cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
Perbandingan Pendidikan Kesehatan dengan Pendekatan Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB) terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Wus dalam Pemeriksaan IVA Test di Posyandu Desa Muara Dua Muara Enim Yuliani, Indah; Epriani, Ety
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19643

Abstract

ABSTRACT According to WHO, the number of cervical cancer sufferers in the world in 2022 will be around 660,000 new cases, and 94% of cervical cancer causes death in women. The highest incidence and mortality rates for cervical cancer are in sub-Saharan Africa, Central America and Southeast Asia. In Indonesia, the number of cervical cancer sufferers is 17.2% with a mortality rate of around 8.8%. One way to prevent cervical cancer is by carrying out an IVA examination. Efforts that can be made to change women's health behavior regarding VIA examinations are by providing health education using the Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB) method approach. Knowing the comparison of health education with the Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB) approach to increasing the knowledge and behavior of WUS in the IVA test. Quasi experiment with a two group pretest-posttest design. The sampling technique uses random sampling. There is a difference between health education and the IMB approach to increasing the knowledge of WUS in the IVA test at the Muara Dua Muara Enim Village Posyandu (p value 0,000). There is a difference between health education and the IMB approach to improving the behavior of WUS in the IVA test at the Muara Dua Muara Enim Village Posyandu (p value 0,000). There is a difference between health education and the IMB approach to increasing the knowledge and behavior of WUS in the IVA test. It is hoped that the Health Service can facilitate this by creating an outreach program and distributing posters about the VIA Test so that it can increase knowledge and sources of information for women of childbearing age and other communities. Keywords: Health Education, IMB Approach, Knowledge, Behavior, IVA test  ABSTRAK Menurut WHO jumlah penderita kanker servik di dunia tahun 2022 sekitar 660.000 kasus baru, dan 94% kanker serviks penyebab kematian pada wanita. Tingkat kejadian dan kematian kanker serviks tertinggi terdapat di Afrika sub-Sahara, Amerika Tengah, dan Asia Tenggara. Di Indonesia jumlah penderita kanker serviks sebesar 17,2% dengan angka kematian sekitar 8,8%. Pencegahan yang dapat dilakukan pada kanker serviks salah satunya dengan melakukan pemeriksaan IVA. Upaya yang dapat dilakukan untuk merubah perilaku kesehatan wanita tentang pemeriksaan IVA adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan pendekatan metode Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB).  Mengetahui perbandingan pendidikan kesehatan dengan pendekatan Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB) terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku WUS dalam pemeriksaan IVA test. Quasi experiment dengan rancangan two group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling.Ada perbedaan pendidikan kesehatan dengan pendekatan IMB terhadap peningkatan pengetahuan WUS dalam pemeriksaan IVA test di Posyandu Desa Muara Dua Muara Enim (p value 0,000). Ada perbedaan pendidikan kesehatan dengan pendekatan IMB terhadap peningkatan perilaku WUS dalam pemeriksaan IVA test di Posyandu Desa Muara Dua Muara Enim (p value 0,000). Ada perbedaan pendidikan kesehatan dengan pendekatan IMB terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku WUS dalam pemeriksaan IVA test. Diharapkan Dinas Kesehatan supaya dapat memfasilitasi dengan membuat program penyuluhan dan menyebarkan poster-poster tentang Pemeriksaan IVA Test sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sumber informasi bagi Watita Usia Subur maupun masyarakat lainnya. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pendekatan IMB, Pengetahuan, Perilaku, IVA Test.
Efektivitas Mengunyah Permen Karet dan Mobilisasi Dini terhadap Pemulihan Peristaltik Usus pada Pasien Post Operasi Laparatomi (Apendisitis) Dengan General Anesthesi di RSUD Karawang Rakhmawati, Arifah; Nu’manudin, Nu’manudin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19719

Abstract

ABSTRACT The surgical process and the use of general anesthesia in laparotomy surgery are the causes of decreased intestinal noise. The number of patients who experience a delay in the return of bowel noise after laparotomy surgery is the reason why the right intervention is needed to accelerate the return time of intestinal noise. One of the non-pharmacological interventions that can be used is chewing gum and early mobilization. To see the difference in the return time of bowel noise between the gum chewing intervention group and the early mobilization intervention in patients after laparotomy (appendicitis) surgery. This study uses a quasi experiment type of post-test only control group design. A total of 20 samples from each intervention group were taken by purposive sampling technique. Data were collected using observation sheets to calculate the return time of intestinal noise of patients after laparotomy surgery (appendicitis) in the gum chewing intervention group (n=20) and the early mobilization intervention group (n=20), and were analyzed using the Mann Whitney nonparametric differential test. The intervention group chewed gum once for 30 minutes and early mobilization was measured every 30 minutes for 120 minutes. The results showed that there was a difference in the return time of intestinal noise in the chewing gum intervention group, which was 25 minutes with a minimum return time of intestinal noise, which was at 10 minutes and the maximum time of return of intestinal noise, which was 45 minutes, and the early mobilization group, which was 26.5 minutes with a minimum return time of intestinal noise, which was at 15 minutes, and the maximum time of return of intestinal noise, at 50 minutes. Based on the results of this study, it is hoped that chewing gum intervention can be one of the non-pharmacological interventions that can be considered as part of the standard operating procedure in accelerating the return of intestinal noise in patients after laparotomy surgery.  Keywords: Bowel Sound Laparotomy, Chewing Gum, Early Mobilization, Postoperative.  ABSTRAK Proses pembedahan dan penggunaan anestesi umum dalam bedah laparotomi menjadi penyebab penurunan bising usus. Masih banyaknya pasien yang mengalami keterlambatan pengembalian bising usus pasca bedah laparotomi menjadi alasan diperlukannya intervensi yang tepat untuk mempercepat waktu kembalinya bising usus. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat digunakan adalah mengunyah permen karet dan mobilisasi dini. Untuk melihat perbedaan waktu kembalinya bising usus antara kelompok intervensi mengunyah permen karet dan intervensi mobilisasi dini pada pasien pasca bedah laparotomi (apendisitis). Penelitian ini menggunakan quasi experiment jenis post-test only control group design. Sebanyak 20 sampel dari masing – masing kelompok intervensi dan diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi untuk menghitung waktu kembalinya bising usus pasien pasca bedah laparotomi (apendisitis) pada kelompok intervensi mengunyah permen karet (n=20) dan kelompok intervensi mobilisasi dini (n=20), serta dianalisis menggunakan uji beda nonparametrik Mann Whitney. Kelompok intervensi mengunyah permen karet satu kali selama 30 menit dan mobilisasi dini diukur setiap 30 menit selama 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan waktu kembalinya bising usus pada kelompok intervensi mengunyah permen karet yaitu 25 menit dengan waktu minimum kembalinya bising usus yaitu pada menit 10 dan waktu maksimum kembalinya bising usus pada menit 45 dan kelompok mobilisasi dini yaitu 26.5 menit dengan waktu minimum kembalinya bising usus yaitu pada menit 15 dan waktu maksimum kembalinya bising usus pada menit 50. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan intervensi mengunyah permen karet dapat menjadi salah satu intervensi non farmakologi yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari standar operasional prosedur dalam mempercepat kembalinya bising usus pasien pasca bedah laparotomi.  Kata Kunci: Bising Usus, Laparotomi, Mengunyah Permen Karet, Mobilisasi Dini, Pasca Bedah. 
Pengaruh Konseling Prenatal terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil dengan Risiko Anemia di Wilayah Kerja TPMB Dewi Puspita Sari Jakarta Timur Sari, Dewi Puspita; Sutarno, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16722

Abstract

ABSTRACT Anemia is a prevalent nutritional issue among pregnant women, often stemming from iron deficiency and insufficient awareness regarding hemoglobin levels. Utilizing video-based prenatal counseling can enhance pregnant women's knowledge in this regard. This study aimed to assess the effectiveness of prenatal counseling in improving hemoglobin levels among pregnant women at risk of anemia within the TPMB operational area. The research employed a quasi-experimental design featuring experimental and control groups, with pretest and posttest evaluations. The sample consisted of 40 women in their second trimester at Dewi Puspita Sari TPMB. The findings indicated that the average hemoglobin levels in the experimental group were 11.545 g/dL before the intervention and 11.825 g/dL after the intervention. A paired sample t-test performed using SPSS yielded a p-value of 0.000, which is below the significance threshold of 0.05, suggesting a statistically significant impact of video-delivered prenatal counseling on hemoglobin levels compared to pre-intervention measurements and those in the control group. In conclusion, video-based prenatal counseling effectively influences hemoglobin levels in pregnant women at risk of anemia. These findings provide a basis for future research in this domain. Keywords: Prenatal Counseling, Preganant Women, Anemia, Hemoglobin   ABSTRAK Anemia adalah masalah gizi yang lazim terjadi pada ibu hamil. Anemia ini dapat disebabkan karena kekurangan zat besi serta kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai kadar hemoglobin. Konseling prenatal dengan menggunakan video merupakan media yang dapat menimgkatkan pengetahuan ibu hamil. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas pemberian konseling prenatal dalam meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan risiko anemia pada wilayah operasional TPMB. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimental yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan pengukuran pretest dan posttest. Sampel penelitian merupakan seluruh Ibu Hamil Trimester II di TPMB Dewi Puspita Sari berjumlah 40 orang. Hasil Penelitian kadar hemoglobin rata-rata di kelompok eksperimen sebelum dan sesudah intervensi adalah 11,545 g/dL dan 11,825 g/dL. Uji-t sampel berpasangan yang dilakukan dengan menggunakan SPSS menghasilkan p-value 0,000 lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Menunjukkan ada pengaruh signifikan secara statistik dari konseling prenatal yang disampaikan melalui video terhadap kadar Hb ibu hamil yang berisiko mengalami anemia, dibandingkan dengan pengukuran sebelum intervensi dan pengukuran pada kelompok kontrol. Kesimpulan dan Saran konseling prenatal yang disampaikan melalui video telah terbukti berdampak pada kadar hemoglobin ibu hamil yang berisiko menderita anemia. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk studi selanjutnya di bidang ini. Kata Kunci: Konseling Prenatal, Ibu Hamil, Anemia, Hemogloblin 
Efektivitas Pemberian Edukasi tentang HIV/AIDS melalui Video dan Leaflet Terhadap Remaja di Kecamatan Muaragembong Futriani, Elfira Sri; ardiansah, Dendi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19701

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS remains a major public health issue worldwide, especially in Indonesia. The Indonesian Ministry of Health reported more than 500,000 cases of HIV/AIDS in 2023, with the majority of those affected being young people. One of the main factors contributing to the spread of HIV/AIDS is the lack of awareness, particularly among adolescents. Therefore, education on HIV/AIDS prevention is crucial for improving their understanding and awareness. This study compares the educational methods using videos and leaflets to determine which medium is more effective in increasing adolescents' understanding of HIV/AIDS. The study aims to assess the effectiveness of HIV/AIDS education through videos and leaflets in improving adolescents' knowledge in Muaragembong District. The method used is a quantitative study with a pre-test post-test control group design, where two randomly selected adolescent groups were given a pre-test and post-test after receiving education. The results showed that the group receiving education through videos had a significant improvement in knowledge (p<0.05), while the group receiving leaflets did not show a significant change (p>0.05). Therefore, it can be concluded that education through videos is more effective than leaflets in improving adolescents' understanding of HIV/AIDS. Keywords: HIV/AIDS, Health Education, Video, Leaflet, Adolescents  ABSTRAK HIV/AIDS tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan lebih dari 500.000 kasus HIV/AIDS pada tahun 2023, dengan mayoritas penderitanya adalah kelompok usia muda. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penyebaran HIV/AIDS adalah kurangnya kesadaran, terutama di kalangan remaja. Oleh karena itu, edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka. Penelitian ini membandingkan metode edukasi menggunakan video dan leaflet untuk menentukan media yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi tentang HIV/AIDS melalui video dan leaflet terhadap pemahaman remaja di Kecamatan Muaragembong. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-test post-test control group, dimana dua kelompok remaja yang dipilih secara random diberikan pre-test dan post-test setelah menerima edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menerima edukasi melalui video mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0.05), sementara kelompok yang menggunakan leaflet tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p>0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi melalui video lebih efektif dibandingkan dengan leaflet dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS. Kata Kunci: HIV/AIDS, Edukasi Kesehatan, Video, Leaflet, Remaja
Pengaruh Pola Makan terhadap Status Gizi Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lakansai Kabupaten Buton Utara Wulandari, Indah; Jusmawati, Jusmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16690

Abstract

ABSTRACT In the nutritional status of pregnant women, the balance between nutritional needs and intake plays a very important role. Success in achieving this balance will have a direct impact on the nutritional status of pregnant women. Therefore, it is important for pregnant women to pay attention to a healthy and balanced diet, consume nutritious food and meet their nutritional needs in accordance with the recommendations given by nutritionists or related health workers. Research Objective to determine the influence of eating patterns on the nutritional status of pregnant women in the Lakansai Community Health Center work area in 2024. This research design is cross sectional. This research uses quantitative methods with a cross sectional research design, namely research to study the relationship between the independent variable and the dependent variable by measuring once and at the same time with 30 respondent.. The results of research using the Wilcoxon test and Mann Whitney U test showed that the results of the simultaneous test obtained a significance value of 0.000 which was smaller than α 0.05 so that the conclusion was that the type of food, frequency of eating and number of meals (eating pattern) together ( simultaneous) has a positive effect on LILA. Based on the results of the simultaneous test, a significance value of 0.589 was obtained which was greater than α 0.05, so it was concluded that the type of food, frequency of eating and number of meals (eating pattern) together (simultaneously) had no effect on weight gain. Based on the results of the simultaneous test, a significance value of 0.001 was obtained which was smaller than α 0.05, so it was concluded that the type of food, frequency of eating and number of meals (eating pattern) together (simultaneously) had an effect on Hemoglobin (Hb). Based on the results of research that has been carried out in the Lakansai Community Health Center working area, it can be concluded that eating patterns such as type of food, frequency of eating and number of meals have an effect on the nutritional status of LILA and Hemoglobin (Hb) in pregnant women but have no effect on weight gain. pregnant woman's body. It is hoped that pregnant women will pay attention to their nutritional intake during pregnancy. Keywords: Diet, Nutritional, Status ABSTRAK Dalam status gizi ibu hamil, keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrisi memainkan peran yang sangat penting. Keberhasilan dalam mencapai keseimbangan tersebut akan berdampak langsung pada status gizi ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan pola makan yang sehat dan seimbang, mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi kebutuhan nutrisinya sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh ahli gizi atau tenaga kesehatan yang berkaitan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pola Makan Terhadap Status Gizi Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lakansai Tahun 2024. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari hubungan antara variable independent dengan variable dependen dengan pengukuran sekali dan dalam waktu yang bersamaan dengan 30 responden. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney U Tes didapatkan hasil uji simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000  lebih kecil dari α 0,05 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan (pola makan) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap LILA. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,589  lebih besar dari α 0,05 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan (pola makan) secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh terhadap Penambahan Berat Badan. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari α 0,05 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan (pola makan) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap Hemoglobin (Hb). Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Lakansai dapat ditarik kesimpulan bahwa pola makan seperti jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan berpengaruh terhadap Status Gizi LILA dan Hemoglobin (Hb) pada ibu hamil namun tidak berpengaruh terhadap Penambahan Berat badan Ibu Hamil. Diharapkan kepada ibu hamil agar memperhatikan asupan nutrisinya selama kehamilan. Kata Kunci: Pola Makan, Status, Gizi
Pemanfaatan Electroencephakography (EEG) dalam Evaluasi Asfiksia Neonatal: Literatur Revieuw Veryal, Veryal; Widyawati, Melyana Nurul; Kurnianingsih, Kurnianingsih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19608

Abstract

ABSTRACT Neonatal asphyxia is one of the leading causes of death and neurological disorders in newborns. About 1 million babies die each year due to complications related to asphyxia. Decreased oxygen supply to tissues and brain can cause damage to the brain or even death if not treated appropriately. A rapid and accurate assessment of the severity of neonatal asphyxia is essential to determine effective interventions. Electroencephalography (EEG) is one of the diagnostic tools that can be used to assess the brain activity of newborns, especially in detecting injuries due to hypoxia-ischemia. The purpose of this study was to evaluate the recent literature on the use of electrocardiograms to identify and measure the intensity of neonatal asphyxia This study uses a systematic method of literature review by searching for articles in PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases in the period 2020-2025. The results of the analysis showed that electrocardiogram (EEG) could detect significant changes in brain wave patterns in asphyxia patients, such as decreased brain activity, cessation of bursts, and the onset of pathological waves. In addition, EEG has been shown to predict long-term neurological complications, especially in newborns with perinatal asphyxia. Continuous EEG monitoring can also be helpful in determining therapy responses and developing treatment plans. EEG is an effective and non-invasive tool in the evaluation of asphyxia, both for early diagnosis and monitoring of the progression of the patient's condition. The utilization of EEG can improve the accuracy of prognosis and aid in clinical decision-making. However, more research is needed to create an optimal EEG use protocol for asphyxia cases. Keywords: Elecreoencephalography (EEG), Asphyxia, Brain Activity  ABSTRAK Asfiksia neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian dan gangguan neurologis pada bayi baru lahir. Sekitar 1 juta bayi setiap tahun meninggal akibat komplikasi terkait asfiksia. Penurunan pasokan oksigen ke jaringan dan otak dapat menyebabkan kerusakan pada otak atau bisa saja mengalami kematian jika tidak diatasi dengan tepat. Penilaian cepat dan akurat terhadap tingkat keparahan asfiksia neonatal sangat penting untuk menentukan intervensi yang efektif. Electroencephalography (EEG) adalah salah satu alat diagnostik yang dapat digunakan untuk menilai aktivitas otak bayi baru lahir, terutama dalam mendeteksi cedera akibat hipoksia-iskemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi literatur terbaru tentang penggunaan elektrokardiogram untuk mengidentifikasi dan mengukur intensitas asfiksia neonatal. Penelitian ini menggunakan metode sistematis literatur reviuew dengan pencarian artikel di database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect pada periode 2020-2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa elektrokardiogram (EEG) dapat mendeteksi perubahan pola gelombang otak yang signifikan pada pasien asfiksia, seperti penurunan aktivitas otak, penghentian burst, dan timbulnya gelombang patologis. Selain itu, EEG telah terbukti dapat memprediksi komplikasi neurologis jangka panjang, terutama pada bayi baru lahir yang mengalami asfiksia perinatal. Pemantauan EEG terus menerus juga dapat membantu dalam menentukan respons terapi dan menyusun rencana perawatan. EEG merupakan alat yang efektif dan non-invasif dalam evaluasi asfiksia, baik untuk diagnosis awal maupun pemantauan perkembangan kondisi pasien. Pemanfaatan EEG dapat meningkatkan akurasi prognosis dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuat protokol penggunaan EEG yang optimal untuk kasus asfiksia. Kata Kunci: Elecreoencephalography (EEG), Asfiksia, Aktivitas Otak
Hubungan Safety Leadership terhadap Safety Behavior Pekerja Metal Working PT Inka (Persero) Hanifah, Sholikhatul Yus
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16639

Abstract

ABSTRACT Safety behavior or safe behavior is an action taken by humans in order to avoid or prevent unwanted events or work accidents. Employee safety behavior is a reflection of the existence of leadership in an organization. Safety leadership is a process of interaction between leaders and subordinates, where the role of the leader as a superior is able to influence subordinates to achieve occupational safety and health goals. Safety leadership has three main dimensions namely, safety motivation, safety policy, and safety concern. This study was conducted to analyze the relationship between safety leadership and worker safety behavior. This study is an observational descriptive  research conducted at PT INKA (Persero) using a cross-sectional  research design.The respondents in this study were calculated using the Slovin formula and obtained as many as 85 respondents. The data of this study was analyzed with the help of SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) software  with the Chi Square test. The results show that safety motivation (p=0.000), safety concern (p=0.033), and safety policy (p=0.000) have a significant influence on the dependent safety behavior variables. The conclusion in this study is that safety leadership has a significant relationship with  the safety of metal working workers  at PT INKA (Persero). Keywords: Safety Behavior, Safety Policy, Safety Motivation, Safety Concern  ABSTRAK Safety behavior atau perilaku selamat merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh manusia dalam rangka menghindari atau mencegah peristiwa yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja. Safety behavior pekerja merupakan cerminan dari adanya leadership atau kepemimpinan dalam suatu organisasi. Safety leadership atau kepemimpinan keselamatan merupakan proses interaksi antara pemimpin dan bawahan, di mana peran pemimpin sebagai atasan yang mampu mempengaruhi bawahan untuk tercapainya tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. safety leadership mempunyai tiga dimensi utama yaitu, safety motivation, safety policy, dan safety concern. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan safety leadership terhadap safety behavior pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational yang dilakukan di PT INKA (Persero) dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Responden dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sebanyak 85 responden. Data penelitian ini di analisis bantuan software SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety motivation (p=0,000), safety concern (p=0,033), dan safety policy (p=0,000) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen safety behavior. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, safety leadership memiliki hubungan yangsignifikan terhadap safety behavor pekerja metal working di PT INKA (Persero). Kata Kunci: Safety Behavior, Safety Policy, Safety Motivation, Safety Concern
Analisis Pengaruh Motivasi, Work-Life Balance, dan Burnout terhadap Perilaku Keselamatan Kerja pada Pekerja Klinik Rissa Medika Kota Bangun Harahap, Karlina Sofyana; Sultan, Muhammad; Ramdan, Iwan M; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.21237

Abstract

ABSTRACT Occupational safety in the healthcare sector, particularly in clinical settings, is a critical aspect influenced by various psychosocial factors. This study aims to analyze the influence of work motivation, work-life balance, and burnout on safety behavior among employees at Rissa Medika Clinic, Kota Bangun. A descriptive quantitative method with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of the entire clinic workforce (16 individuals), including both medical and non-medical staff. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results indicated that all three independent variables were significantly related to safety behavior. Work motivation (p = 0.041) and work-life balance (p = 0.041) had a positive correlation with safety behavior, while burnout (p = 0.036) showed a negative correlation. Employees with high motivation and good work-life balance tended to exhibit better safety behavior, whereas those experiencing high levels of burnout demonstrated poorer safety practices. In conclusion, work motivation, work-life balance, and burnout significantly influence safety behavior. Strengthening these psychosocial factors is essential in fostering a robust safety culture within healthcare facilities. Keywords: Work Motivation, Work-Life Balance, Burnout, Safety Behavior, Clinic.  ABSTRAK Keselamatan kerja di sektor layanan Kesehatan, khususnya di lingkungan klinik merupakan aspek krusial yang dipengaruhi oleh berbagai factor psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, work-life balance dan burnout terhadap perilaku keselamatan kerja pada pekerja di Klinik Rissa Medika Kota Bangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sample dalam penelitian ini adalah total populasi pekerja klinik sebanyak 16 orang, yang terdiri dari medis dan non medis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independent memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku keselamatan kerja. Motivasi kerja (p=0,0041) dan work-life balance (p=0,041) menunjukkan hubungna positif terhadap perilaku keselamatan, sedangkan burnout (p=0,036) menunjukkan hubungan negatif. Pekerja dengan motivasi tinggi dan keseimbangan kehidupan kerja yang baik cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih baik, sementara pekerja dengan Tingkat burnout tinggi cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih rendah. Kesimpulan hasil penelitian, motivasi kerja, work-life balance, dan burnout secara signifikan memengaruhi perilaku keselamatan kerja. Penguatan factor-faktor psikososial tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja di fasilitas pelayanan kesehata. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Work-Life Balance, Burnout, Perilaku Keselamatan, Klinik.
Pengaruh Resiliensi terhadap Kepatuhan Minum Obat Oat pada Pasien TB-HIV Indawati, Eli; Narulita, Lenny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19742

Abstract

ABSTRACT About a quarter of the world's population suffers from tuberculosis infection. In Indonesia, tuberculosis is an opportunistic inflammatory disease that is generally associated with HIV. Tuberculosis and HIV remain global and Indonesian public health problems, and eradicating these diseases by 2030 is a priority. Able to identify the influence of health education on the Influence of Resilience on Compliance with OAT Medication in TB-HIV Patients. The type of research used is quantitative research and the design used is "Quasi Experimental Pre-Post test". Calculating the sample size can be done using statistical methods using the two mean test. From the parametric test, a sig (2-tailed) result was obtained on the relationship between the Pre Test and Post Test using the Wilcoxon Test, namely 0.000 (< 0.05) or smaller than alpha 0.05, so a decision can be made that the test results are H0 rejected and Ha accepted. This means that there is a significant difference between the influence of resilience on adherence to taking OAT medication in TB-HIV patients. Keywords: Resilience, Compliance, and TB-HIV.  ABSTRAK Sekitar seperempat penduduk dunia menderita infeksi tuberkulosis, di Indonesia tuberkulosis merupakan penyakit inflamasi oportunistik yang umumnya dikaitkan dengan HIV. Tuberkulosis dan HIV masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan  Indonesia, dan pemberantasan penyakit tersebut pada tahun 2030 merupakan sebuah prioritas. Mampu mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap Pengaruh Resiliensi Terhadap Kepatuhan Minum Obat OAT Pada Pasien TB-HIV. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan yaitu “Quasi Eksperimental Pre-Post test”. Penghitungan jumlah sampel bisa dilakukan dengan metode statistik menggunakan uji dua mean. dari uji parametric didapat hasil sig (2-tailed) pada hubungan Pre Test dan Post Test dengan menggunakan Uji Wilcoxon Test yaitu sebesar 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada perbedaan signifikan antara pengaruh resiliensi terhadap kepatuhan minum obat OAT pada pasien TB-HIV. Kata Kunci: Resiliensi, Kepatuhan, dan TB-HIV.
Pengaruh Faktor Personal Dan Lingkungan Terhadap Keterampilan Mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Bali Dalam Praktik Kerja Lapangan 1 Di Rumah Sakit Sakti, KM. Bima; Suarjana, I Ketut; Widarini, Ni Putu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19619

Abstract

ABSTRACT Educational institutions play a crucial role in shaping skilled, high-quality, and competent radiographers to enhance radiology services. Internships are one of the efforts by educational institutions to ensure the skills of prospective radiographers. However, the implementation of internships has not been optimal due to personal and environmental factors.This study aims to identify the factors affecting the skills of first-internship students in radiological procedures at hospitals.This cross-sectional study was conducted at the Academy of Radiodiagnostic and Radiotherapy Technology Bali (ATRO Bali) from October to December 2024. A total of 103 first-internship students participated in this study, who were selected through simple random sampling. The variables studied were student skills as the dependent variable, and student knowledge and attitudes, and the role, teaching ability, evaluation ability, and competence of supervisors as independent variables. Data were analyzed descriptively, with bivariate chi-square tests, and multivariable binary logistic regression.56.3% of first-internship students at ATRO Bali exhibited good skills. Significant factors affecting student skills were knowledge AOR=13.96; 95%CI=2.930-66.546; p=0.001 and the role of the supervisor AOR=2.29; 95%CI=0.926-5683; p=0.073. Meanwhile, other factors such as student attitudes, teaching ability, evaluation ability, and supervisor competence did not significantly affect the outcomes.Student knowledge and the role of supervisors significantly influence student skills. Therefore, improvements in internship quality should focus on these two main factors. Keywords: Skills, Students, Radiodiagnostics, Radiotherapy, Field Work Practice  ABSTRAK Institusi pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk radiografer yang terampil, berkualitas dan kompeten dalam upaya meningkatkan pelayanan radiologi. PKL menjadi salah satu upaya institusi pendidikan untuk menjamin keterampilan calon radiografer. Namun, selama ini pelaksanaan PKL masih belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor personal dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan mahasiswa PKL 1 dalam tindakan radiologi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang berlokasi di Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Bali (ATRO Bali) pada bulan Oktober – Desember 2024. Sebanyak 103 orang mahasiswa PKL 1 menjadi responden dalam penelitian ini yang sebelumnya telah dipilih melalui simple random sampling. Adapun variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah keterampilan mahasiswa sebagai variabel terikat, pengetahuan dan sikap mahasiswa dan peran, kemampuan mengajar, kemampuan evaluasi serta kompetensi pembimbing. Data dianalisis secara deskriptif, bivariabel chi-square, dan multivariabel binary logistic regression. Sebanyak 56,3% mahasiswa PKL 1 di Kampus ATRO Bali memiliki keterampilan yang baik. Adapun faktor yang mempengaruhi keterampilan mahasiswa adalah pengetahuan AOR=13,96; 95%CI=2,930-66,546; p=0,001 dan peran pembimbing AOR=2,29; 95%CI=0,926-5683; p=0,073. Sedangkan, faktor lainnya, seperti sikap mahasiswa, kemampuan mengajar, kemampuan evaluasi serta kompetensi pembimbing tidak berpengaruh secara signifikan. Pengetahuan mahasiswa dan peran pembimbing memberikan pengaruh terhadap keterampilan mahasiswa. Maka, perlu ada upaya peningkatan pengetahuan mahasiswa dan peran pembimbing untuk meningkatkan pelaksanaan PKL. Kata Kunci: Keterampilan, Mahasiswa, Radiodiagnostik, Radioterapi, Praktik Kerja Lapangan

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue