada Remaja. Adanya pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan mengenai orang dengan gangguan jiwa dengan p value ≤ 0,05. Serta adanya pengaruh yang signifikan terhadap persepsi remaja sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan mengenai orang dengan gangguan jiwa dengan p value ≤ 0,05. Dalam penelitian ini karakteristik remaja di Rw 07 Kelurahan Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi berdasarkan kategorik usia sebagian besar berumur 16 tahun. Berdasarkan kategorik jenis kelamin sebagian besar berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan kategorik pendidikan sebagian besar responden berada di Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata – rata deteksi dini gangguan jiwa pada remaja sebelum 3,4348 dan sesudah diberikan promosi kesehatan terhadap gangguan jiwa adalah 9,6364. Adanya pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan mengenai orang dengan gangguan jiwa dengan p value ≤ 0,05. Adanya pengaruh yang signifikan terhadap persepsi remaja sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan mengenai orang dengan gangguan jiwa dengan p value ≤ 0,05. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Deteksi Dini, Gangguan Jiwa, dan Remaja
Peran Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua Terhadap Risiko Speech Delay Pada Anak Astuti, Titi; Aprina, Aprina; Anita, Anita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.22610

Abstract

ABSTRACT Speech delay in children is a developmental disorder that can affect communication skills, learning processes, and social interactions. Parental parenting and stimulation are environmental factors that play an important role in children's speech development, the Lampung Provincial Health Office report reported 24 children with developmental disorders; Among them, 7 children (29.16%) were in the speech domain. To determine the role of parenting and parental stimulation on the risk of speech delay in preschool-age children. A type of quantitative research with an analytical design of a cross-sectional approach. The population is all pre-school age children with a research sample of 200 pre-school children selected by purposive sampling technique. The independent variables are parental parenting (democratic, authoritarian, permissive) and parental stimulation (good, enough, less), while the dependent variable is the incidence of speech delay. Data collection was carried out using questionnaires and observation sheets. Data analysis used Chi-Square test and logistic regression. The results of the parenting study were mostly authoritarian (53.0%), the stimulation of parents was mostly in the good category (53.5%), and the results showed that there was a significant relationship between parenting and the incidence of speech delay (p = 0.000; OR = 20.620), as well as between parental stimulation and the incidence of speech delay (p = 0.000; OR = 20.462). Children with authoritarian and less stimulated parenting have a higher risk of speech delay compared to children who are democratically raised and receive adequate stimulation. Parenting and parental stimulation play a significant role in the risk of speech delay in preschool-age children. Parents are expected to implement positive parenting and provide consistent stimulation to optimize children's speech development. Keywords: Parenting Style, Parental Stimulation, Speech Delay, Preschool Children.  ABSTRAK Speech delay pada anak merupakan gangguan perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, proses belajar, dan interaksi sosial. Pola asuh dan stimulasi orang tua merupakan faktor lingkungan yang berperan penting dalam perkembangan bicara anak, Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dilaporkan 24 anak dengan gangguan perkembangan; di antaranya 7 anak (29,16%) pada domain bicara. Mengetahui peran pola asuh dan stimulasi orang tua terhadap risiko speech delay pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh anak usia pra sekolah dengan Sampel penelitian berjumlah 200 anak usia pra sekolah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah pola asuh orang tua (demokratis, otoriter, permisif) dan stimulasi orang tua (baik, cukup, kurang), sedangkan variabel dependen adalah kejadian speech delay. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian pola asuh orang tua sebagian besar bersifat otoriter (53,0%), Stimulasi orang tua mayoritas dalam kategori baik (53,5%), dan hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian speech delay (p = 0,000; OR = 20,620), serta antara stimulasi orang tua dengan kejadian speech delay (p = 0,000; OR = 20,462). Anak dengan pola asuh otoriter dan stimulasi yang kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami speech delay dibandingkan dengan anak yang diasuh secara demokratis dan mendapat stimulasi yang adekuat. Pola asuh dan stimulasi orang tua berperan signifikan terhadap risiko speech delaypada anak usia pra sekolah. Orang tua diharapkan menerapkan pola asuh positif dan memberikan stimulasi yang konsisten untuk mengoptimalkan perkembangan bicara anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Stimulasi Orang Tua, Speech Delay, Anak Pra Sekolah
Faktor Manajerial yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Surgical Patient Safety Fase Sign Out di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Karawang Aminah, Siti; Nurhayadin, Dedi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19645

Abstract

ABSTRAK Keselamatan pasien saat ini telah menjadi isu global termasuk di rumah sakit, sehingga mencuatlah paradigma baru tentang mutu pelayanan. Surgical Safety Checklist merupakan alat komunikasi yang diterapkan di bagian bedah dan anastesi untuk meningkatkan kualitas dan menurunkan angka kematian dan komplikasi akibat pembedahan. Mengetahui Faktor Manajerial Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Surgical Patient Safety Fase Sign Out Di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Karawang. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif dan analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan tekhnik total sampling sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan derajat kemaknaan (α<0.05). Hasil analisis diperoleh motivasi dengan nilai OR=1.375 P value: 0.025 dengan kepatuhan perawat dalam penerapan Surgical Patient Safety Fase Sign Out di Ruang Bedah Sentral RSUD Karawang. Terdapat hubungan antara Motivasi dengan kepatuhan perawat dalam penerapan Surgical Patient Safety Fase Sign Out di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Karawang. Saran bagi Rumah Sakit adalah agar ditingkatkannya kepatuhan perawat dalam penerapan Surgical Patient Safety Fase Sign Out dengan sosialisasi, in house training serta monitoring dan dokumentasi setiap satu bulan sekali sebagai indikator pencapaian mutu unit Ruang Bedah Sentral RSUD Karawang Kata Kunci: Kepatuhan Pendokumentasian, Motivasi Perawat, Surgical Patient Safety.  ABSTRACT Patient safety has now become a global issue, including in hospitals, so that a new paradigm regarding service quality has emerged. The Surgical Safety Checklist is a communication tool applied in surgery and anesthesia to improve quality and reduce mortality and complications due to surgery. To determine the Managerial Factors That Influence Nurse Compliance In Implementing Surgical Patient Safety Sign Out Phase In The Central Surgical Installation Room At RSUD Karawang. The method in this research is descriptive and analytical using a cross sectional approach with a total sampling technique of 35 respondents. The instrument used was a questionnaire.Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Chi Square test and degree of significance (α<0.05). The results of the analysis obtained motivation with a value of OR=1.375 P value: 0.025 with nurse compliance in implementing the Surgical Patient Safety Sign Out Phase in the Central Surgical Room at Karawang Regional Hospital. There is a relationship between motivation and nurse compliance in implementing the Surgical Patient Safety Sign Out Phase in the Central Surgical Installation Room at Karawang Regional Hospital. Suggestions for hospitals are to increase nurse compliance in implementing Surgical Patient Safety in the Sign Out Phase with socialization, in house training as well as monitoring and documentation once a month as an indicator of achieving the quality of the Central Surgical Room Unit at RSUD Karawang Keywords: Documentation Compliance, Nurse Motivation,Surgical Patient Safety
Uji Flavonoid Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) dengan Metode (Microwave Assistted Extration) terhadap Stephylococcus Epidermidis Retnaningrum, Dwi Norma; Rahmawati, Wenny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16284

Abstract

ABSTRACT Bacterial infection is one of the causes of mastitis problems in the postpartum period. Bacteria that cause mastitis include Stapilococus epidermidis. Mahkota dewa is a plant that is usually used for traditional medicine because it contains many active compounds that are used as anti-microbials including flavonoids. Flavonoids act as antibacterials by stopping the dissolution of nucleic acids, membrane function and energy metabolism. Microwave Assisted Extration (MAE) is an increasingly rapid and efficacious extraction method. This study aims to see how crown fruit extract (Phaleria macrocarpa) affects Staphylococcus Epidermidis bacteria in vitro using the laboratory well diffusion technique. Concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, 60%, 80%, 100% and a bacterial control group with no mahkota dewa fruit extract (0% concentration) were used. This study used the nonparametric Kruskal Wallis test and the Mann Whitney post-hoc test, which resulted in a significant value of 0.000. The Mann hitney t-test results obtained insignificant values at concentrations of 10%, 20%. In contrast, at concentrations of 40%, 60%, 80% and 100% there were significant differences in the colonies of Staphilococus epidermidis bacteria. The higher the concentration of flavonoid extract given, the higher the level of inhibition against Staphilococus epidermidis bacteria.   Keywords: Mahoka Dewa Fruit, Staphilococus Epidermidis   ABSTRAK Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab terjadi masalah mastitis pada masa nifas. Bakteri yang menyebabkan mastitis diantaranya adalah Stapilococus epidermidis. Mahkota dewa merupakan tumbuhan yang biasanya dipakai untuk obat tradisional karena kandungan di dalamnya banyak senyawa aktif yang di gunakan sebagai anti mikroba diantaranya flavonoid. Flavonoid bertindak sebagai antibakteri dengan menghentikan peleburan asam nukleat, fungsi membran dan metabolisme energi. Microwave Assisted Extration (MAE) adalah cara ekstraksi yang makin cepat dan berkasiat. Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) mempengaruhi bakteri Staphylococcus Epidermidis secara in vitro memakai teknik difusi sumuran di laboratorium. Digunakan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 60%, 80%, 100% serta golongan kontrol bakteri tidak ada ekstrak buah mahkota dewa (konsentrasi 0%). Studi ini menggunakan uji kruskal wallis nonparametrik dan uji Mann Whitney post-hok, yang menghasilkan nilai signifikan 0.000. Hasil uji Mann hitney t-tes dapatkan nilai tidak signifikan pada konsentrasi 10%, 20%. Sebaliknya di konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100% terdapat perbedaan signifikan terhadap koloni bakteri Staphilococus epidermidis. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak flavonoid yang di berikan semakin tinggi tingkat penghambatan terhadap bakteri Staphilococus epidermidis.  Kata Kunci: Buah Mahkota Dewa, Staphilococus Epidermidis

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue